Home Blog Page 14703

Dua Nelayan Hilang Belum Ditemukan

BELAWAN- Sampai saat ini, dua orang nelayan Abdul Jalil (25) dan Atan (55), yang hilang dalam tragedi tabrakan kapal tanker dengan kapal KM Mandiri milik nelayan asal Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara di Perairan Pulau Berhala,  belum ditemukan.

“Selama dua hari dilakukan pencarian, dua nelayan yang hilang belum juga ditemukan sampai saat ini. Pun begitu, kami masih terus membantu melakukan pencarian,” kata Ditpolair Kombes Ario Gatut saat dikonfirmasi, Kamis (15/9)
Lebih lanjut, dia menambahkan, pihaknya hanya membantu dalam melakukan pencarian saja. Saat ditanya apakah kapal tanker yang menabrak kapal tersebut?, dia membenarkan dan sudah menemukan kapal tersebut. Saat ini, kapalnya itu diletakkan di Syabandar. “Pihak Syahbandar yang menangani kasus ini, kami hanya membantu melakukan pencarian. Kapal Tanker MT Lapin yang yang nabrak kapal nelayan, sekarang sudah di amankan di Syabandar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua HNSI Kota Medan Zulfahri Siagian, mengatakan, sampai saat ini, dua nelayan belum ada informasi ditemukan. Namun, ketiga nelayan yang selamat sudah dipulangkan ke Kuala Tanjung, Batubara.
“Sampai saat ini dua nelayan belum ditemukan, sedangkan tiga nelayan yang selamat sudah dipulangkan ke daerah asalnya. Kami juga masih melakukan pencarian dua nelayan tersebut dengan berkoordinasi dengan pihak Basarnas, Syahbandar dan Ditpolairdasu,” katanya.

Lebih lanjut, dia menambahkan, situasi ini menambah jumlah nelayan yang menjadi korban di laut. Hal ini menjadi derita panjang para keluarga korban. Dia berharap, pemerintah maupun pengusaha yang memakai jasa nelayan ke laut, agar lebih memperhatikan resiko kerja yang terjadi.

“Sudah selayaknya para pengusaha memberikan asuransi kepada nelayan pekerjanya dan bagi nelayan kecil agar secepatnya pemerintah melaksanakan program asuransi gratis bagi para nelayan,” tandasnya.
Kepala Syahbandar Belawan B Tangkuman mengatakan, pihaknya sudah menerima informasi atas kecelakaan kapal tersebut dari pagi hari. Namun, kabarnya masih bermacam-macam versi. “Setelah dilakukan pemeriksaan, kami sudah menemukan titik koordinat ditemukannya ketiga nelayan tersebut melalui email yang dikirim pihak PT TCK dari Kapal MT Malvin yang menolong mereka,” ujarnya.

Ketiganya ditemukan di posisi 04-09 Lintang Utara/099-34 Lintang Timur. Syahbandar pun sudah mengambil langkah tindak lanjut terhadap kecelakaan kapal tersebut dengan berkoordinasi dengan Tim Sar. “Tim Sar sudah langsung melakukan pencarian terhadap dua orang nelayan yang masih belum ditemukan dan kapal kami pun siap untuk melakukan bantuan juga,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap ketiga nelayan untuk di BAP. Selain itu, pihaknya juga menyelidiki identitas kapal yang menabrak kapal nelayan tersebut.(mag-11)

Hak Interpelasi atau Angket Digagas

Ungkap Dugaan Kerugian Negara DAK 2007-2010 Rp34,7 Miliar

LUBUK PAKAM- Fraksi Hanura Gerindra Reformasi Baru (F-Hagrib) DPRD Deli Serdang, menyerukan agar DPRD Deli Serdang menggunakan hak interpelasi atau angket menuntaskan temuan BPK terhadap pelaksanaan DAK 2007, 2008, 2009 dan 2010.

Demikian terungkap pada rapat Paripurna DPRD tentang  pandangan umum fraksi -fraksi terhadap nota  pengantar P-APBD 2011, dipimpin Wakil Ketua H Wagirin Arman dan dihadiri Wakil Bupati Zainuddin Mars, Kamis (15/9), sekitar pukul 14.40 WIB.

Dugaan ajakan menggunakan hak interflasi atau angket itu, dikarenakan adanya kabar DPRD menerima sejumlah dana dari pihak terkait dengan tujuan menggagalkan terbentuknya Pansus DAK yang menurut BPK -RI berpotensi merugikan keuangan daerah atau negara.

Padahal diakhir Agustus silam, sangat getol pembentukan Pansus Investigasi DAK 2007, 2008, 2009 dan (triwulan III) sekitar Rp34,7 miliar, diprakarsai anggota DPRD. Tetapi batal entah kemana ujungnya. Malah tugas untuk menginvestigasi diserahkan kepada Panitia Kerja (Panja) tetapi sampai saat ini panja tidak terbentuk.

Sementara itu, Fraksi PAN serta fraksi lainnya, masih berkutat seputar ketidak patuhan pemerintah daerah terhadap Undang -Undang RI nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah.

Pemerintah daerah  masih menunjukkan kearogansinnya tidak taat aturan perundang-undangan yang berlaku dalam menyusun laporan realisasi semester pertama APBD dan prognosis untuk 6 bulan berikutnya.

Sejatinya, laporan realisasi itu disampaikan kepada DPRD selambat-lambatnya  akhir Juli tahun anggaran yang bersangkutan, untuk dibahas bersama antara DPRD dan pemerintah daerah. Namun kenyataannya, pemerintah daerah sama sekali tidak pernah melakukannya. Sungguh ironi, ada pembahasan penyesuai atau perubahan anggaran, tetapi belum dilakukan evaluasi terlebih dahulu.(btr)

Show Room dan Bengkel Terbakar

LANGKAT- Satu unit mobil pick up membawa muatan kondensat (minyak mentah) terbakar, di Dusun Kuala Pesilam, Desa Padang Tualang, Langkat, Rabu (14/9) malam. Show room berisi 15 unit sepeda motor dan bengkel ikut ludes terbakar.
Apang, warga setempat mengatakan, peristiwa kebakaran yang tidak ada menelan korban jiwa itu, terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Tidak jelas dari mana asal api mengakibatkan terbakarnya mobil pick up bermuatan dua drum berisi sekitar 2 ton minyak mentah itu.

“Pokoknya dalam peritiwa itu, usaha bengkel dan show room milik Iwan ikut ludes terbakar tersambar api dari mobil pembawa minyak tersebut,” kata dia.(mag-4)

PKL Direlokasi ke Pinggir Sungai

BINJAI- Wacana relokasi pedagang kaki lima (PKL) di seputaran Tanah Lapang Merdeka ke eks Gedong Ulahraga (GOR), dinilai Wali Kota Binjai Hm Idaham, akan berhasil dan dapat memperindah tatanan Kota Binjai.
“Persoalan PKL , belum lagi apa-apa sudah heboh,” kata Wali Kota Binjai HM Idaham, usai menghadiri sidang paripurna di gedung DPRD Binjai, Kamis (15/9).

Bahkan, Idaham yang dilantik Agustus 2010 lalu ini, langsung membantah saat disinggung kebijakannya untuk merelokasikan PKL akan menghabiskan anggaran saja. “Menghabiskan anggaran bagaimana? Itukan kita tata sedemikian rupa agar indah. Apalagi, tempatnya persis di pinggiran sungai,” kata Idaham.

Ketika dikaitkan dengan Pasar Sky Kros, Pasar Rambung dan Pasar Tunggurono yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar, tetapi tidak menghasilkan apa-apa, Idaham hanya meminta jangan mengkaitkan soal ketiga bangunan tersebut.
“Jangan dikaitkan kesitulah. Mungkin letak ketiga bangunan itu tidak strategis. Makanya, PKL ini kita pindah di pinggiran Sungai Bingai, dan saya rasa tempatnya sangat bagus dan sangat strategis. Ya tentunya, akan kita perindah terlebih dahulu,” ucapnya.

Idaham berahrap, agar ia diberi waktu dan kesempatan untuk menata Kota Binjai ini, untuk dijadikan sebagai Kota Idaman. “Apa mau kota kita ini seperti ini terus. Makanya akan kita tata sebaik mungkin,” ujarnya.
Sementara, para PKL yang ada di pinggiran tanah lapang merdeka, sangat tidak terima jika direlokasi ke pinggiran Sungai Bingai. “Apanya yang strategis. Tempatnya sunyi seperti itu dibilang strategis,” kata Ros salah seorang PKL. (dan)

Galian C Sungai Wampu Dieksekusi

LANGKAT- Sedikitnya 200 personel lintas instansi Pemkab Langkat serta polisi, menyisir pinggiran Sei Wampu guna menertibkan usaha galian pasir ilegal yang meresahkan masyarakat, karena menggunakan mesin penyedot dikhawatirkan  menyebabkan erosi dan ambrolnya jembatan penghubung Sumut-Aceh tersebut.

“Sesuai instruksi Bupati, hari ini eksekusi dilakukan demi keamanan dan kenyamanan kepentingan umum,” tegas Kadis Pertambangan Energi (Tamben) Langkat  M Iskandarsyah, saat memberikan arahan apel kesiagaan penertiban di halaman Kantor Bupati, Kamis (15/9).

Keberadaan usaha galian C berupa pasir di sekitar jembatan Sei Wampu, tidak ada izin dan tidak akan pernah diberikan izin karena membahayakan kondisi jembatan yang berakibat kepada abrasi, terlebih saat ini sudah menggunakan mesin penyedot. (mag-4)

Mobil Pejabat Keimigrasian Dirusak

BELAWAN- Satu unit Mobil Mitsubisi Lancer warna merah B 1384 FJ milik JM Sigalingging, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Belawan di rusak orang tidak dikenak (OTK) di parkiran kantor Imigrasi Belawan di Jalan Serma Hanafiah, Kecamatan Medan Belawan, Kamis (15/9).

Keterangan diterima wartawan Sumut Pos menyebutkan,  JM Sigalingging sudah tiba di kantor pukul 07.30 WIB. Selanjutnya, dia memarkirkan mobil Mitsubishi Lancer B 1384 FJ di parkiran kantor Imigrasi Belawan.
Tak lama berselang, dia pergi ke sebuah acara di Pasar Baru Belawan dengan rombongan Kanwil Imigrasi menghadiri sebuah kegiatan. Sekitar pukul 12.30 WIB, salah seorang petugas Imigrasi D Simorangkir, menelponnya dan memberitahukan mobilnya dirusak OTK.(mag-11)

Jadi Tersangka, Langsung Dicopot

Ancaman SBY Terhadap Menteri Koruptor

Ini peringatan bagi menteri-menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II yang terbelit masalah, termasuk perkara korupsi. Tidak hanya mencermati para pembantunya itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga akan langsung mencopotnya jika menterinya ditetapkan sebagai tersangka.

“Presiden akan memberhentikan mereka apabila dianggap oleh hukum sebagai tersangka,” ujar Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa di Bina Graha, komplek Istana Kepresidenan, kemarin (15/9). Dasarnya adalah pakta integritas yang ditandatangani para menteri di hadapan presiden.

Daniel menegaskan, presiden memiliki komitmen untuk membersihkan pemerintahannya dari korupsi. Dengan langkah tegas itu, dia menepis anggapan bahwa Istana justru memelihara budaya korupsi. “Tidak ada yang dipelihara, apalagi hal yang buruk,” tegasnya.

Menurutnya, sejak awal presiden sudah mencoba menyiapkan agar pemerintahan bersih. Salah satunya dengan memperkuat lembaga-lembaga pengawasan, seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Begitu juga komitmen untuk bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Saat ini, setidaknya ada dua menteri yang dikait-kaitkan dengan kasus korupsi seiring dengan temuan kasus di kementerian yang dipimpinnya. Yakni Menpora Andi Malarangeng-kasus suap wisma atlet- dan Menakertrans Muhaimin Iskandar-kasus dugaan suap program percepatan pembangunan infastruktur daerah transmigrasi-.
Menurut Daniel, presiden telah memanggil Andi dan Muhaimin terkait kasus di kementerian masing-masing begitu kasus tersebut mencuat ke publik. “Presiden sudah melakukan langkah-langkah internal atau klarifikasi,” kata peraih doktor di Flinders University, Australia itu.

Presiden meminta para menteri tersebut bekerjasama secara penuh untuk mengikuti proses hukum yang dihadapi. “Dan kabar baiknya adalah mereka melakukan, sejauh ini tidak seorang pun menteri menghindar atau mengingkari proses hukum yang harus dihadapi,” papar pengajar di Universitas Airlangga itu. dia menegaskan tidak ada kepentingan politik meski dua menteri itu masuk dalam bagian partai koalisi.

Bagaimana dengan evaluasi menteri yang berujung pada reshuffle? Daniel menuturkan, masalah itu merupakan isu yang sensitif namun tidak bisa ditutup-tutupi. Menurutnya, presiden juga menangkap desakan untuk dilakukan perubahan. “Tidak bisa menggunakan kata atau kalimat yang lebih terang selain presiden menangkap pesan itu dan menjadikannya sebagai kekuatan untuk membuat perubahan-perubahan dalam kinerja yang tinggal tersisa 3 tahun,” paparnya. (fal/iro)

Setuju Remisi Bagi Koruptor Dihapus

Terobosan hukum dilakukan Presiden SBY terkait pemberantasan korupsi. Presiden memberikan persetujuan untuk menghentikan remisi bagi koruptor. “Presiden menegaskan kembali persetujuannya untuk menguatkan pesan penjeraan kepada para pelaku kejahatan terorganisir, khususnya korupsi dan terorisme. Untuk itu pengurangan hukuman atau remisi kepada para koruptor dan teroris disetujui untuk dihentikan,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, HAM dan Pemberantasan KKN, Denny Indrayana dalam siaran pers, Kamis (15/9).

Presiden, lanjut Denny, mengambil keputusan ini sesuai dengan semangat antikorupsi yang mendasarinya. Diharapkan langkah ini bisa terus menelurkan semangat pemberantasan korupsi.

“Kebijakan moratorium remisi bagi tindak pidana korupsi dan teorisme itu dilakukan seiring dengan perbaikan peraturan perundangan yang mendasarinya, agar lebih jelas dan sejalan dengan semangat antikorupsi,” terangnya.
Beberapa waktu lalu remisi bagi para koruptor menuai protes masyarakat luas dan pegiat antikorupsi. Kebijakan itu dinilai menciderai semangat pemberantasan korupsi. Banyak koruptor yang justru menikmati banyak diskon remisi sehingga tidak menimbulkan efek jera. (net/bbs)

Masa Sulit

Inter Milan vs Trabzonspor

MILAN – Kekalahan tiga laga beruntun di tiga ajang berbeda, menjadikan awal musim ini sebagai awal musim terburuk Inter Milan selama 90 tahun terakhir. Mereka kalah dari klub Turki Trabzonspor 0-1 (0-0) pada matchday 1 grup B Liga Champions, kemarin dini hari (15/9).

Parahnya, kekalahan itu terjadi di markasnya Giuseppe Meazza di hadapan 24 ribu penonton. Hasil yang membuat situasi di ruang ganti Inter semakin panas dan kursi pelatih Inter yang diduduki Gian Piero Gasperini mulai digoyang.
“Sepak bola seringkali memasuki episode seperti ini. Sayang sekali karena kami gagal mencetak gol dan lawan melakukannya. Kami keluar lapangan dengan kepala tertunduk dan harus bekerja lebih keras,” bilang Javier Zanetti, kapten Inter, seperti dikutip Reuters.

Bek kanan Trabzonspor asal Rep. Ceko Ondrej Celustka merupakan sosok yang membuat publik Giuseppe Meazza terdiam dengan golnya pada menit ke-76. ?Ini momen sulit. Saya harap fans bisa mengerti dan bersama-sama melewatinya,” kata Zanetti.

Ya, Inter memang sedang menjalani momen sulit. Setelah kalah dari AC Milan 1-2 di Piala Super Italia (6/8) dan kalah dari Palermo 3-4 di pekan pertama Serie A Liga Italia, mereka kembali menjadi pecundang saat tampil di Liga Champions.

Situasi ini lebih buruk daripada yang mereka alami pada April 2000 lalu. Ketika itu, mereka kalah tiga laga beruntun di dua ajang berbeda. Tim berjuluk Nerazzurri itu kalah dari Udinese dan Juventus di Serie A serta takluk dari Lazio di Coppa Italia.

Inter wajib berbenah agar tidak semakin terpuruk, masalahnya pada akhir pekan nanti (17/9), mereka akan menjalani pertandingan sulit di Serie A menjamu AS Roma. “Kami tidak boleh kembali mengalaminya. Melawan Roma selalu sulit,” ujar Zanetti.

Terkait kekalahan beruntun itu, Gasperini masih saja berkilah. “Kami hanya tidak beruntung saat ini. Kekalahan ini meninggalkan penyesalan, tapi tim kami menyadari bisa bangkit,” kata Gasperini, kepada Sky TV, seperti dilansir AFP.
Bagi Trabzonspor, kemenangan atas Inter adalah sesuatu yang sangat layak dirayakan secara besar-besaran. Bagaimana tidak, Inter adalah juara Liga Champions 2010, sedangkan Trabzonspor hanyalah tim pengganti di Liga Champions.

Kok bisa? Kalau saja Fenerbahce tidak tersandung kasus pengaturan skor dan dicoret dari Liga Champions, tidak mungkin runner-up Liga Turki musim lalu itu bisa tampil. Sebab, mereka sudah kalah di babak kualifikasi dan siap tampil di Europa League.

Tiba-tiba, jelang drawing fase grup, kabar mengejutkan datang dari UEFA di mana sang juara Turki Fenerbahce dihukum. Akhirnya, mereka merasakan debutnya di babak utama Liga Champions. Mereka mengulang sejarah 28 tahun lalu, saat mengalahkan Inter.
“ Ini laga pertama di Liga Champions dan benar-benar laga akbar,” ujar Gustavo Colman, gelandang Trabzonspor. (ham/jpnn)

Ganti Formasi, Tetap Memble

SOROTAN langsung tertuju kepada Gian Piero Gasperini, pelatih Inter Milan, menyusul kekalahan dari Trabzonspor, kemarin dini hari (15/9). Kepemimpinan, strategi, dan kapasitasnya sebagai pelatih tim besar mulai diragukan tifosi Inter.

Bila dalam dua kekalahan sebelumnya melawan AC Milan di Piala Super Italia (6/8) dan Palermo di Serie A Liga Italia, formasi 3-4-3 andalan Gasperini jadi bulan-bulanan kritik, pada laga kemarin dini hari, Inter turun dengan formasi 4-3-1-2.

Lucio dan Andrea Ranocchia mengisi jantung pertahanan serta didampingi Jonathan dan Yuto Nagatomo di kanan dan kiri. “Kekalahan ini bukan sepenuhnya karena formasi. Tak segampang itu. Benar atau tidaknya formasi juga tergantung lawan berreaksi,” kata Esteban Cambiasso,  gelandang Inter, seperti dikutip Goal.
“Mereka mungkin saja akan menyerang kami dengan dua atau tiga striker, itu mengubah cara bermain Anda. Tapi, intinya, Anda harus menyerang dan bertahan sebagai kesatuan. Kami juga harus tenang melewati situasi ini,” lanjut Cambiasso.

Menurut Cambiasso, tidak segampang itu menyalahkan strategi atau sampai harus mengganti pelatih. “Saya tidak melihat ini sebagai masalah besar. Kami hanya kalah. Apakah karena hal itu kami harus mengganti presiden hingga bagian perlengkapan” sindir Cambiasso.

Bukan hanya pemain yang membela Gasperini, Presiden Inter Massimo Moratti, yang sebelumnya mengkritik pilihan formasi Gasperini ikut membela. Dia juga membantah bila sekarang nasib Gasperini sedang dipertimbangkan.
“Sama sekali tidak. Sebab, para pemain tampil cukup bagus di lapangan. Mereka hanya belum mendapatkan ritme yang tepat. Mereka hanya butuh sedikit dorongan, tapi saya tidak akan menyalahkan pelatih,” kata Moratti, seperti dilansir Football Italia.

Taipan minyak Italia itu menilai Javier Zanetti dkk sudah cukup baik dibanding ketika kalah dari Palermo. “Kami kehilangan sejumlah peluang emas, tapi itu tak mengubah fakta bahwa kami kalah, harus ada perbaikan,” jelas Moratti. (jpnn)