30 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 14681

ABG 17 Tahun Jual Dua Wanita

MEDAN- Aksi  anak baru gede (ABG) berinisial NS (17) warga Jalan Denai, Medan digagalkan petugas Unit Remaja anak dan wanita (Renakta) Reskrimum Poldasu saat menjual dua temannya kepada pria hidung belang, Selasa (11/10) sekira pukul 23.30.

Penangkapan itu bermula ketika seorang polisi menyamar sebagai pria hidung belang menghubungi NS. Polisi itu memasan dua wanita di antar ke kamar 428 di kawasan Simpang Limun Jalan Sisingamangaraja, Medan.
Sesuai perjanjiannya, bila ABG itu mendapatkan dua wanita yang dipesan maka akan diberikan upah sebesar Rp1 juta. Ternyata, ABG itu cukup lihai mencari dua wanita yang hendak dipesan itu. Pasalnya, sejak lulus SMA, ABG itu sudah kost di Jalan Air Bersih, Medan.

Setelah pembicaraan dengan pria hidung belang tuntas, NS  langsung cerita dengan dua teman kostnya, KA alias Keke (20) dan L (21). Setelah keduanya sepakat untuk ditawarkan ke pria hidung belang, maka Ns langsung membawanya langsung ke kamar hotal yang sudah dijanjikan.

Naas bagi NS, ketika hendak masuk ke kamar yang dijanjikan. Ternyata yang memesan itu polisi wanita. NS  tak bisa berbuat apa-apa dan langsung diamankan ke Poldasu.

Kanit Sila Renakta Reskrimum Polda Sumut, AKP Hia  membenarkan adanya penangkapan tersebut. Tapi, dia tak memberikan penjelasan lebih jauh prihal penangkapan tersebut.

“Memang tadi (kemarin, Red) malam tim ada menangkap, lebih baik nanti saja ya konfirmasinya ke pimpinan,” ucapnya.
Pasca adanya penangkapan terhadap NS, tempat kost itu langsung sepi dan ditinggalkan penghuninya. Bahkan, seorang wanita tampak terburu-buru membungkus pakaian dan pergi meninggalkan kamar kostnya. (mag-5)

70 Pelaku Industri Sawit Ngumpul di Medan

Palm Oil Exhibition, 12-14 Oktober 2011

MEDAN-Sumatera Utara sebagai jantung industri sawit nasional dengan luas perkebunan sawit 1,2 juta hektar menjadi alasan tepat digelarnya Palmex Indonesia 2011. Di tahun ketiganya Palmex Indonesia 2011 menghadirkan setidaknya 70 perusahaan yang bergerak di industri sawit lokal dan mancanegara hadir memamerkan teknologi teranyar untuk produksi hulu dan hilir kelapa sawit.

“Ini kita lakukan dalam upaya menambah efektivitas dan efisiensi kerja pabrik kelapa sawit dan juga untuk menambah produksi dalam waktu bersamaan,” ujar Susan Tricia, Direktur Utama Fireworks Indonesia selaku penyelenggata pameran di Griya Dome Convention Center, Medan, Rabu (12/10).

Susan mengklaim, pameran ini merupakan even terbesar untuk industri minyak sawit. “Dimana para purchaser dan engineer hadir guna membeli atau mengganti mesin lama mereka dengan mesin baru serta meng-update wawasan mereka akan teknologi terbaru yang mampu meningkatkan kinerja,” ungkapnya.

Mengambil tema Increasing the Efficiency of World Palm Oil Production, Palmex Indonesia berniat menjadi wadah mencari solusi memaksimalkan kinerja dari industri minyak sawit. Sehingga dapat berkontribusi lebih banyak kepada negara dan bangsa.

“Palmex Indonesia 2011 juga menjadi peluang yang baik bagi para pelaku industri minyak sawit untuk menunjukkan keseriusan mereka terhadap upaya penyelamatan lingkungan,” terang Susan.

Dikatakannya Palmex tahun ini menghadirkan produk yang bisa mencari solusi memaksimalkan kinerja dari industri minyak sawit sehingga dapat berkontribusi lebih banyak kepada negara dan bangsa. “Palmex menjadi peluang yang baik bagi para pelaku industri minyak sawit untuk menunjukkan keseriusan mereka terhadap upaya penyelamatan lingkungan,” ucap Susan.

Transaksi tahun ini diharapkan naik Rp5 miliar dari tahun lalu sebesar Rp10 miliar. “Dengan luas perkebunan sawit terluas di Indonesia, kami yakin target tersebut tercapai,” ujarnya lagi.

Dalam kesempatan yang sama Wali Kota Medan Rahudman Harahap menyambut baik kegiatan pameran yang dilaksanakan Palmex Indonesia. “Kami menyambut baik pameran Palmex Indonesia 2011 di Medan. Diharapkan pameran ini memberikan inspirasi bagi para pengusaha untuk lebih meningkatkan produksi turunan minyak sawit sekaligus mempererat hubungan baik antara pengusaha dan pemerintah guna mengakselerasi pertumbuhan industri sawit,” sebutnya.

Salah satu eksibitor yang telah berpartisipasi sejak 2009, Susanto Lim, Direktur Utama PT Sarana Trimitra Solusindo mengaku cukup antusian dengan kegian pameran yang diselenggaran Fireworks Indonesia. “Partisipasi kami di Palmex Indonesia selalu berbuah hasil yang menggembirakan karena Palmex Indonesia mampu menghadirkan para penentu keputusan dari perusahaan-perusahaan yang menjadi rekanan potensial. Sehingga kamipun tidak perlu bersusah payah untuk melakukan kunjungan presentasi satu persatu,” ucapnya.

Sejumlah nama besar di Industri minyak sawit di Indonesia maupun mancanegara memamerkan produk dan teknologi mereka seperti PT Kawan Lama Sejahtera, PT Multi Mayaka, PT Jebsen and Jesses Tecgnology dan sejumlah nama industri sawit besar di Indonesia lainnya. (uma)

Tiga Bandar Ganja Divonis 36 Tahun

MEDAN- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan memvonis tiga orang bandar ganja asal Medan dan Nangroe Aceh Darussalam (NAD)  36 tahun penjara. Ketiganya dihukum karena terbukti memiliki 18 Kg ganja yang siap edar.
Demikian vonis hukuman dibacakan Ketua Majelis Hakim PN Medan, Yuferry F Rangka, Rabu (12/10). Vonis itu dibacakan majelis hakim dalam sidang terbuka di PN Medan di depan terdakwa,  Cut Ali dan Yahya Suryadi warga NAD serta Julisen Sihombing warga Medan.

Hakim menjatuhkan hukuman kepada ketiga bandar ganja itu dikarenakan ketiganya terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) UU No 35/2009 tentang Narkotika. Akibatnya, ketiganya dihukum masing-masing 12 tahun penjara dan denda masing-masing Rp1 miliar. “Kalian divonis 12 tahun penjara, kalau kalian tak puas atas putusan ini, bisa banding,” ucapnya.
Hakim menyatakan hal memberatkan ketiga bandar ganja karena ketiganya membawa, memiliki dan menawarkan narkotika golongan I jenis ganja.

Putusan majelis hakim itu lebih rendah 5 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya, JPU menuntut bandar ganja itu masing-masing 17 tahun penjara dan denda Rp1miliar subsider 3 bulan. “Kami menerima putusan hakim sekarang ini,” ucap JPU, P Siburian.

Untuk diketahui, ketiga Bandar ganja itu ditangkap pada 16 Mei 2011 di tempat terpisah. Cut Ali dan Yahya Suryadi ditangkap di kawasan Jalan Brigjen Katamso, saat akan menjual ganja pada petugas polisi yang menyaru sebagai pembeli.
Komplotan itu telah menjual ganja sebanyak 2 Kg dengan harga Rp4 juta di kawasan Kecamatan Namorambe, Deli Serdang. Tapi, sisanya masih ada sebanyak 18 Kg ganja kering asal Kutacane yang akan diedarkan. (rud)

PNS Lulusan SMA Sebaiknya Pensiun Dini

Soal 67 Ribu Honorer, Pemerintah Masih Plin Plan

JAKARTA-Negara ini tampaknya semakin tak ramah dengan lulusan sekolah menengah atas (SMA). Bagaimana tidak, setelah menghilangkan formasi lulusan SMA dalam penerimaan CPNS, kini anjuran pensiun dini pun semakin genjar.
Begitulah, struktur kepegawaian di Indonesia yang didominasi lulusan SMA akan digeser perlahan-lahan ke formasi diploma maupun sarjana. Ini terkait dengan program reformasi birokrasi di bidang SDM kepegawaian. “Pensiun dini ini bukan paksaan, tapi sifatnya suka rela. Kita hanya mengimbau saja agar PNS yang lulusan SMA mau ikut program pensiun dini,” ujar Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB)  EE Mangindaan, usai raker dengan Komisi II DPR RI di Senayan, Rabu (12/10).

Dalam program pensiun dini, PNS akan mendapatkan berbagai kompensasi, salah satunya nilai pensiun yang lebih tinggi dibanding pensiun biasa. “PNS yang pensiun dini secara suka rela akan mendapatkan berbagai kompensasi. Ini supaya PNS-nya tidak merasa dirugikan,” katanya.

Pensiun dini tak hanya ditawarkan pada lulusan SMA (1,59 juta pegawai), yang diploma dan sarjana pun bisan
Apalagi bagi PNS yang kondisi fisiknya tidak memungkinkan lagi untuk bekerja. “Daripada tidak bekerja, kan baiknya pensiun dini saja. Lain masalahnya kalau PNS bersangkutan sangat dibutuhkan tenaganya. Tapi sekali lagi pemerintah tidak memaksa. Itu sifatnya suka rela kok,” ujarnya.

Lain lagi dengan soal puluhan ribu honorer yang kabarnya akan diangkat menjadi CPNS. Ya, belum genap sebulan, pemerintah sudah berubah pikiran terkait rencana pengangkatan 67 ribu tenaga honorer kategori I menjadi CPNS. EE Mangindaan menyebutkan, jumlah 67 ribu honorer itu masih harus diverifikasi lagi.

Verifikasi menyangkut sejumlah hal, antara lain ada tidaknya formasi yang tersedia untuk honorer dimaksud. Analisis kebutuhan pegawai akan dilakukan secara mendalam. Soal umur tenaga honorer, juga akan dicek lebih cermat lagi. Beban keuangan negara juga menjadi pertimbangan pemerintah. “Kursi yang kita sediakan memang 67 ribu. Namun, apakah diangkat semua atau tidak, akan kita lihat dari hasil verifikasi,” ujar Mangindaan.

Sebelumnya, usai acara sosialisasi Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang  pengangkatan honorer menjadi CPNS di gedung Kemendagri, 20 September 2012, Mangindaan mengatakan, 67 ribu tenaga honorer kategori I akan menjadi CPNS begitu RPP disahkan menjadi PP, yang akan diterbitkan Oktober. “Segera diterbitkan (PP tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS, red) . Mudah-mudahan Oktober,” ujar EE Mangindaan saat itu.
Sebanyak 67 ribu honorer yang akan diangkat itu sudah melalui proses verifikasi data oleh Kemenpan. Mereka adalah tenaga honorer yang bekerja di bawah 2005, tapi belum terangkat karena tercecer.

Rupanya, 67 ribu honorer hasil verifikasi itu masih dianggap perlu diverifikasi lagi. “Kalau tidak sesuai kriteria, misalnya umurnya tidak cukup atau lebih, SK masa kerjanya aspal, begitu juga ijazahnya palsu, otomatis akan kita gugurkan,” jelas Mangindaan.

Dia menjelaskan, usulan formasi untuk honorer itu juga akan dilihat apakah sesuai analisis jabatan dan kebutuhan. “Saya tidak berani mengangkat semua honorer bila tidak sesuai kriteria dan tidak ada dalam formasi. Karena saya tidak ingin membebankan negara untuk membayar honorer yang tidak jelas pekerjaannya,” kata menteri asal Sulut itu.
Keterangan mengenai hal yang sama disampaikan Deputi SDM bidang Aparatur Kemenpan-RB Ramli Naibaho. Karena akan diverifikasi ulang, dia memperkirakan jumlahnya akan menyusut jika dari hasil verifikasi ada yang dinyatakan tak memenuhi persyaratan.

Namun, lanjutnya, pihaknya juga berharap agar kuota 67 ribu itu bisa terisi semua, alias tak ada yang tercoret saat verifikasi. “Tapi kemungkinan besar, tidak akan terpenuhi kuotanya. Ini karena data-data 67 ribu honorer tersebut akan diverifikasi lagi. Dan biasanya dalam verifikasi pasti ada data-data yang tidak sesuai sehingga harus dibubarkan,” ujarnya.

Ramli tidak mengingkari ada persoalan pendanaan untuk gaji, yang belum klir. Badan Anggaran (Banggar) DPR dan kementrian keuangan belum memutuskan berapa dana yang harus disediakan.

“Ini masih dalam pengusulan ke Banggar. Kami berusaha agar dana untuk pembayaran gaji CPNS dari honorer kategori I bisa terakomodir semuanya di RAPBN 2012,” terang Ramli.

Dia mengakui, salah satu faktor penyebab molornya pengesahan RPP pengangkatan honorer juga terkait masalah anggaran ini. “Anggarannya sudah kita hitung dan usulkan, tapi kan penentunya ada di Banggar dan Menkeu. Meski sudah kita usulkan, tapi kalau kas negara tidak cukup, bagaimana bisa direalisasikan. Apalagi begitu honorernya diangkat CPNS, otomatis gajinya langsung jalan,” terangnya. (sam/esy/jpnn)

Gatot: Hanya Silaturahmi

JAKARTA-Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, Rabu (12/10) kemarin, telah bertemu Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Diah Anggraeni di gedung Kemendagri, Jakarta. Hanya saja, belum jelas apa hasil pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu.

Usai pertemuan pun Gatot tidak banyak mengeluarkan komentar. Dia mengaku, pertemuan itu hanya pertemuan biasa. “Hanya silaturahmi saja,” ujarnya.

Begitupun Diah Anggraeni, hingga tadi malam dia belum bisa dimintai konfirmasi terkait hasil pertemuan itu. Pasalnya, Diah terlalu sibuk karena tamu yang hadir silih berganti. Hanya saja, sehari sebelumnya, Diah menyebutkan pertemuan terkait kebijakan mutasi yang dilakukan Gatot.

Kapuspen Kemendagri, Reydonnyzar Moenek, seharian kemarin juga tak ngantor karena sedang tugas di luar. Saat dihubungi lewat ponselnya, dia mengaku belum bisa memberikan keterangan karena tidak ikut dalam pertemuan.

Sebelumnya kehadirannya di Jakarta, Gatot telah mengirimkan laporan terkait mutasi tertanggal 16 September 2011, ditujukan Kemendagri. Dalam laporannya itu, Gatot menyebutkan bahwa mutasi yang telah dilakukan sudah melewati persetujuan Badan Pertimbangan Jabatan Kepangkatan (Baperjakat) Pemprov Sumut. Gatot, dalam laporannya itu juga mengatakan bahwa mutasi dilakukan untuk meningkatkan kinerja di Pemprov Sumut.

Sementara itu, dari DPRD Sumut muncul informasi, persoalan mutasi telah diselesaikan melalui lobi-lobi politik. Setelah hak interpelasi batal, usulan hak angket juga dipastikan bakal gagal. Hanya segelintir anggota dewan yang tetap bersemangat meributi persoalan tersebut.

“Tidak ada pembagian jatah sebagai dasar untuk membatalkan hak interplasi. Kalau pun ada, itu semua sesuai alokasi anggaran yang disahkan DPRD Sumut. Karena yang membahas itu kan anggota dewan,” ungkap Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumut, Tahan Manahan Panggabean, membantah adanya deal-deal pembagian pos-pos anggaran terhadap segenap anggota Fraksi Demokrat dan anggota DPRD Sumut lainnya.

Apa alasan yang melatarbelakangi sejumlah anggota Fraksi Demokrat, yang menarik dukungan atas Hak Interpelasi yang diajukan, karena diketahui sejumlah anggota Fraksi Demokrat merupakan pendukung Hak Interpelasi itu?
Terkait hal itu, Tahan Panggabean membenarkan bila memang ada beberapa anggota Fraksi Demokrat yang mendukung pengajuan Hak Interpelasi, namun berdasarkan keputusan Fraksi Demokrat akhirnya diusulkan untuk tidak mendukung rencana tersebut. Maka akhirnya, Demokrat mencabut dukungan.

“Ada sejumlah orang, namun pada akhirnya harus dirapatkan di fraksi. Di Fraksi, ternyata diambil kesepakatan tidak menyetujui pengajuan Hak Interpelasi itu. Ini sudah berlalu, dan kita melangkah ke depan sekarang,” tuturnya. (sam/ari)

Dihadang Harimau, Dapat Sepeda dari Panglima GAM

Ismail, Pengeliling Indonesia Tiba di Sumut Pos

Mengelilingi Indonesia dengan mengendarai sepeda adalah sebuah usaha yang tidak ringan. Ismail (42) asal Indramayu berhasil melakukannya. Banyak kisah yang dialaminya, mulai dari hadangan harimau Sumatera hingga diberikan sepeda oleh Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Indra Juli-Medan

Begitulah, tiga kali bertemu kawanan harimau Sumatera mewarnai perjalanan Ismail dalam mewujudkan impiannya yakni menjadi pengumpul tanda tangan terbanyak dari bersepeda keliling Indonesia.    “Sempat dihadang kawanan harimau di Tele waktu mau ke Dairi. Waktunya sore gini lah, ada kabut tipis. Ada lima ekor harimau dan saya sendiri. Kalau ada orang masih bisa nangis minta tolong kan,” tutur Ismail saat menyambangi Redaksi Sumut Pos di Gedung Graha Pena Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (12/10). Kemeja biru dilapis rompi dan topi berwarna krem, celana keper hitam, dan sepatu sport memperlihatkan semangat besar tersimpan dalam tubuh 150 centimeter.

Sebelumnya, Ismail sudah diperingatkan oleh warga yang ditemui di Dolok Sanggul. Bahwa saat itu adalah musim kawin bagi harimau. Hal itu dibuktikan dimana sekelompok harimau berjumlah lima ekor turun melintas dan langsung mengerumuni dirinya. Seekor harimau bahkan menggesek-gesekkan tubuhnya ke sepeda gunung yang ditunggangin
Pria kelahiran Indramayu, 5 Mei 1969, ini pun hanya bisa terdiam. Terlebih saat pandangannya beradu dengan harimau lainnya. Mengantarkan sebuah kesadaran akan hubungan alam dengan kehidupan. “Tanpa sadar, celana saya sudah basah. Saya hanya berpikir positif waktu itu. Dia juga makhluk hidup seperti saya, yang tidak mau mengganggu kalau tidak diganggu. Mungkin karena saya belum mandi sehingga aroma tubuh manusia yang tercium harimau. Sampai setengah hari saya baru bisa ngomong,” kenangnya.

Pertemuan Ismail dengan kawanan harimau sebenarnya bukan yang pertama. Selama melintasi Pulau Sumatera, tercatat tiga kali dirinya dihadang harimau. Pertama terjadi di Nanggroe Aceh Darusallam (NAD) dan saat melintasi perbatasan Sumatera Barat (Sumbar) dengan  Sumatera Utara (Sumut).

Kenangan menyeramkan itu langsung pudar saat menginjakkan kaki di Kota Medan. Suasana penuh keakraban yang dirasakan dari tawaran tempat tinggal di Jalan Utama Medan dari seorang warga yang baru saja dikenalnya. “Saya sempat kaget. Di kota yang majemuk seperti ini justru bisa menerima saya dengan tulus. Saya benar-benar kagum,” aku Ismail.

Keinginan menjadi penjelajah sudah dirasakan saat duduk di kelas IV Sekolah Dasar. Bahkan hal itu menjadi cita-cita putra ketiga dari lima bersaudara ini. Karena tidak mendapat restu, perjalanan yang sempat dimulai harus terhenti di Surabaya. Hingga 20 Juli 1989 saat berusia 20 tahun Ismail mendapatkan izin dan memulai perjalanan resminya. Mengambil start dari Indramayu menuju bagian timur Indonesia.

Di awal perjalanannya, Ismail sempat mengalami pengalaman mendebarkan. Ya, dia sempat hidup bersama salah satu suku asli di Pulau Papua, Madani yang akrab disebut suku Dani. Dimana dirinya menjadi saksi kehidupan suku kanibal. “Saya tahunya waktu pemimpin suku yang disebut ‘Bahorok’ mengundang pada jamuan perayaan ‘menang perang’. Dimana jasad dari pihak lawan dibakar dan dimakan bersama,” bebernya.

Di tengah keberingasan kanibalisme suku Dani berikut keteguhan menjunjung hukum adat, Ismail belajar bahwa komunikasi belum kehilangan peran dalam penyelesaian masalah. Dengan komunikasi tadi dirinya hanya membayar 10 ekor babi dan tiga hari direndam dari yang seharusnya tiga bulan. Kemampuan berbaur membuat dirinya mendapat simpati dari anggota suku. Bahkan, dirinya dihadiahi empat wanita suku Dani untuk dibuahi. Hal itu untuk kenang-kenangan bagi anggota suku saat harus melanjutkan perjalanan. Dari empat wanita tadi, Ismail pun memiliki dua anak.
Kehidupan asmara Ismail ternyata masih berlanjut. Biduk cintanya kembali berlabuh di Kalimantan dengan dara bernama Haun. Panggilan jiwa petualang membuat mahligai rumah tangganya hanya bertahan lima bulan saja. Begitu pun kehadirannya di NAD kembali mengurai kisah bersama seorang dara yang namanya masih tersimpan rapat.
Sumatera Utara sendiri merupakan provinsi ke-29 yang dilalui. Selama itu tandatangan yang terkumpul mencapai empat juta tanda tangan dari berbagai instansi pemerintah, BUMN dan Swasta, juga berbagai lembaga yang ada di daerah yang dilaluinya. “Mungkin saya akan tinggal selama dua minggu di sini. Karena mau bertemu dengan Muspida provinsi dan kota. Sekalipun masih kurang fit, harus dipaksakan untuk mencapai target lima juta tandatangan,” pungkasnya.

Untuk transportasi, Ismail sudah 32 kali ganti sepeda. Sepeda yang ke-33 pun sangat istimewa baginya. Pasalnya sepeda yang penuh dengan stiker komunitas bikers ini merupakan pemberian dari Sofyan Daud, mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM). “Itu pemberian yang sangat saya banggakan,” pungkasnya. (*)

Dari Jepang ke Amerika

Sherina Munaf

Sedikit demi sedikit, langkah Sherina Munaf (21) di dunia hiburan makin mendunia. Bakat dan kemampuannya di bidang seni dipercaya oleh banyak pihak. Banyak hal yang bisa dia lakukan selain bermusik dan berakting
Kemarin (12/10) perempuan kelahiran Bandung itu menandatangani kontrak dengan produsen arloji Casio untuk tahun kedua. Dia kembali dipercaya oleh perusahaan yang berpusat di Tokyo, Jepang, itu untuk menjadi ikon Baby-G dan Sheen.

Tahun lalu dia mendapat kehormatan untuk mendesain jam tangan dengan edisi terbatas.

Tahun ini Sherina menyatakan tidak sabar segera terlibat berbagai kegiatan yang berkaitan dengan tugasnya sebagai ikon itu.

“Sewaktu mendapat kehormatan untuk bikin desain jam, saya suka banget. Meskipun, itu sama sekali bukan bidang saya. Saya sempat pusing karena harus merevisi desain. Kan harus dapat persetujuan dari Tokyo. Sempat dua kali diubah desainnya. Makanya, saya berharap agar diberi kesempatan lagi,” katanya saat ditemui di Velpa Kafe, Gandaria City, Jakarta Selatan.

Dia menegaskan, keinginan membuat desain bukan karena ingin menjadi trendsetter. Menurut dia, menjadi trendsetter adalah accidentally alias kebetulan. “Sebuah kehormatan, menurut saya, kalau apa yang saya buat disukai orang dan menjadi tren, ya, mudah-mudahan. Yang pasti, saya suka melakukan itu,” jelasnya.

Penyanyi yang pernah diundang Jackie Chan untuk mengisi acara amal menggalang dana untuk korban tsunami Jepang di Victoria Park, Hongkong, itu juga memiliki sederet proyek yang tengah dikerjakan. Di perfilman, dia tengah menyiapkan film musikal. Sherina akan bermain di fim tersebut. Dia juga yang menggarap semua lagu dan liriknya. “Tahun depan semoga bisa rilis filmnya. Lagu-lagu di film tersebut juga menjadi album tersendiri,” bebernya.

Dia juga tengah menyiapkan sebuah kumpulan karya tulisnya dalam sebuah situs yang diberi nama ThumbLip. Semua fiksi, cerita pendek yang pernah dia tulis, akan dikumpulkan menjadi satu. Lalu, untuk anak-anak, Sherina bekerja sama dengan seniman komik sedang menyiapkan komik khusus penanggulangan bencana. “Kenapa komik, supaya lebih mudah diingat oleh anak-anak,” lanjutnya.

Lalu, saat ini dia juga sedang menyongsong ujian yang menentuan apakah pelantun Geregetan itu bisa bersekolah di Amerika Serikat atau tidak. Sherina memutuskan untuk melanjutkan kuliah di AS tahun depan. Dia ingin mengambil ilmu yang berhubungan dengan science. “Doain ya, semoga keinginan saya ini tercapai. Saya mau ambil science,” tuturnya. (jan/ayi)

Silang Pendapat Calhaj Ditahan Imigrasi Arab Saudi

Sekretaris dan Koordinator PPIH Embarkasi Medan

MEDAN-Seorang jamaah calon haji (calhaj) dari Embarkasi Medan dikabarkan tertahan di Imigrasi Arab Saudi. Jamaah tersebut dicurigai pihak berwenang memakai paspor palsu.

Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris PPIH Embarkasi Medan Abdul Rahman Harahap. Sayang, meskipun telah dibujuk, Rahman enggan memberikan keterangan lebih lanjut soal calhaj yang bermasalah tersebut. “Setibanya di Jeddah jamaah calhaj ini terhalang oleh pihak Imigrasi. Ini diakibatkan adanya perbedaan foto paspor dengan wajah asli jamaah. Jadi, pihak Imigrasi Saudi Arabia mencurigai keaslian paspor itu,” terang Rahman, Rabu (12/10).

Menurut Rahman, hal ini tak sempat berlarut-larut, karena jamaah akhirnya berhasil melanjutkan perjalanannya untuk beribadah. “Tak ada masalah, cuma tertahan beberapa jam saja,” jelasnya lagi.

Namun, di kesempatan berbeda, Koordinator PPIH Embarkasi Medan Sazli Nasution tak membenarkan adanya kejadian tersebut. “Hal itu tidak benar. Karena komunikasi kami dengan petugas kloter yang berada di Jeddah terus dilakukan dan sejauh ini kami belum mendapat laporan tersebut,” ujarnya.

Sazli juga menjelaskan keterbukaan antara petugas Embarkasi Medan dan petugas yang berada di Jeddah terjalin baik. “Jadi, jika terjadi hal demikian, pasti telah disampaikan dan tidak akan ditutupi keberadaannya,” jelasnya.

Terkait dengan itu, soal jamaah calhaj berisiko tinggi (risti) diharapkan bisa ditemani jamaah yang lebih muda dalam kamarnya. Sehingga dapat membantu mereka melakukan berbagai aktivitasnya.”Nah, karena hal ini maka akan ditemukan jamaah muda yang juga mendapatkan fasilitas kamar seperti jamaah risti,” terangnya.

Sazli menerangkan, petugas akomodasi merupakan pihak yang menentukan nomor kamar dan jenis kamar para jamaah calhaj. Dengan begitu Sazli meminta para petugas tersebut bisa lebih teliti memberikan dan menetapkan di kamar mana jamaah harus ditempatkan. “Karena para petugas juga akan dinilai kinerjanya oleh pihak PPIH Embarkasi Medan. Jika terbukti melakukan pelanggaran maka petugas akan diberikan sanksi oleh PPIH Embarkasi Medan,” tegasnya.

Ia juga mengatakan, kloter pertama dan kedua situasi kamar tempat tinggal jamaah calhaj masih sesuai. Situasi yang tak sesuai bisa terjadi jika jumlah calhaj risti tak mencukupi dari ruangan yang disediakan. “Artinya ruangan yang diperuntukan kepada jamaah calhaj risti berlebih dan ditempati oleh jamaah lainnya atau barangkali jamaah muda yang ikut tidur di ruangan tersebut sebatas menemani keluarganya yang dinyatakan risti,” tuturnya.

Di tempat terpisah, tercatat 461 calh Kabupaten Langkat bertolak dari Stabat. Rombongan, nantinya terlebih dahulu masuk asrama haji Medan sebelum diberangkatkan ke Jeddah, Kamis (13/10).

Dalam kesempatan ini, Bupati Langkat, H Ngogesa Sitepu, memberikan tali kasih secara pribadi yakni Rp250 ribu per calhaj, ketua regu menerima Rp400 ribu, bagi ketua rombongan Rp500 ribu sedangkan petugas kesehatan serta petugas kelompok terbang (kloter) Rp750 ribu per orangnya.

“Mohon kepada bapak ibu calhaj mendoakan Bumi Langkat senantiasa terpelihara, jagalah kesehatan agar pelaksanaan ibadah dapat sempurna,” kata Ngogesa di Tribun Alun-alun T Amir Hamzah.

Kepala Staf Urusan Haji Kabupaten Langkat, Iwan Zulhami, melaporkan JCH Kabupaten Langkat seluruhnya berjumlah 461 terdiri dari 2 kloter yang tergabung dalam Kloter 11 dan Kloter 19. Untuk Kloter 11 bertolak ke tanah suci pada tanggal 13 Oktober 2011 pukul 09.00 WIB menuju Jeddah, dijadwalkan kembali ke tanah air tanggal 23 Nopember 2011 pukul 03.30 WIB. Sementara Kloter 19 nantinya berangkat menuju Jeddah tanggal 22 Oktober 2011 pukul 07.00 WIB dan kembali ke tanah air direncanakan sesuai jadwal tanggal 02 Desember 2011 pukul 02.35 WIB. (saz/mag-4)

Irham Buana: Honor Saya Rp5 Juta

Soal Draf Anggaran Pilgubsu Rp496 miliar

MEDAN-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut Irham Buana Nasution terkesan tidak paham dengan draf anggaran Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2013 senilai Rp496 miliar. Salah satu buktinya adalah mengenai honor Ketua KPU Sumut dan empat anggota KPU Sumut lainnya.

Selasa (11/10) lalu, Irham Buana Nasution ketika dikonfirmasi Sumut Pos di salah satu ruang di Dekanat Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menuturkan, jumlah honor 5 punggawa KPU Sumut masing-masing sebesar Rp2,5 juta.

Namun, dari draft anggaran yang diajukan KPU Sumut ke Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho dan pimpinan DPRD Sumut, ternyata diperoleh data honor Ketua KPU Sumut sebesar Rp5 juta dan empat anggota KPU Sumut masing-masing Rp4 juta per bulannya.

Mengenai hal itu, Irham Buana yang dikonfirmasi Sumut Pos berdalih, dirinya lupa dan yang dikatakannya itu adalah honor pada Pilkada 2008 lalu. “Saya lupa. Itu honor di Pilkada 2008 lalu. Kalau sekarang Rp5 juta, dan anggota Rp4 juta,” kilahnya.

Mengenai efisiensi, lanjut Irham, pada prinsipnya untuk masalah honor ketua dan anggota KPU, tidak masalah bila mesti disederhanakan. Namun pada prinsipnya, tidak terlalu signifikan bila masalah honor yang diefisiensikan.
Sementara itu, anggota DPRD Sumut Arifin Nainggolan yang dimintai pendapatnya mengenai jumlah anggaran Pilgubsu 2013 sebesar Rp496 miliar, merupakan nilai yang tidak rasional dan relevan. Karena nilai yang hampir mencapai setengah triliun tersebut, terlalu besar. “Itu tidak rasional lagi. Itu terlalu besar,” katanya.

Apakah pihak anggota DPRD Sumut bersedia untuk berdiskusi atau duduk bersama dengan anggota KPU Sumut serta unsur Muspida Plus lainnya, guna membahas mengenai anggaran tersebut?

Terkait hal itu, politisi Fraksi Demokrat Sumut ini menyatakan, pada prinsipnya persoalan dana tersebut harus dikaji dan ditelaah lebih dalam dan lebih detil oleh pihak KPU Sumut. Artinya, dengan penelaahan dan pengkajian itu, semestinya ada anggaran-anggaran yang tidak terlalu tinggi.

Kendati demikian, dalam konteks Pilgubsu dan pilkada-pilkada lainnya, pihak DPRD Sumut tengah menunggu hasil revisi UU 32 Tahun 2004 tentang pemilihan kepala daerah. “Revisi UU tentang pemilihan kepala daerah telah diserahkan ke DPR RI. Dan kita masih menunggu hasil pembahasan dari DPR RI itu. Kalau nantinya disahkan, maka Pilgubsu 2013 akan dilakukan oleh DPRD Sumut. Jadi, anggaran sebesar yang diajukan KPU Sumut bisa tidak diterima. Artinya, bisa terjadi efisiensi dalam Pilgubsu 2013,” tegasnya.(ari)

Yingluck dan Abhisit Kompak Tuntaskan Banjir Thailand

BANGKOK- Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra kompak dengan pemimpin kubu oposisi, Abhisit Vejjajiva dalam mengatasi banjir yang melanda negeri gajah putih itu sejak dua bulan ini. Keduanya bertukar pikiran guna membawa Thailand terbebas dari banjir.

Menurut harian The Nation, Yingluck dan Abhisit serta para pejabat terkait, Selasa (11/10) sempat bertukar pikiran mengenai upaya mengatasi banjir, yang telah melanda bagian utara Thailand dan kini mengancam ibu kota Thailand, Bangkok dan sekitarnya. Mereka bertemu di Pusat Penanggulangan Banjir Nasional, yang berlokasi di Bandara Don Mueang.

Abhisit menyarankan kepada pemerintah agar evakuasi dan bantuan darurat dilaksanakan sejenak di sejumlah penampungan. Mantan perdana menteri Thailand itu mengusulkan kepada PM Yingluck agar menggunakan area kargo di bandara Don Mueang sebagai tempat penampungan baru bagi para pengungsi korban banjir.

Selain mengutarakan sejumlah ide, Abhisit bersama Partai Demokrat menyalurkan bantuan darurat dan keuangan ke para korban banjir. Mereka membantu pemerintah dalam menyalurkan bantuan.  Ide dari oposisi itu disambut baik pemerintah. Bahkan kakak Yingluck yang berstatus mantan perdana menteri, Thaksin Shinawatra, menyambut baik kerjasama antara pemerintah dan oposisi. (net/jpnn)