25 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 14668

PSMS Pilih Liga Prima Indonesia

Tergiur Rp2 Miliar

PSMS masih tetap dengan keputusannya untuk bergabung dalam 10 klub yang mengikuti kompetisi yang digelar PT Liga Prima Indonesia, yang direncanakan dimulai hari ini (15/10). Iming-iming dana segar senilai Rp2 miliar tampaknya menjadi salah satu alasan kenapa PSMS pilih liga gawean PSSI.

Keputusan ini merujuk dari 14 klub peserta Liga Super Indonesia musim sebelumnya yang memutuskan untuk banting setir dan memilih PT Liga Indonesia dengan kompetisi Liga Super Indonesia yang direncanakan mulai pada 1 Desember 2011 mendatang.

Pelaksana teknis PSMS Medan Idris mengaku, keputusan tersebut diambil karena saat ini PSSI tetap sebagai lembaga tertinggi sepak bola di Indonesia. “Logikanya, kita (PSMS) tetap mengikuti siapa yang berkuasa sekarang. Sebagai pendukung Djohar Arifin sebagai Ketua Umum PSSI, kami ikut di belakang beliau dan tidak mau mengikuti pengkhianatan terhadap siapa yang sudah kami pilih,” terangnya, Jumat (14/10).

Fakta malah berbicara, kenapa PSMS tak mungkin ikut berkhianat karena di kompetisi musim lalu, PSMS tetap berada di Divisi Utama dan tidak mungkin bergabung dengan 14 klub yang notabene merupakan peserta Liga Super Indonesia musim lalu.

Kembalinya PSMS ke kasta tertinggi liga di Indonesia musim ini juga terjadi karena mendapat kesempatan dari PSSI sebagai finalis delapan besar Divisi Utama terbaik.

Menurut Idris, Benny Tomasoa yang mewakili PSMS pada manager meeting tersebut merupakan suara PSMS. “Kami merupakan bagian dari Djohar Arifin. Kalau kita berkhianat, habislah klub-klub elit yang mendukung,” tuturnya.

Ia juga sangat menyayangkan pengkhianatan yang dilakukan oleh 14 klub tadi, karena satu diantaranya beralasan PT Liga Indonesia menawarkan pembagian saham yang lebih masuk akal yakni, 99 persen untuk klub dan 1 persen untuk PT Liga Indonesia. “Selama hampir dua tahun bergabung dengan PSMS Medan, tidak ada pembagian saham yang sampai kepada klub. Pembagian saham di PT Liga Indonesia atau di musim sebelumnya atau pada saat bernama BLI tidak pernah diterima klub, yang ada selama ini hanya wacana.

Sementara Liga Prima itu akan menyerahkan dana kompensasi komersial sebesar Rp2 miliar dengan perincian Rp1 miliar diserahkan pada 19 Oktober 2011 mendatang dan Rp1 miliar lagi di pada Januari 2012 mendatang,” kata mantan Sekretaris Umum PSMS tersebut.  Namun di sisi lain, Idris juga memahami, pengkhianatan yang dilakukan 14 klub terjadi karena ketidakjelasan jadwal kompetisi yang dibuat PSSI. “Jadwal memang berubah-ubah, juga pertandingan yang tak masuk akal. Sementara PT Liga Indonesia itu punya jadwal yang sudah terjamin,” ujarnya.

Sementara mantan pemain PSMS Syafril mengatakan, pembagian saham yang jelas seperti yang diwacanakan PSSI saat ini memang sudah selayaknya dilakukan. “Pembagian saham yang jelas sangat memungkinkan bagi perkembangan klub. Yang punya gawe itu klub, PT LI mengkoordinir, jadi pembagiannya harus jelas,” tuturnya.  (saz)

Industri Kelapa Sawit Sumut Menggeliat

MEDAN-Pasar produk minyak sawit (crude palm oil) dan turunannya masih  terbuka lebar. Upaya Eropa untuk ‘menghempang’ pelaku bisnis kelapa sawit di Sumatera Utara sebagai salah satu produsen kelapa sawit nomor 2 terbesar di Indonesia setelah Riau, berhasil melewati hadangan Eropa dengan mengalihkan ekspor ke Cina dan India.

Sebagaimana diketahui, pasar di negara-negara Uni Eropa menganaktirikan kelapa sawit Indonesia. Karena menurut mereka penanaman kelapa sawit Indonesia tidak ramah lingkungan, sehingga merusak lingkungan sekitarnya.

Bahkan, kelapa sawit di klaim penyumbang peningkatan suhu bumi yang signifikan karena menghasilkan karbondioksida. “Ada karbon, tapi sangat rendah yang dikandungnya,” ujar Marketing Permata Hijau Group, anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Kok Yun.

Kendala yang paling utama bagi para pengusaha kelapa sawit ini adalah pelebaran kebun. “Awalnya, Sumut penghasil CPO nomor satu di Indonesia, tetapi sudah dikalahkan oleh Riau, karena mereka melakukan perluasan lahan besar-besaran,” ujarnya. (mag-9)

Oyedepo Bakal Didepak

Perjuangan pemain seleksi asing Oyedepo George untuk masuk dalam skuad PSMS musim depan  mencapai klimaks, setelah tim pemandu bakat pemain seleksi PSMS menyatakan tidak tertarik dengan kehadiran mantan pemain Persiku Kudus tersebut.

Tim pemandu seleksi PSMS yang juga bakal asisten pelatih PSMS, Roekinoy mengaku George tidak memenuhi harapannya akan sosok seorang center back. “Untuk George belum sesuai dengan kebutuhan kita saat ini,” ujarnya.

Namun dia mengaku, dirinya dan Suharto baru akan mengambil keputusan hari ini saat PSMS menggelar ujicoba dengan tim sepakbola Pra PON Sumut. “Besok (hari ini) baru kami akan buat keputusan” sebut pria yang biasa disapa Kinoy itu.

Sinyalemen pencoretan Oyedepo menguat saat dirinya tidak termasuk di antara 18 pemain yang mendapat dana segar dari PSMS sebagai uang tanda jadi.  Dua pemain asing seperti Stephen Mennoh dan Ikpefua Osas Marvelous mendapat masing-masing 10 juta, sementara pemain lokal menerima 4 juta rupiah dan dua pemain magang masing 0masing memperoleh dua juta rupiah.

“Sudah hampir dua minggu saya seleksi disini. Saya gak tahu mau nunggu sampai kapan. Semua pemain butuh jaminan. Sampai sekarang belum ada yang bicara dengan saya soal status saya disini. Sebelumnya saya cuma terima surat lolos seleksi. Setelah itu, tidak ada,” ujarnya.

George mengatakan di tengah ketidakjelasan di PSMS, klub lamanya, Persiku Kudus terus menghubunginya. ]”Persiku Kudus terus mengontak saya. Saya tidak bilang ikut seleksi disini (PSMS-red). Karena memang saya ingin main di Superliga saya utamakan disitu. Selain itu juga ada klub dari Kalimantan juga yang mengontak saya,” ujarnya.(saz)

Pembunuh Elia Ditangkap di Batubara

Nekat Membunuh karena Sakit Hati

MEDAN- Satreskrim Polresta Medan meringkus Muhammad Ari Akbar (31), warga Jalan Alumunium I, Gang M Nur, Medan Deli, tersangka pembunuh Elia Kartika Dewi yang ditemukan tewas di kamar nomor 319 Hotel Ardina, Jalan Karkatau Medan. Ari diringkus saat tidur di rumah keluarganya di kawasan Simpang Gabus, Kabupaten Batubara, Jumat (14/10) dini hari pukul 03.38 WIB.

Menurut pengakuan Ari, dia nekat membunuh Elia karena sakit hati. “Aku tega membunuh dia karena sakit hati.
Dia sering mencaci keluargaku. Malam itu, Elia marah-marah sambil mengejek keluargaku dengan menyebutkan kalau keluargaku tidak tahu diuntung,” ujar Ari.

Ari mengungkapkan, dia berkenalan dengan Elia di sebuah kafe di kawasan Marelan, empat bulan lalu. Perkenalan itu terjadi setelah suami Elia, Briptu Ardi Sumanjaya yang bertugas di Polda Sumut meninggal dunia.

Ari juga mengakui, sebelum membunuh Elia, dia sempat mengkonsumsi sabu-sabu. “Aku sempat mengisap sabu-sabu, plastik sisa sabu ku buang ke toilet dan bongnya ku simpang di bawah kasur hotel,” bebernya.

Selanjutnya, Ari juga sempat mengajak Elia duduk di lobi hotel dan memesan mie instan. Setelah menyantap mie instan, mereka kembali ke kamar hotel. Sambil tidur-tiduran di kasur, mereka terlibat perbincangan. Nah, saat itulah Ari mengaku sakit hati dengan ucapan Elia yang dinilainya menghina keluarganya.

Spontan Ari menimpa korban dean mencekiknya. Elia berusaha meronta dan meminta maaf kepada Ari. “Ampun sayang, tidak mengulangi lagi,” ucap Elia. Kemudian Ari sempat melepaskan cekikannya dan Elia terjatuh dari kasur.

Tak sampai di situ, Ari turun dari kasur dan kembali mencekik korban selama 30 menit. Melihat korban sudah tidak berdaya, pelaku mengambil charger handpone dan kembali melilitkan kambel charger tersebut ke leher korban. Ternyata kabel charger itu putus, pelaku kembali mengambil sarung guling dan kembali melilitkannya ke leher korban hingga korban tewas.

Selanjutnya pelaku meninggalkan korban dan keluar dari hotel dengan menumpang becak motor. Dia kembali ke rumahnya untuk mengambil pakaian dan melarikan diri ke rumah kakak kandungnya di kawasan Tajung Morawa. Selanjutnya melarikan diri ke rumah keluarganya di Kabupaten Batubara.

Sementara itu, petugas mengamankan barang bukti berupa charger HP, HP milik korban, sarung guling milik hotel, dua pakaian, alat hisap sabu-sabu dan KTP.
Sementara Wakapolresta Medan AKBP Pranyoto mengungkapkan, pelaku dijerat Pasal 338 dengan ancaman 5 tahun penjara.(mag-7)

Lurah Izinkan Warga Demo

Penimbunan Lahan Perumahan Contempo Regency 24 Jam

MEDAN- Proyek penimbunan lahan perumahan Contempo Regency di Jalan Brigjen Zein Hamid, Kelurahan Titi Kuning, Medan Johor, terus berlanjut.
Selain membuat kebisingan selama 24 jam akibat aktivitas penimbunan yang dilakukan, pihak developer juga mengakibatkan rumah warga di sekitar areal penimbunan menjadi rusak karena rembesan air.

“Akibat dari penembokan keliling oleh pihak perumahan di bagian belakang, air yang mengendap di areal penimbunan itu merembes ke rumah warga. Akibatnya, sebahagian rumah warga menjadi rusak seluruh dindingnya akibat rembesan air tersebut,” kata Kristianus Sipayung, seorang warga yang keberatan dengan penimbunan perumahan itu, Jumat (14/10) Dikatakanya, setiap malam alat-alat berat yang digunakan untuk meratakan tanah timbun di sekitar areal membuat suara bising, apalagi pada malam hari. “Kami sudah tidak tahan lagi dengan suara bising itu. Warga sudah sepakat akan melakukan aksi kembali,” ancamnya.

Namun, lanjut Kristianus, segala keluhan yang dialami seluruh masyarakat harus dilakukan dengan musyawarah. “Lurah mengatakan, kalau kami boleh melakukan aksi, tapi harus dibicarakan dulu antara warga dengan pihak kelurahan,” cetusnya lagi.

Dijelaskannya, penimbunan yang dilakukan pihak manejemen Contempo Regency juga tidak mendapat izin dari Kelurahan Titi Kuning. Dengan begitu, Lurah menyarankan kepada warga untuk mengumpulkan tandatangan warga yang merasa terganggu dengan aktivitas penimbunan perumahan Cotempo Regency.

“Setelah kita menjumpai lurah, lurah menyarankan agar mengumpulkan tanda tangan warga yang keberatan. Sampai saat ini sudah ada 25 warga yang keberatan dengan penimbunan tersebut. Itu masih warga yang di belakang saja,” ungkapnya.

Lurah Titi Kuning, Fauzi yang dikonfirmasi wartawan koran ini mengatakan sangat mendukung warganya yang keberatan dengan aktivitas penimbunan yang tidak mengenal waktu dan sudah membuat sebahagia rumah waga yang rusak akibat rembesan air itu. “Selaku Lurah, saya mendukung warga saya. Saya siap mendukung dengan menindak developer perumahan tersebut,” katanya saat dihubungi melalui ponselnya.(adl)

Warga Tolak Tempuh Jalur Hukum

MEDAN- Warga Jalan Tomat, Medan Baru, menolak saran Waka Polresta Medan AKBP Pranyoto, menggugat pihak sekolah Nanyang Zhin Hui secara perdata. Warga beralasan, penyelesaian dengan menempuh jalur hukum akan memakan waktu yang sangat lama.

Hal tersebut dikatakan Lansia, perwakilan warga, saat ditemui wartawan koran ini di sekitar sekolah Nanyang Zhin Zhu, Jalan Abdullah Lubis, Jumat (14/10) siang.
“Warga menolak penyelesaiannya ditempuh dengan jalur hukum atau melakukan gugatan secara perdata. Karena penyelesaian di pengadilan akan berlarut-larut,” kata Lansia.

Bahkan kata Lansia, mereka juga menolak pendekatan secara personal yang dilakukan pihak Nayang. “Mereka mau melakukan pendekatan kepada warga secara perorangan, jelas kami menolaknya. Yang kami mau, Nanyang harus melakukan pendekatan kepada seluruh warga agar dapat diselesaikan,” bebernya.

Dijelaskannya, pada 3 hingga 8 Oktober lalu, pihak Nanyang mendatangi Polresta Medan meminta kepada kepolisian agar diberi izin melakukan pengecoran dan izin melakukan operasional pembangunan gedung berlantai IV tersebut.

“Sampai kapanpun kami tidak akan menerima segala saran yang diberikan, karena tidak menjadi solusi yang baik. Apalagi dengan jalur hukum, itu membuktikan kalau Nanyang adan melakukan dugaan permainan dengan polisi agar diselesaikan dengan jalur hukum,” cetusnya dengan nada kesal.

Menurutnya, warga yang mengeluhkan kondisi bangunan yang terletak di tengah pemukiman warga sangat mengganggu saat hujan turun dan sering terjadi banjir, karena air hujan masuk ke rumah warga. Selain itu, warga juga terganggu karena saat pulang sekolah, jalan di sekitar rumah warga macet, kemudian aktivitas sekolah hingga malam.

Camat Medan Baru Robert Napitupulu yang dikonfirmasi menyerahkan semuanya kepada dinas terkait untuk penyelesaian seluruh keluhan warga. “Sekolah Nanyang kan sudah dibongkar oleh Dinas TRTB, karena ada bangunannya yang tidak sesuai IMB. Jadi, kita minta kepada Dinas TRTB untuk melakukan pembongkaran bila Sekolah Nanyang tidak memiliki IMB,” ungkapnya.

Sebelumnya, puluhan warga Jalan Tomat yang tinggal di sekitar sekolah Nanyang Zhin Hui mendatangi Mapolresta Medan, Kamis (13/10) kemarin, untuk melakukan pertemuan dengan pihak Nanyang Zhin Zhu yang difasilitasi Waka Polresta Medan AKBP Pranyoto.

Dalam pertemuan itu kedua belah pihak tidak menemukan kata sepakat, sehingga Polresta Medan menyarankan kepada warga menempuh jalur hukum dengan menggugat pihak sekolah secara perdata.

“Kita hanya sebagai fasilitas kedua belah pihak agar permasalahan segera terselesaikan, namun kedua belah pihak masing-masng dengan keinginannya, dimana warga, sehingga kita menyarankan untuk menempuh jalur hukum dengan melakukan gugatan secara perdata,” kata Kabag Ops Polresta Medan Kompol Yushfi Nasution.(adl)

Jangan Ada Biaya untuk Jamkesmas

Dinkes Sumut Edarkan Surat Peringatan

Kutipan uang darah yang dilakukan RS Bandung Medan terhadap pasien Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkemas) membuat Dinas Kesehatan Propinsi Sumut mengambil sikap. Dinas kesehatan (Dinkes) Sumut langsung mengeluarkan surat edaran kepada Dinkes kabupaten/kota untuk melakukan pengawasan terhadap rumah sakit provider Jamkesmas, sejak Rabu (12/10) kemarin.

Dinkes Sumut menggeluarkan surat edaran untuk diedarkan ke seluruh Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan rumah sakit provider agar menjalankan program Jamkesmas sesuai aturan yang berlaku,” beber Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Candra Syafei kemarin.

Kasus tersebut dialami pasien Jamkesmas, Riska Aprilia (14), warga Jalan Bukit Mas Lingkungan VI, Kelurahan Perdamaian, Stabat, Langkat, penderita tumor di kaki yang dirawat di RS Bandung di Jalan Mistar Medan Baru, Kamis (6/10) kemarin. RS Bandung mencoba mengambil keuntungan dari pasien tersebut dengan mengutip biaya delapan kantong darah sebesar Rp2.040.000.

Dinkes Sumut Jalan Prof HM Yamin mendengar adanya kutipan terhadap pasien Jamkesmas langsung membuat surat edaran Nomor : 440.800/20070/IX/2011 yang dikirimkan kepada seluruh Dinkes di kabupaten/kota. Perihal : Penyelenggaraan Jamkesmas/Jampersal, tertanggal 11 Oktober 2011. Dalam surat edaran itu, Dinkes Sumut menegaskan, bahwa sesuai dengan pedoman pelaksanaan Jamkesmas dan juknis Jaminan persalinan (Jampersal) bahwa fasilitas kesehatan penyelenggara Jamkesmas/Jampersal tidak diperbolehkan untuk mengenakan urun (tambahan) biaya kepada penerima manfaat Jamkesmas/Jampersal dengan alasan apa pun.

“Jadi, kembali saya ingatkan, tidak ada lagi kutipan biaya terhadap pasien yang tercover oleh Jamkesmas. Surat edaran tersebut, tembusannya ke Kementerian Kesehatan, Gubernur Sumut, DPRD Sumut dan Bupati atau Walikota se-Sumut,” tegasnya.

Disinggung pengutipan biaya darah yang dilakukan pihak RS Bandung Jalan Mistar, Medan Baru, pihak Dinkes, pihak RSU Bandung sudah menggembalikan uang yang dikutip dari pasien itu. “Pihak rumah sakit mengaku tidak tahu, kalau pelayanan darah merupakan bagian dari Jamkesmas,” ujarnya.

Supriyanto (41), ayahnya Riska, mengaku, jika uang pembelian darah sebesar Rp2.040.000 sudah dikembalikan pihak RSU Bandung. “Uang sudah dikembalikan, tidak ada masalah lagi dengan RSU Bandung. Riska besok akan operasi dan kaki kirinya akan diamputasi karena tidak bisa diselamatkan lagi,” ucapnya dengan sedikit sedih. Saat ini Riska ditangani RS Haji Medan untuk diamputasi. (jon)

——-

Rumah Sakit Bandung Bisa Dilaporkan ke Polisi

PUNGUTAN biaya delapan kantong darah oleh pihak RS Bandung terhadap pasien Jamkesmas, Riska (14), warga Jalan Bukit Mas Lingkungan VI, Kelurahan Perdamaian, Stabat, Langkat, merupakan perbuatan melanggar hukum. Itu dikatakan Dekan dan Ketua Prodi Sarjana (S2) Ilmu Hukum Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Dr Dra Hj Laily Washliati SH MHum, Rabu (12/10) siang.

“Sudah jelas pasien Jamkesmas, kenapa rumah sakit masih saja meminta dana kepada pasien. Ini jelas melanggar hukum dan korban harus melaporkannya ke kepolisian dengan cepat. Perbuatan itu bisa pidana dan perdata,” kata Laily di Kampus UISU Al-Munawwarah Jalan Sisingamangaraja, Medan.

Kasubid Pengelola Informasi dan Data (PID) Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, pungutan yang dilakukan oleh petugas RS Bandung merupakan tindak pidana dan korban dapat melaporkanya kepada pihak kepolisian.
“Itu merupakan tindak pidana dan dapat diporses hukum. Silahkan korban yang merasa dirugikan untuk melaporkan ke kepolisian,” kata Nainggolan.

Menyangkut hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan, dr Edwin Effendi mengaku, pihaknya saat ini sedang melakukan pemeriksaan. “Sesuai ketentuan peraturan yang berlaku, pihak rumah sakit harus menerapkan peraturan yang berlaku dan jangan pernah meminta uang apa pun kepada pasien Jamkesmas,” terangnya.

Saat ini kata Edwin Effendi, Dinkes Medan sudah memberikan teguran kepada pihak Rumah Sakit Bandung. “Kita sudah berikan surat teguran terakhir dan itu merupakan surat teguran keras,” ucapnya.

Mengingat RS Bandung sudah mengembalikan uang Rp2.040.000 kepada keluarga Riska, sepertinya Supriyanto (41) belum berencana mengadukan RS Bandung ke kepolisian. “Mengenai laporan ke polisi, masih kami rembukkan dengan keluarga. Yang penting anak saya itu sehat dulu dan operasinya bisa berjalan lancar. Lagian uang itu sudah mereka kembalikan kepada saya,” aku Supriyanto, ayah Riska.(jon)

Pendidikan Sumut Mulai Maju

Dinas pendidikan merupakan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) penerima anggaran terbesar di Sumut, yakni 20 persen dari jumlah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Tak hanya itu, ada lagi danan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikucurkan dari APBN. Lantas, sejauh mana tingkat kemajuan dunia pendidikan di Sumut saat ini? Berikut petikan wawancara wartawan Harian Sumut Pos Ari Sisworo dengan Kepala Dinas Pendidikan Sumut Syaiful Syafri, Jumat (14/10).

Bagaimana perkembangan dunia pendidikan di Sumut saat ini?
Perkembangan dunia pendidikan di Sumut, tanpa terkecuali di Medan, saat ini mengalami perbaikan yang sangat pesat. Karena, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota dan dunia perguruan tinggi serta para kepala sekolah telah bertekat memajukan dunia pendidikan itu. Kita patut bersyukur, anak-anak kita telah bersaing dalam Ujian Nasional (UN), untuk lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mendapat peringkat II nasional, SMA peringkat III nasional dan lulusan SD dengan nilai rata-rata 7,6.

Di tahun sebelumnya, TA 2009-2010 hanya 6,3. Demikian juga dengan Olimpiade Sains Nasional (OSN), bahwa OSN SMP Sumut mendapat peringkat II nasional dan SMA, peringkat VI nasional. Kita berharap perhatian yang besar dari Bapak Gubsu terhadap dunia pendidikan, maka pendidikan Sumut akan semakin baik.

Lalu, bagaimana realisasi dana BOS di Sumut saat ini?
Realisasi dana BOS sampai saat ini sudah maksimal. Yang belum menyalurkan adalah Kepulauan Nias dan Asahan. Namun, laporan pihak pemkab setempat, tengah dalam proses secepatnya untuk semester III. Kita harapkan di semester IV, segera terealisasi di masing-masing kabupaten/kota pada awal November 2011.

Kaitan antara Dana BOS dengan mutu pendidikan?
Kaitannya, dana BOS sebagai upaya untuk mendukung proses belajar-mengajar karena dipergunakan untuk administrasi pendidikan seperti, pengadaan buku, perbaikan sarana dan prasarana yang diperlukan, sehingga proses belajar-mengajar tidak terlambat.

Tidak bisa dinafikan, persoalan pendidikan tidak terlepas dari persoalan anak putus sekolah. Seberapa besar anak putus sekolah di Sumut?
Diharapkan, anak putus sekolah di Sumut dapat ditekan seminimal mungkin. Karena pada prinsipnya pengertian anak putus sekolah adalah anak yang tamat SD tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, dan begitu seterusnya. Persoalan putus sekolah ini, telah ada solusinya yaitu dapat melanjutkan ke sekolah yang sesuai dengan jenjang pendidikan karena bagi siswa kurang mampu dialokasikan anggaran beasiswa. Namun, yang tidak mau melanjutkan disediakn kegiatan keterampilan oleh lembaga-lembaga pendidikan seperti, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau lembaga kursus.

Apa pendapat Anda melihat anak-anak yang putus sekolah tersebut?
Menurut saya, sebaiknya orang tua dan pemuka masyarakat memberi motivasi supaya tidak terjadi yang namanya putus sekolah di lingkungan masyarakat. Bagi yang telah terlanjur putus sekolah agar memanfaatkan PKBM atau lembaga kursus untuk belajar atau latihan keterampilan demi masa depannya.

Selain program itu, apakah ada program lainnya?
Program untuk menampung anak putus sekolah antara lain, jika yatim piatu ada  panti-panti social milik pemerintah atau pun swasta. Artinya, di panti-panti social ini juga nantinya anak-anak akan diberi pendidikan yang relatif sama dengan pendidikan formal lainnya.(*)

Proses Amputasi Riska Penderita Tumor Tulang Berjalan Mulus

2 Jam 15 Menit yang Menegangkan

Tujuh bulan lamanya Riska Aprilia (14), menahankan sakit akibat tumor yang dialaminya. Kini remaja warga Jalan Bukit Mas, Lingkungan VI Bahagia, Keluarahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat ini bisa bernafas lega. Pasalnya, operasi amputasi yang dijalaninya berlangsung sukses. Seperti apa?

Putri pertama dari tiga bersaudara, pasangan Supriyanto(41) dan Sutiyem(39) ini telah menjalanin
operasi amputasi kaki kirinya di RS Haji Medan, Kamis sore (13/10). Sekitar 2 jam 15 menit keluarganya menanti proses operasi amputasi yang dijalani Riska. Semua keluarga terlihat tegang, menunggu kabar dari dokter.

“Dari jam 4 sore dia sudah mulai masuk ruang operasi, sekitar dua jam lebih, akhirnya pihak dokter datang dan mengabarkan jika operasi telah berjalan sesuai yang diharapkan,” ujar Supriyanto.

Keberhasilan operasi yang dijalani buah hatinya ini disambut rasa syukur dan bahagia dari keluarga. Menurutnya, tidak ada kenyataan yang lebih baik, daripada kabar keberhasilan operasi sang buah hati.

“Mungkin inilah yang terbaik buat Riska, walaupun harus kehilangan kakinya, tapi kini Riska tidak harus menahankan rasa sakit di bagaian kakinya lagi,” ucap Supriyanto.
Sementara itu Riska yang ditemui di ruang Hijir Ismail tempat dirinya dirawat pasca operasi, tak sanggup berucap banyak. Kini Riska terlihat lebih tenang setelah menahankan rasa sakit di kaki kirinya sejak tujuh bulan silam.

“Memang ada sakit setelah di operasi, tapi nggak lama Bang,” ujar Riska dengan suara parau. Meskipun harus merelakan kehilangan kaki kirinya dan impiannya menjadi kowad (korps wanita angkatan darat) telah pupus, kini siswi kelas IX, SMPN 2 Stabat ini ingin terus menatap masa depannya.

Bahkan, Riska telah memiliki rencana melanjutkan sekolah yang telah enam bulan lebih terhenti akibat penyakit tumor di kaki yang dialaminya. Tidak hanya itu,  kesempatan juga datang dari pihak sekolah, yang mana dari pengakuan Supriyanto, kepala sekolah tempat Riska bersekolah telah menjanjikan untuk memberikan kesempatan kepada Riska untuk mengulangi ujian semester yang tak sempat dijalaninya. “Sehabis dari rumah sakit ini aku masih punya rencana untuk terus bersekolah,” sebut Riska dengan penuh harapan.

Direktur RS Haji Medan dr HMP Siregar, saat ditemui di rumah sakit mengatakan, operasi yang dijalani Riska memakan waktu berkisar satu jam setengah. Melalui operasi amputasi tumor tulang stadium lanjut yang dialami pasien Riska.

“Untuk penanganan operasi itu ditangani langsung oleh dr Otman Siregar SpOT(K). Dan menghabiskan sekitar 11 kantung darah dari proses perawatan hingga proses operasi yang dijalaninya,” sebutnya.

Pasca penanganan amputasi itu, lanjutnya, pihak rumah sakit akan terus memantau kesehatannya. Disinggung berapa lama waktu pemulihan, dirinya mengatakan akan memakan waktu berkisar seminggu. “Kami sejauh ini tidak terkendala dalam proses operasi, karena sesuai misi rumah sakit Haji yakni menolong orang yang miskin. Diperkirakan masa penyembuhan paling lama semingu dan Riska bisa pulang,” ungkapnya.(*)

Bangkit dari Awal Buruk

Ac milan vs Palermo

MILAN- Juara bertahan AC Milan mengawali musim ini dengan buruk. Hanya lima angka yang mampu mereka peroleh dari lima pertandingan di Serie A Liga Italia. Mereka juga kalah dari rivalnya seperti Napoli dan Juventus.

Minimnya opsi pemain karena panjangnya daftar pemain cedera menjadi dalih. Makanya, mereka berharap jeda kompetisi karena pertandingan internasional bisa memberikan kesegaran kepada para pemainnya.

Sekarang jeda kompetisi sudah usai, dan mereka harus melakoni pekan keenam Serie A Liga Italia. Klub berjuluk Rossoneri itu bakal menjamu Palermo yang mengawali musim ini dengan baik di San Siro, dini hari nanti.

Memang, Milan masih kehilangan Ignazio Abate, Gennaro Gattuso, Matthieu Flamini, Massimo Ambrosini, Alexandre Pato, yang cedera plus Kevin-Prince Boateng yang terkena skorsing. Tapi, Robinho yang cedera dalam dua bulan terakhir kemungkinan bisa turun lapangan.

Kehadiran Robinho diyakini bisa menambah daya dobrak Milan. “Saya tidak menyangka akan cedera begitu lama. Tapi, sekarang saya sudah siap kembali dan memberikan kontribusi. Tapi, segalanya tetap tergantung pelatih,” kata Robinho, seperti dikutip Goal.

Selain Robinho, dua pemain lainnya yang siap dimainkan bila diberi kepercayaan adalah Taye Taiwo dan Philippe Mexes. Nama terakhir absen dalam enam bulan terakhir sejak masih membela AS Roma karena cedera ligamen lutut.

Pelatih Milan Massiliano Allegri harus berpikir lebih keras untuk mendapatkan kemenangan. Masalahnya, Palermo memiliki rekor yang cukup bagus melawan Milan. Mereka menang tiga kali dalam empat bentrok terakhir.

Hanya, yang perlu dicatat, catatan bagus itu digapai ketika Delio Rossi masih melatih Palermo dan mereka juga diperkuat pemain seperti Javier Pastore, Salvatore Sirigu, Cesare Bovo, Mattia Cassani, dan Antonio Nocerino. Sekarang, komposisi Palermo berubah.

Namun, kekuatan mereka tetap saja harus diwaspadai. Palermo yang ditangani Devis Mangia yang menggantikan Stefano Pioli jelang kompetisi dimulai, tampil cukup menjanjikan. Mereka mengemas sepuluh poin dari lima laga dan berada pada posisi keempat.

Kekuatan Palermo tetap berada pada striker andalannya Fabrizio Miccoli yang berduet dengan Abel Hernandez di lini depan. Miccolli sudah mengemas tiga gol dan juga mencatat tiga assist dalam lima pertandingan Palermo. Miccoli menilai, sekarang Palermo sedang berada pada momentum yang bagus. “Kami harus menghadapi juara bertahan. Tentu lawan yang sangat sulit, tapi kami harap bisa melanjutkan performa bagus awal musim ini,” kata Miccoli. (ham/jpnn)