Home Blog Page 14645

Sekda Akui Operator tak Kuasai Teknologi

MEDAN- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Syaiful Bahri mengakui, lambannya penerapan program e-KTP di Kota Medan karena masalah teknologi. Operator di sejumlah kecamatan belum bisa menyambungkan jaringan ke pemerintah pusat.

“Perkembangannya belum maksimal, masalah teknologi masih menjadi kendala. Jadi, kami tekankan agar segera diatasi,” kata Syaiful Bahri kepada wartawan, Rabu (28/9).

Dikatakannya, masalah teknologi ini merupakan hal utama untuk pelaksanaan e-KTP. Jadi, apabila tidak bisa diatasi, maka program tersebut sulit untuk dilaksanakan. Selain itu, masalah lain seperti kesiapan petugas atau operator sudah tidak menjadi kendala utama, karena sebelumnya telah diberikan pelatihan.

“Petugas sudah diberikan pelatihan. Masalahnya, kenapa tidak connect (terhubung) ke pusat,” katanya.
Dijelaskannya, sampai sekarang, kecamatan yang sudah melayani e-KTP baru lima kecamatan yakni Medan Kota, Medan Sunggal, Medan Deli, Medan Tuntungan dan Medan Barat.

“Kapan target seluruh kecamatan sudah bisa melayani e-KTP? Saya belum bisa jawab. Yang pasti, kami mengusahakan agar program ini bisa segera dilaksanakan di seluruh kecamatan,” janjinya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kota Medan Darusalam Pohan mengatakan, setiap kecamatan hanya mampu melayani 150 wajib KTP. Dengan demikian, masyarakat harus bersabar menunggu undangan yang akan diberikan pihak kecamatan.

“Masyarakat menunggu undangan saja dari kecamatan, karena masyarakat tidak bisa dilayani bila lebih dari 150 orang per harinya. Jadi masyarakat bersabar saja menunggu undangan, Pemko Medan menjamin yang terdaftar di database pasti di undang,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk mekanisme pembuatan e-KTP secara teknis tidak sulit. Masyarakat hanya datang ke kecamatan saja dengan membawa undangan yang sudah ditentukan jadwalnya. “Seluruh data yang diundang ada di database. Setelah di entri dalam waktu dua bulan baru selesai e-KTP karena data akan dikirim kepusat melalui jaringan,” pungkasnya.(adl)

Pelayanan Lebih Maksimal

Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Puskesmas Teladan dituntut lebih maksimal dan harus sigap menanggapi keluhan masyarakat. Termasuk dalam memeriksa kesehatan jemaah calon haji yang akan segera berangkat
ke Tanah Suci Mekah. Seperti apa pelayanan yang diberikan Puskesmas Teladan kepada masyarakat? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos Jhonson Siahaan dengan Kepala Puskesmas Teladan dr Hj Refrini, Selasa (27/9) siang.

Apa saja program Puskesmas Teladan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat?
Kami memiliki tiga program unggulan yakni, memberikan penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat, Program IMS (Infeksi Menular Seksual) dan Program Klinik VCT (Voluntary Counseling Testing).
Selain ketiga program itu, Puskesmas Teladan juga memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, dengan adanya fasilitas rawat inap. Bahkan, sesuai intruksi Dinkes Medan dan Sumut, kita juga memberikan pelayanan kepada jemaah calon haji.

Untuk jemaah calon haji, pelayanan apa yang diberikan?
Untuk calon haji, Puskesmas Teladan sudah melakukan pemberian Vaksin Meningitis dan itu wajib diberikan kepada calon haji yang akan berangkat ke Tanah Suci. Tidak hanya itu, Puskesmas Teladan juga memberikan penyuluhan kepada para calon haji.

Berapa kali pemeriksaan kesehatan yang dilakukan terhadap calon haji?
Puskesmas memberikan dua kali pelayanan dan pemeriksaan kesehatan kepada calon haji, yaitu pemeriksaan pertama pada 18 Juli hingga 13 Agustus 2011. Pemeriksaan kedua, mulai 5 September hingga 17 September. Puskemas tetap melakukan penyuluhan dan pembinaan kepada calon haji yang akan berangkat agar lebih sehat. Walau pun batasnya sudah ditentukan, tetapi masih ada calon haji yang datang memeriksa dan diberikan penyuluhan karena adanya kuota tambahan.

Sudah berapa orang calon haji yang ditangani di Puskesmas ini?
Jumlah calon haji yang mendaftar dan diperiksa serta diberi vaksin di Puskesmas Teladan ini sebanyak 225 orang. Untuk calon haji termuda itu usia 20 tahun yaitu Dini Riski binti Darwin Yunus Nasution dan calon haji tertua itu berusia 85 tahun.

Dari jumlah itu, ada berapa calon haji yang terdeteksi mempunyai penyakit dan apa langkah yang dilakukan Puskesmas Teladan?
Dari hasil penyaringan dan pemeriksaan kesehatan yang kita lakukan, ada dua calon haji yang mempunyai penyakit yaitu satu orang harus cuci darah dan satu lagi gagal ginjal kronis. Langkah yang kita lakukan, Puskesmas hanya sebagai pembina haji dan memberikan pelayanan. Untuk menentukkan jadi tidaknya berangkat ke tanah suci bukan wewenang kita, namun kewenangan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan).(*)

Kepergok Saat Engkol Motor Curian

Selasa (27/9) kemarin, menjadi hari paling naas bagi Wibowo Ruhut (28/9), Jalan Bantenan, Kelurahan Mabar, Medan Deli. Pasalnya, saat mengengkol sepeda motor Mio BK 6473 XY yang hendak dicurinya, dia dipergoki tetangga korbann
Tak ayal, dia pun menjadi bulan-bulanan warga yang geram dengan perbuatannya.

Sore itu, Wibowo dan temannya Rudi mengendarai sepeda motor Vega melintas di depan rumah Legiman di Jalan M Basir, Kelurahan Rengas Pulau, Medan Marelan. Mereka melihat sepeda motor Mio terparkir di dalam rumah tersebut. Melihat suasana rumah sepi, Wibowo yang berada di boncengan turun dan masuk ke rumah untuk mencuri sepeda motor tersebut.

Dengan menggunakan kunci T, Wibowo langsung mengeluarkan sepeda motor itu dari dalam rumah. Sekira berjarak 3 meter dari rumah Legiman, dia mencoba memencet starternya namun tidak mau menyala. Lantas pria penuh tato di tubuhnya ini mengengkol sepeda motor itu hingga berulang kali, namun tidak juga hidup. Tetangga yang melihat pelaku sedang mengengkol sepeda motor milik Legiman langsung meneriakinya rampok.

Teriakan itu didengar oleh warga lainnya. Melihat situasi yang tak memungkinkan, Rudi yang berada di atas sepeda motor Vega langsung kabur. Sedangkan Wibowo tak sempat melarikan diri dan langsung dihajar hingga babak belur.
Polisi yang mendengar kejadian itu langsung datang ke lokasi kejadian langsung mengamankan Wibowo. Dalam keadaan babak belur, dia diboyong ke Mapolsek Medan Labuhan. “Tadi dia ketangkap saat ngengkol kreta saya,” kata Legiman di kantor polisi.(ril/smg)

Ibu Korban Histeris Hingga Pingsan

Dijebak Polisi, Kelurga Korban Datangi DPRD Medan

MEDAN- Keluarga korban yang diduga dijebak petugas Sat Narkoba Polresta Medan atas kasus sabu-sabu seberat 100 gram, mendatangi DPRD Medan untuk meminta perlindungan hukum, Rabu (28/9) siang. Dengan membawa poster bertuliskan ”Bebaskan Puput yang menjadi korban kambing hitam Polisi” mereka meminta DPRD membantu agar anaknya dibebaskan.  Ibu Puput yang ikut dalam aksi itu terus menjerit histeris sampai pingsan selama beberapa menit. Dia merasa, hukum di negara ini tak adil.

“Suami saya tidak bersalah, karena dia telah dijebak untuk dijadikan tumbal oleh orang yang memintanya mengantarkan paket yang berisi paket sabu-sabu 100 gram kepada Awie di Jalan Ayahanda, Medan. Setibanya di lokasi, kenapa suami saya sudah ditunggu petugas narkoba Polresta Medan dan menangkapnya. Kenapa hanya suami saya yang mendapat perlakuan tidak layak,” kata Esti, istri Puput.

Dikatakan Esti, suaminya diajak beberapa petugas yang mengaku Intel Narkoba untuk menunjukkan lokasi pemesan barang terlarang tersebut. Setibanya di lokasi, intel menemukan adik pemesan dan beberapa orang temannya dan langsungn
memboyong ke Mapolresta Medan. “Yang membuat saya heran, pagi harinya seluruh pelaku yang diamankan berjumlah lima orang dibebaskan kecuali suami saya. Saya menilai, suami saya adalah korban yang sengaja dijebak untuk menutupi kesalahan yang dilakukan Awie,” ucapnya.
Menyikapi aspirasi keluarga Puput ini, Komisi A DPRD Medan berjanji akan menindaklanjutinya guna menemukan kejelasan atas kasus tersebut. “Permasalahan ini akan ditindaklanjuti guna menemukan kejelasan atas kasus yang menimpa Esti dan keluarganya. Kepada kelauraga diharap bersabar dulu,” kata Aripay Tambunan dari Fraksi PAN.
Diketahui, Pusan Kesuma alias Puput (35), warga Jalan Tuba IV, Gang Pembangunan V, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Medan Denai, yang sehari-hari bekerja sebagai supir taksi segera memperapidkanakan Kapolresta Medan atas kasus tersebut.

Awalnya, penangkapan trersebut dilakukan Sat Narkoba Polresta Medan di Jalan M Said, Minggu (15/9). Ketika itu, supir taksi Medan-Tanjung Balai yang baru tiba di Medan itu, dengan sepeda motor Revo mengantarkan titipan barang milik Awie dari Tanjung Balai ke Rumah Hamdani di Jalan Ayahanda, Gang Tali.

Setelah sampai, sekitar pukul 16.00 WIB, Puput disambut Butet, istri Hamdani langsung menyalami dan meminta maaf. Tak lama kemudian, enam pria berpakaian sipil langsung menangkap dan mengamankan 100 gram sabu-sabu. “Biasanya setiap bungkusan pengiriman yang diminta oleh pelanggan mana mungkin bisa dibuka isinya,” terang Hasbi.
Menanggapi aksi damai yang dilakukan keluarga Puput, Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga mengatakan siap menghadapi gugatan keluarga Puput. “Semuanya sudah dilakukan sesuai proses hukum, tapi kalau memang mau melakukan praperadilan, kita siap menghadapinya,” tegas Tagam.

Jika memang terbukti bersalah, lanjut Tagam, pihaknya akan mematuhi dan mentaati peraturan dan kebijakan dari penyidik pengadilan. “Apapun keputusan pengadilan, akan kita hargai dan patuhi jika memang terbukti,” ungkapnya. (adl/mag-7)

Tolak Ajakan Kawin, IRT Dituduh Gelapkan Rp5,8 M

MEDAN- Seorang ibu rumah tangga yang memiliki paras cantik, Lina Wijaya alias Intan harus duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri Medan, Rabu (28/9). Dia didakwa telah melakukan penggelapan uang milik Amran Yunus (68), pengusaha importir asal Medan, sebesar Rp5,8 miliar lebih.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Kaswanto SH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irma SH, terungkap bahwa kasus dugaan penggelapan uang tersebut berawal dari keinginan Amran Yunus menikahi Lina. Amran yang berstatus duda ini meminta Lina menceraikan suaminya dan meninggalkan keluarganya dengan imbalan uang miliaran rupiah.
Zahrul SH, selaku kuasa hukum terdakwa Lina Wijaya, membantah isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam dakwaan JPU Irma SH. “Selaku kuasa hukumnya, saya merasa keberatan atas dakwaan penuntut umum bahwa klien kami telah menipu sebesar Rp5.868 miliar,” ucapnya kepada wartawan, Rabu (28/9). Dia juga meminta agar jaksa membuktikan pengeluaran korban, Amran Yunus terhadap kliennya Lina.

Meski demikian, diakuinya kalau Amran pernah memberikan uang kepada Lina sebesar Rp3,3 miliar. Namun, uang itu merupakan kompensasi kepada Lina untuk menceraikan suaminya dan menikah dengan Amran.
Zahrul juga menuturkan, kliennya pernah dijanjikan uang Rp15 miliar jika mau menceraikan suaminya. Namun dalam kasus ini, kliennya termakan bujuk rayu korban.

Sedangkan mengenai keterlibatan suami korban, Zahrul membantahnya. Memang saat pertama kali korban mentransfer uang sebesar Rp1 miliar kepada Lina pada April 2010 lalu, kliennya memakai rekening suaminya, Andi. Namun, Andi sama sekali tidak mengetahui kalau istrinya menerima uang dari Amran yang diduga telah menjalin hubungan asmara. (rud)

Lutfie Big Brother Dihukum 6 Bulan Penjara

MEDAN- Lutfie “Big Brother” atau Putra Erwin Simbolon dihukum enam bulan penjara oleh majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (28/9). Peserta reality show yang disiarkan salah satu tv swasta ini dinyatakan bersalah melanggar Pasal 372 KUHP.

Lutfie dinyatakan terbukti bersalah karena melakukan penipuan dan penggelapan sepedamotor milik Lela Safira, perawat RS Mitra Medika Tanjung Mulia pada Desember 2010 lalu. Putusan majelis hakim diketuai Muliatno SH itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rivai yang menuntut Lutfie delapan bulan penjara.
“Dia meminjam sepedamotor Lela Safira, perawat di RS Mitra Medika namun tidak dikembalikan,” ungkap Jaksa Rivai, usai sidang.

Diketahui, Lutfie digiring ke Polsek Mampang pada 18 Juni lalu dari rumah Big Brother dengan pengiringan security Trans TV. Lutfie dituduh melakukan penipuan, sedikitnya Lutfie telah merugikan banyak orang dengan nilai nominal Rp30 juta.

Di antaranya, membawa kabur motor, menipu uang temannya bernama Robin, sebesar Rp9 juta, Sitiawan Hutahuruk Rp2 juta dengan iming-iming anaknya akan dimasukan kerja oleh ayahnya. Selain itu, Lutfie juga telah memalsukan data dirinya ketika mengikuti audisi Big Brother.

Mengaku sebagai dokter dan setelah dicek ternyata namanya tidak pernah terdaftar sebagai dokter di rumah sakit yang dimaksud. Ia juga memalsukan dirinya sebagai sarjana salah satu universitas di Medan.

Akibatnya, Lutfie pun dikeluarkan dari Rumah Big Brother dan digelandang ke Polsek Mampang, Jakarta Selatan, dengan dikawal security Trans TV. Dan selanjutnya ia pun di BAP Kepolisian Belawan di Polsek Mampang Jakarta. “Perkara ini masih untuk kasus penggelapan sepedamotor,” kata Jaksa Rivai.
Sementara itu terdakwa Luhfi saat hendak diwawancari wartawan usai persidangan yang bersangkutan enggan berkomentar.(rud)

Hari Ini, Pembunuhan Sri Wahyuni Direkontruksi

MEDAN- Satuan Reskrim Polresta Medan bersama Kejasaan Tinggi Negeri (Kejari) Medan akan mengelar rekontruksi pembunuhan sadis disertai perampokan pegawai BRI Syariah Jalan S Parman, Sri wahyuni Simangungsong (26), hari ini (29/9). Hal ini dikatakan Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga saat ditemui di Pos Lantas Lapangan Merdeka, Jalan Balai Kota, Medan Barat, Rabu (28/9).

“BAP tersangka pembunuhan sekaligus perampokan Wahyuni sudah kita limpahkan ke Kejaksaan, rencananya besok (hari ini, Red) kita mengelar rekontruksi pembunuhan tersebut,” ujar Tagam. Rekrontruksi tersebut akan dihadiri pengacara tersangka, keluarga korban, Jaksa dan beberapa perwira polisi di Polresta Medan.

“Rencananya kita lakukan rekontruksi di lapangan parkir Mapolresta Medan dan menghadirkan seluruh tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut,” terangnya lagi.

Sekadar mengingatkan, Sri Wahyuni Simangunsong karyawati BRI Syariah ditemukan tewas di bawah jembatan jalan lintas daerah Tele, Desa Pardomuan, Kecamatan Harihan, Kabupaten Samosir, Jumat (5/8) lalu. Perampokan disertai pembunuhan ini dilakukan Briptu Erwin Panjaitan dan ketiga rekannya.

Selain itu, pelaku Erwin Panjaitan bersama istrinya Ria Hutabarat dan rekannya Eva Lestari Surbakti alias Eva dan Suherman alias Embot juga melakukan aksi serupa terhadap Gubernur LIRA Sumut, Rizaldi Mavi.(mag-7)

Pemeriksaan Gindo Terkesan Ditutupi

MEDAN- Poldasu terkesan menutup-nutupi pemeriksaan mantan Kadis Bina Marga Kota Medan Gindo M Hasibuan, Selasa (27/9) kemarin. Pasalnya, Kasubbid Pengelola Informasi dan Data (PID) Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan yang dikonfirmasi mengatakan, Gindo tak penuhi panggilan polisi.

Namun saat dikonfirmasi pada Rabu (28/9), MP Nainggolan mengatakan, Gindo telah datang ke gedung Ditreskrimsus Poldasu untuk diperiksa penyidik Tipikor. “Benar semalam diperiksa, tapi sampai jam berapa diperiksanya, saya tidak tahu,” kata Nainggolan.

MP Nainggolan juga menjelaskan, Gindo akan kembali dipanggil pekan depan untuk pemeriksaan lebih lanjut, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat berat senilai Rp2 miliar tahun anggaran 2009. Walau sudah diperiksa dua kali sebagai tersangka, Gindo belum juga ditahan oleh penyidik Tipikor Polda Sumut.(mag-5)

8 Minggu Belajar Bahasa Inggris

JAKARTA – Kemampuan untuk mempelajari bahasa asing akan terasa lebih mudah ketika kita berada di daerah asal bahasa tersebut. Untuk itu, Indonesian Language Study Program (IELSP) menawarkan program beasiswa untuk mengikuti kursus bahasa Inggris di Amerika Serikat (AS) selama delapan minggu.

Selain bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris para peserta khusunya dalam English for Academic Purpose, kesempatan ini menjadi sarana bagi para peserta untuk mengenal dan mempelajari budaya AS secara langsung.
Bahkan, bukan hanya budaya AS saja yang dapat dipelajari, melainkan berbagai kebudayaan dari berbagai negara lain sebab mereka akan mengikuti program immersion dalam kelas internasional. Pada kelas tersebut mereka akan tergabung bersama peserta lain dari berbagai bangsa dan negara.

Kesempatan ini diberikan bagi kamu yang terdaftar sebagai mahasiswa S-1 aktif di suatu universitas baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Merupakan mahasiswa yang duduk di tahun ketiga atau semester lima ke atas dan belum dinyatakan lulus atau tengah menempuh sidang kelulusan.

Kamu juga harus memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik yang ditunjukkan dengan nilai TOEFL minimal 450 dan tentunya memiliki kemampuan akademis yang baik. Harus memiliki komitmen penuh untuk segera kembali ke Tanah Air setelah program ini berakhir. Nah, bagi kamu yang berusia 19-24 tahun dan tidak memiliki pengalaman belajar di AS atau negara lain selain Indonesia, segera daftarkan diri melalui laman Indonesian International Education Foundation (IIEF), www.iief.or.id. Pendaftaran juga bisa dilakukan dengan mendatangi langsung kantor IIEF di Menara Imperium, Lantai 28 Suite A-B, Jalan H R Rasuna Said, Jakarta Selatan.(net/jpnn)

Kembangkan Bakat Kewirausahaan

SMK Negeri 4 Medan

MEDAN- SMK Negeri 4 Medan terus berupaya mengembangakan bakat dan kreatifitias siswa lewat program produktifitas. Selain mampu memproduksi beragam produk, siswa juga memiliki modal berwirausaha selepas tamat dari lembaga pendidikan yang telah dijalaninya.

Salah satu bentuk keberhasilan lewat produktifitas para siswa untuk program studi las, diantaranya yakni pagar, tempat tidur, meja hias dan produk berbahan dasar besi lainnya.

Hal ini disampaikan bagian kesiswaan SMK Negeri  4 Medan, A Saragih saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (27/9).
Melihat tingginya produksi yang dihasilkan para siswa, SMK Negeri 4 berencana memasarkan produk buatan siswanya ke tengah masyarakat.

“Selama ini banyak produk yang telah dihasilkan hanya saja masih dipasarkan dalam internal sekolah seperti guru dan orang tua siswa saja. Untuk kedepannya pihak sekolah rencananya akan berusaha memperluas pasar jaringan dengan menunjuk pembantu kepala sekolah (PKS) hubungan industri,” terangnya.

Pengembangan produk untuk menembus pasar tersebut bilang Saragih dilakukan untuk memenuhi bahan baku yang akan digunakan siswa untuk membuat bahan baku ataupun sebagai bahan praktik.

Mengingat untuk pemenuhan bahan baku dibutuhkan biaya yang cukup besar. “Sejauh ini pemenuhan bahan baku membutuhkan biaya yang sangat besar. Sehingga kita berencana membuka segmen pasar untuk menutupi biaya produksi pembuatan sebuah produk yang diinginkan,” sebutnya.

Hanya saja menurut Saragih pihak sekolah mengaku masih terkendala untuk menumbuhkan kepercayaan pasar dari hasil produksi yang dihasilkan siswa.

Selain belum memiliki merek tersendiri dan hak paten, produksi siswa juga diakui belum mampu menyaingi produk-produk bermerk lainnya.

“Untuk kualitas sebenarnya tidak jauh berbeda dengan yang lainnya, karena proses pembuatannya juga didampingi oleh guru berkompetensi di bidangnya. Bahkan untuk mematok harga, kita jauh lebih murah daripada produk buatan yang lain. Hanya saja kita masih terkendala pemasaran produk saja,” ungkapnya. (uma)