Home Blog Page 14734

Pemko Medan Harus Ubah MoU

CBD Polonia Tunggak PBB dan BPHTB Rp23,6 M

MEDAN-Berdasarkan sertifikat perjanjian (Memorandum of Understanding/MoU) Pemko Medan dengan CBD Polonia yang tak ada batas limit kapan harus membayar tunggakan pajak PBB dan BPHTB nya sebesar Rp23,6 M. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Medan mendesak Pemko Medan agar segera merubah MoU tersebut.

“Sangat disesalkan butir-butir perjanjian antara CBD Polonia dengan Pemko Medan.Karena berdasarkan informasi, tak ada limit pembayaran pajak PBB dan BPHTB. Dengan begitu, kita mendesak agar CBD Polonia membayar dengan cara merubah MoU tersebut,”ujar Daniel Pinem, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan, Selasa (6/9).
Dikatakan Daniel Pinem, Dewan sangat menyesalkan dengan tak adanya limit waktu pembayaran antara Pemko Medan dengan Pengembang.

“Kenapa tidak dibuat. Ini bukan persoalan kecil. Ini membuktikan dari awal proses peralihan ada indikasi banyak permainan didalamnya,” ucapnya.

Menurutnya, agar tidak terjadi tunggakan sebesar Rp2,6 miliar dengan rincian tunggakan PBB sebesar Rp1.941.029.497 dan BPHTB sebesar Rp21.682.588.200. Tak cuma itu, pusat bisnis yang memiliki 1.000 ruko (rumah toko) itu, status tanahnya juga tidak jelas seharusnya diselesaikan dahulu baru dibangun.

“Harus ditinjau ulang butir-butir perjanjian tersebut. Dengan status tanah yang tak jelas ini membuktikan adanya permainan pejabat Pemko Medan,”cetusnya.

Lanjut Daniel Pinem, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Medan yang menagih tunggakan tersebut dipastikan taka ada kekuatan untuk menagihnya. Dikarenakan, taka ada batas limit waktu dan disatu pihak tak ada ketentuan hukum yang mengatur. “Itulah akibatnya, Pemko tak ada kekuatan hukum untuk menagihnya,” ungkapnya lagi.

Sedangkan untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terhadap 1000 ruko tersebut, seharusnya jangan dikeluarkan. Dikarenakan ini merupakan utang piutang antara Pemko Medan dengan CBD Polonia. “Utang piutang atas tunggakan CBD Polonia dan BPHTB, seharusnya jangan mengeluarkan IMB. Tetapi Pemko Medan mengeluarkan IMB nya, ini menjadi pertanyaan. Ada apa? Kenapa?”bebernya.

Kendati demikian, Daniel Pinem memberikan solusi terhadap Pemko Medan cara mudah untuk menagih tunggakan pajak PBB dan BPHTB dengan cara mencabut IMB nya. “Cara untuk menagihnya, apa salahanya IMB dicabut. Karena status tanah juga tidak jelas,”katanya mengakhiri.

Terpisah, Sekda Pemko Medan, Sayiful Bahri yang dikonfirmasi wartawan koran ini tak mau berkomentar banyak karena perjanjian antara Pemko Medan dan CBD Polonia menyangkut dengan Perda yang diatur dalam UU Nomor 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah.

“Itu yang menagih Dispenda (Dinas Pendapatan Daerah) Medan sesuai dengan UU Nomor 28 tahun 2009, caranya dengan mengimbau saja. Kalau untuk membatalkan IMB nya tidak bisa, dasarnya apa, karena menyangkut dari Perda,”katanya yang tak mengetahui Perda tersebut.(adl)

Kejagung Diminta Turun Tangan

Dugaan Korupsi Dinkes Medan Rp1,8 M

MEDAN-Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Kota Medan, mendesak agar Kejaksaan Agung RI,untuk segera turun tangan dalam pengungkapan kasus dugaan korupsi di Dinas Kesehatan Kota Medan, terhadap dana rehabilitasi dan perawatan 18 puskesmas dan puskesmas pembantu di Kota Medan.

Pernyataan tersebut disampaikan Asisten III DPD Lira Kota Medan Hasler Marbun pada wartawan Selasa (5/9) di Jalan SM Raja Medan, menyikapi adanya dugaan ditutupnya penyelidikan kasus korupsi Dinkes Kota Medan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

“Kita minta pada Kejagung RI untuk segera meninjau kembali kinerja Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara AK Basuni Masyarif.Karena penyelidikan kasus korupsi dana rehabilitasi dan perawatan 18 puskesmas di Kota Medan senilai Rp1,8 miliar hingga saat ini tidak kunjung jelas di Kejatisu,” tegas Hasler Marbun.

Hasler Marbun menuding bahwa kasus dugaan korupsi Dinkes Kota Medan memang sengaja ditutup untuk kepentingan oknum-oknum tertentun. “Kita heran kenapa kasus itu sudah tidak bergulir lagi di Kejatisu.Padahal Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi sudah diperiksa Kejatisu.Namun status Edwin Effendi sendiri tidak jelas apakah sudah tersangka apa tidak.Jangan-jangan Edwin Effendi itu kebal hukum sehingga Kejatisu takut mengusut kasus dugaan korupsi di Dinkes Medan yang melibatkan Edwin Effendi sebagai Kepala Dinas,” tegas Marbun.

Marbun juga mengancam, apabila Kejatisu tidak mengungkap kembali kasus dugaan korupsi Dinkes Medan, maka Lira Kota Medan akan melakukan menuver dengan melaporkan kasus itu pada Kejagung RI dan KPK. “Kita minta Kajatisu untuk menangkap Edwin Effendi, kalau tidak kasus ini akan kami laporkan pada Kejagung RI, KPK dan Presiden, bahwa Kejatisu tidak berniat dan diduga terima suap dari Edwin Effendi, sehingga kasus itu hingga kini tidak bergulir sampai ke peradilan,” tegas Hasler Marbun.

Sementara itu Kasi Penkum Kejatisu Edi Irsan Tarigan pada wartawan, mengaku belum mengetahui kasus itu sejauh mana di lakukan penyelidikan oleh Pidsus. “Saya belum tahu, nanti saya tanyakan pada bagian yang menaganinya sampai mana,” ucap Edi.

Sebelumnya Edwin Effendi selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan sudah diperiksa atas dugaan korupsi dana rehabilitasi 18 unit puskesmas dan dan puskesmas pembantu, sebesar Rp1,8 miliar .

Namun status Edwin Effendi hingga saat ini belum jelas juga.Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan ini masih berkeliaran sembari menjalankan tugasnya, tanpa adanya penetapan hukum yang jelas pada Edwin Effendi.
Dugaan korupsi dana rehabilitasi dan pemeliharaan 18 puskesmas dengan rincian paket 6 untuk pemeliharaan rutin dan berkala sarana dan prasarana puskesmas pembantu dengan nilai proyek Rp237 juta yang proses lelangnya telah dilaksanakan 27 Juli 2009-2010 diikuti oleh 10 Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan selaku wakil dari masyarakat sangat berharap kepada Kejaksaan Tinggi Sumetera Utara (Kejatisu) agar benar-benar memproses kasus dugaan korupsi dana rehabilitasi 18 unit puskesmas dan puskesmas pembantu senilai Rp1,8 miliar dari APBD Medan 2010.

Bila prosesnya berlanjut, tidak ada lagi penyelewengan dan bagian Tindak Pindana Khusus (Pidsus) Kejatisu yang sudah memeriksa sejumlah pejabat di Dinkes Medan untuk diminta keterangannya sebagai saksi dapat memberikan titik terang pelakunya agar bisa ditangkap.

“Masyarakat sangat berharap kasus seperti ini berlanjut agar tak ada penyelewengan dan pelakunya bisa ditangkap,”ujar anggota Komisi B DPRD Medan, Salman Alfarisi, Selasa (6/9).
Menurutnya, kasus yng ditangani Kejatisu jangan sampai mengendap sangat lama. Kejatisu harus tranfaran dengan kepastian hukum yang jelas.”Bila terbukti bersalah, pejabat Dinkes Medan harus segera dihukum dan ditahan agar proses hukumnya dapat berjalan,”ucapnya.
Lanjut Salman, bila kasus tersebut diendapkan dan tiba-tiba dimunculkan dapat memberikan pandangan yang buruk.”Ini kan membuktikan kalau kasusnya jalan ditempat, terkesan ada apa?,”kata Salman lagi.
Dengan begitu, lanjut Salman, Bila Kejatisu tidak transfaran dalam memproses kasus tersebut. Ditakutkannya ada yang disembunyikan. “Seperti ada yang disembunyikan karena tidak transfaran,”bebernya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin Efendi yang dikonfirmasi wartawan koran ini membantahnya dan tak ingin mendengar kasus tersebut.”Nggak ada itu,”katanya singkat.
Sebagaimana berita sebelumnya, proyek rehabilitasi sedang atau pun yang berat gedung Puskesmas Dinas Kesehatan kota Medan tercantum pada paket 7 dengan nilai proyek Rp440 juta proses lelangnya dilaksanakan 27 Juli 2010 diikuti oleh 11 perusahaan.
Ada juga proyek Peningkatan Pengembangan Pekan Labuhan Dinas Kesehatan Kota Medan, pada paket 8. Dengan nilai proyek Rp 711 juta dan proses lelangnya telah dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2010 diikuti oleh 16 perusahaan.
Proyek peningkatan pengembangan Desa Binjai di Dinas Kesehatan kota Medan dengan nomor paket 9 anggarannya Rp482,5 juta. proses lelangnya telah dilaksanakan 27 Juli 2010 diikuti 10 perusahaan.
Proses lelang tersebut belum lagi pengumuman pemenang namun nama-nama perusahaan yang menang sudah keluar.
Perusahaan pemenang pada paket 6 adalah CV Antratica Pearl. Paket 7 dimenangkan CV Putra Natama Enginering, paket8 dimenangkan CV Delapan Jaya, dan paket 9 dimenangkan CV Delapan Maju, semuanya di bawah PT Tulung Agung milik Fernandus Silitonga.(rud/adl)

Kereta Rp15 Triliun Setahun Hanya Jalan Tiga Hari

Catatan Dahlan Iskan yang Kembali Berlebaran di Makkah (4-Habis)

Seri terakhir dari  empat catatan Dahlan Iskan. Sekeluar Masjid Al Haram, CEO PLN ini langsung menuju proyek dibangunnya kereta cepat khusus haji rute Makkah-Arafah.

Salah satu yang ingin saya lihat di Makkah “di luar ritual umrah” adalah proyek kereta listriknya. Terutama tahap 1 jurusan Makkah-Arafah yang sedang dibangun dengan rugi yang sangat besar oleh Tiongkok itu.

Karena itu, setelah salat Asar, menunggu terik matahari musim panas mereda, saya ke Mina, Mudzdalifah, dan Padang Arafah.  Di luar musim haji seperti sekarang ini, tempat-tempat itu tidak berpenghuni sama sekali. Hanya hamparan padang yang bergunung-gunung batu yang cadas.

Tapi, ketika musim haji, jutaan jamaah bergerak serentak melakukan perjalanan suci ke lokasi-lokasi itu. Padat, merambat, dan bahkan macet total. Sering kemacetan itu begitu parahnya membuat sebagian jamaah tiba di luar jam yang disyaratkan. Dulu, ketika naik haji, saya memilih jalan kaki pulang pergi untuk rute yang sekali jalan sekitar 25 km itu (bukan 40 km seperti dalam seri pertama tulisan ini).

Problem itulah yang akan dipecahkan pemerintah Arab Saudi dengan pembangunan jaringan kereta cepatnya. Kalau kereta tersebut berfungsi penuh pada musim haji dua bulan lagi, kendaraan yang menuju Arafah bisa berkurang setidaknya 53.000 mobil. Tinggal bus-bus besar yang minimal berisi 25 orang yang diizinkan menuju Padang Arafah. Uji coba sudah dilakukan pada musim haji tahun lalu, namun baru 30 persen dari kapasitas sesungguhnya.

Sekarang pun, saat saya menyusuri rute kereta itu, belum benar-benar selesai. Saya mampir ke stasiun Mudzdalifah yang masih belum tertata. Saya lihat hanya dua pekerja yang memasang tegel di tangga. Halamannya juga masih belum dikerjakan. Saya tentu ngobrol dengan pekerja asal Tiongkok yang tidak punya agama itu mengenai suka-duka bekerja di sebuah negara yang sangat ketat dalam menerapkan ajaran agama. Mereka heran melihat saya bisa berbahasa Mandarin.

Uji coba kereta terus dilakukan tanpa menunggu semua fasilitas selesai. Kereta warna dominan hijau muda dan kuning muda tersebut terus datang dan pergi. Itulah stasiun pertengahan antara Mina dan Arafah. Setiap rangkaian berisi 12 gerbong. Setiap gerbong bisa memuat 250 orang (70 persen berdiri) sehingga satu rangkaian bisa mengangkut 3.000 orang.

Menggunakan listrik 1.500 vdc, 3.000 ampere, dan dengan lebar rel 1,435 meter, kereta itu berkecepatan 120 km/jam sehingga direncanakan setiap jam bisa mengangkut 73.000 orang.

Inilah investasi kereta sepanjang 18 km dengan biaya Rp15 triliun yang hanya akan digunakan intensif tiga hari saja dalam setahun. Desainnya pun harus dibuat khusus yang harus cocok untuk keperluan haji.
Misalnya, bagaimana rel kereta itu saat harus melewati tempat lempar jumrah (setiap jamaah haji harus melempar batu ke satu tembok yang menyimbolkan setan). Karena tempat melempar jumrah itu kini berupa bangunan empat lantai, sebelum memasuki lokasi tersebut, relnya memecah jadi empat. Ada kereta yang berhenti di lantai 4, ada juga yang berhenti di lantai bawahnya. Lalu, setelah melewati lokasi jumrah, relnya menyatu kembali. Demikian juga ketika kereta sampai Padang Arafah yang luas itu. Di sini, relnya memecah jadi empat, juga dengan jurusan yang berbeda-beda, menyebar ke empat penjuru Padang Arafah.

Di stasiun Mudzdalifah itu pula saya untuk kali pertama tahu diberi nama apakah kereta tersebut. Monorelkah seperti yang selama ini disebut-sebut” Ternyata tidak disebut monorel karena saya lihat relnya memang ganda. Di display layar komputer di stasiun itu, jelaslah namanya: Makkah Metro. Ditulis dalam bahasa Arab bergantian dengan bahasa Inggris. Pengumuman yang dikumandangkan di dalamnya juga dalam dua bahasa itu, tapi sedikit unik: meski rel kereta ini di ketinggian 8 meter dari tanah, istilah yang digunakan adalah istilah kereta bawah tanah London yang disebut tube itu. Misalnya, kalau di kereta bawah tanah di Singapura atau Tiongkok menggunakan kalimat “mind your step”, di sini menggunakan term tube London “mind your gap”.

Tentu jamaah haji dari Indonesia jangan punya mimpi naik kereta itu pada musim haji mendatang. Kereta itu khusus untuk jamaah haji Arab Saudi dan yang datang dari negara-negara Arab di jazirah Arab anggota GCC, seperti ASEAN kita. Orang Arab dari Mesir, Libya, Maroko (Maghribi), dan lain-lain tidak boleh. Ini ada juga masuk akalnya. Mengapa?
Di satu pihak, tentu Arab Saudi ingin mengistimewakan tetangga-tetangga terdekatnya seperti Yaman, Oman, Emirat, Bahrain, Qatar, dan Kuwait. Di lain pihak, jamaah haji dari tetangga itulah yang banyak datang secara perorangan dengan jalan darat menggunakan mobil kecil. Sedangkan yang dari jauh biasanya berombongan yang terorganisasi, termasuk sudah disiapkan bus-bus besarnya. Tentu akan sulit mengatur karcis perorangan untuk rombongan seperti itu. Hehee” tidak jadi iri kan?

Bahkan, kereta itu tidak berkarcis sehingga tidak ada loket penjualan karcisnya. Kalaupun Anda ngotot ingin naik, waktu Anda akan habis untuk mencari tempat di mana karcis dijual. Sedangkan jamaah dari GCC, untuk naik kereta itu, cukup hanya dengan menunjukkan KTP mereka.

Tentu, jamaah non-GCC seperti dari Indonesia tidak boleh kehabisan rasa bersyukur. Dengan adanya kereta itu, kepadatan jalan jalur ke Padang Arafah toh sangat berkurang. Berarti, perjalanan suci Anda juga bertambah lancar.
Maka, anggap saja kereta itu boneka dari China: boleh dipandang tak boleh dipegang. (c5/lk/jpnn)

Rebut Pacar Agnes

Viola Wu

Viola siap membeberkan bukti bahwa dirinya dan Denny kenal dekat. Namun dia tak mau berurusan dengan Agnes.
Sosok Viola Wu sebagai orang ketiga di balik rusaknya jalinan cinta Agnes Monica dan pebasket Denny Sumargo semakin santer dibicarakan. Bintang sinetron Surga Untukmu ini tidak terlalu peduli dengan gunjingan tentang dirinya, yang penting tidak sampai mengganggu privasinya. Vio bilang tak mau ambil pusing lagi dengan tuduhan dirinya merebut Denny dari pelukan Agnes.

“Urusan dia sama Agnes nggak penting. Kalau aku tanya takutnya ilfill lagi. Yang penting bagaimana perasaan dia sama aku,” jelasnya.

Vio menuturkan bahwa perasaannya dengan Denny sangat tidak menentu karena pemain basket Garuda Flexi Bandung tersebut memiliki karakter sosok ayah, kakak dan teman baginya. Walau begitu, Denny tetap pria yang memiliki kharisma tersendiri bagi Vio.

“Kalau pagi kayak bapak, kalau siang kayak kakak. Kalau manja sama kayak kakak. Dia nilai aku masih manja banget, bawel juga,” papar Viola. (bcg/net/jpnn)

Gatot Diminta Cepat Anulir Mutasi

JAKARTA-Mendagri Gamawan Fauzi bersikukuh agar Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho segera menganulir Surat Keputusan (SK) mutasi-mutasi jabatan di Pemprov Sumut yang diterbitkan selama menjadi plt gubernur. Sudah tidak ada kompromi lagi bagi Gatot. Politisi dari PKS itu diminta cepat membatalkan mutasi-mutasi tersebut.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Reydonnyzar Moenek menegaskan, langkah pembatalan mutasi harus segera dilakukan guna meminimalisir keresahan di lingkungan Pemprov Sumut.

“Soal waktu (menganulir SK mutasi, red), diserahkan sepenuhnya kepada Pak Gatot. Tapi lebih cepat lebih baik, untuk mengurangi gejolak dan ketidakpuasan,” ujar Reydonnyzar Moenek kepada koran ini di kantornya, Selasa (6/9).
Pembatalan mutasi, harus sekaligus semuanya, ataukah secara bertahap? Reydonnyzar menjawab, mengenai mekanismenya diserahkan sepenuhnya ke Gatot. “Yang jelas, begitu mengambil langkah (menganulir mutasi, red), harus konsultasi lagi ke mendagri,” imbuh Donny, panggilan akrab birokrat asal Sumbar itu.

Donny mengapresiasi langkah Gatot, yang setelah mendapat teguran dari Mendagri Gamawan Fauzi, langsung datang ke kemendagri. Diceritakan Donny, pada pertemuan dengan Gamawan beberapa waktu lalu, Gatot diberi wejangan-wejangan dan arahan dari Gamawan. Pada pertemuan itu, Gamawan menyesalkan langkah Gatot yang memutasi sejumlah pejabat, tanpa berkonsultasi dengan Gamawan. “Sehingga memunculkan keresahan tersendiri,” ujar Donny.
Sebelumnya, Gamawan sudah menegaskan, mutasi yang sudah telanjur dilakukan Gatot tanpa konsultasi dengan dirinya, harus dibatalkan. “Karena itu sudah disampaikan tidak sesuai dengan PP, maka saya minta untuk dievaluasi kembali,” ujar Gamawan Fauzi melalui SMS kepada Sumut Pos, 25 Agustus 2011.

Mantan gubernur Sumbar itu kukuh pada pendiriannya, bahwa aturan main harus dipegang teguh. Tak ada kompromi bagi Gatot yang sudah menabrak PP No 49 Tahun 2008 tentang perubahan ketiga atas PP Nomor 6 Tahun 2005 tentang pemilihan, pengesahan pengangkatan, dan pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah. “Karena keputusan gubernur atau perda, sesuai peraturan perundang-undangan, tidak boleh bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi,” tegas Gamawan.

Pernyataan Gamawan ini melengkapi penjelasan sebelumnya, Rabu (24/8), mengenai kedatangan Gatot yang melaporkan masalah mutasi sejumlah pejabat setingkat eselon III dan II di lingkungan Pemprov Sumut.
Seperti diketahui, sewaktu menerima Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 15/P Tahun 2011 tentang penunjukkan dirinya sebagai Plt gubernur Sumut pada 24 Maret 2011, Gatot sudah diwanti-wanti oleh Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni.

Saat itu, Gatot diminta mentaati PP Nomor 49 Tahun 2008 tentang perubahan ketiga atas PP Nomor 6 Tahun 2005 tentang pemilihan, pengesahan pengangkatan, dan pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Pasal 132A PP Nomor 49 Tahun 2008 ayat (1) mengatur sejumlah tindakan yang tidak boleh dilakukan penjabat kepala daerah atau pelaksana tugas kepala daerah. Yakni dilarang melakukan mutasi pegawai, membatalkan perijinan yang telah dikeluarkan pejabat sebelumnya dan/atau mengeluarkan perijinan yang bertentangan dengan yang dikeluarkan pejabat sebelumnya, membuat kebijakan tentang pemekaran daerah yang bertentangan dengan kebijakan pejabat sebelumnya, dan membuat kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan dan program pembangunan pejabat sebelumnya. (sam)

KDRT, Suami Dianiaya Istri

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi. Jika selama ini yang menjadi korban KDRT adalah sang istri, namun kali ini yang menjadi korban sang suami. Hal ini dialami Simon Ginting (43), warga Desa Tiang Layar, Kecamatan Pancurbatu, Deli Serdang, Senin (5/9) siang pukul 13.00 WIB.

Selama ini, istrinya Lina Santi sering minggat dari rumah. Bahkan, sudah berbulan-bulan Lina pergi tak pulang-pulangn
Atas kelakuan istrinya itu, saat ini mereka sedang dalam proses pengurusan cerai.

Kemarin (5/9), Lina pulang bersama temannya seorang wanita, dan langsung menanyakan lemari yang ada pada rumah mereka. Dengan lantang Simon menjawab, “sudah kubakar”.

Mendapat jawaban seperti itu, Lina mengamuk dan merusak barang-barang yang ada di dalam rumah mereka. Setelah puas mengamuk, Lina bertanya pada korban “Mana surat cerai itu?”.

Lalu dengan perasaan jengkel korban menjawab, “kau uruslah sendiri.” Medapat jawaban seperti itu, Lina langsung mengambil asbak rokok yang terbuat dari batu dan melemparkannya ke arah Simon. Mendapat serangan tak terduga itu, Simon tak sempat mengelak dan asbak itu mendarat di keningnya.  Darah langsung mengucur deras.

Bukannya kasihan melihat kening suaminya berdarah, Lina malah kembali mengambil kayu dan memukul Simon. Tak ingin jadi bulan-bulanan, Simon mencoba menghindar, namun pukulan kayu itu mengenai jari tangan kanannya.
Simon berusaha melarikan diri, namun Lina kembali mengejarnya dan mengambil batu dan melempar korban, tapi lemparan tersebut tidak mengenai korban. Medapat perlakuan seperti itu Simon ditemani saudaranya akhirnya mendatangi Mapolsek Pancurbatu untuk mengadukan perlakuan istrinya tersebut.(roy/smg)

Pekan Ini, Poldasu Gelar Perkara

Kasus Dugaan Korupsi di Dinas Bina Marga Medan

MEDAN- Dalam waktu dekat, Bagian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumut akan melakukan gelar perkara terhadap tiga kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan mantan Kadis Bina Marga Kota Medan Gindo Maraganti Hasibuan.

Ketiga kasus dugaan korupsi tersebut antara lain, kasus dugaan korupsi Pengadaan Alat Berat senilai Rp2 miliar TA 2009, pengadaan aspal senilai Rp3,5 miliar dan dugaan korupsi proyek drainase senilai Rp38,8 miliar.

“Untuk kasus Gindo, minggu ini kita akan melakukan gelar perkara terhadap kasus-kasus yang ada,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho melalui Kasubbid PID Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan kepada Sumut Pos, Selasa (6/9). Dengan akan digelarnya perkara tersebut, secara otomatis kasus-kasus yang ada akan semakin jelas arahnya. Dalam artian, siapa nantinya orang yang akan paling bertanggungjawab dan dijadikan tersangka.

“Dalam satu kasus yaitu pengadaan alat berat sudah ada kita tahan tiga orang. Kasus-kasus lain, kemungkinan akan naik statusnya. Dan kemungkinan akan ada tersangka lainnya yang bertanggungjawab,” cetusnya. Diketahui, tiga orang yang telah ditahan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat berat antara lain, Edy Zalman Syahputra, Sudirman dan Sangkot Siregar.

Kapan rencananya Gindo akan dipanggil dan diperiksa lagi? Mengenai hal itu, MP Nainggolan menyatakan, pemanggilan akan dilakukan secepatnya.

“Secepatnya akan dipanggil,” jawabnya tanpa menyebutkan tanggal pastinya.(ari)

Nani Cuek Disamakan Ronaldo

MANCHESTER – Usai empat musim bermain untuk Manchester United, anggapan itu belum hilang juga; Nani adalah seorang Cristiano Ronaldo baru.

Sama seperti halnya Ronaldo, Nani juga berasal dari Portugal, berposisi asli sebagai winger, dan gemar mempertontonkan kelihaian menggiring bola. Ketika dirinya datang ke Old Trafford pada 2007, definisi singkat mengenai dirinya adalah ‘The New Ronaldo’.

Kini, Ronaldo sudah tidak ada lagi di Old Trafford, dan Nani beranjak mengokohkan dirinya sebagai salah satu andalan The Red Devils (sebutan Manchester United). Namun, tetap saja bayang-bayang Ronaldo tak sepenuhnya hilang darinya. Anggapan itu sedikit banyak masih ada.

Toh demikian, Nani membuktikan bahwa dia mampu berprestasi dengan caranya sendiri. Meski tidak seperti Ronaldo yang sangat tajam dalam urusan mencetak gol, pemain bernama lengkap Luis Carlos Almeida da Cunha menunjukkan dirinya bisa menjadi raja assist di Premier League musim lalu. “Tahun lalu adalah tahun terbaikku, jelas merupakan musim di mana aku bermain paling konsisten. Sekarang, aku berharap tahun ini juga menjadi tahunku. Aku akan melakukan yang terbaik,” ujarnya seperti dilansir ESPN Star.

Mengenai perbandingan dengan Ronaldo sendiri, Nani tak ambil pusing. Baginya, perbandingan seperti itu akan selalu ada sehingga dia pun memilih untuk bersikap cuek terhadapnya.

“Selalu demikian ketika aku melakukan sesuatu yang bagus. Ketika aku melakukan sesuatu yang biasa-biasa saja, tak ada yang terjadi. Ketika aku melakukan sesuatu yang luar biasa, mereka mendatangiku dengan pertanyaan mengenai dirinya (Ronaldo).”

“Tapi, aku baik-baik saja dengan hal itu. Hal-hal seperti itu tak akan mengubah diriku.”
“Ini adalah tahun kelimaku dan orang-orang tahu apa yang bisa kulakukan. Terkadang aku bermain bagus, terkadang tak terlalu fantastis. Tapi, aku pikir, semua orang tahu diriku dan apa yang bisa kulakukan,” tukasnya. (net/jpnn)

Serie A Akhirnya Dimulai

ROMA – Serie A Liga Italia akhirnya dimulai pada 9 September nanti, diawali dengan pertarungan juara bertahan AC Milan melawan Lazio di San Siro. Itu terjadi setelah negosiasi antara pemain dengan klub tercapai soal kontrak kolektif.
Sebelumnya, kickoff pekan pertama Serie A (27/8) ditunda lantaran tidak tercapai kesepakatan antara pemain yang diwakili AIC (asosiasi pemain sepak bola Italia) dengan asosiasi klub kontestan Serie A yang tergabung dalam LEGA.

Kesepakatan itu tercapai setelah melalui negoasiasi yang panjang dan alot. Para pemain ngotot dengan tuntutanya untuk menghapus dua pasal pada kontrak kolektif, sedangkan 18 klub dari 20 klub Serie A menolak menghapusnya.
Akhirnya, kemarin kesepakatan ditandatangani Presiden AIC Damiano Tommasi dan Presiden LEGA Maurizio Beretta. Hanya, kontrak itu berlaku setahun. Itu hanya kontrak sementara dari kebiasaan kontrak kolektif selama tiga tahun.
Kesepakatan itu bisa tercapai karena hanya berupa kontrak jangka pendek dan ada kesepakatan bahwa setelah kontrak selesai pada 30 Juni 2012 langsung dinegosiasikan kontrak dalam jangka waktu 15-30 hari. Yang paling menjadi perhatian adalah pasal 7 tentang pemain yang tidak masuk dalam rencana klub.

“Klub telah banyak mendapatkan keinginan mereka. Ini adalah kesepakatan yang inovatif,” kata Beretta, seperti dilansir Football Italia.

Adapun Tommasi sendiri menilai para pemain telah menunjukkan niat baik dengan bersedia menyepakati kontrak kolektif. “Kami akan bermain. Anda harus memberikan para pemain pujian atas niat baik mereka dalam pembicaraan ini,” kata mantan pemain AS Roma itu.

“Bila, Beretta mengatakan, klub telah mendapatkan banyak, maka mereka tidak perlu banyak mendiskusikan lagi ketika kontrak ini berakhir pada tahun pertama,” jelas Tommasi.

Memang, keinginan para pemain agar dalam kontrak kolektif, pasal 7 tentang klub bisa memaksa pemain berlatih terpisah dari tim utama atau menerima keputusan dijual bila tidak lagi dibutuhkan dan kontraknya tersisa satu musim.
“Yang paling penting sekarang, LEGA telah mengevaluasi proposal yang kami ajukan pekan lalu. Selain itu dua hal terjadi. Pajak solidaritas dihapus dan pembicaraan dengan pemerintah akan disiapkan terkait dengan itu,” lanjut Tommasi.

Ya, sebelumnya para pemain juga menuntut agar pasal 4 yang memuat kewajiban pemain yang memiliki gaji di atas 90 ribu euro atau setara Rp1,1 miliar membayar pajak solidaritas. Sebelumnya, pajak itu ditanggung klub, yapi setelah pemerintah Italia menaikkannya dari 5 persen ke 10 persen, masalah pun muncul. Klub keberatan membayarnya. (ham/jpnn)

Neymar Bantah ke Spanyol

AKSI Neymar di pentas sepak bola Eropa belum akan terjadi dalam waktu dekat. Setidaknya, begitulah pernyataan Neymar di sela uji coba menghadapi Ghana di London kemarin. Striker 19 tahun itu sekaligus menampik dirinya akan berlabuh di Liga Primera Spanyol bersama Real Madrid maupun Barcelona.

“Real Madrid dan Barcelona mendatangi saya. Kedua klub juga meminta saya, itu memang benar. Tapi, saya tidak mencapai kesepakatan apapun dengan salah satu dari mereka,” ungkap Neymar seperti dilansir Marca.
Dibandingkan Barca – sebutan Barcelona, Real sedikit lebih agresif dalam memburu striker asal klub Santos itu. Los Merengues – sebutan Real – bahkan diklaim beberapa media Spanyol bakal memiliki Neymar pada Natal nanti atau paling lambat Januari (bursa transfer musim dingin). Tapi, ayah Neymar, Da Silva Santos, menyangkalnya. Dia mengatakan, siapapun klub Eropa yang meminati Neymar harus menunggu minimal sampai pertengahan tahun depan. Dengan kata lain, Neymar masih akan berkostum Santos di musim ini.

“Neymar ingin bertahan di Santos setidaknya sampai April 2012 atau setelah perayaaan seabad klub (Santos berdiri pada 14 April 1912, Red),” ujarnya kepada Radio Mana Mana.

“Jadi, di bursa transfer musim ini, selain anak saya yang tidak akan pergi, klubnya (Santos) juga tidak berminat melepas,” sambungnya.

Di sisi lain, Da Silva enggan menyebut siapa di antara Real atau Barca yang kelak akan menjadi klub pilihan Neymar seandainya meninggalkan Santos. “Neymar menyukai Real Madrid dan Barcelona. Keduanya sama-sama klub impian setiap pemain,” jelasnya diplomatis. (dns/jpnn)