Home Blog Page 14731

Keluarga Pasien Pirngadi Kemalingan

MEDAN- Keluarga pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan harus berhati-hati dengan barang bawaannya. Pasalnya, aksi pencurian kian marak terjadi di rumah sakit milik Pemko Medan ini.

Selasa (6/9) lalu, Edi Boli (45), warga Perumnas Helvetia Medan kehilangan tas berisi barang dan surat-surat berharga saat menunggui istrinya yang dirawat Ruang Unit Jantung Lantai IV, RSUD dr Pirngadi Medan. Saat itu, Edi pergi ke toilet dan meninggalkan tasnya di ruang tunggu dekat istrinya dirawat.

Namun saat kembali dari toilet, dia kaget bukan kepalang. Tas miliknya telah raib digondol pencuri. Penasaran, dia berusaha melakukan pencarian. Upayanya ternyata berhasil. Dia menemukan tas tersebut tak jauh dari Ruang Perinatology dengan kondisi isi tas sudah berserakan.

“Saat saya lihat, ternyata barang-barang berharga didalam tas itu sudah tidak ada lagi. Surat kelahiran cucu saya juga hilang. Bagaimana pelayanan rumah sakit ini? Kalau pihak rumah sakit meminta surat-surat saya yang lainnya, saya harus bagaimana? Karena pelakunya sudah mengambil semuanya,” ujarnya.

Humas RSUD dr Pirngadi Medan Edison Peranginangin yang dikonfirmasi wartawan koran ini membantah kalau keamanan rumah sakit lemah. Dia juga menyarankan agar Edi membuat laporan polisi.(jon)

Posisi Torres Rawan Tergusur

PERSAINGAN di lini depan timnas Spanyol semakin ketat saja. Fernando Torres yang penampilannya sedang kurang bagus di klubnya Chelsea berada pada situasi sulit. Bahkan, dia tidak dipakai saat Spanyol membantai 6-0 (3-0), kemarin dini hari.

Pelatih Vicente Del Bosque lebih memilih memakai David Villa dan Alvaro Negredo sebagai starter. Kemudian, di bangku cadangan Del Bosque menempatkan Fernando Llorente dan Pedro. Llorente turun lapangan sebagai pengganti Negredo di menit ke-62.

Ketika Spanyol memang 3-2 atas Cile pada pertandingan persahabatan (2/9), Del Bosque masih menurunkan Torres sebagai pengganti. Tapi, kemarin, namanya bahkan tidak dicantumkan dalam daftar pemain cedangan. Padahal, dia berada dalam kondisi fit.

Nah, kebijakan Del Bosque itu menimbulkan pertanyaan apakah Torres sudah kehilangan tempatnya di La Furia Roja, julukan Spanyol. Torres yang memiliki peran penting pada saat juara Euro 2008 dan Piala Dunia 2010 lalu, mulai ditinggalkan Del Bosque.

“Ada sepuluh pemain lainnya yang tidak dimainkan. Tidak ada yang aneh,” jelas Del Bosque, seperti dikutip Reuters.
Mantan pelatih Atletico Madrid itu membantah bila Torres sudah tidak lagi dipakai dan tempatnya terancam jelang Euro 2012.

“Dia tetap pemain penting, tapi orang-orang diterpilih membela timnas adalah mereka yang bermain bagus di klubnya, bukan yang sebaliknya,” ketus Del Bosque.

Senada dengan Del Bosque, meski Torres sedang mengalami periode buruk, tapi menurut Negredo, dia tetap pemain penting. Torres pun tidak sakit hati karena hanya menjadi penonton. “Dia tetap datang ke ruang ganti dan memberi selamat kepada saya,” kata Negredo yang mencetak dua gol kemarin dini hari kepada AS.
“Memang tidak menyenangkan bila dipanggil ke timnas tapi tidak dimainkan sama sekali. Tapi, dia tetap tenang. Dia rekan yang luar biasa dan sampai sekarang masih merupakan salah satu wakil kapten timnas,” kata Negredo. (ham/jpnn)

RE Siahaan Minta KPK Panggil Kapolresta Siantar

JAKARTA- Proses penyidikan perkara dugaan korupsi pengelolaan bantuan sosial APBD Kota Pematang Siantar 2007, menemui jalan buntu. Pasalnya, hingga saat ini Robert Edison Siahaan ngotot tidak sudi pemeriksaannya dituangkan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Mantan walikota Pematang Siantar itu mau di-BAP, dengan syarat penyidik KPK juga meminta keterangan sejumlah pihak, yang dinilainya lebih mengetahui mengenai bocornya uang APBD Siantar.

Seperti pernah disampaikan sebelumnya, kuasa hukum RE Siahaan, Junimart Girsang, lagi-lagi menyatakan, proses hukum yang dialami kliennya sangat janggal dan dipaksakan. Antara lain menyangkut masalah kwitansi pengeluaran uang sebesar Rp1,5 miliar yang oleh tim penyidik KPK dijadikan barang bukti, sementara RE Siahaan mengaku tidak ahu-menahu.

“RE Siahaan menolak di-BAP, karena banyak barang bukti yang salah dan tidak terkait. Kita meminta penyidik KPK agar memanggil asisten I, asisten II, dan asisten III Setko Pematang Siantar yang menjabat saat RE Siahaan masih menjadi walikota,” terang Junimart Girsang kepada koran ini, kemarin (6/9).

Selain ketiga mantan pejabat itu, Junimart juga mengaku telah menyampaikan permintaan ke penyidik KPK agar juga memanggil dan memintai keterangan Kapolresta AKBP Alberd TB Sianipar SIk MH dan Kajari Siantar, Katar Ginting SH MHum. Menurut Junimart, keduanya perlu dimintai keterangan terkait penanganan perkara kasus dugaan korupsi dana sosial Rp12,6 miliar, dengan tersangka  mantan Kepala Bagian Sosial Pemko Siantar,  Aslan.

Menurut Junimart, sangat aneh jika RE Siahaan disangka korupsi dana bansos itu. “Kasus bansos ini sudah diproses di Polres Siantar, dengan tersangka Aslan. Jaksanya sudah mengatakan cukup bukti, tapi tersangkanya lari. Berarti kan pertanggungjawabannya ada pada Aslan. Kok oleh KPK dibebankan lagi ke RE Siahaan? Ini aneh,” cetus Junimart.
Dikatakan, hingga kemarin penyidik KPK belum juga memanggil pihak-pihak yang disebutkan di atas. “Yang jelas kita sudah minta. Dan uang itu diindikasikan juga ke sejumlah anggota DPRD,” kata Junimart, tanpa merinci lebih lanjut.
Dimintai konfirmasi mengenai permintaan Junimart itu, Kabag Pemberitaan dan Humas KPK Priharsa Nugraha kepada koran ini kemarin (6/9) menjelaskan, memang tersangka punya hak meminta penyidik KPK memanggil dan memintai keterangan pihak lain. “Itu diatur di KUHAP,” ujarnya.

Lantas, kapan penyidik melakukan pemanggilan? “Wah, kalau soal pemanggilan, itu kewenangan penyidik. Saya tidak tahu,” kilahnya.

Seperti diketahui, RE Siahaan, mantan orang nomor satu di Pemko Pematang Siantar, ditahan KPK pada 8 Juni 2011, setelah berstatus sebagai sebagai tersangka sejak 6 Pebruari 2011. Ketua DPC Partai Demokrat Pematangsiantar itu ditahan di Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

RE Siahaan disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 dan atau pasal 5 dan atau pasal 9 dan atau pasal 11 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 199 tentang Tindak Pidana Korupsi. (sam)

Suami Hajar Istri Sampai Babak Belur

TEBING TINGGI- RA (24) warga Jalan Griya Prima Bulian, Blok A 021, Kelurahan Pinang Mancung, Kota Tebing Tinggi, babak belur dihajar suaminya JS (25), pekerja buruh harian lepas di pabrik pengolahan getah karet, Rabu (7/9) sekira pukul 07.30 WIB, gara-gara melarang suaminya pulang kampung melihat orang tuanya di Kabupaten Dairi pasca gempa bumi dua hari lalu.

Menurut JS di Polres Tebing Tinggi usai ditangkap petugas mengatakan, semenjak terjadi gempa di Aceh, dia kehilangan kontak dengan orang tuannya di Dairi. Karena gelisah takut terjadi apa-apa dengan orang tuanya, dia pun meminta izin kepada istrinya RA untuk pulang kampung. “Istri saya tak mengizinkan saya pulang kampung, bahkan untuk pergi bekerja saja tidak diperbolehkan. Saya diminta untuk berada di rumah seharian,” beber JS.

Lanjutnya, karena tidak jelas alasan sang istri melarang dan terus marah-marah, membuat JS naik darah. “Ku pukul dia, karena merepet terus dan dia mencoba melawan ku. Saya tak tahu entah kenapa terjadi,” keluhnya.

Sementara RA mengatakan, kejadian pagi itu tiba-tiba saja, saat dia sedang memberi makan anak sulungnya di ruang tamu. Tiba-tiba suaminya marah dan langsung memecahkan piring. “Karena itu terjadilah cekcok, selama menjadi suami sekitar dua tahun, suami ku sering memukul ku dengan tangan,” jelas RA.

Masih menurut korban, dia dipukul dibagian wajah, didorong hingga jatuh sehingga kepala bagian belakang terbentur dengan benda keras. Dia juga mengalami luka pukulan di bagian tangan dan perut ditunjang serta kaki lecet.
“Karena ulah suamiku yang kasar ini, saya membuat pengaduan ke polisi,” katanya.

Atas pengaduan RA, petugas Mapolres Tebing Tinggi langsung melakukan penangkapan terhadap JS. Saat dilakukan penangkapan, JS tidak melakukan perlawanan dan terlihat pasrah serta menerima semua kesalahannya. Tersanka dijerat dengan undang-undang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). (mag-3)

Gli Azzuri Paling Kokoh

BUKAN hanya tiket lolos ke Euro 2012 yang membuat timnas Italia bangga. Lebih dari itu, tim berjuluk Gli Azzurri itu mencatat rekor menawan dengan selalu menang dalam lima laga terakhir di grup C kualifikasi Euro 2012.
Pelatih Italia Casera Prandelli mampu mencatat rekor terbaik mereka di kualifikasi. Mereka menang dalam tujuh laga dan hanya sekali seri. Italia juga mencatatkan diri sebagai tim dengan barisan pertahanan paling solid selama kualifikasi Euro 2012.

Sejak kebobolan pada pertandingan pertama kualifikasi Euro 2012, di mana mereka unggul 2-1 atas Estonia, 3 September tahun lalu, gawang Italia tidak pernah lagi kebobolan. Mereka mencatat clean sheet selama 789 menit di kualifikasi Euro 2012.

Catatan hebat itu membuat Prandelli mampu melampaui rekor clean sheet sebelumnya ketika Italia ditangani Cesare Maldini pada kualifikasi Piala Dunia 1998. Saat itu, ayah dari bek legendaries AC Milan Paolo Maldini membawa Italia mencatat clean sheet selama 708 menit.

“Tujuan kami hanyalah memastikan diri lolos dan kami mampu melakukannya. Di sisi pertahanan, kami sangat senang karena lolos dan clean sheet,” kata Andrea Ranocchia, bek Italia itu.
Melawan Slovenia, menurut dia, lebih sulit ketimbang melawan Kepulauan Faroe. (net/jpnn)

Anggota Dewan Diduga Terima Upeti

Tender Rehab Gedung DPRD Senilai Rp2,3 Miliar

LUBUK PAKAM- Tender rehabilitasi Gedung DPRD Deli Serdang berbiaya Rp2,3 miliar diduga bermasalah. Pasalnya, sampai saat ini belum ada pengumuman pemenang tender yang sejatinya diumumkan tanggal 22 Agustus silam.
Akibatnya, sejumlah rekanan yang ikut tender mulai gelisah. Bahkan sebagian diantaranya mulai mencurigai kesekretariatan DPRD, sudah mengatur pemenang tender. “Ini pelanggaran namanya. Kalau diundur pengumuman pemenangnya, silahkan dipublikasikan ke masyarakat, jangan didiam-diamkan,” kata DP salah seorang rekanan peserta tender.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Deli Serdang Benhur Silitonga didampingi Wakil Ketua Mikail TP Purba, mengatakan, dengan diperlambatnya pengumuman pemenang tender rehab gedung DPRD tersebut, akan memunculkan prasangka buruk terhadap proses tender.

Untuk itu, tegas Benhur, pihaknya akan memanggil Sekretaris DPRD mempertanyakan keterlambatan pengumuman yang terjadi. “Panitia serta sekretaris DPRD harus transparan. Dana rehab ini bersumber dari anggaran APBD,” katanya.
Berbeda dengan Wakil Ketua Komisi A Mikail TP Purba yang mengendus adanya indikasi pengaturan pemenang tender yang diatur sejumlah onkum anggota DPRD. Bahkan, pria yang dekat dengan organisasi kepemudaan ini, mensiyalir adanya pemberian sejumlah ‘upeti’ kepada anggota DPRD.

“Beberapa pengusaha yang ikut tender rehab ini, sering mondar mandir ke gedung dewan. Saya duga ada anggota dewan yang bekap, agar proyek ini dimenangkan perusahan tertentu,” ungkapnya tanpa merinci nama anggkota DPRD dimaksud.
Disebutkan, proses tender rehab gedung dewan diikuti sekitar 32 perusahaan kontruksi. (btr)

Melawan Tradisi

FLORENCE-Timnas Italia meraih kemenangan tipis 1-0 atas Slovenia dalam lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2012. Hasil ini sudah cukup untuk mengantarkan Gli Azzurri ke putaran final tahun depan.

Menjamu Slovenia di Artemio Franchi, Rabu (7/9) dinihari WIB, Italia langsung menekan sejak menit-menit awal. Mereka mendominasi penguasaan bola dan mendapatkan sejumlah peluang bagus pada babak pertama.
Hingga pertengahan babak kedua, Italia yang butuh kemenangan untuk lolos belum juga mencetak gol. Pelatih Cesare Prandelli pun memasukkan Mario Balotelli dan Giampaolo Pazzini untuk menggantikan Riccardo Montolivo dan Antonio Cassano.

Keputusan Prandelli untuk memasukkan Pazzini berbuah manis. Penyerang Inter Milan itu berhasil menjebol gawang Slovenia lewat sontekan jarak dekat, enam menit sebelum waktu normal berakhir.

Kemenangan ini membuat Italia makin kokoh di puncak klasemen Grup C dengan koleksi 22 poin dari delapan laga. Dengan dua laga tersisa, mereka tak akan terkejar lagi oleh Serbia yang baru mengumpulkan 14 poin.

“Terasa sangat emosional bisa lolos di (Artemio) Franchi. Tim ini sudah membuat langkah besar, tapi kami masih bisa jauh lebih baik. Saya puas, karena tim ini dibentuk mulai dari nol. Hasilnya, karena kesabaran kami, sekarang ini para pemain muda bisa menjadi pemain kelas dunia,” kata Prandelli, yang notabene eks pelatih Fiorentina, seperti dikutip
Sementara itu kiper  Gli Azzuri Gianluigi Buffon mengatakan bahwa lolosnya Italia kali sungguh diluar tradisi, sebab biasanya Italia harus menunggu hingga pertandingan terakhir babak kualifikasi untuk bisa berlaga di kancah Euro maupun Piala Dunia.

“Kami melawan tradisi kami sendiri karena Italia biasanya harus menunggu hingga pertandingan terakhir sebelum lolos. Ini memberi kami banyak kepercayaan diri dan antusiasme,” bilang Buffon. (bbs/jpnn)
Kami mampu bangkit begitu cepat dari abu di Piala Dunia 2010. Jelas pencapaian ini melebihi apapun harapan orang,” ucap Gianluigi Buffon. (bbs/jpnn)

16 Tahun, LG tak Punya Izin Keramaian

MEDAN- Selama 16 tahun beroperasi, Diskotek Lee Garden (LG) ternyata tak memiliki izin keramaian dan izin minuman eceran. Hal ini terungkap dalam pemeriksaan terhadap Lee Sam, selaku pemilik Diskotek LG didampingi kuasa hukumnya di Mapolresta Medan. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menetapkan Lee Sam sebagai tersangka karena tak memiliki izin minuman eceran.

Dalam pemeriksaan itu, Lee Sam diminta untuk menunjukkan izin keramaian, namun dia tak mampu menunjukkannya. Lee Sam malah memperlihatkan surat izin tahun 1991 sampai 1995.

Saat diminta surat ijin yang baru, Lee Sam tak dapat memperlihatkan. Namun begitu, pria berusia 40 tahunan itu berdalih memiliki surat izin tersebut dan meminta adiknya Gunawan untuk mengambil surat tersebut.

Sementara itu, Kanit VC/Judi Sila Polresta Medan AKP Hartono mengatakan, akan terus memperoses kasus ini. Soal minuman eceran yang tak memiliki izin, lanjutnya Hartono, pihaknya akan berkordinasi dengan Direktorat Jendral Pajak Bea dan Cukai untuk menindak diskotek yang terletak di Jalan Nibung Baru itu.

Sekadar mengingatkan, beberapa waktu lalu personel Unit VC/Judi Sila Polresta Medan dipimpin Kanit AKP Hartono menggerebek Diskotek LG.

Dari TKP, petugas menyita puluhan botol minuman eceran berbagai jenis yang dikemas didalam botol air mineral. (mag-7)

Telat Ngurus Jamkesda Nyawa Melayang

LUBUK PAKAM- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deli Serdang kecam tindakan Camat Bangun Purban berisial JD yang terlambat menerbitkan surat rekomendasi warga miskin terhadap Janukar Sipayung (55) warga Desa Sukaluwe, Kecamatan Bangun Purba, sehingga Janukar tewas karena terlambat mendapat penangangan medis dari RSU Deli Serdang, Rabu (7/9).

Kecaman tersebut disampaikan Anggota DPRD Fraksi Demokrat M Ramli kepada  wartawan. Dia juga sangat menyayangkan sikap camat yang tidak responsive terhadap warganya. Padahal, warga tersebut termasuk warga tidak mampu. Karena beberapa waktu lalu, Ramli mengaku, terlibat membantu pengurusan surat rekomendasi warga miskin tersebut. Namun, rekomendasi dari pihak kecamatan tidak terbit, meski surat pengantar dari Kantor Desa Sukaluwe Kecamatan Bangun Purba sudah diterbitkan.

“Masa camat tidak mau mendatangani surat pengantar ke dinas Sosial Deli Serdang,” kecam Ramli.(btr)
di ruang Komisi C DPRD. (btr)

Korban Gempa Dapat Bantuan Beras

MEDAN- Sebanyak 2,8 ton beras, akan segera dikirim Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara (Propsu) ke Kabupaten Phakpak Barat, yang terkena musibah gempa Aceh, Selasa (6/9) dini hari.

“Beras yang kami kirimkan ke Phakpak Barat ini, sesuai permintaan Pemkab setempat. Beras ini diperkirakan cukup untuk 1.000 orang, dalam waktu seminggu. Kalau ada permintaan penambahan kebutuhan, baik beras maupun kebutuhan lainnya, Dinsos juga sudah menyiapkan stok,” kata Kepala Dinsos Sumut Robertson, melalui Kepala Bidang (Kabid) Bantuan dan Jaminan Sosial (Banjamsos) Dinsos Sumut Ardo Sitompul, kepada wartawan di Medan, Rabu (7/9).
Dikatakannya, sesuai dengan prosedur penyaluran bantuan tanggap darurat, Dinsos Sumut akan mengalokasikan bantuan sesuai dengan permintaan kabupaten/kota. Hingga saat ini, katanya, baru Phakpak Barat yang mengajukan permintaan bantuan.(ari)