Home Blog Page 14741

Judo Berguru Ke Korsel Dan Jepang

JAKARTA- kemampuan tim pelatnas Judo proyeksi SEA Games XXVI/2011 dianggap masih kurang maksimal. Untuk itu, mereka mengirimkan atletnya berguru ke Korea Selatan (Korsel) dan Jepang sampai Oktober mendatang.
Pelatih tim pelatnas Judo Indonesia Perry Pantouw menjelaskan bahwa dua negara tersebut dipilih karena sampai sekarang masih menjadi negara yang dominan dalam kejuaraan Judo. Apalagi, Jepoangd an korea memiliki fasilitas, atlet dan pelatih yang berprestasi dunia.

“Kami yakin bakal banyak bekal yang mereka dapatkan dari sana. Bukan hanya dari teknik, tapi juga pengalaman bertanding untuk meningkatkan jam terbang mereka,” ujarnya, kemarin (25/8).

Saat ini, ada Sembilan pejudo ini yang dikirim kesana. Tiga diantaranya adalah pejudo yang digadang-gadang bakal menjadi harapan Indonesia meraih prestasi maksimal pada ajang olahraga terbesar se-Asia tenggara November mendatang. Mereka antara lain Toni Irawan, Ihsan Apriadi, dan Indah Setyawati.
Selama menjalani training centre (TC) di ibu kota Korsel, Seoul, kesembilan atlet pelatnas tersebut tidak hanya berlatih kepada pelatih asal Korsel saja. Mereka juga akan menjalani beberapa kali uji tanding melawan pejudo-pejudo lokal termasuk serangkaian jadwal simulasi melawan klub-klub SMA disana.
“Saya melihat secara teknik mereka sudah lumayan bagus. Cuma, kalau tidak diasah ya percuma. Karena itu, dengan banyak menjalani uji tanding, mereka bisa semakin baik lagi. Mereka Kurangnya hanya di kompetisi,” papar mantan raja judo Asia Tenggara tersebut.

Sebenarnya, tim pelatnas Judo Indonesia bukan hanya diperkuat oleh sembilan pejudo saja. Masih ada delapan pejudo lainnya yang masih melakoni latihan di dalam negeri. Mereka sengaja tidak dikirimkan ke luar negeri karena memang pengiriman atletnya digilir.
Beberapa nama  berlatih di pemusatan latihan Ciloto adalah Khrisna Bayu, Ira Purnamasari, dan Peter Taslim. Rencananya, mereka baru akan menikmati uji tanding di Jepang pada akhir  Oktober mendatang. (aam/jpnn)

Klub Asal Jatim Tuntut Kongres Luar Biasa

SURABAYA-Format kompetisi profesional PSSI musim depan yang acak-acakan membuat klub-klub Jawa Timur gusar. Sebanyak 17 perwakilan klub menyampaikan keluhannya kepada Ketua Pengprov PSSI Jatim La Nyalla M. Mattalitti.
Pertemuan berlangsung di rumah Nyalla Kawasan Wisma Permai Barat Mulyorejo kemarin (26/8). Klub yang hadir sepakat bulat menolak kebijakan yang diambil PSSI. Sebab banyak sekali kecacatan yang dibuat.
Mereka mendesak agar Pengprov PSSI Jatim melakukan protes keras ke PSSI secara tertulis. Bahkan tidak sedikit usulan untuk segera menggelar Konggres Luar Biasa (KLB) untuk melengserkan Djohar Arifin Husin dari kursi ketua umum PSSI.

Protes keras datang dari Persela Lamongan. Meski menjadi satu di antara 34 calon peserta kompetisi level 1 Liga Profesional Indonesia, namun Persela tidak puas.
Wakil Sekretaris Persela Muji Santoso mengatakan pihaknya sudah serius memenuhi syarat-syarat yang ditentukan PSSI. Mulai dari payung hukum (legal), finansial, infrastruktur, personel, dan supporting (pembinaan, kontrak pemain, dan perangkat pertandingan).

“Namun saya sangat kecewa saat membaca di koran bahwa tim-tim tidak jelas juga muncul di level 1. Kalau seperti ini, kompetisi akan tidak berkualitas. Musim lalu jauh lebih baik dan lebih jelas,” kata Muji dengan nada tinggi kemarin.
Muji menyebut tim-tim medioker seperti Pro Duta, PSCS Cilacap, PSIR Rembang, PS Bengkulu, Persipasi Bekasi tidak layak ikut kompetisi kasta atas. Dia juga menyesalkan bahwa tim yang susah payah promosi ke ISL musim lalu seperti Persidafon Dafonsoro justru tidak diikutkan. “Kalau tim-tim itu yang masuk level 1 jelas kompetisinya akan sangat jelek,” katanya.

Hal lebih keras disampaikan Sekretaris Umum Persewangi Banyuwangi Ahmad Taufik. Dia pesimistis kompetisi akan bisa berputar 2 Oktober mendatang.

“Pengurus suka sekali menabrak aturan. Apalagi anggota komite eksekutif tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Kalau begini terus lebih baik diadakan KLB (Konggres Luar Biasa, red). Walau kepengurusan belum setahun,” kata Taufik.

La Nyalla Mattalitti mengatakan bahwa sistem verifikasi yang dilakukan oleh PSSI memang sangat amburadul. Pria yang juga anggota Komite Eksekutif tersebut menyontohkan tim PSBI Kabupaten Blitar dan PSBK Kota Blitar yang tidak mengembalikan persyaratan ke PSSI tapi malah diloloskan. Keduanya menjadi calon tim yang masuk level 2.
Wakil Ketua I KONI Jatim itu juga mempermasalahkan penunjukkan Widjajanto sebagai Plt Direktur Kompetisi/Plt Ketua Badan Liga Indonesia (BLI). Nyalla menganggap Djohar memutuskan hal tersebut secara semena-mena tanpa melibatkan anggota komite eksekutif. Djohar hanya memberitahu anggota komite melalui pesan singkat (SMS).
“Pengangkatan Widja akan menimbulkan kesulitan karena dia eks-LPI. PSSI harusnya menunjuk orang yang berkompeten dan bisa diterima. Agar respek klub terhadap kompetisi tetap tinggi,” ujar Nyalla.

“Kami anggota exco tidak pernah dilibatkan dalam keputusan apapun. Termasuk penunjukkan pelatih timnas. Padahal jelas pada pasal 37 pedoman dasar kami berhak” imbuh Ketua Kadin Jatim itu. (nur/jpnn)

Hayom Bertemu Lawan Tangguh

SEMARANG-Pemain tunggal putra pelatnas Dionysius Hayom Rumbaka, bakal bertemu Muhammad Hafiz Hashim (Malaysia) pada Taiwan Open Grand Prix Gold, 6-11 September 2011.
Ketua PB Djarum Kudus, Yoppy Rosimin, ketika dihubungi di Semarang, Sabtu, mengatakan, seharusnya Hayom bisa mengalahkan tunggal putra Malaysia tersebut.

Menurutnya, usia Hayom lebih muda daripada Hashim, kemudian tenaganya juga lebih baik daripada Hashim yang sudah mulai tua. “Kalau melihat itu seharusnya Hayom bisa mengalahkan Hashim,” katanya. Tetapi, katanya, pada kejuaraan bulu tangkis antarklub Super Liga di Surabaya beberapa waktu lalu, Hashim yang turun atas nama PB Musica Champions Kudus berhasi mengalahkan Hayom dengan tiga game.

“Saya kira kekalahan itu bisa menjadi pelajaran bagi Hayom dan pertemuan mendatang di Taiwan, Hayom sudah tahu apa yang harus diperbuat untuk mengalahkan Hashim,” katanya.
Ia mengatakan, kalau dari sisi usia maupun stamina, Hayom lebih baik daripada Hashim tetapi kunci utamanya adalah Hayom jangan atau meminimalisasi kesalahan sendiri.  “Bola-bolanya jangan mati sendiri,” katanya. Jika menang, Hayom yang diunggulkan di tempat kedelapan bakal bertemu pemanang antara Chou Tien Chen (Taiwan) melawan Iskandar Zulkarnaen Zainuddin (Malaysia) pada babak kedua.

Jika menang kemungkinan bakal bertemu unggulan ke-13, Dicky Palyama (Belanda).       “Saya berharap berpikir satu-satu terlebih dulu, jangan memikirkan lawan berikutnya tetapi lawan yang akan dihadapi terdekat,” katanya.
Pada kejuaraan dunia di Inggris, Hayom Rumbaka gagal melangkah ke babak kedua setelah dikalahkan tunggal putra Finlandia, Ville Lang dengan dua game langsung, 17-21 dan 18-21

Pada nomor tunggal putri, pemain pelatnas berasal dari Djarum Kudus, Maria Febe Kusumastuti akan bertemu Iris Wang (Amerika Serikat) pada babak pertama kejuaraan bulu tangkis berhadiah total 200 ribu dolar Amerika Serikat.
“Kalau dilihat permainannya, saya merasa optimistis Febe bisa mengatasi Iris Wang dengan catatan yang bersangkutan bisa tampil lepas dan jangan dibayangi kekalahan di Vietnam Open,” katanya.
Jika menang, Febe bakal menantang unggulan keempat berasal dari Korea Selatan, Sung Ji Hyun yang diprediksi bisa mengalahkan pemain yang lolos babak kualifikasi pada babak pertama.
“Ini yang cukup berat karena kalau bertemu lawan dari negara Asia seperti China, Jepang, Korea, Febe terlihat kesulitan mengembangkan permainannya,” katanya.
Pada kejuaraan bulu tangkis Vietnam Open, Febe yang diunggulkan di tempat kedelapan gagal melangkah ke babak kedua karena dikalahkan tunggal putri Jepang, Ayumi Mine yang lolos dari kualifikasi dengan angka 12-21 dan 16-21. (net/jpnn)

Mental Timnas Basket Meningkat

Timnas basket putri Indonesi proyeksi SEA Games 2011 memang gagal melaju ke Level I Kejuaraan FIBA Asia. Meski begitu, banyak manfaat yang didapat Wulan Ayu Ningrum dkk selama bertanding di Omura, Nagasaki, Jepang. Salah satunya ialah mental bertanding yang terus meningkat.

Manajer timnas basket putri Indonesia Hasan Gozali menyatakan bahwa konfidensi anak asuhnya meningkat drastis. Hal tersebut merupakan modal berharga bagi Wulan dkk sebelum terjun di SEA Games 2011 mendatang.
“Anak-anak sudah improve jauh dibandingkan try out di Filipina. Rasa kepercayaan diri mereka sudah meningkat,” terang Hasan dalam emailnya yang dikirimkan ke Jawa Pos (Grup Sumut Pos) kemarin (27/8).
Penampilan Wulan dkk memang bisa dibilang luar biasa. Salah satunya ialah saat mengempaskan Malaysia. Padahal Malaysia selama ini dikenal sebagai tim terkuat di Level II. Nyatanya, Wulan dkk tak keder.
Selain masalah mental, Wulan dkk juga menunjukkan perkembangan dari sisi teknik. Hasan menilai, pola permainan anak asuhnya mengalami banyak perkembangan positif. Salah satu yang paling menyolok ialah team work yang terbangun dengan baik di dalam lapangan.

“Team work anak-anak sudah kelihatan lebih bagus. Mereka saling membantu, baik untuk offense atau defense,” tambah lelaki yang juga pemilik klub basket Tomang Sakti Jakarta tersebut.
Meski begitu, Hasan menegaskan bahwa anak asuhnya tidak akan lengah menyongsong SEA Games 2011 nanti. Pasalnya, negara-negara pesaing tentu akan mempersiapkan diri lebih baik lagi. Malaysia, misalnya. Hasan yakin jika Malaysia akan melakukan pembenahan secara serius setelah mengalami kekalahan saat bersua Wulan dkk.
“Ini try out yang sangat mengesankan. Kami mendapat hasil yang luar biasa. Tapi kami tidak akan lengah. Kami tetap harus focus menghadapi SEA Games yang masih tiga bulan lagi,” ucapnya.
Timnas sendiri bakal menjalani libur panjang untuk merayakan Idul Fitri.

Menurut rencana, Wulan dkk akan kembali berlatih pada 5 September mendatang. (ru/jpnn)

Selalu Mendukung Suami

Hj Sutiyas Handayani

Menjadi istri seorang pejabat pemerintah, tentu harus legowo menerima konsekuensi yang ada. Salah satunya harus banyak bersabar dan harus menjadi istri yang mandiri.

egitulah yang dilakukan Hj Sutiyas Handayani, istri dari Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho.
Meski demikian, mantan anggota DPRD Deli Serdang Periode 2004-2009 ini tidak merasa terbebani dengan statusnya sebagai istri orang nomor satu di Sumut ini. Bahkan ibu dari 5 orang putri ini mengaku tak berbeda dan berlebihan menjalani hidupnya meski menjadi istri Plt Gubsu.

Sutiyas bercerita, sejak awal pernikahannya, ia sudah sering ditinggal  suami  yang saat itu masih berprofesi sebagai pendakwah. Bahkan saat melahirkan buah hatinya yang pertama, wanita tamatan D3 ini tidak ditemani  suami karena sedang keluar kota.

“Untungnya saya sudah terbiasa mandiri. Waktu remaja dulu saya ngekos dan tinggal jauh dari orangtua karena saya kuliah. Dengan mandiri  saya tidak selalu tergantung segala hal kepada suami,” ujarnya.
Selain menanamkan sifat mandiri, kata dia, sebagai istri Plt Gubsu ia juga harus bisa membaca situasi sikologis suaminya yang memiliki banyak kegiatan sehingga menyita waktu dan pikiran.
“Kalau sudah melihat bapak banyak pikiran, saya biasanya menyelesaikan sendiri sebuah masalah. Nah, bila suasana sudah tenang, maka saya akan membicarakan sama bapak,” ujarnya.

Baginya, semua masalah harus dibicarakan dengan suami, bukan disembunyikan. Sebab, masalah akan lebih mudah diselesaikan bila menggunakan dua kepala dibandingkan satu  kepala. Artinya harus dipecahkan secara bersama-sama.
Menurutnya, membaca situasi dan keadaan suami ini juga dapat membuat suami merasa nyaman. Ia juga mendukung semua keputusan yang diberikan suami. Karena itu, salah satu usaha yang dilakukannya tidak meributkan segala hal, baik dalam rumah tangga maupun pemberitaan di media.

“Istri itu harus bisa bersikap dewasa, bila perlu lebih dewasa dari suami. Kalau ada pemberitaan tentang suami, saya pelajari dulu, baru setelah agak tenang saya tanyakan sama suami. Tetapi pada dasarnya, saya mengenal pribadi suami sehingga saya lebih percaya dengan suami saya,” kata wanita kelahiran Medan 22 Mei 1964 silam ini.
Sebagai ibu rumah tangga yang memiliki peran penting di keluarganya, Sutiyas juga selalu menanamkan sikap demokratis dalam keluarganya. Hal ini untuk memudahkan anggota keluarganya mengungkapkan pendapatnya. “Demokratis juga bisa mengajarkan kita mengenal permasalahan dan membuat kita lebih berani dalam bersikap,” kata dia.

Sutiyas juga bilang, ia bersama suami juga membangun keluarga berlandaskan agama. Makanya, ia tak canggung menghadapi rekan-rekannya di PKK Pemprovsu. “Saya bernaung di PKS, dan di PKS saya diberikan pelajaran tentang segala hal dalam aspek agama. Ini memudahkan saya untuk bersikap dan banyak mendapatkan wawasan agama,” bilang ibunda dari Affifah Radhiatullah, Fauziah Diniy Hanif, Rumaisho’ Haniy Muthiah, Maryam Balqis Salimah dan Aisyah Nailah Robbaniy ini.

Nah, meski menjadi istri Plt Gubsu, hal itu tiak membuatnya tinggi hati. Makanya Sutiyas juga selalu menerapkan kesederhanaan, termasuk dalam penampilannya sehari-hari.  Bahkan dirinya tidak pernah menggangap ada perubahan pada dirinya, dirinya tidak merasa harus terkenal dan dikenal oleh orang lain. “Kalau tidak dikenal ya sudah, saya tidak mau merusak mood saya karena orang lain, yang penting saya tidak bersikap berlebihan,” ujarnya.
Tidak terlalu famous membuat dirinya juga lebih tenang dalam menjalani kesehariannya. Bahkan Sutiyas dan anak-anaknya pernah jalan ke pusat pembelanjaan, walau ada yang negur tetapi tidak semua orang yang mengenalnya. “Jadi lebih enak jalannya karena saya tidak mau terbebani dengan status saya,” ujarnya.

Tidak terbebani, bukan berarti Sutiyas tidak menjaga penampilan. Malah sebaliknya, sebagai seorang ibu dan istri , dirinya merasa bertanggung jawab dengan penampilannya. (juli)

“Mendukung suami salah satunya adalah menjaga image, walau keseharian saya selalu berpenampilan sederhana. Tapi pada moment tertentu saya tampil dengan sedikit riasan. Penampilan sebagai penunjang yang penting,” pungkasnya. (juli ramadhani rambe)

Malaikat Penjual Embun Air Mata

Lirih! Suara itu terdengar samar, merdu bahkan nyaris syahdu. Dalam gelegar teriakan petir yang
terdengar kasar menggelegar, suara itu membaur dalam samar. Saat petir mengumpat keras dalam guruh, suara itu kian menderu merdu. Jikala petir pongah membelah malam kelabu, suara itu berdenting syahdu. Layaknyalah Tuhan mematahkan sayapnya, saat ia membelot dan mengingkari perintah-Nya. Adam pun pernah terlempar saat menikmati manisnya buah surga, buah yang sebenarnya terlarang untuknya.  Apalah artinya dia, seorang malaikat kecil yang menjaga langit terbawah dari tujuh lapisan yang ada. Dia pun jatuh sambil berteriak ampun.

Cerpen  Tova Zen

Sayap-sayapnya patah saat petir men     jatuhkannya ke bumi. Sanggupkah      ia terbang dan meminta ampun? Wujudnya pun tak lagi serupa cahaya yang bersinar, tapi berbentuk tanah liat yang berdaging. Lorong waktu telah mengubahnya menjadi manusia setengah malaikat. Sekarang dia patut menerima hukuman.

Saat Jibril tuntas menyebarkan wahyu Tuhan pada manusia terpilih, dia malah di hukum jatuh ke bumi untuk melihat kelakar manusia. Lihatlah! Biar dia melihat betapa manusia masih banyak ingkar terhadap Tuhannya. Sadarkah ia, bahwa ia terdampar untuk menyaksikan kemunafikan manusia. Tetes embun itu akan menunjukan mana yang baik dan mana yang buruk. Tugasnya cukup mudah, hanya menemukan siapakah kiranya manusia yang berkenan menjual embun bersamanya.

Pagi-pagi sekali dia tersadar, membuka kelopak mata, merasakan seluruh tubuhnya yang bergesek dengan udara, menyentuh rumput-rumbut basah dan mendengar alunan suara-suara burung yang berkicau. Dia pun bangkit dan duduk termenung, merenungi apa yang terjadi padanya yang tak lagi berwujud cahaya. Sayap-sayapnya tercecer dan berkilauan di terpa sinar mentari. Bahkan saat ia berdiri dalam siraman sinar mentari, sisa-sisa kilau masih melekat di tubuh berdagingnya. Berpendar dan bersinar, serasa manusia tertampan di dunia. Apakah dia berupa laki-laki?. Mungkin saja dia berkilau, serupa manusia tercantik di bumi. Apakah dia berupa perempuan? Tidak! Dia yakini benar bahwa dirinya berpenampilan laki-laki, sepertihalnya Adam yang jatuh di hamparan bumi yang berwujud laki-laki.
Dengan tekun ia kumpulkan tetes demi tetes embun yang jatuh dari pucuk-pucuk daun. Menempatkannya pada cawan yang jatuh bersamanya malam itu. Ajaib! Embun itu mengkristal dan berubah menjadi kristal-kristal yang cantik dan berkilau. Dia pun terpukau dengan keajaiban itu.

Matanya yang lembut nampak sayu terbawa rindu, bibirnya yang merah merekah tersungging seyum rona bulan sabit, bulu lentik matanya mengerjap-ngerjap dan sinar wajahnya kian berpendar. Hatinya berbalut nuansa riang, bahwa tugas menjual embun terlampau mudah dalam benaknya. Siapa sih manusia yang tidak silau melihat keindahan embun yang dia kumpulkan? Embun yang akan dia jual amatlah mempesona. Dia tak tahu, justru dengan keindahan Tuhan sengaja mengujinya.

Dia berjingkrak-jingkrak di tengah padang rumput, menari-nari di rimbunan pepohonan. Riang karena embun yang dia kumpulkan cukup lah banyak untuk dijual. Mentari kian menyingsing naik, pelan-pelan embun pagi menguap terbakar terik. Sang malaikat setengah manusia tak peduli dengan itu semua, kerena dia merasa cukup mendapatkan secawan embun. Dia berlari cepat, mencoba untuk melompat, dan sedapat mungkin untuk melesat terbang. Lupakah dia? Bahwa dia tak lagi punya sayap? Justru tubuhnya terperosok jatuh, terhempas ke bumi, luka-luka mulai menjalar di sekujur tubuh. Sekarang dia tahu bagaimana rasanya sakit.

Cawan! Dia memikirkan cawan itu. Saat dia melompat dan akhirnya jatuh, cawan itu terlepas dari tangannya, tumpah membasahi hamparan rumput dan akhirnya ikut mengering terhisap pori tanah. Dia pungut cawan yang kosong melompong, tak setetes pun embun ada dalam kubangan cawannya. Di lihatnya sekeliling, matanya mencari-cari, tapi tak dia temukan embun di siang hari. Hatinya terpilin sedih, gelisah mulai menghantui, resah mulai menyelimuti dan gundah mulai membayangi. Sekarang dia tahu bagaimana rasanya kecewa.

Rasa sedih dan kecewa membuatnya ingin menangis. Matanya berkaca-kaca. Kaca itu memadat di pelupuk mata, jatuh di cawan dalam genggaman tangannya. Bulir kaca itu menggelinding di cekungan cawan. Seperti halnya embun, bulir airmatanya juga mengkristal menjadi kristal-kristal. Mata malaikat yang tadinya tersapu embun kesedihan, kini bersinar oleh rasa bahagia. Cawannya terisi kristal air mata dan dia akan menjualnya. Dia tak sadar bahwa dia telah ingkar. Embun yang seharusnya dia jual, bukan airmata. Sekarang dia tahu bagaimana rasanya berbohong.
Dia berjalan menuruni bukit rumput, mencari kota yang berpenghunikan manusia. Dengan segenggam cawan yang berisi air mata, dia mulai menjual butir-butir kristal di trotoar jalan bersama lapak-lapak kaki lima. Semua orang terpana melihat penampilannya, dialah sosok tertampan yang pernah tercipta. Orang-orang berkerumun untuk membeli kristal, dan juga  menatap pesona wajah malaikatnya. Semua pedagang merasa iri, diliputi dengki, tak bisa terima lahannya di kuasai seorang pendatang yang merebut simpati pembeli. Akhirnya si manusia setengah malaikat itu terusir dengan caci maki. Sekarang dia tahu bagaimana rasanya dipuja dan dihina.

Dia berjalan pergi, mencari tempat untuk menjual sisa-sisa air mata. Dalam perjalanan dia menjumpai seorang wanita rupawan. Dari jauh dia melihat wanita itu tampak memberikan minuman untuk anjing yang sekarat. Tahukah dia? Bahwa wanita yang dia saksikan itu adalah seorang jalang? Dia pun mendekat dan mencoba untuk bertegur sapa.
“Nona, betapa baik hati anda. Lihatlah anjing itu. Sekarang nampak bugar dengan pertolongan anda”. Suara manusia setengah malikat terdengar lembut, seketika menyentuh lubuk hati si wanita jalang.

“Oh tuan! Sungguhkah tuan memujiku? Tahukah tuan siapa diriku? Hanya kebaikan ini yang bisa kulakukan. Aku adalah seorang wanita pendosa, yang pantas dikutuk laknat. Banyak pria berhidung belang-belang telah menjamah tubuhku. Hanya demi sesuap nasi aku melepas harga diri. Semua wanita pastilah menginginkan dirinya dihormati martabatnya sebagai manusia yang berbudi yang sudi menjaga kesucian diri. Aku bukan wanita terhormat, tuan. Aku seorang kupu-kupu kelam yang terbenam dalam lumpur neraka bersama manusia pendosa”. Wanita itu menangis sesegukan, haru meliputi hatinya yang membiru sedih. Beginikah rasanya melihat pelacur yang dihantui dosa. Sekarang dia merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta. Sebuah cinta dari kesadaran jiwa. Raya iba yang membaur sayang, mengetuk-ngetuk sisi hati manusianya.

“Sudahlah nona, Tuhan kiranya maha pengampun. Bertobatlah! Kebaikanmu menolong anjing itu niscaya dibalas-Nya. Asal kau benar-benar merenungi dan mengubur masa lalumu sebagai wanita pendosa”. Wanita jalang itu menerima uluran tangan manusia setengah malaikat itu. Mereka jatuh cinta. Bukankah mereka terlarang untuk memadu kasih? Malaikat yang suci bercumbu dengan jalang yang kotor. Terlarangkah cinta mereka yang berbeda waktu dan dimensi? Apalah artinya tubuh fana manusia yang bagai cangkang lapuk?. Akhirnya terpuruk dan remuk termakan usia.
Setiap pagi mereka berdua mengumpulkan embun di padang bukit. Mereka sangat bahagia hingga cawan yang terisi selalu embun, dan bukan air mata. Bersama dalam kasih sayang, mereka menyulam hidup dengan warna-warni benang cinta. Mereka menjual embun yang mengkristal dalam cawan. Harta pun kian mengalir deras karena kesuksesannya sebagai saudagar kristal.

Waktu terus bergulir tiada henti. Wanita yang selama ini menemaninya akhirnya rapuh, peot, dan keriput. Dia tetap menjaga dan mencintainya. Tubuhnya benar-benar abadi dalam fiksi hidup yang terkesan fana bagi manusia. Tubuhnya tetap berkilau indah, tapi tubuh kekasih hatinya kian mengkerut.

“Kasihku, terima kasih kau telah menunjukkan jalan hidup padaku. Terima kasih kau telah menemaniku hingga uzur. Sekarang aku menyadari perbedaan kita, sayangku. Kau tercipta dari cahaya yang berbaur tanah. Sementara aku murni dari tanah, dan aku bukan ceceran tulang rusukmu yang menjelma menjadi wanitamu. Jasadku akan kembali ke tanah, terkubur dan koyak termakan cacing tanah.” Wanita tua itu tersenyum pada kekasih abadinya.

“Kenapa kau harus serapuh ini, sayangku. Belumlah cukup puluhan tahun aku hidup bersamamu. Lihat! Pipimu berkerut, kulitmu serasa luntur, dan wajahmu kian tak teratur. Aku tetap sudi mendampingimu”.

“Jangan menangis sayangku. Aku tahu takdir kita berbeda. Kau tetaplah makhluk abadi yang tak pernah rapuh. Hanya Tuhan yang sanggup mengambil jiwamu dari cangkang manusia setengah malaikatmu itu. Sudahlah! Jangan kau bersedih lagi. Bukankah kau selalu membisikan padaku bahwa tugasmu adalah menjual embun. Jangan kau ubah lagi dengan menjual air mata. Ingat! Embun akan segera mengering jika kau menangis. Jadi tetaplah tersenyum dalam jiwa syahdu malaikatmu. Selamat tinggal kasih terindahku. Lihatlah! Kawanmu telah berdiri di sana untuk membesut nyawaku. Diamlah di sini, tak ada malaikat maut yang bakal mengusik hidupmu, hanya aku yang hidup dalam fana yang akhirnya sirna. Aku telah menolong anjing itu, dan Tuhan mempertemukanku denganmu. Sungguh aku adalah wanita jalang yang mengharap surga. Kaulah surga yang selalu mengaliri hati dan jiwaku. Selamat tinggal kasihku”.
Tubuh wanita tua itu terkulai di ranjang dalam pelukannya. Air matanya mengalir dan menetes di cawan tak jauh dari pembaringan. Wanita itu telah lama menyertainya, menjual embun pagi bersamanya. Menikmati tetes-tetes embun yang dikumpulkan bersamanya. Sekarang tahulah dia, bahwa hidup manusia itu fana. Sadarlah dia, bahwa kebersamaannya akan menuai akhir. Benar! Dalam setiap keindahan pasti ada titik cobaan. Malaikat penjual embun   air mata yang sungguh merana.

Kini sayapnya tumbuh, beranjak untuk pergi meninggalkan hamparan bumi yang rapuh. Sekarang dia sadar bagaimana penderitaan, perasaan, dan kebahagiaan manusia itu juga rapuh. Terbang lah dia ke langit sambil menitikkan bulir air mata bersama petir dan selimut mendung yang menetes menjadi jarum-jarum hujan yang membasahi tanah bumi. Sekarang cukuplah ia menjual air matanya dalam derai hujan dan tetes embun di pagi buta. Sebagai kenangan sang kekasih yang tak abadi hidup bersamanya, tapi abadi dalam sebuah ikatan cinta. (***)

Rumah Batik Ramaikan Kampoeng Ramadhan

MEDAN- Meskipun tak lama lagi pelaksanaan kegiatan di Kampoeng Ramadhan akan segera berakhir, namun animo pengunjung dan pedagang di kawasan tersebut masih sangat tinggi.  Salah satu bentuk antusias tinggi yakni ditunjukkan stan rumah batik.

Tidak jauh berbeda dengan stan penjual lainnya, rumah batik bermotif tulisan milik Lia ini masih terus memamerkan produk batik dan tas olahan home industri di stan miliknya.

Bahkan menurut Dara, salah seorang pegawai stan mengatakan, minat beli pengunjung mendekati hari lebaran justru semakin tinggi. Yang mana bilang Dara, Kampoeng Ramadhan terlihat ramai saat menjelang berbuka puasa, bahkan keramaian semakin bertambah menjelang perayaan Idul Fitri.

“Lebaran ini pengunjung semakin ramai untuk memilih-milih  baju batik maupun produk tas kreatifitas yang kita tawarkan. Bahkan minat beli para pengunjung juga semakin tinggi,” ungkap Dara saat ditemui di stannya, Selasa (23/8) sore.

Sedangkan untuk produk batik yang ditawarkan, menurut Dara, seluruh aneka produk batik seperti dress, gamis, kemeja, kimono, dan lainnya langsung didatangkan sang pemilik dari kota asalnya yakni Jogjakarta.
Sedangkan untuk produk tas dengan beragam motif yang ditawarkan di rumah batik, sambung Dara, dibuat lewat kreatifitas tangan pemiliknya.

Untuk bisa memiliki produk batik di stan rumah batik milik Lia ini, dengan harga relatif murah, coba ditawarkan stan tersebut.

Yang mana untuk baju batik jenis dress, rumah batik membanderolnya dengan kisaran harga Rp50 ribu hingga Rp275 ribu per satuannya.

Sedangkan untuk jenis kimono ditawarkan dengan kisaran harga Rp200 ribu per satuannya. Untuk batik jenis kemeja, rumah batik membanderol harga Rp100 ribu, dan untuk batik jenis gamis dihargai Rp165 ribu hingga Rp200 ribu, per satuannya. (uma)

Giliran PT Askes Gelar Pasar Murah

MEDAN- Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 H serta untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, Forum Komunikasi (FK) BUMN dan PT Askes (Persero) Regional I menggelar pasar murah, Selasa (23/8).

Menurut General Manager PT Askes Regional I Sumut-Aceh, Dr H Ikhsan MM, kegiatan pasar murah yang dilakukan itu sesuai dengan instruksi Menteri Negara BUMN Nomor: S-436/MBU/2011, tanggal 25 Juli 2011.
Sebagai salah satu BUMN, PT Askes (Persero) Regional I bekerjasama dengan FK BUMN diminta untuk ikut berpartisipasi membantu pemerintah dalam menstabilkan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan, diantaranya dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 H.

Dijelaskannya, pasar murah yang digelar PT Askes dan FK BUMN menjual 500 paket  bahan pokok.
Dimana setiap paket itu 10 Kg beras, 2 kg gula putih dan 2 liter minyak goreng dengan jumlah seluruhnya 4 ton beras, gula putih  1 ton dan minyak goreng 1 ton.

“Pasar murah yang dilaksanakan oleh BUMN itu semua tergabung dalam FK BUMN Sumut dan diharapkan dapat membantu masyarakat ekonomi menengah ke bawah dalam meringankan beban mereka untuk memenuhi kebutuhan pokoknya dan mencegah pedagang yang menaikkan harga semena-mena menyambut Idul Fitri,” ujarnya. (jon)

Pondok Permai Santuni Anak Yatim

SERGAI- Pengelola Pantai Pondok Permai Desa Kotapari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, menyantuni 231 anak yatim di rumah makan Pantai Pondok Permai, Kamis (25/8).

Anak yatim yang disantuni itu berasal dari Desa Pantai Cermin Kanan, Kiri, Cilawan dan Kota Pari yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama dengan Muspika Pantai Cermin.

Pimpinan Pantai Pondok Permai, A Som mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan ini rutin setiap tahun di bulan Ramadan terutama menjelang lebaran. Ini merupakan bentuk kepedulian Pantai Pondok Permai terhadap warga sekitar Pantai Cermin khususnya terhadap anak yatim dan kaum dhuafa.

“Kegiatan sosial menyantuni anak yatim sudah menjadi agenda tahunan. Begitu juga dengan pembagian Sembako terhadap kaum dhuafa atau  fakir miskin yang akan dilaksanakan lusa mendatang,” ungkap Asom sembari berharap kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa agar mendoakan dan mendukung  usaha obyek wisatanya, sebab keberhasilan memajukan obyek wisata tidak terlepas dari dukungan baik moral maupun moril warga Pantai Cermin.

Sementara itu, Kades Kota Pari, Supriadi mengatakan, kegiataan ini merupakan upaya membangun kerukunan antar umat beragama. Meski  berbeda, namun kerukunan antar umat tetap ada dan perbedaan ini menjadikan kita semakin kuat. “Kegiatan ini merupakan suatu kebajikan yang bermanfaat. Kebajikan itu sangat beradab dan marilah kita tanamkan kebajikan, sehingga hidup kita semakin bermanfaat,” bilang  Kades.

Kades Celawan Suriani mewakili orangtua anak yatim piatu, mengucapkan banyak terima kasih kepada pimpinan Pantai Pondok Permai  yang telah memberikan santuna.(mag-3)

Berkah Ramadan dengan Cita Kasih Sayang

MEDAN- Keluarga besar Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Komputer (STMIK) Kaputama Binjai menggelar buka puasa bersama dengan masyarakat sekitar lingkungan kampus dan anak yatim piatu.

Selain itu, acara juga disertai dengan pemberian bingkisan dan tali asih kepada puluhan anak yatim piatu pendopo Umar Baki Binjai.

Sebelum buka puasa dimulai, Ustadz Safri Andy MAg memberikan tausyiah dengan tema keberkahan Ramadan dalam membentuk Jalinan Cinta dan Kasih Sayang. “Di bulan Ramadan ini, manusia yang lemah tak luput dari kebohongan dan kealpaan. Dengan hikmah Ramadan akan dapat meninggalkan sifat keangkuhan tersebut ,” katanya.
Ketua STMIK Kaputama, Devi Yendrianof mengatakan buka puasa bersama ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antara Keluarga Besar STMIK Kaputama dengan masyarakat sekitar sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap anak yatim piatu.

“Semoga kebersamaan dan jalinan tali silaturahmi dan kepedulian sosial yang telah terjalin selama Ramadan hendaklah tetap terjaga,”harapnya.

Hal senada juga disampaikan pembina Yayasan STMIK, Parlindungan Purba. Dia menyatakan bahwa pentingnya kepedulian terhadap sesama. Dimana, Parlindungan juga sedang mengusahakan agar Anak-anak Yatim Piatu yang ada di Sumatera Utara dapat dibantu untuk pembuatan Akte Kelahiran Gratis. “Dalam waktu dekat ini juga, STMIK Kaputama akan mengurus izin pendirian S2 bagi mahasiswa di Binjai dan sekitarnya,” ucapnya. (adl)