Home Blog Page 14693

Beri Perhatian Super Ketat ke Anak

dr Elrina

Sebagai wanita karier, bukan berarti harus alpa memperhatikan buah hati. Sesibuk apapun seorang wanita karir, tapi harus tetap optimal memberikan perhatian kepada anaknya. Begitulah kata Kepala Puskesmas Sentosa Baru
dr Elrina di ruang kerjanya.

Apalagi, bila sang anak memasuki usia remaja sehingga perlu diberikan curahanan perhatian secara ketat. “Anak saya saat ini sedang beranjak dewasa, jadi saya harus memberikan perhatian lebih ketat lagi agar anak-anak tak salah arah. Makanya pendidikan moral, agama serta perhatian dari kedua orang tua sangat diperlukan dalam memantau perkembangan anak kita,” kata  wanita kelahiran 1969 ini.

Tapi tidak cukup dengan itu saja. Kata Elrina, anak juga harus perlu dipantau dalam perkembangan IPTEK yang sudah semakin maju seperti sekarang ini, jika tidak diperhatikan maka si anak bisa kebablasan dalam mengkonsumsi Iptek.
“Semua keinginan si anak harus tetap diperhatikan. Orangtua juga harus pintar dalam hal IPTEK agar bisa memantau anaknya. Saya sendiri selalu melakukan pengawasan ketat kepada kedua anak saya termasuk memeriksa ponsel dan isi dari komputer dan laptopnya. Saya tidak ingin ada hal-hal yang tidak diinginkan seperti film porno di komputer, laptop atau di ponsel anak,” terangnya.

Menurutnya, pergaulan anak yang beranjak dewasa juga harus diperhatikan sehari-hari. Ini agar anak tidak terjerumus sex bebas yang sudah tidak aneh lagi dilakukan anak-anak sekarang. “Makanya saya juga mengajarkan pendidikan seks kepada anak saya bahwa seks bebas itu mempunyai dampak negatif. Dampak negatif dari pergaulan bebas (sex bebas) itu antara lain penyakit kelamin, kanker rahim dan kehamilan usia dini,” tambahnya.

Perhatian lebih lainnya diberikan Erlina dengan mengarahan dalam memilih teman atau pacar. “Orangtua itu harus bisa menjadi sahabat, teman sekaligus tempat curhat anaknya. Orangtua harus tetap mengontrol segala gerak-gerik anaknya agar tidak terjerumus ke sisi negatif. Pengawasan terhadap anak yang beranjak dewasa memang harus lebih aktif,” pungkasnya. (jon)

Selalu Dihadiahi Makanan dan Buah-buahan

MENJADI tenaga kesehatan, tentu punya pengalaman unik dan berkesan. Begitu juga dialami Kepala Puskesmas Sentosa Baru dr Elrina ini.

Sebelum bertugas di Medan, dirinya juga mempunyai pengalaman unik dan tidak terlupakan saat pertama sekali bertugas menjadi dokter. Diterangkan Elrina, saat masih PTT, dirinya pertama sekali bertugas di pelosok di daerah Takengon, Aceh Tengah.

Ia pertama sekali bertugas PTT di Takengon, Aceh Tengah, tahun 1995.
Meski bertugas di desa terpencil, dirinya disambut hangat oleh warga sekitar saat melakukan kunjungan dari Posyandu memberikan pelayanan kesehatan.

“Setiap pulang dari rumah warga, warga memberikan makanan dan buah-buahan hasil tanaman mereka untuk dibawa pulang. Tidak hanya itu, saat berkunjung ke Posyandu, warga juga membawa makanan dan buah-buahan yang diberikan kepada kami semua,” tambahnya.

Kata Elrina, dirinya saat itu bertugas juga didampingi suami tercinta yang juga seorang dokter. “Saat bertugas di pelosok Aceh Tengah, suami saya juga mendampingi saya sehingga saya bisa betah dan bertahan saat bertugas di sana,” ucapnya sambil tertawa.

Wanita lulusan Fakultas Kedokteran USU ini menuturkan, dirinya melakukan tugas dan tanggung jawab itu dengan sepenuh hati. “Tidak seperti dokter-dokter saat ini, giliran ditugaskan ke pelosok-pelosok tidak ada yang mau. Kalau saya ditugaskan ke pelosok, saya terima dengan senang hati karena saya bisa membagikan ilmu yang saya terima dari bangku kuliah kepada masyarakat desa,” tuturnya.

Sebagai tenaga medis, Elrina juga mengharapkan agar dokter-dokter muda mau bertugas di pelosok desa. Sebab, bisa menjadi penolong bagi masyarakat desa yang minim tenaga medis.
“Kalau kita bertugas di pelosok, kita bisa menolong orang dengan alat seadanya, mengamalkan ilmu yang kita terima, dan mengamalkan nilai kemanusiaan yang tinggi,” pungkasnya.(jon)

Dapat Support Konglomerat Malaysia, Terkendala Izin Kerja

Safee Sali Berjuang Menembus Klub Inggris

Musim lalu Safee Sali sempat berkiprah di ISL (Indonesian Super League) bersama Pelita Jaya. Kini, striker timnas Malaysia itu sedang mengadu nasib di Inggris. Adakah klub yang tertarik merekrutnya ?

Setelah kontraknya dengan Pelita Jaya berakhir, Safee  Sali sempat diisukan bergabung dengan salah satu klub Jerman. Pemain bernama lengkap itu Mohd Safee Mohd Sali itu juga mengakui, kalau ada salah satu klub Jerman yang tertarik kepadanya. Tapi, hingga bursa transfer musim panas lalu ditutup belum ada ada realisasinya.

Namun, harapan Safee untuk bermain di Eropa belum tertutup. Status konglomerat Malaysia Tony Fernandes sebagai presiden klub Premier League Queens Park Rangers (QPR) memberinya secercah harapan untuk menjajal ketatnya persaingan di Benua Biru. Atas rekomendasi Fernandes pula, Safee mendapat kesempatan trial alias masa percobaan di QPR.

Selama masa percobaan, Safee mampu memikat manajer QPR Neil Warnock. Bahkan, Warnock sempat menyebut Safee sebagai David Beckham-nya Malaysia. Untuk yang satu itu bukan lantaran kemampuannya, tapi karena reputasinya.
“Tanpa diragukan lagi, pemain asal Malaysia itu memiliki teknik yang bagus. Tinggal menunggu waktu saja,” kata Warnock, seperti dikutip Football Everyday.

Sayang, impian Safee menembus skuad QPR akhirnya gagal.  Penyebabnya bukan faktor kualitas.  Tapi, klub yang baru promosi itu sudah memiliki stok yang cukup di lini depan. Karena itu, striker berusia 27 tahun itu harus kembali mencari klub lainnya dan kesempatan pun datang dari Cardiff City.

Ya, klub yang berbasis di Wales itu kebetulan saham terbesarnya juga dimiliki orang Malaysia, Datuk Chan Tien Ghee. Oleh manajer Cardiff Malky Mackay, Safee diberi kesempatan menjajal kemampuannya. Bahkan, dia bukan satu-satunya pemain asal Malaysia yang dapat kesempatan.

Kapten Malaysia Mohd Safiq Rahim pun diberikan kesempatan mencoba peruntungan di Cardiff seusai Piala Malaysia. Sementara Safee sendiri mendapat jatah percobaan di klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Inggris itu sejak 13-27 September.

Ternyata, performa Safee menarik minat Mackay. Selama dua hari masa percobaannya, Safee telah menunjukkan bahwa dirinya layak bersaing. “Dia baru beberapa hari di sini dan dari yang saya tahu, dia pemuda yang menyenangkan,” kata Mackay, seperti dikutip Wales Online.

Hanya, sekarang yang menjadi persoalan bukanlah kemampuan dari sang pemain, melainkan regulasi di Inggris. Tidak mudah bagi pemain dari Asia untuk menembus Inggris. Regulasi tentang izin kerja bisa menjadi kendala.
“Kami akan terbentur kepada izin kerja di Inggris. Park Ji-sung saja tidak bisa langsung direkrut Manchester United seandainya dia tidak pernah membela PSV Eindhoven,” jelas Mackay. (ham/bas/jpnn)

juli lramadhani rambe/sumut pos

Gerimis Malam

Gerimis belum selesai ketika seorang lelaki masuk ke salah satu warung burjo yang tersebar di setiap sudut kota itu.
Rambutnya tampak berantakan, sebagian jatuh ke wajahnya yang hitam kurus. Tetes air sebagian tertampung di cekung pipinya sebelum ikut mengalir ke dagu dan kaos hitamnya. Secepat kilat ia duduk, memperhatikan meja dan pemilik warung segera menyambanginya.

Cerpen Indrian Koto

Mie rebus tanpa telur,” pesannya ketika ia memastikan ada bakwan yang bersisa di nampan biru. Lalu ia mengelap tetes hujan yang jatuh di wajah dan tangannya. ia tahu, mie instan bukanlah makanan yang cocok untuk perutnya. Tapi selalu, ketika melihat bakwan, perutnya tergoda untuk mencoba makanan kesukaannya; mie rebus tanpa telur campur bakwan.

Buru-buru ia berdiri lagi. Ia melihat tumpukan koran daerah yang tergeletak di depan seorang perempuan dengan blus hitam dan celana ketat. Cantik juga, gumamnya. Sekilas ia melirik, gadis muda dengan rambut lurus yang terikat rapi. Mungkin dia menunggu pesanannya datang, atau seseorang yang akan menjemputnya.
“Permisi, Mbak. Maaf, pinjam korannya,” katanya sambil menunjuk tumpukan koran di samping perempuan itu. Si perempuan tersadar dari lamunannya. Pandangannya berpindah dari sinetron di televisi ke arah lelaki itu.
“Oh, ya. silahkan.”
Di luar gerimis masih turun.

Ia membolak-balik koran dan melupakan perempuan dengan blus hitam di hadapannya. Ia membuka halaman tengah, opini dan surat pembaca. Ada tanggapan atas komplain sebuah opini yang dituduh plagiat. Si plagiat mengaku dan minta maaf sambil dengan gombal mengatakan bahwa ia sering membaca tulisan si pengklomplain, seorang dosen di sebuah kampus, dan ia menyukai tulisannya yang kritis, begitu tulis si penanggap dengan bahasa standar seorang penjilat. Lalu ia membuka halaman seni yang berisi foto-foto artis, launching film dan album rekaman. Ada berita seorang penyair yang suka ribut sedang melakukan pembacaan puisi keliling Jawa. Tulisan lainnya tak membuatnya berminat.

Mie terhidang di depannya.
“Minumnya, Ak?”
“Air putih!” Jawabnya tanpa menoleh. Lalu mengaduk-aduk mangkok mienya. Seketika perutnya melilit. Asem, pikirnya, belum dimakan saja perut ini sudah tahu kalau ia akan menerima mie instan lagi. Lalu diraihnya saos, dituangkannya ke mangkok. Lalu dituangkan pula merica. Tetapi maricanya sudah tak ada isi.
Ia kembali mengaduk mienya. Mengambil bakwan di nampan biru tiga biji. Sekejap, tiga potong bakwan itu menjadi serpihan-serpihan bercampur kuah. Kembali ia mengaduk. Ia menyuap sendokan pertamanya. Pedas. Dan panas. Ia terhenti ketika dirasakan koran yang terhimpit di tangan kanannya ditarik seseorang. Di luar masih gerimis? Dia tak berani menoleh ke samping karena mie di mulutnya tak bisa terpotong oleh giginya. Lama ia menunduk, mencari celah di mulutnya untuk memotong bagian mie yang bisa dilepas dengan gigitan. Ia merasa seseorang memperhatikannya dari tadi.

Ia menoleh. Astaga, seorang perempuan, persis di sampingnya. Dia melirik ke sudut. Bukan perempuan yang tadi. Ia sudah pergi. Hei ke mana dia? Sejak kapan ia tak ada? Dan perempuan di sampingnya ini, sejak kapan pula ia ada di sini? Di luar gerimis telah berganti rintik kecil.
Perempuan itu meliriknya sambil berpura-pura membaca koran yang tadi ditarik agak kasar dari tangan si lelaki. Dilihat dengan tatapan semacam itu membuatnya kehilangan selera pada makanannya. Ia risih dan agak malu. Apakah perempuan itu menganggapnya lucu dengan celana pendek dan kaosnya yang agak ketat ini? atau anting di telinga yang terlihat sok keren tetapi sebenarnya sangat norak?
“Bos, minta air putih.” Ia memanggil penjaga warung untuk mengalihkan rasa gugup.
Pemilik warung bergegas keluar. Mengambil gelas, mengisi air dan mengulurkan segelas air padanya dan segera di munumnya.

“Pesan apa, Teh?”
Ia menoleh ke arah si perempuan. Kesempatannya ketika si perempuan menatap penjual burjo yang masih muda itu. Seorang berwajah tirus dengan sepasang kacamata berbingkai kecil berwarna hitam. Memakai syal serupa taplak meja, t-shirt-nya kuning terbungkus jaket coklat tipis. Sebelah tangannya tertutup sarung. Sebelah sarung tangan yang lain tergeletak di sampingnya.
“Burjo, Mas.”
Rambutnya sebahu, dibiarkan terjatuh. Tetes air membuatnya kaku dan sebagian jatuh ke wajahnya.
“Waduh, kacang ijonya masih dipanasin.”
“Ketan hitam saja juga nggak apa-apa.”
“Oh, ya.”
Perempuan itu berpaling padanya. Pandangan mereka berserobok. Apakah mereka pernah bertemu di suatu tempat, suatu waktu? Apakah ia mengenal si perempuan? Ia mencoba memastikan lagi. Ketika ia menoleh, ia menangkap perempuan itu masih menatapnya. Mereka berpandangan sesaat. Saling gelagapan dan menunduk. Dia kembali menyuap mie-nya. Si perempuan mengeluarkan hp di saku jaketnya. Mulai memencet-mencet tombolnya.
Tidak, kami tidak saling mengenal, jadi tak masalah aku tak menyapanya dan menawarkan makan, pikirnya. Apakah dia tahu nomor hpku? Pikirnya sekali lagi. Ah, tidak, hanya imajinasinya saja yang kelewat besar. Bagaimana mungkin mereka saling mengenal. Di depannya, perempuan itu orang asing meski pun ia merasa begitu akrab. Tapi ia betul-betul tak mengenalinya. Apa dan siapa.
“Dibungkus, Teh?”
Darahnya terkesiap. Jangan dibungkus, jangan dibungkus, jerit hatinya.
“Di sini saja, Mas.”

“Oh, ya… sebentar!”
Mereka kembali saling melirik. Ia tak berani bertatapan langsung. Ia merasa risih dengan anting yang melingkar lucu di telinga kirinya ini. Anting yang baru beberapa hari dipasang di telinga kirinya dengan motif yang dipilihkan oleh pacarnya. Ia merasa malu dengan penampilannya yang berantakan. Oh, apakah perempuan itu melihat ada yang lucu? Astaga, dia ingat, tadi di kontrakan dia baru saja mencukur kumis dengan silet setengah berkarat. Tak ada cermin di kamarnya, juga kamar mandi. Setelah itu ia cuci muka dan segera ke warung ini. Apakah ada yang salah dengan potongan kumisnya?
Ia meraba bagian atas bibirnya. Terasa kasat. Tak ada yang terasa janggal. Ah, gerimis turun lagi. Ia menghabiskan sisa mienya. Perutnya masih melilit. Tadi sore dia sudah minum oralit. Perempuan itu mulai mengaduk bubur ketan hitamnya dan mengabaikan handhphone-nya, membiarkan tergeletak di meja.
Lalu semua sibuk dengan kepentingan perut masing-masing.
Mangkoknya kosong.
“Bos…!” Ia memanggil penjaga warung. Perempuan itu berhenti makan. Menatapnya agak kaget. Apakah buru-buru? begitu ia membaca isyarat di mata yang tertutup bungkai hitam itu.
“Ya, Ak?”

“Tambah minumnya.” Ia melirik si perempuan yang kembali tertunduk dan sibuk dengan bubur ketan hitamnya. Ia memperhatikan cara makannya. Pelan dan hati-hati. Tak seperti semula yang terlihat agak angkuh; menarik koran dari tangannya, memainkan handphone sambil bernyanyi-nyanyi kecil.
Ia meneguk minumnya. Duduk sebentar. Menatap ke luar. Si perempuan ikut mengalihkan pandangan ke luar. Jalan kecil itu basah. Tak ada orang yang lewat. Tak juga kendaraan. Ia berdiri. Perempuan menatapnya dengan pandangan seperti tadi. Kecewa dan tak puas.

Si lelaki menimbang-nimbang sesaat. Perempuan itu masih menatapnya, membiarkan kacamatanya melorot sampai ke hidung, membiarkan sendoknya menggantung begitu saja tanpa jadi masuk ke mulutnya.
“Bos, sudah…”
Ia melirik perempuan itu menunduk. Mengaduk bubur di dengan sendoknya. Seperti seorang yang lama mengidap demam. Kehilangan selera untuk makan.
“Sudah?”

“Mienya sudah. Aku minta rokok…” Ditatapnya si perempuan. Ia tersenyum tanpa menoleh. “… Mild.”
Perempuan itu ikut tersenyum sambil menggeser mangkoknya. Sebagian isinya masih tersisa. Mengambil gelas minumnya. Mereka kembali bertatapan tanpa seorang pun berani saling menyapa.
Ia membakar rokok. Si perempuan kembali mengambil handphonenya. Kembali memencet-mencet tombolnya sambil bernyanyi-nyanyi kecil. Kali ini dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya yang tampak berkilat.
Ia mengusap bibir sendiri. lalu kembali menghisap rokok. Siapakah perempuan ini? Apakah mereka pernah saling mengenal? Teman satu kampus? Bertemu di suatu acara? Kapan? Ia menduga-duga. Tidak! Tidak! Dia bahkan nyaris tak mengenal siapa pun di kampus. Bahkan teman-teman sekelasnya. Ia jarang kuliah, jarang ikut seminar dan tak pernah ikut organisasi apa pun. Lalu bagaimana pula mereka bisa saling kenal? Atau mereka pernah bertemu di sebuah acara? Rasanya tidak juga. Ia merasa tak mengenal wajah perempuan itu dalam acara apa pun. Tapi rasanya betapa begitu akrab?

“Mas, sudah.” Panggil si perempuan dengan muka setengah cemberut.
Ia kaget begitu melihat perempuan itu berdiri.
“Ya,” penjaga warung datang tergopo-gopoh. “Seribu empat ratus, Teh.”
Perempuan itu mengeluarkan dompet. Meliriknya sebentar.
“Dari mana, Teh?”
“Ini, mau ke dokter gigi.” Perempuan itu menunjuk rumah di seberang jalan.
“Oh, mau periksa..”
Perempuan itu mengangguk. Berdiri menunggu kembalian uangnya. Sementara dia terpaku di tempatnya; menyesali banyak waktu dan kesempatan.
Tanpa menoleh perempuan itu meninggalkan warung. Langkahnya terasa lamban. seperti menunggu sebuah panggilan, lalu menyeberang jalan. Di luar gerimis sepertinya sudah dari tadi padam.***
Poetika, 2008-2010

Catatan:
-Ak, aak (Sunda): mas/abang.
-Teh, teteh (Sunda): mbak.

Jangan Takut Menjadi Single Parent

Tak ada rumah tangga yang menginginkan perceraian. Namun, apabila itu harus terjadi dan tak bisa lagi dihindari karena alasan-alasan tertentu, janganlah diratapi dan ditakuti. Menjadi single mom memang bukan tugas yang mudah. Sangat menyedihkan mengetahui bahwa anak Anda tidak tumbuh dalam keluarga yang utuh.

Saat menjadi single parent, seorang perempuan harus bisa menempatkan diri pada posisi ibu sekaligus menjadi ayah untuk anak-anaknya. Selain itu sebagai orang tua tunggal, Anda juga dituntut untuk bisa memenuhi segala kebutuhan anak, rumah tangga, maupun kebutuhan pribadi.

Tak perlu berkecil hati jika menjadi orangtua tunggal, karena ada berbagai kesenangan yang bisa Anda dapatkan meski dengan menyandang status tersebut.

Anda lah bosnya. Tak ada seorang pun yang bisa mengatur Anda. Anda lah bos yang menguasai semua bagian rumah dan aturan-aturan di dalamnya. Perintah Anda adalah mutlak. Mungkin ini terdengar egois, tapi Anda tetap harus menjalankan semuanya dengan rasional. Dan ini sangat menyenangkan, bisa menjadi penguasa di rumah Anda sendiri tanpa ada yang menentangnya.

Lebih dekat dengan anak. Ini adalah hal yang paling menyenangkan, karena tak ada saingan yang bisa membagi perhatian anak Anda. Dengan berbagi tempat tidur, Anda dan anak akan memiliki hubungan batin yang lebih dekat secara emosional satu sama lainnya.

Penguasa tunggal. Hidup tanpa pasangan, membuat Anda tidak harus berbagi hal-hal pribadi. Misalnya, lemari pakaian. Jika Anda memiliki pasangan, otomatis Anda harus berbagi tempat dengan pasangan Anda. Dengan menjadi penguasa tunggal, Anda bebas mengisi lemari pakaian Anda dengan berbagai macam benda yang disukai. “Fitnes” gratis.

Ketika menjadi orangtua tunggal, tak ada jaminan bahwa selalu ada seseorang yang akan membantu Anda mengerjakan semua pekerjaan rumah yang biasa dilakukan oleh pria. Misalnya saja, membetulkan atap rumah yang bocor atau membetulkan kran yang merembes. Mau tak mau Anda harus belajar untuk mengatasi semua hal ini sendiri tanpa tergantung dengan orang lain. Dengan mengerjakan semua  pekerjaan rumah sendiri, secara tak langsung Anda mendapatkan “fitnes” gratis, dan jangan kaget kalau tubuh Anda jadi lebih bugar.

Mandiri. Meski ada posisi yang hilang, namun ini adalah saat yang paling tepat dimana Anda menjadi lebih mandiri, dan lebih kuat daripada sebelumnya. Selain menambah nilai positif pada diri Anda, hal ini juga menambah nilai plus dan memperbesar kesempatan Anda untuk mendapatkan pria lainnya.

Disiplin. Jika bertanya kepada para orang tua lainnya bagaimana cara mengajarkan kedisiplinan pada anak-anaknya, biasanya mereka akan memberitahukan Anda cara-cara yang sedikit “mengerikan” dibandingkan jika Anda hanya melihat dan menegur sendiri. Cara yang paling efektif untuk mengajarkan disiplin adalah dengan memberi contoh langsung. Berita bagusnya untuk para single mom, Anda lah satu-satunya panutan untuk mengajarkan berbagai hal yang baik dan buruk.

Bebas merencanakan liburan. Tak perlu merencanakan jauh-jauh hari untuk berlibur, bahkan Anda tak perlu lagi menyesuaikan jadwal cuti dengan pasangan Anda. Tak akan ada pembatalan mendadak karena pasangan Anda mendadak harus lembur kerja. Liburan dadakan? Ayo saja. Tinggal siapkan semua kebutuhan, lalu langsung berangkat!
Rumah lebih rapi.  Sifat wanita yang lebih suka kerapian dan kebersihan, berbanding terbalik dengan sifat pria yang cenderung berantakan. Tak heran jika ketika masih memiliki pasangan, Anda disibukkan dengan berbagai pekerjaan rumah tangga agar rumah selalu rapi dan bersih. Dengan menjadi single mom, pastinya Anda tak perlu naik darah karena harus membersihkan ruangan berulang kali akibat kekacauan yang dilakukan anak dan pasangan Anda.
Lebih irit. Berkurangnya anggota keluarga dalam satu rumah, pastinya secara tak langsung akan berpengaruh pada kebutuhan pangan dan alokasi pengeluaran dana per bulannya. Hidup bersama dengan anak-anak saja tak akan terlalu banyak menghabiskan bahan pokok makanan.

Bebas tebar pesona. Ini adalah salah satu hal yang pastinya tidak akan bisa Anda lakukan ketika Anda masih memiliki pasangan. (net/jpnn)

Tempat Berkumpul, Mencari Solusi

Sopo Marpingkir, Tempat Berkumpulnya Para Cendikiawan HKBP

Lembaga keagamaan harus menyesuaikan diri dengan perkembangan lingkungannya. Itulah yang dilakukan Muhammadiyah. Lahir di Yogyakarta  tetapi kantor pusatnya di Jakarta. Demikian juga Nahdatul Ulama (NU) lahir di Jawa Timur juga berkantor pusat di Jakarta.

Melihat kondisi ini Panitia Nasional Jubileum 150 tahun HKBP dengan pemikiran jernih merencanakan pembangunan gedung Sopo Marpingkir di Jakarta. Pembangunan Sopo Marpingkir juga selaras dengan visi HKBP menjadi gereja  yang inklusif, dialogis dan terbuka.

Sopo Marpingkir merupakan tempat dilaksanakannya berbagai kegiatan-kegiatan HKBP berupa perkantoran, pembinaan dan pelatihan SDM, tempat aspirasi masyarakat khsuusnya warga HKBP dan lain-lain. Dasar pemikiran pembangunan Sopo ini karena mengingat letak Kantor Pusat HKBP Pearaja Tarutung yang jauh dari Ibukota sebagai Pusat Pemerintahan Republik Indonesia.

Sopo ini direncanakan akan dibangun di Jakarta Timur dengan lokasi seluas 9.000 meter persegi. Sopo setinggi 8 lantai ini direncanakan juga akan diresmikan pada saat perayaan puncak Pesta Jubileum 150 tahun HKBP tepatnya pada tanggal 7 Oktober 2011.

Sesuai Rencana Anggaran Biaya yang disusun oleh panitia tingkat nasional Jubileum 150 Tahun HKBP, bangunan ini membutuhkan biaya Rp35 miliar atau sekitar 59 persen dari Anggaran Biaya keseluruhan kegiatan Jubileum 150 Tahun HKBP.

Tokoh Katolik, Dr Cosmas Batubara, yang dikenal dekat dengan HKBP memberikan sumbangsih pemikiran seputar rencana pembangunan Sopo Marpikir.

Tokoh kelahiran Purbasaribu, Simalungun, Sumatera Utara, 19 September 1938 itu mengharapkan Sopo Marpingkir ini menjadi pusat kegiatan para pemikir HKBP. Sebagai lembaga gereja terbesar di Asia Tenggara, HKBP harus memberikan kontribusi dalam hasil pemikiran Kristen. Sopo Marpingkir juga bisa dijadikan menjadi tempat kajian aspek  ekonomi, budaya, politik dan agama. Tentu juga memikirkan isu-isu nasional.

Ketika ditanya sebaiknya seperti apa Sopo Marpingkir? “Saran saya lembaga kajian saja. Sudah waktunya HKBP memiliki lembaga penelitian. Kita tidak boleh lagi bertitik tolak pada pola berpikir zaman dahulu,’’ tegas mantan aktivis mahasiswa dan Ketua Umum Presidium KAMI ini seperi dikutip hkbp150tahun.
Cosmas mencontohkan, Nahdatul  Ulama (NU) memiliki lembaga kebudayaan Les Bumi. Katolik juga melihat budaya perlu dimasuki. Kini Katolik disebut banyak berubah. Dulu, sebelum Konsili Vatikan kedua Katolik selalu mengunakan bahasa Latin. Sekarang, Katolik bisa mengunakan bahasa dari mana pun misa. Itu lahir dari pemikiran “hasil berpikir” inskulturasi budaya, menyatu gereja dengan budaya.

Di Tanah Batak ada dua uskup Batak, AB Sinaga dan Pius Datubara. Mereka inilah yang mendorong inskulturasi pada budaya Batak. Sekarang Katolik memberikan tempat pada budaya Batak. Di Samosir misalnya, ada gereja yang persis menyerupai ruma adat Batak Toba, di Karo ada gereja mirip rumah Karo. Demikian juga di Simalungun ada gereja menyerupai arsitektur  rumah Simalungun.

Cosmas optimis, HKBP  bisa lebih maju ke depan. “Kita berharap sebagai komunitas terbesar orang Batak. HKBP terus berkarya memberikan yang terbaik bagi bangsa ini,” pintanya. Kelak Sopo Marpingkir sebagai lembaga kajian juga diharapkan  menghasilkan pemikiran-pemikiran yang bisa dibaca banyak orang. Hasil pemikiran itu alangkah baiknya jika diterjemahkan juga ke  bahasa Inggris. HKBP sebagai gereja terbesar  terpanggil ikut  memikirkan kehidupan masyarakat Asia Tenggara.(bbs)

Sate Padang Mandako Jadi Favorit

Sate padang mandako adalah menu kebanggaan nusantara yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Sementara itu, sate padang mandako sendiri berasal dari dua nama suku yakni Mandailing dan Karo.

Aulia Pahlawan Sitepu, pemilik warung Sate Mandako Jalan Ringroad Medan, mengatakan istrinya Sirenita Lubis berasal dari daerah Mandailing Natal. Sementara, Aulia sendiri berasal dari daerah Bukit Tinggi , tetapi daerah asalnya berasal dari suku batak karo.

“Yang jelas kami menggabungkan nama tersebut untuk membuat suatu nama untuk sate yang kami jual saat ini,” bilang Aulia Pahlawan Sitepu kepada wartawan Sumut Pos di  warungnya Jalan Ringroad Medan, Sabtu (16/9).
Selain itu juga, sate padang mandako khas Bukit Tinggi yang berada di Ring Road Medan ini juga berawal dari istrinya yang berasal dari daerah Bukit Tinggi yang pintar memasak dan juga sering membuat even besar di luar negeri yakni Kanada.
“Saat berada di Kanada, istri saya (Sirenita Lubis-red) sambil  kuliah S2 di universitas Britir Columbia,” bilang Aulia.
Dijelaskan Aulia, bahwa sate padang mandoko yang disuguhkan di tempatnya tersebut merupakan menu makanan yang paling digemari pengunjung .

Sehingga dengan hadirnya sate padang mandoko tersebut, diharapkan dapat mengakomodir kegemaran masyarakat yang melintasi jalan Ringroad untuk mencicipi sate padang mandako.
“Para konsumen yang melintas di Jalan Ringroad bebas untuk memilih menu makan yang disukai sesuai selera,” bilang Aulia lagi.

Lanjut Aulia, manfaat memakan sate padang mandako ini berbeda dengan yang lainnya. Pasalnya, sate padang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dimana, bumbu atau kuah sate yang terdiri dari berbagai macam bahan-bahan rempah yang telah dihaluskan. (omi)

Casey Stoner Penuh Rekor

ARAGON – Casey Stoner mempertahankan konsistensinya di kualifikasi MotoGP Aragon, Spanyol, di Sirkuit Aragon, Sabtu (17/9) malam WIB. Dengan catatan waktu tersebut, pembalap Repsol Hondas itu akan berada di posisi terdepan (pole) saat start berlangsung, Minggu (18/9) sore WIB ini.

Pole tersebut merupakan yang kesembilan bagi Stoner musim ini, sekaligus membuat rekor barunya di Aragon, dengan torehan waktu satu menit 48,451 detik yang tidak bisa dilebihi oleh para pembalap lain sepanjang sesi tersebut. Dengan waktu satu menit 48,451 detik, Stoner memecahkan rekor lap tercepat di Aragon atas namanya sendiri yang ia buat tahun 2010 lalu, satu menit 48,942 detik.

Jika saja Stoner tidak memecahkan rekornya sendiri, catatan itu sebenarnya juga akan terlewati oleh rekan setimnya, Dani Pedrosa. Ia membuat waktu satu menit 48,747 detik, lebih baik dari rekor Stoner tahun lalu tetapi masih kalah dari waktu Stoner tahun ini.

Atas performa kedua pembalap tersebut, kubu Repsol Honda setidaknya boleh menepuk dada. Pasalnya hanya Stoner dan Pedrosa yang bisa menembus kisaran waktu satu menit 48 detik di sesi kualifikasi ini.

Sementara, duo Yamaha Ben Spies dan Jorge Lorenzo, terpaksa memulai balapan di MotoGP Aragon di posisi ketiga dan keempat. Kendati begitu Lorenzo tetap pede saat melakoni balapan di Arogan. “Misano merupakan kemenangan fantastis bagi kami dan sangat penting. Kami telah menghasilkan paket yang bagus di sana dan juga di sini. Itu tidak mudah untuk berjuang dengannya tapi kami akan mencoba dan kami akan bertarung,” ujar Lorenzo, seperti disitat Daily Star.
Sedangkan Andrea Dovizioso, harus memulai balapan dari peringkat kelima. Bagaimana dengan Valentino Rossi? Ya, seperti biasa, Rossi harus puas memulai balapan besok dari peringkat 13. Kali ini, pembalap Ducati harus mengakui keunggulan rekan setimnya Nicky Hayden, yang berhasil menempati urutan ketujuh. (net/jpnn)

Tertibkan PKL di Jalan Seroja

087868868xxx
Tolong tertibkan Jalan Seroja Simp Melati diujung jalan sudah menjadi pajak, setiap hari macet dan drainase tumpat. Banyak kedai tuak yang bermunculan sampai di ujung Medan Permai menjadi ajang judi dan mabuk-mabukan. Ini kan bulan puasa, Pemko Medan seolah tak mampu tertibkan atau tidak mau tahu tentang kota ini.

Kami Koordinasikan
Terima kasih informasinya, kami akan berkoordinasi dengan aparat kecamatan setempat untuk mengecek dan memberikan imbauan kepada para pedagang. Karena pedagang hanya diboleh berdagang di tempat-tempat yang telah disediakan Pemko Medan atau telah memegang izin. Apabila tak memiliki syarat keduanya, artinya pedagang tersebut ilegal dan harus ditertibkan.
Selanjutnya, mengenai laporan warga terkait drainase tumpat dan dijadikan menjadi tempat ajang mabuk-mabukan serta arena permainan judi, kami akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat untuk menertibkannya.

Khairul Buchari
Plt Kabag Humas Pemko Medan

Nurdin Lubis Dipanggil Sekjen Kemendagri

Sumringah, Mulai Merapat ke Plt Gubernur

JAKARTA-Hingga kemarin (16/9), Keputusan Presiden (Kepres) yang menetapkan satu nama sebagai sekretaris daerah provinsi (sekdaprov) Sumut, belum juga terbit. Padahal, Tim Penilai Akhir (TPA) yang dipimpin Wakil Presiden (Wapres) Boediono sudah menggelar sidang dan menetapkan satu nama pada Senin (12/9) lalu.
Tetapi ada sesuatu terjadi akhir pekan lalu. Entah berkaitan dengan penetapan Sekdaprov Sumut atau tidak, Nurdin Lubis dipanggil Sekjen Kemendagri, Diah Anggraeni. Sayangnya, usai bertemu Diah, Nurdin enggan berkomentar.

Apakah Nurdin menjadi pilihan TPA sebagai sekdaprov? Mendagri Gamawan Fauzi meminta agar menunggu Kepres penetapan sekdaprov. Gamawan memperkirakan, Kepres dimaksud paling lambat sudah terbit akhir bulan ini. “Masih di presiden. Saya juga tunggu kepres-nya. Saya perkirakan segera terbit, ya paling lambat akhir bulan,” ujar Gamawan kepada koran ini di kantornya usai shalat Jumat, kemarin.

Seperti disampaikan sebelumnya, Gamawan mengaku tidak berani memublikasikan nama yang sudah ditetapkan TPA itu, sebelum keluar Kepres. “Jangan bocor dulu. Jangan mendahului presiden,” kilahnya.

Pernyataan Gamawan bisa dimaklumi. Pasalnya, berdasarkan informasi yang digali Sumut Pos, keputusan presiden bisa menganulir hasil sidang TPA. Di era sebelum presiden SBY, beberapa kali terjadi, seorang pejabat yang sudah mengenakan baju resmi pelantikan sebagai pejabat eselon I, tiba-tiba batal lantaran ada keputusan berbeda yang tertuang dalam Kepres. “Karena bisa saja presiden berkehendak lain,” ujar Gamawan beberapa waktu lalu.

Kapuspen Kemendagri Reydonnyzar Moenek juga tidak berani menyebutkan nama Bahkan, saat ditanya apa benar yang ditetapkan sebagai sekdaprov Sumut adalah Nurdin Lubis, Reydonnyzar mengatakan, “Saya tidak mau terpancing pertanyaan wartawan. Haa..ha….”

Sementara, dari informasi yang digali, dari tiga nama yang diusulkan Gatot, Nurdin Lubis paling diunggulkan. Alasannya, lantaran sekda harus klop dengan gubernur sebagai user. Dari ketiga nama itu, Nurdin yang dianggap paling pas ‘bekerjasama’ dengan Gatot.

Sumringah
Nama Nurdin Lubis tampaknya makin berkibar di jajaran pemprov. Dalam kesehariannya, Nurdin terlihat ‘merapat’ ke Pelaksana tugas (Plt) Gubernur, Gatot Pujo Nugroho.

Saat Sumut Pos mewawancarai Gatot, terlihat Kepala Inspektorat Sumut itu langsung memposisikan dirinya berdiri di samping Gatot. Saat asyik mendampingi Gatot, seseorang pejabat di Pemprovsu menghampiri dan menyalami Nurdin Lubis sembari mengucapkan selamat. “Selamat ya pak,” kata pejabat Pemprovsu tersebut kepada Nurdin Lubis.
Nah mendapat ucapan selamat itu, wajah Nurdin Lubis terlihat  sumringah dengan senyum yang lebar, dan membalas ucapan selamat itu dengan kata-kata terima kasih. “Terima kasih ya Bu,” jawab Nurdin.

Plt Gubsu yang ditanyai mengenai nama sekdaprov defenitif yang direstui pemerintah pusat, berupaya menutup-nutupi. “Saya baru pulang. Jadi saya belum tahu informasinya,” jawab Gatot usai dilantik sebagai Kepala Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Sumut di Aula Martabe, Lantai II Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, kemarin. Ketika berulang kali ditanya oleh para wartawan, pernyataan Gatot tetap sama, belum mengetahui informasi tersebut.

Sebelum acara pelantikan Kwarda Pramuka Sumut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut Suherman yang ditanyai Sumut Pos mengenai hal itu, juga mengaku belum mengetahui informasi kepastian terpilihnya Nurdin Lubis sebagai sekdaprov. “Wah, saya belum tahu. Kita lihat nanti,” jawabnya.(sam/ari)

Jamaah Lansia Diimbau Segera Bayar BPIH

MEDAN- Jamaah haji berusia lanjut (manula) diimbau untuk segera melunasi pembayaran biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) tahap tiga, 14 September hingga 19 September mendatang. Pasalnya, hingga kemarin, dari 145 jamaah lansia baru 36 jamaah yang melunasi BPIH “Waktu itu, ada 110 calon jamaah yang tidak melunasi BPIH. Dan itu diserahkan ke pusat. Kemudian, kita mendapat tambahan jatah menjadi 289 orang. Dari jumlah itu, 145 orangnya diperuntukan bagi jamaah yang berusia lanjut antara 81-111 tahun. Dan sekarang sudah 36 orang yang melunasi biaya hajinya.

Pembayaran biaya hajinya, dari tanggal 14, 15 dan 19 September. Jadi, tiga hari kerja,” terang Kepala Kantor Kementerian Agama Sumut (Ka Kemenagsu) Syariful Mahya Bandar saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jum’at (16/9).

Ditambahkannya, sebanyak 144 orang dari sisa kuota tambahan tersebut, diperuntukan bagi pendamping jamaah uzur, suami-istri, anak-orangtua. “Saat ini masih dilakukan pendataan mengenai para calon hajinya. Dan untuk yang sisa kuota 144 orang ini, pembayarannya mulai Senin pekan depan,” tambahnya.

Pembayaran biaya haji bagi jumlah kuota tambahan tersebut, bisa dilakukan di bank-bank yang juga menjadi tempat pembayaran BPIH tahap 1 dan 2 beberapa waktu lalu antara lain, Bank Mandiri Syariah, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat, Bank Bukopin, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Sumut.

Bagaimana, bila kuota tambahan 289 orang tersebut tetap tidak terpenuhi? Syariful mengatakan, pihaknya akan memohon kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Haji Kementerian Agama pusat, untuk mengalokasikan kepada calon haji yang berusia 81 tahun ke bawah.

“Kalau tidak terpenuhi juga hingga tanggal 19 September, bagi para calon haji di atas 81 tahun maka kita mohon ke Dirjen Haji untuk mengalokasikannya ke calon haji yang di bawah usia 81 tahun,” katanya.(ari)