Home Blog Page 14706

Motivasi Siswa Menuju LKS SMK Tingkat Nasional

MEDAN- Kegiatan lomba kompetensi siswa (LKS) tingkat SMK se-Kota Medan yang telah  berakhir Rabu (5/10) kemarin diharapkan melahirkan prestasi untuk tingkat nasional.

Mengingat selama ini siswa SMK asal Kota Medan masih minim atas prestasi LKS untuk tingkat nasional dan hanya mampu menembus tingkat provinsi.

Tidak tanggung-tanggung,  pemerintah Kota Medan bahkan menargetkan SMK kota Medan khususnya, mampu meraih prestasi nasional dalam kegiatan lomba kompetensi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

“Kedepannya kita akan dorong siswa yang telah berhasil lolos tingkat provinsi untuk bisa bersaing dan menembus level nasional,” ungkap Kasi Kurikulum SMK Dinas Pendidikan Kota Medan Zulhanif, saat menutup LKS SMK se-Kota Medan, Kamis (6/10).

Masih menurut Zulhanif, para peserta yang mewakili Kota Medan dan berhasil mengikuti LKS provinsi diminta harus berusaha meningkatkan kompetensinya. Dengan begini, bilang Zulhanif, diharapkan bisa mengharumkan nama Kota Medan di tingkat nasional.

“Saya yakin, siswa Medan sudah mempersiapkan diri untuk kompetisi ini. Dan saya yakin tahun ini Medan bisa raih prestasi Nasional,” harapnya.

Sementara bagi siswa SMK yang tahun ini tidak mampu meraih juara, lanjutnya, agar tidak berkecil hati, dan diminta untuk kembali mengukir prestasi di tahun depan.

“Untuk meningkatkan kompetensinya para siswa, para guru sangat berperan dalam membantu siswanya untuk meningkatkan kompetensinya. Akan sulit kalau hanya mengharapkan siswanya sendiri,” sebutnya.
Dari 14 mata lomba tercatat SMK Negeri 1 Medan dan SMK Negeri 8 Medan memenangkan tiga mata lomba, SMK Negeri 2 Medan memenangkan dua mata lomba.

Lalu, sisanya diraih masing-masing  SMK Negeri 7 Medan, SMK Negeri 9 Medan, SMK Negeri 4 Medan, SMK Swasta Parulian, SMK Swasta Tritech, dan SMK Swasta YPK Medan.

Salah seorang siswi asal SMKN 8 Medan, Dessy Mawar Sari yang meraih nilai 93 dan mampu meraih nilai terbaik dalam mata lomba pelayanan restoran mengaku optimis  mengukir prestasi di level yang lebih tinggi lagi. “Saya akan berusaha keras mengharumkan nama sekolah, dan Kota Medan kalau bisa untuk tingkat nasional nantinya,” sebutnya.(uma)

Pagi Ini Sumut Pos Caisar Fun Bike Digelar

MEDAN- Sebanyak 4000 peserta akan mengikuti gelaran Sumut Pos Caisar  Fun Bike, Walk dan Aerobic di Lapangan Merdeka Medan, Jalan Pulau Pinang Medan, Pagi ini Pukul 06.00 WIB. Gelaran ini dibuka langsung anggota Dewan Pimpinan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Parlindungan Purba.

“ Total 4.000 peserta  ini sudah termasuk peserta Fun Bike, Walk, dan Aerobic,” bilang Irfan Nazri, panitia Sumut Pos Caisar, Sabtu (8/9).

Rute Fun Bike dan Walk dimulai dari Jalan Pulau Pinang menuju Jalan Balai Kota, Jalan Putri Hijau, H Adam Malik, Kapten Maulana Lubis, Bukit Barisan, Jalan Kereta Api dan finish kembali ke Jalan Pulau Pinang.
Para peserta akan diberikan  T-Shirt, snack dan diberi kesempatan mengikuti  lucky draw  dengan membawa guntingan kupon yang tertera di Sumut Pos.  “Hadiah lucky draw ada sepeda, spring bed, TV, hand phone, kompor gas, rice cooker, setrika dan hadiah lainnya,” bilang Irfan

Terpisah, Hirzan panitia Fun Rally Wisata menyebutkan, acara Sumut Pos Caisar, Fun Bike, Walk, dan Aerobicn
merupakan rangkaian acara HUT  ke 10 Harian Sumut Pos. Acaranya puncak perayaan ulang tahun dilaksanakan Minggu (23/10) dengan melaksanakan Rally Wisata yang startnya dari Lapangan Merdeka Medan dan finish di Them Park, Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai. Acara ini diikuti 200 mobil dan 500 sepeda motor  “Nah, bagi para Masyarakat Sumut khususnya masyarakat kota Medan yang ingin mengikuti fun rally ini bisa langsung mendaftar ke Harian Sumut Pos di Gedung Graha Pena di Jalan Sisingamangaraja Medan Amplas, tepatnya di depan pintu masuk Tol Amplas,” bilang Hirzan yang juga Wakil Pemimpin Redaksi (Wapimred) Sumut Pos  ini.

Peserta Fun Rally Wisata yakni membayar uang pendaftaran Rp 300 ribu untuk driver dan navigator. Sementara peserta sepeda motor dikenakan biaya Rp75 ribu per peserta. “ Setiap peserta berhak mendapatkan baju, snack, makan siang, dan kupon lucy draw yang akan diundi di acara tersebut. Sementara pemenang fun rally wisata mobil dan sepeda motor akan memperubutkan hadiah puluhan juta rumah. Selain itu tentunya seluruh peserta bebas masuk ke theme park gratis, dan akan dihibur oleh artis ibu kota,”  terang Hirzan.(omi)

Kekuatan Pengamanan Penuh

Jubileum 125 Tahun HKBP Wilayah II

MEDAN-Warga Medan disarankan untuk menghindari Jalan Sisingamangaraja/Teladan dan sekitar Stadion Teladan sekitarnya, bila tidak ada urusan perlu dan mendesak. Pasalnya, lalulintas di wilayah ini diprediksi akan sangat ramai sepanjang hari.

Maklum, besok Stadion Teladan akan dikunjungi lebih dari 100 ribu jemaat Huria Kristen Batak Protestan. Para jemaat ini mengikuti Ibadah Raya dalam rangka Jubileum 150 Tahun HKBP untuk wilayah II
Imbauan ini diucapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Raden Heru Prakoso, kemarin (8/10).

Untuk menjamin keamanan dan suasana kondusif, Markas Besar Kepolisian daerah Sumatera Utara (Poldasu) mengerahkan setidaknya 950 personel. Personel pengamanan ini meliputi petugas berpakaian dinas (Pamovit, Sabhara, Satlantas) petugas berpakaian sipil.

(intel dan reserse), ditambah personel Satuan Brimob Poldasu ini disebar di sekitar Stadion Teladan Medan.
Rutusan personel ini bertugas menjaga keamanan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya kerusuhan
yang dilakukan orang-orang yang memanfaatkan membludaknya peserta ibadah raya.

Pasukan Brimo Poldasu yang diturunkan dari Gegana dan Jihandak juga melakukan penyisiran di stadion dengan melakukan pemeriksaan satu persatu tempat duduk di tribun stadion.

“Mereka mengatur lalu lintas dan peserta yang diperkirakan ribuan jemaat, baik dari Kota Medan atau luar kota yang akan memadati stadion ini,” ujar Heru Prakoso, saat meninjau Stadion Teladan Medan, kemarin.
Selain itu, sterilisasi dilakukan untuk mengantisipasi ancaman teror bom. “Penyisiran ini untuk mengantasipasi hal-hal yang tidak diinginkan dari orang-orang yang mencoba memanfaat situasi tersebut untuk menciptakan Sumut tidak aman,” ujar Heru.

Personel ini akan melakukan penjagaan selama 24 jam penuh, sesuai standar pengamanan.(rud)

Pertarungan Modivikator Motor Medan

Honda Oto Contest 2011

MEDAN-Atrium Medan Mall dipadati oleh pengunjung yang ingin menyaksikan pameran motor modifikasi Honda yang digelar Honda bekerja sama dengan majalah otomotif, Ototrend. Sebanyak 60 motor modifikasi mengikuti pameran yang berlangsung selama 2 hari (8 dan 9 Oktober 2011). Walaupun ini merupakan pameran pertama, sambutan masyarakat akan pameran ini sangat luar biasa. Modivikator yang ikut seserta juga lumayan banyak.

”Pameran motor modif ini merupakan yang pertama di Medan, kita tidak menyangka sambutan luar biasa yang diberikan oleh para otomodif,” ujar General Manager Ototrend, Yudy Hananta. Dengan sambutan luar biasa yang diberikan para pecinta motor modif ini, Yudy memastikan bahwa acara ini berhasil menarik perhatian warga kota Medan, terutama para pecinta otomotif.

Hal ini dinilai dari banyaknya peserta yang ikut serta, dengan hanya membawa 1 merk produk saja. “Ada 60 peserta yang ikut, dan ini cukup ba nyak mengingat otocontest ini hanya membawa 1 merk saja, yaitu Honda,” tambah Yudyn
Dengan 60 peserta, ada 13 kelas yang dipertandingan, mulai dari yang ekstrem, sweet, ceper dan lainnya. Pemenang nantinya akan mendapat kesempatan untuk mengikuti final secara nasional, dan pemenang nasional nantinya akan diikut sertakan ke acara pameran motor modif di Bangkok pada Maret 2012 mendatang.

“Secara nasional kita mengadakannya di 12 kota, pemenang provinsi akan mendapat kesempatan untuk mengikuti final di Surabaya desember mendatang, dan pemenang nasional akan kita ikut sertakan ke Bangkok Maret 2012 mendatang,” tambah Yudy.

Walau pameran ini merupakan pameran yang pertama, tetapi kans medan untuk menjadi juara nasional dinilai yudy cukup berpotensi. Dari pantaunannya, potensi motor untuk kelas ekstrem sangat menjanjikan. “Kelas ekstrem dari Medan saya lihat memiliki potensi, jadi saya rasa mereka juga akan mendapatkan kans,” ujar yudy.

Acara pameran motor modifikasi yang diselenggarakan oleh Ototrend yang bekerja sama dengan Honda ini juga memberikan berbagai perlombaan tersendiri. Ototrend sendiri merupakan tablid otomotif keluaran dari Jawa Pos Group. Seperti perlombaan Miss Honda Contest, rap, fotograpy dan dancer. (mag-9)

Sehari, 172 Orang Daftar Haji

Dua Calhaj Kloter 7 Gagal Berangkat

MEDAN-Minat dan kemampuan kaum muslim di Sumatera Utara untuk melaksanakan ibdah haji ternyata sangat tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh Sumut Pos dari Siskohat (Sistem Informasi Haji Terpadu) Sumut, rata-rata 172 jamaah mendaftar untuk menunaikan ibadah haji, setiap harinya.

Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Medan Drs HM Sazli Nasution, menjelaskan per 1 Oktober 2011 saja tercatat calon haji waiting list berada pada angka 52.788 orang.

“Enam hari kemudian, angka tersebut melejit menjadi 53.824,” ungkapnya Sazli.
Angka tersebut berpedoman pada porsi haji Provsu hanya 8.234 orang, untuk porsi haji untuk tahun 2017 sudah penuh. Sedangkan untuk jamaah yang berangkat haji tahun 2018 sudah mencapai 4.420 calon haji. Diperkirakan, dalam dua puluh tiga hari kedepan, porsi haji di Sumut untuk tahun 2018 akan penuh, dan setelah itu terisi waiting list untuk tahun selanjutnya.

Disinggung mengenai jemaah haji khusus melalui penyelenggara perjalanan haji, Sazli mengimbau masyarakat agar berhati-hati dengan tawaran dari pihak penyelenggara, yang tidak menungggu waiting list walaupun memiliki porsi haji.

“Semuanya itu diperhatikan dan Masyarakat harus cerdas menanyakan porsi mereka di tempat mendaftar. Jangan sampai terlantar nantinya,” ujarnya.

Kemenag Provsu  sendiri tetap memonitor dan mengawasi orang yang melaksanakan ibadah haji khusus yang bekerja sama dengan Jakarta.

“Saya meminta Kepada mereka yang ingin mendaftar calon haji, agar menanyakan berapa nomor kursin
apakah ada dan kapan berangkatnya. Kalau tidak ada nomor kursi berarti non kuota,” terangnya.

Gagal Berangkat

Pada musimhaji tahun ini, 455 jamaah calhaj Kloter 07/Mes berangkat, Sabtu (9/10) pukul 09.48 WIB. Dua calon haji gagal berangkat dikarenakan sakit dan hamil.

Keduanya diketahui bernama Wilda Sarah Binti Abdul Karim Pohan (45) dengan nomor manifest 385 warga Medan dan seorang calon haji asal Deli Serdang juga ditunda keberangkatannya dikarenakan sakit sebelum masuk Asrama Haji Medan, atas nama Sutikno Bin Notowinangun Kasam (40) dengan nomor manifest 198.Kini Sutikno mendapat perawatan secara intensif di RSU Permata Bunda Medan.

Sementara itu kloter 07/MES sebanyak 455 jamaah calon haji, diantaranya Deli Serdang 369 orang, Medan 78, Binjai 1, dan ditambah 5 orang petugas.

“Sutikno di tunda keberangkatannya karena sakit gagal ginjal dan calon haji asal Medan juga dibatalkan karena hamil. Biasanya sakit apapun kalau layak terbang, akan tetap diberangkatkan. Karena nanti di Makkah calon haji akan dilayani kesehatannya. Jika penyakitnya parah, akan dirujuk ke RS Haji di Makkah,namum yang penyakit yang dialami sutikno tidak mengizinkan sutikno untuk diberangkatkan, kalau penyakitnya sutikno sudah sembuh akan diberangkatkan kloter selanjutnya.itu pun kalau ada yang kosong atau yang tundah berangakat dikloter selanjutnya” ungkap Sazli Nasution.
Sedangkan Wilda Sarah terhalang berangkat dikarenakan hamil berusia 6 bulan. “Wilda gagal berangkat dikarenakan hamil mudah,” ungkapnya .

Selanjutnya Sazli juga menungkapkan seorang jamaah Jasungkunon Marif Pasaribu (70) manifes 321 asal Warga Desa Manggis Sosa Kabupaten Padang Lawas mengalami penyakit Hernia. “Jamaah haji asal Sumatera Utara dari media center haji di Arab saudi satu orang jamaah haji sakit asal padang lawas mengalami penyakit Hernia saat ini dirawat RS.King Fadh di Jedah,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan setiap jamaah yang sakit akan ditolong tim medis di Arab Saudi. “Jamaah yang sakit, tim medis standby untuk menolong secara medis kalau penyakit yang dialami parah akan dirujuk kerumah sakit setempat,” tandas Sazli.(mag-7)

Jalin Hubungan Jarak Jauh, Grogi Bertemu Ngarso Dalem

Achmad Ubaidillah, Pemuda Lampung Calon Menantu Sultan Hamengku Buwono X

Pada 16-19 Oktober nanti, Sri Sultan Hamengku Buwono X menikahkan putri bungsunya, GRAj Nurastuti Wijareni. Adalah Achmad Ubaidillah yang telah dipilih menjadi menantu Ngarso Dalem. Siapa dia dan bagaimana kisah perkenalan mereka?

AGUS WIRAWAN, Jakarta

Saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jl Merdeka Selatan, Achmad Ubaidillah, 30, masih tetap seperti biasanya. Suka bercanda dengan teman-teman sekantor. Padahal, sejak Juli lalu, dia resmi menjadi bangsawan Keraton Jogjakarta Hadiningrat dengan gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara.

Ubai-panggilan akrab Ubaidillah- mendapat gelar tersebut karena sebentar lagi mempersunting GRAj Nurastuti Wijareni, putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, yang bergelar Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendaran
Lahir di Jakarta pada 26 Oktober 1981, Ubai saat ini bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di sekretariat wakil presiden (setwapres). Sejak Maret lalu, dia menjabat Kasubid Komunikasi Politik Bidang Media Cetak. “Saya yang ngurusi isu-isu politik,” kata Ubai di ruang rapat lantai 5 Gedung II Kantor Wapres (5/10).

Alumnus Pascasarjana Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) itu sebelumnya menjadi ajudan Sekretaris Wakil Presiden Tursandi Alwi. Ubai menjadi anak buah Tursandi sejak 2003, saat dirinya baru lulus dari STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri) dan Tursandi masih menjadi gubernur Lampung. Tamat S-2, dia kembali menjadi ajudan Tursandi yang telah menjadi Seswapres.

Ubai mengungkapkan, sejak kecil dirinya menjalani hidup apa adanya dan tidak pernah bermimpi muluk-muluk. Apalagi ingin memiliki istri seorang putri raja. Maklum, dia tidak berasal dari keluarga pejabat tinggi atau pengusaha, apalagi ningrat.

Orang tuanya yang asal Lampung adalah orang biasa. Almarhum ayahnya, H Jusami Ali Akbar, adalah pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ibunya, Hj Nurbaiti Helmi, merupakan pensiunan Kantor Kementerian Agama.
Perkenalan Ubai dengan Jeng Reni -panggilan akrab GRAj Nurastuti Wijareni- terjadi pada Januari 2007. Saat itu, dia diajak temannya menemui anak tertua Sultan, Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurmalita Sari, di salah satu mal di Jakarta. Saat itu, Nurmalita membawa serta adik-adiknya. Yakni, GRAj Nurkamnari Dewi, GRAj Nurabra Juwita, dan GRAj Nurastuti Wijareni.

“Pertemuan pertama itu, saya langsung tertarik sama Reni karena orangnya diem sambil makan,” tuturnya.
Malamnya, Ubai mencoba meminta nomor ponsel Reni dari kakaknya, tapi tidak diberi. Beruntung, beberapa hari kemudian, ada pertemuan kedua yang kembali mempertemukan dirinya dengan Reni. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Ubai langsung meminta nomor telepon Reni. “Setelah itu, ya kami intens SMS-an, telpon-telponan,” katanya.

Ubai sempat cemas. Sebab, Reni hanya memiliki waktu beberapa bulan di Jakarta karena harus kembali melanjutkan kuliah di Swiss. Saat itu, finalis Miss Indonesia 2009 tersebut sedang memanfaatkan waktu libur untuk penelitian skripsi tentang transportasi massal, busway, di Jakarta.

Tak mau berlama-lama, saat menonton Java Jazz pada Maret, Ubai mengungkapkan isi hatinya. “Tapi, saya bilang lagi cari istri. Kalau mau, ayo,” ungkap Ubai kepada Reni.

Tapi, Reni tidak langsung menerima permintaan menikah dari orang yang baru beberapa bulan dikenalnya itu. Seperti halnya orang Jawa, dia tidak mau mengatakan secara tegas sikapnya. Reni hanya menjawab secara diplomatis. “Katanya, jalani saja dulu. Tapi, menurut saya, itu pun sudah cukup menjawab bahwa dia bersedia menikah sama saya,” tegasnya.

Alhamdulillah, kata Ubai, hari demi hari, hubungan mereka semakin serius. Meski Reni telah kembali ke Swiss, hubungan mereka tetap terjaga. Ubai memanfaatkan teknologi internet untuk tetap bisa berkomunikasi dengan kekasihnya tersebut. “Kan ada YM (Yahoo Messenger) dan Skype, meski saya harus tidur larut malam menunggu online,” tuturnya.

Saat itu, Ubai masih menjadi staf pribadi Seswapres Tursandi. Kesibukannya sering membuat dirinya pulang pukul 20.00 hingga 22.00. Meski capek, Ubai tidak lantas tidur. Dia memilih menghubungi kekasihnya yang sedang pulang kuliah. “Iya. Sebab, kalau di sini pukul 11 malam, di sana (Swiss, Red) pukul 6 sore, pas Reni pulang kuliah. Tapi, saya ya harus tahan ngantuk dulu,” tambahnya.

Setelah menjalani hubungan sekitar empat tahun, Ubai lantas melangkah ke jenjang yang makin serius, yaitu melamar Reni. Dia meminta Seswapres Tursandi menjadi wakil keluarga untuk menemui ayah Reni, Sultan HB X. Seperti lelaki pada umumnya, dia sempat grogi menemui Sultan. “Tapi, tekad saya sudah bulat. Saya cinta sama Reni,” ujarnya.
Ubai memandang, kedudukan Sultan sebagai raja hanya nilai plus Reni. Tanpa dia sebagai anak raja pun, Ubai menegaskan akan tetap menikahi Reni. Sebab, dirinya mengaku sudah cocok dari segala hal dengan anak bungsu Sultan itu.

“Saya merasa sudah siap menemui Sultan. Untungnya, orangnya baik. Ibu Kanjeng Ratu Hemas juga baik,” katanya memuji calon mertuanya.

Sebenarnya, itu bukan pertemuan pertama dengan Ngarso Dalem (sebutan rakyat Jogja untuk Sultan). Beberapa saat setelah berkenalan pada 2007, Reni berani membawa Ubai menemui keluarga besarnya. Tepatnya saat Sultan berulang tahun pada 2 Maret. “Alhamdulillah, Sultan orangnya baik. Tapi, saya ditanya kerjanya di mana, tinggalnya di mana,” kenangnya.

Setelah lamaran selesai, Ubai mulai lebih banyak berbincang dengan calon mertuanya itu. Meski bukan orang Jawa dan sama sekali tidak bisa berbahasa Jawa, dia yakin bisa bergaul dengan kalangan bangsawan dengan sopan. Sultan tidak mempermasalahkan dirinya yang bukan keturunan Jawa. “Sultan bilang, “banyak kok saudara saya yang menikah dengan orang Kalimantan dan Sumatera?,” ungkapnya.

Anak bungsu di antara enam bersaudara tersebut menegaskan sangat mencintai calon istrinya itu. Sebab, meski merupakan putri raja, sikap Reni tidak manja dan sombong. “Reni memang lembah lembut (lemah lembut, Red), ayu, dan berpandangan luas. Tapi, kalau ada yang berpikir anak raja itu kolot atau sombong, sampai sekarang nggak ada itu. Reni orangnya sederhana,” lanjut dia.

Bahkan, Reni tidak menolak ditraktir makan di tempat yang biasa saja. Tempat makan pinggir jalan favorit mereka adalah soto ceker Apjay (Apotik Jaya, Red) di Blok M. “Biasanya, habis futsal, saya ajak Reni makan di situ bersama teman-teman. Saya seminggu tiga kali futsal. Rabu di hanggar, Jumat di Baruna sama teman-teman kantor, Minggu di Pasar Minggu,” ungkapnya.

Mengenai urusan perut itu, Ubai menyatakan sampai saat ini masih bisa menyatukan keinginannya dengan Reni. Bahkan, Reni-lah yang sekarang mulai terbawa kesukaan Ubai makan makanan pedas. Padahal, sebelumnya Reni hanya menyukai makanan yang manis, khas orang Jawa. “Makan yang manis tetap, tapi sekarang mulai suka yang pedas-pedas,” ujarnya.

Sebelum sah menjadi keluarga keraton seusai pesta megah yang digelar di Jogja pada 16?19 Oktober nanti, Ubai mulai belajar bahasa Jawa dari calon istrinya. “Contohnya, mau pamit, nuwun sewu. Tapi, susah ya kalimat Jawa itu. Saya sering diketawain kalau salah ngomong,” katanya lantas tersenyum.

Mendekati hari H pernikahan, Ubai semakin deg-degan. Undangan telah dicetak dengan dua versi, bahasa Indonesia dan Inggris. Tapi, dia malah bingung saat disebut ada juga undangan yang berbahasa Jawa yang dipersiapkan Reni. Untuk suvenir, mereka berdua yang menyiapkan. “Suvenirnya buku notes yang ada nama kami di dalamnya. Sampulnya dari batik. Kami sudah pesan untuk 4.300 tamu,” ungkapnya.

Undangan yang disebar, kata Ubai, paling banyak untuk tamu Sultan. Sebab, keluarganya sudah menyiapkan acara ngunduh mantu pada 27 November di Gedung Sampoerna Strategic, Jakarta, dengan memakai adat Lampung. “Jadi, kalau di Jogja itu, kami ikut aturan keluarga Reni. Tapi, kalau di Jakarta, nanti ya pakai adat Lampung, pakai baju Tapis,” tegasnya.

Ubai juga sudah mempersiapkan cuti kerja mulai 13 Oktober nanti. Undangan untuk Seswapres sudah dia serahkan sendiri. Sementara itu, untuk undangan bagi wakil presiden, pihak keraton yang akan menyerahkan langsung kepada Boediono. “Setelah nikah nanti, Reni tinggal di Jakarta karena dia punya bisnis di Blok M Square. Jual pernak-pernik Jogja. Namanya Baticoo,” jelasnya. (wir/c5/nw/jpnn)

Kakao Indonesia Kembali Bergairah

Nesttle Investasi USD200 Juta

JAKARTA-Pasar kakao Indonesia kembali bergairah. Dalam beberapa tahun ke depan, investasi perkebunan kakao akan makin kompetitif dan ekonomis. Selain karena konsumsi kakao di dalam negeri sekitar 200 ribu ton per tahun belum tertutupi dari kapasitas yang ada baru 170 ribu ton, Nesttle SA bakal mendirikan pabrik kakao di Indonesia. Nesttle SA, perusahaan asal Swiss itu bakal berinvestasi senilai USD 200 juta.

“Apabila investor lainnya juga ingin investasi seperti yang dilakukan Nesttle, maka pasar kakao di dalam negeri akan tumbuh besar,” kata Ketua Umum Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo), Zulhefi Sikumbang di Jakarta, Jumat (7/10).
Ia mengatakan, pasar kakao di Indonesia akan tumbuh signifikan dengan masuknya sejumlah investor asing ke industri tersebutn selain pasar yang besar juga didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi. “Kami optimis industri kakao akan kembali berkembang, karena sejumlah produsen kakao di dalam negeri cenderung mati suri,” katanya.

Nesttle sebelumnya mendirikan pabrik kakao di Malaysia, namun pasarnya dinilai kecil, sehingga sulit berkembang, karena itu berusaha untuk melebarkan sayapnya dengan masuk ke pasar Indonesia. Produk kakao dari Malaysia pada umumnya diekspor ke Indonesia seperti Milo (susu bubuk coklat). Pasar kakao Indonesia yang besar itu menarik Nesttle untuk melakukan ekspansi usaha di Asia khususnya di Indonesia, karena jumlah penduduknya yang besar.

Meski saat ini produksi kakao Indonesia merosot hampir 50 persen, akibatnya banyak petani kakao yang mengalihkan kegiatannya ke karet dan kelapa sawit. “Kalau menanam kakao banyak menemui kesulitan karena banyak penyakit, apalagi saat ini iklim tak menentu, dibanding menanam karet, jagung dan kelapa sawit,” jelasnya.

Lantaran para petani harus mendapat penyuluhan dan pemerintah juga harus giat melakukan promosi agar investor asing lebih aktif melakukan ekspansi di pasar domestik. (lum/jpnn)

Jobs Dimakamkan, Pesanan iPhone 4S Meroket

SAN FRACISCO- Pesona Steve Jobs terus berpendar. Tiga hari setelah kematiannya, bentuk penghormatan kepada mantan CEO Apple itu terus mengalir. Kemarin (8/10), berbarengan dengan pemakaman Jobs yang berlangsung sangat tertutup, pemesanan produk terbaru perusahaan yang didirikan si “Thomas Alva Edison Era Modrern” itu pada 1976 bareng Steve Wozniak, iPhone 4S, meroket drastis.

Seperti dilansir Daily Telegraph, AT&T, perusahaan telekomunikasi yang berbasis di San Antonio, Amerika Serikat, melaporkan bahwa begitu mereka membuka pemesanan secara online untuk wilayah Amerika kemarin, order iPhone 4S melonjak hingga 200 ribu unit dalam 12 jam pertama.

“Dan terus terjadi peningkatan secara luar biasa,” ujar AT&T dalam pernyataan resminya.

Jumlah itu jauh di atas ekspektasi Apple. Apalagi, awalnya, sambutan publik kepada iPhone 4S setelah diluncurkan Selasa lalu (5/10) itu dingin. Sebab, produk Apple pertama yang di-launching si pengganti Jobs, Tim Cook, itu dinilai tak berbeda dengan pendahulunya, iPhone 4, hanya memiliki sistem operasi lebih cepat.

Faktor tak adanya Jobs saat peluncuran produk juga berperan krusial. Cook yang jelas tak sekarismatis Jobs dan gayanya membosankan di panggung dianggap gagal meyakinkan publik agar membeli iPhone 4S.

Namun, begitu kabar meninggalnya Jobs sekitar 24 jam setelah peluncuran iPhone 4S beredar, langsung saja banyak yang berlomba membeli produk Apple sebagai bentuk penghormatan kepada sang visioner, Jobs. iPhone 4S pun sampai dipelesetkan menjadi iPhone for Steve. Diperkirakan, Apple bakal bisa mencatat penjualan iPhone sebanyak 27 juta hingga 28 juta unit.

Fenomena tersebut mirip yang terjadi di dunia musik. Contoh terbaru, saat Michael Jackson dan Amy Winehouse menutup mata untuk selamanya, album mereka langsung merajai pasar musik di Inggris Raya.
Penghormatan kepada Jobs juga ditunjukkan sang “musuh besar”, Samsung. Perusahaan asal Korea Selatan itu menunda peluncuran produk terbaru mereka, Galaxy Nexus, smartphone “bermesin” android versi terbaru bikinan Google yang dimaksudkan untuk menantang si market leader, iPhone.

Rencananya, launching itu berlangsung kemarin di California. Tapi, karena di saat bersamaan tersiar kabar pemakaman Jobs, Samsung dan Google pun sepakat menunda rencannya. Mereka berjanji segera mengumumkan jadwal baru kapan dan di mana peluncuran itu berlangsung.

“Dua pihak (Samsung dan Google) menganggap sekarang bukan waktu yang tepat untuk memperkenalkan sebuah produk baru,” bunyi pernyataan resmi Samsung seperti dikutip AFP.

Sementara itu, sebuah sumber yang turut terlibat dalam pemakaman Jobs kepada Wall Street Journal memastikan bahwa pria berdarah Syria itu dimakamkan kemarin. Namun, demi menghormati keluarga almarhum yang memang menghendaki upacara pemakaman itu berlangsung seprivat mungkin, dia menolak menyebutkan lokasi dan waktu pastinya.

Apple yang dikonfirmasi oleh berbagai pihak menolak berkomentar. Mereka hanya menyebutkan bahwa memang tak ada rencana pemakaman terbuka buat sang kreator berbagai produk fenomenal mereka tersebut.

Dalam suratnya kepada para staf Apple, Tim Cook hanya menyebutkan bahwa perusahaan akan menghelat “perayaan hidup Jobs yang luar biasa”. “Pelaksanannya akan berlangsung sesegera mungkin.” Demikian tulis Cook dalam suratnya.

Untuk mengenang sang pendiri itu, Apple sudah menyediakan alamat e-mail khusus bagi siapa saja yang bermaksud menyampaikan ucapan dukacita. Sementara mereka yang ingin menunjukkan rasa belasungkawa atas kepergian Jobs terus mengalir ke berbagai toko Apple dan markas perusahaan tersebut di Cupertino, California, hingga kemarin. Kediaman pribadi almarhum di Palo Alto, Silicon Valley, juga kebanjiran kiriman berbagai bunga, surat, dan benda-benda lain yang identik dengan Jobs. (c4/ttg/jpnn)

Leher Digorok hingga Nyaris Putus

Usai Nonton Kuda Lumping, Pelajar SMP Dibunuh

BINJAI- Peristiwa tragis dialami Diki Nirwansyah Bana (16), warga Pasar Lori, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Usai nonton kuda lumping, lehernya digorok hingga nyaris putus oleh Frans Orlandi (28), warga yang sama, Jumat (7/10) malam pukul 23.00 WIB.

Malam itu, Diki yang masih duduk di bangku SMP dan tiga temannya menonton kuda lumping tak jauh dari tempat tinggalnya. Meski pertunjukan kuda lumping itu belum selesai, Diki dan tiga temannya berniat pulang.

Saat menuju ke rumah masing-masing, mereka melintas di depan rumah Frans Orlandi. Ternyata, Frans telah mengintai mereka dari samping rumahnya yang gelap dan langsung menarik Diki. Tanpa ampun, Frans menjambak rambut Diki dan menggorok lehernya hingga nyaris putus.

Melihat kejadian itu, teman-teman Diki melarikan diri sembari meminta pertolongan warga. Sementara korban yang telah tewas diseret ke belakang rumah Frans.

Berselang beberapa menit, petugas Polsek Kuala yang dipimpin Kapolsek Kuala AKP Turnip dan Kanit Reskrim Iptu Misrianto SSos beserta puluhan warga mendatangi rumah tersangka. Begitu sampai di TKP, petugas dan warga mendapati korban di lubang sampah dengan kondisi tidak bernyawa. Selanjutnya, korban di bawa ke Puskesmas Kuala, untuk dilakukan visum.

Setelah itu, Kapolsek Kuala dan jajarannya serta warga setempat, langsung mencari tersangka. Sekitar pukul 05.00 WIB, terdengar suara teriakan warga yang mengatakan ada maling. Lantas, Kapolsek Kuala dan jajarannya menyusul ke lokasi teriakan tersebut. Ternyata, orang yang diteriaki maling itu adalah tersangka yang sudah babak belur dihajar warga. Tersangka langsung diamankan ke Mapolsek Kuala.

Nikolas (55), orangtua Diki mengaku sangat terkejut atas kejadian itu. “Malam itu saya juga melihat kuda kepang. Tapi, alangkah terkejutnya saya, setelah saya dapat kabar kalau anak saya sudah meninggal dunia karena digorok,” ujarnya.
Nikolas hanya bisa berharap, agar pelaku dihukum setimpal.

Sementara Niko, abang korban yang emosi atas kematian adiknya sempat ingin membakar rumah tersangka. “Enak kali dia memotong leher adikku. Sudah, bakar saja rumahnya,” teriak Niko dengan emosi. Bahkan, Niko juga mengaku akan balas dendam kepada tersangka. “Aku tidak terima, aku mau balas dendam,” ucapnya.
Sementara itu, tersangka yang disebut-sebut anak supir angkot ini diduga kurang waras. Bahkan, saat diamankan warga, ia sempat melawan dan akhirnya dipukuli warga. Akibat pukulan warga, tersangka terpaksa dilarikan ke Puskesmas Kuala.

“Memang kata orangtuanya, tersangka ini kurang waras. Bahkan, pernah masuk rumah sakit jiwa beberapa kali,” ujar Kanit Reskrim Polsek Kuala Iptu Misrianto Ssos.

Masrianto juga mengatakan, akibat kemarahan keluarga korban, rumah tersangka nyaris dibakar. Bahkan, satu sepeda motor dan satu becak bermotor milik tersangka dibakar warga. “Kita juga belum tahu motif pembunuhannya,” kata Masrianto.(dan)

Ketika Keuntungan adalah Buah Protes Orang Lain

Ramadhan Batubara

Lantun kali ini berawal dari sop dan soto. Tentu, ini tentang makanan yang berair; sesuatu yang cair. Ada yang belum pernah merasakan makanan ini?

Tapi, maaf, jika Anda mengharapkan tulisan ini akan bercerita soal resep atau rahasia sang pembuat dan penjual dua jenis makanan itu. Ini hanya soal warung sop dan soto yang tiba-tiba saja memberikan rangsangan bagi saya untuk menuliskan lantun kali ini.

Ceritanya, saya sering makan siang di warung sop dan soto yang berada di Jalan Karya Jaya, tepatnya beberapa ratus meter sebelum Pasar Baru Johor; yang berada tepat di perbatasan Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Warung ini sedikit tidak terlihat, dia berada di tingkungan dan ada beberapa pohon di depan bangunannya. Tembok warung ini tidak diplaster, dia malah menjual keindahan dari batu bata yang berbaris dan tempelan tepas. Jadi, kesannya lebih tradisional.

Nah, beberapa hari yang lalu ada perbedaan dari warung itu. Saya, tentunya bersama istri, sedikit terkejut saat hendak mencicipi makanan yang kami pesan dan telah dihidangkan. Sang pelayan datang membawa dua gelas air putih. Sungguh, selama beberapa kali kami makan di warung itu, tidak pernah kami disuguhkan air putih. Air minum untuk kami makan adalah minuman yang memang kami pesan; biasanya teh manis dan teh manis dingin.

“Tumben…,” goda istri saya. Sang pelayan tak menjawab. Dia pergi sambil meninggalkan senyuman yang manis.
“Kejutan yang menyenangkan. Tapi, kok bisa?” kali ini saya yang mendapat tanya dari istri.

“Mungkin, sebelum kita ada pembeli yang protes. Jadi, kita kebagian bagusnya,” jawab saya pula.
Fiuh. Jawaban spontan itu malah membuat saya tersadar sesuatu. Ya, keuntungan saya adalah buah dari protes orang lain kan?

Maka, dari kejadian tersebutlah lantun ini bermula. Ya, akhir-akhir ini memang saya sedikit terusik dengan kisah protes. Ayolah, soal reshuffle, tentang dana BOS, dan sebagainya yang belum jelas di negara ini kan memunculkan protes dari beberapa pihak. Baiklah, jika ada yang mengatakan hal itu bukan protes, tapi sekadar kritik membangun atau apalah itu. Yang jelas, bagi saya, protes adalah sebuah tindakan untuk menyampaikan ketidaksetujuan; terserah dengan tulisan, demonstrasi, beropini di media, dan sebagainya.

Menyadari hal itu, saya sedikit miris memandang diri saya sendiri. Bukan apa-apa, saya hanya merasa tidak bisa berdiri sendiri. Semacam ada pikiran kalau apa yang saya raih ini hanya karena orang lain. Dengan kata lain, orang lainlah yang menentukan keberuntungan saya.

Ya, bukankah untuk segelas air putih sejatinya saya tidak butuh protes orang lain kepada pelayan warung sop dan soto itu? Kenapa saya harus menunggu protes orang itu? Bukankah saya dan istri merasa beruntung ketika air putih itu datang?

Hm, mungkin, pemikiran inilah yang menjadi dasar pembentukan kata ‘wakil rakyat’ itu ya. Dengan kesadaran kalau tidak semua orang bisa menyampaikan pendapatnya secara langsung, maka dibutuhkan wakil. Nah, wakil-wakil inilah yang akhirnya menentukan nasib orang-orang.

Saya juga teringat dengan kisah saya beberapa waktu lalu. Ceritanya saat di Simpang Tritura, Jalan AH Nasution. Saat itu traffic light mati, jadi polisi mengatur lalu lintas secara manual. Polisi itu berdiri di tengah, dengan peluit dan tangan dia memberi tanda jalur mana yang boleh jalan. Saya yang berada di jalur dari Titi Kuning menuju Amplas dan mendapati ketidakadilan. Pasalnya, jalur dari Amplas ke Titi Kuning mendapat jatah jalan yang lebih lama.

Nah, dalam keadaan terpedaya semacam itu, tiba-tiba, beberapa pengendara sepeda motor membunyikan klakson. Lalu, seakan dikomando, pengendara lain juga mengikuti. Suara klakson pun membahana. Polisi yang mengatur lalu lintas langsung melihat ke arah kami. Dan, dia seketika menghentikan jalur Amplas ke Titi Kuning. Saya dan pengendara lainpun melaju nyaman. Fiuh, saya ingat, saat itu saya tak membunyikan klakson! Tapi, saat itu bukan saya tak mau, klakson saya sedang rusak. Loh!

Wah, kalau soal klakson rusak, saya malah diingatkan dengan nasib seorang kawan yang sial terus. Begini, karena sering mengalami kebanjiran di kawasan Jalan Brigjen Katamso dia membeli rumah di daerah Namorambe. Logikanya, ke kawasan yang lebih tinggi, maka banjir tak akan mereka alami lagi. Dia pun bergabung di sebuah komplek perumahan yang jumlahnya sampai puluhan ribu unit. Tidak tanggung-tanggung, dia mengubah rumah asli komplek perumahan itu. Dia jadikan rumah itu dua lantai. Dia begitu bangga karena banjir bukan lagi momok. Hm, sebuah usaha yang menarik.

Apa lacur, tampaknya nasib belum berpihak. Beberapa hari yang lalu saat Medan dilanda hujan deras dan angin kencang, rumahnya malah dibobol air. Ceritanya, komplek perumahan itu baru membangun ratusan rumah dari puluhan ribu unit yang direncanakan, jadi masih begitu banyak lahan kosong. Pohon-pohon di kawasan itpun sudah diratakan dengan tanah. Jadi, rumah dua lantai kawan itu menjadi sesuatu yang menonjol. Tak pelak, angin menghajar atap rumah kawan itu. Tiga seng terbang. Air dari langit langsung menyerbu ke dalam rumahnya.
Hm, mau protes kemana? Atau, haruskah dia menunggu protes orang lain agar dia beruntung?
“Ternyata banjir tidak hanya di lembah saja, t**k!” makinya.

Tentu, makian dia tidak membuat saya marah. Saya malah ngakak dengan gigi terkatup. Ya, saya hanya terenyuh dengan ketidakadaan wakil bagi nasibnya. Sedang saya, telah terwakili oleh pembeli di warung sop dan soto atau dengan pengendara di Simpang Tritura kan? (*)