Home Blog Page 14689

Kamaluddin Dipilih 23 Pengcab/Klub

MEDAN-Usai PSSI menggalar Musdalub PSSI Sumut yang menentapkan Darwin Syamsul sebagai Ketua PSSI Sumut, para insan sepak bola di Sumut yang terdiri dari mantan pengurus serta sebanyak 23 Pengcab/Klub menggelar Musdalub tandingan.

Meski Musdalub ini terkesan tandingan, namun gelaran ini berjalan sangat demokratis dan dilaksanakan sesuai dengan statuta PSSI.

Musdalub tandingan ini diikuti oleh 23 Pengcab/Klub dan dipimpin oleh Haris Harto (Binjai), Bachtiar Sibarani (Tapteng) dan Ahmad Yusro (Batubara) dengan agenda utama pemilihan Ketua PSSI Sumut periode 2011-2015.
Usai membacakan tatib pemilihan, Kamaluddin Harahap yang merupakan calon tunggal dari Musdalub ini dipilih sebagai Ketua PSSI Sumut periode empat tahun mendatang.

“Kami memilih Kamaluddin Harahap, karena kami yakin dirinya mampu membawa PSSI Sumut ke arah yang lebih baik, karena selain masih muda,  beliau juga anggota DPRD Sumut yang notabene juga panitia anggaran di sana. Kami berharap dengan terpilihnya beliau, maka urusan finansial yang selama ini menjadi kendala PSSI dapat teratasi,” harap Haris Harto.

Besarnya harapan yang diapungkan para pendukungnya inilah yang ditengarai membuat Kamaluddin memiliki banyak pendukung. “Kami pemilik suara sah pada Musdalub ini, namun karena kami mendukung Bang Kamaluddin, maka kami tidak pernah mendapat undangan untuk menghadirinya. Ironisnya, undangan yang sampai ke tangan peserta Musdalub bukan berasal dari KONI Sumut yang menjadi sekretariat Panitia Musdalub, namun justru beralamat dari PT Togos Gopas. Ini sungguh aneh,” bilang Ali Akbar perwakilan dari Pengcab Labuhan Batu.

Sementara itu Ketua PSSI Sumut terpilih Ir Kamaluddin Harahap mengatakan bahwa dirinya siap membawa PSSI Sumut ke arah yang lebih baik lewat kompetisi yang teratur serta mempoerbaiki dan memprbanyak infrastruktur.
“Sejak dulu Sumut merupakan gudangnya pemain andal. Jadi tidak ada alasan kita tertinggal dari daerah lain. Semuanya harus kembali seperti dulu lagi. Sumut menjadi salah satu kiblat pembinaan sepak bola nasional,” bilang pria yang dalam kesehariannya juga membina PS DPRD Sumut itu. (jun)

Tanamkan Tiga Kunci Sukses

MEDAN- Berhasil atau tidaknya proses belajar mengajar dalam sebuah perguruan tinggi ditentukan oleh tiga faktor. Ketiganya adalahkurikulum dan infrastruktur, kemauan dan komiten mahasiswa serta dunia industri dan usaha yang menerima lulusan.

“Ketiga faktor ini kita tekankan  kepada para mahasiswa untuk meraih kesuksesan baik dalam proses menuntut ilmu maupun karir dalam dunia usaha yang ditekuninya,” ungkap Direktur Politeknik LP3I Medan Akhwanul Akmal,SP,MSI, usai Pengenalan Studi Pendidikan dan Lingkungan (PSPL) untuk mahasiswa baru tahun akademik 2010-2011, di ruang kerjanya Jumat (16/9) .

PSPL ini sebelumnya, menurut Akhwanul dilaksanakan secara serentak oleh Politeknik LP3I Medan yang tergabung dari tiga kampus yakni, Kampus Glugur By Pass, Kampus Gajah Mada dan Kampus Sisingamangaraja Medan, sejak 12 hingga 15 September.

Sebelumnya,Wakil Direktur Politeknik LP3I Medan, Syahril Sutan Saidi SE, menyebutkan PSPL ini merupakan program tahunan kampus LP3I yang ada di Indonesia. “PSPL tahun ini diikuti 800 mahasiswa baru dari tiga kampus,” katanya.
Syahril menegaskan, LP3I menerapkan PSPL bagi mahasiswa baru sebagai pengganti Ospek. Pada PSPL tahun  ini, LP3I bekerja sama dengan Dirlantas dan TNI. Hal ini dilakukan guna pembekalan kepada mahasiswa baru akan pentingnnya tertib berlalu lintas serta belajar kedisiplian.

Selain itu, kata Syahril, mahasiswa juga diperkenalkan tentang penguasaan soft skill yang merupakan faktor penting dalam menunjang karir seseorang. Melalui PSPL, dia mengharapkan bisa menjadi wadah bagi mahasiswa baru untuk meninggalkan sifat-sifat negatif ketika masih duduk di  bangku SMA. “Mahasiswa dituntut fokus dan paham tugas dan fungsi mahasiswa,” ujarnya. (uma)

Dicari Duta Bahasa 2011

Balai Bahasa Medan (BBM) kembali menggelar Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Sumut untuk memilih utusan ajang serupa Tingkat Nasional di Jakarta.

Kali ini, BBM menggandeng Ikatan Duta Bahasa Sumatera Utara (IDBSU) yang dibentuk alumni Duta Bahasa Sumut.
“Pendaftaran calon peserta Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Sumut ini dibuka hingga 22 September mendatang,” ungkap Ketua Panitia yang juga Ketua IDBSU Citra Hasan Nasution, didampingi staf publikasi dan penerbitan BBM Suyadi San, Jumat (16/9).

Citra yang juga Duta Bahasa Tingkat Nasional 2007 dan Juara III Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2007 mengatakan, kegiatan ini terbuka untuk generasi muda yang berdomisili di provinsi ini.

Sesi pertama (tes UKBI) berlangsung 24 September  dan sesi kedua 1 Oktober (wawancara). “Bagi putra-putri se-provinsi Sumut yang memiliki kepercayaan diri, peduli dan berwawasan luas tentang kebahasaan, yakni bahasa Indonesia, bahasa daerah Sumut dan bahasa asing serta memiliki obsesi menjadi Duta Bahasa diharapkan ambil bagian dalam ajang yang sudah menjadi agenda tahunan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (dahulu Pusat Bahasa) di Jakarta,” terangnya.

Sejak 2006 sampai 2010, Duta Bahasa Sumut juga menorehkan beberapa prestasi di Jakarta, dari Juara Favorit sampai Juara III

Ia mengatakan, ajang pemilihan Duta Bahasa se-Provinsi Sumut 2011 juga bertujuan untuk sosialisasi tes UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia).

“Saya sangat miris jika di satu sisi para pemuda sangat berobsesi dalam mengikuti tes TOEFL namun di sisi lain kita tidak mengetahui tentang tes UKBI yang notabene adalah tes kemampuan berbahasa negeri sendiri. Jika ada yang bertanya apa UKBI, saya jawab dengan enteng tes TOEFL-nya Indonesia,” tandas Citra.

Persyaratan yang harus diikuti calon peserta antara lain, warga negara Indonesia, berusia maksimal 25 tahun, belum menikah, berpendidikan minimal SMA/sederajat, memiliki kemampuan berbahasa Indonesia, menguasai salah satu bahasa daerah wilayah Sumut dan sekurang-kurangnya mampu berbahasa asing, mempunyai pengetahuan tentang provinsi Sumut, berkepribadian baik dan berpenampilan menarik.

Calon peserta yang berminat mengikuti pemilihan tersebut bisa mendaftarkan diri dengan cara daring (online) pada www.dubassumut.blogspot.com. Hal ini dilakukan karena kecanggihan teknologi pada masa sekarang dan memudahkan para calon peserta yang memiliki mobilitas tinggi untuk mendaftar.

Kegiatan ini akan berlangsung di kantor BBM Jalan Kolam (Ujung) Nomor 7 Medan Estate dalam beberapa tahap. Selain tes UKBI, peserta juga akan diamati kepribadianya selama kegiatan berlangsung. Yang terpilih, akan dibekali lagi dengan wawasan kebahasaan dan kesastraan serta potensi kebudayaan Sumut.(saz)

Aib Johar Arifin di Tanah Kelahiran

Darwin Dilantik oleh Pengurus PSSI yang Belum Dilantik

MEDAN-Prof Johar Arifin Hussein boleh menang pada pemilihan Ketua Umum PSSI beberapa waktu lalu. Namun kehebatan pria kelahiran Tanjung Pura, 13 September 1950 itu dengan menjadi orang nomor satu di pentas sepak bola nasional, bukan jaminan jika dirinya akan mampu memperbaiki dan meningkatkan prestasi sepak bola di Sumatera Utara (Sumut).

Itu bisa dilihat ketika dirinya gagal menjadi penengah yang adil saat berlangsungnya gelaran Musdalub PSSI Sumut yang berlangsung di Hotel Asean, Minggu (18/9).

Memang, pada gelaran Musdalub PSSI Sumut, pihak panitia yang diketuai Catur Agus Saptono dan Sarluhut Napitupulu kerap melakukan kecurangan sehingga merugikan salah satu kandidat ketua PSSI Sumut Ir H Kamaluddin Harahap Msi.

“Panitia jelas curang. Bagaimana tidak, setelah mereka menerima berkas pendaftaran Bang Kamal (Kamaluddin Harahap, Red) mereka tidak pernah memberikan kabar, apakah Bang Kamal lolos firivikasi atau tidak. Tapi, pagi ini (kemarin, Red) ketika Musdalub akan digelar, mereka dengan seenaknya mengatakan Bang Kamal tak lolos ferivikasi,” tandas Joni Rakasiwi, tim pemenangan Kamaluddin Harahap usai bermusyawarah dengan Ketua PSSI Prof Johar Arifin Husein, caretaker Bernhard Limbong  dan Wakil Ketua Panitia Musdalub Sarluhut Naputupulu.
Imbas dari keputusan menggagalkan Kamaluddin Harahap sebagai Ketua PSSI Sumut membuat para pendukungnya enggan membubuhkan tanda tangan saat akan berlangsungnya Musdalub.

Imbasnya, oleh panitia mereka tidak diperkenankan masuk hingga akhirnya terjadi aksi saling dorong di pintu masuk antara petugas keamanan dan para pendukung Kamaluddin Harahap.

“Kami mau menanda tangani daftar absen apabila mereka terlebih dulu mengumumkan hasil ferivikasi terhadap calon kami. Namun itu tidak mereka lakukan, sehingga terkesan mereka ingin menjebak kami dengan menggelar Musdalub tanpa mengikuti peraturan organisasi (PO) PSSI dan tata tertib Musdalub. Jadi bila Musdalub itu tetap dilaksanakan maka itu tidak legal karena pesertanya tidak mencukupi  qourum,” bilang Jhoni.
Meski kondisi di luar semakin panas, namun panitia tetap bersikukuh menggelar Musdalub hingga menetapkan dan melantik Drs Darwin Syamsul sebagai Ketua PSSI Sumut.

Ironisnya, yang melantik Drs Darwin Syamsul sebagai Ketua PSSI Sumut, adalah Bernhard Limbong justru belum dilantik secara resmi sebagai pengurus PSSI.

“Saya sudah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh panitia, jadi saya sah menjadi Ketua PSSI Sumut setelah mendapat dukungan dari 18 suara,” bilang Darwin.
Sementara itu Ketua Panitia Musdalub Catur Agus Saptono tidak bersedia memberikan komentar  bahkan keluar ruangan dengan tergesa-gesa dan pengawalan yang sangat  ketat dari pihak Kepolisian dan Polisi Militer. “Nanti saja,” katanya singkat dengan terburu-buru meninggalkan ruang sidang. (jun/saz)

Kapoldasu Diminta Berantas Togel

MEDAN- Perjudian jenis togel (toto gelap) di Sumut kini merebak hingga ke desa-desa. Kemudahan teknologi membuat transaksi perjudian cukup dengan pesan singkat. Bila ini dibiarkan terus, yang akan menjadi korban tetap rakyat kecil.
“Tidak hanya di kota, kita bisa lihat juga di desa-desa saat ini sudah berlaku peristiwa seperti zaman dulu, dimana ibu rumah tangga pun sudah kecanduan togel,” kata praktisi hukum DR Putra Kaban SH MH kepada wartawan di Medan, Minggu (18/9).

Berangkat dari kondisi itu, Kaban meminta Kapoldasu agar segera memberantas perjudian togel di Sumut. ‘’Dampak dari perjudian ini sangat berbahaya bagi masyarakat dan juga generasi muda bangsa. Sekarang banyaknya keluhan terkait sulitnya perekonomian,’’tegasnya.

Dikatakan dia, bila merebaknya togel dan lainnya ini dibiarkan, akan berdampak sangat buruh bagi citra penegak hukum di Sumut, khususnya bagi Kapoldasu. Pasalnya, Kapoldasu pernah berjanji memberantas judi di Sumut.
Kalau judi ini dibiarkan, maka habislah masyarakat Sumut. Untuk itu, Kapoldasu harus segera memerintahkan seluruh jajarannya, para Kapolres maupun Kapolsek untuk terjun ke lapangan, melakukan razia dengan gencar terhadap peredaran judi togel.

Kaban juga mengingatkan Plt gubernur dan DPRD serta para bupati dan walikota untuk turun ke desa-desa melihat langsung maraknya perjudian jenis Togel ini. “Memang ini tugas aparat keolisian untuk melakukan pemberantasan. Tapi tidak ada salahnya bila DPRD dan kepala daerah turut serta. Sedangkan DPR RI juga harus secepatnya memanggil Kapolri guna mempertanyakan prihal maraknya judi jenis Togel ini di Sumut,” papar pengusaha sukses taman wisata ini.
Kaban berharap Kapolda, gubernur dan DPR tidak berpangku tangan melihat penyesatan dan penyengsaraan oknum-oknum bandar judi togel terhadap masyarakat. Putra Kaban menjelaskan, permberantasan judi merupakan program Kapolri saat mengikuti fit and propertest di DPR beberapa waktu lalu. (ton/smg)

Dewan Guru Perlu Dibentuk

JAKARTA- Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh mengaku mendukung keinginan organisasi-organisasi guru untuk membentuk dewan guru yang diakui secara yuridis oleh pemerintah. Namun begitu, Mendiknas mengimbau agar segala sesuatunya dapat lebih dipersiapkan.

Mendiknas menjelaskan, guru baru sah menjadi suatu profesi setelah diatur oleh Undang-undang pada tahun 2005 yang menurutnya baru efektif di tahun 2006. Jadi, posisi profesi keguruan sekarang ini masih ada dalam masa transisi sebelum benar-benar mejadi sebuah profesi.

Ia memberikan contoh, jika pendidikan profesi guru tidak seperti pendidikan kedokteran. Sebelum menjadi dokter, seseorang terlebih dahulu bergelar Sarjana Kedokteran, baru kemudian sah menjadi dokter ketika selesai menempuh pendidikan profesi kedokteran.

Sama halnya dengan Sarjana Farmasi yang baru akan dinyatakan menjadi seorang apoteker setelah selesai menempuh pendidikan profesi apoteker.

“Sementara pendidikan profesi guru itu hanya cukup dari Sarjana Pendidikan yang proses sertifikasinya disamakan dengan pendidikan profesi,” kata Nuh di Jakarta. Oleh karena itu, sambung Nuh, masih terdapat transisi yang nantinya akan lebih dimatangkan.

Termasuk sampai kepada kemungkinan jika Sarjana Pendidikan belum bisa menjadi seorang guru. Dalam arti lain, nantinya Sarjana Pendidikan baru bisa mengajar hanya setelah selesai menempuh pendidikan profesi.
“Tidak serta merta dilarang untuk mengajar, karena ada banyak tenaga yang seperti itu (Sarjana Pendidikan). Tetapi Sarjana Pendidikan yang baru itu nantinya akan lebih diatur, sebelum mengajar dia harus melakukan pendidikan profesi,” ujarnya.

Selanjutnya, setelah profesi keguruan sudah keluar dari masa transisi, barulah kemudian akan dibentuk lembaga profesi yang akan mengatur mengenai kode etik keguruan.

“Itulah turunannya, ketika ini sudah menjadi profesi maka perlakuan terhadap keprofesian itu harus ditangani melalui lembaga, badan-badan atau organisasi profesi. Kita masih dalam proses penyiapan untuk membentuk badan profesi itu. Kami tentu sangat terbuka jika ada lembaga atau organisasi-organisasi keguruan untuk mengatur lembaga organisasi keprofesian. Itu sangat baik sehingga kesalahan profesi tidak akan lari kepada kesalahan kriminal,” tuturnya.(net/jpnn)

Stoner Menuju Juara Dunia

ARAGON – Casey Stoner kian dekat ke tangga juara dunia musim ini. Pembalap Australia dari tim Repsol Honda itu menang mudah di balapan MotoGP Aragon, Minggu (18/9). Stoner mencatat waktu 42 menit 17,427 detik. Ia membuktikan dominasinya karena meninggalkan dua pembalap terdekatnya cukup jauh. Dani Pedrosa yang menjadi runner up, terpaut delapan detik, sedangkan Jorge Lorenzo, yang finis nomor tiga, bahkan terpaut 14 detik.
Ini adalah kemenangan kedelapan Stoner dari 14 seri yang telah tergelar di musim ini, dan kompetisi tersisa empat seri lagi. Ia juga menyumbangkan kemenangan ke-100 bagi tim Repsol Honda di level tertinggi Grand Prix motor.
Stoner kian kokoh memuncaki klasemen sementara. Peluangnya untuk menjadi juara dunia mengulang suksesnya di musim 2007 semakin besar. Selisihnya dengan Lorenzo yang sementara di peringkat kedua, sudah 44 poin. Stoner sempat ditelikung Pedrosa saat start, lalu keduanya disalip Ben Spies di tikungan pertama. Tapi di akhir lap Stoner mampu mengalahkan dua rivalnya itu dan mulai memimpin lomba sampai menyentuh garis finis.

Lorenzo, yang menang di seri sebelumnya San Marino, paling tidak masih berhasil mendapatkan podium dan memberikannya untuk Yamaha. Marco Simoncelli berhasil menyodok Spies di lap-lap terakhir dan merebut tempat keempat.

Bagaimana Valentino Rossi? Sudah sulit diharapkan sejak awal karena dia start dari pitlane. Ia memang sempat merayap naik dari posisi 14 sampai kesembilan, tapi di akhir lomba “The Doctor” (sebutan Rossi) cuma berada di tempat ke-10.
Insiden yang menarik terjadi saat balapan dimulai, ketika Karel Abraham terlempar dari motornya Cardion AB Ducati-nya, dan langsung out. Efek kecelakaan itu adalah Randy de Puniet harus keluar jalur juga.

Andrea Dovizioso menjadi pembalap kedua yang out usai terjatuh di beberapa tikungan. (net/jpnn)
setelah insiden Abraham. Di lap 16, tabrakan di antara Loris Capirossi dan Toni Elias membuat keduanya harus menyudahi balapan lebih cepat. (net/jpnn)

Bina PTS yang Menyalahi Izin

MEDAN- Di balik meningkatnya perkembangan Lembaga Pendidikan Tinggi Swasta di Sumut dan Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) setiap tahun. Namun masih banyak perguruan tinggi swasta yang masih ditemukan menyalahi izin.
“Masih banyak kita temukan perguruan tinggi yang masih belum memadai untuk izinnya, sehingga harus menerus mendapatkan pembinaan,” sebut  Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) M Nawawiy Loebis, di sela sela acara halal bi halal, Rabu(14/9).

Dia menyatakan, saat ini proses pendirian izin untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi swasta berada di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Untuk itu, pihaknya tidak mengetahui berapa banyak yang perguruan baru yang akan muncul.
“Untuk izin utama semuanya dari pusat melalui Dirjen Kemendiknas. Kalau diperpanjangan baru di sini (Kopertis),” ucap Nawawiy.

Sejuah ini, dia mencontohkan dua perguruan tinggi yakni Universitas Sutomo dan Universitas Payung Negeri NAD yang belum memiliki izin relokasi yang baru.
Dia meminta kepada dua perguruan tinggi tersebut untuk segera mengurus izin relokasi yang baru. Kedua PTS ini, kata Nawawiy, sudah beroperasi namun izin relokasinya tidak sesuai. “Seperti Universitas Sutomo seharusnya izin operasinya berada di Deliserdang namun ternyata di Medan. Begitu juga dengan Universitas Payung Negeri yang membuka cabang-cabang,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Sumatera Utara (Sumut) Bahdin Nur Tanjung meminta agar birokrasi pengurusan izin dipangkas, sehingga tidak ada lagi urusan perpanjangan izin untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

“Jangan ada lagi perpanjangan izin. Cukuplah dievaluasi dari prodi seperti akreditasinya saja. Kan jadi sulit setiap tiga tahun sekali ada perpanjangan,” kata Bahdin.
Justru, kata dia, saat ini kerap terjadi dengan PTS yakni ketika izin sudah diberikan namun belum ada operasional. Menurutnya, kalau kejadiannya seperti ini jelas PTS-nya harus ditindak.  “Jika hal seperti itu yang terjadi, maka langsung saja dicabut izinnya. Bukan mempermasalahkan izin prodi yang sudah habis, sedangkan proses pembelajaran berjalan masih baik,” tegasnya.

Dia menyatakan, APTISI sudah menghimbau para pengelola perguruan tinggi untuk sama sama menyelenggarakan pendidikan yang baik. (uma)

Gelar Kotor Floyd Mayweather Jr

LAS VEGAS – Semua mata penggemar tinju kembali tertuju pada sosok Floyd Mayweather Jr. Petinju Amerika Serikat (AS) itu memperpanjang rekor tak terkalahkan sekaligus kembali memiliki gelar juara dunia. Namun, kemenangannya kali ini banyak disertai kontroversi.

Petinju berjuluk Pretty Boy itu berhak menyandang gelar kelas welter (66, 6 kg) versi WBC. Dia merebutnya dari Victor Ortiz  dalam pertarungan yang berlangsung di MGM Grand Garden, Las Vegas, AS, kemarin (18/9) WIB.
Dua pukulan kombinasi kiri dan kanan yang dilepaskan Mayweather membuat Ortiz terjungkang. Tapi, insiden di ronde keempat itu terjadi saat kedua tangan Ortiz masih di bawah. Beberapa saat sebelumnya, wasit pertarungan Joe Cortez menghentikan pertarungan dan mengurangi poin Ortiz karena melakukan headbutt alias benturan kepala.
Usai menerima pengurangan poin, Ortiz bersikap simpatik dengan memeluk serta mengecup Mayweather. Sayang, sikap tersebut tak dibalas Mayweather dengan simpatik pula. Bahkan saat wasit belum siap, Mayweather sudah memberi pukulan pada Ortiz.

“Kami sudah saling menyentuhkan sarung tangan. Dia sudah melakukan kecurangan, tapi di sini kita tak mengeluhkan apa kecurangan yang dilakukannya atau yang saya lakukan,” ungkap Mayweather.
Mayweather bersikukuh kemenangan KO (knockout) kontroversial yang diraihnya atas Ortiz adalah sah. Maywether justru mengkritik sikap tidak waspada Ortiz.

“Banyak orang ingin tahu apa yang terjadi. Ada sejumlah tandukan Ortiz. Apapun bisa terjadi di atas ring. Selalu lindungi Anda setiap saat. Anda ingin melihat knockout, saya beri Anda. Ketika Ortiz masih sembilan tahun, saya sudah mendominasi tinju,” ujar Mayweather seperti yang dilansir BoxingScene.
Usai mendapatkan keputusan kalah, Ortiz tak langsung melayangkan protes. Dia memang masih belum sepenuhnya sadar usai mendapatkan hantaman saat sedang tak siap.

“Sekali Anda mengenakan sarung tinju, itu waktunya bertarung. Kita ke sini untuk bertarung. Anda ingin saya bermain kotor dan dua menit kemudian ingin saya menjadi teman? Ini bisnis menyakitkan. Tanpa kejadian di ronde keempat, dia tetap akan KO. Saya bertarung lebih kuat,” lanjut Mayweather.

Penonton di MGM Grand yang terhenyak akan aksi Mayweather, kompak mencemooh. Tindakannya kali ini seakan memperpanjang catatan kontroversial yang akrab dengan Mayweather beberapa tahun terakhir.
Namun, Ortiz tak sepenuhnya menyalahkan Mayweather dan wasit. Petinju 24 tahun itu melihat kejadian tersebut sebagai pengalaman besar dalam karirnya. Tetap saja, dia juga merasa menyesal tak melindungi dirinya di situasi yang rawan.

“Baru saja ada break. Saya melihat ke arah wasit dan boom, saya hilang kesadaran. Saya kira ada sedikit kesalahan komunikasi dari wasit. Tapi saya tak bisa menyalahkan siapa pun kecuali diri saya. Itu pengalamn sebagai pelajaran,” ucap Ortiz.

Dengan kemenangan ini Mayweather memperpanjang rekor tidak pernah kalah selama karir tinjunya. Petinju berusia 34 tahun tersebut memiliki rekor selalu menang dalam 42 pertarungan. (ady/jpnn)
Sementara, Ortiz menderita kekalahan ketiga dalam 34 pertarungan. (ady/diq/jpnn)

Main Bulu Tangkis, AKBP Aiman Tewas

MEDAN- Saat bermain bulu tangkis di lapangan Brimobdasu Jalan KH Wahid Hasyim, Kecamatan Medan Baru, AKBP Aiman Safaruddin menghembuskan nafas terakhirnya, Minggu (18/9) pagi pukul 10.00 WIB. Sebelum meninggal, personel Biro Operasional (Biro Ops) Polda Sumut tersebut mengerang sembari memegangi dadanya.

Seperti biasa, pagi itu Aiman dan beberapa rekannya bermain bulu tangkis di lapangan Brimobdasu. Menurut rekan Aiman, tidak ada tanda-tanda Aiman bakal meninggal, karena kondisi Aiman sebelum main bulu tangkis sehat-sehat saja.
Namun, perubahan nampak di wajah Aiman, setelah beberapa menit main. Aiman minta berhenti dan langsung duduk. Tiba-tiba terdengar suara erangan dari mulut Aiman, dan dia memegangi dadanya tetap di bagian jantung.

Bersamaan dengan itu, Aiman langsung jatuh dan tak sadarkan diri. Oleh rekan-rekannya, Aiman dibawa menuju Intalasi Gawat Darurat (IGD) RS Bhayangkara yang tak jauh dari tempat Aiman bermain bulu tangkis.
Namun takdir berkata lain, AKBP Aiman sudah menghembuskan nafas terakhirnya saat tiba di rumah sakit, begitu juga jantung Aiman pun sudah tak berdetak.

Namun, pihak medis terus mencoba melakukan pertolongan dengan memeriksa terus detak jantung AKBP Aiman dan pupil mata juga sudah dilaktasi maksimal.

Sementara, atas kejadian itu, Kepala Pengelola Informasi dan Data (PID) Polda Sumut AKB MP Nainggolan membenarkan peristiwa itu. Nainggolan mengatakan, saat ini jenazah itu sudah disemayamkan di rumah duka di Jalan Sei Berutu No 16, Medan Baru. Adapun penyebab kematian AKBP Aiman, kata Nainggolan, akibat serangan jantung. (mag-5)