29 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 14645

Emas Takraw untuk Medan Denai

MEDAN-Regu sepak takraw Kecamatan Medan Denai menambah pundi medali emas, seteleh dipartai final mengalahkan Medan Belawan dengan skor 2-1 (21-19, 17-21,15-9), pada Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan III yang berlangsung di pusat latihan sepak takraw Lapangan Merdeka Medan, Selasa (18/10).

Menempati posisi kedua peraih medali perak dan perunggu ditempati Kecamatan Medan Belawan dan Medan Amplas. Sedangkan untuk nomor double event, Kecamatan Medan Sunggal meraih medali emas dengan susah mengalahkan Medan Belawan dengan sjor 3-2 (1-15, 15-10, 15-9, 4-15, 15-3), dan ditempati ketiga diraih Kecamatan Medan Denai.
Sekretaris Umum KONI Kota Medan , Drs Chairil Basri didampingi Wakil Ketua dan Bidang Organisasi Siegfried dan anggota Abdul Hakim Harahap dalam penutupan cabang sepak takraw menuturkan, cabang sepak takraw emerupakan salah satu cabang olahraga yang berasal dari Indonesia. Oleh karena itu, KONI Kota Medan sangat mengharapkan, cabang sepak takraw di kota ini bisa berkembang dengan baik.

“ Melalui Porkot ini, mudah-mudahan akan banyak lahir klub-klub sepak takraw yang nantinya dapat tampil dan bersaing di ajang yang sama di tahun depa. Oleh karena itu juga, KONI Medan tetap akan serius memperhatikan cabang sepak takraw ini,” sebutnya. (omi)

Penguasaan Bahasa Asing Masih Lemah

Masih banyak lulusan perguruan tinggi yang lemah dalam penguasaan bahasa Inggris profesional. Hal ini disebabkan para lulusan hanya mampu berkomunikasi sebatas Bahasa Inggris secara umum. Apa saja yang harus dibenahi dalam pembelajaran bahasa asing ini? Berikut bincang-bincang Kepala Balai Bahasa Medan Prof Amrin Saragih, dengan wartawan koran ini Rahmat Sazaly, Selasa (18/10).

Menurut Anda, apa yang menyebabkan lulusan perguruan tinggi lemah dalam penguasaan bahasa asing yang profesional?
Dalam hal ini, mahasiswa tak menguasai teknik berbahasa asing yang tepat dan hanya berbekal pengetahuan berbahasa asing secara umum, sebatas istilah dan belum pada penguasaan bidang studi.

Berbahasa asing secara umum, dapatkah Anda menerangkannya lebih rinci?
Lulusan menguasai bahasa asing seperti Bahasa Inggris hanya ditingkat berkomunikasi saja, sementara untuk penguasaan berbahasa untuk profesi belum memadai. Kemampuan berbahasa asing yang masih lemah bagi seseorang dikarenakan tiga unsur, yakni bahasa asing tersebut, Bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

Apa yang terjadi jika tiga unsur tadi tak dilengkapi?
Jika menguasai Bahasa Inggris tapi mengabaikan Bahasa Indonesia dan bahasa daerah, atau sebaliknya, seseorang pintar berbahasa Indonesia tapi mengabaikan Bahasa Inggris dan bahasa daerah, akibatnya, ketiga unsur ini tak saling mendukung dan menganggap rendah jika menguasai satu dari unsur tersebut.

Jadi, apa yang harus dilakukan?
Pada 2011 ini, sudah diterapkan sistem pembelajaran tata bahasa fungsional dengan metode kolaboratif perpaduan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris umum dan profesional. Hal ini juga disebabkan fenomena yang dihadapi perguruan tinggi selama kurun waktu tiga tahun terakhir ini. Ke depan perlu sosialisasi pengajaran wacana, profesi, dan tata bahasa menyangkut wacana di perguruan tinggi sebagai upaya menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Apa harapan Anda kepada sistem pembelajaran tersebut, juga kepada lulusan?
Saya berharap lulusan bisa lebih menguasai bahasa asing seperti penguasaan Bahasa Inggris dari orang asing. Bukan sekedar dapat berkomunikasi secara umum tapi juga memiliki pemahaman terhadap penguasaan Bahasa Inggris profesional. Masyarakat dan ilmu terus berkembang yang berarti kita senantiasa berhadapan dengan perubahan. Kita kekal di dalam perubahan sehingga diharapkan lulusan mengikuti perkembangan masyarakat dan ilmu pengetahuan. (*)

Lurah Panggil Developer Contempo

MEDAN- Lurah Titi Kuning Drs A Muhzi akan memanggil manajemen developer Perumahan Contempo Regency hari ini, Rabu (19/10). Pemanggilan ini berkaitan surat keluhan masyarakat yang telah diterima Lurah Titi Kuning, Selasa (18/10) siang, pukul 11.30 WIB.

“Sudah kita terima surat keberatan dari warga. Secepatnya saya akan menyurati camat, dan besok (hari ini, Red) akan kita layangkan surat pemanggilan kepada pihak developernya,” kata A Muhzi saat dihubungi wartawan koran ini via ponselnya, Selasa (18/10) siang.

Namun begitu, Muhzi mengaku tak bisa memastikan pihak developer akan datang hari ini. “Kita hanya menjembatani keluhan masyarakat kepada pengembang. Bila besok (hari ini, Red) dipanggil, kemungkinan Kamis dia baru datang. Selama ini, izin penimbunan yang seharusnya dikeluarkan Dinas Bina Marga belum ada,” jelasnya.

Dikatakannya, bila pihak developer tidak datang untuk menjelaskan segala keluhan masyarakat, Muhzi belum bisa memastikan akan melayangkan surat pemanggilan kedua. “Yang penting sudah kita surati. Sebagai catatan, selama ini warga belum pernah menyurati kelurahan terkait keberatan mereka. Namun begitu, kelurahan sudah beberapa kali menyurati pihak manajemen developer atas tumpahan tanah di sepanjang jalan, itu saja,” ujarnya.

Muhzi juga menjelaskan, permasalahan antara pihak manajemen dengan warga yang diketahui bermarga Sipayung hanya bisa dijembatani lurah untuk dicari jalan terbaik.

Menanggapi surat pemanggilan yang akan dilayangkan pihak kelurahan kepada developer, Direktur Perumahan Cotempo Regency DR Ray Raja Rimba yang dikonfirmasi wartawan koran ini menunjukkan sifat arogansinya yang meminta jangan membuat beritanya kalau tidak sesuai dengan fakta. “Belum tahu siapa yang kalian lawan, jangan buat berita yang tidak bisa dipercaya,” ketusnya.(adl)

Polisi Gadungan Meminta Tebusan

Ngaku polisi, Zulkifli Lubis (33), warga Jalan Asrama, Pulo Brayan Bengkel, menyekap dan meminta uang tebusan Rp5 juta kepada keluarga korban. Namun saat transaksi, Zulkifli diringkus polisi yang telah dihubungin
keluarga korban, Selasa (18/10) sore.

Adalah Rian Afriansyah (21),warga Jalan Beo Kecamatan Medan Sunggal yang menjadi korban. Saat itu, Rian bersama teman kerjanya Rudi Zulfan (25), warga Langkat, mengendarai mobil jenis cold diesel milik perusahaan mereka. Lantas karena kelelahan, mereka berisitirahat di depan SPBU Jalan Krakatau, tepatnya di Simpang Cemara, Selasa (18/10) dini hari pukul 01.00 WIB.

Tiba-tiba mereka didatangi Zulkifli yang ketika itu mengaku Polisi. Mereka sempat dibentak dan kemudian Rian dipaksa ikut dengan Zulkifli. Tanpa alasan yang jelas, Rian dibawa dengan sepeda motor Mio BK 4696 AWW warna hitam, sedang Rudi disuruh menunggu.

Rian dibawa ke sebuah tempat yang tidak diketahui alamatnya. Di tempat itu, Rian dipaksa mengisap sabu-sabu bersama. Selanjutnya, Zulkifli meminta Rian menghubungi keluarganya. Setelah terhubung, Zulkifli meminta uang tebusan Rp5 juta. Karena keluarga Rian tak punya uang, mereka melakukan negosiasi dan disepakati uang tebusan menjadi Rp1 juta dan disepakati transaksi dilakukan di depan BCA Pulo Baryan.

Selanjutnya, keluarga korban melaporkan hal ini ke polisi. Saat transaksi dilakukan, polisi langsung menangkap Zulkifli. Kapolsekta Medan Barat AKP Nasru Pasribu mengungkapkan, pelaku baru pertama kali melakukan hal ini. “Pelaku mengaku baru sekali ini melakukan perbuatannya, namun kita akan dalami lagi kasus ini,” ungkapnya.(mag-7)

Kunker Komisi C DPRD Medan Terkesan Ditutup-tutupi

MEDAN- Staf Komisi C DPRD Kota Medan, Samsir terkesan selalu menutup-nutupi  agenda kunjungan kerja komisi yang membidangi perekonomian tersebut kepada wartawan. Bahkan, sejumlah kunjungan kerja terkesan dilakukan secara diam-diam tanpa diketahui wartawan yang meliput di gedung dewan.

Selama ini, Komisi C DPRD Medan selalu menuliskan jadwal kunjungan kerjanya secara terbuka dan diketahui umum. Tapi belakangan, kegiatan kunker terkesan dirahasiakan.

Menurut sumber di DPRD Kota Medan, Komisi C sering melakukan kunker secara diam-diam dan berangkatnya langsung dari rumah masing-masing.

“Artinya, dari rumah mereka langsung kontak-kontak ketemu di lokasi kunker sehingga tidak perlu ke kantor dewan. Kita tidak tahu apa maksudnya kenapa seperti, macam ada misi tertentu,” kata sumber yang meminta namanya tidak dikorankan.

“Kita tidak tahu apakah dewannya yang enggan mempublikasikan kunkernya atau stafnya yang sengaja. Tapi sepertinya ini ada upaya menutup-nutupi jadwal dan tempat kunker. Soalnya kalau stafnya itu ditanya selalu bilang tidak tahu, tapi kalau dicek mereka melakukan kunker,” bebernya.

Ketua Komisi C DPRD Kota Medan Jumadi, ketika dikonfirmasi membantah kabar tersebut. “Tidak ada itu, saya selalu memberi tahu kepada Samsir agar mempublikasikan setiap kunker. Lagipula, setiap melakukan kun ker selalu memberitahukannya kepada Samsir dan tidak ada yang ditutup-tutupi, makanya tolong ditanya dulu si Samsir, apalagi saya belakangan ini tidak ikut kunker karena ada rapat Banggar,” kata Jumadi.

Samsir ketika dikonfirmasi selalu berusaha mengelak. “Nggak tahu saya itu. Suka kalian mau diberitakan, itu hak kalian,” katanya kepada wartawan.

Diketahui, Samsir baru beberapa bulan diangkat menjadi staf di Komisi C DPRD Medan. Namun kinerjanya belakangan terus men dapat sorotan karena terkesan kurang bersahabat dengan wartawan. (adl)

Terdakwa Pungli Jembatan Timbang Jatuh Pingsan

MEDAN- Sidang lanjutan perkara pungutan liar (pungli) di Jembatan Timbang Sibolangit dengan agenda putusan hakim yang digelar di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (18/10), terpaksa ditunda. Pasalnya, seorang terdakwa Ahmad Sofyan Batubara dalam keadaan sakit dan harus dibawa ke rumah sakit.

Namun, usai mejelis hakim menunda sidang tersebut, terdakwa yang berjalan didampingi rekannya serta JPU, tiba-tiba terjatuh dan sempat tak sadarkan diri. Setelah sadar, terdakwa dipapah petugas tahanan menuju mobil yang terletak di belakang PN Medan dan dibawa ke RS Medistra Medan.

Sebelumnya, para terdakwa dugaan korupsi pungli Jembatan Timbang Sibolangit yakni Panal Simamora (54), Ahmad Sofyan Batubara (42), dan Marlon Sinaga (51) pada dua pekan lalu dituntut hukuman masing-masing 1 tahun penjara dan membayar denda masing-masing Rp15 juta subsider dua bulan penjara. Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membebaskan dari uang pengganti. (rud)

Sumatera Utara Surplus Beras 10 Persen

MEDAN-Wilayah yang luas dan tanah yang subur membuat Sumatera Utara  menjadi provinsi yang ideal bercocoktanam padi-padian, bahan pangan lain dan palawija. Tak heran kalau Sumut masih termasuk daerah swasembada padi di Indonesia.

Dari data Dinas Pertanian Sumatera Utara, produksi padi Sumut berlebih 10 persen. “Data tahun ini (2011) jumlah penduduk Sumut 13.375.655 jiwa, dengan kebutuhan 1.830.464 ton per kapita, sedangkan produksi beras kita mencapai 2.044.876 ton per kapita, ini berarti kita sudah swasembada beras,” ujar Kasubag Program Dinas Pertanian Sumut, Lusyantini.

Karena itu, tidak ada pengaruh untuk Sumut bila impor beras dari Thailand dan Vietnam dihentikan. Seperti diketahui, untuk saat ini Thailand telah menghentikan impor berasnya ke Indonesia secara sepihak.

Walau beras sudah bisa dikatakan swasembada, tetapi pada kenyataanya, masih banyak ditemukan beras impor di pasar Sumut. “Hal ini karena tidak ada kejelasan terkait masalah distribusi beras di Sumut,” ujar Lusyantini.
Menurutnya, bila jalan keluar masuk kendaraan di Sumut dijaga ketat, pendistribusian beras tidak akan sampai keluar Sumut. “Dari darat, kita sangat dekat dengan Riau, dan daerah yang tidak produksi beras, jadi bila dijaga jalan keluar masuk beras Sumut, pasti dapat dihindari kekurangan beras disini (Sumut, Red),” tambahnya.

Selain itu, yang harus diperhatikan saat berada di jembatan timbang, karena dinas perhubungan tidak memiliki data khusus untuk komoditas pertanian. “Ada 11 jembatan timbangan di Sumut, dan bila melewatinya, yang tercatat hanya komoditas pertanian, tetapi spesifikasinya dan berapa beratnya tidak tercatat,” tambahnya.

Padahal, kata dia, komoditas pertanian tersebut sangat banyak, seperti padi, jangung, dan kedelai. Jadi, menurutnya, harus ada kejelasan terkait catatan Dinas Perhubungan untuk mengetahui distribusi beras Sumut.
Sementara itu, dari data Bulog Divre I Sumut, untuk saat ini stok beras hingga 6 bulan ke depan masih tersedia. “Stok beras kita per 14 oktober sebanyak 74.600 ton dengan kebutuhan 12.700 ton per bulan. Stok tersebut sudah termasuk beras impor dari Vietnam,” ujar Humas Bulog Divre I Sumut, Rusli.

Per September 2011 kemarin, beras Vietnam masuk ke pelabuhan Belawan sebanyak 8.400 ton. Beras yang saat ini berada di gudang Bulog bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan di Sumut, melainkan juga disediakan untuk semua daerah di Indonesia  yang membutuhkan.

“Bila ada daerah yang membutuhkan beras, dan terdekat dengan Sumut, maka kita bisa segera menyalurkannya, stok ini bukan hanya untuk Sumut,” ujar Rusli. (mag-9)

Main Judi Leng, Personel Polisi Ditangkap

MEDAN- Brigadir Efendi Ginting personel Polsekta Helvetia, ditangkap Propam Polresta Medan saat main judi bersama lima rekannya di warung kopi di Jalan Masjid, Kampung Lalang, Selasa (18/10) dinihari pukul 01.00 WIB.
Lima warga yang turut diringkus yakni Ardi Piliang warga Jalan Sei Mencirim, Hengky Sihombing warga Jalan Klambir Lima, Edi Bangun warga Kampung Lalang, Roy Sandi Sembiring warga Delitua dan Zakaria Nasution warga Jalan Klambir Lima.

Penangkapan Brigadir Effendi yang merupakan personel Reserse Polsekta Medan Helvetia ini dipimpin langusng Kasi Propam Polresta Medan AKP Beno Sidabutar. Dari tangan keenam tersangka, diamankan uang tunai sebesar Rp1,4 juta dan dua set kartu joker. Brigader Efendi Ginting bersama lima rekannya diboyong ke Mapolresta Medan untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga melalui Kasi Propam Polresta Medan AKP Beni Sidabutar membenarkan penagkapan personel Reserse Polsekta Medan Helvetia itu. “Ya, dini hari tadi (kemarin, Red) ada kami amankan satu orang personel polisi dari Polsek Helvetia yang sedang bermain leng,” ucapnya.

Menurutnya, penagkapan itu dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat sekitar yang resah dengan aktivitas perjudian di sana. Saat ini anggota polisi tersebut masih diproses dan kasus tersebut saat ini sudah ditangani Unit Judi/Sila Reskrim Polresta Medan.(mag-7)

Sepuluh Titik Jalan Berubah

Atasi Kemacetan Kota Medan

Kemacetan menjadi ancaman di sejumlah ruas jalan di Kota Medan, untuk mengantisipasinya Pemerintah Kota (Pemko) Medan melakukan perubahan arus di sepuluh ruas jalan.

Kebijakan itu merupakan hasil kajian dari manajemen dan rekayasa lalulintas terhadap peningkatan volume kendaraan.  Kajian itu dilakukan di beberapa ruas dan persimpangan di Kota Medan.

Demikian diungkapkan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap di sela-sela rapat pembahasan manajemen dan rekayasa lalulintas Kota Medan, di kantor Wali Kota Medan, Selasa (18/10).

Selama ini, sebutnya arus lalulintas dan persimpangan di wilayah Kota Medan sering menimbulkan masalah atau konflik berkepanjangan terhadap sirkulasi arus lalulintas pengguna jalan, khususnya di saat jam sibuk pagi-siang dan sore hari. Untuk itu, diperlukan manajemen dan rekayasa sirkulasi lalulintas di Kota Medan.

“Solusinya kami akan mengubah arus jalan, seperti melakukan pengecilan median jalan, membuat median jalan yang tujuannya untuk melancarkan lalulintas, dan satu ruas jalan di sekitar Bandara Polonia akan diubah,” sebutnya.
Dia menerangkan, arus lalulintas di Bandara Polonia akan ditata kembali. Karena lokasi tempat mengutip retribusi tiket masuk ke Bandara Polonia Medan dinilai menjadi satu penyebab kemacetan. Oleh karena itu, lokasi retribusi ini akan ditata ulang.

“Bila tetap di situ tempat pengutipan retribusinya, kalau ada empat kendaraan saja sudah macet, makanya tempat pengutipan retribusi tiket masuk diminta dimajukan, atau pos pengutipan retribusi pada pintu ke luar saja,” ujarnya.
“Selain itu kami meminta agar Petronas harus menentukan dari mana masuk dan arah keluar kendaraan untuk mengisi BBM. Karena kami akan menyelesaikan perubahan arus jalan ini dalam waktu satu minggu,” tegasnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kemacetan di sejumlah ruas jalan di sekitar sekolah,  yang ada di Kota Medan, Rahudman Harahapa akan memanggil tiga kepala sekolah yakni Kepala Sekolah Methodist II di Jalan Perintis Kemerdekaan, Sekolah Perguruan Sutomo di Jalan Thamrin Medan dan Sekolah Santo Thomas di Jalan S Parman.
“Setelah selesai kami akan lakukan pemanggilan terhadap tiga kepala sekolah itu, dan kami mau tahun ini sudah ada solusi untuk menertibkan kemacetan di sejumlah ruas jalan di depan sekolah,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Medan, Armansyah Lubis menyebutkan untuk mengatasi kemacetan saat jam pulang sekolah, Wali Kota Medan sudah menyarankan agar sekolah memiliki bus penjemput. Sehingga tidak ada lagi mobil pribadi yang menjemput dan tidak ada siswa yang membawa mobil pribadi ke sekolah.

“Tidak ada lagi mobil pribadi yang parkir di depan sekolah dan menutupi ruas jalan,” ucapnya.
Perwakilan Dit Lantas Polda Sumut, AKBP Arie menyebutkan dengan adanya koordinasi terkait manajemen dan rekayasa lalulintas, diharapkan dapat mengatasi kemacetan di sejumlah ruas jalan di Medan. (adl)

Dua Pos Menteri Masih Kosong

Komposisi Golkar, PKS dan Demokrat Ditentukan Hari Ini

JAKARTA-Teki-teki bagaimana hasil reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid dua mulai terjawab. Sejumlah nama baru hampir dipastikan menghiasi wajah kabinet untuk sisa tiga tahun pemerintahan SBY-Boediono. Kemarin (17/1), enam orang proyeksi menteri dan anggota kabinet memenuhi panggilan Presiden SBY di Kantor Presiden.

Mereka adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Gita Wirjawan yang diberi tugas baru sebagai menteri perdagangan, Dirut  PLN Dahlan Iskan sebagai menteri BUMN, dan Amir Syamsuddin yang diproyeksi sebagai menkum HAM. Kemudian Azwar Abubakar ditunjuk sebagai menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Djan Faridz sebagai menteri perumahan rakyat, dan Letjen Marciano Norman dipercaya menjabat kepala Badan Intelijen Negara.

Jumlah wajah baru di kabinet atau menteri yang digeser dipastikan masih akan bertambah. Sore ini, usai menghadiri pernikahan putri Sultan Hamengkubuwono X di Jogjakarta, SBY kembali memanggil mereka yang akan menjadi pembantunya di kabinet.

“Besok (hari ini, Red) pemanggilan calon menteri berlanjut,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha. Malam ini, rencananya SBY akan mengumumkan hasil kocok ulang kabinetnya itu.

Jika menilik pada calon menteri yang sudah dipanggil, masih ada beberapa pos yang masih lowong. Antara lain pos kementerian ESDM dan kementerian perhubungan yang saat ini dipegang Darwin Zahedy Saleh dan Freddy Numberi. Dua kader Partai Demokrat itu santer bakal didepak, apalagi setelah tidak ikut dipanggil SBY ke kediaman pribadinya, Puri Cikeas, Bogor.

Pos ESDM dikabarkan akan diisi sesama kader Demokrat, yakni Syarif Hasan yang saat ini menjabat Menkop dan UKM. Syarif memang dikenal punya pengalaman di bidang pertambangan. Kader Demokrat lain, Men PAN dan RB EE Mangindaan juga akan mengalami pergeseran posisi.

Pemanggilan calon menteri juga berkaitan dengan komposisi jatah dua parpol mitra koalisi, yakni Partai Golkar dan PKS. Golkar yang saat ini mendapatkan jatah tiga kursi, sudah mengajukan Sharif Cicip Sutardjo untuk masuk kabinet. Sementara informasi yang diperoleh, Menristek Suharna Surapranata yang kader PKS dikabarkan kena reshuffle. Jika benar, jatah PKS yang empat kursi akan berkurang satu. Selain itu, menteri representasi dari Indonesia Timur (Papua) juga belum terisi kalau Freddy benar out dari kabinet.

Sementara itu, hari ini, lima calon menteri plus satu kepala BIN yang sudah dipanggil SBY akan menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Tes itu itulah yang membuat beberapa calon belum berani sesumbar hingga melewati tes dan dilantik sebagai anggota kabinet.

“Sebetulnya masih ada satu tahapan lagi sebelum kami secara resmi (dilantik). Jadi belum bisa saya optimis memastikan bahwa saya akan berlanjut,” kata Amir Syamsuddin yang diproyeksi sebagai menkum HAM di Kantor Presiden.

Dahlan Menangis, Patrialis Kaget

Hal senada juga dikatakan Dahlan Iskan yang akan menjabat sebagai menteri BUMN. Dia bahkan menuturkan menangis jika harus meninggalkan PLN saat ini. “Karena sekarang ini teman-teman PLN di seluruh Indonesia lagi semangat-semangatnya untuk bekerja mengubah PLN,” katanya.

Dahlan tampak sesenggukan saat berbicara. “Presiden menugaskan saya sebagai menteri BUMN, kalau lulus tes kesehatan. Karena seperti saudara tahu, saya orang sakit, belum tentu lulus tes kesehatan,” tuturnya.

Sementara empat calon lainnya, yakni Gita Wirjawan, Azwar Abubakar, Djan Faridz, dan Marciano Norman, tidak menyinggung soal tes kesehatan itu dan mengaku siap menerima menjalankan tugas yang diberikan presiden.
Penunjukkan Amir Syamsuddin sebagai menkum HAM otomatis menggusur posisi Patrialis Akbar. Mengetahui hal itu, kemarin, politisi PAN ini langsung mengumpulkan seluruh pejabat eselon I di kantornya. Dia berpesan agar semua pegawai kemenkum HAM tetap bekerja seperti biasa dan memberikan yang terbaik untuk pelayanan masyarakat.
Kepada wartawan yang memnyambanginya sebelum dia pulang kerjanya, Patrialis tidak bisa menyembunyikan kesedihannya meski awalnya tampak cengar-cengir. Matanya berkaca-kaca. Dia menceritakan, Minggu pukul 23.30, dirinya mendapat telepon dari Sudi. “Pak Sudi bilang ke saya dengan berat hati bahwa saya menteri yang selesai melaksanakan tugas,” katanya.

Patrialis kaget. Dia langsung menanyakan apakah dirinya memiliki kesalahan selama menjalankan tugasnya sebagai menteri. Sudi cepat-cepat menjawab bahwa dirinya sama sekali tidak melakukan kesalahan. Mendapat jawaban itu, Patrialis merasa lega. “Awalmya pembicaraan kami kaku, tapi karena saya lapang dada dan menerima semuanya suasanya mencair,” imbuh pria asal Padang itu.

Patrialis pun menilai bahwa penggantinya, Amir Syamsudin adalah orang yang berkompeten dan layak menjadi Menkum HAM. “Dia senior dan sahabat saya,” kata dia.

Sementara itu, Partai Demokrat menyambut baik terpilihnya Amir sebagai salah satu menteri pilihan Presiden. Wasekjen DPP Partai Demokrat Saat Mustopa menyatakan, terpilihnya Amir tidak akan mempengaruhi proses saat rapat kerja di DPR. Apalagi, Amir sebagai MenkumHAM akan berhubungan dengan Komisi III DPR, tempat dia bertugas. “Kami tentu tidak masalah, tugas sebagai menteri dan sekretaris Dewan Kehormatan tentu berbeda,” kata Saan di gedung parlemen, kemarin.

Terpilihnya Amir, ujar Saan sudah melalui mekanisme di majelis tinggi. Saat ini, dikabarkan sejumlah pos menteri dari Demokrat seperti Kementrian ESDM dan Kementrian Perhubungan berpotensi direshuffle. Saat mengaku tidak tahu siapa calon menteri yang masuk di dua pos tersenbut. “Itu yang tahu majelis tinggi,” ujarnya.
Dari sejumlah parpol mitra koalisi pemerintah, tinggal PKS yang masih belum jelas nasibnya. Meskipun kabar mengenai bakal dipangkasnya jatah kursi PKS di kabinet masih berkembang luas. Sewaktu dikonfirmasi soal itu, Wasekjen DPP PKS Mahfudz Siddiq menjawab enteng.

“Kami masih menunggu. Respon resmi PKS setelah rehuffle diumumkan,” katanya.
Menurut Mahfudz, PKS tetap mengacu kepada kontrak politik yang ada. Kontrak politik itu menjadi basis respon PKS terhadap rencana presiden dalam melakukan reshuffle. PKS, lanjut dia, juga menyerahkan reshuffle sepenuhnya kepada presiden dengan segala konsekuensinya.

“PKS tidak dalam posisi mencampuri,” ujar Ketua Komisi I DPR, itu. Benarkah ancaman kalau satu kader dicopot dari kabinet, maka PKS akan menarik semua menterinya itu efektif membuat PKS aman dari reshuffle? “Saya nggak tahu itu. Yang jelas, Rapimnas sudah menyerahkan ini ke presiden. Selebihnya kita tunggu sajalah,” jawabnya. (fal/kuh/bay/pri/jpnn)
Profil Calon Menteri

1. Dahlan Iskan

  • Lahir     : Magetan, 17 Agustus 1951
  • Representasi : Profesional
  • Jabatan sebelumnya: Dirut PLN

Komentar: “Saat diberitahu, saya nangis harus meninggalkan PLN. Karena teman-teman di PLN seluruh Indonesia ini lagi semangat-semangatnya bekerja.”

2. Gita Wirjawan

  • Lahir  : Jakarta, 21 September 1965
  • Representasi : Profesional
  • Jabatan sebelumnya   : Kepala BKPM

Komentar: “Saya diminta dan diberikan tugas yang baru sebagai menteri perdagangan dengan senang hati saya terima.”

3. Amir Syamsuddin

  • Lahir : Makassar 27 Mei 1946
  • Representasi : Partai Demokrat
  • Jabatan sebelumnya : Anggota Dewan Pembina Demokrat

Komentar: “Saya akan menjadi Menkum HAM.”

4. Azwar Abubakar

  • Lahir: Banda Aceh, 21 Juni 1952
  • Representasi : PAN
  • Jabatan sebelumnya: Anggota Komisi I DPR

Komentar: “Alhamdulillah Bapak Presiden percayakan kami untuk duduk di Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi.”

5. Djan Faridz

  • Lahir  : Jakarta, 5 Agustus 1950
  • Representasi : PPP
  • Jabatan sebelumnya : Ketua PWNU DKI Jakarta

Komentar: “Saya diberikan tugas oleh Presiden di Menpera. Mudah-mudahan saya bisa lulus di tes kesehatan.”

6. Letjen Marciano Norman

  • Lahir  : Banjarmasin, 28 Oktober 1954
  • Representasi  : Profesional (TNI)
  • Jabatan sebelumnya : Komandan Kodiklat TNI AD

Komentar: “Saya Letjen Marciano pada saat menghadap Bapak Presiden beliau memberikan kepercayaan Kepala Badan Intelijen Negara.”