29 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 14630

Korban Ledakan Tabung Gas Tewas

MEDAN-Setelah menjalani perawatan intensif sejak Minggu (16/10), korban kebakaran ledakan tabung gas 3 kg, Yuliana Manurung (37), akhirnya meninggal dunia di RSU Martha Friska, Jalan KL Yos Sudarso Medan, Rabu (19/10) pukul 22.00 WIB.

“Yuliana meninggal dunia Rabu (19/20) pukul 22.00 WIB. Memang kondisinya masih kritis tetapi paginya masih sempat memberikan isyarat tubuh ketika ditanyai. Kita tidak menyangka kalau beliau akan meninggal dunia,” kata Direktur Penunjang Medik RSU Martha Friska, RPH Siahaan, Kamis (20/10).

Selama menjalani perawatan, Yuliana dirawat di ruang Hight Dependency Unit (HDU) lantai II RSU Martha Friska. Yuliana sudah dua kali melakukan bridement (pembersihan pada luka di tubuh).

“Cairan pembersih tubuh pada luka bakar (albumin) sudah diberikan sebanyak 3 botol dan terakhir Rabu siang pukul 14.00 WIB,” ujarnya.

Namun, tegasnya, Yuliana tidak bisa bertahan karena luka bakar yang dideritanya 90 persen. “Rabu malam kondisi pasien Yuliana semakin memburuk dan akhirnya meninggal dunia,” ungkapnya.(jon)

Puluhan Kios Dibersihkan

MEDAN-Sebanyak 30 kios yang berdiri di atas parit sepanjang jalan Mandala By Pass, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Medan Denai dibersihkan oleh tim penertiban kecamatan dibantu oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polsekta Medan Tikoramil Medan Denai, Kamis (20/10).

Eksekusi pembongkaran kios liar yang digunakan untuk berjualan ini berlangsung aman tanpa adanya perlawanan dari pemiliknya. Bahkan pemiliknya juga ikut membantu pembongkaran tersebut agar bahan material yang dibongkar tidak rusak.

Pantauan wartawan, pembongkaran ini sempat menjadi totonan para pengguna jalan, semua material dari hasil pembongkaran langsung diangkut oleh petugas sebagai barang bukti. Camat Medan Denai Edie Mulya Matondang mengatakan, 30 lapak liar tersebut sebanyak 20 unit lapak  permanen maupun darurat telah di bongkar dengan paksa. Sedangkan 10 unit lapak liar telah dibongkar olah pemiliknya sendiri. Kepada para pemilik telah berkali kali disurati untk membongkar sendiri dan telah diberi waktu selama dua minggu.(adl)

Ditinggal Stoner, Ducati Tetap Optimis

Seberapa besar progres peningkatan yang dicapai Ducati Desmosedici pada 2011? Pekan ini bisa dibandingkan langsung antara hasil tes sebelum musim berlangsung dengan akhir pekan di tengah musim yang berlangsung di Sepang, Malaysia.

Musim ini berlangsung tak sesuai harapan bagi kubu Ducati. Pabrikan Italia itu tak lagi mencicipi kemenangan semenjak ditinggalkan Casey Stoner ke Honda, musim ini.

Valentino Rossi yang didatangkan juga kehilangan sentuhan kemenangan. Sementara Nicky Hayden yang lebih pengalaman dengan Ducati, tampil stagnan.

Setelah hasil mengecewakan di Australia pekan lalu, Mereka langsung ke Sepang, Malaysia. Di arena yang sama, Ducati dan tim-tim lainnya menjalani sesi uji coba resmi preseason di musim dingin, Februari. Saat itu, Ducati berkoar bakal menjanjikan penampilan yang kompetitif di musim 2011.

Februari,  Desmosedici GP11 disebut mampu bersaing dengan motor pabrikan Honda dan Yamaha. Namun, realitas perjalanan musim 2011 menunjukkan Ducati keteteran.

Desmosedici pun bermetamorfosis menjadi GP11.1 yang memakai chasis aluminium. Rentang waktu delapan bulan (sejak uji coba preseason), berbicara, sudah banyak yang berubah pada tunggangan Rossi dan Hayden. Kini, waktunya membandingkan GP11 asli dan hasil pengembangannya yang berupa GP11.1.

“Desmosedici yang kami bawa berbeda dengan uji coba musim dingin. Di akhir pekan ini, akan memberi kami perbandingan menarik dengan perpaduan data yang kami kumpulkan,” ujar Vittoriano Guareschi, manajer tim Ducati.
Perbedaan yang bisa dilihat mata adalah desain rangka, bahan, dan konfigurasi airbox. “Di Malaysia kami terus melanjutkan pengembangan GP11.1, sekaligus untuk balapan dan mengumpulkan informasi demi program kerja kami pada 2012,” kata Guareschi.

Ducati memiliki memori yang baik dengan balapan di Sepang. Mereka pernah menikmati dua kemenangan, tapi saat itu masih bersama Casey Stoner. Dalam tujuh balapan terakhir, Ducati selalu berada di enam besar.
Tahun lalu, Rossi menang di Sepang. Kemarin, pembalap yang mendapat julukan The Doctor itu juga menyatakan bahwa Sepang adalah sirkuit favoritnya.

“Meski kondisi cuacanya selalu ekstrem, saya sangat suka balapan di Sepang. Kami harus mampu menemukan hal positif setelah tak mendapatkan nasib baik di Australia,” ungkap Rossi.
Sama seperti Guareschi, Rossi juga menganggap balapan di Sepang begitu penting bagi pengembangan motornya. (ady/jpnn)

Di SMA N 7 Dikutip Uang Listrik

087892261xxx

Selamat siang Bapak Wali Kota Medan dan Kadis Pendidikan Yth. Kami mau bertanya, di SMA Negeri 7 Medan ada kutipan uang listrik sebesar Rp165.000,- setiap murid. Apakah ini menjadi beban murid? Sementara pemerintah mencanang sekolah gratis, apakah ini sudah menjadi kebijakan Kadis Diknas atau Bapak Wali Kota? Mohon perhatian Bapak pejabat yang terkait, karena ini sangat memberatkan dan tidak sejalan dengan program pemerintah yang menggeratiskan sekolah.

Akan Dicek ke Lapangan

Terimakasih untuk informasinya. Saya akan konfirmasi laporan ini ke Kadis Pendidikan Medan.

Budi Hariono, Kabag Humas Pemko Medan

Lampu Jalan di Sei Asahan Mati

085297667xxx
Bapak Kadis Pertamanan Yth tolong hidupkan lampu jalan kami yang di Jalan Sei Asahan dekat simpang Sei Bulan di belakang Brimob. Kemarin dulu hidup karena ada  satu tiang lampu yang mati dan diperbaiki ternyata malamnya langsung mati semua lampunya. Sekarang jalan tersebut gelap tolong ya Pak, banyak maling dan Keplingnya tidak mau tahu keadaan warga karena kepling kami tinggal di Perumnas Simalingkar. Jalan yang mati/gelap ada di lingkungan 8 terimakasih.

Segera Kami Cek

Terima kasih informasinya, kami akan segera tindak lanjuti. Memang beberapa hari terakhir ini banyak lampu jalan padam diakibatkan cuaca yang buruk, seperti angin kencang dan hujan deras. Untuk itu kami akan kirim petugas mengecek langsung ke lapangan agar kerusakannya bisa dipastikan

Erwin Lubis SH M Hum, Kadis Pertamanan Kota Medan

Konfirmasi ke Kadis Pertamanan

Lampu jalan ini sangat penting untuk menciptakan rasa keamanan bagi masyarakat. Terbukti beberapa tindak kejahatan terjadi pada lokasi yang tidak diterangi oleh lampu jalan. Ini tentu sangat mengganggu kenyamanan masyarakat Kota Medan yang memiliki dinamika kehidupan beragam. Kadis Pertamanan Kota Medan harus peka untuk hal-hal seperti ini dengan memantau keberadaan lampu-lampu jalan yang bermasalah agar segera diperbaiki. Begitu pun masayarakat juga punya tanggungjawab untuk menjaga keberadaan lampu jalan ini.

Budiman Panjaitan, Anggota Komisi D DPRD Medan

Parit PJKA Tersumbat

087768349xxx

Pak Wali Kota Medan tolong kami warga Kelurahan Titi Papan Kecamatan Medan Deli Lingkungan VIII kebanjiran karena parit PJKA tersumbat makin sempit dan dangkal. Keplingnya tidak peduli dan tidak pernah gotong-royong. Horas buat Pak Wali Kota dan terimakasih, serta selamat HUT ke-10 Sumut Pos.

Koordinasi ke Kecamatan

Terimakasih untuk informasinya. Laporan ini akan saya teruskan. Begitu pun warga dapat berkoordinasi ke Kelurahan juga Kecamatan untuk menemukan penyelesaian tercepat.

Budi Heriono, Kabag Humas Pemko Medan

Silpa APBD Sumut Berpeluang Naik 100 Persen

MEDAN- Sejumlah anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumut memprediksi angka sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) pada tahun 2011 diprediksi meningkat 100 persen, jika dibandingkan Silpa 2010 berkisar Rp400 miliar. Prediksi itu disampaikan lantaran serapan APBD 2011 Sumut hingga triwulan keempat baru mencapai 51,93 persen.

Seorang anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumut, Arifin Nainggolan, Kamis (20/10) membeberkan penyebab realisasi serapan anggaran masih 51,93 persen. Satu diantarannya, peralihan pucuk kepala daerah dari Syamsul Arifin ke Gatot Pujo Nugroho. Kemudian, berkaitan adanya mutasi pejabat struktural di Pemprovsu beberapa waktu lalu. “Saya pikir persoalan itu cukup signifikan mempengaruhi serapan anggaran. Bila tahun lalu Silpa Rp400 miliar, pada tahun ini bisa meningkat 100 persen,” kata politisi Fraksi Demokrat Sumut itu.

Ditambahkannya, peluang meningkatnya jumlah Silpa itu juga diakibatkan waktu penggunaan anggaran hanya tersisa dua bulan ke depan. “Kami meminta Plt Gubsu menginstruksikan kepada SKPD, guna memaksimalkan penggunaan APBD itu. Jangan sampai, karena untuk menghabis-habiskan anggaran, kemudian para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) melaksanakan kegiatan-kegiatan yang tidak berhubungan kepada masyarakat,” beber mantan anggota DPRD Sumut asal PKS itu.

Anggota Banggar lainnya, Ahmad Hosen Hutagalung memprediksi dan mengimbau kepada Plt Gubsu melakukan evaluasi terhadap SKPD, yang tak mampu memaksimalkan anggarannya.

Politisi PPP Sumut itu menyatakan, serapan anggaran itu secara otomatis akan menjadi pertimbangan Banggar DPRD Sumut melakukan evaluasi terhadap realisasi serapan anggaran serta untuk perencanaan APBD 2012.
Data Biro Keuangan Pemprovsu, Oktober 2010 lalu, serapan anggaran berkisar 43,9 persen, dan pada Oktober 2009 mencapai 50,29 persen. Realisasi serapan anggaran Oktober 2011 sebesar 51,93 mencakup pembiayaan dari 45 SKPD di lingkup Pemprovsu.  Belanja Langsung  sebesar Rp1,151 triliun, Belanja Tidak Langsung Rp1,356 triliun. Jadi totalnya Rp2,4 triliun dari Rp4,3 triliun atau 51,93 persen. (ari)

Granat Nanas Ditemukan dalam Parit

MEDAN- Seorang petugas lapangan Dinas Bina Marga Kota Medan, Resi menemukan satu granat nanas tidak aktif di parit di kawasan Jalan Danau Toba, Kelurahan Sei Agul, Medan Barat, Kamis (20/10) sekitar pukul 10.00 WIB.

Resi menemukan granat nanas itu saat melakukan pembersihan parit yang tertumpuk sampah di Jalan Danau Toba tersebut. Saat pembersihan itu, tiba-tiba ada granat nanas yang berbaur dengan sampah plastik.

Mengetahui kejadian itu, Resi menyampaikan kepada warga. Selanjutnya, warga berkerumun dan ada sebagian yang melaporkannya ke kantor kelurahan setempat. Selang beberapa menit kemudian, aparat dari Polsekta Medan Barat langsung turun ke lokasi penemuan itu.

Kapolsekta Medan Barat, AKP Nasrun Pasaribu mengatakan pihaknya mengamankan granat nanas dan telah dikirimkan ke tim Gegana Brimob Polda Sumut. Selanjutnya, seorang petugas Dinas Bina Marga yang menemukan granat nenas itu langsung diminta keterangan.

Sementara itu, Kepala Detasemen (Kaden) Gegana Brimob Polda Sumut, Kompol A Darma S mengatakan granat yang ditemukan menyerupai granat jenis nanas dipastikan sudah tidak aktif. “Kalau dari bentuk dan teksturnya sama, tapi granat nanas yang ditemukan itu sudah tidak aktif,” tegasnya. (mag-7)

Meraih Haji Mabrur

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji (berziarah ke tanah suci), niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh” (Ayat QS. Al-Hajj 22:27)

Arti ayat di atas, meletakkan dasar kegiatan berziarah ke tanah suci Makkah. Berziarah merupakan sistem yang dianut oleh komunitas manusia di seantero dunia ini. Haji menempati posisi unik dan penting bila dibandingkan dengan ziarah yang dilakukan kalangan umat Kristiani ataupun Hindu, baik dalam doktrin, geografis, histories dan cakupan globalnya.
Berbagai bangsa, ras, etnik, warna kulit, bahasa berbaur dan berinteraksi, membentuk majlis manusia terbesar dan terhetrogen dalam waktu dan tempat yang sama, di Makkah al-Mukarromah tempat beradanya “Baitullah”, dan itulah saat-saat peribadatan haji, rukun Islam yang ke lima di lakukan.

Haji merupakan ibadah tahunan selama minggu kedua bulan Dzulhijjah dan di laksanakan di Makkah al-Mukarromah. Serangkaian ritual yang sangat simbolis dan emosional di lakukan bersama-sama secara serentak oleh semua jamaah haji, dengan hanya semata mengikuti jejak contoh Nabi Muhammad saw sebagai reka ulang peristiwa ujian keimanan atas Nabi Ibrahim, Siti Sarah sang istri dan Ismail sang anak. Dalam hadis riwayat Muslim dan an-Nasa-i dari Jabir ibn Abdillah, Rosulullah saw bersabda “Khudzu ‘anni manasikakum.” Artinya: ambillah contoh dariku tata cara ibadah hajimu.
Ibadah haji yang dilakukan dengan benar membentuk manusia yang secara spiritual lahir kembali “roja’a ka yaumin waladathu ummahu” (H.R.as-Syaikhoni dari Abi Hurairoh ra), yang seluruh dosa dan kesalahannya telah terampuni (H.R.Abdillah, Jabir, Amr bin Ash, Umar dll). Pada wacana ini, jamaah berusia lanjut dan lemah banyak yang berangan-angan untuk mati di sana, karena menguatnya keyakinan bahwa dirinya telah bersih yang akan segera masuk surga. Namun hal ini bisa terjadi manakala ibadah hajinya diterima oleh Allah SWT, tetapi ketentuan keabsahannya tidak mungkin diketahui oleh siapapun. Tanda ibadah haji di terima oleh-Nya, yang kemudian biasa di sebut hajinya mabrur, bukanlah karena sudah melakukan semua ritual manasik secara benar semata, melainkan dengan kemampuan menerapkan niat yang tulus, ikhlas dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT pada setiap perjalanan spiritual ibadah haji.

Berbagai indikator kemabruran yang harus berlangsung sepanjang sejarah kehidupan seseorang yang telah menunaikan ritual haji yang baik dan benar, haruslah tercermin dalam realitas hidup. Struktur simbolis haji yang mengandung multi makna dan membuka berbagai penafsiran alternatif, mendorong banyak karakter bagi jamaah haji dalam menapaki hari-hari esok yang penuh tantangan dan dinamika, sehingga aktualisasi kemabruran akan sangat memberi cercah positif dan terpenuhinya harapan indah dan diraihnya kebahagiaan yang tidak nisbi.

Rasulullah saw menawarkan peluang dengan prospek yang membahagiakan bagi jamaah haji yang telah dapat menunaikan syarat, rukun dan wajib haji dengan baik dan sempurna. Sabda beliau menegaskan tentang hakikat kemabruran haji yang adalah dambaan setiap insan yang pergi haji dan pahala yang sangat maksimal yaitu “al-Jannah”. Hadist dari Jabir bin Abdillah ra. Rasulullah saw bersabda : Haji mabrur itu tidak ada pahalanya selain surga”, mereka berkata: Wahai Rosulallah, apakah birrul-haji itu ? (kebaikan yang timbul karena ibadah haji ?);
Beliau bersabda: “Memberi makan (bersedekah) ; dan menebar kesejahteraan” diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan ditakhrij oleh al-Mukhollish’l-Dzahabiy; beliau bersabda: “Dan bertutur sapa yang santun, menempati “menebar kesejahteraan”.

Dijelaskan dalam kitab “al-Qiro’li qoshidi ummil’quro” dalam syarah hadits di atas bahwa: “al-mabrur, yakni “haji yang tidak di campuri oleh dosa, dikatakan juga “al-mutaqobbal, yaitu yang diterima; dan juga berarti “yang tidak ada riya di dalamnya, dan tidak ada rasa takabur serta tidak dibarengi dengan perbuatan atau perkataan yang porno juga tidak berbuat kefasikan”. Dikatakan pula, bahwa tanda-tanda haji mabrur adalah akan senantiasa bertambah kebaikannya dan tidak lagi membiasakan bermaksiat sesudah pulang kembali (ke kampung halamannya). Al-Hasan al-Bashori berkata tentang haji mabrur, bahwa dia (si haji) akan pulang (ke kampungnya) dalam situasi zuhud di dunia, dan berharap untuk keakhiratannya (zahidan fil-dunya wa ro-ghiban fi’l-a-khiroh).

Mabrur suatu predikat tertinggi dalam pencapaian target menunaikan ibadah haji; tapi sayangnya tidak mudah untuk meraihnya, bahkan bila telah didapatpun, tidak otomatis akan melekat sepanjang hayat pada diri sang haji ataupun hajah.

Imam al-Ghozali menceriterakan suatu kisah tentang mabrurnya haji yang hanya didapatkan oleh jamaah yang berjumlah sedikit bila dibandingkan dengan banyaknya jama’ah yang berwukuf di Arafah. Ali bin Muwaffaq menceriterakan tentang pengalamannya tatkala ia menunaikan ibadah haji suatu tahun:

Ketika malam hari Arafah ia tidur di Mina di Masjid al-Khaif, tiba-tiba ia bermimpi dalam tidurnya seakan-akan ada dua Malaikat turun dari langit. Keduanya berpakaian berwarna hijau, salah satu dari keduanya memanggil sahabatnya itu “Hai Abdallah”. Dijawab oleh yang lain: “Labbaik hai Abdallah” yang pertama berkata: “Tahukah engkau berapa jumlah jamaah yang berziarah di “bait Tahun kita” azza wajalla untuk berhaji tahun ini ?”

Dijawab: “Tidak tahu”. Ia berkata: “Telah berhaji di “bait Tuhan kita” enam ratus ribu orang. Tahukah engkau berapa yang diterima (mabrur)?”. Dijawab: “Tidak”. Ia berkata : “Enam orang”. Sang sufi berkata : “Kemudian kami naik ke atas ke udara”, dan kedua Malaikat itu menghilang dari padaku; maka akupun terbangun dengan kaget dan bersedih sekali, memikirkan tentang diriku.

Akupun berkata: “Kalau hanya enam orang yang mabrur hajinya, maka dimana aku di antara yang enam orang itu”. Setelah aku meninggalkan Arafah dan telah berada di al-Masy’aril Harom (Muzdalifah), aku berfikir tentang banyaknya manusia (jamaah haji) dan sedikitnya yang mabrur, sampai akupun tertidur pula. Tiba-tiba kedua Malaikat tadi turun dalam keadaan (asli) keduanya; Masing-masing saling memanggil dan mengulangi pembicaraan (di Arafah) juga. Kemudian ia bertanya “Tahukah engkau apa yang ditentukan Tuhan kita azza wa jalla pada malam ini?”. Dijawab: “Tidak tahu”. Ia berkata: “Bahwa Dia memberi setiap orang dari yang enam itu, seratus ribu jamaah”. Sang sufi terbangun dalam keadaan senang dan gembira (Ihya ulumuddin,vol.1. hal.242).

Jamaah haji tiap tahun bertambah, tapi yang mabrur sangat sedikit. Padahal semua mendambakannya. Lebih lanjut Imam al-Ghozali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin memberikan petunjuk bagi para jamaah haji dalam upaya meraih mabrur. Ada yang sifatnya upaya-upaya lahiriyah, ada juga langkah-langkah yang harus di lakukan secara ruhaniyah.
Secara panjang lebar di jelaskan dalam Bab III Kitab Asroril hajj, terhimpun “fi’l-a-dabid-daqiqoh wal-a’-malil-bathinah”. (Bersambung)

Oleh: Drs. H.Abdurahim hidayat, MM

Wanita Dilarang Pakai Parfum

TEBING TINGGI- Parfum dan manusia sepertinya tidak bisa dipisahkan lagi. Tapi tahu kah anda bahwa kaum wanita dilarang memakai parfum untuk keluar rumah. Alasannya, parfum yang digunakan wanita bisa mengundang syahwat bagi kaum pria.

Begitulah dikatakan MS Syaifuddin di Masjid Al Hasanah, Kompleks Polres Jalan Iskandar Muda Kota Tebing Tinggi, Kamis (20/10).

“Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi (parfum), kemudian ia keluar lalu ia melewati suatu kaum (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium) baunya, maka dia itu adalah perempuan zina (tuna susila). Hadits ini hasan shahih diriwayatkan Imam Ahmad; 4/414 ,Abu Dawud; 4173, Tirmidzi; 2786, An-Nasa’I;8/153,” kata anggota Polres Tebing Tinggi yang sering mengisi kutbah Jumat di Kota Tebing Tinggi itu kepada Sumut Pos.
Kata polisi berpangkat Aiptu itu menambahkan hadis tersebut merupakan riwayat Abu Musa Al-Asyari Radhiyallahu Anhu.”Sedangkan bagi pria disunahkan baginya memakai wewangian atau parfum yang tidak mengandung alkohol untuk menunaikan sembahyang, karena Allah mencintai orang yang beribadah dan sujud kepadanya dalam keadaan bersih, rapi dan wangi,” imbuhnya.

Menurut Syaifuddin masih ada lagi sabda Nabi Muhammad saw yang menyebutkan,” Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima salatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut). Itu merupakan Shahih riwayat Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah,” terangnya lagi,

Mungkin akan timbul pertanyaan dalam benak kita, kalau memakai parfum haram hukumnya (ketika keluar rumah) lalu bagaimana mengatasi bau badan kita. Dalam hal ini tentunya kita akan malu dan tidak percaya diri berdekatan dengan teman-teman di kampus, sekolah, rumah sakit dan sebagainya. “Kita jangan khawatir sekarang ini banyak produk yang dijual dipasaran untuk mengatasi masalah tersebut. Dari yang berbentuk bubuk sampai yang cair pun dijual bebas,” pungkasnya.

Selain itu ramuan tradisional tidak sulit ditemukan sekarang ini, seperti jamu. “Rajin mandi, minum jamu mengatasi bau badan maka Insya Allah kita akan terhindar dari bau yang tidak menyenangkan itu,” beber  Syaifuddin yang bertugas di bagian Bimbingan Masyrakat Polres Tebing Tinggi ini.(mag-3)