Home Blog Page 14654

Foto Bugil Abbey Clancy Tersebar

HACKING ponsel selebriti ternama dunia rupanya kian marak terjadi. Terakhir, kejadian tidak menyenangkan ini terjadi kepada model Inggris, Abbey Clancy. Istri dari penyerang Stoke City, Peter Crouch ini kaget ketika mengetahui beberapa foto bugilnya di ponsel miliknya beredar luas di Internet.

Abbey yang shock langsung melapor kepada berwenang, dengan harapan sang hacker dapat segera ditangkap. Model berusia 25 tahun ini tak habis pikir bagaimana caranya foto tersebut bisa bocor dari ponselnya.
Dugaan sementara adalah foto tersebut dicuri ketika Abbey dan sang suami sedang pindahan ke rumah barunya di kawasan London Utara.

Beralih ke Amerika, pihak Federal Bureau of Investigation (FBI) sedang menyelidiki dengan serius pembajakan ponsel milik artis Hollywod. Mengingat sudah ada laporan mengenai kejadian serupa menimpa 50 artis, diantaranya Scarlett Johansson, Mila Kunis, Vanessa Hudgens, Jessica Alba, Christina Aguilera, Ali Larter dan Demi Lovato. (net/jpnn)

Sharapova Lewati Hadangan Pertama

TOKYO – Misi Maria Sharapova untuk mencari tambahan koleksi gelar juara berlanjut di Pan Pacific Terbuka yang berlangsung di Tokyo, Jepang.

Dia sudah memastikan langkahnya ke babak ketiga. Petenis Rusia itu mendapatkan langkah yang meyakinkan di laga pertamanya yang berlangsung kemarin (26/9) WIB.

Sharapova menundukkan petenis veteran Thailand Tamarine Tanasugarn dua set langsung 6-2, 7-5.
Mantan ratu tenis dunia itu mengakui bisa langsung tampil dengan ritme permainan yang diinginkannya sejak awal penampilan. Dia pun optimistis bisa mengulang langkah fantastisnya dengan gelar juara seperti di tahun 2005 dan 2009.

“Saya melakukan servis dengan baik hari ini (kemarin). Saya juga punya persentase yang bagus untuk servis pertama juga beberapa ace.

Servis sangat penting bagi saya karena dia (Tanasugarn) bisa membaca arah bola dengan baik,” ujar Sharapova seperti dikutip AFP.

Sharapova memenangkan set pertama dengan mudah. Dengan satu kali mencuri servis Tanasugarn, dia meluncur dengan kemenangan 6-2.

Awal set kedua juga berlangsung mulus bagi Sharapova. Dia langsung mencuri dua kali servis petenis 34 tahun itu untuk memimpin 3-0. Namun, Tanasugarn segera bangkit untuk mengejar ketinggalannya lalu membalikkan keadaan.
Tanasugarn melakukan break pada game keempat dan kesepuluh. Kedudukan menjadi 5-5. Namun, dua game terakhir justru menjadi momen kebangkitan bagi Sharapova.

“Saya menunjukkan permainan yang sangat bagus. Saya mendapatkan sedikit penurunan di set kedua. Dia juga mulai bermain bagus. Set kedua benar-benar ketat, saya beruntung bisa menang dengan dua set,” beber Sharapova.
Di turnamen tersebut, Sharapova menempati unggulan teratas. Tahun lalu, dengan status juara bertahan, dia sudah tersingkir di laga pertamanya dari petenis tuan rumah Kimiko Date-Krumm. (ady/jpnn)

Ajang Pembuktian Duel 10 Jagoan di Motegi

Jelang MotoGP Jepang

Dalam gelaran terakhir MotoGP Jepang di Motegi, Ducati mendominasi termasuk saat Casey Stoner menang tahun lalu. Bagaimana dengan akhir pekan ini?

Setelah sempat menggelar satu seri balapan pada tahun 1999 silam, Motegi kembali menggelar balapan selama tujuh tahun terakhir.

Dari jumlah ketujuh seri tersebut di kelas MotoGP, Ducati mendominasi dengan mengantar pembalapnya meraih empat kemenangan (2005, 2006, 2007 dan 2010).

Pembalap Yamaha sementara itu mencatatkan dua kemenangan di Motegi dalam kurun waktu tersebut yakni pada tahun 2008 dan 2009. Honda memiliki satu kemenangan pada 2004.
Dari sektor pembalap, Loris Capirossi mendominasi dengan tiga kemenangan yang mana ia raih seluruhnya saat masih membela Ducati (2005-2007). Masing-masing satu kemenangan dicatatkan Makoto Tamada (2004), Valentino Rossi (2008), Jorge Lorenzo (2009) dan Stoner (2010).

Dani Pedrosa, Hiroshi Aoyama, Marco Simoncelli, Alvaro Bautista, Toni Elias dan Andrea Dovizioso masing-masing juga pernah menjadi pemenang di Motegi dalam tujuh tahun terakhir. Tetapi itu mereka lakukan bukan di kelas MotoGP.

Selain Dovi yang memenangi Motegi tahun 2004 di kelas 125cc, seluruh nama-nama tadi melakukannya di kelas 250cc/Moto2: Pedrosa (2004), Aoyama (2005 dan 2006), Simoncelli (2008), Bautista (2009), Elias (2010).
Artinya, di lintasan MotoGP saat ini setidaknya ada sepuluh pembalap yang pernah menaiki podium tertinggi Motegi di seluruh kelas.

Tiga di antaranya kini membela tim Repsol Honda, Stoner, Pedrosa dan Dovi, yang mana mereka juga tengah mengisi posisi empat besar papan klasemen sementara.

Menilik statistik tersebut, bukan tidak mungkin rider-rider Honda itu, khususnya Stoner yang sudah mendominasi musim ini, akan menjadi kampiun di Motegi.

Namun begitu, tentu saja Yamaha yang diawaki Lorenzo, sang juara bertahan, dan Ben Spies tidak dapat disepelekan.
Fakta bahwa musim ini hanya Yamaha saja yang bisa menyaingi laju Honda, ditambah semangat Lorenzo untuk mempertahankan gelar juara, bisa menjadi kekuatan pendorong besar di Motegi.

Selain itu tentu saja potensi kejutan dari Rossi bersama Ducati pun tak bisa dikesampingkan begitu saja, kendati sejauh ini sang juara dunia tujuh kali kelas primer belum bisa tampil meyakinkan bersama tim yang baru dibelanya musim ini tersebut.

Mengingat bahwa MotoGP Jepang merupakan seri keempat dari belakang, di mana hasil kali ini bisa amat krusial dalam perebutan gelar juara, rivalitas jelas kian meruncing dan jadi kian sengit.(net/jpnn)

DPRD Minta Hasan Basri Diganti

Terkait Kelas Gelap di Sekolah Negeri

MEDAN-Wali Kota Medan diminta serius menindak mafia pendidikan di Pemko Medan. Kasus kelas gelap di SMAN 4, SMAN 2 dan sejumlah SMPN harus diusut hingga tuntas. Para pejabat yang terlibat mulai dari dinas pendidikan (Disdik) hingga kepala sekolah harus diberikan sanksi tegas, berupa pencopotan dari jabatan. Permintaan itu disampaikan secara resmi oleh Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Kota Medan dalam sidang paripurna, Senin (26/9).

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Medan// Juliandi Siregar

Sebagai pemimpin, sudah seharusnya Wali Kota Medan bersikap tegas dan berani melakukan tindakan, jangan hanya bermain kata-kata.

Juliandi Siregar, Sekretaris Fraksi PKS DPRD Medan

Sekda Medan Ir Syaiful Bahri MSi yang hadir dalam paripurna mewakili Wali Kota Medan hanya terdiam saat kedua fraksi itu menyampaikan tuntutan tersebut. Permintaan resmi Fraksi PKS disampaikan Sekretaris Fraksi PKS Juliandi Siregar Spd MSi. Menurutnya, kelas gelap di sejumlah SMAN dan SMPN telah mencoreng dunia pendidikan di Kota Medan. Padahal, sistem penerimaan siswa baru (PSB) 2011 dibuat untuk menghindari kecurangan PSB 2010. Namun kenyataannya, kecurangan PSB 2011 lebih parah.

“Masih segar dalam ingatan kita, pada sistem PSB 2010 dibagi dua, pertama seleksi berdasarkan nilai UN 70 persen dan yang 30 persen berdasarkan seleksi ujian masuk. Pada tahun lalu ditengarai, seleksi sistem ujian dimanfaatkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, karena hanya bersifat formalitas. Pasalnya, siapa calon siswa yang lulus memang sudah ada sebelumn ujian dilakukan,” katanya.

Untuk menghindari kecurangan tersebut, lanjutnya, lahirlah kesepakatan antara Komisi B DPRD Medan dengan Disdik Kota Medan agar PSB 2011 hanya menggunakan sistem nilai murni UN dengan metode perankingan. “Namun kenyataannya lebih parah kecurangannya. Bahkan kuat indikasi ada permainan uang. Apa yang terjadi pada dunia pendidikan Kota Medan saat ini, sangat menyedihkan. Pendidikan yang seharusnya menegakkan nilai-nilai moral, justeru terpuruk,” ujarnya.

Untuk mengungkap dan mengusut itu semua, Fraksi PKS meminta DPRD Medan melalui paripurna itu untuk membentuk panitia khusus (pansus) PSB 2011. “Fraksi kami berharap dapat sinergis dengan tim investigasi yang akan dibentuk Pemko Medan untuk mengusut tuntas mafia pendidikan. Sebagai pemimpin, sudah seharusnya Wali Kota Medan bersikap tegas dan berani melakukan tindakan, jangan hanya bermain kata-kata. Kalimat akan saya pecat, akan kami selidiki sebagaimana yang sering diucapkan wali kota, tidak ampuh lagi. Atau kalimat yang disampaikan wali kota itu hanya untuk pencitraan saja?,” tegasnya.

Sementara itu, juru bicara Fraksi PDIP Roma S Maremare, juga menyatakan pernyataan yang sama pedasnya. Dia mengatakan, awalnya saat PSB 2011 dimulai sangat bagus dan transparan. Namun belakangan, ada permainan yang membuat dunia pendidikan Kota Medan tercoreng. “Laporan Disdik Medan bagus. Tapi saat bulan puasa kemarin, beredar info ada penambahan siswa baru di luar peraturan. Kami yang duduk di Komisi B pun melakukan penelusuran, ternyata informasi benar terjadi di sejumlah SMAN bahkan SMPN. Karenanya fraksi kami bersikap agar Wali Kota Medan mengevaluasi Kadis Pendidikan Medan, Hasan Basri. Bila perlu diganti kepala dinasnya,” ujar Roma S Maremare diiringi tepukan tangan pengunjung paripurna.

Menyikapi soal siswa sisipan yang kerap terjadi di beberapa sekolah di kota Medan, Ketua Dewan Pendidikan Kota Medan Matsyuhito Solin meminta Wali Kota Medan Rahudman Harahap segera mengambil kebijakan. “Walikota Medan, yang membuat peraturan PSB seharusnya tidak membiarkan begitu saja dan langsung mengambil kebijakan, bisa seperti mengeluarkan siswa sisipan dari sekolah-sekolah tersebut dan langsung memberikan sanksi kepada sekolah yang melanggar peraturan walikota Nomor 17/2010 tentang penerimaan siswa baru,” ungkapnya, Senin(26/9).

Matsyuhito Solin juga menjelaskan, dalam aturan tersebut hanya disebutkan penerimaan mahasiswa baru ditetapkan oleh wali kota dan hanya sekali.

Penerimaan siswa baru hanya sekali dilakukan yang diumumkan langsung oleh Wali Kota Medan dari kapan dan sampai kapan dibuka. “Tidak ada yang dua kali, kalau ada itu konyol,” ujarnya.

Menurutnya adanya siswa sisipan di sekolah-sekolah negeri seperti SMA Negeri 2,3,4, dan 5 disebabkan kesalahan prosedur, sehingga siswa yang masuk tanpa prosedur dianggap sebagai siswa liar. Selain itu, bilangnya, siswa sisipan juga tidak pantas dinaikkan kelas karena tidak memenuhi tuntutan kurikuler.

“Dalam hal ini kita minta ketegasan dari Disdik Kota Medan dan wali kota sebagai pembuat aturan, kenapa hal ini tetap dibiarkan,” ujarnya.(adl/ari/uma)

ABG Diculik dan Diperkosa Lima Kali

Pelaku Mengaku Personel Tim Buser Poldasu

MEDAN- Bermodalkan tubuh yang atletis, Darwin Sibarani (27), warga Jalan Selamat, Medan Denai, mengaku sebagai personel Tim Buser Poldasu. Dia melakukan penculikan, penyekapan dan pemerkosaan terhadap LF (15), warga Jalan Willem Iskandar yang masih duduk di kelas 3 salah satu SMP Negeri di Medan, Minggu (25/9).
Akibat peristiwa itu, LF merasa trauma dan terus meneteskan air mata saat membuat laporan di Mapolsek Percut Sei Tuan, Senin (26/9) siang. “Saya lima kali diperkosa, celana saya dibuka paksa. Saya takut dan tidak bisa lari, saya takut Bang,” katanya kepada wartawan sembari menangis tertunduk.

Diceritakannya, peristiwa ini terjadi pada Minggu (25/9) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu dirinya hendak pulang bersama teman satu sekolahnya bernama Agil (15). Namun, LF tidak diantar sampai ke rumah, mereka berpisah di kawasan Simpang Mandala. Saat menunggu angkot, Darwin yang melihat LF dari jauh langsung menghampiri dan mengaku sebagai personel Tim Buser Poldasu. Dia menawarkan kepada korban untuk membuat pengaduan ke polisi atas perbuatan teman korban yang meninggalkannya sendiri di pinggir jalan pada malam hari.

Korban yang lugu menurut saja perkataan pelaku. Dia ikut bersama pelaku menuju kantor polisi. Namun di tengah jalan, pelaku malah membawa korban keliling kota hingga akhirnya dibawa ke sebuah hotel di kawasan Jalan Jamin Ginting, Padangbulan Medan. Di kamar hotek itulah korban disekap dan diperkosa hingga lima kali.

Puas melampiaskan hasratnya, pelaku malah menelepon keluarga korban dan nekat meminta tebusan kepada keluarga korban hingga Rp20 juta supaya korban dikembalikan dengan utuh. Namun, bukannya tebusan yang didapat, setelah mencari korban hingga ke sudut Kota Medan, paman korban yang sudah mengetahui keberadaan korban di Jalan Jamin Ginting, melihat pelaku sedang membonceng korban.

Tanpa buang waktu, paman korban pun langsung menangkap pelaku dan mengamankannya. “Perlakuan pelaku ini sangat bejat terhadap keponakan ku.  Saat saya tangkap di sebuah SPBU di kawasan Jalan Jamin Ginting, pelaku sempat melawan. Perlawanannya memancing masyarkat berdatangan dan memukulinya. Untuk mencegah hal yang tidak diingin, saya bawa saja dia ke Polsek Percut Sei Tuan,” ungkap Frans, paman korban.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan AKP Faidir Chaniago saat dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan peristiwa tersebut. “Ya, kita sudah amankan pelaku yang mengaku anggota Polda dan kasus ini akan kita serahkan ke Polsekta Deli Tua karena TKP wilayah hukum Polsekta Deli Tua,” tegasnya.

Petugas juga mengamankan tujuh unit HP berbagai jenis, tas hitam, lampu penerang, ID Card LSM, buku dan baju.
Sementara menurut pengakuan darwin kepada wartawan Sumut Pos, dia baru pertama kali melakukan tindakan pidana penculikan dan pemerkosaan seperti itu. Ia juga membantah telah meminta tebusan hingga Rp20 juta. “Saya memang memperkosanya, tapi saya tidak pernah minta uang tebusan,” katanya sambil tertunduk. Pemuda lajang yang menggenakan T-shirt merah dan jeans biru ini, saat melakukan aksinya memang mengaku sebagai oknum polisi. “Ia saya mengaku sebagai polisi, namun dengan kejadian ini saya akan bertanggung jawab semua,” tandas Darwin.(mag-7)

Atraksi Lumba-lumba Makin Memikat

Berlangsung Hingga 2 Oktober di Lapangan Benteng Medan

Atraksi lumba-lumba yang ditampilkan Seabreez di Lapangan Benteng Jalan Imam Bonjol semakin memukau warga Medan. Penampilan aneka satwa air yang cerdik dan pintar sejak bulan puasa lalu hingga 2 Oktober 2011, mampu menyedot pengunjung.

Ratusan anak-anak TK Tunas Ceria dan TK Pelangi Kasih yang didampingi para guru dan orangtua terhibur oleh penampilan apik dua burung Macau bernama Maysarah dan Edu serta dua berang berang bernama Rozali dan Isabella serta dua lumba-lumba bernama Coran dan Oscar. Demikian pula dengan sejumlah masyarakat umum yang menyaksikan atraksi satwa yang didatangkan dari Gelanggang Samudra Ancol Jakarta tersebut.

“Atraksi satwa-satwa ini sangat menghibur masyarakat Medan. Anak-anak pun dapat mengenal berbagai satwa yang hidup di air,” kata Bendahara Keluarga Besar Putra-Putri Polri (KBPPP) Sumut Purnama Simanjuntak saat melihat atraksi satwa Seabreez itu.

Ia mengatakan, atraksi lumba-lumba dan satwa air ini mampu menjadi alternatif pilihan hiburan bagi keluarga.
‘’Senang lihat atraksi semacam ini dapat hadir di Medan menghibur masyarakat,’’n ucap warga Jalan Satya Bhakti Mariendal tersebut.

Koordinator Operasi Atraksi Satwa di Lapangan Benteng, Zulfadli mengatakan, animo warga Medan sekitarnya melihat pertunjukan relatif besar. ‘’Rata-rata per hari saat akhir pekan dapat mencapai 500 orang. Sedangkan di hari lain Senin-Jumat per harinya dilihat 300 orangnya,’’ ucap Zulfadli.

Ia menambahkan, bagi warga Medan sekitar masih dapat menyaksikan atraksi satwa air ini hingga 2 Oktober 2011. ‘’Ada empat kali jadwal pertunjukan per hari yakni pukul 11.00, 15.30, 17.00 dan 20.00 dengan harga tiket masuk Senin-Jumat Rp25.000 dan Sabtu-Minggu Rp30.000,’’ terangnya.

Zulfadli mengutarakan, khusus bagi rombongan pelajar disediakan harga khusus dimana pelajar dan orangtua dikenakan tarif hanya Rp20.000 per orang. ‘’Hingga kini sudah lebih 20 sekolah di Medan dan sekitarnya yang datang kemari secara rombongan. Informasi lanjut pertunjukan dapat menghubungi telepon (061) 75072106 dan 75072107,’’ katanya. (rel)

Layanan SIM-STNK Buka hingga Malam

Pada 22 September 2011 lalu, Polisi Lalulintas (Polantas) genap berusia 56 tahun. Dalam memperingati hari jadinya itu, Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Poldasu mencoba memberi pelayanan yang lebih kepada masyarakat. Apa saja itu? Berikut wawancara wartawan Sumutn Pos, Azwandi Lubis dengan Kasi STNK Reg Ident Ditlantas Poldasu, AKP Deni Kurniawan Sik di kantor Ditlantas Poldasu Jalan Putri Hijau Medan, Senin (26/9).

Saya dengar Ditlantas Poldasu akan memberi layanan lebih kepada masyarakat dalam kaitan HUT Polantas ke 56?

Ya benar, terhitung 26 September hingga 2 Oktober, Polantas Poldasu menambah jam kerja dalam urusan perpanjangan Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dari pagi pukul 09.00 hingga malam, pukul 22.00 WIB.

Di mana saja lokasinya?

Lokasinya kami tempatkan di Lapangan Merdeka Jalan Bukit Barisan. Oiya, perlu diingatkan lagi pelayanan ini hanya melayani perpanjangan pajak tahunan STNK dan perpanjangan SIM A dan C. Selain dari itu, masyarakat berurusan di kantor Polantas seperti biasa.

Berapa anggota yang bertugas?

Kami menempatkan dua anggota dari pagi mulai pukul 09.00 WIB hingga sore jam 15.00, kemudian dua anggota lagi masuk menggantikan bekerja sore dari pukul 15.00 WIB hingga malam pukul 22.00 WIB. Jadi tidak ada istilah istirahat bagi anggota yang bertugas di Lapangan Merdeka ini. Artinya, kalau biasanya jam 13.00 WIB petugas istirahat ditempat itu tidak ada.

Bagaimana dengan layanan Drive Thru dan SIM Keliling?

Layanan Samsat Keliling atau Drive Thru tidak berpengaruh dengan penambahan layanan perpanjangan STNK dan SIM ini. Mereka tetap beroperasi sesuai jadwal.

Hanya saja untuk layanan Samsat Keliling dan SIM Keliling ini, bekerja mulai pagi jam 09.00 WIB hingga sore pukul 15.00 WIB.

Berapa jumlah kendaraan drive thru sekarang ini yang beroperasi?

Saat ini kita memiliki empat kendaraan Drive Thru. Dua dari Samsat Medan Utara dan dua lagi dari Samsat Medan Selatan. Dua Drive Thru dari Medan Utara khusus beroperasi di inti Kota Medan, sedangkan dua Drive Thru dari Medan Selatan di luar dari kota Medan, seperti daerah pinggiran. Beroperasinya Drive Thru ini selalu berpindah-pindah, sesuai dengan jadwalnya.(*)

Mau Melerai Malah Kena Hajar

Maksud hati hendak melerai pasangan suami istri (pasutri) yang sedang bertengkar hebat. Namun sial, Arizal alias Heri (31) malah balik diserang pasutri tersebut. Akibatnya, pedagang udang di Pasar Rambe ini babak belur.

Ceritanya, Minggu (25/9) siang, Habib (35) warga Jalan Titi Pahlawan, Kelurahan Paya Pasir, Medan Marelan dan istrinya Nur bertengkar di depan lapak dagangan Arizal. Mungkin karena saling dorong dengan suaminya, Nur terjatuh ke arah barang dagangan Arizal. Melihat hal itu, Arizal berniat melerai pertengakaran pasutri ini.

Namun dasar sial, bukannya berterima kasih kepada Arizal, Nur dan suami malah menyerang Arizal. Pasutri ini menghajar Arizal hingga kepalanya bocor akibat pukulan benda tumpul.

Tak terima dengan penganiayaan itu, Arizal melaporkan kejadian itu ke Polsek Medan Labuhan. “Aku cuma mau misahkan mereka, kok malah saya yang dihajar,” kata Arizal di kantor polisi.(ril/smg)

Toilet Kantor SKPD Jorok

MEDAN- Anggota legislatif di DPRD Sumut kecewa dengan kinerja eksekutif di daerah. Pasalnya, banyak kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tak mampu mengurusi toiletnya masing-masing.

Hal itu terungkap dalam rapat paripurna laporan hasil kunjungan kerja pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) APBD 2010, di ruang paripurna DPRD Sumut, Senin (26/9).

Paripurna yang dihadiri 46 orang dari 100 orang anggota DPRD Sumut itu dihadiri Plt Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho. Sidang paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga, didampingi dua wakil lainnya, Kamaluddin Harahap dan Sigit Pramono Asri, sempat tak tertib.

Pasalnya, saat Tim III membacakan laporannya, pimpinan sidang harus meminta agar suara dalam ruang rapat dikondusifkan. “Mohon sedikit ya, kita bergantian yang bicara,” kata Chadir Ritonga.
Dalam laporan tim kunjungan kerja ini, banyak laporan yang menyatakan kekecewaan terhadap kinerja eksekutif di daerah. Pasalnya, banyak pelaksanaan yang dirasa sebagai kinerja yang tidak menghasilkan dan cenderung wanprestasi.

Ketua Tim I, Yusuf Siregar yang membidangi daerah pemilihan Kota Medan, dalam laporannya memberikan catatan khusus dalam pelaksanaan kunjungan kerja (kunker) mereka ke sejumlah instansi pemerintah Sumut untuk pembahasan LPj APBD 2010 itu. Selama kunker, timnya menemukan fasilitas umum berupa kamar mandi (sanitasi) hampir di setiap kantor SKPD Provinsi Sumut yang berada di Kota Medan dalam keadaan kumuh. Airnya kuning, lantai pecah-pecah, ada genangan air dan aroma yang tak sedap.

“Contohnya di Dinas Tarukim Sumut, dan dinas lainnya. Termasuk juga di Kantor Gubernur lantai VIII,” kata Yusuf.
Dia juga menyebutkan, ada juga di lingkungan kantor SKPD kurang perawatan. Tidak ada kesan indah dan luput dari penghijauan seperti di Kantor Dinas Bina Marga yang gersang. Kemudian pelataran parkirnya digenangi air dan tidak ada drainase. “Kondisinya seperti anak sungai kalau hujan. Dan penuh debu jika panas,” sebutnya.

Sementara untuk pelaksanaan proyek, tim kunker mendapatkan tidak maksimalnya realisasi di lapangan meskipun masih dalam batas toleransi. Ke depan, pihaknya berharap kegiatan yang berasal dari APBD dilaksanakan tepat sasaran.

Selanjutnya, tim lainnya menyampaikan ketidakpuasannya terkait pelaksanaan APBD 2010 di daerah pemilihan masing-masing. Ketua Tim X, Richard Eddy M Lingga dari hasil timnya, ada SKPD yang sama sekali tidak melakukan tugas dan fungsinya di daerah Tanah Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat. Dinas itu adalah Dinas Perikanan dan Kelautan. “Belum ada kami temukan kinerja dinas tersebut, sehingga hal ini sangat mengecewakan,” katanya.

Hal yang sama dilaporkan tim dari kepulauan Nias yang disampaikan Analisman Zalukhu. Dia menyampaikan di Nias masih adanya ketertinggalan fasilitas alat kesehatan. Terutama alat kesehatan cuci darah. Saat ini warga Nias harus rela tinggal di Medan karena setiap minggunya harus melakukan cuci darah.

Dalam sambutannya, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho mengatakan terimaksih kepada DPRD yang telah memberikan masukan atas kekurangan kinerja eksekutif untuk anggaran 2010. Ke depan, diharapkan akan menjadi modal melakukan perbaikan dan pembangunan yang lebih baik. (ril)

Hujan tak Jadi Halangan

ROC Touring Wisata ke Karo

MEDAN- Rubby Owner Club (ROC) Sumut, Minggu pagi (25/9), menggelar touring wisata ke sejumlah tempat di Tanah Karo. Kegiatan itu diikuti puluhan anggota klub motor gede (moge) berlambang kepala rubah merah itu.

“Selain wisata dan meningkatkan silaturahmi, touring kali ini dilakukan untuk pemahaman dan implementasi peraturan lalulintas,” ujar Ketua ROC Sumut Agus Suherman, didampingi Sekretaris Arifin dan puluhan anggota lainnya di titik start, Cafe Harley Jalan Samanhudi, Medan.

Sekira pukul 08.00 WIB startpun dimulai. Namun sebelumnya dilakukan briefing dan doa bersama. Ini penting dilakukan untuk keselamatan selama di perjalanan. Usai doa bersama, Aldian Pinem memimpin di depan sebagai leader road. Pengacara kondang ini didapuk sebagai pemandu jalan karena dianggap paling paham kondisi jalan menuju ke kawasan gunung itu. “Pak Pinem yang di depan. Dia paling paham kondisi jalan menuju daerahnya,” kata Agus Suherman yang akrab dipanggil anggotanya dengan sebutan Chief ini.

Konvoi puluhan moge pagi itupun memecah kesenyapan jalanan Kota Medan. Berjalan beriringan, mengular melalui Jalan Sudirman, Jalan Patimura, Jalan Jamin Jamin Ginting hingga ke Berastagi. Sekira pukul 09.00 WIB, di tengah rintik hujan dan dinginnya udara pegunungan, rombongan beristirahat di titik pemberhentian pertama, Desa Panatapen, Sibolangit.

Setelah kurang lebih satu jam beristirahat, konvoi pun dilanjutkan, menyisir jalan berliku menuju Berastagi. Tiba di salah satu kecamatan, rombongan langsung mengular menuju Kota Kabanjahe. Setelah hampir satu jam beristirahat di Simpang Masjid Agung, rombongan melanjutkan konvoi menuju Gundaling, Berastagi.

Hujan kembali mengguyur saat rombongan tiba di rumah makan Gundaling untuk makan siang bersama. Tapi kondisi itu tak menghalangi rombongan untuk melanjutkan perjalanan. Kota Berastagi memang terkenal dengan hujan lokalnya. Karena saat melintas di bagian lain kota sejuk ini, mentari justeru bersinar terang. Dari Gundaling rombongan menyisir jalan lingkar luar Berastagi yang berbatasan langsung dengan hutan lindung. Dari jalan yang berkelok itu, Kota Berastagi tampak indah di bawah kabut. Sayang kondisi aspal yang tampak baru itu, mulai berlubang.

Keluar dari jalan lingkar luar Berastagi rombongan langsung menuju Kota Medan. Jalanan yang basah membuat rombongan ekstra hati-hati. Selain licin, topografi jalan yang menurun, membuat semua anggota menurunkan laju kendaraan. Sekira pukul 15.00 WIB rombongan beristirahat di kawasan PDAM Tirtanadi. Setelah briefing dan doa bersama, perjalanan menuju Kota Medan pun dilakukan.(her)