Home Blog Page 14718

Bom Sembilan Ton Hajar Pangkalan AS

Kado Buruk Peringatan 9/11, 77 Tentara Amerika Terluka

KABUL- Saat semua mata tertuju ke Amerika Serikat (AS), menjelang peringatan ke-10 tragedi 11 September 2001 alias 9/11, pasukan negeri adidaya tersebut yang saat ini berada di Afghanistan kembali menjadi target serangan kelompok Taliban. Sebuah truk yang bermuatan penuh bom meledak di sebuah pangkalan militer AS di bagian tengah Afghanistan pada Sabtu sore waktu setempat (10/9).

Menurut NATO, serangan itu dilakukan seorang pengebom bunuh diri Taliban. Dia menyalakan detonator bom  besar yang berada di dalam truk pengangkut kayu bakar. Ledakan itu menghancurkan bagian luar pangkalan Combat Outpost Sayed Abad di Provinsi Wardak dan meninggalkan lubang cukup besar di tembok. Selain memecahkan jendela sejumlah kantor pemerintah di dekatnya, ledakan tersebut menghancurkan beberapa toko.

Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) yang dipimpin NATO menyatakan bahwa 77 personelnya dan 25 warga Afghanistan terluka dalam ledakan dahsyat tersebut. Seluruh personel ISAF di pos atau pangkalan itu adalah tentara AS.

Dua warga Afghanistan juga tewas dalam pengeboman itu. Delapan warga sipil Afghanistan yang terluka dibawa ke klinik di Wardak. Tetapi, dua di antaranya dilarikan ke rumah sakit di Kabul akibat luka sangat parah.
“Ledakan terjadi sekitar pukul 17.15 waktu setempat (pukul 19.45 WIB). Truk itu meledak di pos terdepan divisi tempur dan menimbulkan lubang berdiameter 20 kaki atau 6 meter di tembok,” kata Mayor David Eastburn, jubir militer AS, mengutip laporan awal dari pangkalan tersebut.

Bom truk tersebut menjadi “kado” buruk bagi militer AS menjelang peringatan 9/11. Ledakan itu juga terjadi hanya beberapa jam setelah Taliban bertekad untuk terus memerangi pasukan AS di Afghanistan sampai seluruhnya meninggalkan negeri itu. Meskipun demikian, Taliban juga menggarisbawahi bahwa aksi mereka tidak terkait dengan serangan 11 September.

Kuatnya ledakan tersebut dibenarkan Roshana, pemilik klinik tempat para korban luka dirawat, yang berada tidak jauh dari lokasi ledakan.

“Seorang korban tewas adalah bocah perempuan tiga tahun. Dia luka parah dan meninggal dalam perjalanan menuju klinik,” terang mantan anggota parlemen Afghanistan tersebut.

Tak lama setelah terjadi ledakan itu, Taliban meng klaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Jubir Taliban Zabihullah Mujahed menyatakan bahwa invasi AS dan para sekutunya di Afghanistan pasca serangan 9/11 akan terus menjadi stigma pada wajah demokrasi Barat. Taliban juga mengklaim bahwa truk yang mengangkut kayu bakar serta bom seberat 9 ribu kilogram (9 ton) itu sengaja diledakkan di pintu masuk pangkalan militer tersebut.
Jubir NATO Mayor Russell Fox menyatakan bahwa serangan itu dilancarkan seorang pelaku bom bunuh diri. Dia menyembunyikan bom di bawah tumpukan kayu bakar dalam truk yang dikemudikannya.
“Untung, ledakannya  berhasil diredam pagar pelindung di pos terdepan,” kata dia.

Dia menambahkan bahwa tidak ada tentara AS yang tewas dalam insiden itu. Meski mereka luka, kondisinya tidak serius. Mereka menjalani perawatan medis sebentar dan diberi obat jalan karena hanya luka ringan.
Dalam klaim tertulisnya, Taliban menyebut serangan itu sebagai aksi balas dendam mereka terhadap AS. Mereka menyatakan bahwa AS sengaja menggunakan tragedi 9/11 sebagai kedok untuk menginvasi Afghanistan. “Tiap tahun 9/11 mengingatkan warga Afghanistan akan tragedi yang mereka bahkan tak terlibat sama sekali,” tulis mereka.
Taliban juga menyalahkan masyarakat internasional atas pertumpahan darah yang sampai saat ini masih berlangsung di Afghanistan. Dengan dukungan mereka, AS semakin kerasan menjajah Afghanistan. “Kolonialisme AS menjadi penyebab utama terenggutnya puluhan ribu jiwa warga Afghanistan yang tak berdosa dan tak berdaya,” ungkap Taliban. (ap/afp/hep/dwi/jpnn)

Debu Beracun Serang 18.000 Orang

Lebih dari 18.000 orang menderita sakit terkait dengan debu dari ambruknya menara World Trade Center tanggal 11 September 2001.

Angka ini muncul dari program 9/11 pemerintah AS untuk pengawasan dan perawatan bagi pekerja darurat, relawan dan penduduk setempat.Penyakit yang umum terjadi berhubungan dengan gangguan saluran pernafasan termasuk ashma dan sinusitis. Namun dilaporkan pula terjadi sakit otot dan usus.

Pejabat senior AS yang mengelola warisan kesehatan akibat serangan memperingatkan bahwa kemungkinan terjadi kematian lebih awal diantara mereka yang selamat. “Berdasarkan pengetahuan yang sudah terhimpun dan ilmu kesehatan, para dokter sekarang mempelajari bahwa sakit terkait WTC dan kondisi kejiwaannya tampaknya akan bersifat permanen.”

Dr John Howard, Direktur National Institute for Occupational Safety and Health, mengatakan kepada BBC hal yang dapat “diterima” bahwa orang-orang akan mati karena terkena debu.

Dia menyebutkan kerusakan paru-paru merupakan salah satu pengaruh yang paling buruk. “Anda kehilangan kemampuan mengganti karbondioksida dengan oksigen dan paru-paru Anda terluka di dalam jadi Anda tidak mampu bernafas normal,” katanya.

Dr Howard mengatakan orang-orang bisa meninggal “karena kondisi yang terkait dengan bahaya ini”. Debu yang tertiup di sekitar jalan-jalan dan terbang ke Lower Manhattan mengandung campuran zat kimia berbahaya.
Para peneliti menemukan proporsi yang tinggi partikel alkalin dari beton yang rusak namun juga asbes dan logam berat seperti timah dan merkuri dari ribuan komputer dan lampu.

Hampir 3.000 orang tewas ketika dua gedung berlantai 110 ambruk namun mereka yang datang menolong juga berpotensi jadi korban karena menyerap racun.

Debu yang beterbangan akibat peristiwa serangan WTC menutupi Manhattan. Sampai 80.000 orang termasuk petugas pemadam kebakaran, polisi, petugas darurat, kontraktor dan petugas kebersihan diyakini terkena akibat peristiwa itu.
Tidak lama setelah serangan itu orang-orang melaporkan apa yang dikenal sebagai “batuk World Trade Center” namun gejalanya menjadi lebih serius.

Program Kesehatan WTC yang dikelola pemerintah yang menampung lebih dari 60.000 orang yang terdaftar yang berpotensi rawan menyebutkan bahaya-bahayanya.(bbc/jpnn)

Dunia Ikut Memperingati

Selain di Amerika Serikat, peringatan serangan 11 September juga diperingati di banyak negara di dunia, antara lain Afghanistan, Jepang, Australia dan Inggris, Minggu (11/9).

Di ibu kota Afghanistan, Kabul, para pejabat kedutaan Amerika berdiri di dekat tiang bendera. Tiang bendera ini didirikan di atas tanah yang di dalamnya dikubur sebuah reruntuhan dari gedung kembar World Trade Centre.
Dalam upacara peringatan, Duta Besar Amerika untuk Afghanistan Ryan Crocker menyampaikan penghormatan kepada para korban yang tewas dalam serangan 11 September dan mereka yang tewas dalam perang-perang pasca serangan.
Upacara serupa juga diadakan di Jepang. Di kantor induk perusahaan keuangan Mizuho Financial Group, Tokyo, keluarga korban dan sejumlah pejabat berdoa di altar yang khusus dibangun untuk mengenang 23 staf Mizuho Financial Group yang tidak sempat keluar dari kantor mereka di World Trade Centre.

Di Selandia Baru, yang sedang menjadi tuan rumah Piala Dunia Rugby, para pemain Amerika Serikat mengikuti misa di kota New Plymouth. Pendeta Kim Francis mengingatkan bahwa peringatan ini juga menyangkut korban selamat.
“Kita datang untuk mengenang mereka yang meninggal dunia pada hari itu dan juga mereka yang terus menderita akibat peristiwa tersebut,” katanya.

Perdana Menteri Australia Julia Gillard menghadiri peringatan serangan 11 September bersama Duta Besar Amerika untuk Australia Jeffrey Bleich di Canberra. Australia adalah mitra penting bagi Amerika dalam perang pimpinan Amerika di Afghanistan. Australia mengirim sekitar 1.500 tentara ke Afghanistan.

Di London, sanak keluarga korban warga Inggris mengikuti misa di Katedral St Paul. Turut hadir dalam upacara ini adalah Duta Besar Amerika untuk Inggris Louis Susman.

Mereka memanjatkan doa bagi hampir 3.000 orang yang tewas dalam serangan 11 September 2001 di New York dan Washington DC.(bbc/jpnn)

Jangan Ulang Kesalahan Lalu

Terkait kerusuhan di Ambon Menko Polhukam Djoko Suyanto menyatakan sudah meminta gubernur Maluku, Kapolri, panglima TNI, dan kepala BIN mengantisipasi isu SARA di Ambon. “Saya minta jangan lengah. Karena pada masa lalu kejadian awalnya juga seperti ini,” ucap Djoko melalui pesan singkat kemarin.

Dalam SMS itu, Djoko menginstruksi pemda dan aparat keamanan segera mengumpulkan para tokoh agama dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan upaya damai dan tidak melakukan tindak anarkistis. “Segera kumpulkan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan yang terkait untuk bersama-sama melakukan upaya damai,” serunya.

Menurut Djoko, aparat bertindak sangat proaktif dalam kasus tersebut. “Saat ini semua komponen sedang bekerja agar peristiwa itu tidak meluas. Baru saja pukul 16.50 ini (kemarin sore, Red) gubernur Maluku melapor bahwa situasi sudah mulai mereda. Dan pertemuan muspida dengan tokoh-tokoh masyarakat akan dilakukan lagi,” paparnya.

Informasi yang masuk ke desk kementerian menyebutkan, situasi Ambon kembali memanas kemarin sore, sekitar pukul 16.00 WIT. Suara tembakan di Kota Ambon, yang mencoba menghentikan kedua kelompok massa yang saling lempar batu, membuat suasana mencekam.(rdl/c9/nw/jpnn)

Pasca Suap, Kemenakertrans Perkuat Aturan

JAKARTA- Terbongkarnya kasus suap di lingkungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), benar-benar menjadi terapi kejut bagi instansi yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Jakarta itu. Aturan-aturan normatif bakal ditegakkan untuk menghalau potensi mafia proyek berkeliaran.

Dihubungi tadi malam, Kepala Humas Kemenakertrans Suhartono menuturkan aturan-aturan normatif yang harus dijalankan di instansi kementerian bakal diketatkan lagi. “Aturannya memang normatif,” jelas dia. Tapi imbas dari kasus suap ini pria yang akrab disapa Tono itu mengatakan, Menakertrans Muhaimin Iskandar memerintahkan bawahannya untuk lebih disiplin.

Diantaranya adalah, Kemenakertrans bakal tertutup bagi orang yang tidak mengantongi identitas kementerian. Jika tamu, harus mengantongi identitas tamu yang sudah disiapkan.

“Jika upaya ini dinilai bisa menghalau makelar proyek, harus terus ditingkatkan,” tandasnya. Upaya pengetatan kantor Kemenakertrans dari orang-orang di luar struktural, juga sudah disampaikan Muhaimin saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR . Terkait nama-nama kader PKB yang pernah bekerja di Kemenakertrans, pihaknya lepas tanggung jawab.(wan/kuh/jpnn)

Bawa Si Kembar ke Senayan

Hidayat Nur Wahid

Mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid termasuk kelompok ayah yang sayang anak. Hal ini terbukti saat dirinya membawa putera kembarnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Ada pemandangan yang menarik pada Rabu (7/9) sore di ruang lobi Nusantara III gedung DPR, Jakarta. Tampak dua anak laki-laki berlarian riang saling berkejaran. Tak jauh dari keduanya, membuntuti dua pengasuh yang setia menemaninya.

Tak berselang lama, muncul mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang saat ini menjadi Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) turun dari ruang kerjanya Nusantara III DPR. “Hai ke sini,” sapa Hidayat kepada dua bocah kecil tersebut.

Mendengar sapaan Hidayat, dua bocah kembar tersebut langsung berlarian menghampiri Hidayat Nur Wahid untuk berebut minta digendong. Dengan sigap, Hidayat langsung menggendong dua bocah kecil itu secara bersamaan. Satu anak dengan tangan kanannya, dan satunya lagi dengan tangan kirinya.(net/jpnn)
Saat dihampiri dan menanyakan tentang dua anak kecil tersebut kepada Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS itu mengaku kedua anak kecil tersebut merupakan putranya. “Iya ini putra saya yang kembar. Usianya dua tahun setengah,” katanya.

Dua putera kembar Hidayat Nur Wahid ini merupakan hasil daribuah cintanya bersama istri keduanya Diana Abbas Thalib sepeninggal istri pertamanya Kastian Indriawati yang meninggal dunia pada 22 Januari 2008. Dua anak Hidayat Nur Wahid itu lahir pada 17 April 2009 melalui operasi caesar dan diberi nama Daffa Muhammad Hidayat dan Daffi Muhammad Hidayat.(net/jpnn)

Ambon Membara Lagi

AMBON- Kondusivitas keamanan masyarakat Kota Ambon akhirnya ternoda oleh bentrok warga, Minggu (11/9) kemarin. Di RS Al Fatah, tercatat tiga warga meninggal, 68 lainnya luka terkena tembakan maupun lemparan batu. Diantaranya, Sahroni Elly (26) tewas diterjang peluru saat dua kelompok massa saling serang di kawasan Tugu Trikora. Sedang di kawasan Batugantung Waringin, ratusan  rumah warga ludes dilalap jago merah dalam serangan yang dilakukan salah satu kelompok massa. Tercatat 2 mobil dan 4 sepeda motor hangus dibakar massa dalam bentrok tersebut.

Bentrok dilatarbelakangi kematian Darmin Saiman yang berprofesi tukang ojek, Sabtu (10/9) malam. Kapolda Maluku Brigjen (Pol) Syarif Gunawan kepada wartawan mengungkapkan kronologis bentrok dipicu spontanitas warga usai pemakaman Darmin Saiman di pekuburan Mangga dua, siang kemarin. “Karena ojek. Setelah diperiksa di rumah sakit ternyata kecelakaan murni, tetapi menurut warga dia dibunuh, nah ketika korban usai dimakamkan terjadi spontanitas massa,” ungkap Gunawan.

Dia mengatakan aparat keamanan terdiri satuan Brimobda Polda maupun TNI bekerja keras melokalisir titik-titik rawan terjadi bentrok. Diharapkan masyarakat yang sempat mengungsi ke tempat-tempat aman kembali pulang ke rumah masing-masing. Masyarakat Maluku di seluruh Kabupaten Kota diminta tidak terprovokasi oleh sms-sms dan isu yang tidak jelas kebenarannya. “Ingat pengalaman kita lebih 10 tahun lalu, tentunya itu harus diambil pelajaran,” tandasnya.

Bentrok yang mengingatkan kerusuhan komunal 1999 lalu itu menimbulkan konsentrasi massa di sejumlah titik. Terutama di kawasan Mangga Dua, Batugantung, Waringin, Waihaong,  Tugu Trikora, Batumerah dan Mardika. Di kawasan Tugu Trikora dua kelompok massa saling berhadap-hadapan bahkan saling serang, membawa batu dan senjata tajam. Saling serang mengakibatkan puluhan orang luka-luka akibat lemparan batu maupun terkena peluru.

Sahroni, terkena tembakan di depan masjid An Nur, 100 meter dari Tugu Trikora. Hingga kini belum diketahui pasti siapa melakukan penembakan terhadapnya. Korban saat berita ini dibuat telah dibawa pulang ke kampung halamannya Desa Assilulu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Turut datang menjemput jenasah korban di Asari Al Fatah, salah satu famili korban Ketua DPRD Maluku Tengah Azis Mahulette dan sejumlah anggota dewan lainnya.
Di kawasan Batugantung Waringin, ratusan rumah warga hangus dilalap api. Warga pun tumpah ruah ke jalan-jalan saat terjadi bentrok untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Sebaliknya tidak sedikit warga lainnya  justru kembali. Saling serang dua kelompok massa pun terjadi.

Darmin Saiman warga Waihaong oleh pihak kepolisian dinyatakan meninggal karena kecelakaan murni. Tetapi pernyataan polisi ini menimbulkan ketidakpuasan warga. Warga menganggap  kematian Darmin tidak wajar, ketika mengantar penumpangnya ke arah kawasan Gunung Nona, Kudamati, Kecamatan Nusaniwe Sabtu malam (10/9). Menurut warga sejumlah luka di tubuh korban mengindikasikan dia dibunuh.

Akibatnya salah satu kelompok massa mengamuk usai pemakaman Darmin. Mereka tersulut emosi,. Menghentikan kendaraan yang melintas bahkan melempar dan membakarnya di kawasan Waihaong. Kapolres Pulau Ambon AKBP Djoko Susilo tak mampu menenangkan massa yang emosi.(mg5/tia/jpnn)

Jam Mengajar Ditambah, Guru Berpotensi Stres

JAKARTA- Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB) bakal menambah beban kerja guru menjadi sepekan wajib mengajar selama 27,5 jam. Di pihak guru, rencana tersebut berpotensi memicu stres.

Saat ini, jam wajib mengajar para guru dalam sepekan masih 24 jam pelajaran. Standar ini juga diterapkan bagi guru yang ingin mendaftar sertifikasi pendidik. Rencana penambahan jam mengajar sendiri, dilontarkan oleh Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Aparatur Kemen PAN dan RB Ramli Naibaho. Dia menjelaskan, motivasi di balik rencana penambahan jam mengajar ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja guru.

“Selama ini masih sering muncul laporan jika ada oknum PNS, termasuk guru, keluyuran saat jam kerja,” tandasnya. Nah, Ramli menjelaskan dengan adanya penambahan jam mengajar itu diharapkan kinerja para guru bisa optimal. Dia juga mengatakan sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) terkait rencana penambahan jam mengajar ini.

Prediksi penambahan jam ini berpotensi memicu tingkat stress para guru diungkapkan oleh Ketua Umum PB PGRI Sulistyo. Jika memang ingin meningkatkan kinerja para guru, dia berharap Kemen PAN dan RB serta Kemendiknas harus memiliki tata cara yang lebih baik lagi. “Jika akhirnya menimbulkan stress, mengajarnya juga tidak optimal,” tandasnya.

Pihak PB PGRI sendiri tidak memungkiri jika selama ini banyak pihak yang wadul terkait kedisiplinan para guru. Termasuk oknum guru yang kepergok berbelanja atau tidur-tiduran di kantin sekolah ketika jam kerja. “Perilaku tersebut buntut dari pembinaan guru tempo dulu,” kata dia. Sulistyo juga menjelaskan, perilaku guru saat ini merupakan hasil lembaga pendidikan masa lalu. “Sekarang guru-guru model seperti ini memang masih banyak. Mutu mereka memang belum bagus,” tandasnya. Jika pemerintah ingin membuat aturan untuk mengatur kinerja guru, hendaknya membaca dulu kondisi riil guru di lapangan. “Jangan sampai aturan baru menimbulkan masalah baru,” kata dia.

PB PGRI meminta pemerintah lebih dulu menuntaskan persoalan pembinaan yang sudah berjalan.(wan/iro/jpnn)

Sidang Century, Kejagung Bantah RI Kalah di Amerika

JAKARTA – Kekalahan pemerintah Republik Indonesia (RI) dalam kasus Bank Century di sidang gugatan arbitrase internasional di Amerika Serikat dibantah Kejaksaan Agung (Kejagung). Korps Adhyaksa itu menegaskan bahwa berita kekalahan itu tidak benar. Sidang justru belum berjalan.

“Pemerintah RI memang sedang menghadapi gugatan arbitrase oleh Rafat Ali Rizvi melalui forum ICSID (International Centre for the Settlement of Investment Disputed, Red.) di Amerika. Tapi, gugatan tersebut masih dalam proses persiapan arbiter serta kesepakatan tentang presiden tribunal untuk memulai persidangan,” kata Jaksa Agung Basrief Arief kemarin (11/9).

Pernyataan Basrief itu membantah informasi yang diungkapkan anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo yang menyatakan pemerintah kalah dalam gugatan arbitrase. Basrief juga mengatakan bahwa proses persidangan belum sampai pada putusan pihak kalah dan menang. “Persidangannya saja belum berjalan, bagaimana bisa dikatakan pemerintah kalah,” katanya.

Sebelumnya, anggota DPR RI Komisi III Bambang Soesatyo menyatakan bahwa Hesyam Al Warah dan Rafat Ali Rizvi” memenangi gugatan Arbitrase melawan pemerintah. Hesyam dan Rafat menggugat pemerintah ke pengadilan arbitrase internasional karena merasa dirugikan atas kebijakan pemerintah RI memberi dana talangan Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Sebab, itu membuat mereka kehilangan saham investasi di Bank Century. “Pengadilan Arbitrase Internasional mewajibkan pemerintah RI membayar Rp 4 Triliun kepada Hesham dan Rafat karena jumlah itulah yang digugat keduanya,” kata Bambang Sabtu (10/9). Seperti diketahui, Hesham dan Rafat merupakan terpidana kasus Bank Century.(aga/iro/jpnn)

Lulus Penelitian, Dipasarkan ke Masyarakat Umum

Siswa SMK Negeri 3 Ciptakan Sabun Cair

Berawal dari praktik pembuatan bahan kimia, kini siswa  SMK  Negeri 3 Medan sudah mampu menciptakan sabun cair. Seperti apa ceritanya?

Kesuma Ramadhan, Medan

Mahasiswa program studi Kimia Analis ini sudah mampu menciptakan sepuluh item produk yang siap pakai.
Kesepuluh item produk itu diantaranya cairan pencuci piring, pengharum pakaian, pembersih lantai, shampoo kendaraan, karbol, sabun krim, sabun transparan, parfum non alkohol, parfum sprai, dan minyak kayu putih.
“Melihat potensi yang ada dari awal kali pembuatan produk sabun pencuci piring, maka guru pembimbing memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengembangkan inovasi produk lainnya,” ungkap Ketua Unit Produksi SMK Negeri 3 Medan Dra Yasmurni Zebua, saat ditemui di ruang praktik laboratorium, Sabtu (11/9).

Namun setiap produk yang dikembangkan oleh siswa bilang Yasmurni, terlebih dahulu harus melewati proses penelitian di laboratorium dengan bimbingan guru. Hal ini untuk memastikan apakah produk yang dikembangkan telah memiliki standarisasi kesehatan atau tidak.

Alhasil dengan keseriusan dan kerja keras para siswa, kini produk yang diciptakan siswa SMK Negeri 3 Medan telah dipasarkan di berbagai daerah.

“Seluruh produk yang diciptakan oleh siswa telah memiliki izin dari Dinas Kesehatan Kota Medan dan telah memiliki ISO untuk katagori quality managemen system. Sehingga seluruh produk yang telah diciptakan siswa dapat dipasarkan,” terangnya.

Untuk keterlibatan siswa, Yusmarni mengatakan pembuatan produk itu sendiri melibatkan seluruh siswa yang mewakili masing-masing kelas dan setidaknya kini kegiatan siswa tersebut telah memiliki 24 anggota.
Sedangkan untuk unit produksinya sendiri, menurutnya merupakan bagian dari salah satu unit kegiatan ekstrakulikuler siswa yang diberi nama Unit Produksi Teknik (UPT).

Inovasi siswa yang telah ada sejak 2007 silam itu kini semakin berkembang dan bisa meraih keuntungan bersih minimal Rp2juta setiap bulan.

“Sebenarnya produk ini  bisa berkembang lebih besar lagi, hanya saja kita masih memiliki keterbatasan dana dalam menyediakan peralatan untuk menyiapkan formula yang akan dikembangkan menjadi sebuah produk yang menghasilkan. Selain itu kita juga masih terkendala dalam hal dana untuk menyempurnakan produk yang lebih baik lagi baik dari segi kualitas maupun kemasannya,” ungkap Yusmarni.(*)