Home Blog Page 14673

Ketua KPAID Langkat Mundur

LANGKAT- Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Langkat Ernis SA, memilih mengundurkan diri karena minimnya dukungan operasional anggaran. Pengunduran sebagai anggota sekaligus ketua ditujukan kepada  Pemkab Langkat melalui Kabag Umum dan Kaban KB dan PP tertanggal 15 September lalu.

“Bagaimana kami dapat bekerja maksimal, untuk memenuhi biaya  internal saja tidak memadai, apalagi hingga operasional. Penanganan kasus anak bukan kriminal biasa, namun harus dilihat sebagai kasus yang harus dapat perlindungan advokasi,” sebut Enis.

Alasan lainnya, sambung dia, juga kurang terakomodir dengan baik program mereka. Padahal, seluruhnya butuh penanganan serius termasuk pelayanan di lapangan, belum lagi berbagai usulan terkait kebijakan program KPAID selama ini tidak mendapat skala prioritas

Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KB dan PP) Pemkab Langkat, terkesan kurang respek sekaligus menyerahkan sepenuhnya ke  KPAID terkait pengunduran diri Ernis Safrin Lubis sebagai ketua.  (mag-4)
“Itu kita serahkan ke komisi, biar mereka yang merapatkannya. Bagaimana nantinya, ya kita serahkan kepada mereka (komisi),” singkat Kepala Badan KB dan PP Darwan Hasyrimi, Rabu (21/9).

Darwan yang dihubungi ke selulernya dengan datar menjelaskan, pihaknya menyerahkan seutuhnya pengunduran diri Ernis SA Lubis kepada komisi. Pun demikian, ketika disinggung, apakah pengunduran itu tidak berdampak terhadap program kabupaten layak anak (KLA) didengungkan instansi yang dipimpinnya (Badan KB dan PP).

Saat hendak ditanyakan masalah pengunduran dimaksud, berkaitan dengan kurangnya dukungan Pemkab Langkat dan kekecewaan terhadap banyaknya program KPAID tidak terakomodir dengan maksimal serta usulan terkait kebijakan program tidak diayomi menjadi skala prioritas, Darwan memilih menghentikan pembicaraan, dengan dalih sedang menyetir kenderaan. (mag-4)

Bank Sumut Siap Sabet Medali Emas

MEDAN-Kesiapan masing-masing cabang olahraga untuk memenangkan pertandingan pada perhelatan tingkat Nasional di Sumut ini sudah dilakukan sejak jauh hari.

Pasalnya, Porseni IX BPD se-Indonesia ini merupakan even bergengsi yang diharapkan bisa merubah mindset masyarakat Indonesia terhadap Sumut. Tentunya tak hanya di bidang prestasi olahraga, seni, tapi juga sambutan masyarakat Sumut dan pariwisata yang disuguhkan.

Bank Sumut sebagai tuan rumah, telah mempersiapkan atlet bahkan direksinya untuk menyambut, memeriahkan dan menang dalam kegiatan ini.

Tim dari cabor bola kaki misalnya, pada Porseni VIII Kaltim 2009 pada cabor ini Bank Sumut meraih juara III. Sedangkan pada Porseni VII Makassar 2007 dan Porseni VI Bali 2005 Bank Sumut berturut-turut meraih peringkat runner up. “Untuk tahun ini kita digenjot untuk mempersembahkan medali emas. Dengan persiapan yang memang sudah rutin digelar tiga kali seminggu, memberikan banyak manfaat untuk siap menghadapi even kali ini,” ungkap Ketua PS Bank Sumut Hasanuddin, Selasa (20/9).

Pada cabor ini sambung Hasanuddin, Bank Sumut menyiapkan 24 pemain untuk berlaga. “Jam terbang kita juga sudah tinggi untuk mengikuti berbagai kegiatan di Sumut. Dan tak sedikit meraih juara,” tuturnya lagi.

Ia juga menuturkan, sejak seminggu ini, pemain sudah dikarantina untuk melakukan training center. “Hingga kegiatan ini dilaksanakan, atlet kita sudah di-TC untuk mendapatkan perhatian penuh,” jelas Hasanuddin.

Sementara itu, untuk cabor tennis meja yang akan diikuti 14 BPD, Bank Sumut juga telah mempersiapkan diri. “Untuk cabor ini kita punya pemain andalan dari empat pemain yang akan diturunkan. Dan kita juga sudah memberikan pelatihan yang cukup bagi mereka untuk bisa mempersembahkan emas bagi Sumut,” ungkap Manager Tennis Meja Subianto.

Hal senada juga terungkap dari Manager Bola Voli Erwin Zaini. “Untuk voli terbagi dua yakni voli indoor dan voli pantai. Untuk indoor kita siapkan 11 orang dan untuk voli pantai dipersiapkan dua orang. Dan mereka siap mempersembahkan emas untuk Sumut nanti,” jelasnya.

Voli indoor menurut Erwin memang sudah menjadi rutinitas menggelar latihan seminggu tiga kali. Namun, pada tiga bulan terakhir baru diintensifkan. “Lain dengan voli pantai, ini baru sebulan diintensifkan untuk berlatih dengan kondisi sesungguhnya, sebelumnya mereka berlatih bersama di voli indoor,” tuturnya.

Untuk voli pantai, latih tanding dilakukan di lapangan PU Pakam. “Sparing partner juga ada di sana untuk menambah tingkat kesulitan latihan. Dalam minggu ini mereka (Tim voli Bank Sumut, Red) juga sudah akan dilibatkan dalam TC,” jelas Erwin. (saz)

PSMS Belum Jelas, Smeck Akan Gelar Aksi

MEDAN-Hingga saat ini, kondisi PSMS baik pengurus maupun pemain masih belum jelas. Namun, setidaknya PSMS masih memiliki fans yang cukup perhatian terhadap keberlangsungan dan kemajuan tim sepak bola kebanggaan masyarakat Medan ini.

Kali ini dukungan itu kembali datang dari Suporter Medan Cinta Kinantan (SmeCK). SmeCK mengaku prihatin terhadap nasib klub yang berjuluk Ayam Kinantan ini. “Kami prihatin PSMS sama sekali belum siap untuk bisa berlaga di liga yang akan datang. Liga apa pun itu, PSMS tampak tak akan siap menghadapinya. Menurut kami, tim ini belum ada, yang ada sekarang hanya ‘diada-adakan’,” tegas Ketua SMeCK Wahyudinata Simangunsong, Rabu (21/9).

Karena itu, lanjutnya, SmeCK memutuskan akan turun ke jalan untuk mengutarakan aspirasi suporter. “Aksi ini akan kami lakukan Jumat (23/9) pagi, titik kumpul kita akan mendatangi Kantor Wali Kota Medan,” kata Nata, panggilan akrabnya.
Menurut Nata, aksi ini harus dilakukan, karena persiapan PSMS sama sekali belum memperlihatkan progress yang signifikan. “Aksi ini juga bertujuan untuk menggugah dan mendesak Wali Kota Medan yang menurut kami adalah Ketum PSMS saat ini, untuk menyelesaikan konflik yang ada di tubuh PSMS,” ujarnya.

Nata berharap, dengan digelarnya aksi damai ini, Wali Kota Medan bisa dengan segera membenahi masalah. “Kami mengharapkan Rahudman mendesak persiapan PSMS, karena liga akan segera bergulir,” katanya lagi.
Harapan ini mencuat karena komposisi pengurus saja belum jelas hingga saat ini. “Target kami, Rahudman mau bertatap muka dengan SmeCK, untuk membicarakan masalah PSMS ini dan memberikan solusi yang tepat secepatnya,” tutur Nata.
Nata menyebutkan, PSMS sebagai klub kebanggaan Kota Medan harus ditanggungjawabi Wali Kota Medan. “Saat ini dia yang pantas mengurusi PSMS ke depan,” tegasnya. (saz)

Marlev Mundur dari Pelatnas

JAKARTA-Karut marutnya kondisi prestasi PBSI ternyata mulai membuat beberapa pihak kehilangan kepercayaan diri untuk mengembalikan prestasi PBSI. Salah satunya adalah asisten pelatih tunggal putri Marlev Mainaky.

Untuk kali kedua, lelaki 39 tahun tersebut menyatakan mengundurkan diri dari posisinya melatih Adrianti Firdasari dkk. Alasannya, Dia merasa gagal memberikan prestasi bagus bagi pemain tunggal putri Indonesia.

“Saya sudah empat tahun melatih, hasilnya biasa-biasa aja. Saya harus gentle memberikan kesempatan bagi pelatih-pelatih yang banyak (di PB PBSI) dan lebih berpengalaman  dari saya,” ujarnya melalaui pesan singkat kepada Jawa Pos, tadi malam (20/9).

Alasan yang dikemukakan Marlev ini memang berbeda dengan alasannya keluar kali pertama pada Maret lalu. Saat itu, adik kandung pebulu tangkis Rexy Mainaky menegaskan bahwa dirinya mundur karena tidak mendapatkan porsi melatih yang jelas semenjak masuknya pelatih asing asal Tiongkok Li Mao.

Sayang saat disinggung mengenai hal itu dan adanya singgungan dengan PB PBSI, dia mengatakan bahwa pendapat tersebut tidak benar.

Saat dikonfirmasi Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto membenarkan kabar mundurnya Marleve. Bahkan, surat pengunduran diri Marlev telah diserahkan per September 2011. Tapi, dia tidak menyebutkan alsannya dan sampai kemarin pihaknya belum mengambil tindakan apapun.

“Alasannya, yang pasti bukan karena posisinya di sektor tunggal putrid yang tidak jelas terkait kehadiran Li Mao dan Wong Tat Meng,” ucapnya singkat.

Pernyataan Yacob itu ternyata berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh Kabid Binpres PB PBSI Hadi Nasri. Dia memaparkan bahwa pihaknya sudah rela ditinggal Marlev karena permintaannya ini sudah diajukan tak hanya sekali.
Mengenai siapa yang akan menggantikan posisi Marlev, Hadi menegaskan jika tidak akan penambahan pelatih baru. Dia menganggap tenaga pelatih yang ada di PSSI sudah cukup untuk melatih para pemain tunggal putri Pelatnas.

“Tidak akan ada yang masuk. Posisi untuk itu (menangani tunggal putri) sudah cukup. Selain pelatih Li Mao, masih ada asistennya Wong Tat Meng (dari Malaysia) dan Liang Chiu Sia (pelatih lama pelatnas),” tuturnya. (aam/jpnn)

Lapangan Tergenang Latihan tak Kelar

MEDAN-Pada lanjutan sesi seleksi pemain PSMS pada Rabu (21/9) sore, latihan harus dihentikan karena lapangan Stadion Kebun Bunga tergenang akibat hujan yang turun cukup deras.

Bukan takut kondisi kesehatan pemain nantinya menurun, tapi kondisi lapangan memang tak memadai untuk latihan dilanjutkan. Pernyataan itu langsung keluar dari mulut Suharto yang juga ikut berhujan-hujanan saat melatih para pemain.

Pada awal turun hujan, latihan masih diteruskan beberapa menit hingga terlihat lapangan tergenang dan tak lagi mendukung efektivitas dilakukannya latihan. “Padahal pada sesi ini kita sudah mencoba melatih pemain untuk menerapkan ball possession. Ya, belum selesai sepenuhnya tadi latihannya,” katanya.

Suharto menuturkan, lanjutan latihan akan dilakukan besok (Hari ini, Red). “Materi yang belum selesai ini akan dilanjutkan besok. Tentunya akan mengulang dari awal lagi, agar mereka lebih matang lagi tentang mengorganisasi pertahanan di tengah lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Roekinoy menuturkan, ternyata Syaiful Wingback asal Persisam yang dikabarkan kabur pada Senin (19/9) malam hanya untuk berbincang dengan temannya yang juga pesepak bola.

Namun, setelah dikonfirmasi oleh Kinoy, ternyata Syaiful telah diajak oleh management Persiba untuk bergabung di sana. “Selasa (20/9) pagi dia berangkat dari sini,” bilang Kinoy. (saz)

KONI Sumut Belum Mengambil Sikap

MEDAN-Penetapan Darwin Syamsul sebagai Ketua Pengprov PSSI Sumut terus menuai kecaman. Kendati begitu, Ketua Panitia Musdalub PSSI Sumut Catur Agus Saptono menyatakan Musdalub sudah berjalan sesuai ketentuan.
Catur menyebutkan bahwa yang membuat kekisruhan itu terjadi adalah protes dari pendukung Ir Kamaluddin Harahap MSi yang keberatan atas pengurangan suara dukungan yang disebabkan adanya Pengcab/klub yang memberi dukungan ganda kepada dua kandidat.

Selain itu Catur juga menyebutkan bahwa kubu Kalamluddin Harahap keberatan dengan aturan main yang ditetapkan panitia dengan melibatkan Pengcab yang SK nya di tanda tangani Ketua PSSI Sumut periode 2006-2010 atas nama Drs Chaerullah SIP MAP dan bukan SK yang dikeluarkan oleh Ketua PSSI Sumut periode 2010-2014 atas nama Drs Risuddin.

Sayangnya, apa yang diungkapkan Catur ini bertolak belakang dengan fakta yang terjadi di lapangan.
Pasalnya, kekisruhan itu diawali karena panitia tidak pernah melakukan ferivikasi dan mengumumkannya kepada publik, sehingga pendukung Kamaluddin mengelar protes dan enggan masuk ke dalam ruangan yang mengharuskan mereka terlebih dulu membubuhkan tanda tangan di absensi.

“Jika kami membubuhkan tanda tangan, maka jumlah peserta  Musdalub yang diragukan keabsahannya itu akan quorum. Kami tidak ingin itu terjadi karena kami melihat ada sejumlah kecurangan yang akan menguntungkan kubu Darwin. Tapi jika panitia mengumumkan hasil ferivikasi sehari sebelumnya, kekisruhan itu pasti tidak akan terjadi. Jadi, mereka (panitia, Red) tidak perlu memutar balikkan fakta, karena Musdalub itu disaksikan ratusan, bahkan mungkin ribuan insan sepak bola Suamtera Utara. Mereka menjadi saksi atas kecurangan dan kezoliman yang dilakukan panitia kepada kami,” bilang Yusro, perwakilan dari Pengcab PSSI Batubara.

Pada Musdalub lalu panitia tetap menggelar Musdalub meski sebagian besar peserta tidak bersedia memasuki ruangan karena merasa dicurangi dan diperlakukan tidak adil.

Kendati dengan jumlah peserta yang sangat minim dan tidak quorum, namun panitia tetap menggelar Musdalub dan memilih Darwin Syamsul sebagai Ketua PSSI Sumut.

Mendapati hal tersebut, para pendukung Kamaluddin Harahap pun membuat Musdalub tandingan yang diikuti sebanyak 23 perwakilan Pengcab/Klub dan memutuskan Kamaluddin Harahap sebagai Ketua PSSI Sumut periode 2011-2015.

Menanggapi hal tersebut Ketua Harian KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis saat dihubungi mengungkapkan bahwa pihaknya belum bisa menentukan sikap atas konflik ini. Pihaknya, masih menunggu berita acara soal Musdalub tersebut. Namun, KONI mengatakan, pihak Kamaluddin Harahap sudah memberikan surat permohonan rekomendasi kepada KONI Sumut pada Selasa (20/9) lalu.

“KONI berusaha melakukan mediasi persoalan dengan jernih. Kalau kedua belah pihak merasa belum puas dan ngotot maka keduanya bisa mengadukan masalah ini ke badan arbitrase,” tegasnya. (jun/saz)

Beo Nias Jadi Maskot

Porseni IX BPD se-Indonesia 2011

MEDAN-Pada Porseni IX BPD se-Indonesia 2011 yang diselenggarakan di Sumut dan Bank Sumut sebagai tuan rumah, ternyata memiliki misi mulia. Misi ini berupa melestarikan satwa langka Beo Nias. Untuk itu Beo Nias ini pun dipakai sebagai mascot dan untuk memvisualisasikan perhelatan tingkat nasional tersebut.

Direktur Umum PT Bank Sumut M Yahya yang pada kegiatan ini sebagai ketua panitia kegiatan menjelaskan, Beo Nias ini merupakan burung khas dari Sumut yang sudah sangat langka dan mempunyai habitat asli di pulau Nias. “Beo Nias ini memiliki suara nyaring dan apabila dilatih nanti dapat berbicara. Dan dengan penggunaan maskot Beo Nias ini diharapkan bisa membantu melestarikannya,” jelasnya, Rabu (21/9).

Pakaian yang dikenakan Beo Nias ini sebagai mascot adalah pakaian khas Melayu yang menggambarkan tempat dilaksanakannya Porseni tersebut di Kota Medan sebagai ibukota Provinsi Sumut yang tengah berbenah diri di segala bidang menuju kota Metropolitan.

Posisi badan Beo Nias yang melambaikan tangan menggambarkan keramahan masyarakat Sumut dalam menyambut setiap tamu yang datang berkunjung ke daerah-daerah di Sumut yang kaya dengan keberagaman etnis, adat, budaya dan suasana yang kondusif.

Sementara itu, tulisan Pekan Olahraga dan Seni IX BPDSI 2011 menunjukkan kegiatan olahraga dan seni yang dilaksanakan dengan kepercayaan yang diemban Bank Sumut sebagai tuan rumah.

Diharapkan Bank Sumut menjadi tuan rumah yang baik untuk menyambut semua kontingen yang akan bertanding agar merasa betah selama mengikuti seluruh kegiatan. (saz)

30 Stand UMKM Siap Rebut Simpati Pengunjung

MEDAN-Untuk memeriahkan perhelatan Porseni IX BPD se-Indonesia 2011, Bank Sumut menyiapkan 30 stand, baik foodcourt maupun produk UMKM.

Diharapkan 30 stand ini bisa meraih simpati 4000 pengunjung yang bakal hadir di Kantor Bank Sumut Jalan Imam Bonjol No 18 Medan pada Opening Ceremony yang akan dimulai Sabtu (24/9) pagi.

Koordinator UMKM Bank Sumut Endar Sakti Pane menjelaskan, sentra UMKM yang akan digelar di lapangan parkir Kantor Bank Sumut ini akan diisi pelaku usaha yang juga merupakan nasabah Bank Sumut. “Sentra UMKM ini nanti bisa dikatakan replikanya wisata di Sumut. Karena baik dari masakan dan makanan khas juga oleh-oleh dari berbagai daerah di Sumut bisa didapat di sini,” terangnya.

Uniknya lagi, di lokasi tersebut nantinya akan ada semacam pemandu yang masing-masing akan menerangkan makanan maupun masakan yang ada di masing-masing stand.

“Dan untuk mempermudah, belajar dari tahun-tahun sebelumnya, soal pembayaran yang dibuat dengan cara kupon, maka tahun ini kita buat dengan cara pembayaran cash and carry. Jadi, cari makanan yang disuka, langsung bayar,” kata Endar.

Di pelataran parkir tersebut nantinya, akan terdapat dua lokasi. Lokasi pertama untuk foodcourt dan live music yang disediakan stage dan lokasi kedua yakni pameran UKM.

Sementara itu, hingga Selasa (20/9), baru 10 orang tamu yang datang. Tujuh orang dari kontingen Sumsel-Babel yang telah sampai sejak Senin (19/9) lalu. Dan tiga orang dari kontingen Papua yang juga telah sampai pada hari yang sama.
Untuk menampung sekitar 1500-an kontingen, Bank Sumut telah menyediakan sedikitnya 12 Hotel, baik berbintang lima hingga bintang tiga. Adapun ke-12 Hotel tersebut yakni Garuda Plaza, Emerald, Aston City Hall, Swissbel, Danau Toba, Dharma Deli, Arya Duta, Soechi, JW Marriott, Tiara, Grand Antares dan Grand Angkasa. (saz/jpnn)

PB TI Semakin Optimis

JAKARTA-Tim Taekwondo Indonesia proyeksi SEA Games XXVI/2011semakin percaya diri. Itu  seiring keberhasilan mereka meraih 13 emas empat perak, dan tiga perunggu dalam kejuaraan Australia terbuka di Gold Coast Australia yang berakhir 18 September lalu.

“Kami semakin optimistis, tapi kami belum bisa puas karena ujian sesungguhnya anak-anak adalah di SEA Games nanti,” kata Staf Khusus PB Taekwondo Indonesia (TI) Lioe Nam Khiong melalui pesan elektronik kepada media, kemarin (21/9).
Menurut dia, ketidakpuasan harus ditanamkan agar anak didiknya tidak besar kepala menjelang tampil di SEA Games pada 11-22 November mendatang.  Alasannya, Australia terbuka hanyalah ajang uji coba sehingga lawan yang turun belum menunjukkan kekuatan sesungguhnya.

Namun, dia memberikan kredit poin bagi kelas bantam putri -53 Kg dan -68 putra. Kedua kelas itu diyakini akan menjadi penyumbang pasti emas Taekwondo pada SEA Games. Pasalnya, pada kejuaraan di Australia melawan atlet dari negara kuat Taekwondo, wakil Indonesia berhasil mencipatkan final sesama petarung merah putih.

Meski sukses meraih banyak medali, Nam Khiong menilai secara teknik Gerry Rangga Vega dkk. Masih belum makismal. Dia melihat maslah itu masih bsia diperbaiki sehingga semakin matang di SEA Games. Demikian pula dengan mental, pemainnya diharapkan bisa menghilangkan perasaan ragu-ragu yang masih tampak saat bertarung.
“Dari uji coba ini, para atlet rupanya masih harus mengasah kemampuan teknik dan mental bertarungnya,” ujar lelaki yang dalam kejauraan di Australia itu menjadi ketua rombongan.

Pada SEA Games mendatang, Indonesia sendiri menarget untuk bisa meraup enam emas. Tapi, usaha tersebut dipastikan tidak mudah karena harus bisa melewati hadangan Thailand, Vietnam dan Filipina. Itu karena Thailand dan Vietnam pun demikian memiliki juara dunia. (aam/jpnn)

Vettel Ogah Santai

Jelang Grand Prix Malam Hari di Singapura

SINGAPURA- Sebastian Vettel akan menjalani start ke-50-nya bersama Red Bull di Singapura akhir pekan ini. Dan di akhir lomba, dia bisa merayakannya sebagai double world champion termuda dalam sejarah.
Sebastian Vettel, oh, Sebastian Vettel. Umur masih 24 tahun, sudah di ambang jadi juara dunia Formula 1 sebanyak dua kali.

Di Grand Prix Singapura akhir pekan ini, kalau dia meraup 13 poin lebih banyak dari pesaing terdekat di klasemen, maka gelar 2011 resmi menjadi miliknya. Perolehan poinnya tidak akan lagi bisa dikejar di lomba-lomba yang tersisa.
Alangkah istimewanya prosesi penguncian gelar itu, bila bintang Red Bull-Renault tersebut merayakannya sambil berdiri di puncak podium Singapura!

Akhir pekan ini, walau sebenarnya bisa santai, Vettel tak ingin tampil biasa-biasa saja. Dia masih ingin menang, masih akan tampil ngotot.

“Sebastian tidak ingin bersantai menuju gelar juara dunia. Dia benar-benar ingin mendapatkannya secara meyakinkan,” begitu ucap Adrian Newey, bos teknis Red Bull, seperti dilansir Autosport.

Vettel juga punya alasan ekstra untuk habis-habisan di jalanan Marina Bay, Singapura. Pembalap Jerman itu belum pernah menang di sana, setelah kesalahan-kesalahan kecil menghalangi upayanya dalam dua tahun terakhir. Seperti melewati batas kecepatan di jalur pit.

Tahun lalu, Vettel tetap mampu finis kedua, tidak jauh di belakang Fernando Alonso (Ferrari). Musim ini, dia menegaskan niatan untuk finis di depan semua pesaing.

“Saya sangat suka sirkuit ini. Sangat menantang. Ada banyak tikungan, panjang, panas, dan balapan diselenggarakan di malam hari. Ada banyak sekali hal spesial di Singapura,” ucapnya via rilis resmi Red Bull.

Kata Vettel, gelar juara mungkin belum tentu dia kunci di Singapura. Tapi dia menegaskan akan memburu kemenangan.
“Mobil kami tampaknya sangat kompetitif di sana. Semoga kami bisa datang dan meraih kemenangan,” ujarnya. “Melihat perebutan gelar, memang masih banyak yang harus kami lakukan. Kami berada di posisi yang sangat kuat, dan kami layak mendapatkannya karena kami telah bekerja keras dan membuat sangat sedikit kesalahan. Selama kami pergi dari Singapura dengan perolehan poin lebih, maka kami sudah bisa dianggap bekerja dengan baik. Kita lihat saja nanti,” paparnya.

Bagi para pesaing, yang mereka bisa lakukan hanyalah tampil maksimal dan sebisa mungkin menghalangi terjadinya pesta gelar Vettel di Singapura.

“Kami masih harus menghadapi enam lomba tersisa, itu berarti enam kesempatan untuk menang. Kami di sini untuk menang, balapan memburu gelar juara dunia. Masih terlalu dini untuk melempar handuk,” tandas Jonathan Neale, managing director McLaren-Mercedes. (aza/jpnn)