Home Blog Page 14656

Buddha Air Tabrak Gunung, 16 Penumpang Tewas

KATHMANDU – Wisata berakhir bencana. Itulah yang terjadi pada pesawat kecil tipe turboprop (berbaling-baling) milik maskapai penerbangan Buddha Air di Nepal kemarin (25/9). Selesai membawa para wisatawan dalam perjalanan tur ke sekitar kawasan Gunung Everest, pesawat tersebut menabrak lereng gunung dan hancur. Penumpang dan awak pesawat yang seluruhnya berjumlah 19 orang tewas.

Badan pesawat Beechcraft 1900D itu hancur berkeping-keping. Bahkan, sebagian besar juga dalam kondisi hangus. Hanya bagian ekspor yang masih agak utuh.

“Semua orang yang berada di dalam pesawat Buddha Air-103 itu tewas. Pesawat jatuh di kawasan perbukitan Kotdanda,” ujar Bimlesh Lal Karna, kepala tim SAR Bandara Internasional Tribhuwan, Kathmandu, kemarin.
Para korban terdiri atas 13 wisatawan asing. Menurut Menteri Pariwisata Nepal Ganeshraj Joshi, mereka adalah 10 warga India, dua Amerika Serikat (AS), dan seorang warga Jepang. Pesawat itu juga membawa tiga penumpang asal Nepal dan tiga kru. Dua wisatawan AS diidentifikasi sebagai Andrew Wade dan Natalie Neilan. Sedangkan turis asal Jepang bernama Toshinoti Uejima.

Sejauh ini belum bisa dipastikan penyebab kecelakaan. Pesawat jatuh di Bukit Kotdanda di Desa Bisankunarayan, sekitar 10 km selatan Kathmandu, ibu kota Nepal.

Menurut jubir kepolisian Binod Singh, salah seorang  korban sebetulnya masih hidup saat kecelakaan tersebut.
“Kami langsung melarikan dia ke rumah sakit, tetapi dia kemudian tewas,” katanya.

Singh menyebut, tim SAR sebetulnya telah menemukan seluruh korban. Tapi, evakuasi mengalami kendala. Sebab, helikopter penyelamat tidak bisa segera mendarat di lokasi karena buruknya cuaca.

Reuters, yang datang ke lokasi musibah melalui jalan yang berlumpur dan sulit, menyaksikan mayat korban yang hangus dan hancur. Pesawat milik maskapai swasta itu sedang menuju Kathmandu setelah selesai keliling Everest. Buddha Air menawarkan paket Everest Experience kepada wisatawan dengan tarif 8.240 rupee (sekitar Rp 1,5 juta) per orang untuk terbang keliling puncak gunung tertinggi di dunia itu dan beberapa puncak di sekitarnya.
Seorang saksi mata, Haribol Poudel, menceritakan saat kecelakaan itu terjadi, lokasi sekitar dipenuhi kabut tebal sehingga mengganggu jarak pandang. (afp/ap/rtr/cak/dwi/jpnn)

Australia Larang Warganya Bepergian ke Indonesia

JAKARTA – Pasca bom bunuh diri di Solo kemarin (25/9), Pemerintah Australia langsung bergerak cepat. Negeri tetangga itu meminta warganya untuk mempertimbangkan ulang rencana bepergian ke Indonesia. Peringatan tersebut dirilis Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Australia kemarin (25/9) dan mulai berlaku hari ini.

Dalam peringatan tersebut, Pemerintah Australia menilai bahwa tingkat keamanan di seluruh wilayah Indonesia sedang dalam bahaya. Terdapat ancaman terorisme yang tinggi di seluruh wilayah Indonesia, terutama Bali. Karena itu, mereka meminta warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia kecuali ada alasan kuat.

Kalaupun terpaksa harus ke Indonesia, negeri Kangguru itu meminta agar mereka ekstra waspada. Mereka diminta menghindari tempat-tempat yang paling mungkin menjadi sasaran serangan teroris. Yakni tempat-tempat di mana orang asing banyak berkumpul seperti restoran, bar, dan bandara. “Tempat-tempat tersebut bisa kembali menjadi sasaran,” tulis surat yang dipampang di situs resmi Kemenlu Australia itu.

Pemerintah Australia benar-benar serius menahan warganya bepergian ke Indonesia. Sebab, level “mempertimbangkan ulang rencana bepergian” merupakan satu status lebih rendah dibandingkan larangan bepergian. Mereka sendiri memiliki lima level travel advise.

Setelah kejadian di Solo tersebut, Pemerintah Australia juga meminta agar warganya berpikir ulang menghadiri misa peringatan 12 tahun bom Bali I (2002) pada 1 Oktober dan peringatan enam tahun bom Bali II (2005) pada 12 Oktober. Kalau memaksa ingin hadir, mereka meminta agar warga mendaftarkan diri melalui email atau telepon langsung ke Kedutaan Besar Australia dan Konsulat Jenderal.

Selain misa peringatan, Pemerintah Australia juga meminta warganya agar menghindari semua demonstrasi, aksi jalanan, dan protes. Sebab, semua aksi-aksi tersebut sangat mudah menjadi ajang kekerasan. Beberapa pertimbangan mereka merilis peringatan tersebut adalah penahanan Umar Patek setelah sukses ekstradisi dari Pakistan, proses hukum terhadap beberapa terdakwa terorisme, dan operasi gencar-gencaran Polri terhadap kejahatan terorisme.
Selain di Bali, Pemerintah Australia memperkirakan teroris merencanakan serangan di sejumlah wilayah lainnya. Mereka juga mencantumkan beberapa provinsi yang kerap jadi sasaran. Yakni, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan Banten. (aga/jpnn)

Pulang Ajukan Keanggotan PBB, Abbas Dielu-elukan

RAMALLAH – Ribuan orang warga Palestina mengelu-elukan dan menyambut Presiden Mahmoud Abbas kemarin (25/9) setelah pulang dari New York untuk menyampaikan surat pengajuan sebagai anggota penuh PBB di sela sidang Majelis Umum (MU) organisasi bangsa-bangsa tersebut. Acara penyambutan yang berlangsung di markas Abbas di Kota Ramallah, Tepi Barat, benar-benar gegap gempita.

Abbas tiba di Ramallah lewat Amman, Jordania, setelah terbang dari New York. Reporter AFP menyaksikan Abbas turun dari iring-iringan kendaraan yang membawa dirinya dan memasuki Muqataa. Dia berjalan diikuti pasukan kehormatan kepresidenan. Kemudian menuju makam pendahulunya, almarhum Yasser Arafat, untuk meletakkan karangan bunga.
“Dengan jiwa dan darah, kami akan dan siap berkorban untukmu, Palestina,” seru massa saat menyambut Abbas.

Tokoh berusia 76 tahun itu lalu menceritakan permohonan yang dia kirimkan ke PBB pada Jumat lalu (23/9) supaya negara Palestina diakui sebagai anggota penuh.  “Kami sengaja pergi ke PBB membawa harapan dan mimpi. Juga, ambisi, penderitaan, visi, maupun kebutuhan Palestina merdeka,” paparnya.

Dia menjelaskan Palestina tidak akan bersedia mengadakan pembicaraan damai dengan Israel jika pemerintahnya tak menghentikan total pembangunan permukiman Yahudi di Palestina.

Sementara itu, usulan tersebut justru disambut baik oleh Tel Aviv. Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman menyatakan Israel harus menerima proposal tersebut tanpa mengajukan persyaratan apapun. Khawatir usulan Palestina mendapatkan status merdeka dari PBB, pemimpin Israel menilai usulan AS, Eropa, Rusia, dan PBB sebuah kemenangan. (afp/ap/cak/dwi/jpnn)

Putri Kadhafi Sebut Ayahnya Sehat

TRIPOLI – Putri dari mantan Pemimpin Libya Muammar Kadhafi melalui sebuah rekaman suara Jumat kemarin menyebutkan, ayahnya dalam keadaan yang baik-baik saja dan masih dalam semangat yang tinggi.

Kadhafi dikatakan masih siap berperang bersama para pendukungnya, melawan pasukan revolusi yang melengserkannya.
Aisha Khadafi menuding Dewan Transisi Nasional (NTC) sebagai pengkhianat. Dirinya menegaskan, anggota NTC tak lain adalah orang yang loyal terhadap rezim ayahnya yang saat ini membangkang.

Rekaman suara selama empat menit itu disiarkan televisi lokal Suriah Al Rai TV yang merupakan media utama Kadhafi. Putra Khadafi, beserta juru bicaranya juga mempublikasikan rekaman suaranya lewat televisi tersebut sejak NTC menguasai Tripoli. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Sabtu (24/9).

Aisha dan ibunya, beserta kedua orang saudaranya lari ke Aljazair pada akhir Agustus lalu, saat pasukan oposisi Libya mulai masuk ke Ibu Kota Libya Tripoli. Meski demikian, keberadaan Kadhafi ini masih menjadi misteri dan NTC juga masih melakukan perburuan terhadap Kadhafi. (net/jpnn)

Diplomat Indonesia Tunggak Parkir Rp6,7 M

NEW YORK- Di tengah berlangsungnya sidang umum PBB, ada diplomat Indonesia dikabarkan menunggak hingga Rp6,75 milliar (kurs Rp 9.000). Hal itu berdasarkan data Departemen Keuangan Pemerintah Kota New York sampai akhir Juli 2011 total denda utang parkir mencapai 16,7 juta dollar.

Setelah itu, Mesir menjadi negara paling besar yang memiliki utang parkir yakni 1,9 juta dolar. Diikuti Nigeria dengan utang parkir sebesar 1 juta dolar. Sedangkan Indonesia tercatat pada urutan ketiga penunggak tiket parkir yakni sebesar 750 ribu dolar.

Anggota kongres Michael Grimm, Peter King and Edolphus Towns mengatakan aturan baru soal pembayaran parkir untuk para diplomat di kota New York. Pihaknya akan memberi sanksi bagi para diplomat negara yang tidak membayar tagihan.
“Kami hanya bisa membayangkan berapa banyak biaya yang muncul pekan ini,” kata juru bicara Grimm, Carol Danko, mengenai diplomat dan pemimpin dunia yang bertemu di Markas PBB di New York seperti dikutip dari reuters, Sabtu (24/9). (net/jpnn)

Spanyol Larang Adu Banteng

BARCELONA- Tradisi adu banteng di Spanyol akan dihapuskan, pasalnya ada sebanyak 180 ribu orang menandatangani petisi untuk meloloskan proposol larangan adu banteng itu. Tahun lalu, para legislator Catalonia mengajukan proposal larangan pertunjukan adu banteng, hal yang baru terjadi pertama kalinya di Spanyol 180.000 orang menandatangani petisi untuk meloloskan proposal itu.

Alasan petisi itu, karena adu banteng dianggap biadab. Namun, banyak lawan politik yang akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung Spanyol. Sekitar 20.000 pengunjung diperkirakan akan memadati gelanggang Monumental di Barcelona, tempat para matador papan atas akan beraksi. Larangan sebenarnya dikeluarkan pada tanggal 1 Januari, 2011. Namun, deretan pertandingan yang diselenggarakan tiap Minggu akan meniadakan tradisi itu.

“Gelanggang ini begitu elegan. Di dalamnya, banyak kenangan yang berkesan bagi para petarung dan penonton,” Julian Lopez, seorang matador kawakan, berkata seperti dikutip dari laman BBC.

Tiket untuk pertandingan itu laku keras. Padahal, harganya bisa melonjak hingga lima kali lipat.  Kelompok pecinta binatang berharap larangan itu dapat diterapkan ke seluruh negeri. Namun, mereka menghadapi tugas maha berat untuk merealisasikan hal itu terutama di daerah-daerah yang jadi basis adu banteng seperti Andalusia dan Madrid. (net/jpnn)

Sulit Simpan Uang Suap

JAKARTA- Datangnya uang Rp1,5 miliar dari Dharnawati yang diduga ditujukan untuk Banggar DPR dalam kasus suap ternyata sempat membuat para pegawai Kemenakertrans kebingungan.

Pasalnya, Fauzi, yang disebut-sebut sebagai staf asistensi Menakertrans Muhaimin Iskandar ternyata tidak bisa datang untuk mengambil uang tersebut. Padahal Fauzi menyanggupi akan menerima uang tersebut.

Hal tersebut terungkap dalam salah satu adegan rekonstruksi yang dilakukan penyidik KPK Sabtu (24/9) lalu. Tak hanya itu, dalam percakapan tersebut Fauzi meminta agar Nyoman menaruh uang tersebut ke rumahnya dan Fauzi berjanji akan mengambilnya keesokan harinya. Tapi Nyoman menolak karena ketakutan. Kemudian Nyoman pun langsung memerintah Dadan salah seorang staf Kemenakertrans untuk menyimpan uang tersebut ke dalam brangkasnya. “Waduh pak brankas nggak cukup,” jawab Dadan kala itu.

Akhirnya Nyoman meminta Bendahara Rutin Ditjen P2KT Syafruddin untuk menyimpan uang itu di brankasnya. “Kalau pecahannya Rp50 ribu brankas saya nggak muat. Tapi kalau ada pecahan Rp100 ribu masih muat,”  kata Syafrudin seperti dalam reka ulang. Akhirnya mereka sepakat untuk menitipkan uang tersebut di ruangan Syarifuddin.

Setelah beres membicarakan penyimpanan uang, Nyoman lalu memimpin rapat di ruangan yang lain. Tapi belum sempat disimpan di brankas, petugas KPK ternyata lebih dulu datang dan menangkap semua pihak terlibat.
Berdasarkan pengakuan Nyoman, sebenarnya uang tersebut akan diteruskan dari tangan Fauzi ke Sindu Malik, Ali Mudori dan lainnya. Menurutnya mereka adalah orang-orang yang dekat dengan Banggar DPR. Namun meski begitu Nyoman tidak mengetahui apa tujuan pemberian uang ke Banggar.

Sementara itu salah seorang sumber di KPK mengatakan bahwa uang Rp1,5 miliar tersebut memang akan diberikan kepada orang terdekat Muhaimin yang bernama Fauzi. Namun lantaran Fauzi masih berada di luar kota maka dia tidak bisa mengambil uang tersebut.

“Tapi kami tidak mau ambil resiko. Dari pada barang bukti hilang, mereka langsung kami tangkap,” kata sumber tersebut. Nah, kini KPK akan mengembangkan kasus suap ini ke semua pihak yang diduga terkait dengan suap tersebut.
Sebelumnya untuk membatasi gerak orang-orang yang disebut-sebut terlibat KPK sudah mengeluarkan surat cegah bepergian keluar negeri untuk empat orang saksi. Mereka adalah Sindu Malik, Ali Mudhori, Dani Nawawi dan Fauzi. “Pencekalan itu untuk memudahkan pemeriksaan saja,” kata juru bicara KPK Johan Budi.

Sementara itu Muniar kemarin juga mengaku menyayangkan para penyidik KPK yang hanya merekonstruksi peristiwa penyerahan uang Rp 1,5 miliar dari Dharnawati. “Seharusnya mereka (KPK) merekonstruksi bagaimana uang Rp 1,5 itu sampai ada. Dengan menyertakan Sindu Malik, Ali, Fauzi dan semua orang yang disebut-sebut terlibat,” katanya.
Menurutnya, jika KPK hanya fokus untuk merekonstruksi para tersangka saat ini, maka kasus ini tidak akan terbuka. Jadi hanya orang-orang bawahan ini saja yang terjerat.

Gatot Kecam Polisi Malaysia

Buntut Pemukulan Nelayan Asal Belawan

MEDAN- Kecaman keras dilontarkan Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho, atas perlakukan kasar Polisi Diraja Malaysia yang menangkap dan menganiaya, serta mengambil hasil tangkapan nelayan asal Belawan, Gatot menilai apa yang dilakukan Polisi Diraja Malaysia tersebut, merupakan bentuk sebuah arogansi. Terlebih, pada kenyataannya telah ada kesepakatan untuk menjaga hubungan berbangsa dan bernegara yang baik.

Untuk itu, Gatot dengan tegas meminta kepada Pemerintah Malaysia, untuk tidak menunjukkan arogansinya. Dan semestinya, nelayan asal Belawan atau dari mana pun juga diperlakukan adil sesuai hukum yang berlaku.

“Saat peringatan Hari Kebangsaan Malaysia ke-54 beberapa waktu lalu, telah disampaikan untuk menjaga hubungan kesetaraan antara umat dan bangsa. Tapi ternyata, Pemerintah Malaysia tidak menunjukkan sikap dan i’tikad kearah itu,” katanya di sela-sela menghadiri acara di Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (25/9).

Selain kecaman, Gatot dengan tegas akan secara langsung menemui perwakilan atau Konsul Malaysia, guna mempertanyakan perihal kebenaran berita tersebut.

Seandainya pun, kata Gatot, nelayan asal Belawan tersebut terbukti melanggar dan memasuki kawasan atau zona perairan Malaysia, tidak semestinya Pemerintah Malaysia melalui Polisi Diraja Malaysia melakukan penganiayaan tersebut. Harusnya, terlebih dahulu diproses terlebih dahulu melalui hukum yang ada, untuk melakukan pembuktiannya.

Dengan kejadian ini, menjadi satu penilaian yang menunjukkan adanya arogansi yang dilakukan oleh satu bangsa dengan bangsa lainnya.

“Harusnya Pemerintah Malaysia konsultasi dulu dengan kita. Memang terbukti melanggar atau tidak. Kalau langsung menganiaya, jelas mereka arogan,” tandas Gatot.

Bentuk sikap tegas dan penentangan Gatot terhadap, perilaku tidak terpuji Pemerintah Malaysia tersebut, Gatot juga akan melakukan koordinasi secepatnya dengan pihak-pihak terkait seperti, Danlantamal.
Upaya berkoordinasi dengan pihak Danlantamal itu, bertujuan meminta agar pihak Danlantamal segera menindaklanjuti kejadian itu. “Saya akan bertanya ke instansi terkait juga,” tandasnya.(ari)

Pimpinan DPRD Deli Serdang Tolak Pemekaran

LUBUK PAKAM- Rencana pemekaran empat kecamatan yang digagas Pemkab Deli Serdang dituding sebagai bagian mensejahterakan birokrasi dan untuk kepentingan perluasan Kota Medan. Demikian disampaikan sejumlah anggota DPRD Deli Serdang, Minggu (25/9).

Keempat kecamatan yang akan dimekarkan tersebut yakni, Percut Seituan, Sunggal, Hamparan Perak dan Labuhan Deli. Pemkab Deli Serdang berencana memekarkan empat kecematan tersebut untuk mensejahterakan warga.

Wakil Ketua DPRD Deli Serdang, Ruben Taringan menyampaikan rencana yang digagas Pemkab Deli Serdang untuk memekarkan empat kecamatan dengan alasan untuk mensejahterakan warga hal itu tidak benar. Bila nantinya diajukan pemekaran itu, maka pimpinan DPRD Deli Serdang akan menolaknya.

“Siapa bisa menjamin kalau terjadi pemekaran, warga sejahtera. Malah sebaliknya pemekaran itu akan membebani keuangan daerah untuk membiaya tunjangan para camat. Jadi usulan pemekaran kecamatan yang bakal disodorkan akan kami tolak,” ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Deli Serdang lainnya, Wagirin Arman menyebutkan, usulan pemekaran keempat kecamatan itu berbau politis. Usulan pemekaran kecamatan berkaitan dengan permintaan Kota Medan untuk perluasan wilayahnya. “Diprediski kecamatan yang dimekarkan bakal dilepas ke Medan, karena keempat kecamatan itu dekat Medan,” tudingnya. (btr)

Lepas dari Pasung, Aniaya Ayah Kandung

BESITANG- Lepas dari pasung selama 10 tahun, Sugeng Prayetno (32) warga Lingkungan V Sei Pucuk Kelurahan Pekan Besitang, Kecamatan Besitang Langkat menganiaya ayah kandungnya, Sugito (81) hingga tewas di rumahnya.
Kejadian itu bermula, Minggu (25/9) sekira pukul 13.00, Sugito baru saja kembali dari melihat orang meninggal di sekitar lingkungannya. Sesampainya di rumah, pria ujur itu langsung bertemu dengan anaknya, Sugeng.

Ketika itulah, Sugeng ternyata sudah menunggu Sugito di dalam rumah. Tanpa ada pembicaraan, Sugeng langsung mengarahkan kayu ke wajah Sugeng sehingga memuncratkan darah. Setelah itu, kepala Sugito langsung dipukuli.
Tetangga korban, Lilik (43) menyampaikan, warga baru mengetahui penganiayaan itu, ketika Sugito sempat lari ke luar rumah. Sehingga, warga lainnya banyak melihat kejadian tersebut.

Dia menyebutkan, warga sudah mengetahui tingkah Sugeng sejak dahulu, ketika beranjak remaja sudah mulai tampak ada ganguang jiwa. Bahkan, orang tuanya Sugito terpaksa memasungnya.

“Kurang lebih sudah ada 10 tahun dipasung, tapi terakhir sudah mulai sembuh jadi dilepaskan. Kenyataannya begini, malah melakukan penganiayaan ke orang tua kandungnya,” ucapnya.

Mendengar kejadian itu, personel Polsek Besitang langsung turun ke lokasi kejadian. Dipastikan korban tak bernyawa, pelaku dan barang bukti sebilah kayu langsung diboyong ke Polsek Besitang. Lilik menyampaikan, ketika Sugeng dibawa ke Polsek Besitang tak menunjukkan raut wajah bersedih ataupun menolak dibawa, tampak menurut dan tertunduk setelah polisi membawanya.

Sementara itu, polisi langsung memasang police line di rumah korban. Tampak polisi berjaga di sekitaran rumah tersebut. Seorang anggota kepolisian Mapolsek Besitang menyebutkan korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk keperluan visum dan pelaku sudah dibawa ke Mapolsek Besitang.

Sementara itu, seorang tokoh masyarakat yang juga Ketua Pemuda Pancasila Besitang, Hasan menyampaikan, Sugeng diketahui mengalami ganguan jiwa akibat terpengaruh judi tebakan yang saat ini masih berlangsung tanpa ada tindakan tegas pihak jajaran kepolisian di Mapolres Langkat dan Mapolsek Besitang. (smg/jok)