Home Blog Page 14636

Pura-pura Tanya Alamat

Ada-ada saja akal Mahyudin Solin (23), untuk mencuri HP milik orang lain. Dia berpura-pura menanyakan alamat dan meminta calon korbannya untuk mengantar. Namun di tengah jalan, dia berpura-pura meminjam HP korban dan melarikannya Untungnya, aksi warga Jalan Letda Sujono ini berhasil digagalkan warga. Kini ia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di Mapolsekta Percut Sei Tuan.

Kamis (29/9) siang sekira pukul 13.00 WIB, Mahyudin yang mengendarai sepeda motor berhenti di depan sebuah mini market di kawasan Jalan Bejo, Medan Tembung. Tak berapa lama, dia melihat Irfan Simbolon (15), yang kebetulan baru pulang sekolah. Lantas, dia menghampiri Irfan yang bersekolah di SMA Prayetna tak jauh dari lokasi Mahyudin berhenti.

“Dek numpang tanya. Titi Sewa di mana ya?” tanya Mahyudin kepada Irfan. Dengan polos, Irfan memberitahukan alamat yang dimaksud. Namun Mahyudin malah meminta Irfan untuk mengantarkannya ke alamat dimaksud. Karena berniat membantu, Irfan bersedia ikut berboncengan dengan tersangka.

Di tengah perjalanan, Mahyudin berniat menelepon temannya. Namun dia beralasan, baterai HP nya habis. Lantas, dia mencoba meminjam HP korban. Mendengar permintaan itu, korban mengatakan kalau pulsanya sedang habis. “ Kalau begitu, aku pinjam baterai HP mu saja,” katanya. “Tapi HP kita berbeda bang, mana cocok baterainya,” kilah Irfan.
Meski begitu, Mahyudin tetap ngotot. “Kita coba dulu,” tegasnya.

Tanpa curiga, Irfan mencoba membuka baterai HPnya. Saat itu pula tersangka meminta Irfan untuk membelikan rokok sembari memberikan uang pecahan Rp5 ribu. Lantas, HP tersebut diberikan Irfan kepada Mahyudin. Baru beranjak beberapa meter dari lokasi, Mahyudin langsung tancap gas melarikan HP milik Irfan tersebut.

Mengetahui hal itu, Irfan berusaha mengejar. Untungnya teman-teman Irfan kebetulan lewat dengan mengendarai sepeda motor. Setelah dikejar 3 sepeda motor, tersangka akhirnya dapat persis di atas jembatan Titi Sewa. Tersangka yang berbadan gemuk ini akhirnya dikeroyok. Dibantu warga, akhirnya Mahyudin berhasil diringkus dan diserahkan ke Polsek Percut Sei Tuan.(mag-7)

Kesadaran Wajib Pajak Meningkat

Membayar pajak merupakan kewajiban warga negara. Dengan mem bayar pajak, diharapkan dapat meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Tapi kenyataannya, tidak semua masyarakat menyadari kewajiban membayar pajak.

Padahal, berbagai pelayanan telah ditingkatkan oleh Dirjen Pajakn untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan pajak. Bagaimana tanggapan Kadis Pemeriksaan, Pengajian, Penyelididkan Dirjen Pajak Sumut I, Rizal menanggapi hal ini? Berikut petikan wawancaranya dengan wartawan Sumut Pos, Juli Ramadhani Rambe.

Masyarakat masih banyak yang belum sadar untuk membayar pajak, apa tanggapan Anda?
Ya, wajib pajak belum mengetahui secara pasti tentang kegunaan pajak yang dibayar. Karena itu, berbagai kegiatan dan layanan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan kegunaan pajak bagi kita. Pajak itu bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, tapi untuk semua orang. Dengan kata lain, pajak dapat meningkatkan kesejahteraan semua masyarakat. Terkait dengan masyarakat yang kurang peka dengan ini, Dirjen Pajak selalu memberikan berbagai fasilitas.

Fasilitas apa saja itu?
Kita sudah mengambil prinsip untuk jemput bola, atau dengan kata lain, kita yang mendatangi para wajib pajak. Seperti kita membuka layanan informasi di tempat-tempat umum di Kota Medan, seperti di Plaza Medan Fair lantai 1. Kegiatan ini untuk membuktikan keseriusan kita dalam menyadarkan para wajib pajak akan kewajiban mereka.

Dari tahun ke tahun, bagaimana perkembangan wajib pajak di Medan?
Tiap tahunnya kesadaran wajib pajak terus meningkat, kalau kita lihat data di Dirjen Pajak Kanwil Sumut I, selalu ada penambahan angka di sana. Tapi saya tidak hapal. Yang pasti selalu ada peningkatan tiap tahun. Salah satu yang membuat peningkatan ini adalah kegiatan yang kita lakukan sensus pajak. Nah di sinilah program jemput bola kita lakukan.

Bagaimana keseriusan kita dalam meningkatkan kesadaran masyarakat?
Kita sangat serius, buktinya kita selalu melakukan jemput bola pada wajib pajak. Apalagi, saat ini anggaran pembangunan semakin tinggi, pasti keseriusan kita akan tingkatkan. Salah satunya dengan memperbaiki database yang kita miliki, karena terkadang wajib pajak juga tidak tinggal di tempat yang sama, atau pindah kerjaan dan lain sebagainya. Dan kita terus meningkatkan database yang kita miliki, selain itu kita juga meningkatkan SDM yang kita miliki agar dapat memberikan pelayanan yang professional.

Terkait dengan masyarakat yang ingkar dengan kewajibannya?
Itu sangat jarang terjadi, kalau pun terjadi banyak hal yang harus dipertimbangkan, kita juga harus melalui berbagai prosedur untuk melakukan tindakan, misalnya pengambilan aset dan lainnya. Dan harus ada tercatat pitutang pajak sejak tahun berapa. Ada ketentuan hokum terkait ini, dan kita kalau bertindak selalu menggunakan ketentuan tersebut.

Harapan Anda ke depannya untuk para wajib pajak?
Bayarlah pajak Anda sesuai ketentuan dan ketetapan yang berlaku. Karena pajak ini bukan untuk personal tetapi untuk semua orang. Seperti pembangunan daerah dan juga kesejahteraan masyarakat. Kita akan maju bersama bila semua nya menyadari akan kewajiban pajak.(*)

Wali Kota Medan Buka Bimbingan Teknis Jabatan Fungsional

Bangun Sinergitas dan Kebersamaan

MEDAN- Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM membuka Bimbingan Teknis Jabatan Fungsional Analis Kepegawaian 2011 di Hotel Grand Antares, Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (30/9). Dalam sambutanya, Rahudman mengatakan, analis kepegawaian adalah PNS yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang.

“Bimbingan Teknis ini bertujuan untuk mendorong percepatan realisasi pelaksanaan jabatan fungsional analis di lingkungan Pemko Medan. Sehingga pada gilirannya pelaksanaan jabatan tersebut dapat dijalankan sebagaimana mestinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” kata Rahudman.

Dikatakannya, keberadaan pejabat fungsional analis kepegawaian memiliki fungsi strategis dan sangat dibutuhkan dalam organisasi kerja saat ini. Hal ini sebagai upaya menjawab segala tuntutan masyarakat yang semakin kompleks.

“Mari kita bangun sinergitas kebersamaan, PNS harus berjalan pada posisi yang benar. Untuk itu, sangat diperlukan perubahan pola piker yang harus bisa menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat bukan sebaliknya,” katanya.

Sementara, Kepala BKD Kota Medan Drs Parluhutan Hasibuan selaku ketua panitia penyelenggara Bimbingan Teknis tersebut menambahkan, tujuan bimbingan teknis ini adalah untuk meningkatkan produktifitas kerja pejabat fungsional analis kepegawaian agar lebih professional menjalankan tugas-tugasnya.

“Kegiatan ini, diikuti 120 orang pejabat struktural eselon IV yang membidangi kepegawaian dan PNS yang akan dan telah menduduki jabatan fungsional,” terangnya.(adl)

Bentrok, 3 Mahasiswa UDA Dilarikan ke RS

MEDAN- Hanya karena persoalan wanita, dua kelompok mahasiswa Universitas Darma Agung Medan, Jumat (30/9) siang terlibat bentrok di pelataran kampus, Jalan DR TD Pardede, Medan Baru. Tiga mahasiswa terpaksa dilarikan ke rumahsakit karena mengalami luka di kepala.

Bentrokan yang melibatkan puluhan mahasiswa Fakultas Hukum dan Teknik itu diawali keisengan seorang mahasiswa yang menggoda mahasiswi pada Kamis (29/9) petang lalu. Tak diduga, persoalan sepele itu merembet keesokan harinya hingga menimbulkan bentrokan fisik. “Cuma karena iseng, ada mahasiswa yang menggoda mahasiswi dari fakultas berbeda,” kata Wakil Rektor III S Ginting.

Ginting  sangat menyesalkan kejadian itu, apalagi bentrokan itu terjadi halaman kampus yang mengakibatkan beberapa kaca di kampus itu pecah. Bentrokan yang menggunakan senjata batu dan kayu itu juga membuat tiga mahasiswa dilarikan ke RSU Herna, yang masih berada di komplek kampus tersebut.

“Cuma rawat jalan, tidak ada yang parah,” kata Ginting yang mengaku tak mengetahui identitas ketiga korban. (ari/uma/mag-7)

7 Tahanan Narkoba Kabur

LUBUK PAKAM- Tujuh tahanan terlibat kasus narkoba melarikan diri dari rumah tahanan narkoba Poldasu di Jalan Karya Jasa, Desa Jati Sari, Lubuk Pakam, Deli Serdang, Jumat (30/9) dinihari pukul 05.00 WIB.

Mengetahui adanya tahanan kabur, sekira pukul 09.00 WIB, Dit Reskrim Poldasu langsung turun ke lokasi. Di dalam sel, tim menemukan barang bukti berupa dua obeng, satu martil dan palu besar, serta material tembok yang dijebol berbentuk segi empat yang diletakkan di dalam bak mandi sel tahanan. Diduga, setelah keluar dari sel yang berhasil dilubangi itu, para tahanan memanjat tembok belakang dengan sarung yang disimpul.

Pantauan di Rumah Tahanan Narkoba, sekira pukul 11.00 WIB, beberapa sipir yang piket mulai Kamis (29/9) malam pukul 20.00 WIB hingga Jumat (30/9) pagi pukul 08.00 WIB, dibawa ke Poldasu untuk dimintai keterangannya.
“Kami ngak tahu masalah tersebut, memang tadi ada pihak Reskrim Poldasu datang, petugas piket tadi malam sudah dibawa ke Polda,” kata seorang penjaga, namun ketika ditanyakan namanya, petugas itu tidak berkenan menyebutkan namanya.

Kabid Humas Poldasu AKBP Raden Heru Prakoso ketika dikonfirmasi, mengirimkan SMS berisi ketujuh nama tahanan yang kabur tersebut, yakni Yudi alias Didi, Fitriadi, M Abdi Negara, Nasib, M Yusuf, Simon Hutahuruk, Muh Mucksan.
Sementara Direktur Dit Res Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Andjar Dewanto yang dihubungi wartawan membenarkan peristiwa kaburnya tahanan tersebut. “Saya lagi di Jakarta, benar peristiwa itu, tapi saya belum dapat laporan yang pasti,” kata Andjar.

Menurutnya, yang bertanggung jawab atas kaburnya tahanan tersebut adalah Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dir Tahti).

“Ini sudah ada bagian tanggung jawab masing-masing. Jadi, kejadian ini yang berwenang Dit Tahti, dan atas peristiwa ini, lima petugas jaga saat kaburnya para tahanan sedang diperiksa Propam,” terang Andjar.(btr/mag-5)

Sensus Pajak Nasional Diluncurkan

MEDAN- Kementeri keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak mulai mengadakan sensus pajak secara nasional. Sensus tersebut dimaksudkan untuk memperbaharui data yang dimiliki terkait dengan wajib pajak dan sebagai upaya peningkatan pembayaran pajak.

Hal ini disampaikan Direktur Direktorat Pajak Harry Gumelar dalam sambutannya saat membuka peluncuran sosialisasi sensus pajak yang dilakasanakan Direktorat Pajak Kanwil Sumut I di Atrium Palladium Plaza Medan Jumat (30/9). Dalam kesempatan itu, Harry juga menyebutkan data yang mengejutkan, hanya sekitar 7,3 persen penduduk Indonesia yang tercatat dalam wajib pajak.

“Dari 110 juta penduduk yang tercatat, hanya 8,5 juta yang tercatat dalam SPT Surat Pemberitahuan), ini membuktikan betapa rendah kesadaran kita akan pajak,” ujar Harry.

Hal yang sama juga terjadi pada pembayaran pajak badan usaha. “Dari data BPS, badan usaha yang ada dan aktif berjumlah 12,9 juta, tapi yang membayar SPT hanya 466 saja,” tambahnya. Data tersebut menunjukkan, kesadaran badan usaha akan membayar pajak lebih rendah dibandingkan personal. “3,6 persen lebih rendah dibandingkan dengan kesadaran wajib pajak pribadi,” tambahnya. Dan ini membuktikan rasio tidak pernah melebihi dari 11 atau 12 persen kesadaran wajib pajak.(mag-9)

Insentif Guru Raib

085261460xxx
Kepada Yth Pak Walikota Medan insentif guru honor periode Januari-Juni kenapa hilang/raib? Jawaban Pak Hasan sudah ditransfer sebelum lebaran. Bank Sumut bilang dananya belum ada. Ikan gulama-ikan mujair, sudah mau terima insentif nggak pernah cair. Horas tu Pak Walikota, trims.

Akan Diteruskan
Terimakasih untuk laporannya. Masalah ini akan saya teruskan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan.

Khairul Bukhari
Kabag Humas Pemko Medan

Perpanjangan Bidan PTT

081361430xxx
Yth Kadis Kesehatan Provinsi Sumut, saya mau mengurus perpanjangan Bidan PTT. Bagaimana carannya? Apakah pakai uang dan berapa harganya? Mohon penjelasannya trims.

Tanpa Pembiayaan
Terimakasih pertanyaannya. Saya sampaikan untuk perpanjangan bidan PTT dapat dilakukan melalui usulan Dinkes Kabupaten/Kota tanpa ada pembiayaan.

dr Chandra Syafei Pasaribu Sp Og, Kadis Kesehatan Sumut

Ngurus KTP Bayar?

087869583xxx
Kepada Bapak Walikota saya mau tanya sebenarnya mengurus KTP dikenakan biaya atau tidak? Kalau dikenakan dalam jumlah berapa? Karena kakak saya dikenakan biaya Rp50.000 dan saya Rp20.000.

Gratis
Terimakasih untuk pertanyaannya. Sesuai dengan undangan yang disampaikan kepada warga. Bahwa tertulis di situ pengurusan KTP tidak dikenakan pembiayaan. Bila warga memiliki bukti fisik adanya pungutan agar dilaporkan kepada pihak kepolisian karena itu sudah ilegal. Segera juga buat laporan tertulis kepada Pemko Medan.

Darusalam Pohan, Kadis Pendudukan dan Catatan Sipil Kota Medan

——

Pemko Harus Lebih Tegas
Terimakasih atas laporannya. Memang sesuai Perda, pengurusan KTP dilakukan secara geratis. Untuk itu, warga yang merasa dipungut biaya agar melaporkan hal itu ke Komisi A DPRD Kota Medan untuk kita tindaklanjuti.
Pemko Medan juga yang membawahi pemerintahan di kecamatan dan kelurahan agar lebih tegas menyuarakan pengurusan KTP secara gratis. Jangan hanya wacana dan menjadi asap seperti ini.

Ilhamsyah
Ketua Komisi A DPRD Kota Medan

Pesawat Casa Jatuh di Bahorok

Bawa 14 Penumpang dan 4 Kru, Sebelum Hilang Sempat Kepulkan Asap

MEDAN- Kecelakaan pesawat udara kembali terjadi. Kali ini, pesawat Casa 212-200 milik maskapai carter PT Nusantara Buana Air (NBA) jatuh di Bukit Kapur, Kecamatan Bahorok, kawasan Bukit Barisan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Hingga dinihari tadi belum diketahui nasib 14 penumpang dan empat awak pesawat (kru).

Petugas Bandara Polonia Medan, Jamal mengaku, pesawat ini jatuh Bahorok tepatnya di Gunung Kapur setelah hilang kontak. Sementara itu, Kepala pos SAR Kutacane Juanda Sodo menjelaskan berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang melihat jatuhnya pesawat. “Sebelum jatuh, ada saksi yang mengatakan pesawat mengeluarkan asap, kepulan asap hitam,” katanya.

Kepastian pesawat jatuh itu karena adanya pancaran sinyal dari pesawat. Pancaran sinyal itu dikeluarkan dari perangkat Emergency Locater Transmiter (ELT) secara otomatis dari pesawat yang mengalami benturan kuat. Sinyal pesawat akan diterima LUT atau Locater User Terminal di Kantor Pusat SAR di Jakarta. Kemudian, Kantor SAR Jakarta mengirimkan kabar itu ke Medan.

“Setiap pesawat dilengkapi ELT. Kami dapat kabar pesawat itu bukan dari Pihak Penerbangan, melainkan dari berita sinyal itu,” kata Kepala Seksi Operasi SAR Medan, Suhri Noster Nobertus Sinaga.
Menurut Suhri, pancaran sinyal itu bukan diaktifkan oleh pilot. Karena alat itu bukan berada di sekitar kokpit pesawat, melainkan berada di sebuah tempat khusus.

“Ini kemungkinan jatuh keras. Kalau terjadi benturan keras maka akan memancarkan sinyal, bukan diaktifkan,” kata Suhri.

Pesawat bernomor registrasi PK-TLF dengan tanggal pembuatan 31 Maret 1989 oleh PT Industri Pesawat Terbang Nasional (IPTN) Bandung ini merupakan pesawat perintis dengan rute Medan-Kutacane.

“Pesawat berangkat dari Bandara Polonia Medan pukul 07.28 WIB dan diperkirakan akan mendarat di Bandara Kutacane pada pukul 08.03 WIB. Namun pada pukul 07.41 WIB, pesawat dengan konfigurasi 18 tempat duduk yang memiliki jam terbang 11329.30 flight hours dan 13626 flight cycle, kehilangan kontak dengan ATC Medan dan Kutacane. Koordinat terakhir diperkirakan pada posisi 03.23.80 North dan 098.01.21 East, yaitu di sekitar Bukit Kapur, Bahorok, kawasan Bukti Barisan.

Posisi pesawat naas itu akhirnya diketahui oleh pesawat Susi Air yang melintas di atasnya. Dilaporkan, pesawat terlihat di perbukitan pada ketinggian 3.600 feet. “Kalau dilihat dari atas, kondisi pesawat masih utuh. Baik sayap maupun bagian depan dan belakang pesawat masih utuh. Belum bisa dipastikan nasib penumpang dan crew-nya,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti di kantornya, sore kemarin.

Dijelaskan Herry, berdasarkan data Badan Metreologi dan Geofisika (BMG), cuaca di Medan dilaporkan bagus meski sebagian kecil tertutup awan. Ketinggian awan sekitar 520 meter yang artinya cukup rendah. Tim SAR sudah dikirim, namun hingga dinihari belum sampai ke lokasi kejadian sehingga belum dapat dipastikan mengenai kondisi penumpang dan pesawatnya.

Berdasarkan manifes dari PT Nusantara Buana Air, crew yang bertugas dalam pesawat tersebut adalah pilot Capt Famal Ishak dengan Co pilot Budiyono, engineer Nico Matulessi dan FOO (Flight Operation Officer) B Sutopo. “Pilotnya (Capt Famal Ishak) saya tahu pilot senior yang telah lama menjadi kapten. Dia pernah di Pelita Air,” kata Dirjen.
Sementara itu, tim investigasi dari Ditjen Perhubungan Udara yang dipimpin oleh Direktur Kelayakan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (KKUPPU) Direktorat Perhubungan Udara Kemenhub Diding Sunardi segera diberangkatkan ke lokasi. “Tim investigasi ini nantinya akan melakukan penelitian mengenai penyebab kecelakaan apakah karena faktor cuaca atau teknis pesawat,” terangnya.

Demikian juga Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera mengirimkan tiga orang untuk menyelidiki sebab musabab kecelakaan tersebut. Dia mengaku belum bias menyampaikan kesimpulan awal mengenai penyebab jatuhnya pesawat Casa itu sebelum sampai ke lokasi kejadian. “Kita perlu lihat dulu,” kata Ketua Sub Komite Keselamatan Udara KNKT, Masruri dikantornya.

Safety Manager Nusantara Buana Air Robur KD Rizallianto mengatakan bahwa pesawat Casa tersebut merupakan satu dari lima pesawat yang disewa dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sejak tahun 2008. Namun Robur mengaku tidak tahu berapa harga sewa pesawat-pesawat itu.

“Ada lima pesawat dari BPPT, tapi saya tidak tahu sewanya untuk berapa tahun dan berapa nilai sewanya,” kata dia.
Dia membantah bahwa kondisi pesawat sewaan itu tidak layak terbang karena sudah tua. “Memang kalau dilihat dari usianya itu buatan PT DI Bandung tahun 1989. Tapi kalau pesawat itu layak atau tidak bukan karena tua atau muda tapi dirawat atau tidak. Misalkan kalau di struktur pesawat kita temukan karatan atau korosi tentu akan kita perbaiki,” tambahnya.

PT Nusantara Buana Air saat ini memiliki sembilan armada, terdiri dari lima unit CASA 212-200, satu unit CASA 212-100, satu unit Piper Chayene dan dua unit helikopter MD-500. Adapun pesawat yang jatuh kemarin memiliki masa berlaku pemeriksaan (C of A) pada 31 Oktober 2011 mendatang dan pada 24 februari 2012 untuk C of R. Terakhir kali pesawat tersebut di-inspeksi oleh regulator penerbangan pada 30 November 2010.

Hanya Diberi Kertas Daftar Penumpang  
Puluhan kerabat penumpang pesawat Casa masih menunggu kabar dengan cemas. Di kantor perwakilan NBA Medan, mereka hanya diberi kertas berisi daftar penumpang, tak ada penjelasan lain. Selembar kertas fotokopian itu merupakan keterangan pers tentang pesawat NBA jenis Cassa 212-200 dengan register PK-TLF yang kehilangan kontak dalam penerbangan Medan-Kutacane, Aceh Tenggara, Kamis (29/9). Di situ tertulis daftar nama penumpang beserta nama kru pesawat.

“Sampai saat ini kami masih mencari secara pasti posisi pesawat berada, bekerjasama dengan tim SAR Medan. Kondisi pilot dan A/C sebelum terbang dalam kondisi baik,” demikian bunyi keterangan tersebut.
Mereka yang ingin mengetahui tentang nasib keluarganya yang ikut dalam pesawat tersebut, tidak bisa mendapat kepastian apapun. Sejumlah petugas perusahaan NBA yang ada di ruangan itu tidak bisa memberikan keterangan apapun selain yang telah dituliskan dalam lembar itu. “Demikian kami sampaikan, mohon doanya,” demikian penutup keterangan tersebut.

Pencarian Terhalang Hujan

Hingga dinihari, nasib 18 orang di dalam pesawat Casa 212 belum diketahui. “Pasukan kami belum sampai ke titik koordinat. Kami belum bisa memberikan informasi soal korban,” kata Kasi Operasional SAR Medan, Suhri Noster Nobertus Sinaga.

Apa kesulitan yang dijumlai tim SAR untuk mencapai lokasi? Mungkin karena hutannya, medannya sulit,” tambah Suhri. Sejauh ini, dia menambahkan, belum ada saksi mata yang melapor terkait jatuhnya pesawat itu. “Kalau ada saksi mata, mungkin kami cepat menemukan koordinat pesawat,” tambah dia.

Upaya menembus hutan untuk pencarian jatuhnya pesawat juga terhalang oleh buruknya cuaca.
Tim yang tergabung dari beberapa instansi, seperti tim SAR, tim polisi dari Polres Langkat yang menurunkan puluhan personel Samapta dengan mengendarai sepeda motor, tim Paskas TNI AU, personil TNI, terpaksa menunda keberangkatan pencarian dan memilih bermalam di salah satu perladangan milik warga bernama Coles, tepatnya di Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok. Pasalnya, hujan deras dan kabut tebal memaksa mereka untuk menunda pencarian.

Tanpa dilengkapi peralatan tenda, semua tim yang akan melakukan pencarian, memilih beristirahat di pondok-pondok kecil di ladang yang hanya terbuat dari papan. Dinginnya malam menusuk tak lagi dihiraukan. Meski belum tahu persis dimana titik lokasi pesawat jatuh, namun semua tim gabungan tersebut melanjutkan perjalanan pagi hari ini (30/9).
Kapolsek Bahorok AKP Biston Situmorang mengaku, pihaknya belum mendapatkan atau menemukan di mana tepatnya pesawat jatuh. “Belum, belum tahu kita di mana ini. Saya bersama dengan petugas Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) masih melakukan pencarian, kita masih di seputaran kawasan Gunung Kapur,” ujar Biston.
Dikatakanya, ia juga sudah kordinasi dengan petugas TNGL yang sering patroli di hutan, namun mereka juga belum menemukan titiknya. “Kita semua terus bergerak menyusuri hutan, kondisi di sini hujan, jadi pencarian agak mengalami kesulitan,” bilangnya. (mag-7/mag-5/rud/dan/jon/mag-4/war/jpnn)