31 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 14583

Sedan Responsif Hemat BBM

New Hyundai Avega

MEDAN- Hyundai tak henti-hentinya melakukan inovasi pada produk mobilnya. Kali ini Hyundai mengeluarkan mobil sedan New Avega.

Untuk interior, mobil sedan ini sangat elegan dan sporty. Desainnya modern eksklusif. “Mobil ini sangat cocok untuk eksekutif muda dan kawula muda,” ujar Sales Supervisor Hyundai Medan PT Prima Indonusa Digantara Boby saat ditemui wartawan koran ini di kantornya, Jalan Adam Malik Medan.

Dikatakan Boby, paa interiornya didesain mewah. Seperti pada dashboard yang fungsional dan ergonomis serta dilengkapi berbagai teknologi terbaru. Bahkan, dengan sistem terpusat, pengemudi tidak perlu lagi kesulitan mengganti audio mobil, cukup melalui kemudi mobil.

Menurut Boby, mobil sedan ini cukup tangguh. Dengan mesin 1,5 liter-12 valve MPI dipastikan responsif. Keunggulan lain, dengan mesin tersebut, penggunaan BBM (Bahan Bakar Minyak) juga sangat efisien. “The real Power. Dengan ketangguhan mesin, tetapi sangat efisien dalam penggunaan bahan bakar,” bilang Boby.

Untuk keamanan pengendara, lanjutnya, rem mobil menggunakan teknologi Ventilated Front Disc brake, sehingga menghasilkan pengereman yang sempurna. Dengan rangka bagian sisi mobil, memberikan perlindungan ekstra terhadap penumpang saat terjadi benturan. “Kita bukan hanya melindungi melalui rem, terkadang sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada sisi mobil, karena itu rangka mobil ditambah dengan perlindungan ekstra,” tambah Boby.
Sedangkan suspensi independent mobil sangat nyaman walau dibawa di berbagai kondisi jalan. “Suspensi di ban mobil sangat efisien, sehingga membuat mobil tetap nyaman dalam kondisi apapun,” pungkas Boby. (mag-9)

PSSI Makin tak Becus

BELUM lagi terjawab surat protes yang dilayangkan kubu Sumatera Utara dan Bengkulu, terkait berubahnya peraturan Pra PON yang meloloskan Sumbar dan Jambi, PSSI kembali menunjukkan ketidak becusannya dalam mengelola kompetisi.

Sebagaimana layaknya tim yang akan bertanding, kemarin (26/10) tim Pra PON Sumut mencoba lapangan Bea Cukai yang akan menjadi venue putaran kedua.

Tapi, sebelum bertolak ke lapangan tim sepak bola Sumut sempat terkatung-katung karena tidak adanya Liaison Officer (L.O), yang biasanya bertugas memberi kemudahan kepada dua tim yang akan bertanding.  Ketika masalah ini ditanyakan kepada pengurus PSSI saat technical meeting, tak satupun di antara para pengurus tadi yang mampu menjawabnya.
“Sudah semakin tak becus PSSI ini mengurus sepak bola. Kalau ke daerah mereka selalu membuat peraturan yang macam-macam, sekarang untuk urusan LO saja mereka tak mampu menyediakannya,” bilang Jhoni Rakasiwi, Sekretaris Tim Pra PON Sumut.

Ternyata bukan hanya tim Pra PON Sumut saja yang merasa kecewa dengan PSSI. Tim Pra PON Bengkulu lewat Sekum Pengprov PSSI Bengkulu Asmawi Hamzah pun tak henti-hentinya mengecam kinerja yang diperlihatkan pengurus PSSI. “Kalau main di daerah saja semua tim pasti mendapat jasa angkutan, kenapa di sini itu tak terjadi. Berarti panitia pelaksana pertandingan di daerah jauh lebih bagus daripada PSSI,” ketusnya.

Terkait protes tentang lolosnya Sumbar dan Jambi sehingga Sumut dan Bengkulu terpaksa melakukan pertandingan playoff, Asnawi pun mengatakan bahwa alasan yang diberikan PSSI tak masuk akal. (jun)

Tabrak Lima Polisi, Pengedar Sabu Dibui

MEDAN- Tabrak lima petugas yang sedang patroli, pengedar narkoba jenis sabu-sabu, Syaiful Anwar (35) warga Jalan Bakti II, Gudang Merah Desa Sekip, Lubuk Pakam, Deli Serdang ditangkap polisi patroli Polsekta Percut Seituan saat berboncengan dengan selingkuhannya, Asnawati (31).

Syaiful ditangkap polisi patroli di Jalan Benteng Hulu, Medan Tembung, Rabu (25/10) sekitar pukul 23.00. Saat penangkapan itu, Syaiful mengendarai sepeda motor Yamaha Xeon BK 3958 MAD merah.

Informasi yang dihimpun Sumut Pos, Polsekta Percut Sei Tuan berhasil menangkap pengedar sabu itu saat menggelar patroli rutin. Awalnya, polisi menghadang untuk menghentikan laju sepeda motor pelaku, tapi pelaku enggan berhenti malah menancap gas sehingga menabrak lima polisi .

Akibatnya polisi terjatuh, tapi langsung bangkit dan mengejar pelaku. Pelaku akhirnya menghentikan. Saat digledah, dari saku jaket hitamnya ada dua paket sabu seberat 1,5 gram senilai Rp1,8 juta, selain itu ada plastik kecil berwarna putih, mancis dan satu set bong alat isap sabuserta sepeda motor.

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Syaiful mengaku membeli barang haram dari bandar sabu-sabu berinisial  R warga Jalan Benteng Hulu, Medan Tembung. Rencananya, sabu itu dibeli untuk dikonsumsi dan sisanya dijual. “Ya saya memakainya, dan saya jual juga,” akuinya di BAP polisi.

Terkait dirinya menabrak lima petugas, dia mengaku atas perbuatannya hanya untuk melarikan diri dengan menambah kecepatan tinggi, tapi tanpa disadari kendaraannya menabrak petugas yang hendak menghentikannya.  “Saya gugup, makanya saya tabrak saja pak polisi itu untuk melarikan diri,” ujar bapak satu anak itu.
Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Maringan Simanjuntak SH MH melalui Kanit Reskrim AKP Faidir Chan membenarkan penangkapan pelaku dan keduanya masih diperiksa untuk dimintai keterangan. Kasusnya masih dilakukan pengembangan untuk mengejar bandar sabu tersebut. (mag-7)

Wartawan Sumut Pos Juara II Lomba Karya Tulis

MEDAN- Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam hal ini Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Medan menetapkan sembilan pemenang Lomba Karya Cipta karta Tulis Ilmiah Populer dari tiga kategori.  Dari sederet pemenang itu, Wartawan Sumut Pos, Chairil Hudha menjadi pemenang kedua.

Kepala Badan Kesbangpolinmas Medan, V Redward W Bakara, Rabu (26/10) di Hotel Grand Antares mengatakan, lomba karya tulis berlangsung sejak 26 September hingga 20 Oktober lalu diharapkan dapat meningkatkan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda. Sebab, selama ini wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda dinilai sangat rendah, bahkan rasa cinta tanah air mulai memudar.

Dia mengumumkan pemenang, untuk kategori SLTA, juara I Zahara Putri Sakila dari SMA Amir Hamzah Medan, juara II Mardhatillah Iqbal dari MAN Negeri 1 Medan dan juara III RR Meidy Irzha Adewidya dari SMA Negeri 1 Medan.
Sedangkan  kategori Mahasiswa, pemenang I Kalvin Ginting dari USU, juara II Fadila Maharani dari USU dan juara III Lilis Suryani N dari Unimed. Sedangkan kategori jurnalis juara I diraih Hidayat Banjar dari SKM Suara Masa, juara II Chairil Hudha dari Sumut Pos dan juara III, Abdul Rahman Lubis dari Koran Medan.

Seluruh naskah diseleksi oleh Dewan juri terdiri dari Dr Iskandar Zulkarnain, Drs Azhar Umar MPd,  Drs Haris Sutan Lubis MSp,  Abdul Rahman SH Mhum dan R Bambang Soedjiartono SH.

Penyerahan hadiah  diserahkan Wali Kota Medan, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2011 di Lapangan Merdeka. (adl) Para pemenang dari tiga kategori masing-masing dengan hadiah untuk juara I sebesar Rp3,5 juta, juara II Rp2,5 juta, dan juara III Rp1,5 juta.Selain uang tunai, para pemenang juga akan mendapat trofi. (adl)

Bawa Sajam, 4 Warga Diamankan

Eksekusi Lapangan Jalan Rebab Ricuh

MEDAN- Tim juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan batal melakukan eksekusi lapangan bola Jalan Rebab, Kelurahan Titi Rante, Medan Baru, yang rencananya dilakukan Rabu (26/10) pagi. Meski begitu, aksi yang awalnya tertib menjadi ricuh setelah aparat kepolisian mengamankan empat pemuda membawa senjata tajam (sajam).

Sejak pagi, warga yang terdiri dari siswa SD, tokoh masyarakat serta perwakilan dari Forum Masyarakat Peduli Lapangan Jalan Rebab telah berkumpul untuk mempertahankan lapangan yang merupakan aset Pemko Medan itu dengan membakar ban dan memblokir jalan dengan batang pohon dan balok kayu serta kursi panjang.

Sedangkan puluhan anak murid SD yang mengenakan pakaian sekolah berkumpul di lapangan dengan memegangi kayu. Puluhan personel kepolisian dan TNI juga turut berjaga-jaga di lokasi guna mengantisipasi terjadinya tindakan anarkis. Puluhan warga yang telah berkumpul di lapangan lalu menggelar doa bersama dan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.
“Bila datang tim eksekusi ke lokasi, kami akan langsung menghadangnya agar eksekusi tersebut  tidak dilaksanakan,” kata seorang warga.

Koordinator aksi, Zakaria Bangun mengatakan, warga akan menunggu sampai tim eksekusi tiba di lapangan yang sejak 1955 telah menjadi fasilitas umum. Dia mengaku heran, mengapa PN Medan tetap bersikukuh untuk melakukan eksekusi. Menurutnya, hal itu mengindikasikan keputusan PN Medan dijadikan legitimasi untuk merampok aset negara. “Kami akan menunggu, sampai kapanpun akan kami perjuangkan lapangan ini, karena ini merupakan fasilitas umum,” tegasnya.

Zakaria mengungkapkan, eksekusi ini juga terkait tindakan sekelompok preman yang melakukan perusakan terhadap plang milik pemko yang menyatakan kalau lapangan tersebut adalah milik Pemko Medan. Bahkan, plang milik Forum Masyarakat Peduli Lapangan Jalan Rebab juga turut di rusak.

Sementara itu, aksi warga mulai ricuh ketika aparat kepolisian mengamankan empat pemuda yang diduga sebagai provokator dan membawa senjata tajam. Warga yang menyaksikan hal itu berusaha menghadang aparat. Meski mendapat perlawanan dari warga, kelima pemuda tersebut tetap diamankan dengan barang bukti senjata tajam.
Dari pantauan Sumut Pos di Mapolresta Medan, empat pemuda yang merupakan warga Jalan Rebab itu masih menjalani pemeriksaan di ruang juru periksa Sat Reskrim. Belum diperoleh data-data mengenai warga yang diamankan itu.

Kanit Jahtanras Polresta Medan AKP Yudi Frianto mengatakan, pihaknya telah mengamankan 21 warga yang diduga menjadi provokasi dalam eksekusi lapangan tersebut. Namun, hanya empat warga yang diketahui menggunakan sajam. “Ada 21 orang yang diamankan, tapi hanya 4 orang yang pakai senjata tajam, ini masih diperiksa,” ungkapnya.
Selanjutnya, Yudi mengungkapkan, pihaknya akan melakukan penahanan apabila ditemukan unsur pidana. “Sampai saat ini masih kita periksa, apakah 21 orang ini melakukan pelanggaran pidana” tandasnya.(adl/mag-7)

APBD Sumut 2012 Diproyeksi Rp6,8 T

MEDAN- Anggaran Pembelanjaan Daerah (APBD) Sumut tahun 2012 diproyeksi mencapai Rp6,8 triliun, demikian hasil penandatanganan Kebijakan Umum Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) R-APBD 2012 antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dengan DPRD Sumut, Rabu (26/10).

Pada penandatanganan KUAPPAS R-APBD 2012 itu, Pemprovsu diwakili Sekda Pemprovsu, Nurdin Lubis bersama pimpinan DPRD Sumut. Setelah KUAPPAS R-APBD 2012 ditandatangani, Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga mengatakan, APBD 2012 mencapai Rp6,3 triliun.

Dijelaskannya, sebenarnya potensi APBD 2012, bisa lebih besar dari proyeksi itu. Tapi,  nantinya akan ada penambahan dalam P-APBD 2012, dengan prakiraan mencapai Rp6,8 triliun. “Bila dibandingkan APBD 2011 sebanyak  Rp4,53 triliun dan bertambah Rp1,32 triliun pada P-APBD 2011. Artinya R-APBD 2012 ada kenaikan sekitar Rp800 miliar dari tahun 2011,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Sumut lainnya, Kamaluddin Harahap menambahkan, struktur anggaran dibuat dalam porsi 52 persen untuk belanja langsung dan 48 persen untuk belanja tak langsung. Selanjutnya, DPRD Sumut meminta Plt Gubsu agar memaksimalkan serapan anggaran APBD yang telah disahkan.

“Kami menginginkan jangan sampai terulang lagi daya serap APBD yang lemah,” ucapnya. (ari)

Pemko Medan Harus Perbaiki Pusat Pasar

MEDAN- Pemko Medan harus mencari solusi membenahi Pusat Pasar Medan. Pasalnya, kondisinya sudah cukup memprihatinkan. Hal itu terungkap saat pertemuan Ketua DPRD Medan, Amiruddin dengan pedagang di Pusat Pasar Medan, Rabu (26/10).

Kondisi pasar yang tak layak itu dipenuhi dengan lumpur, terlebih lagi saat hujan turun sering menyebabkan banjir.  Sedangkan atap sering bocor dan talang air tidak berfungsi maksimal. Instalasi listrik juga tidak terpasang baik sehingga mengkhawatirkan terjadinya konsleting listrik serta eskalator pada tiap lantai tidak ada yang berfungsi.

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara (P3TSU), Gidion Ginting mengatakan pihaknya sudah menyampaikan keluhan tersebut berulang kali. Tapi, tidak diindahkan pengelola pasar. Padahal setiap bulannya, pedagang terus membayar biaya sewa.

Kepala Cabang I Pusat Pasar Medan, Agus Syahputra mengaku pihaknya sudah berupaya melakukan perbaikan mulai dari penyedotan selokan untuk meminimalisir banjir, serta perbaikan talang air. “Kalau perbaikan menyeluruh harus tanya ke direksi,” ungkapnya.

Ketua DPRD Medan, Amiruddin menilai Pemko harus bisa mencari solusi perbaikan Pusat Pasar yang dinilai sebagai aset terbesar di kota ini. (adl)

Amiruddin Dituding Hambat Rekomendasi Komisi B

MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan dituding telah menghambat rekomendasi pencopotan Hasan Basri dari jabatannya sebagai Kadis Pendidikan Medan oleh Komisi B. Pasalnya, Ketua DPRD belum juga menindaklanjuti rekomendasi tersebut ke Wali Kota Medan Rahudman Harahap.

Mengenai undangan pimpinan dewan terhadap Komisi B DPRD Medan guna membahas soal rekomendasi tersebut, menurut Ketua Komisi B DPRD Kota Medan Roma P Simaremare, hal tersebut tidak diperlukan lagi. Pasalnya, rekomendasi yang diajukan Komisi B tersebut merupakan hasil rapat seluruh anggota komisi. Jadi, menurut dia, tidak ada alasan bagi Pimpinan Dewan untuk tidak menindaklanjuti rekomendasi tersebut.

“Dengan tegas kami meminta pimpinan DPRD Medan untuk segera menyampaikan surat tersebut kepada Wali Kota Medan. Kalau dikatakan tidak ada bukti, ketua bisa datang ke Komisi B untuk melihatnyan
karena jelas di SMA Negeri 2 dan 4 ada penyisipan siswa,” kata Roma, Rabu (26/10).

Sementara anggota Komisi B, Bahrumsyah menambahkan, pimpinan dewan seakan telah menutup mata, karena jelas sudah banyak pemberitaan terkait kelas siluman dan siswa sisipan. “Jadi, Komisi B bisa tidak percaya lagi dengan pimpinan DPRD Medan, ini menjadi preseden buruk karena menyulitkan Komisi B saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) nantinya karena ketua minta bukti dulu,” ujar Bahrumsyah.

Salman Alfarisi, anggota Komisi B lainnya menjelaskan, Ketua DPRD Medan terindikasi telah melakukan upaya penghambatan terhadap rekomendasi pencopotan Kadisdik Medan, yang diketahui Komisi B meminta meneruskan surat rekomendasi tersebut. “Kalau tidak, ketua jelas-jelas sudah main mata dengan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap,” bebernya.

Lanjut Salman, kalau memang Ketua DPRD Medan ingin menindaklanjuti rekomendasi pencopotan Kadisdik Medan, kenapa waktunya begitu lama. “Jika ada keseriusan dari pimpinan, seharusnya tidak lama surat disampaikan karena sudah ada pemanggilan lebih lanjut. Ini membuktikan, ada celah berminggu-mingu baru ada pemanggilan yang ditindaklanjuti,” ungkap Salman.

Sementara, lima fraksi DPRD Kota Medan masing masing Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) serta Partai Damai Sejahtera (PDS) mengusulkan untuk Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) siswa siluman dan akan melakukan hak interplasi jika pimpinan Dewan tidak menyegerakan pembentukan Pansus tersebut.

Sekretaris Fraksi PKS, Juliandi Siregar menuding terlambatnya pembentukan Pansus Siswa Siluman ini dikarenakan Ketua DPRD Kota Medan Amiruddin tidak mau mengagendakan paripurna pembentukan Pansus tersebut.
Menjawab itu, Ketua DPRD Kota Medan Amiruddin membantah tudingan tersebut dengan beralasan kalau terganjalnya Pembentukan Pansus Siswa Siluman dikarenakan Komisi B selaku pengusul rekomendasi pemecatan Hasan Basri tidak menghadiri undangan untuk membahas surat rekomendasi tersebut pada 17 Oktober lalu. (adl)

Motor Balap Kawasaki ZX-6R, Harganya Dibanderol 223 Juta

MEDAN- Memiliki motor sport yang dengan body besar sangat diidamkan oleh kaum pria. Apalagi, motor tersebut sering digunakan pembalap motor GP yang dilengkapi 6 kecepatan.

Tak salah lagi jika memilih Kawasaki ZX-6R dengan kapasitas mesin 600cc. Motor dengan body ini merupakan jenis motor untuk balapan dengan lintasan mulus, atau motor GP. Motor ini menggunakan engine 4 silinder DOHC 16 Valve dan Full injeksi.

Walau motor ini berbody besar, tetapi mampu meleburkan tenaga 120 Horse power pada 14 ribu rtm. “Karena ini merupakan jenis motor GP dengan teknologi yang mampu menghasilkan tenaga 120 horse power pada 14 ribu rtm,” ujar Fahmi, Divisi Service PT Mega Nusa Semesta (Kawasaki) di Jalan Gatot Subroto Medan.

Menurutnya, banyak teknologi yang mendukung preporma motor ini. Seperti spedometer digital, sehingga lebih mudah untuk melihat dan memantau kecepatan motor. Untuk rangka atau body motor menggunakan delta box (rangka kotak), sehingga motor tetap stabil walau dibawa dengan kecepatan tinggi. Stang motor sendiri merupakan keluaran dari merk terkenal yang sangat nyaman di tangan.

Selain itu, lanjutnya, body yang bergaya aerodinamis memberikan kesan sporty pada motor dan kental dengan nuansa racing.

Selain body motor yang berbentuk sporty, pada bagian knalpot motor juga menimbulkan kesan yang sama, knalpotnya disesuaikan dengan gerakan Go Green yang mengusung ramah lingkungan. “Knalpot sudah masuk Euro 3, program yang menyusung ramah lingkungan,” tambah Fahmi.

ntuk keamanan, ban depan dan belakang disesuaikan ukurannya. Untuk ban depan, merupakan dari Bridgeston jenis BT 016 F, ukuran 120/70. Sedangkan untuk ban belakang Bridgeston dengan jenis BT016 RL dan ukuran dengan type sport180/55 ZR 17. “Ban merupakan salah satu yang penting untuk jenis motor sport, jadi untuk pilihan ban kita sesuaikan,” bilang Fahmi.

Pada ban depan, dilengkapi dengan 2 cakram. Sedangkan untuk ban belakang memiliki 1 cakram. Motor yang langsung Built Up dari Jepang ini sangat jarang ditemukan. Untuk di Medan sendiri, motor ini awalnya hanya datang 3 unit, tetapi sudah laku 2 unit. Motor sporty ini dibanderol Rp223 juta “Motor ini persediaannya terbatas. Jadi, yang ingin memiliki motor ini harus pesan dan pembayaran secara tunai,” ujarnya (mag-9)

Gatot Dituntut Copot Pejabat Diduga Korup

MEDAN- Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Independen Indonesia (Gemini) meminta kepada Plt Gubsu untuk mencopot pejabat dijajaran Pemprovsu berprilaku korup. Prilaku tersebut ada ditiga instansi yakni Dinas Pertanian (Distan), Dinas Bina Marga dan Dinas Pendapatan (Dispenda) Sumut.

Demikian disampaikan Koordinator Aksi Gemini, MS Manurung di depan Gedung DPRD Sumut, Rabu (26/10). Dalam pernyataannya itu, dia membeberkan sejumlah dugaan kasus korupsi yang terjadi di tiga instansi Pemprovsu.
Dia menyebutkan, dugaan Korupsi Dinas Pertanian Sumut itu terkait dugaan mark up belanja kendaraan operasional roda empat untuk eselon III pada tahun anggaran 2009 dan 2010, terdiri dari mobil Kepala Bidang (Kabid) dan Kepala UPT senilai Rp2 miliar. Selanjutnya, terdapat dugaan mark up dan fiktif rehabilitasi pagar di lingkungan kantor dan ada lagi, renovasi ruang kerja staf kantor seperti pengadaan sarana dan prasarana Kantor Distan Sumut tahun anggaran 2009 dan 2010 senilai Rp1 miliar, serta renovasi Gedung Kantor UPT BTPH 1 Tahun 2010. Selanjutnya, dugaan korupsi pengadaan benih padi non hibrida sejumlah 70 ribu/kg TA 2009 dan 2010.

“Anehnya, pekerjaan itu dianggarkan setiap tahun, pada tahun anggaran 2009 dan 2010 serta 2011,” paparnya.
Selain itu, ada indikasi korupsi lainnya di Dinas Bina Marga Sumut. Dia menyebutkan, ada dugaan korupsi sebesar Rp44,5 miliar. Dana itu diperuntukkan untuk pembangunan dan perawatan jalan di Kabupaten Simalungun. Kemudian, ada proyek fiktif peningkatan jalan jurusan Pematang Siantar-Tigarungu di Simalungun. Seanjutnya, pembangunan Jalan Batas Asahan/Tanjung Kasau Bandar Masilan-Perdagangan di Simalungun dengan nilai kontrak lebih dari Rp2 miliar. Ditambah lagi dengan dugaan korupsi pembangunan Jalan Perdagangan-Batas Asahan (Indrapura) di Simalungun dengan nilai kontrak di atas Rp2 miliar. “Itu semua berasal dari APBD 2010,” sebutnya.

Lebih lanjut, dia juga menyebutkan Dispenda Sumut dinilai melakukan beberapa kasus dugaan korupsi antara lain, dugaan korupsi pembangunan kantor UPT Dispenda Sumut sebesar Rp8,2 miliar di 10 kab/kota se Sumut. Ada juga dugaan korupsi pembangunan Kantor Samsat Corner Dispenda Sumut di Sun Plaza dan Plaza Medan Fair sebesar Rp1,2 miliar.

“Kami meminta, agar Plt Gubsu mencopot pejabat yang terindikasi korupsi.  Selanjutnya, kepada DPRD Sumut harus mengawal proses hukum terhadap kasus-kasus dugaan korupsi yang terjadi, “ pintanya.(ari)