Home Blog Page 14707

Ketika Keuntungan adalah Buah Protes Orang Lain

Ramadhan Batubara

Lantun kali ini berawal dari sop dan soto. Tentu, ini tentang makanan yang berair; sesuatu yang cair. Ada yang belum pernah merasakan makanan ini?

Tapi, maaf, jika Anda mengharapkan tulisan ini akan bercerita soal resep atau rahasia sang pembuat dan penjual dua jenis makanan itu. Ini hanya soal warung sop dan soto yang tiba-tiba saja memberikan rangsangan bagi saya untuk menuliskan lantun kali ini.

Ceritanya, saya sering makan siang di warung sop dan soto yang berada di Jalan Karya Jaya, tepatnya beberapa ratus meter sebelum Pasar Baru Johor; yang berada tepat di perbatasan Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Warung ini sedikit tidak terlihat, dia berada di tingkungan dan ada beberapa pohon di depan bangunannya. Tembok warung ini tidak diplaster, dia malah menjual keindahan dari batu bata yang berbaris dan tempelan tepas. Jadi, kesannya lebih tradisional.

Nah, beberapa hari yang lalu ada perbedaan dari warung itu. Saya, tentunya bersama istri, sedikit terkejut saat hendak mencicipi makanan yang kami pesan dan telah dihidangkan. Sang pelayan datang membawa dua gelas air putih. Sungguh, selama beberapa kali kami makan di warung itu, tidak pernah kami disuguhkan air putih. Air minum untuk kami makan adalah minuman yang memang kami pesan; biasanya teh manis dan teh manis dingin.

“Tumben…,” goda istri saya. Sang pelayan tak menjawab. Dia pergi sambil meninggalkan senyuman yang manis.
“Kejutan yang menyenangkan. Tapi, kok bisa?” kali ini saya yang mendapat tanya dari istri.

“Mungkin, sebelum kita ada pembeli yang protes. Jadi, kita kebagian bagusnya,” jawab saya pula.
Fiuh. Jawaban spontan itu malah membuat saya tersadar sesuatu. Ya, keuntungan saya adalah buah dari protes orang lain kan?

Maka, dari kejadian tersebutlah lantun ini bermula. Ya, akhir-akhir ini memang saya sedikit terusik dengan kisah protes. Ayolah, soal reshuffle, tentang dana BOS, dan sebagainya yang belum jelas di negara ini kan memunculkan protes dari beberapa pihak. Baiklah, jika ada yang mengatakan hal itu bukan protes, tapi sekadar kritik membangun atau apalah itu. Yang jelas, bagi saya, protes adalah sebuah tindakan untuk menyampaikan ketidaksetujuan; terserah dengan tulisan, demonstrasi, beropini di media, dan sebagainya.

Menyadari hal itu, saya sedikit miris memandang diri saya sendiri. Bukan apa-apa, saya hanya merasa tidak bisa berdiri sendiri. Semacam ada pikiran kalau apa yang saya raih ini hanya karena orang lain. Dengan kata lain, orang lainlah yang menentukan keberuntungan saya.

Ya, bukankah untuk segelas air putih sejatinya saya tidak butuh protes orang lain kepada pelayan warung sop dan soto itu? Kenapa saya harus menunggu protes orang itu? Bukankah saya dan istri merasa beruntung ketika air putih itu datang?

Hm, mungkin, pemikiran inilah yang menjadi dasar pembentukan kata ‘wakil rakyat’ itu ya. Dengan kesadaran kalau tidak semua orang bisa menyampaikan pendapatnya secara langsung, maka dibutuhkan wakil. Nah, wakil-wakil inilah yang akhirnya menentukan nasib orang-orang.

Saya juga teringat dengan kisah saya beberapa waktu lalu. Ceritanya saat di Simpang Tritura, Jalan AH Nasution. Saat itu traffic light mati, jadi polisi mengatur lalu lintas secara manual. Polisi itu berdiri di tengah, dengan peluit dan tangan dia memberi tanda jalur mana yang boleh jalan. Saya yang berada di jalur dari Titi Kuning menuju Amplas dan mendapati ketidakadilan. Pasalnya, jalur dari Amplas ke Titi Kuning mendapat jatah jalan yang lebih lama.

Nah, dalam keadaan terpedaya semacam itu, tiba-tiba, beberapa pengendara sepeda motor membunyikan klakson. Lalu, seakan dikomando, pengendara lain juga mengikuti. Suara klakson pun membahana. Polisi yang mengatur lalu lintas langsung melihat ke arah kami. Dan, dia seketika menghentikan jalur Amplas ke Titi Kuning. Saya dan pengendara lainpun melaju nyaman. Fiuh, saya ingat, saat itu saya tak membunyikan klakson! Tapi, saat itu bukan saya tak mau, klakson saya sedang rusak. Loh!

Wah, kalau soal klakson rusak, saya malah diingatkan dengan nasib seorang kawan yang sial terus. Begini, karena sering mengalami kebanjiran di kawasan Jalan Brigjen Katamso dia membeli rumah di daerah Namorambe. Logikanya, ke kawasan yang lebih tinggi, maka banjir tak akan mereka alami lagi. Dia pun bergabung di sebuah komplek perumahan yang jumlahnya sampai puluhan ribu unit. Tidak tanggung-tanggung, dia mengubah rumah asli komplek perumahan itu. Dia jadikan rumah itu dua lantai. Dia begitu bangga karena banjir bukan lagi momok. Hm, sebuah usaha yang menarik.

Apa lacur, tampaknya nasib belum berpihak. Beberapa hari yang lalu saat Medan dilanda hujan deras dan angin kencang, rumahnya malah dibobol air. Ceritanya, komplek perumahan itu baru membangun ratusan rumah dari puluhan ribu unit yang direncanakan, jadi masih begitu banyak lahan kosong. Pohon-pohon di kawasan itpun sudah diratakan dengan tanah. Jadi, rumah dua lantai kawan itu menjadi sesuatu yang menonjol. Tak pelak, angin menghajar atap rumah kawan itu. Tiga seng terbang. Air dari langit langsung menyerbu ke dalam rumahnya.
Hm, mau protes kemana? Atau, haruskah dia menunggu protes orang lain agar dia beruntung?
“Ternyata banjir tidak hanya di lembah saja, t**k!” makinya.

Tentu, makian dia tidak membuat saya marah. Saya malah ngakak dengan gigi terkatup. Ya, saya hanya terenyuh dengan ketidakadaan wakil bagi nasibnya. Sedang saya, telah terwakili oleh pembeli di warung sop dan soto atau dengan pengendara di Simpang Tritura kan? (*)

Warga Padati PRS BRI

LUBUK PAKAM- Ribuan warga memadati Lapangan Segitiga Lubuk Pakam, Sabtu (8/10). Mereka begitu antusias mengikuti kegiatan Pasar Murah Pesta Rakyat Simpedes (PRS) yang digelar BRI Cabang Lubuk Pakam tersebut.

Hadir dalam pembukaan PRS BRI tersebut pimpinan Cabang BRI Lubuk Pakam Sutam Muhammad Thamrin NH didampingi Asistensi Manager Bisnis Mikro Cabang BRI Lubuk Pakam Hormat Sembiring, serta Kapolsek Lubuk Pakam Kapolsek Lubuk Pakam, AKP M Ikhwan dan mewakili Camat Lubuk Pakam P Opung Sunggu.

Kegiatan PRS BRI juga diramaikan dengan festival band antar pelajar se Deli Serdang. Panitia juga membuat acara games serta lucky draw dengan hadiah utama mobil Xenia dan hadiah menarik lainnya seperti puluhan unit kendaran roda dua serta puluhan peralatan elekotronik. Hadiah-hadiah tersebu bakal diserahkan kepada nasabah Tabungan Simpedes yang beruntung pada acara lucky draw yang dilakukan Minggu (9/10). Sementara itu, sedikitnya 27 stan diisi pelaku usaha mikro yang mendapat dukungan dana dari BRI. Untuk membudayakan hidup hemat dengan cara menabung. BRI Cabang Lubuk Pakam membuka stan pembukaan rekening baru khusus untuk tabungan Sipedes.(btr)

Jaga Kesempurnaan

TURKI vs JERMAN

PRAHA-Jerman menjaga kesempurnaan pada babak kualifikasi Euro 2012, setelah pada pertandingan kemarin (8/10) tim berjuluk Die Rotten itu menang 1-3 atas tuan rumah Turki.

Pada pertandingan yang berlangsung di Turk Telekom Arena, Istanbul itu tim tamu benar-benar mendominasi, hingga akhirnya memenangkan pertandingan guna menggenapi poin yang mereka miliki menjadi 27 poin dari sembilan laga yang sudah dilalui.

Sementara buat Turki kekalahan ini mengancam kelolosan mereka karena kini turun ke urutan tiga klasemen dengan poin 14. Posisi runner up mereka diambil Belgia (15 poin) yang pada pertandingan lain menang telak 3-0 saat menjamu Khazakstan. Baik Turki dan Khazakstan masih punya satu pertandingan tersisa.

Mario Gomez membuka keunggulan Jerman saat laga masuk menit 35. Skor kemudian berubah menjadi 2-0 setelah Thomas Muller menjebol gawang tuan rumah untuk kali kedua di menit 66.

Hakan Balta sempat memperkecil kedudukan dengan golnya di menit 79. Namun eksekusi penalti Bastian Schweinsteiger hanya satu menit sebelum pertandingan tuntas memasikan skuad besutan Joachim Loew pulang dengan kemenangan 3-1.

Striker Bayern Munich Mario Gomez merasa senang dengan kemenangan 3-1 yang telah diraih Jerman ketika bertandang ke Turki pada laga lanjutan kualifikasi Euro 2012.

Dalam pertandingan tersebut, Gomez menyumbangkan satu gol bagi kemenangan tim Der Panzer. Ia mengaku untuk bisa memenangkan pertandingan ini sungguh bukan hal yang mudah dicapai.
“Kami memang sempat gagal dalam mengeksekusi sejumlah kesempatan untuk bisa mencetak gol lebih banyak,” kata Gomez usai pertandingan.

“Buat kami ini bukan pertandingan yang mudah, meski kami sebenarnya sudah memastikan diri untuk lolos. Buat kami Turki tetap lawan yang tangguh untuk dikalahkan,” ujarnya.

Terpisah, pelatih Turki Guus Hiddink mengatakan bahwa Jerman merupakan salah satu tim terbaik di tanah Eropa. “Kami akan memenangkan pertandingan pekan depan. Selain kami, saya juga memprediksi jika tim terbaik Eropa Jerman akan menang atas Belgia. Bila itu terjadi maka kami lolos ke babak play-off,” kata Hiddink. (bbs/jpnn)

Pasien Jamkesmas Dikutip Uang Darah

MEDAN- Rumah Sakit Umum (RSU) Bandung di Jalan Mistar Medan meminta pasien Jamkesmas membayar uang darah. Bukan itu saja, orangtua pasien juga diminta membawa anaknya keluar dari rumah sakit itu, diduga karena telah melaporkan peristiwa itu kepada wartawan.

Hal ini dialami Riska Aprilia (14), warga Jalan Bukit Mas Lingkungan VI Bahagia, Kecamatan Stabat, Langkat. Riska didiagnosa menderita tumor pada kaki kirinya. Rizka menjalani perawatan sejak Kamis (6/10) di Ruang Ester 4, RSU Bandung.

Ayah Riska, Supriyanto (41) kepada wartawan mengaku, mereka diharuskan membayar Rp2 juta untuk pembelian delapan kantung darah. “Awalnya saya bayar Rp1 juta dulu, yang Rp1 juta lagi menyusul,” katanya.

Pada kwitansi yang ditunjukkan Supriyanto, tertulis pembayaran darah sebanyak 4 kantong golongan B, senilai Rp1 juta diterima dari M Syaiin tertanggal 6 Oktober 2011 yang ditandatangani petugas RSU Bandung, Mar Bangun.
Sementara, Rizka yang merupakan siswi Kelas IX, SMP Negeri 2 Stabat, tercatat sebagai peserta Jamkesmas dengan nomor 0000332544003. Lantas, Supriyanto menanyakan prihal pembayaran tersebut kepada petugas kasir. “Saya tanya kenapa darah dibayar, kan sudah ditanggung Jamkesmas. Tapi petugas kasir bilang, darah di luar tanggungan Jamkesmas dan harus dibayar pasien,” ujarnya.

Mendapat jawaban itu, Supriyanto yang sehari-hari berdagang es keliling itu akhirnya membayar juga. Selama pengobatan anaknya tersebut, Supriyanto mengaku sudah menghabiskan biaya sekitar Rp10 juta. Uang tersebut diperolehnya dari pinjaman kepada teman dan keluarganya. “Sepeda motor untuk saya jualan es pun sudah saya jual. Begitu juga televisi sudah saya jual untuk biaya berobat anak saya,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Bidang Jaminan Sarana Kesehatan Dinkes Sumut Agustama menegaskan, tindakan petugas RSU Bandung telah melanggar ketentuan. Ditegaskannya, peserta Jamkesmas tidak dibebankan biaya apa pun termasuk pembelian darah. “Karena semua sudah ditanggung dalam Jamkesmas,” tegas Agustama.

Hal senada dikatakan Ketua Unit Donor Darah PMI Medan dr Delyuzar. “Kita tidak tahu apa rumah sakit itu meminta darah untuk pasien Jamkesmas atau tidak. Tapi untuk pasien Jamkesmas tidak ada dipungut biaya untuk pengambilan darah,” jelas Delyuzar.

Sementara Humas RSU Bandung, Joko yang dikonfirmasi mengatakan, pasien Jamkesmas yang berobat di rumah sakit swasta tidak ditanggung biaya darahnya. “Kita sudah sampaikan hal ini ke pihak keluarga, namun mereka tidak mau. Rumah sakit swasta tidak menanggung biaya darah,” terang Joko.

Saat wartawan hendak keluar dari rumah sakit itu, Supriyanto kembali mendatangi wartawan. Dia mengaku baru saja ditelepon Humas RSU Bandung. “Joko, humas rumah sakit ini menyuruh saya keluar dan mencari rumah sakit lain. Dia juga bilang, akan mengganti semua uangnya,” kata Suprianto di depan rumah sakit itu.(jon)

Rooney Dibela, Rooney Dicerca

KARTU merah Wayne Rooney merupakan kerugian besar bagi Inggris. Itu karena Three Lions (sebutan Inggris) tidak bisa memainkan Rooney di laga pembuka putaran final Euro 2012. Tidak menutup kemungkinan Rooney absen dua laga awal apabila UEFA menganggap kartu merah striker Manchester United itu masuk kategori pelanggaran berat.

Tidak hanya sanksi pertandingan, Rooney juga mendapat “sanksi moral”  setelah menjadi bulan-bulanan media Inggris. “Roo (panggilan Rooney) Bodoh”. “Sebuah (tindakan) Idiot di Luar Negeri”. Demikian beberapa judul utama koran-koran di Negeri Britania Raya itu.

Pelatih Tottenham Hotspur Harry Redknapp tak luput mengritik Rooney. Redknapp menilai Rooney merupakan pribadi temperamental. “Dia tidak bisa berbuat hal-hal seperti itu lagi. Kemarahannya merugikan Inggris,” ungkapnya kepada The Sun.

Redknapp lalu mengaitkannya dengan kartu merah Rooney di Piala Dunia 2006, yang dianggap sebagai penyebab kandasnya Inggris di perempat final dari Portugal. Kala itu, gara-gara tidak mampu menahan emosi, Rooney sengaja menginjak paha Ricardo Carvalho.

Redknapp juga membela keputusan pelatih Inggris Fabio Capello yang tetap memainkan Rooney meskipun ayah dan pamannya tengah terlibat kasus judi sepak bola ilegal. “Awalnya, saya memuji betapa dewasanya dia karena seolah tidak terpengaruh kasus keluarganya. Tapi, kemudian dia melakukan tindakan bodoh,” tutur pelatih yang disebut-sebut calon pengganti Capello seusai Euro 2012 itu.

Pelatih Montenegro Branko Brnovic memiliki pendapat berbeda dengan Redknapp. “Saya membaca di koran dia mengalami masalah serius dengan keluarganya di Inggris. Saya rasa dia tidak seharusnya dimainkan,” bela Brnovic. (dns/bas)

Les Blues Belum Aman

PARIS- Prancis sempat terjatuh beberapa saat ke peringkat kedua, setelah posisinya direbut Bosnia yang menggunduli Luksembur 5-0. Tapi mereka kembali meraih posisi puncaknya, ketika berhasil mengalahkan Albania dengan skor 3-0.
Menghadapi partai krusial saat menjamu Albania di Stade de France. Mereka tampil ngotot dan mampu unggul lewat gol-gol dari Florent Malouda, Loic Gerydi, dan Anthony Reveillere.

Pada babak pertama, anak-anak asuhan Laurent Blanc ini langsung tancap gas dengan mendominasi jalannya pertandingan. Beberapa peluang diciptakan oleh Samir Nasri cs. Namun Albania yang sudah tak ada peluang lagi, bermain bertahan.

Namun gol yang ditunggu-tunggu warga Prancis tercipta juga. Prancis berhasil unggul atas Albania lewat gol Florent Malouda. Winger yang bermain di Chelsea ini mencetak gol di menit ke 11.

Prancis menambah keunggulannya menjadi 2-0 lewat gol yang dilesakkan oleh pemain yang saat ini membela Marseille, Loic Remy. Keunggulan 2-0 Prancis ini bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Prancis semakin mendominasi. Beberapa peluang Les Blues yang dimotori Nasri memaksa pertahanan Albania bekerja keras. Namun, tampaknya itu sia-sia bagi tim tamu.

Pasalnya, anak-anak asuhan Laurent Blanc ini kembali memperbesar kedudukan menjadi 3-0, lewat gol bek Anthony Reveillere di menit ke 67. Skor 3-0 untuk keunggulan Les Blues berakhir hingga peluit panjang dibunyikan.
Dengan begitu, tim Ayam Jantan ini berhak kembali memuncaki klasemen grup D dengan nilai 20, unggul satu poin atas peringkat kedua, Bosnia dengan nilai 19. meski menang, Les Blues belum bisa memastikan untuk lolos langsung ke putaran final, karena hanya unggul satu poin dengan Bosnia.

Partai penentuan terjadi pada 12 Oktober nanti. Di mana, baik Prancis maupun Bosnia akan sama-sama bentrok. Sekaligus memastikan siapa yang berhak sebagai juara grup D sekaligus lolos langsung ke putaran final Euro 2012.
“Kemenangan ini menyuntik rasa percaya diri pemain dan fans. Kami pantas merayakannya karena kami telah mampu keluar dari situasi sulit,” kata Blanc.

“Beberapa pemain cedera, tetapi kemungkinan besar mereka pulih tepat waktu sebelum meladeni Bosnia. Begitupun, kami akan siapkan beberapa pemain pengganti,” pungkas Blanc. (net/jpnn)

Sepeda Motor Majikan Dilarikan

MEDAN- Seorang pembantu rumah tangga nekat melarikan sepeda motor majikannya. Akibat perbuatannya, pembantu itu  mendekam di sel Mapolsek Percut Sei Tuan, Sabtu (8/10).

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (2/10) lalu. Saat itu, pelaku bernama Hanisia Nainggolan alias Puput alias Ani (28), warga Jalan Metereologi Simpang Beo Pasar XII, Desa Laut Dendang, Percut Sei Tuan, meminjam sepeda motor Supra Fit BK 6692 UB milik majikannya Anto SE (32), warga Komplek Cemara Asri untuk membeli pulsa.

Namun setelah ditunggu hingga beberapa jam, Puput tak kunjung kembali. Lantas Anto menghubungi nomor ponselnya, namun tak diangkat. Setelah ditunggu hingga malam, Puput tak juga kembali.

Senin (3/10), Anto melaporkan kejadian itu ke Polsek Percut Sei Tuan. Mendapatkan laporan itu, petugas langsung meringkus tersangka dengan berpura-pura mengajak kenalan.(mag-7)

Korban Pembunuhan Ditemukan di Sei Ular

MEDAN- Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan di bawah kolong jembatan Sei Ular, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai, Sabtu (8/10) pukul 06.30 WIB. Mayat tersebut pertama kali ditemukan Anto (44), warga Kelurahan Simpang Tigapekan, Perbaungan, Sergai.

Pagi itu, Anto hendak buang hajat di bawah jembatan Sei Ular itu. Ketika menuruni tebing sungai, Anto melihat sesosok mayat dengan posisi telungkup. Kaget dengan demuannya, Anto berteriak sembari berlari memberitahukan kepada warga yang melintas. Selanjutnya, warga melaporkan penemuan mayat itu ke Mapolsek Perbaungan. Tak berapa lama, Kapolsek Perbaungan AKP Marluddin SAg didampingi Kanit Reskrim Ipda LB Sihombing bersama personelnya melakukan olah TKP. Polisi tak menemukan identitas apapun di tubuh korban.

Dugaan sementara, mayat tersebut merupakan korban pembunuhan. Pasalnya, di sekujur tubuhnya terdapat luka-luka akibat bacokan terutama pada bagian kepala. “Ada sekitar 7 luka diduga akibat dibacok, luka-luka itu terdapat pada kepala bagian kanan,” terangnya. (btr/jon)

Unggul 0,009 Detik

Red Bull Terbangkan Sayap Vettel dari Inggris ke Jepang

SUZUKA – Lagi-lagi, untuk kali ke-15 dari 15 lomba, Red Bull-Renault merebut pole position. Di babak kualifikasi Grand Prix Jepang kemarin (8/10), Sebastian Vettel lagi yang meraihnya, dan dia akan memulai lomba dari posisi terdepan untuk kali ke-12 di musim 2011 ini.

Tapi, pole kali ini tidaklah diraih dengan mudah. Vettel mengelilingi Sirkuit Suzuka dalam waktu 1 menit dan 30,466 detik, hanya 0,009 detik (sembilan per seribu detik) lebih baik dari andalan McLaren-Mercedes, Jenson Button.
Pembalap Jerman itu sendiri mengakui, ini kualifikasi terberatnya tahun ini. “Tidak banyak perbedaan antara Jenson dan saya. Ini kualifikasi yang berat tapi saya sangat menikmatinya,” ucapnya.

Vettel mengaku sempat khawatir sebelum kualifikasi. Ternyata, tabrakan yang dialaminya saat babak latihan Jumat lalu (7/10) memberi dampak lebih dari yang diketahui orang. Saat itu, Vettel merusak sayap depan terbaru Red Bull. Dan sayap itu tidak ada cadangannya. Dia pun harus memakai sayap lama di sisa latihan. Padahal, menurut Red Bull, sayap depan itu bernilai hingga 0,2 detik per lap.

Christian Horner, bos Red Bull, mengaku personelnya harus kerja lembur di pabrik di Milton Keynes, Inggris, begitu tahu sayap depan Vettel rusak. Dengan segera mereka menyiapkan sayap baru, menerbangkannya pakai pesawat komersial dari London ke Nagoya, Jepang, lalu dari sana diterbangkan lagi naik helikopter ke Sirkuit Suzuka.
Sayap baru itu tiba di sirkuit hanya sekitar 30 menit sebelum kualifikasi!
“Teman-teman di markas bekerja bak Herkules untuk menyiapkan komponen baru, mengirimkannya lewat pesawat dan mencapai sirkuit hanya setengah jam sebelum kualifikasi. Itu fenomenal,” tandas Horner.
Dan saat kualifikasi, sayap itu sangat membantu Vettel. Ingat, dia hanya unggul 0,009 detik dari Jenson Button, dan sayap depan itu bernilai hingga 0,2 detik!

Sebenarnya, rekan Button, Lewis Hamilton, punya kans pula untuk mengalahkan waktu Vettel. Sayang, di akhir kualifikasi, saat buru-buru mencatat waktu sebelum bendera checkered berkibar, Hamilton saling mengganggu berebut tempat dengan dua pembalap lain: Mark Webber (Red Bull) dan Michael Schumacher (Mercedes GP).
Alhasil, Hamilton harus puas di urutan ketiga. Schumi juga kehabisan waktu, nyangkut di urutan ketujuh. Webber sempat mencatatkan satu lagi lap cepat, tapi hanya cukup untuk meraih posisi keenam.
Dalam lomba hari ini, dari posisi terdepan, Vettel tampaknya bakal semakin nyaman dalam upaya mengunci gelar juara dunia. Dia hanya butuh finis di urutan 10. (aza/jpnn)

Sepeda Motor Majikan Dilarikan

MEDAN- Seorang pembantu rumah tangga nekat melarikan sepeda motor majikannya. Akibat perbuatannya, pembantu itu  mendekam di sel Mapolsek Percut Sei Tuan, Sabtu (8/10).

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (2/10) lalu. Saat itu, pelaku bernama Hanisia Nainggolan alias Puput alias Ani (28), warga Jalan Metereologi Simpang Beo Pasar XII, Desa Laut Dendang, Percut Sei Tuan, meminjam sepeda motor Supra Fit BK 6692 UB milik majikannya Anto SE (32), warga Komplek Cemara Asri untuk membeli pulsa.
Namun setelah ditunggu hingga beberapa jam, Puput tak kunjung kembali. Lantas Anto menghubungi nomor ponselnya, namun tak diangkat. Setelah ditunggu hingga malam, Puput tak juga kembali.

Senin (3/10), Anto melaporkan kejadian itu ke Polsek Percut Sei Tuan. Mendapatkan laporan itu, petugas langsung meringkus tersangka dengan berpura-pura mengajak kenalan.(mag-7)