Home Blog Page 14738

Lawan dan Menangkan

Indonesia VS Bahrain

Indonesia Didukung Statistik, Bahrain tak Takut

JAKARTA-Lupakan kekalahan dari Iran empat hari lalu. Kalau tak mau peluang lolos ke babak akhir kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia, konsentrasi timnas Indonesia harus tercurah penuh ke laga malam nanti melawan timnas Bahrain di Gelora Bung Karno (GBK).

Perjalanan masih panjang. Peluang pasukan Merah Putih belum tertutup. Masih ada kemungkinan dalam lima laga tersisa.

Tak ada pilihan lain, Bambang Pamungkas dkk harus bangkit saat menjamu Bahrain di Gelora Bung Karno, Jakarta, malam ini (Siaran langsung SCTV pukul 19.00 WIB). Kemenangan atas Bahrain bakal menjadi modal bagi timnas untuk bersaing mengejar tiket lolos ke babak berikutnya. Sebaliknya, kalau sampai seri apalagi kalah, perjalanan Indonesia bakal semakin berat.

Di atas kertas, Bahrain memang lebih baik daripada Indonesia. Tim berjuluk Al-Ahmar itu menghuni peringkat ke-101 dunia. Bandingkan dengan Indonesia yang berkutat di posisi ke-131. Bahrain bahkan lolos terus dalam dua edisi terakhir Piala Dunia (2006 dan 2010). Karena itu, mereka tak harus melewati laga playoff untuk mengikuti kualifikasi Piala Dunia 2014.

Namun, statistik justru berpihak kepada Indonesia. Dalam lima kali pertemuan kontra Bahrain, timnas mencatat hasil dua kali menang, dua kali seri, dan sekali kalah. Pada bentrok terakhir pada Piala Asia 2007 di Jakarta, timnas sukses meredam Bahrain 2-1.”Kami yakin bisa mengalahkan Bahrain. Kuncinya, lupakan kegagalan di Iran,” kata pelatih timnas Wim Rijsbergen saat konferensi pers di Hotel Atlet Century, Jakarta, kemarin (5/9).

Pelatih asal Belanda ini optimistis timnya bakal tampil penuh semangat di depan publik sendiri. “Tim ini terus berkembang. Kami akan menyiapkan mental tim untuk menghadapi pertandingan besok (malam ini, Red),” ujar pelatih yang sempat menangani PSM Makassar di ajang Liga Primer Indonesia (LPI) itu.

Wim mengatakan, timnya belajar banyak dari kelalahan lawan Iran. Termasuk menyiapkan antisipasi untuk menghapi postur pemain lawan yang lebih tinggi. “Pemain sebisa mungkin harus menghalangi lawan untuk melakukan crossing ke kotak penalti,” ungkapnya.

Tekad untuk menang dicetuskan oleh Bambang Pamungkas, kapten timnas. Menurutnya, seluruh pemain akan menforsir kemenangan untuk membuka peluang lolos ke babak selanjutnya. “Setiap laga home sangatlah penting. Jika kita bisa memenangi tiga laga kandang yang ada, kans kita sangat besar,” ujarnya.
Sementara itu, timnas Bahrain mengaku tidak sabar ingin menghadapi Indonesia. Pelatih timnas Bahrain Peter Taylor mengatakan jika pertandingan malam nanti akan berjalan dengan ketat karena kedua tim akan sama-sama memforsir kemenangan.

“Besok (malam nanti-Red) akan menjadi pertandingan seru karena kedua tim akan berusaha meraih kemenangan. Kami akan tampil menyerang karena tiga poin sangat penting setelah hanya main seri melawan Qatar,” kata Peter Taylor.
Mantan pelatih timnas Inggris U-21 ini mengaku timnya sama sekali tidak terpengaruh dengan kekalahan terakhir Bahrain dari Indonesia di SUGBK pada Piala Asia 2007 lalu. “Apa yang terjadi di masa lalu tidak akan berdampak para pertandingan kali ini. Yang terpenting adalah 90 menit besok (malam nanti, Red),” ungkapnya.

Taylor mengakui jika bukan pekerjaan mudah untuk mengalahkan Indonesia di kandangnya sendiri. Apalagi menurutnya Indonesia punya permainan bagus. “Saya melihat Indonesia saat melawan Jordania. Mereka punya organisasi bagus. Saya selalu menghormati semua lawan yang kami hadapi. Ini adalah grup yang ketat,” papar mantan pemain Tottenham Hotpsur dan Crystal palace ini.

Untuk mendukung perjuangan timnas, Presiden SBY berencana menonton langsung pertandingan di SGUBK. Terkait rencana SBY yang akan menonton pertandingan itu, Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Sujarno Kombes Sujarno mengatakan pihaknya akan bersinergi dengan Protap Waskita.

“Khusus kita, menebalkan pengamanan di ring 2, ada sekitar 2.100 personel pengamanan terbuka dan tertutup. Jelang presiden datang baru kita sterilkan. Kita sudah pengalaman dengan pengamanan event internasional, itu harus selalu kita terapkan dan terus kita evaluasi. Mudah-mudahan berjalan aman dan lancar dan Indonesia menang,” ujarnya.
Untuk di ring 1 VVIP, yang akan berjaga adalah dari TNI sementara ring 2 atau jalan sekitar GBK akan menjadi tanggung jawab dari kepolisian.

“Tiket dijual sejak hari ini. PSSI harus belajar dari pengalaman lalu-lalu dalam AFF dalam penjualan tiket ini, mudah-mudahan manajemennya sudah teratur. Tapi sampai hari ini tidak ada kerumunan penjualan tiket,” tutur Kombes Sujarno.(ali/ca/jpnn)

 

Boaz Boyong Keluarga

Timnas Indonesia mendapatkan suntikan darah segar saat menjamu Bahrain malam nanti. Empat pemain yang sebelumnya absen saat dikalahkan Iran 3-0 Jum’at malam kemarin malam nanti bisa dimainkan. Yaitu gelandang Ahmad Bustomi, bek Ricardo Salampessy, bek M. Nasuha, dan striker Boaz Solossa.
Dua nama pertama tidak dibawa ke Iran karena cedera.

Meski M. Nasuha turut dibawa ke Iran tetapi tidak bisa dimainkan karena banding terhadap kartu kuning yang diterimanya tidak dikabulkan. Sedangkan Boaz tidak berangkat ke Iran dengan alasan keluarga. Pemain depan Persipura Jayapura itu pamit meninggalkan timnas pada 21 Agustus lalu atau sehari sebelum timnas berujicoba melawan timnas Palestina di Stadion Manahan Solo.

Dua hari lalu Boaz sudah tiba di Jakarta. Tadi malam bersama Bustomi dan Salampessy, pemain terbaik dan top scorer Indonesia Super League (ISL) musim 2010/2011 itu sudah terlihat bergabung dengan skuad Garuda saat menjajal lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

“Boaz sudah tiba di Jakarta sejak dua hari lalu. Dia membawa serta keluarganya,” tutur Tondo Widodo, wakil Sekjen PSSI. Saat meninggalkan timnas Boaz beralasan istrinya yang hamil tengah sakit dan memintanya pulang.

Pulihnya dua pemain yang cedera, bebasnya Nasuha, dan kembalinya Boaz menutupi hilangnya dua penggawa timnas yang malam nanti tidak bisa dimainkan karena akumulasi kartu. Yaitu bek Zulkifly Syukur dan winger M. Ilham.
Pelathi Wim Rijsbergen menyatakan senang dengan adanya tambahan amunisi itu. Tapi khusus tentang Boaz, pelatih asal Belanda itu tidak memberi garansi jika dia akan dimainkan sebagai starter. “Untuk siapa yang akan kami mainkan itu baru akan diputuskan besok (hari ini-Red). Tapi saya senang beberapa pemain kembali ke tim,” kata Wim.

Sementara itu, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI masih akan menindaklanjuti kepulangan Boaz Solossa dan Ian Kabes dari timnas. Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, ketua Komdis PSSI yang juga penaggung jawab timnas Bernhard Limbong mengatakan komisi yang dipimpinnya akan meinta keterangan kedua pemain itu.

Menurut Limbong, tidak semua masalah keluarga bisa diterima sebagai alasan untuk meninggalkan tugas memperkuat timnas. “Dari segi hukum disiplinnya, harus dilihat dulu seperti apa kadar urusan keluarganya. Apakah memang urusan keluarganya itu tidak bisa ditolerir, atau bagaimana?. Kami akan minta keterangan dari Boaz dan Kabes kata,” Limbong. (ali)

CBD Polonia Tunggak PBB dan BPHTB Rp23,6 M

Beribu Macam Akal Pengembang Untuk Mengelak Pajak

MEDAN- Manajemen Central Bussines District (CBD) Polonia, Medan Polonia, tidak juga melunasi tunggakan PBB (pajak, bumi dan bangunan) dan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) sebesar Rp23.623.617.697 (Rp23,6 miliar).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan serius menagih tunggakan Manajemen CBD Polonia tersebut. Pasalnya, pihak manajemen mempunyai beribu macam akal untuk menghindar dari tunggakan dengan rincian PBB sebesar Rp1.941.029.497 dan BPHTB sebesar Rp21.682.588.200. Tak cuma itu, status tanah pusat bisnis yang memiliki seribu ruko (rumah toko) itu juga tidak jelas.
”Dewan meminta keseriusan Pemko Medan untuk menagih tunggakan tersebut. Dimana, pihak manajemen (pengembang) mempunyai seribu macam akal untuk mengelak dari pajak daerah itu, contohnya seperti PBB dan BPHTB,” ujar Ketua Komisi A DPRD Medan, Ilhamsyah, Senin (5/9) siang.

Dikatakannya, pihak manajemen mempunyai cara jual beli gantung (kuasa penuh) dalam mempromosikan ruko tersebut.Dimana seharusnya pihak manajemen bila memiliki sertifikat harus memisahnya untuk pembayaran BPHTB.
“Jadi setiap tanah yang dibeli akan dibuat kuasa penuh, setelah ada pembeli maka pembeli yang kena (orang ke III). Dengan begitu, pihak ke III seharusnya memisahkan sertifikat tersebut. Agar dalam pembayaran BPHTB yang sudah sangat besar pembeli tidak terbebani,” kata Ilhamsyah lagi.

Sementara, lanjut politisi fraksi Golkar itu, sertifikat tanah yang tidak jelas. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Medan yang ditunjuk untuk memproses hanya bisa mengimbau dan tak bisa memaksa. “BPN hanya memproses sertifikasi, tetapi BPN hanya bisa mengimbau dan tak bisa memaksa membuat sertifikat terhadap CBD Polonia. BPN sudah benar,”kata Ilhamsyah.

Menurutnya, Pemko Medan yang mempunyai kuasa untuk menagih tunggakan tersebut akan mengalami kerugian dan akan berdampak terhadap masyarakat, khusunya warga Kota Medan yang ingin menikmati pembangunan di Kota Medan. “Kalau ini dibiarkan terus, Pemko Medan akan rugi. Yang kasihan adalah masyarakat,” cetusnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekda Pemko Medan, Syaiful Bahri menuturkan kalau tunggakan CBD Polonia adalah kewenangan Pemko Medan untuk menagihnya. Tetapi, berdasarkan sertifikat perjanjian yang ada tak ada batas kapan CBD Polonia harus membayar tunggakan pajak PBB dan BPHTB nya.

“Semakin lama dia (DBD Polonia) membayar akan semakin besar biaya tunggakannya. Itu berdasarkan ketentuan hukum dalam perjanjian itu, sampai sekarang belum dirubah,”ungkap Syaiful diruangannya.
Ketika disinggung dengan desakan yang dilakukan Pemko Medan untuk menagihnya, Sayiful menjelaskan kalau tak ada kewajiban menagih pada saat itu. “ Jadi pemko hannya mengimbau saja, karena taka ada kewajiban untuk menagih pada saat itu,”bebernya mengakhiri.

Sementara, dari hasil penelusuran wartawan koran ini di lokasi pemasaran CBD Polonia yang terletak di Jalan Padang Golf Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Senin (5/9) pagi. Wartawan koran ini bertemu dengan marketing CBD Polonia, Hendra Markam di rungannya.

Dikatakannya, CBD Polonia merupakan kawasan terpadu dan terlengkap yang terletak dipusat Kota Medan. “Rencanya, proses pembangunan tahap ke dua setelah Bandara Internasional Polonia dipindahkan ke Kuala Namu, akses jalan menuju ke CBD Polonia dapat dicapai langsung dari Jalan Imam Bonjol, Jalan Mustang, Jalan Padang Golf Polonia dan Jalan Antariksa,”kata Hendra yang mengenakan baju kemeja garis-garis.

Dijelaskannya, untuk fasilitas ruko yang tersedia sampai saat ini sudah tidak cukup banyak. Karena untuk ruko-ruko yang sudah tersedia hannya tinggal dua blok saja, yaitu Blok B jenis Row 28 dengan ukuran 4×16 m (3 tingkat) dan Blok C jenis Row 24 dengan ukuran 4×16 m (3 tingkat), tepatnya dibelakang kantor pemasaran.
“Untuk jenis lainnya sudah penuh. Sedangkan untuk pembelinya ada dari kalangan pengusaha karena sistemnya memakai KPR,” terangnya.

Sementara, pantauan wartawan koran ini didalam ruangan kantor pemasaran, rekan Hendra yang merasa curiga dengan kedatangan wartawan koran ini  memberi kode agar tidak melayaninya. Hasilnya, wartawan koran ini tak dapat mengetahui apakah para pembelinya adalah pejabat dari Pemko Medan yang mendapatkan beberapa bangunan ruko tersebut.

Terlihat pembangunan di pusat bisnis yang akan didirikan 1.000 bangunan tersebut masih berjalan, terlihat pekerja sedang mengacu semen untuk menyelesaikan pembangunan tersebut.

Sebelumnya, dalam  pemandangan umum DPRD Medan tentang LPJ APBD Pemko Medan 2010. Sorotan tajam disampaikan Roma P Simaremare, Ketua Komisi B DPRD Medan terkait Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) dari pengelola PT CBD Polonia Medan sebesar Rp 23,6 M yang belum disetorkan ke kas Pemko Medan. Hal tersebut dinilai menghambat pembangunan kota Medan.

Dalam hal ini, Walikota Medan Rahudman Harahap menyatakan, bahwa diatas tanah yang dibangun oleh PT CBD Polonia sampai saat ini belum memiliki Hak Pengelola Lahan (HPL). Sementara BPHTB dapat tertagih  kalau HPL nya sudah ada.(adl)

Krisdayanti-Raul Nervous

Pasangan Krisdayanti dan Raul Lemos terus memamerkan senyum kebahagiaan. Melalui operasi caesar, KD -begitu penyanyi senior tersebut disapa- melahirkan bayi perempuan yang diberi nama Arianna Amora Lemos.
Bayi yang lahir di Rumah Sakit Mitra, Kemayoran, Jakarta, tersebut merupakan anak pertama KD dari pernikahannya dengan Raul. Dari pernikahan sebelumnya, KD dikaruniai seorang putra dan seorang putri.

“Saya dan istri saya serta keluarga besar mengucapkan puji syukur. Kami merasa sangat bersyukur kepada Allah SWT. Kami mengharapkan bantuan dan doa sahabat serta rekan semua, semoga putri kami menjadi anak yang berbakti dan salihah,” ujar Raul saat konferensi pers kemarin (5/9).

Selama memberikan keterangan kepada media, dia terlihat membacakan catatan yang dipersiapkan sebelumnya.
Raul menuturkan, putrinya lahir dalam kondisi sehat dengan berat badan 2,95 kg dan panjang 48 cm. Soal pemilihan nama, pengusaha asal Timor Leste itu menyatakan bahwa nama putrinya berasal dari bahasa Latin dan Portugis. “Arianna itu adalah bagaikan intan. Diambil dari bahasa Latin. Amora itu cinta dari bahasa Portugis,” jelasnya.
Ketika ditanya apakah dirinya nervous, Raul langsung mengangguk. Namun, dia tetap berupaya menemani istrinya hingga proses persalinan selesai. “Nervous sih. Tapi, alhamdulillah, semua berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Hal tersebut dibenarkan kakak KD, Yuni Shara, yang ikut mendampingi Raul dalam konferensi pers tersebut. Menurut Yuni, baru kali ini dirinya melihat muka Raul pucat pasi. “Baru lihat muka Raul pucat. Raul itu senewen ya baru tadi lihatnya. Sebelumnya nggak pernah,” ujarnya.

Selain Raul, dua anak KD dari pernikahan terdahulu, Aurel dan Azriel, juga menemani sang ibunda. Menurut Yuni, dua keponakannya tersebut datang sejak pagi. Mereka terus mendampingi KD hingga proses persalinan selesai.
Menurut Yuni, adiknya yang akrab dia sapa Yanti itu justru menjalani persalinan dengan tenang dan rileks. Namun, saat ini, kondisinya belum pulih sepenuhnya. “Pertimbangannya caesar, karena mengingat usia Yanti (36 tahun). Karena tadi caesar, kondisi Yanti masih lemah. Tapi, proses kelahirannya cepat, sekitar lima belas menit,” jelasnya.

Sebelumnya, KD berkali-kali mengaku agak deg-degan. Sebab, dirinya sudah lupa rasanya melahirkan. Terakhir, KD melakoni proses menjadi seorang ibu 11 tahun lalu kala melahirkan Azriel.
Ketika ditanya wajah Arianna, Yuni menuturkan keponakannya tersebut mirip ayahnya. Menurut Yuni, bibir keponakannya seksi. “Mirip Raul. Anak perempuan memang lebih mirip ayahnya. Lucu sekali. Lihat bibirnya seksi. Aurel dan Azriel juga senang,” ungkapnya.

Soal masa pemulihan KD, dokter Eko yang ikut menangani persalinan KD menjelaskan bahwa mantan istri musisi Anang Hermansyah itu baru bisa pulang beberapa hari lagi. “Karena proses caesar, baru bisa pulang tiga hari lagi,” ujarnya.
KD dan Raul menikah pada Maret 2011. Sebelum menikah, hubungan keduanya diwarnai kontroversi dari mantan istri Raul. Setelah menikah pun, keduanya juga beberapa kali terpaksa meminta maaf di hadapan publik. Salah satunya, mereka dianggap memamerkan kemesraan yang berlebihan saat melangsungkan konferensi pers tentang rencana pernikahannya. (ken/c5/any/jpnn)

Gempa 6,7 SR di Aceh, Warga Medan Ikut Panik

MEDAN-Gempa berkekuatan 6,7 SR menggoyang Aceh. Gempa ini juga terasa hingga ke Medan dan menggoyang berbagai bangunan, terutama gedung tinggi.

Berdasarkan informasi dari Situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  gempa terjadi pukul 00.55 WIB, Selasa (6/9). Koordinat gempa berada di 2,81 LU-97,85 BT
Kabid Data dan Informasi BMKG Wilayah Sumut, Hendra Suwarta menyebutkan pusat gempa berada 59 Km Timur laut Singkil Baru-Aceh. Atau 78 km Barat Daya Kabanjahe, Sumut. Pusat gempa berada di kedalaman 78 Km. BMKG mencatat gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Warga Kota Medan merasakan guncangan yang cukup keras. Di sekitar Gedung Graha Pena Amplas Medan dan Jalan Balai Desa Mariendal II getaran terasa sangat kuat, sehingga warga terlihat berhamburan keluar rumah.

Di Perumnas Namorambe warga juga berhamburan keluar rumah, takut rumahnya roboh. Begitu juga di kawasan Mariendal I, Jalan Medan Tenggara, Simpang Limun, sekitar Medan Baru, Mandala serta Polonia Medan, warga juga berhamburan keluar rumah. Sementara di kawasan Batang Kuis lampu padam.

“Medan diguncang gempa pukul 1 dinihari. Gempa hampir 1 menit,” kata Thalib, (34) warga di Perumnas Namorambe.
Gempa juga terasa hingga daerah Serdang Bedagai, wilayah Tapanuli, Sibolga dan Samosir. Hingga menjelang cetak tidak ada laporan korban jiwa. (fal)

Kejatisu Didesak Serius

Dugaan Korupsi Rp1,8 M di Dinkes Medan

MEDAN-Penyelidikan kasus dugaan korupsi dana rehabilitasi 18 unit puskesmas dan puskesmas pembantu senilai Rp1,8 miliar dari APBD Medan 2010 yang ditangani Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, hingga saat ini tidak jelas. Padahal Bagian Tindak Pindana Khusus (Pidsus) Kejatisu sudah memeriksa sejumlah pejabat di Dinkes Medan untuk diminta keterangannya sebagai saksi.

Penyelidikan kasus dugaan korupsi miliaran ini sudah dilakukan sejak Kajatisu dijabat Sution Usman Adji dan Asisten Tindak Pidana Khusus Kejatisu dijabat Erbindo Saragih SH MH.

Perkembangan penanganan kedua kasus ini seolah tenggelam seiring dimutasinya kedua pejabat tersebut. Untuk itu DPD Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Kota Medan, menanyakan pada Kejatisu soal kelanjutan proses hukumnya.
“Kasus itu sudah dilakukan penyelidikannya. Kenapa tidak ada seorang yang diperiksa dijadikan tersangka, ataupun kasusnya sudah peradilan,” ujar Ganda Manurung kepada wartawan di Jalan Sisingangaraja Medan, Senin (5/9).
Walikota Lira Kota Medan ini mensinyalir pejabat di Dinkes Medan memaksa panitia lelang proyek senilai  Rp 1,8 miliar untuk menandatangani penunjukan langsung kontraktor pemenang tender.

Dikatakan Ganda Manurung lagi bahwa proyek pemeliharaan rutin tersebut bersumber dari APBD Kota Medan tahun 2010. “Jadi kita mengharapkan bahwa kasus dugaan korupsi ini harus sampai ke meja peradilan. Kejatisu sebagai ujung tombak penuntasan kasus korupsi di Sumut dan Kota Medan, jangan membuat preseden buruk bagi penegakan hukum di era presiden SBY ini,” tegasnya.

Sementara itu Kasi Penkum Kejatisu Edi Irsan Tarigan SH, mengaku belum tahu perkembangan penyelidikan dugaan korupsi Dinkes Medan soal rehabilitasi puskesmas. “Nanti saya cek dulu kasusnya sampai mana ya.,” ujar Edi Irsan.
Berdasarkan informasi yang didapat, dugaan korupsi dana rehabilitasi dan pemeliharaan 18 puskesmas dengan rincian paket 6 untuk pemeliharaan rutin dan berkala sarana dan prasarana puskesmas pembantu dengan nilai proyek Rp237 juta yang proses lelangnya telah dilaksanakan 27 Juli 2010 diikuti oleh 10 perusahaan.

Diduga ada proyek rehabilitasi sedang atau pun yang berat gedung Puskesmas Dinas Kesehatan kota Medan tercantum pada paket 7 dengan nilai proyek Rp440 juta proses lelangnya dilaksanakan 27 Juli 2010 diikuti oleh 11 perusahaan.
Ada juga proyek Peningkatan Pengembangan Pekan Labuhan Dinas Kesehatan Kota Medan, pada paket 8. Dengan nilai proyek Rp 711 juta dan proses lelangnya telah dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2010 diikuti oleh 16 perusahaan.
Proyek peningkatan pengembangan Puskesmas Kelurahan Binjai, Medan Denai di Dinas Kesehatan kota Medan dengan nomor paket 9 anggarannya Rp482,5 juta. proses lelangnya telah dilaksanakan 27 Juli 2010 diikuti 10 perusahaan. Perusahaan pemenang pada paket 6 adalah CV AP (Antratica Pearl). Paket 7 dimenangkan CV Putra Natama Enginering (PNE), paket 8 dimenangkan CV Delapan Jaya (DJ), dan paket 9 dimenangkan CV Delapan Maju (DM), semuanya di bawah PT Tulung Agung (TA) milik FS (Fernandus Silitonga).(rud)

Kapolresta dan Kapolsek Medan Baru tak Setutur

Identitas Perampok Masih Kabur

MEDAN-Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan dan Polsekta Medan Baru telah mengidentifikasi kawanan pelaku perampokan bersenjata api (bersenpi) di perumahan mewah Komplek The Crown Blok A No 9 Jalan S Parman, Minggu (4/9) lalu. Pihaknya Polresta telah membentuk tim untuk melakukan penyelidikan dan pengejaran kawanan pelaku.

“Tim sudah dibentuk, pelaku sudah teridentifikasi,” ujar Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga, Senin (5/9).
Tagam melihat ada kemiripan modus yang dilakukan kawanan pelaku perampokan di wilayah hukum Polsekta Medan Baru ini dengan peristiwa sejenis di wilayah polsekta lainnya. “Modusnya sama dengan yang terjadi di kawasan hukum Medan Barat dan Medan Kota,” jelas Tagam.

Sedangkan penyidik dari Polsekta Medan Baru mengaku masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Sudah empat saksi yang diperiksa dan masih dalam penyelidikan,” kata Kapolsekta Medan Baru, AKP Dodi Alexander.

Keempat saksi yakni keluarga korban dan satpam komplek perumahan The Crown. “Belum dapat pelaku, masih diselidiki lebih lanjut,” tambahnya.Hingga sekarang, penyidik Polsekta Medan Baru tengah memeriksa Novita, saksi korban. “Dia sendiri belum bisa mengenali pelaku perampok itu. Karena semua tersangka mengenakan masker sebagai penutup wajah. Dan CCTV juga tidak ada di TKP. Tapi kita akan terus menyelidiki kejadian ini,” ujar Dony.

Bila Kapolresta mengaku pihaknya sudah mengidentifikasi pelaku, Kapolsekta Medan Baru justru belum tahu ciri-ciri empat perampok bersenjata api dan celurit tersebut. “Kalau ciri-cirinya sudah kita ketahui, kemana pun mereka akan kita kejar dan kita tangkap,” ujar Dony.

Seperti diketahui, tiga dari empat kawanan perampok mendatangi rumah took yang saat itu hanya dihuni Novita. Perampokan tejadi sekitar pukul 07.30 WIB saat Novita hendak berangkat sembahyang ke wihara di dekat rumahnya. Korban kemudian bersiapsiap mengeluarkan dan memanasi mobilnya.Saat hendak menutup pintu rumah, tiba-tiba tiga pria mendekatinya dan langsung memaksanya memasuki rumah.

Perampokan di komplek The Crown, Jalan S Parman Medan, Minggu (4/9) pagi menimbulkan tanda tanya, terlebih tentang senjata api yang digunakan pelaku. Terkait hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut Kombes Pol Raden Heru Prakoso membantah keterlibatan oknum aparat dalam kejadian.

“Itu penanganannya di Polsek setempat dan Polresta Medan. Saya belum ada dapat laporan. Tapi, kalau mengenai senpi itu tidak bisa terus diasumsikan pelakunya adalah oknum aparat. Bisa jadi, itu pistol mainan,” jawabnya. (mag-7/ari)

Hari Sabarno Diancam 20 Tahun Penjara

JAKARTA- Kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran (damkar) yang melibatkan mantan bekas Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno akhirnya disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Dalam sidang perdana itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Hari dengan ancaman  20 tahun penjara.

Hari yang pagi kemarin mendatangi sidang dengan kemeja hitam dengan motif bintik putih tampak percaya diri saat JPU membacakan dakwaan. Termasuk saat Jaksa Ketut Sumedana menjelaskan tindakannya dalam pengadaan 22 mobil damkar di 22 provinsi. “Terdakwa merugikan keuangan negara Rp27 miliar,” ujarnya.

Atas perbuatannya, ancaman pidananya diatur dalam UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan UU No 31 tentang pemberantasan korupsi Jo pasal 55 (1) ke 1 KUH Pidana Subsider. “Secara sendiri atau bersama dengan Oentarto Sindung dan Hengky Samuel memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi,” imbuhnya.

Kasus Hari sendiri bermula saat bekas Direktur Jenderal Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri Oentarto membuat radiogram nomor 027/1496/OTDA tertanggal 12 Desember 2002. Isinya adalah sebuah perintah untuk pengadaan mobil pemadam kebakaran. Namun, diarahkan mengambil mobil milik PT Istana Sarana Raya milik Hengky.
Jaksa menjelaskan, radiogram itu juga mencantumkan spesifikasi damkar type V 80 ASM. Gara-gara radiogram itu, perusahaan milik Hengky akhirnya menjadi agen tunggal penyedia barang untuk pengadaan tersebut. Kecurangan lainnya, disetujuinya pembebasan bea masuk untuk pemadam kebakaran merek Morita yang diimpor dari mendiang Hengky.

“Seolah-olah pengimpornya Departemen Dalam Negeri, padahal pengimpor sebenarnya adalah Hengky,” jelasnya. Kasus tersebut sebenarnya sudah menjatuhkan vonis terhadap Oentarto dan Almarhum Hengky. Oentarto yang saat itu menjabat Dirjen Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri dijatuhi hukuman tiga tahun penjara. Selain memperkaya diri sendiri, jenderal bintang empat kelahiran Solo 12 Agustus 1944 itu juga menguntungkan Oentarto Sindung Mawardi. Disebutkan, Oentarto mendapat keuntungan sebesar Rp200 juta. Nah, Radiogram itu telah menguntungkan Hengky  Rp97,026 miliar.

Kasus damkar itu juga menyeret beberapa nama kepala daerah. Mulai eks Gubernur Kepulauan Riau Ismet Abdullah, eks Gubernur Riau Saleh Djasit, eks Wali Kota Makassar Baso Amiruddin Maula, eks Wali Kota Medan Abdillah dan wakilnya, Ramli juga telah diseret ke penjara.

Seperti terdakwa lainnya, usai sidang Hari juga menampik segala tudingan JPU. Dia mengatakan di 2005 dirinya sudah tidak menjabat sebagai menteri, sehingga apa yang disampaikan JPU sulit untuk dia lakukan. Selain itu, pengadaan mobil dilakukan oleh Otorita Batam yang tidak terkait dengan struktur Depdagri.(dim/jpnn)

Manajer Diskotek Super Tersangka

MEDAN-Polresta Medan menetapkan tiga tersangka, satu di antaranya manajer Diskotek Super bernama Ganda, terkait tewasnya pengusaha rental mobil asal Rantau Prapat, Arfansyah Effendi Haisbuan (49), yang mayatnya ditemukan di tepi Sungai Kuta Belin, Dusun IV, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang, Sabtu (3/9), akibat over dosis (OD).

“Sudah ditetapkan tiga orang tersangka,” tegas Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga, kepada sejumlah wartawan, Senin (5/9). Dikatakannya, Ganda terlibat dalam upaya menyembunyikan mayat dengan cara membuang mayatnya ke sungai di kawasan Pancur Batu. Selain itu, polisi juga sudah menetapkan dua orang temannya menjadi tersangka yakni supir korban Ramadani, (25), warga  Jalan Teuku Cik Di Tiro, Kec Rantau Utara, Labuhan Batu dan Dalimunthe (48) yang bersama korban saat berada di Diskotek Super. (mag-7)

30 Lapak Kumuh Ludes Terbakar

Jakarta- Kebakaran di Kawasan Semanggi membesar. 30 Lapak kumuh yang berada di samping Apartemen Aston, ludes terbakar. Lokasi kebakaran berada di RT 4 RW 5 Kelurahan Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Banyak pemilik lapak yang masih mudik sehingga tidak ada pencegahan sama sekali saat api membesar.
“Saat habis magrib, ada asap masuk ke kamar, baunya tidak enak. Saya lihat ada api, saya keluar. Saya di atas. Banyak yang belum datang, hanya baru 6 orangan,” ujar Umar Faruk, seorang yang menunggui lapak milik temannya, di lokasi, Senin (5/9).

Umar menjelaskan tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya. Dia hanya pasrah melihat harta bendanya yang tidak seberapa ludes dilalap api.
Dia menduga awal kebakaran dari rumah Torikun, salah satu pemulung. Sebagian besar warga di sana memang berprofesi pemulung dan pengemis.(net/jpnn)