Home Blog Page 14739

Parkir Dikutip Tanpa Karcis

08126396xxx

Yth Bapak Wali Kota Medan, berapa tarif parkir di Pajak Petisah karena mobil kami parkir dikutip Rp2.000 tanpa karcis. Bagaimana kalau diterapkan seperti Pusat Pasar. Terima kasih.

Kami Cek

Terima kasih informasinya, kami akan cek langsung ke lapangan. Selanjutnya, kami tetap ingatkan kepada pemilik kendaraan untuk tetap membayar parkir dan meminta karcisnya. Apabila tidak ada karcis atau alas an lainnya, maka sebaiknya komunikasikan dengan juru parkir yang ada di lapangan.

Pahmi Harahap
Kabid Perparkiran Dishub Medan

Polisi Incar Tempat Berkumpul Tengah Malam

28 Anggota Geng  Motor Dilepas

MEDAN- Pasca ditangkapnya 30 orang pemuda yang diduga anggota geng motor di tiga tempat di wilayah hukum Polsek Medan Sunggal, akhirnya sebanyak 28 orang itu dipulangkan ke orangtuanya karena tak terbukti bertindak kriminal.

Demikian disampaikan Kapolsekta Medan Sunggal, AKP Budi Hendrawan  saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (5/9). Menurutnya, ke 28 orang itu dibebaskan karena sudah melalui pemeriksaan aparat kepolisian dan telah dinyatakan tak melanggar tindakan apapun.

Budi menyebutkan, dari 30 orang yang diamankan itu, ada dua yang terpaksa ditahan yakni Ade Irawan (16) dan Muhammad Rafi (16) warga Jalan Kasuari Medan. Keduanya ditahan karena terlibat pencurian sepeda motor sesuai laporan korban yang diterima di Mapolsekta Medan Sunggal.

“Setelah diperiksa Minggu (4/9) kemarin, 28 pemuda dikembalikan kepada orang tuanya untuk dilakukan pembinaan, kami berpesan orang tua pemuda tersebut jangan memberi izin kembali anak-anak itu keluar, apa lagi mengumpul di atas pukul 24.00 WIB,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan pemberantasan geng motor di wilayah Polsek Medan Sunggal terus dilakukan lebih selektif, khususnya mendatangi setiap gerombolan pemuda yang mengendarai sepeda motor di sejumlah tempat berkumpulan pemuda.

“Kami tetap melakukan secara selektif lagi terhadap gerombolan pemuda pengendara sepeda motor di wilayah hukum kami, kemudian Polsek Medan Sunggal akan bekerja sama dengan Polresta Medan membentuk tim,” tambahnya.
Sementara itu, Polresta Medan sudah memegang identitas kelompok geng motor yakni  40 kelompok geng motor  yang diketahui di Kota Medan, dan geng motor yang sering membuat kerusuhan dan membuat resah masyarakat adalah Esto, RNR07, KPN (Kami Punya Nyali) dan JPM (Jaringan Penyikut Malaikat).

Dari kelompok geng motor yang selalu membuat onar KPN yang menguasai Kota Medan. Diketahui ketuanya seorang mahasiswa berinisial D. Untuk mengantisipasinya, geng motor yang cukup meresahkan itu, Polresta Medan bekerja sama dengan DPRD Medan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan Kopertis karena melibatkan mahasiswa.
Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga mengimbau orang tua harus berperan aktif mengawasi anaknya dan memperhatikan tingkah lakunya. “Lebih baik anak-anak itu bergabung ke IMI, dan saya akan memfasilitasinya,” tambahnya. (mag-7)

PD AMPG Sumut Minta Hakim Bertindak Adil

MEDAN- Pengurus Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Sumut meminta agar hakim dan jaksa penuntut umum (JPU) bertindak adil dan bijaksana saat menuntut dua terdakwa penganiayaan abang beradik, anak wakil ketua PD AMPG Sumut, Daulat Manurung.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Bidang Pembelaan Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM) PD AMPG Sumut, H Solahuddin Nasution SH kepada wartawan, Senin (5/9).

Dia mengatakan kedua abang beradik yang dianiaya itu, Ganda Manurung (31) dan Gandi Manurung (28). Keduanya dianiaya oleh Bob Manurung (70) dan Bambang Manurung (47) saat menjenguk neneknya yang sedang sakit di RS Herna Medan.

Solahuddin menegaskan apalagi sesuai bukti remakan CCTV, maupun keterangan saksi-saksi di persidangan, kedua terdakwa tidak mungkin lolos dari jeratan hukum.

“Jadi kami minta hakim dan JPU agar bertindak seadil-adilnya dan bijaksana dalam memutuskan perkara ini nantinya, karena sudah ada alat buktinya,”ucapnya.

Pria yang menjabat Ketua Karang Taruna Sumut ini juga memaparkan, sidang atas penganiayaan itu masih berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Sesuai jadwalnya, sidang lanjutan akan berlangsung Selasa (6/9) dalam agenda penuntutan.

Untuk itu, PD AMPG Sumut dan Karang Taruna tetap melakukan pengawasan terhadap jalannya proses persidangan yang akan digelar di PN Medan ini.

Pemukulan kedua anak pemilik Hotel Menara Lexus itu terjadi pada Januari 2011 sekira pukul 03.00 WIB dinihari di lobi hotel tersebut . Tiba-tiba didatangi kedua terdakwa dan dilakukan pemukulan dengan alasan karena menjenguk neneknya yang sakit di RS Herna. (rud)

Calon Direksi BUMD Pemko Medan Harus Serius

MEDAN- Sepuluh calon direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memenuhi persyaratan diingatkan harus mampu memimpin perusahaan yang dipimpinnya. Jika tidak, enam bulan ke depan posisinya bisa jatuh ke orang lain.
Pernyataan itu disampaikan Plt Direktur Operasional PD Pasar, Irwan Ritonga, Senin (5/9). Disebutkannya, 40 orang calon direksi itu akan di lakukan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ass Ekbang) dan Bapedda Kota Medan. Selanjutnya, dilakukan penilaian bersama panitia dari USU untuk mencari calon pemimpin yang bisa membangun Direksi itu lebih baik.

Dijelaskannya, pelatihan kepemimpinan diikuti 40 orang calon itu akan menentukan 30 orang saja.
Sedangkan untuk ke sepuluh calon Direksi akan dilakukan penilaian langsung oleh Wali Kota Medan.
“Dari 30 calon yang memenuhi persyaratan akan diberikan USU kepada Wali Kota Medan, kemudian Wali Kota  akan melihat dan segera melantik 10 calon itu,” katanya.

Irwan mengingatkan, dua puluh calon yang tidak terpilih mengisi 10 Direksi BUMD jangan berkecil hati. Kesepuluh calon yang tidak dapat memberikan perubahan selama enam bulan akan segera diganti oleh calon yang sudah disiapkan dari ke dua puluh orang tersebut.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, Tim penguji dari USU bersama Asisten Ekbang dan Bapedda akan melakukan pelatihan kepemimpinan terhadap 40 orang calon Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sudah lulus mengikuti test selanjutnya di USU selama tiga hari dari pada 8, 9 dan 10 September.
“Pelatihan kepemimpinan dilakukan agar tidak terulang lagi seperti yang kemarin, ke 10 Direktur PD itu dipecat semuanya. Jadi kita harus benar-benar menyeleksi ke 10 calon direktur PD tersebut,”ucapnya lagi.
Menanggapi hal itu, Ketua komisi C DPRD Medan, Jumadi mengatakan Pemko Medan harus segera melantik jajaran Direksi BUMD tersebut.

Kemudian meningkatkan kinerja dan kualitasnya. Selama ini persoalan itu ditunggu pasar itu sendiri agar melahirkan pemimpin yang berkualitas.
Menurutnya, pelatihan kepemimpinan yang dilakukan Pemko Medan melalui USU dan Bapedda Medan jangan menjadikan momentum untuk menghambat dan memperpanjang waktu kekosongan di jajaran direksi BUMD milik Pemko Medan itu. (adl)

Ratusan Guru Belum Dapat Tunjangan Sertifikasi

MEDAN-Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut menyatakan telah menyalurkan tunjangan profesi guru di berbagai kabupaten/kota. Sementara, diketahui masih banyak guru yang mengaku belum menerima tunjangan tersebut hingga September 2011 ini.

Sekretaris Disdik Sumut Bahaudin Manik mengatakan, pihaknya telah menyalurkan tunjangan tersebut sejak Agustus lalu.

“Guru mana lagi yang belum dapat tunjangan profesi? 2011 ini tercatat sebanyak 2.755 guru di Sumut baru lulus sertifikasi. Dari 2.755 guru itu, kita sudah menyalurkan tunjangan profesi kepada 2.314 guru. Mungkin guru yang mengaku belum menerima adalah sisa dari jumlah itu,” ungkapnya, Senin (5/9).

Dia menjelaskan, memang ada sekitar 441 guru lagi belum mendapatkan tunjangan profesi itu. Hal disebabkan adanya kesalahan teknis. “Sisanya memang masih dalam pengurusan administrasi. Ada juga yang memang belum diproses karena terjadi kesalahan teknis, yakni memiliki data ganda,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pembayaran tunjangan profesi guru pada 2011 ini dibagi dalam dua bagian. Yakni untuk guru yang baru pertama kali menerima dan untuk guru yang sudah pernah menerima tunjangan profesi.
“Untuk guru yang pertama kali menerima pencairannya dilakukan oleh Disdik Sumut. Sedangkan guru yang sudah pernah menerima pencairannya dilakukan oleh Disdik Kabupaten/Kota,” jelasnya.

Ia meringkaskan, untuk guru yang lulus sertifikasi 2011 tunjangan profesinya dilakukan oleh Disdik Sumut. Sedangkan bagi guru yang lulus sertifikasi 2010, 2009 dan 2008 tunjangannya dilakukan oleh Disdik Kabupaten/Kota.
Sementara itu, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut, Bambang Winarji mengatakan, kuota sertifikasi guru di Sumut 2011 yang mencapai 23.900 orang, tak terserap maksimal. “Hal ini disebabkan tak sinkronnya data guru yang ada,” katanya.

Dari jumlah tersebut yang terserap hanya 23.315 atau sekitar 97,6 persen. Sementara sisanya akan dimasukkan dalam kuota 2012. Tidak terserapnya jumlah kuota sertifikasi yang diberikan pusat, karena data guru yang diajukan tak akurat. Tak akurat ini disebabkan dalam data itu ada guru yang mutasi, meninggal dan ada data yang tak sinkron,” terangnya.
Jadi, Bambang mengharapkan para guru untuk memperbarui datanya setiap saat.
“Diharapkan Disdik Kabupaten/Kota juga terus memperbarui data gurunya. Banyak data yang tidak sinkron, misalnya, data yang ada guru itu belum sarjana, sementara di tahun berikutnya di data berikutnya sudah sarjana. Maka ditemukan data ganda. Begitu juga dengan masa kerja, ada data guru yang masa kerjanya 20 tahun, padahal ketika diusulkan kembali datanya lebih dari 20 tahun,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Plt Sekda Provsu, Rahmatsyah, saat dikonfirmasi tentang hal ini mengaku belum mendapat laporan.
“Saya cek dulu ke Disdik Sumut, setahu saya tidak ada masalah lagi tentang tunjangan profesi guru ini,” tuturnya. (saz)

2012, Prioritas Pemerataan Pendidikan

MEDAN-Pemerintah memprioritaskan pembangunan pendidikan tahun 2012 untuk meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan yang bermutu dan terjangkau. Kebijakan ini ditempuh untuk semua jenjang pendidikan baik pada jalur formal maupun nonformal.

Ketua Dewan Pendidikan Sumut OK Nazaruddin Hysam menjelaskan, Mendiknas Prof M Nuh sempat mengatakan, anggaran fungsi pendidikan 2012 direncanakan Rp286,6 triliun atau 20,2 persen dari APBN. Sedangkan anggaran Kemdiknas direncanakan Rp57,8 triliun.

“Pendidikan sudah sangat diprioritaskan, maka harus diberikan perhatian khusus. Dan diharapkan pula pengelolaan anggaran dapat seefisien dan setepat mungkin sasarannya,” ujar Hysam, Senin (5/9).
Menurut Hysam, akan lebih baik jika porsi terbesar alokasi anggaran pendidikan 2012 pada penyediaan dana BOS. “Diketahui untuk BOS ini akan dialokasikan sebanyak Rp23,6 triliun bagi seluruh siswa SD dan SMP. Dan anggaran ini naik sebanyak Rp6,8 triliun atau 40,5 persen,” katanya lagi.

Ia menuturkan, pendidikan harus mampu mengeksplorasi seluruh potensi yang dimiliki. Baik potensi manusiawi, potensi budaya, maupun potensi alamnya. “Dalam kerangka itu pendidikan berbasis karakter bisa dicanangkan,” ujar Hysam.
Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin pada semua jenjang pendidikan juga dirasa sangat perlu. “Sejauh yang saya ketahui, beasiswa yang diberikan meliputi beasiswa untuk jenjang pendidikan dasar SD dan SMP yang lebih khusus, dan Bidik Misi. Pada jenjang SD dan SMP, pemerintah ingin memastikan siswa yang sudah mendapatkan beasiswa SD, akan mendapatkan beasiswa juga di SMP,” ujar Hysam.

Sementara itu, diketahui kuota beasiswa Bidik Misi pada 2011 ini sebanyak 20 ribu beasiswa. Kemudian, melalui APBN-P 2011 mendapat tambahan sepuluh ribu beasiswa lagi, sehingga totalnya menjadi 30 ribu beasiswa.(saz)

Evaluasi Prodi Lebih Efisien

MEDAN-Evaluasi program studi (prodi) di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dinilai lebih efisien dibandingkan harus melakukan perpanjangan ijin akreditasi. Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut Bahdin Nur Tanjung.

Dia mengharapkan birokrasi pengurusan perpanjangan ijin akreditasi lebih dipermudah. “Jangan ada lagi perpanjangan ijin akreditasi, cukup dievaluasi dari prodi saja. Jika setiap tiga tahun sekali harus ada perpanjangan, membuat administrasi dan operasional kampus jadi tak efisien,” ungkapnya, Senin (5/9).

Menurutnya, yang kerap terjadi saat ini adalah adanya PTS yang sudah mendapatkan ijin namun belum ada operasional. “Nah, ini yang perlu ditindak. Seperti memberikan sanksi ditutup atau dicabut ijinnya. Bukan malah mempermasalahkan ijin prodi yang sudah habis sedangkan proses pembelajaran berjalan dengan baik,” tegasnya.

Menurutnya masih ada tiga hal menjadi tantangan besar yang dihadapi PTS. “Ketiga tantangan itu, dihapusnya UU BHP (Badan Hukum Pendidikan, Red), tuntutan masyarakat agar PTS mampu memberikan jaminan kerja kepada lulusannya dan yang terberat yakni bermunculannya Perguruan Tinggi Asing (PTA),” papar Bahdin. Bermunculannya PTA ini, menurut Bahdin memang belum begitu menonjol. “Namun harus kita waspadai juga,” jelasnya.

Bahdin juga berpendapat, PTS yang baik itu harus ada evaluasi. “Data dari prodi saya kira suda valid karena setiap saat harus dilaporkan setiap enam bulan sekali melalui Evaluasi Program Studi Berbasis Evaluasi Diri (EPSBED),” tuturnya.
Di luar negeri, jelasnya, ijin diberikan kepada PTS cuma sekali. “Dan tak ada lagi perpanjangan izin,” terang Bahdin lagi. (saz)

Pendapatan Pemprovsu 2010 Surplus Rp218,83 M

Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho menyebutkan realisasai pendapatan belanja selama 2010 mengalami surplus Rp218,93 miliar. Hal itu didapati dari realisasi belanja pada 2010 Rp3,88 triliun dikurangi Rp3,66 triliun.

Demikian disampaikannya dalam sidang paripurna di aula DPRD Sumut, Senin (5/9) di hadapan  anggota DPRD Sumut. Dalam kesempatan itu, mantan ketua DPW PKS Sumut itu mengutarakan, Sisa lebih penggunaan anggaran Pemprovsu tahun 2010 sebesar Rp404,88 miliar. Setara dengan 88,62 persen dari total keseluruhan APBD sebesar Rp4,13 triliun.
Gatot memaparkan, realisasi penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Silpa 2009 sebesar Rp346,53 miliar. Sedangkan pada bagian pengeluaran pembiayaan direalisasikan untuk pembayaran utang pokok yang jatuh tempo dan penyertaan modal Rp160,57 miliar.

Dalam pidatonya itu, dia menyebutkan jumlah realisasi pendapatan daerah selama 2010 Rp3,88 triliun atau 2,66 persen kurang dari target Rp3,99 triliun. “Realisasi pendapatan daerah yang bersumber dari lima sumber utama, berkontribusi terhadap pendapatan daerah 57,73 persen,” jelasnya.

Selanjutnya, bagi hasil pajak merupakan dana transfer pemerintah pusat yang kontribusinya 32,34 persen terhadap dana perimbangan atau 10,38 persen terhadap pendapatan daerah. DAU yang merupakan bagian dari dana transfer dari pemerintah pusat memiliki kontribusi 65,12 persen.

“Sehingga kontribusi seluruhnya terhadap pendapatan menunjukkan angka yang cukup tinggi, yakni 20,91 persen,” ujarnya.

Dia menyatakan neraca daerah Pemprovsu 2010 menggambarkan equitas dana yang terdiri dari equitas dana lancar dan equitas dana investasi berjumlah Rp10,04 triliun. Utang jangka pendek maupun utang  jangka panjang Rp389,41 miliar. Nilai asset, baik berupa aset lancar, investasi permanen, aset tetap dan aset lain sebesar Rp10,42 triliun.
“Arus kas bersih dari aktivitas operasi Rp935,86 miliar, arus kas bersih dari aktivitas investasi minus sebesar Rp716,93 miliar. Arus kas bersih dari aktivitas pembiayaan minus sebesar Rp160,57 miliar dan arus kas bersih dari aktivitas non aggaran sebesar Rp1,96 miliar,” laporkannya.

Seusai membaca laporan, Plt Gubsu menyerahkan Ranperda tentang pertanggung jawaban APBD 2010 kepada pimpinan DPRD Sumut.

Pada paripurna itu, rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumut M Affan didampingi seluruh unsur pimpinan Dewan. Rapat dimulai pukul 10.30 WIB. (saz)

Lebaran Makin Gemuk

Niken Anjani

Lebaran memang identik dengan berbagai hidangan yang menggugah selera. Banyak menyantap makanan enak, aktris Niken Anjani pun mengaku berat badannya naik 2 kg dalam waktu dua hari.

“Dalam waktu dua hari Lebaran, berat badan aku naik dua kilo. Padahal pas puasa aku kurusan,” ujarnya ketika dihubungi, Sabtu (3/9).

Bintang Di Bawah Lindungan Ka’bah itu mengaku Lebaran kali ini dilaluinya dengan seru. Walau capek, ia mengaku senang lantaran bisa ikut membantu memasak sendiri berbagai kuliner khas lebaran.

“Capek ya ternyata bikin opor, ketupat, gulai dan teman-temannya kalau bikinnya porsinya segambreng. Tapi seru sih,” ungkapnya.

Perempuan kelahiran 18 Agustus 1987 itu harus terlibat pula dalam membersihkan rumah karena sang pembantu mudik. Meskipun begitu ia mengaku menikmatinya.

“Habis ini harus ikut bersihin rumah gara-gara pembantu pada mudik. Tapi nggak masalah sih, emang dasar aku juga hobi beres-beres,” tandasnya. (net/jpnn)

Perbedaan, Sikap Kita dan Kenisbian

Kembali Berlebaran di Makkah (2)

INILAH tempat yang orangnya tidak saling menyalahkan. Inilah tempat yang orangnya tidak mempersoalkan Anda penganut Islam aliran yang mana. Inilah tempat yangg di pintu masuknya tidak ada yang bertanya NU-kah Anda atau Muhammadiyah, Wahabikah Anda atau Ahmadiyah, Ahlussunnahkah Anda atau Syi’ah, Hisbuttahrirkah Anda atau Ikhwanulmuslimin, Jamaah Tablighkah Anda atau Islam Jamaah.

Inilah tempat yang pintunya hampir 100 buah, melebihi jumlah aliran yang ada. Inilah tempat yang halamannya seluas dada ummatnya. Inilah rumah Tuhan untuk orang Islam yang mana saja dari mana saja.

Ada yang sembahyang dengan celana digulung sampai mata kaki tanpa mencela mereka yang celananya dibiarkan panjang sampai menyentuh lantai. Ada yang pakai jubah serba tertutup tanpa menghiraukan yang hanya pakai kaus lengan pendek. Ada yang sembahyang dengan pakai sarung tanpa mencela yang pakai kaus sepakbola Barcelona dengan nama Messinya atau kaus Arsenal dengan nama Fabregasnya.

Inilah masjid yang orangnya sembahyang dengan bermacam-macam gerakan tanpa ada yang merasa salah atau disalahkan. Ada yang ketika takbiratul ikram mengangkat tangannya sampai menyentuh telinganya tanpa menghiraukan jemaah di sebelahnya yang tidak melakukan gerakan tangan apa-apa. Ada yang tangannya konsisten bersedekap di dada tanpa mempersoalkan orang yang tangannya begitu sering masuk ke saku jubahnya seperti sedang mencari-cari benda yang hilang. Ada yang sambil sembahyang matanya terpejam tanpa menegur sebelahnya yang sibuk mematikan handphone-nya tiba-tiba berdering.

Inilah tempat yang jemaahnya tidak mempersoalkan mengapa ada yang dapat tempat sembahyang di dekat Ka’bah dan ada yang hanya dapat tempat di pinggir jalan atau di tangga atau bahkan harus sembahyang di atas pagar yang lebarnya hanya setapak. Inilah tempat yang orangnya hanya konsentrasi memikirkan bagaimana agar dirinya sendiri bisa diterima menghadap Tuhannya tanpa peduli apakah Tuhan juga menerima penghadapan yang lain.

Inilah tempat yang semua orangnya ingin mendapat tempat yang terdekat dengan Tuhan tanpa perlu melarang atau menyingkirkan atau membunuh orang lain yang juga menginginkan posisi yang terdekat dengan Tuhan. Inilah tempat sembahyang Muslim yang bersejud di aspal sama nikmatnya dengan bersujud di permadani tebal.

Inilah tempat yang orangnya tidak mempermasalahkan apakah tempat sembahyang bagi wanita harus disembunyikan di balik dinding atau di balik tabir. Ada yang sembahyang berkelompok sesama wanita dengan pembatas kain rendah tanpa menyalahkan wanita yang sembahyangnya tercampur dengan pria. Ada tempat sembahyang khusus laki-laki tanpa menganggap tidak sah beberapa laki-laki yang sembahyang di tengah-tengah jemaah wanita bahkan dengan posisi berdempetan dengan wanita di sebelahnya itu.

Inilah tempat yang membuat saya termenung lama mengapa jutaan manusia yang datang ke tempat ini tidak mempersoalkan aliran orang lain sebagaimana kalau mereka berada di tempat asal mereka. Mungkinkah karena begitu egoisnya mereka yang datang? Mungkinkah begitu individualistisnya mereka yang ke tanah haram” Mungkinkah muncul kesadaran bahwa pada akhirnya Tuhanlah yg memutuskan siapa yg berhak dekat denganNya dari mana pun alirannya?

Inilah tempat yang membuat saya tertegun sejenak: mungkinkah karena di sini tidak ada yang merasa dominan sebagai mayoritas? Mungkinkah perasaan kehilangan dominasi mayoritas itu yang menyebabkan segala yang minoritas harus disingkirkan” Mungkinkah karena di sini tidak ada yang merasa menjadi tuan rumah sehingga semua orang adalah tamu?

Inilah tempat yang membuat saya berpikir: begitu indahnyakah keberagaman yang seimbang itu?

Inilah tempat yang membuat saya ingat begitu kerasnya persaingan dunia usaha: mungkinkah kedamaian di tempat ini karena masing-masing aliran tidak sedang me-marketing-kan aliran masing-masing” Mungkinkah marketing aliran itu yang membuat terjadinya perebutan pasar sehingga yang minoritas merasa harus meningkatkan market share-nya dan sang market leader mati-matian melawan setiap penggerogotan pasarnya?

Wallahualam. Tuhan bukan pasar dan tidak akan mempedulikan posisi pasar.

Sebagai orang yang sejak kecil berada di lingkungan ahlussunah dan dilatih praktik ibadah ahlussunah dengan gerakan sembahyang yang begitu tertib (sampai posisi jempol kaki saat duduk takhiyat akhir pun dibetulkan dengan keras) di tempat ini ternyata saya juga bukan lagi mayoritas.

Inilah tempat yang membuat saya paham bahwa mayoritas atau minoritas itu ternyata nisbi. Sepenuhnya tergantung tempat dan waktu. (lk)

Dahlan Iskan
CEO PLN