27 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 14631

Fotografer Indo Pos Dipukul Polisi

Demo  Ricuh, 31 Mahasiswa Diamankan

Jakarta-Sedikitnya 31 mahasiswa diamankan dalam demo yang berlangsung di bunderan HI, Rabu (19/10) sore. Mahasiswa itu diamankan untuk dimintai keterangan mengenai aksi yang mereka lakukan.

“Jadi sekarang ada 31 orang yang diamankan di Polda Metro Jaya. Aksinya tanpa pemberitahuan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Baharuddin Djafar di Polda Metro Jaya, Rabu (19/10).

Menurut Baharuddin, aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa sore tadi tidak ada perizinannya. Selain menahan 31 mahasiswa, polisi juga menahan alat peraga yang digunakan dalam demo tersebut.

“Termasuk alat peraga yang bisa melanggar norma-norma sosial, normal kesusilaan kita amankan,” terangnya.
Demo mahasiswa Universitas Indonesia (UI) di Bundaran HI kemarin berakhir ricuh. Entah siapa yang memulai, mahasiswa dan polisi saling tarik bahkan hingga pukul-pukulan.

Pantauan wartawan di lokasi, awalnya mahasiswa UI membentuk lingkaran untuk melakukan aksi bakar dupa dan foto-foto SBY. Setelah 15 menit berlalu, polisi tiba-tiba merangsek. Sekitar 60-an polisi mendekati kelompok mahasiswa yang berjumlah kurang dari 20 orang itu. Adu mulut pun terjadi dan tak lama berubah menjadi aksi saling pukul dan tarik. Namun tak lama, keributan berhasil dilerai, mahasiswa ditarik oleh polisi. Namun ada satu mahasiswa yang mencoba berontak dan akhirnya dipukul hingga terjatuh ke aspal.

Fotografer Harian Indo Pos (grup Sumut Pos), Fery Pradolo dianiaya seorang petugas kepolisian berpangkat Bripda. Saat kejadian, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Angesta Romano Yoyol ada dilokasi kejadian. Namun, dia tidak bisa berbuat banyak atas insiden itu.

Menurut Fery Pradolo, saat itu dia sedang meliput aksi unjukrasa mahasiswa dari Front Aksi Mahasiswa (FAM) UI di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Dalam aksi unjuk rasa itu, sempat terlibat adu dorong antara pendemo dengan puluhan polisi.

Namun, karena aksi berjalan cepat dan mahasiswa terdesak, kerumunan terlihat kocar-kacir. Saat itu suasana sedang chaos. Ada dua mahasiswi yang tersodok siku dan lengan polisi di bagian muka.

Saat itulah, Ferry melihat momen tersebut untuk mengabadikan peristiwa tersebut. Namun, aksinya tersebut tampaknya tidak disukai oleh konum polisi yang diduga melakukan kekerasan terhadap para mahasiswa tersebut. Seorang petugas Samapta Polres Metro Jakarta Pusat dengan ciri-ciri berkulit hitam, berpangkat Bripda dan tangannya memegang semacam pentungan menghalangi tugas Ferry.

Ferry yang tetap memotret tiba-tiba dipukul kepala bagian belakangnya. Saat petugas itu akan memukul untuk kedua kalinya, ada wartawan lain yang melihat dan melindungi Ferry. ”Rekan saya langsung menghalangi polisi itu. Saya akan melaporkan kejadian ini ke Propam Mabes Polri,” tukas Ferry di lokasi kejadian.

Ferry menyesalkan aksi kekerasan yang dilakukan oknum polisi tersebut. Apalagi, saat kejadian ada Kapolres Jakarta Pusat Kombes Angesta Romano Yoyol di lokasi kejadian. ”Dia diam saja,” sesalnya.

Sementara itu, kericuhan dalam aksi demonstrasi tersebut dipicu oleh belasan mahasiswa yang membawa boneka kepala kerbau hendak berdemo. Polisi tiba-tiba merampas boneka dari stereofoam itu namun dihalangi mahasiswa. Aksi dorong-mendorong dan kerumunan itu sedikit ricuh selama 15 menit.  (ibl/bbs/jpnn)

Asren Nasution Luncurkan Buku Pertahanan Negara di Wilayah Pesisir

MEDAN-Puluhan undangan hadir di acara peluncuran buku karya Asren Nasution, di lantai 2  Aula Hotel Garuda Plaza Medan, Rabu (19/10). Peluncuran buku Pertahanan Negara di Wilayah Pesisir itu dihadiri Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho dan pejabat teras di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Acara dimulai setelah jamuan makan malam dengan menu masakan pesisir.

Buku tersebut berisi  tentang konsep pertahanan keamanan, dengan menempatkan kawasan pantai timur Sumatera Utara yang berhadapan dengan Selat Malaka yang selama ini kurang perhatian.

Dalam buku tersebut juga berisi catatan dari Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Ir H Fadel Muhammad, tentang tanggung jawab bersama dalam pertahanan negara. Untuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukan hanya dari aspek militer, budaya masyarakat pesisir, nelayan juga menjadi penentu.

Di sela acara, Asren Nasution membagi buku secara simbolis kepada undangan. Yang pertama menerima buku terlihat Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho dan beberapa tokoh Sumatera utara, media cetak.

Menurut Asren dengan peluncuran buku tersebut diharapkan menjadi gong untuk memperkuat pertahanan negara khususnya di wilayah pesisir NKRI. (mag-5)

David Purba Ditangkap di Jakarta

Jakarta-Sempat buron karena membobol uang Pemerintah Kabupaten Batubara, Sumatera Utara sekitar Rp80 miliar, Helfizar Purba alis OK David Purba akhir tertangkap juga. David Purba yang sempat dua kali menjadi calon Bupati Serdang Bedagai itu ditangkap di dekat tempat pencucian mobil di Cempaka Putih Jakarta.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Noor Rachmad membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Tersangka berhasil ditangkap di Rawasari Cempaka Putih, tepatnya di dekat tempat pencucian mobil, pada hari Selasa, tanggal 18 Oktober 2011, pukul 22.30 WIB,” ujar Noor Rachmad kepada wartawan di Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (19/10).

Noor membeberkan, untuk saat ini, tersangka dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta cabang Salemba. Dalam dua hari ini, tersangka akan menjalani pemeriksaan intensif tahap penyidikan sesuai surat perintah penyidikan tanggal 18 Oktober 2011 oleh tim jaksa yang dipimpin oleh Amril Rigo.

“Yang bersangkutan sebentar lagi resmi menjadi tahanan Tim Penyidik Kejaksaan Agung RI sesuai dengan SP penahanan tertanggal 19 Oktober 2011,” tegas Noor.

Seperti yang diketahui, kasus ini berawal pada September 2010 ketika tersangka Yos Rauke dan Fadil berkenalan dengan Itman di sebuah kafe di kawasan Jakarta Selatan. Diduga, dari pertemuan ini kemudian diputuskan uang milik Pemkab didepositokan di Bank Mega, setelah ada janji dari Itman akan mendapat bunga deposito di atas pasaran.
Yos Rouke dan Fadil diketahui memindahkan dana kas daerah Pemkab Batubara sebesar total Rp 80 miliar dari Bank Sumut ke dalam rekening deposito Bank Mega cabang Jababeka, Bekasi. Mereka memindahkannya dengan cara menyetorkan beberapa kali, mulai pada 15 September 2010 hingga 11 April 2011. Dana tersebut kemudian disimpan dalam bentuk deposito senilai Rp80 miliar di Bank Mega Jababeka, Bekasi. Atas penempatan dana tersebut, kedua tersangka telah menerima keuntungan dengan menerima cash back sebesar Rp405 juta.

Selanjutnya, dana deposito tersebut dicairkan oleh keduanya untuk disetorkan ke 2 perusahaan jasa keuangan dan jasa pengelolaan aset, yakni PT Pacific Fortune Management yang dimiliki oleh Rachman Hakim dan PT Noble Mandiri Invesment, melalui Bank BCA dan Bank CIMB, untuk diinvestasikan.

Sebelumnya, dalam kasus ini Kejagung telah menetapkan delapan orang tersangka, yakni Yos Rouke selaku Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Aset, Fadil Kurniawan selaku Bendahara Umum Daerah, dan Rachman Hakim selaku PT Pacific Fortune Management, serta dua tersangka dari pihak Pemkab Batubara, namun keduanya masih buron. (bbs/jpnn)

Hari Ini, Rekonstruksi Bom Bali I

Umar Patek Cs Tiba di Bali

DENPASAR – Genap sepekan pasca peringatan Bom Bali I, Densus 88 Mabes Polri menggiring Umar Patek ke Bali. Salah satu arsitek atau asisten koordinator lapangan Bom Bali I yang ditangkap di Pakistan, ini tiba di Polda Bali kemarin (19/10) sekitar pukul 15.23. Selain dia, pasukan Densus yang terdiri dari puluhan orang tersebut memboyong empat pelaku lainnya. Yakni Ali Imron (adik Amrozi yang bertugas sebagai perakit bom), Abdul Gani (perakit), Mubarok (perakit), dan Sawad alias Sarjio (perakit).

Kedatangan lima orang bomber tersebut dikawal ketat pasukan Densus 88 dan Brimob. Kedatangan mereka terbagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama terdiri dari Sawad, Ali Imron, dan Abdul Gani. Ketiga orang ini tiba di Polda Bali lebih awal sekitar pukul 14.30. Sedangkan gelombang kedua terdiri dari Mubarok dan Umar Patek. Saking ketatnya pengamanan petugas, bis yang ditumpangi Umar Patek dan Mubarok mesti dibuntuti satu unit Rantis (Kendaraan Perintis) dari Gegana Polda Bali.

Tak banyak keterangan yang diberikan pihak Mabes Polri maupun Polda Bali terkait kedatangan Umar Patek dan keempat pelaku Bom Bali I lainnya. Namun menurut Kasubid Penmas AKBP Sri Harmiti, kedatangan kelima pelaku tersebut untuk melakukan rekonstruksi di beberapa tempat yang dipakai untuk mempersiapkan pengeboman di Kuta pada 12 Oktober 2002. “Untuk melengkapi penyidikan. Rekonstruksinya besok,” ujar Sri Harmiti.

Sayangnya, Sri Harmiti tak mau menguraikan di lokasi mana saja rekonstruksi itu akan dilakukan. Dan, kapan pastinya reka ulang tersebut bakal digelar. Sri Harmiti mengaku bahwa itu wewenang tim dari Mabes. “Rekonstruksinya besok (hari ini). Kita juga belum tahu di mana saja dan kapan pastinya,” katanya.

Memang sampai dengan sore kemarin, jadwal rekonstruksi yang digelar Mabes Polri masih simpang siur. Ada yang menyebutkan, akan dilakukan sekitar pukul 18.00 kemarin. Namun informasi tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya. Ada juga yang menyebutkan bahwa rekonstruksi akan dilakukan hari ini. Namun kapan pastinya, Polda Bali hanya bungkam.

Namun untuk lokasi rekonstruksi, informasinya akan dilakukan di Terminal Ubung, sebuah rumah di Jalan Gatot Subroto belakang Rumah Sakit Bakti Rahayu, sebuah rumah di Jalan Pulau Menjangan, Konsulat Australia, dan terakhir di lokasi pengemboman yakni Ground Zero yang dijadwalkan pada Jumat besok (21/10).  (hai/yes/jpnn)

PKS Tuding SBY Berkhianat

Buntut dari Hilangnya Satu Menteri di Kabinet

JAKARTA-Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tampaknya tak ikhlas dengan kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengurangi jatah menteri. PKS menuding SBY telah mengkhianati kontrak politik  yang sudah ditandatanganinya beberapa waktu lalu.

Ketua DPP PKS Nasir Djamil, mengatakan bahwa untuk masalah itu biarkan saja publik yang sudah cerdas menilainya. “Biar publik yang menilai. Kami tidak bisa menilai. Ketika ada perjanjian politik seperti ini, lalu dikurangi secara sepihak, apa namanya biar publik yang sudah dewasa dan cerdas menilainya. Kami harap tentunya bisa saling menghargai,” kata Djamil, kepada pers, di Jakarta, Rabu (19/10).

Lantas apakah PKS kaget dengan keputusan SBY mengurangi jata menteri dari partai itu? Djamil menegaskan, PKS hampir tidak percaya dengan keputusan itu. Menurut dia, selama ini PKS mempunyai pikiran bahwa SBY tetap dengan pemikirannya tidak mengurangi jatah menteri PKS. “Kami dalam posisi keyakinan tidak akan dilakukan oleh Pak SBY,” tegasnya.
Kendati demikian, PKS mengaku tetap menghargai apa yang telah menjadi keputusan presiden yang memilki hak prerogatifnya tersebut. Walaupun, rasa kecewa itu tetap ada. “Meskipun kita menghargai, ya adalah sedikit tergores. Secara psikologi ada terpengaruh. Apalagi bagi menteri yang digantikan,” tegas Nasir yang juga Anggota Komisi III DPR RI, itu.
Seperti diketahui kader PKS yang menjabat Menteri Riset dan Teknologi, (menristek) Suharna Surapranata diganti Presiden SBY. Ketua DPP Bidang Hukumn
dan Advokasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboebakar Alhabsy pun angkat bicara. Meski bisa menerima keputusan SBY, Aboe merasa keputusan presiden ini cukup mengejutkan. Karena, kata dia, terdapat nama-nama yang sedang menjadi sorotan publik karena bersinggungan dengan persoalan hukum. “Tapi ternyata para menteri itu cukup sakti, tidak tersentuh evaluasi dan masih dipertahankan pada posisinya,” kata Aboe yang juga Anggota Komisi III DPR RI, itu.
Pada sisi lain, Aboe melihat alasan reshuffle tidak konsisten. Menurut dia,  bila memang diperuntukkan untuk meningkatkan performance mengapa beberapa menteri hanya bergeser kursi saja. “Misalkan dari Menteri Pariwisata ke ESDM  atau dari Menteri Perdagangan ke Menteri Pariwisata.  Lantas apakah orang-orang ini memang memiliki double side kapabilitas profesionalisme,” ungkap Aboe lagi.
Dia menegaskan, sejarah telah mencatat Presiden SBY telah menyalahi kontrak politik yang dibuatnya sendiri. “Ini merupakan preseden tidak baik dalam etika perpolitikan di Indonesia,” kata Aboe. “Sampai tadi (kemarin) malam pukul delapan lebih 10 menit PKS masih menjalankan kontrak politik dengan penuh integritas, lantas kontrak tersebut dilanggar oleh SBY,” katanya.
Lebih jauh dia mengatakan, bila beberapa fungsionaris Partai Demokrat menekankan PKS harus legowo dengan keputusan SBY. “Saya jadi tidak paham, bagaimana sebenarnya mereka memaknai kontrak politik itu sendiri. Kok sepertinya PKS yang salah ketika mengingatkan isi kontrak politik.” Padahal, kata dia, PKS hanya ingin konsisten atas janji yang telah dibuat. “Bila dalam konstruksi hukum kontrak berlaku seperti undang-undang bagi kedua belah pihak, dalam Islam kita diwajibkan untuk memenuhi akad yang telah dibuat,” ungkapnya. “Lantas pada kontrak politik ini sebenarnya dimaknai seperti apa sih,” kata Aboe tak habis pikir.

Menyikapi pernyataan Aboe, Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan kepada Rakyat Merdeka Online (grup Sumut Pos), mengatakan partainya tetap menginginkan PKS bersama di pemerintahan sampai akhir masa pemerintahan SBY-Boediono pada 2014 mendatang.
Tapi, kata Ramadhan, Demokrat mempersilakan PKS keluar dari pemerintahan kalau terus mengancam dan mempermalukan Presiden, dengan seolah-olah mengatakan Presiden melanggar janji karena mencopot salah seorang kadernya. Apalagi kalau PKS terus membuat serangan di publik kepada pemerintah.
“Itu bukan lagi komunikasi politik yang santun. Nah, kalau misalnya PKS keluar, ya terserah. Artinya Kalau mau keluar, kok pusing amat. Yang pasti, jangan ganggu Pak SBY. Itu saja pesan saya ke PKS,” tegas Ramadhan, kemarin.
Ramadhan pun tidak peduli dengan pernyataan sebagian kalangan bahwa PKS akan besar kalau keluar dari pemerintahan. “Whatever, yang penting konsisten. Jangan bermain di dua kaki. Itu tidak santun. Politik dua kaki itu tidak Islami. Kan (Islam mengajarkan) harus konsisten, harus istiqamah,” tegasnya.
Begitu juga dengan tanggapan Ketua Forum Kesatuan dan Persatuan Bangsa (FKPB), Ery Ratmadi. Dia menduga, berkurangnya jatah satu kursi menteri PKS melalui momen reshuffle kabinet, merupakan konsekuensi logis atas perilaku PKS yang tidak konsisten dalam berkoalisi. “Presiden mengurangi jatah PKS di kabinet lebih kepada pembelajaran politik terhadap PKS yang menyatakan ikut berkoalisi tapi sikap politiknya di parlemen kadang-kadang melebihi partai oposisi. Jadi wajar diberi sanksi,” kata Ery Ratmadi.
Dengan memahami pengurangan satu kursi di kabinet itu sebagai punishment, lanjutnya, maka PKS tentu ke depannya koreksi diri. “Kalau PKS benar-benar koalisi strategis, pasti kursinya tidak akan dikurang. Bahkan bisa ditambah. Faktanya kan tidak begitu hingga Presiden SBY memutuskan harus dikurangi kursinya,” tegas Ery Ratmadi lagi.

Tifatul Keluarkan Sebait Pantun
Suasana memanas ini tampaknya berusaha didinginkan Menkoinfo Tifatul Sembiring. Katanya, soal ancaman keluar dari koalisi bukanlah pernyataan resmi dari PKS.
“Mengenai hal-hal demikian (koalisi), pembahasan selanjutnya kita bahas di majelis Syuro,” tegas Menkoinfo Tifatul Sembiring pada wartawan di Istana Negara, kemarin.
Tifatul seolah tak pernah mendengar ancaman sejumlah petinggi PKS terhadap SBY yang menyatakan akan keluar dari koalisi. Memang diakui Tifatul, pada malam reshuffle diumumkan Presiden, petinggi PKS melakukan pertemuan di Lembang. Dari hasil pertemuan tersebut, disepakati PKS tetap menghormati keputusan Presiden terkait hasil reshuffle kali ini.
“Karena secara konstitusional ini hak prerogratif presiden. Jadi dalam hal ini kita akan tetap bekerja. Sebagai menteri tetap bekerja sebagaimana biasa. Jangan sampai mengurangi prestasi kerja kita,” kata Tifatul.
“Ke depan, karena kesepakatan kita diawal koalisi adalah untuk membangun bangsa sehingga bangsa ini menjadi lebih baik lagi,” tambahnya.
Nama Tifatul sempat disebut-sebut bakal terkena reshuffle, namun pada akhirnya jabatan menteri tetap dipercayakan padanya. Saat ditanya mengenai perasaan tidak terkena reshuffle, satu bait pantun pun mengalir. “Ayu ting-ting beli kemeja, yang penting tetap bekerja,” kata Tifatul enteng.

Akbar Tandjung Pertanyakan Pencopotan Fadel
Selain PKS, Golkar juga kehilangan satu menterinya di kabinet. Adalah Fadel Muhammad yang dicopot sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Terkait dengan itu, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung meminta Presiden SBY segera menjelaskan alasannya mencopot Fadel. Sejauh ini, Akbar menilai kinerja Fadel cukup cakap di pemerintahan.
“Ada baiknya kalau ada kesempatan, Pak SBY beri penjelasan latar belakang pergantian terutama terhadap menteri-menteri yang selama ini dianggap cukup bagus,” ujar Akbar di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, kemarin.
Akbar menilai wajar jika Fadel merasa kecewa karena selama dua tahun masa kerjanya, komunikasi Fadel dengan SBY bisa dikatakan baik. “Mungkin saja dia merasa sudah bekerja baik dan tekun. Komunikasinya dengan pak SBY juga baik, saya kira juga enggak ada masalah,” jelasnya.
Menurut Akbar, Fadel merupakan kader Golkar yang memiliki potensi untuk duduk di pemerintahan. Saat ini Akbar berharap, Fadel dapat tetap fokus di partai untuk persiapan pemilu 2014 nanti.
“Saya sampaikan ke Fadel untuk berikan dedikasinya ke partai untuk menyongsong pemilu,” pungkasnya. (boy/did/mok/rm/jpnn)

Puteri Indonesia 2011 di Medan

Sayang Hanya Empat Hari

Maria Selena yang telah dinobatkan sebagai Putri Indonesia 2011, baru pertama sekali menginjakkan kakinya ke Kota Medan, Sumatera Utara. Sayang, kesempatan pertama ini berlangsung singkat.

Roman kurang puas memang tampak ketika Maria Selena menyatakan kalau keberadaannya di kota yang dikenal dengan kuliner yahud ini hanya empat hari saja. “Tetapi saya sudah nyobain durian,” sontak Maria usai makan malam di Taman Sari Royal Heritage Span di Jalan Tengku Amir Hamzah, Komplek Griya Riatur bersama KadisBudpar Kota Medan, Busral Manan, Rabu (19/10) malam.

Menariknya, gadis berumur 21 tahun lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ternyata tidak seperti putri kebanyakan. Dia sangat mahir mengemudikan sepeda motor. Pengalamannya mengemudikan sepeda motor didapat semasa Maria masih sekolah. Bahkan Maria mengaku pernah menjadi korban tabrak lari. “Tapi saya jago masak,” katanya lagi tanpa mau menceritakan pengalaman tabrak lari itu.

Maria mengaku, selain durian, Danau Toba adalah sesuatu yang identik dengan Kota Medan. Namun, seperti orang kebanyakan, jarak Medan dengan Danau Toba sering alpa jadi perhatian. Dengan agenda padat yang harus dijalaninya selama empat hari di Medan, mungkinkah keinginannya itu bisa teraih? Kalaupun teraih, apakah waktu yang singkat cukup bagi Maria menikmati Danau Toba? “Saya kepingin sekali ke sana,” harapnya. (adl)

Tumbuh 6,7 Persen, Bankir Proyeksi Ekonomi Makin Baik

JAKARTA-Bank Dunia (World Bank) telah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan hanya sebesar 6,3 persen, turun dibanding proyeksi tahun 2011 sebesar 6,6 persen. Namun, Ikatan Bankir Indonesia (IBI) optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2012 masih bisa mencapai 6,7 persen.

Wakil Ketua IBI Jahja Setiaatmadja mengatakan, dalam situasi ekonomi yang kurang baik diseluruh dunia, dia memprediksi ekonomi Indonesia masih akan tetap tumbuh. Hal itu didasarkan atas berbagai instrumen ekonomi Indonesia yang masih tetap terjaga positif hingga saat ini. “Jadi prediksi kami masih tetap seperti yang diharapkann
yakni 6,5 persen di 2011 dan akan mengalami peningkatan 6,7 persen di 2012,” ujar dirut BCA itu.

Menurut dia, ada beberapa alasan yang bisa mendukung peningkatan kinerja ekonomi domestic. Diantaranya, didorong oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga seiring bertambahnya pendapatan per kapita pada 2011. Konsumsi rumah tangga diperkirakan akan tumbuh sebesar lima persen pertahun (year on year),”Saya kira semua orang tahu bahwa Indonesia ini pasar yang besar dan konsumsi rumah tangga akan terus meningkat,” katanya.
Hal positif lainnya, lanjut Jahja, adalah pertumbuhan ekonomi akan ditopang oleh ekspor yang diperkirakan tumbuh rata-rata 17,5 persen setiap tahun. Selain itu, pembentukan modal utang domestik bruto untuk investasi diprediksi bisa tumbuh 13,1 persen. “Satu indikator lain yang cukup positif adalah tingginya cadangan devisa dalam negeri yang pada akhir Agustus 2011 mencapai USD 124,6 miliar,” terangnya.

Meski begitu, dia meminta agar semua pihak tetap berhati-hati karena beberapa minggu yang lalu ada banyak penarikan cadangan devisa sehingga jumlahnya sedikit turun. Penggunaan cadangan devisa sebelumnya digunakan Bank Indonesia untuk menstabilkan mata uang. “Investasi akan tetap tumbuh tinggi di 2011 dan 2012 nanti,” tandasnya.

Menurut Jahja, tingginya pertumbuhan investasi tersebut didorong oleh berbagai faktor seperti stabilitas makro ekonomi berkelanjutan dilihat dari inflasi yang terjaga dan kurs rupiah yang terjaga. “Dari sisi likuiditas perbankan saat ini perbankan boleh dikata masih cukup, meskipun ada satu dua bank yang LDR-nya tinggi sehingga perlu meningkatkan lagi DPK (Dana Pihak Ketiga),” tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan diperkirakan sebesar 6,5 persen, atau turun 0,1 persen dibandingkan proyeksi pertumbuhan 6,6 persen. Hal ini merupakan imbas dari melemahnya perekonomian global terhadap kinerja ekonomi domestik. Meski begitu, Darmin mengaku dampak gejolak ekonomi global saat ini belum dirasakan di pasar keuangan dan sektor riil.

Menurut Darmin, pertumbuhan ekonomi pada tahun depan masih ditopang oleh kuatnya konsumsi dan meningkatnya investasi. Sektor industri diharapkan masih bisa beroperasi dengan baik ditengah krisis global. Adapun sektor yang diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi antara lain sektor industri, perdagangan, hotel dan restoran, transportasi, dan komunikasi. (wir/kim/jpnn)

Ada Apa dengan Polisi?

Teka-teki Pencurian di Rumah Kajatisu Belum Terungkap

MEDAN- Masih ingat dengan tindak kriminal pencurian yang terjadi di Rumah Dinas Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu), di Jalan Listrik, Medan, tepatnya Minggu (21/8) dini hari lalu? Hingga kini penyelesaian kasus itu belum juga menemukan titik terang. Ada apa?

Kalangan masyarakat menganggap kasus ini sebagai ironi penegak hukum. Bagaimana tidak, jika kasus yang menimpa Kajatisu saja tidak bisa diselsaikan, bagaimana dengan nasib rakyat biasa?

Karena itu, desakan agar kepolisian, terutama Polresta Medan, Polda Sumut dan Polsek Medan Baru untuk segera menuntaskan kasus itu, muncul dari berbagai pihak. “Kita minta agar kepolisian, terutama Polda Sumut untuk segera mengungkap pelaku pencurian di Rumah Dinas Kajatisu itu. Masak rumah dinas penegak hukum, bisa kecurian dan sampai sekarang belum terungkap juga,” tegas anggota DPRD Sumut dari Fraksi Golkar, Isma Fadly Ardhya Pulungan kepada Sumut Pos, Rabu (19/10).

Dikatakan pria yang juga Ketua Pemuda Mitra Kamtibmas Medan ini, sebaiknya segala tindak kriminal yang terjadi harus segera diungkap.

Apalagi, kasus pencurian di rumah dinas orang nomor satu di Kejatisu tersebut. “Itu tadi, masak rumah penegak hukum bisa dibobol maling. Bagaimana pula dengan rumah masyaralat biasa. Maka dari itu, kita mendesak polisi untuk segera mengungkap siapa pelakunya,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Sumut Raudin Purba ketika dimintai komentarnya mengenai kasus tersebut mengatakan ada kemungkinan pelaku pencurian tersebut adalah orang-orang yang acapkali di sekitar AK Basyuni atau di sekeliling rumah dinas tersebut. “Kemungkinan pelakunya orang-orang yang di sekitar ya, makanya susah menangkapnya. Ini dugaan, atau bisa jadi takut nantinya dituduh uang miliaran itu dari mana,” katanya.

“Itu berarti polisi tidak bekerja. Kalau bekerja, tidak mungkin sejauh ini. Apalagi, kondisi yang terjadi adalah total kerugiaannya katanya mencapai Rp10 miliar. Artinya, polisi harus segera mengungkap ini agar isu simpang siur mengenai total kerugian itu bisa terjawab dan diklarifikasi kebenarannya mengenai kasus itu,” timpal Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Nuriyono SH.

Karena, sambung Nuriyono, bisa jadi bila ini tidak terbongkar, bukan tidak mungkin akan memunculkan sebuah kebenaran, bahwa total kerugian yang diderita Kajatisu sebesar Rp10 miliar. Kemudian, asumsi yang berkembang lagi adalah nominal Rp10 miliar menjadi pertanyaan banyak pihak, dari mana asal uang sebanyak itu, padahal Kajatisu yang saat ini baru beberapa bulan menjabat.

Kemungkinan lainnya, tambah Nuriyono, bisa jadi ada semacam kesepakatan antara pihak korban pencurian dengan polisi, agar tidak mengungkap itu atau bisa jadi sudah terungkap namun tidak dipublikasikan. Pasalnya, dikhawatirkan akan menjadi konsumsi masyarakat umum, mengenai dari mana asal uang Rp10 miliar tersebut.

“Banyak asumsi atau isu yang berkembang mengenai jumlah uang itu. ini yang harus dijawab, karena bakal ada asumsi atau isu-isu lainnya. Untuk menjawab itu satu-satunya cara adalah kepolisian harus mengungkapnya secepat mungkin. Kemudian, kalau tidak terungkap juga maka polisi itu gagal. Kalau ini tidak terungkap, bagaimana pencurian di rumah masyarakat biasa, pasti tidak akan terungkap lagi?” jelasnya.

Pengamat hukum Sumatera Utara Julheri Sinaga SH juga mempertanyakan ujung dari kasus ini. “ Heran juga kasus pencurian biasa yang seharusnya aparat kepolisian bisa dengan mudah menangkap pelakunya, namun hingga saat ini pelaku belum juga ditangkap.Apalagi rumah Dinas Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara itu tidak sembarangan orang masuk.Intinya kita mempertanyakan ada apa dengan kepolisian dan ada apa di rumah dinas Kejatisu,” tegas Julheri Sinaga, kemarin di Pengadilan Negeri Medan.

“Kalau polisi mau serius, pelaku bisa ditangkap secepatnya. Tapi kenapa polisi tidak mau menangkap pelakunya? Ada apa ini,” tegas Julheri.

Julheri Sinaga juga menyakini, kalau pelaku pencurian tidak ditangkap untuk menutupi, harta milik AK Basuni Masyarif yang hilang mencapai Rp10 miliar. “Kalau pelakunya ketangkap sudah jelas kita akan tahu barang-barang apa saja yang dicuri dan berapa nilainya.Saya kira Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, tidak mau kalau harta kekayaannya yang hilang dicuri maling akan terekspos,” beber Julheri Sinaga.

Peristiwa kemalingan di rumah Dinas Kajatisu Jalan Listrik Medan pertama kali diketahui oleh pembantu bernama Azra’i Sirait. Maling masuk dengan cara memanjat tembok belakang lalu  membuka paksa jendela kamar mandi. Setelah masuk ke ruangan, kawanan maling ini kemudian membongkar pintu kamar utama dan mengambil barang dan uang dari dua laci dalam kamar.

Pada saat kejadian, Kajatisu dan istri sedang berada di Jakarta. Sedang rumah dinas hanya dijaga petugas 6 orang dan seorang pembantu. Ini sudah standar operasional dan dilakukan penjagaan secara keliling dan bergilir.

Arifin Pane selaku komandan jaga di rumah dinas itu sempat diperiksa polisi.Berdasarkan keterangan yang beredar bahwa harta yang digondol maling, dari rumah dinas berupa uang dollar amerika.Uang tersebut berserakan di kamar mandi, selain itu juga jam tangan, cincin, bros, juga turut raib.

Kajatisu AK Basyuni pun buru-buru mengklarifikasi hal itu dan hanya menyatakan kerugian yang dialaminya hanya senilai Rp27 juta saja. Konon jumlah Rp27 juta dihitung dari beberapa benda yang hilang yakni, terdiri dari 1 cincin emas, 1 bros emas seberat 12 gram, arloji, dan uang pecahan Rp10 ribu dan Rp20 ribu untuk arisan istri Kajatisu. (ari/rud)

Hj Nafsiah Dahlan Iskan: Itu Sudah Gaya Bapak

Menteri BUMN Tetap Bersepatu Kets Saat Dilantik

Acara pelantikan menteri dan wakil menteri di Istana Negara, Rabu (19/10) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berlangsung dengan khidmat. Semua tamu undangan terlihat sudah hadir 30 menit sebelum acara dimulai. Berpenampilan necis, mulai dari yang dilantik, pendamping hingga keluarga yang ikut mengantar. Namun di antara para menteri yang dilantik, Menteri BUMN Dahlan Iskan tampak berbeda.

Rapi dengan jas hitamnya, Dahlan terlihat tetap memakai sepatu kets dengan warna senada. Usai pelantikan, puluhan wartawan media cetak dan televisi pun mengerubungi Chairman Jawa Pos ini. Bahkan beberapa di antaranya terlihat menyorotkan kamera ke arah sepatu kets dengan tapak tebal yang dipakai Dahlan. “Ya, hari ini memang pelantikan. Tapi kan sepatunya tetap kets,” kata Dahlan menjawab wartawan perihal sepatu yang menarik perhatian itu.

Memang sosok Dahlan sangat identik dengan penampilannya yang jauh dari kesan formalitas. Saat masih menjabat Dirut PLN, Dahlan selalu hadir ke kantor bahkan rapat dengan DPR menggunakan sepatu kets yang menjadi ciri khasnya.

“Saya nggak akan pernah berubah. Akan tetap sama. Sudah terlalu lama seperti ini. Yang penting bekerja dengan baik,” kata Dahlan.

Perihal jabatan barunya sebagai menteri, Dahlan pun berencana untuk membuat ‘proposal’ yang berbeda pada protokoler Kementerian. Yakni dengan menolak fasilitas menteri seperti mobil dinas dan rumah dinas. Hal yang sama juga dilakukannya saat menjadi Dirut PLN.

“Saya bertekad seperti itu (menolak fasilitas menteri). Fasilitasnya kan nggak banyak, jadi lebih baik pakai milik sendiri,” katanya lagi.

Saat pelantikan, Dahlan Iskan didampingi oleh istrinya Hj Nafsiah. Dengan menggunakan batik dominasi warna putih, Nafsiah setia berada di belakang Dahlan saat diwawancarai wartawan. Ketika ada salah satu media TV yang ingin mewawancarainya perihal penunjukan Dahlan sebagai menteri, dengan tersenyum Nafsiah sempat menolak.
“Maaf ya Dik, ini tugas berat buat kami. Buat Bapak, buat keluarga. Mohon doanya saja. Saya tidak bisa banyak bicara nanti terharu lagi,” kata Nafsiah. Matanya memang terlihat berkaca-kaca.

Namun selanjutnya, Nafsiah akhirnya mengungkapkan rasa haru dan bangga atas terpilihnya Dahlan menjadi menteri. Selama mendampingi sebagai istri, Dahlan tak pernah mengatakan dirinya bercita-cita menjadi menteri. Ketika akhirnya terpilih jadi menteri, menurut Nafsiah hal ini bukan saja tugas berat bagi Dahlan, tapi juga tugas buat keluarga untuk memantau kesehatan Dahlan. Meski pernah menjalani transplantasi hati, Nafsiah memastikan selama ini aktivitas Dahlan tidak pernah terganggu. Bahkan Dahlan terus memberikan karya terbaiknya dalam bekerja.

“Namun demikian kami tetap harus memantau Bapak. Bagaimanapun itu (hati) barang lama. Tugas ini amanat yang berat dan kami mulai dengan Bismillah, insyallah Bapak sanggup,” kata Nafsiah.

Mengenai penampilan Dahlan setelah menjadi menteri, Nafsiah mengaku tidak akan memaksa suaminya untuk mengubah penampilan layaknya menteri lain yang rapi dengan sepatu kantor mereka.

“Dahlan dulu dan Dahlan sekarang akan tetap sama. Kami akan hidup dengan jalur kami sendiri. Soal penampilan, itu sudah gaya Bapak. Yang penting bekerja tetap baik,” kata Nafsiah.

Dahlan lahir pada 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur, adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos News Network yang bermarkas di Surabaya. Ia diangkat sebagai Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Dahlan menjadi Direktur Utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta.

Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan, di antaranya bebas byar pet se-Indonesia dalam waktu enam bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011.

Karier Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur, pada 1975. Ia menjadi wartawan majalah Tempo pada 1976. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.

Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu lima tahun, menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. (afz/jpnn)

Jamaah Sesaki Masjidil Haram

MAKKAH-Kondisi Masjidil Haram saat ini sudah benar-benar sesak. Tak hanya bagian dalam masjid saja yang penuh, pelatarannya pun dipenuhi orang. Ketika waktu salat tiba, terutama Maghrib, Isya, dan Subuh, jamaah meluber ke jalanan.

‘’Kami minta jamaah jangan paksakan diri masuk ke dalam bila sudah penuh. Kepada para jamaah yang tengah menjalankan umrah juga harus bisa mencari celah kapan tempat Tawaf dan Sa’i sedikit longgar. Jangan memaksakan diri,’’ kata Setyardi, petugas haji di Makkah, Rabu (19/10).

Menurut dia, sikap sabar kini sangat diperlukan oleh jamaah. Jumlah orang yang berada di Makkah yang sudah mencapai jutaan orang jelas akan membuat suasana semakin tidak nyaman untuk beribadah. ‘’Jadi tak hanya Tawaf dan Sa’i saja yang harus bersabar, untuk naik angkutan pun harus bersikap demikian. Apalagi bagi jamaah lanjut usia dan perempuan. Jangan suka memaksakan diri,’’ ujarnya.

Kepada jamaah yang sudah  menyelesaikan umrah juga diminta bisa menahan diri. Ini, ujar Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat, penting sebab suasana Makkah kian hari pasti bertambah ruwet. Lalu lintas perlahan tapi pasti akan tersendat. ‘’Kalau tidak sabar akan marah-marah terus dan ikut berebut naik angkutan. Nah, kalau sudah seperti ini maka nilai ibadah hajinya pun berkurang,’’ tegas Arsyad.

Sebanyak 103.816 jamaah calon haji Indonesia atau 51,34 persen dari 256 kelompok terbang sudah datang ke Arab Saudi hingga hari ke-17, sementara sisanya 104.440 jamaah atau 46,86 persen masih berada di Tanah Air atau sedang alam perjalanan menuju Tanah Suci.

Data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) kemenag, di Makkah, Selasa, menunjukkan, sebanyak 116 kloter dengan 47.860 jamaah sedang berada di Madinah untuk menjalani ibadah salat Arbain.

Sebanyak 133 kloter atau 53.180 jamaah telah bergeser ke Makkah untuk melaksanakan umrah dan persiapan puncak haji, sedangkan tujuh kloter sisanya berada dalam perjalanan dari Madinah ke Makkah.

Untuk jamaah sakit, hingga hari ini sebanyak 61 calon haji (calhaj) pernah dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) dan rumah sakit Arab Saudi di Jeddah, Madinah, dan Makkah.

Sebanyak 11 orang di antaranya sudah keluar dari rumah sakit dan kembali ke rombongan masing-masing, sedangkan satu orang meninggal dunia.

Jamaah meninggal dunia hingga kini sudah berjumlah 17 orang dan yang terakhir meninggal di pemondokannya di Makkah.

5 Calhaj Batalkan Berangkat

Empat jamaah calhaj kloter XV Embarkasi Medan, batal berangkat ke Jeddah disebabkan ada yang sedang mengalami sakit dan hamil. Humas PPIH Embarkasi Medan Sazli Nasution menerangkan, jamaah calhaj yang tak jadi berangkat itu, yakni M Jusna Selamet Bin Muhammad Said (71) beserta istri yang mengalami sakit sebelum masuk Asrama Haji Medan.

“Jadi kedua jamaah calhaj warga Medan Marelan ini, tak jadi berangkat ke tanah suci dalam rombongan kloter XV,” jelasnya, Rabu (19/10).

Selain itu, Mila Heriana Harahap Binti Adenan Harahap (33) yang hamil tiga minggu. Aminul Rasyid Bin Marauddin Hasibuan (34) yang merupakan suami dari Mila warga Paluta juga memutuskan untuk tak ikut berangkat. “Jadi, ada empat jamaah calhaj yang tak jadi berangkat,” papar Sazli.

Ketika ditanya kapan jamaah calhaj tersebut akan diberangkatkan, Sazli menegaskan, tak bisa memastikan hal tersebut. Dan menurutnya, hal ini bukan wewenang PPIH Embarkasi Medan. “Jamaah Jusna mungkin bisa saja berangkat dengan kloter lain. Tapi, ia harus sembuh dulu. Sedangkan, jamaah calhaj Mila yang sedang hamil tak mungkin berangkat haji tahun ini, mungkin pada 2012 mendatang,” katanya.

Jamaah calhaj kloter XV yang mencapai 450 orang itu berangkat ke Jeddah pada Selasa (18/10) sekira pukul 08.15 WIB melalui Bandara Polonia Medan.

Dari 450 jamaah calhaj tersebut, 280 orang diantaranya warga Paluta, Padang Lawas (3 orang), Karo (24 orang), Langkat (7 orang), Medan (123 orang) dan Binjai (2 orang) beserta lima petugas haji.
Seorang jamaah calhaj kloter II Embarkasi Medan Nurbaiti Hulipan (69) warga Padangsidimpuan juga dipastikan membatalkan keberangkatannya. Alasannya karena masih dalam kondisi berduka setelah suaminya meninggal dunia belum lama ini.

Sazli menyatakan, kabar tersebut telah resmi disampaikan oleh Kasi Penyelenggara Haji Padangsidimpuan. “Kemungkinan Nurbaiti menunda keberangkatannya hingga musim haji 2012 mendatang. Pada awal musim haji lalu, suaminya Ali Hasaran Nasution meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di RS Haji Medan,” tuturnya.
Sementara itu, sebelumnya, tiga jamaah calhaj yang tergabung pada kloter XIV Embarkasi Medan, juga batal berangkat ke Jeddah, karena mengalami sakit dan saat ini masih mendapat perawatan.

Ketiga jamaah calhaj tersebut yakni Nurmaulina Siregar Binti Saribun Siregar (54) warga Medan Belawan yang menderita penyakit diabetes. Yusniar Lubis Binti M Saleh Lubis (74) warga Medan yang menderita stroke dan dirawat di RS Permata Bunda Medan. Serta Azimar Binti Paiman (68) warga Medan Maimun yang juga menderita stroke. Ketiga jamaah calhaj tersebut menderita sakit sebelum masuk Asrama Haji Medan. (bbs/saz)