Home Blog Page 14679

Kapoldasu Ultimatum Polresta Medan

Tidak Mampu Tangani Kasus Menonjol

MEDAN- Polresta Medan mendapat peringatan keras (ultimatum) dari Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro. Peringatan ini dikeluarkan karena Polresta Medan dianggap tak mampu menangani kasus menonjol.

Selain Polresta Medan, sembilan Polres lainnya juga mendapat peringatan yang sama. Polres yang dimaksud adalah Belawan, Langkat, Binjai, Deliserdang, Serdang Bedagai (Sergai), Asahan, Labuhanbatu, Simalungun, dan Tapanuli Selatan (Tapsel).

“Di wilayah Polres atau Polresta tersebut banyak kasus menonjol yang terjadi, di antaranya pencurian dengan kekerasan (curas), perjudian dan sebagainya,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro melalui Kabid Humas Kombes Heru Prakoso, Selasa (20/9).

Heru menambahkan, khusus judi merupakan salah satu praktik ilegal yang mendapat prioritas untuk diberantas dan telah menjadi komitmen Polri. Jika didapati ada praktik perjudian di suatu wilayah dan berhasil diungkap tim Polda, segera akan diselidiki.  Andai didapati ada ‘main mata’ kepolisian setempat dengan mafia atau bandar judi di lokasi tersebut, maka Kapolres dan Kasat Serse akan dicopot.

“Saat ini di Polresta Medan juga sedang marak geng motor, diimbau terus melakukan penyuluhan seperti bekerjasama dengan berbagai pihak, terutama pihak sekolah. Jika kelompok geng motor sudah melakukan tindak pidana, harus dikenakan tindak pidana,” kata Heru.

Kepada Polres lain, sambungnya, jika mulai terlihat gejala bakal adanya gejala geng motor harus segera ditangani dengan baik. Jangan sampai besar sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Kalau berdasarkan laporan intelijen, bakal ada bibit geng motor di suatu daerah harus langsung ditangani dengan baik. Jangan sampai berkembang dan mengakibatkan banyak keresahan,” pintanya. (ari)

Bukan Seremoni Semata, Ini Soal Kemanusiaan

Jadikan Donor Darah Sebagai Gaya Hidup Metropolis

Setetes darah memiliki arti yang sangat besar bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Tidak terbayangkan berapa banyak nyawa manusia yang harus melayang karena kekurangan darah untuk ditransfusikan.

INDRA JULI-MEDAN

Setidaknya hal ini menjadi perhatian main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara (Sumut) dan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI). Maka, kegiatan bertajuk “Donor Darah, Setetes Darah Untuk Kemanusiaan” pun digelar di Lantai IV Gedung Indako Jalan Pemuda Medan, Selasa (20/9).

Menariknya, tidak seperti kegiatan sejenis yang kerap digelar, donor darah ini justru berlangsung di tengah kesibukan beraktifitas. Demikian pula ruangan yang ditata sedemikian rupa menghadirkan suasana tersendiri bagi karyawan untuk mendonorkan darahnya. Bahkan, beberapa peserta merupakan pendonor perdana.

“Ini kali pertama saya mendonor. Selama ini saya bisa down kalau lihat darah. Tapi melihat kawan-kawan kok jadi bersemangat,” ucap Rahman, seorang staf CV Indaco Trading Co, kepada Sumut Pos usai melakukan donor darah.
Begitu juga dengan pendonor perdana lainnya mendapat aplaus dari rekan-rekan sejawat yang menunggu giliran. Beberapa dari mereka bahkan memberikan selamat dengan bersalaman maupun membantu mengabadikan momen bersejarah tersebut.

Ya, karena dilaksanakan di saat menjalankan aktivitas, kegiatan ini cukup mendapat sambutan hangat dari seluruh karyawan CV Indako. Hampir seluruh karyawan rela mendaftarkan diri sebagai pendonor. Hanya beberapa yang tidak bisa sehubungan kondisi kesehatan seperti sedang hamil ataupun memiliki tensi darah yang rendah, serta kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Selain itu, jika dilihat dari segi waktu juga sangat efisien karena sama sekali tidak mengganggu jam kerja, sehingga dapat dikatakan Honda memberi kesempatan karyawan beramal sambil bekerja.
Kegiatan pun mendapat sambutan dari Ketua PDDI Sumut Parlindungan Purba yang hadir menyapa seluruh peserta kegiatan. Selain memberi apresiasi, Parlindungan berharap kegiatan berkelanjutan dan CV Indaco Trading Co hendaknya memicu perusahaan lainnya untuk menggelar kegiatan serupa.

“Mengingat dampak positif bagi kesehatan, sudah saatnya donor darah ini menjadi gaya hidup kaum metropolis, tidak lagi sebatas seremonial belaka. Untuk itu harus ada program lanjutan ke depan. Apalagi kebutuhan darah terbesar itu pada kecelakaan lalu lintas,” ucap anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sumut ini.

Arifin Posmadi, General Manager CV Indako Trading Co mengungkapkan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Honda terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dengan mengajak seluruh karyawan Honda untuk mendonorkan darahnya, maka secara tidak langsung mengajak mereka ikut berperan serta membantu mengurangi angka kematian karena setetes darah akan menjadi kehidupan bagi orang lain.

“Aksi sosial donor darah ini merupakan suatu wujud nyata kepedulian kami terhadap sesama umat manusia dan wujud terima kasih kepada konsumen atas prestasi Honda menjadi pemimpin pasar roda dua tanah air dengan menguasai pangsa pasar 53 persen dari pasar di Sumatera Utara, komulatif hingga Agustus 2011. Kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas yang membutuhkan dan dapat semakin ditingkatkan untuk kedepannya,” ujar Arifin Posmadi.

Masih Arifin, kegiatan ini untuk mendukung upaya PDDI dalam menghimpun masyarakat dari semua kalangan untuk mendonorkan darahnya, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat Kota Medan yang membutuhkan.

Sementara itu, Eddy Tioe, HRD Manager CV Indako Trading Co mengungkapkan sesuai dengan tagline Honda “One HEART” Maka CV Indako bersama karyawan telah satu hati untuk melakukan kegiatan sosial donor darah ini untuk memupuk rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap orang yang membutuhkan. “Honda ingin ada satu momen, dimana kita bisa charity (berbuat amal) sama-sama, melakukan kegiatan sosial sama-sama. Intinya walau sibuk dengan segala rutinitas, tapi kami masih memiliki jiwa sosial untuk membantu sesama. “ ujar Gunarko Hartoyo. (*)

Lima Jurus Mutu Pendidikan

Adalah sebuah cerita usang ketika pendidikan di Indonesia dikatakan di bawah Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina bahkan pernah di bawah Vietnam. Sumatera Utara sebagai salah satu wilayah di Indonesia tak pelakn terkena imbas dari cerita usang tersebut. Lantas, apa yang harusnya dilakukan agar mutu pendidikan Indonesia, khususnya Sumut menjadi cemerlang? Berikut hasil wawancara wartawan koran ini Rahmat Sazaly Munthe dengan Ketua Dewan Pendidikan Sumut OK Nazaruddin Hysam, Selasa (20/9).

Apa sebenarnya masalah yang terjadi dalam pendidikan Nasional termasuk di Sumut?  Dan apa solusi yang sudah dilakukan?

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia khususnya Sumut, pemerintah Sumut dan pusat mencontoh keberhasilan pendidikan di negara-negara lain sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Di RRC komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru termasuk dari aspek jaminan kerja.
Untuk meningkatkan mutu pendidikan, ada lima yang perlu mendapat perhatian yakni, pertama, konteks pendidikan. Kedua, penjaminan input pendidikan profesi guru. Ketiga, penjaminan proses. Keempat, penjaminan output pendidikan profesi guru. Dan kelima, penjaminan outcomes pendidikan profesi guru.

Dapat Anda jelaskan dengan cara lebih umum?
Untuk meningkatkan mutu yang lebih spesifik sehingga kualitas pendidikan lebih menonjol maka kebijakan desentralisasi pemerintahan membawa harapan bagi pembangunan pendidikan khususnya penyelenggaraan sekolah.

Dengan apa peningkatan mutu itu dapat dilakukan?
Keberhasilan pendidikan di Sumut mengacu pada KBK Depdiknas 2002 mengisyaratkan, empat pilar dasar pendidikan perlu diberdayakan agar siswa mampu berbuat untuk memperkaya pengalaman belajarnya. Dengan meningkatkan interaksi dengan lingkungannya baik fisik, sosial, maupun budaya, sehingga mampu membangun pemahaman dan pengetahuannya terhadap dunia sekitarnya.

Dengan demikian siswa dapat membangun pengetahuan dan kepercayaan dirinya. Kesempatan berinteraksi dengan individu atau kelompok yang bervariasi akan membentuk pemahaman akan kemajemukan dan keanekaragaman yang menumbuhkembangkan sikap positif dan toleran. Sesungguhnya inilah kompetensi dasar yang seharusnya dimiliki siswa.

Apa saja yang harus ditingkatkan secara terus menerus untuk kualitas pendidikan ini?
Perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan secara berkesinambungan, termasuk kurikulum pendidikan. Konsep kurikulum Berbasis Kompetensi dipandang sangat relevan dengan konteks saat ini, yang diyakini mampu membekali peserta didik dengan berbagai kemampuan yang sesuai dengan tuntutan zaman ini yakni kompetensi multi dimensional.

Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini juga disemangati oleh visi dan misi pembangunan pendidikan nasional. (*)

Riski Barus Mulai Membaik

Anak Korban Keracunan

MEDAN-Riski Barus bocah berusia 4 tahun 9 bulan, warga Desa Ketangkuhan, yang juga korban keracunan yang dirawat di RSUP H Adam Malik, sejak Senin (19/9) semalam hingga Selasa (20/9) ini kondisinya sekarang sudah mulai membaik.
Hal itu diucapkan, Humas SRUP H Adam Malik, Sairi Saragih, Selasa (20/9). “Kondisinya sudah mulai membaik, tapi kita belum ketahui hasilnya karena muntahannya masih di Puskesmas setempat,” katanya.

Diterangkannya, pihak rumah sakit saat ini masih menunggu muntahan dari Puskesmas untuk mengetahui hasil racun yang sempat masuk ke tubuh bocah berusia 4 tahun 9 bulan tersebut. Lebih lanjut, tambahnya, segala pemeriksaan telah dilakukan terhadap Riski Barus. “Yang kita perlukan itu botol tempat minumannya agar mengetahui jenis racunnya sementara botol minumannya masih berada di Polres Karo dan muntahan Riski di Puskesmas setempat,” terangnya.
Sekedar mengingat, Riski Barus termasuk salah satu yang ikut mengkonsumsi minuman botol yang diduga beracun di Tanah Karo, Senin (19/9). Sedangkan dua orang lagi meninggal di tempat dan Riski berhasil diselamatkan di Puskesmas setempat dan ke RSUP H Adam Malik.

Sementara, Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Pancur Batu masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait minuman susu yang diduga beracun dikonsumsi hingga menewaskan dua warga dan seorang warga kritis di Desa Ketangkuhan Bandar Baru Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang, Senin (19/9).

Korban yang mengalami keracunan minuman yang dikonsumsinya, Senin (19/9) lalu yakni Sri boru Barus (25) dan Rio Agusti (6) yang meninggal dunia setelah meminum cairan yang diduga susu. “Belum ada saksi yang bisa diperiksa karena masih berduka dan hari ini (kemarin) pemakaman dua korban,” jelas Kepala Polsek Pancur Batu Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ruruh Wicaksono saat dikonfirmasi, Selasa (20/9). (jon/mag-7)

Selesaikan Masalah dengan Masalah

Jargon Pegadaian yang berbunyi ‘Menyelesaikan Masalah tanpa Masalah’ tampaknya bak sindirian bagi pasangan suami istri (pasutri) Fadli (26) dan Eka Lestari (22). Pasalnya, warga Jalan Marelan Rayan Gang Mayor Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan ini mendapat masalah setelah menggadaikan sepeda motor kepada rekannya.

Bagaimana tidak, yang digadaikan pasutri ini sepeda motor orang lain. Maka, pantas saja keduanya langsung dijebloskan ke sel tahanan Polsek Medan Labuhan, Selasa (20/9). Penahanan ini adalah buah aduan Ramadhani (23), warga Jalan Platina Kelurahan Titipapan Kecamatan Medan Deli, pemilik sepeda motor yang digadaikan pasutri tersebut.

Ceritanya, sepekan sebelum lebaran lalu, Eka meminjam sepeda motor Yamaha Mio milik Ramadhani untuk menjumpai suaminya Fadli. Setelah ketemu, Fadli malah mengajak Eka untuk menggadaikan sepeda motor tersebut, mengingat mereka belum membayar uang kontrakan. Jadilah seorang rekan mereka di Hamparan Perak menerima sepeda motor itu. Uang Rp1 juta pun diterima pasutri itu. Dan, uang kontrakan sebesar Rp350 ribu per bulan bukan masalah lagi. “Padahal aku tidak mau menggadaikan kereta (sepeda motor) itu, tapi suamiku yang memaksanya,” aku Eka.

Apa lacur, nasi telah menjadi bubur. Niat untuk menyelesaikan masalah uang kontrakan malah menjadi masalah; mendekam di sel tahanan Polsek Medan Labuhan. Ya, berniat mempertahankan kehangatan rumah kontrakan, eh, malah harus menikmati dinginnya sel. (mag-11)

Sertijab ASOPS Lantamal I

BELAWAN- Penempatan personel pada jabatan tertentu dalam organisasi TNI AL merupakan suatu hal yang rutin dalam rangka penyegaran. Pergantian suasana atau menyegaran ini baik bagi anggota yang bersangkutan maupun bagi organisasi sekaligus sebagai wahana promosi bagi pembinaan karir personel yang bersangkutan.
Nah, dengan adanya penempatan jabatan seperti ini akan menambah semangat dan khasanah wawasan serta pengalaman untuk kemudian dijadikan acuan dalam membangun organisasi khususnya Lantamal I. Hal tersebut dikatakan oleh Komandan Lantamal I, Laksamana Pertama TNI Bambang Soesilo pada upacara serah terima jabatan Asops Komandan Lantamal I dari Kolonel Laut (P) Tri Satriya Wijaya kepada Kolonel Laut (P) P Rahmat Wahyudi di Gedung Yos Sudarso Mako Lantamal I Belawan, Selasa (20/9).

Bambang Soesilo menjelaskan bahwa Asops Komandan Lantamal I adalah eselon pembantu pimpinan yang bertugas membantu Komandan Lantamal I dalam merumuskan kebijakan dalam bidang dukungan administrasi dan logistik bagi satuan operasi TNI AL serta pembinaan potensi maritim dan fungsi-fungsi pangkalan yang lain di wilayah Lantamal I.
“Konstelasi geografis wilayah Lantamal I berupa Selat Malaka dan daerah rawan konflik Nangroe Aceh Darusallam memerlukan pemikiran dan konsentrasi yang tinggi. Yakni dalam bidang pengoperasian unsur-unsur Kamla, KRI, KAL, Patkamla serta Posal dalam rangka terciptanya suatu kondisi stabilitas keamanan di wilayah perairan hingga dapat menghilangkan rasa kekhawatiran bagi pengguna alur pelayaran internasional yang sangat vital,” jelasnya. (mag-11)

Bukti Keterlibatan Direktur Polmed Terus Diburu

MEDAN- Bagian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumut telah menahan tiga orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga laboratorium Teknik Elektro Politeknik Negeri Medan (Polmed) senilai Rp4,5 miliar lebih. Bahkan, berkasnya segera diserahkan ke jaksa.

“Ya, berkas sudah lengkap dan akan kita serahkan ke Jaksa,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho kepada Sumut Pos, Selasa (20/9).
Ketiga orang tersebut antara lain, H selaku pelaksana proyek, SS selaku Kuasa Pengguna Anggaran dan S selaku Bendahara Polmed. Ditengarai Direktur Politeknik Medan (Polmed) Zulkifli Lubis juga terlibat dalam kasus tersebut. Karena itu, bukti dan data keterlibatan tersebut terus diburu. “Untuk mengarah pada keterkaitan pihak direkturnya, kita terus melakukan pencarian barang bukti dan data-data baru,” jelas Sadono Budi Nugroho.

Mengenai Direktur CV Medika Karya, Dewi Komaria yang sudah masuk dalam kategori calon tersangka, Sadono Budi Nugroho menyatakan, pihaknya juga terus berupaya melakukan penyelidikan atas Dewi Komaria.
Untuk diketahui, pemenang tender pengadaan alat laboratorium, pendidikan bengkel jurusan Elektro Polmed pada 1 Oktober 2010 adalah Herman Taher dari PT Astasari Sartika, kemudian membuat surat kerja sama dengan Thomas Sembiring dari PT Get.(ari)

Wajib Belajar 12 Tahun Dimulai 2012

JAKARTA-Wajib belajar (Wajar) 12 tahun tampaknya bakal segera terwujud di Indonesia. Pasalnya, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mulai merintis pendidikan yang menggantikan Wajar Pendidikan Dasar (Dikdas) 9 tahun tersebut.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Menengah (Dikmen) Hamid Muhammad mengatakan, pemerintah sedang menyiapkan rintisan Wajar 12 tahun. Rencananya, program penuntasan belajar tersebut dimulai 2012 mendatang. ’’Sekarang sedang menyiapkan grand designnya,’’ ungkap Hamid kepada INDOPOS (grup Sumut Pos) di Jakarta, Minggu (18/9).

Prinsipnya, kata Hamid, pemerintah akan menyiapkan infrastruktur sekolah, rintisan BOS sekolah menengah, bantuan khusus guru tidak mampu, dan penyiapan guru. “Nanti kalau grand designnya sudah mau rampung akan saya undang teman-teman untuk mengetahuinya,” janji Hamid.
Diakui mantan dirjen PNFI ini, sudah ada beberapa daerah yang menjalankan Wajar 12 tahun. Misalnya di Kota Makassar, Palembang, dan Jogjakarta.

Menurutnya, pencanangan Wajar 12 tahun sudah sangat mendesak. Sebab, maraknya pungutan yang dilakukan sekolah terhadap siswa di jenjang SMA dan SMK. Data Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) 2010, provinsi yang paling tinggi pungutannya adalah Sulawesi Selatan. Meskipun di daerah tersebut sudah ada pembebasan terhadap item-item tertentu, tapi pungutan tetap ada.
“Misalnya buku. Buku wajib memang ditanggung sekolah. Tapi LKS tidak. Biayanya mencapai Rp700 ribu per semester,” ungkapnya.

Yang diinginkan pemerintah adalah, lanjut Hamid, keterjangkuan. Dengan adanya Wajar 12 tahun tentunya keterjangkauan makin besar. “Kalau dipadukan dengan mutu keterjangkauan bertolak belakang. Kita rumuskan kemahalan itu siapa yang menanggungnya. Seperti dulu pusat 75 dan daerah 25,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Pembinaan SMK Joko Sutrisno mengatakan, untuk mewujudkan Wajar 12 tahun harus ada pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi SMA dan SMK. Sekarang ini, sudah ada insentif serupa yang diberikan kepada sekolah menengah, yaitu Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM).’’Nantinya BOMM itu akan dirintis menjadi BOS untuk sekolah menengah,” ucapnya.

Saat ditanya mengenai besaran dana yang diperlukan untuk mendukung program wajar 12 tahun,  Joko mengaku, belum bisa menjelaskan. Sebab, hingga kini belum adanya kepastian tentang besaran yang harus dibayar untuk setiap anak.Dirinya menggambarkan, BOS yang ideal untuk siswa SMK sebesar Rp700 ribu per anak per tahun. Kalau ditanggung 100 persen tentunya butuh banyak sekali biayanya. (cdl/jpnn)

Pamer Gaun Warna Menyala

Emmy Awards 2011

Warna menyala mendominasi red carpet Emmy Awards ke-63 di Nokia Theather, Los Angeles, kemarin (19/9). Sejumlah aktris kelas A memilih gaun bernuansa menyala dalam acara penganugerahan awards untuk karya televisi AS tersebut.

LOS ANGELES-Misalnya, salah seorang pemeran Vampire Diaries, Nina Dobrev, yang tampil cantik dalam tube dress beraksen ekor mermaid milik Donna Karan serta aktris Friday Nights Lights, Adrianne Palicki dan Kerry Washington.
Merah menyala juga dipilih Kate Winslet lewat gaun berpotongan simpel karya Elie Saab. Dia melengkapi penampilan itu dengan meraih satu trofi aktris terbaik untuk kategori miniseri dan film lewat miniseri berjudul Mildred Pierce. Sementara itu, bintang serial Glee Lea Michelle tampil seksi dan menawan berkat backless dress Marchesa. Gaun beraksen kuntum mawar di bahu tersebut juga membuat si pemeran Rachel Berry menuai pujian kritikus fashion.
Selain merah, tone perak dan putih juga banyak menjadi pilihan. Bintang Mad Men, Christina Hendricks, misalnya, memamerkan cleavage dan lekuk tubuh sempurna dalam embellished dress Johanna Johansson. Sementara itu, pemenang best actress kategori drama Julianna Marguiles memilih gaun putih simpel dari Armani Prive.

“Saya baru memilih gaun ini tadi malam. Saya benar-benar tidak punya ide mau pakai apa, tetapi kemudian saya menemukan gaun putih ini,” ungkap Marguiles kepada E!Online. “Butuh kepercayaan diri besar memakainya, tetapi saya nyaman,” tambah bintang The Good Wife itu.

Sementara itu, dari jajaran pemenang, tidak banyak kejutan yang terjadi. Dua pemenang tahun lalu, Mad Men dan Modern Family, kembali dinobatkan sebagai serial terbaik untuk kategori drama dan komedi.

Tak puas hanya menjadi komedi terbaik, Modern Family juga menyapu empat kategori lain. Serial yang ditayangkan channel ABC itu juga merebut trofi berkat penampilan Ty Burell dan Julie Bowen yang masing-masing memenangkan outstanding performance untuk pemeran pria dan perempuan. Dua penghargaan lagi diraih lewat skenario dan penyutradaraan terbaik.

“Ini merupakan keberhasilan yang memalukan. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya ingin menyatakan bahwa Ty Burell dan Julie Bowen sangat pantas menang. Tetapi, untuk Michael, kok rasanya tidak pantas ya,” ucap Steven Levitan, produser Modern Family, seperti dilansir Hollywood Reporter. Michael yang dimaksud adalah Michael Alan Spiller, si sutradara. “Bercanda, Michael,” tambahnya buru-buru, disambut tawa audiens.

Serial yang mengisahkan keluarga yang tinggal di pinggiran Los Angeles itu memang sangat disukai di AS. Plot yang segar dan penampilan para aktor dan aktrisnya menjadi daya tarik utama film yang baru berjalan dua season tersebut. Pada season pertama tahun lalu, Modern Family juga sukses merebut komedi terbaik di Emmy.

“Kami harus memeras otak untuk menciptakan isu-isu baru agar ceritanya selalu fresh,” kata Levitan. “Ada keinginan Cam dan Mitch untuk mengadopsi bayi, ada Claire yang tertarik pada politik, dan ada cerita yang melibatkan David Cross. Kami bersyukur penggemar masih bisa menerima perkembangan itu,” jelasnya.

Di sisi lain, sukses memenangkan drama terbaik empat kali beruntun tidak memuaskan para kreator Mad Men. Pasalnya, serial yang ber-setting Amerika pada dekade 60-an itu tidak memenangkan penghargaan lain sama sekali. Padahal, mereka mendominasi dengan 19 nominasi.

“Saya tidak berpikir ini terjadi,” ungkap produser Matthew Weiner seperti dikutip Reuters. “Kami hanya bisa terdiam, tetapi kemudian kami memenangkan ini (drama terbaik, Red), so cukup seimbang. Buat saya, penghargaan ini adalah simbol bahwa publik menyukai apa yang kami persembahkan,” lanjutnya di belakang panggung.

Sementara itu, Glee yang datang dengan 12 nominasi juga harus gigit jari. Mereka hanya merebut satu trofi. Itu pun tidak diperoleh oleh cast Glee sendiri. Trofi sebiji tersebut diraih oleh Gwyneth Paltrow yang tampil sebagai bintang tamu di episode The Substitute. Dia berperan sebagai guru pengganti Holly Holliday yang merebut hati semua murid.
Chris Colfer dan Jane Lynch yang tahun lalu memenangkan aktor dan aktris pembantu terbaik harus mengakui keunggulan bintang-bintang Modern Family. Meski begitu, penampilan Lynch sebagai host menuai banyak pujian. Dengan gaya khasnya yang sarkastis sekaligus energik serta dikombinasi skill menyanyi membuat banyak pihak menyebutnya sebagai pemenang sebenarnya. (na/c6/any/jpnn)

Labuhan Batu dan Medan Kloter Satu

Calon Haji Wilayah Sumut

MEDAN- Bola undian untuk menentukan jadwal keberangkatan Kelompok Terbang (Kloter) Jamaah Calon Haji (JCH) asal Sumut, di Aula Madinatul Hujjaz Asrama Haji Medan, Senin (19/9), sempat terjatuh ke lantai dari wadah tempat pengundian sebanyak 3 kali.

Jatuhnya bola undian kloter tersebut,  saat mengundi kloter 1, 4 dan 10. Bahkan, pada pengundian kloter 10, bola undian berwarna orange yang terjatuh ke lantai sebanyak 3 buah.
“Kalau undian kloter 1 dan 4 tadi yang jatuh satu, jadi disahkan. Kalau ini, yang jatuh lebih dari satu makanya diulang,” kata perempuan berjilbab yang menjadi master of ceremony merangkap operator undian dari pihak Kemenagsu, Senin (19/9) Bola undian pertama kali jatuh pada Calon Haji (Calhaj) asal Labuhan Batu dengan jumlah calhaj 401 jamaah dan Medan 45 jamaah.

“Tahun lalu Labuhan Batu, sekarang Labuhan Batu lagi,” gumam seorang tamu yang hadir.
Dari data yang diperoleh Sumut Pos, jumlah keseluruhan calon haji plus petugas haji yang akan berangkat ke tanah suci sebanyak 8.387 orang, yang terbagi dalam 19 kloter.

Jumlah calon haji terbanyak berasal dari Medan 2.486 jamaah, diikuti calon haji asal Labuhan Batu 1.301 jamaah, kemudian berturut-turut diikuti calon haji asal Madina dan Langkat 450 jamaah dan seterusnya. Sedangkan untuk calon haji dari perorangan 250 jamaah. Jumlah petugas haji yang mendampingi keberangkatan 95 orang. Total keseluruhan calon haji yang berangkat sebanyak 8.292 orang.
Jumlah itu, sudah termasuk 58 jamaah yang masuk kuota tambahan yang telah melunasi BPIH tahap 3 yang berakhir kemarin.

Jumlah itu diperoleh, jika jumlah keseluruhan calon haji yang berangkat sebanyak 8.292 orang dikurang kuota awal calon haji asal Sumut sebanyak 8.234 orang. Namun, diketahui pada pembayaran BPIH tahap 2 pada tanggal 9 September lalu, diketahui 110 calon haji asal Sumut tidak melunasi BPIH. Jadi, berarti jumlah calon haji asal Sumut yang berhak berangkat berdasarkan batas akhir pelunasan Tahap II sebanyak 8.124 orang. kemudian, diperoleh kesimpulan bahwa jumlah calon haji yang masuk pada periode tambahan sebanyak 110 ditambah 58 orang, sebanyak 168 orang. Kemudian lagi, jumlah kuota tambahan yang diperoleh Sumut sebanyak 289 orang. Berdasarkan data ini, diperoleh selisih antara jumlah kuota tambahan 289 orang, dikurang dengan jumlah yang tidak membayar BPIH tahap II yang ditambah jumlah calon haji yang membayar pada tahap III 168 orang, maka berarti ada 121 kuota yang tidak terpenuhi.

Karena jumlah kuota terutama kuota tambahan yang tidak terpenuhi itu, apakah ke depannya Sumut tidak akan mendapat lagi jatah kuota tambahan dari pemerintah pusat?

Mengenai hal itu, Kepala Kantor Kemenagsu Syariful Mahya Bandar yang dikonfirmasi Sumut Pos mengenai hal ini, seusai acara Qur’ah (undian, red) kloter tersebut mengatakan, pihaknya tetap mengharap jatah kuota tambahan.
“Jangan seperti itulah. Kita tetap berharap, ada jatah tambahan,” katanya.(ari/mag-9/mag-3)