Home Blog Page 14766

Pemko Sediakan 172 Mobil Bak Terbuka

Malam Takbiran

MEDAN- Guna menghindari iring-iringan sepeda motor pada malam takbiran, Pemko Medan menyediakan 172 unit mobil bak terbuka. Penyediaan 172 unit mobil bak terbuka ini juga dimaksudkan untuk memeriahkan malam takbiran dengan pawai keliling Kota Medan.

“Pelaksanaan takbiran ini akan difokuskan di Jalan Pulau Pinang, seperti tahun lalu. Guna mendukung kelancaran takbiran, tidak dibenarkan adanya iring-iringan kenderaan roda dua. Untuk mencegah hal itu, setiap kelurahan dan kecamatan harus menyediakan satu mobil terbuka. Mobil itu harus dihiasi dan dilengkapi bedug untuk menambah kemeriahan takbiran,” kata Wali Kota Medan Rahudman Harahap saat memimpin rapat koordinasi terakhir jelang Hari Raya Idul Fitri 1432 H yang dihadiri Kapolresta Medan Kombel Pol Tagam Sinaga, Dandim 0201/BS Letkol Inf  Doni Hutabarat, Danlanud Kolonel (Pnb) A Rasyid Jauhari, Dandenpom Mayor CPM Hendra serta pejabat Pemko Medan, Selasa (23/8).

Selain persiapan malam takbiran, Rahudman juga menyoroti pos pengamanan yang ada di sejumlah titik di Kota Medan. Dia mengatakan, untuk mendukung pos pengamanan tersebut, setiap Camat di wilayahnya masing-masing harus menjalin kerjasama dengan aparat kepolisian dan TNI dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang hendak merayakan Hari Raya Idul Fitri 1432 H.

“Jangan sampai ada camat yang tidak pernah sekalipun mengunjungi pos pengamanan tersebut. Camat harus mendukung pos pengamanan secara moril. Untuk itu, saya akan cek langsung sehingga diketahui siapa camat yang tidak pernah hadir,” ucapnya.

Selain itu, kata Rahudman, kepada seluruh Puskesmas dan IGD RSU Pirngadi Medan untuk beroperasi 24 jam selama selama seminggu sejak Lebaran tiba.”Ini tidak main-main. Apa yang dilakukan ini sebagai bentuk  tanggungjawab kepada masyarakat. Saya tidak mau ada Puskesmas yang tutup. Begitu juga dengan IGD RSU Pirngadi, jangan sampai tidak ada dokter sehingga warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan pada waktu Lebaran terkendala. Saya akan ambil tindakan tegas,” bebernya.

Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga menambahkan, pihaknya telah siap melakukan pengamanan mulai jelang Lebaran, malam tabiran, pelaksanaan Salat Idul Fitri dan saat merayakan Lebaran. Untuk malam takbiran, Kapolresta  memerintahkan kepada Kapolsekta untuk mengikutsertakan petugasnya dalam mobil yang digunakan untuk pawai takbiran. “Saya yakin Dandim pun akan melakukan hal ini dalam upaya menciptakan keamanan,” kata Kapolresta.
Hal senada juga disampaikan Dandim 0201/BS Letkol Inf Doni Hutabarat, pihaknya telah siap memberikan pengamanan sehingga masyarakat yang merayakan Lebaran merasa aman dan nyaman. Untuk itu, diperlukan sinergitas dari seluruh intansi terkait. “Kalau kita bersatu, tugas seberat apapun bisa dilaksanakan dengan baik,”ungkapnya.

Sedangkan Danlanud Kolonel (Pnb) A Rasyid Jauhari menegaskan pihaknya telah menyipakan mobil pemadam kebakaran yang siap 24 jam untuk membantu Dinas P2K memadam api jika kebakaran terjadi pada waktu Lebaran. Selain itu menyiapkan polisi militer apabila dibutuhkan dalam melakukan pengamanan. “Jadi jika butuh bantuan, hubungi saja. Kita pasti langsung membantu,”pintanya.(adl)

Bandara dan Stasiun KA Padat Penumpang

Arus Mudik Lebaran H-7

MEDAN- Memasuki H-7 Lebaran, arus mudik di Stasiun Kereta Api (PT KAI) Medan dan Bandara Polonia Medan sudah mulai ramai, Selasa (23/8) siang. Calon penumpang mulai berdesakan untuk mengantre beli tiket di loket-loket yang ada.

Ari (28), calon penumpang di Stasiun Kereta Api Medan yang hendak berangkat ke Tanjung Balai mengatakan, dia memilih mudik sekarang agar bisa lebih cepat tiba di kampung halamannya.
“Kan lebih baik sekarang dan tidak perlu berdesak-desakan,” katanya.

Hal senada juga diakui, Rina (28), warga Rantau Parapat yang hendak pulang saat di pintu masuk Stasiun KA Medan. “Lebih awal lebih enak dan terhindar dari desak-desakan dan bisa lebih duluan sampainya di rumah,” ujarnya.
Mengenai tiket, Deasy (26), warga Rantau Prapat mengaku, harga tiket mengalami kenaikan. “Kalau tiket, saya beli di loket tadi. Memang naik, tapi tridak terlalu tinggi lah, hanya naik sekitar Rp25.000 dan itu wajar, karena menjelang Lebaran,” ucapnya.

Humas Kereta Api Medan, Irwan mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan jauh hari sebelumnya. “Semua sudah kita persiapkan sesuai prosedur yang berlaku, mulai dari tiket, petugas keamanan serta poskonya. Untuk jumlah pasti penumpang, dia belum bisa memastikan karena masih ada kereta api yang berangkat sore dan malam hari. “Besok pagi baru bisa kita ketahui jumlah pastinya setelah kereta api yang terakhir malam ini berangkat,” katanya.
Sementara di Bandara Polonia Medan, sekira pukul 15.00 WIB, arus penumpang di Terminal Kedatangan Domestik dan Terminal Kedatangan Internasional dipenuhi penumpang yang tiba dari Jakarta, Batam dan Malaysia. Ratusan penumpang yang tiba di Terminal Kedatangan International di antaranya pekerja yang bekerja di Malaysia.

Sri (32), yang tiba dengan menggunakan pesawat Ari Asia mengaku, tidak mengalami hambatan sejak dari keberangkatan sampai tiba di tanah air. “Tidak ada masalah saya jumpai dari awal berangkat dari Malaysia sampai ke Medan ini. Saya mau pulang ke Asahan,” katanya sambil berlalu.

Santi (29), juga mengatakan hal yang sama. “Saya berangkat dari Malaysia tanpa kekurangan sesuatu apa pun dan saya sudah ditunggu keluarga saya,” ucapnya.

Posko Lebaran di Bandara Polonia Medan terlihat di Kantor OIC Angkasa Pura Bandara Polonia Medan. Petugas juga terlihat siaga di posko Lebaran tersebut. Tidak hanya itu, para keluarga yang menunggu keluarga mereka tiba juga terlihat di halaman parkir Bandara Polonia Medan dan di Taman Bandara Polonia Medan depan Terminal Kedatangan Domestik. (jon)

Warga Cemaskan Banjir Kiriman

MEDAN- Tingginya curah hujan di Kota Medan membuat warga yang tinggal di bantaran Sungai Deli dan Babura cemas. Pasalnya, mereka khawatir air sungai meluap karena banjir kiriman dari gunung.

“Kalau masih hujan di Kota Medan, banjir di sungai sudah biasa, paling tingginya mencapai satu meter. Tapi yang kami takutkan, kalau banjir kiriman dari gunung,” kata Sugiono, warga yang tinggal di bantaran Sungai Deli, tepatnya di Kebun Sayur.

Pantauan wartawan koran ini di bantaran Sungai Deli dan Babura, Selasa (23/8) pagi, ketinggian air yang mencapai satu meter sehingga tidak membuat warga terlalu khawatir. “Naiknya air dari pukul 03.00 WIB, jadi kami bersama warga terus memantau kenaikan air,” kata Sugiono lagi.

Sedangkan Lili, warga Jalan Starban yang tinggal di bantaran Sungai Babura juga sependapat dengan warga di pinggiran Sungai Deli. “Yang kami takutkan kalau banjir kiriman dari gunung. Itu baru luar biasa, seperti banjir yang terjadi beberapa waktu lalu,” katanya.

Camat Medan Maimon, Said Reza menuturkan, kecemasan warga langsung ditanggapinya dengan melakukan pemantuan di beberapa bantaran sungai dengan menempatkan petugas dari kecamatan di posko pengamanan banjir. “Mendengar kenaikan air di sungai kami bersama petugas dan masyarakat melakukan patroli mengantisipasi banjir susulan. Tapi banjir seperti ini sudah biasa bagi warga. Karena setiap Kota Medan diguyur banjir pasti sungai naik beberapa centimeter saja. Jadi yang kami takutkan adalah banjir kiriman atau hujan dari gunung yang sangat deras,” cetusnya.

Menanggapi kecemasan warga yang tinggal di bantaran sungai, Sekda Kota Medan Syaiful Bahri mengatakan, Pemko Medan akan melakukan pengerukan sendimentasi yang mengakibatkan pendangkalan sungai. “Setiap hujan, pasti sungai meluap. Jadi Pemko Medan berusaha melakukan pengorekan dan memperbaiki bantaran sungai yang sudah rusak,” katanya. (adl)

Dua Ruko Terbakar

MEDAN- Dua unit ruko yang digunakan untuk usaha jahit dan salon kecantikan di Jalan Beringin, Pasar VII Tembung, terbakar, Selasa (23/8) siang pukul 12.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang menelan kerugian ditaksir sebesar ratusan juta rupiah itu.

Asal api diduga dari konsleting listrik yang berasal dari ruko milik Saleh yang berfungsi sebagai tempat usaha jahit. Api terus membesar dan menyambar ke ruko sebelahnya milik Nurasiah yang digunakan untuk usaha salon.

Warga sekitar yang melihat kejadian itu, berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Namun api terus membesar dan menghanguskan kedua ruko tersebut. Usaha warga ini berhasil dan api bisa dipadamkan satu jam kemudian. Pihak Pemadam Kebakaran tiba di lokasi saat api telah berhasil dipadamkan warga.(mag-7)

Dugaan Korupsi di PTKI Terus Didalami

MEDAN- Bagian Tipikor DDitreskrimsus Polda Sumut terus dilakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap kasus dugaan korupsi di Perguruan Tinggi Kimia Industri (PTKI) Jalan Menteng VII Medan. Penyelidikan dan pendalaman tersebut, dilakukan dengan cara memanggil dan memintai keterangan ornag-orang yang diduga mengetahui dan terlibat dalam kasus ini.

“Kita tidak pernah menghentikan sebuah kasus yang telah diselidiki. Dan kasus-kasus yang diselidiki, akan terus didalami,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho melalui Kasubbid PID Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan yang dikonfirmasi Sumut Pos, Selasa (23/8).
Siapa-siapa saja yang terlibat serta kapan akan dilakukan pemanggilan guna pemeriksaan, MP Nainggolan belum bisa memastikan. “Tetap akan dipanggil, namun waktunya kapan nanti akan kita konfirmasi lagi dengan penyidik. Begitu juga soal-soal siapa saja yang akan dipanggil,” jawabnya.

Dalam kasus ini, diketahui sudah tiga pejabat sudah dipanggil untuk klarifikasi yaitu Mansyur, Tigor Simbolon dan marga Simalango. Pemanggilan dan pemeriksaan tersebut dalam artian klarifikasi untuk mengetahui ada tidaknya proyek di kampus PTKI sesuai laporan yang disampaikan ke Poldasu. Dan Klarifikasi itu juga sifatnya belum dilakukan proses verbal (Pro Justicia, Red).

Berdasarkan informasi, proyek senilai Rp13 milyar di Kampus PTKI Jalan Menteng VII, Medan TA 2010/2011 dibagi menjadi beberapa item antara lain, pembangunan dan rehab serta pengecatan kampus sekaligus penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran, pendidikan dan pelatihan teknis, belanja barang non operasional dan lainnya.(ari)

Habis Ini, Apa Lagi Yang Baru?

Oleh: Azrul Ananda, Direktur Jawa Pos

Rasanya sulit dipercaya. Jawa Pos, koran yang terbit dari Surabaya, meraih penghargaan tingkat dunia. Tim juri internasional memilih Jawa Pos sebagai peraih gelar tertinggi Newspaper of the Year 2011, di ajang World Young Reader Prize, yang setiap tahun diselenggarakan oleh asosiasi koran dunia, WAN-IFRA.
Rasanya sulit dipercaya.

Jawa Pos, koran yang terbit dari Jawa Timur, menang di tingkat dunia. Mengalahkan koran-koran bernama superkondang seperti Wall Street Journal, Chicago Tribune, South China Morning Post, juga koran dengan oplah terbesar di dunia asal Jepang (lebih dari 10 juta eksemplar per hari) Yomiuri Shimbun.
Rasanya sulit dipercaya.

Jawa Pos, koran asal Indonesia, pada 12 Oktober nanti akan tampil sebagai peraih penghargaan tertinggi di World Newspaper Congress dan World Editors Forum, di gelaran WAN-IFRA yang beranggotakan lebih dari 18 ribu penerbitan dan 15 ribu situs online di 120 negara di dunia.

Rasanya sulit dipercaya.
Tingkat dunia Bos!

***
Melalui catatan ini, saya mewakili seluruh teman-teman di Jawa Pos ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya seluruh pembaca. Dukungan Anda terhadap Jawa Pos mungkin melebihi dukungan pembaca koran-koran lain di Indonesia, mungkin di dunia.

Bagaimana tidak. Ketika semua koran pesaing menurunkan harga, Jawa Pos malah menaikkan harga, dan Anda tetap memilih untuk membeli atau berlangganan Jawa Pos.

Kadang saya tidak habis pikir. Kalau melihat di jalan-jalan, harga Jawa Pos itu bisa sampai empat kali lipat koran pesaing. Harga bandrol kami Rp 4.500, harga koran lain hanya Rp 1.000. Tapi survei –dari Nielsen Media Research maupun Enciety Business Consult— terus menunjukkan kalau readershare Jawa Pos jauh di atas yang lain.

Khusus di Surabaya, share kami bisa sampai 93 persen. Berarti sembilan dari sepuluh pembaca koran memilih Jawa Pos.

Dan berkat pembaca setia pula, sudah beberapa tahun ini total pembaca Jawa Pos menjadi yang terbanyak di Indonesia (Nielsen). Malah, saat ini Jawa Pos satu-satunya koran dengan jumlah pembaca yang angkanya “nyaman” di atas satu juta orang per hari.

Dukungan pembaca ini yang terus membuat kami bersemangat. Apalagi, mereka begitu setianya, hingga tak pernah lelah memberi masukan-masukan kepada kami. Terus memberikan tantangan, dengan bertanya: “Habis ini apa lagi yang baru?”

Kami juga mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada agen dan penyalur, serta para relasi dan mitra kerja Jawa Pos. Semua terus memberikan dukungan dan kepercayaan, meski kebijakan-kebijakan kami sebagai perusahaan kadang-kadang sulit dipercaya atau dipahami.

Bagaimana tidak. Ketika yang lain menurunkan harga, kami malah menaikkan. Ketika yang lain melonggarkan ketentuan, kami justru mengetati. Tapi seperti yang saya sampaikan kepada agen-agen iklan baru-baru ini:
“Tolong benar-benar dipahami, bahwa kami siap diomeli saat ini demi kebaikan jangka panjang. Kami siap dihujat masa sekarang demi kesuksesan masa depan. Toh tujuannya jelas. Kalau kami baik, semua relasi dan mitra kerja juga akan baik.”

Saya selalu percaya, market leader yang baik adalah market leader yang mau berkorban (meski jangan banyak-banyak!) demi menjaga industrinya. Harus berani bikin kecewa sebentar demi senyum jangka panjang. Kalau market leader-nya banting harga atau awur-awuran, apa jadinya industri tersebut nantinya?

***
Sebenarnya sulit juga jadi media di Indonesia, tapi sebenarnya hampir sama di industri media di mana-mana. Kalau ada satu yang meraih sesuatu yang luar biasa, yang lain bisa diam saja. Terus terang, Jawa Pos pun kadang juga begitu.
Karena itu, di kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh media di Indonesia. Kita semua berkompetisi secara sehat, dan kompetisi itulah yang menghasilkan karya-karya hebat.

Kepada media di bawah bendera Jawa Pos Group, yang kini jumlahnya sudah mendekati total 200 koran dan stasiun televisi dari Aceh sampai Papua, saya ingin memberi ucapan terima kasih khusus.

Keliling Indonesia, melihat dinamika koran-koran di daerah-daerah, memberi suntikan motivasi dan ide supaya Jawa Pos terus berbenah dan mengembangkan diri. Karena ide-ide terbaik kadang muncul dari tempat-tempat yang tidak pernah kita bayangkan.

Ucapan terima kasih istimewa ingin saya sampaikan kepada teman-teman di Kompas. Bagaimana pun, Anda-lah Gold Standard koran di Indonesia. Dan di Wina, Austria, 12 Oktober nanti, kita bakal bersama membuat Indonesia bangga. Karena Kompas juga meraih penghargaan khusus World Young Reader Prize 2011 dari dewan juri di kategori Public Service.

Ayo bersama kita tunjukkan, kalau koran dari Indonesia bisa lebih hebat dari koran-koran lain di dunia! Dan ayo kita semangati koran-koran lain supaya terus berkreasi dan berkembang. Industri koran masih bisa terus menempuh perjalanan panjang yang menyenangkan!

Satu lagi apresiasi ingin saya sampaikan kepada harian olahraga pertama di Indonesia, Top Skor. Anda hebat. Ada koran harian olahraga yang pembacanya di Jabodetabek mampu mengalahkan koran-koran umum, dan secara overall (Nielsen) pada pertengahan 2011 ini berada di urutan tiga di belakang Jawa Pos dan Kompas.

Dan Top Skor melakukannya dengan harga yang sangat sehat. Harga jual Rp 3.500 dengan 16 halaman per hari? Koran Anda sudah mencapai titik sustainability hebat dan sekarang bisa melangkah cepat dan berkembang!
Saya baru bicara dengan Ketua Umum Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) Indonesia, supaya Top Skor diberi penghargaan khusus. Itu koran telah melakukan gebrakan luar biasa.

***
Sebagai penutup, saya dan barisan manajemen Jawa Pos lain ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh personel Jawa Pos. Sukses kita di ajang dunia ini merupakan hasil kerja bersama.
Kepada seluruh personel DetEksi, sekarang maupun yang dulu, terima kasih tak terhingga harus kami ucapkan. Saya dari dulu percaya, departemen dan halaman khusus anak muda Jawa Pos itu bakal mampu meregenerasi pembaca dan membantu mengamankan pembaca masa depan harian ini.

Sudah ada contoh yang menunjukkan, kalau koran bisa hilang ketika pembacanya terus menua dan kemudian “menghilang.” Harus ada halaman seperti DetEksi yang menjaga supaya itu tidak terjadi pada Jawa Pos.
Tapi, tetap saja tak pernah terbayangkan DetEksi bisa berbuah sebuah penghargaan tertinggi dunia.

Begitu mendapat pemberitahuan menang di tingkat dunia, saya langsung mengutarakan kabar luar biasa itu ke John R. Mohn, ayah angkat saya waktu jadi siswa SMA pertukaran di Amerika Serikat dulu.

Kini berusia 70-an tahun, dia dulu yang mengajari saya banyak sekali tentang basic manajemen koran dan jurnalistik, lewat koran kecilnya, The Leader, di Ellinwood, negara bagian Kansas. Dia yang mengajari saya dan teman-teman di Ellinwood High School, bagaimana sekelompok anak muda bisa menghasilkan produk koran yang lebih baik dari garapan para profesional.

Pelajaran itulah yang berbuntut DetEksi, yang kali pertama terbit 26 Februari 2000.
John R. Mohn langsung membalas kabar baik itu. Dia mengingatkan saya –dan seluruh staf muda Jawa Pos— untuk tidak lupa diri.

Dalam emailnya, John bilang: “Penghargaan ini bukan hanya untuk personel DetEksi. Ini juga sebuah tribute untuk seluruh personel Jawa Pos yang lebih senior, yang selama ini harus bersabar dalam menghadapi dan membantu anak-anak muda di DetEksi yang gila-gila!”
Terima kasih semua! (*)

Rumah Kajatisu Dibobol, Puluhan Miliar Raib

MEDAN-Rumah dinas Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut (Kajatisu) AK Basumi SH di Jalan Listrik Medan Baru, dibobol kawanan maling, Minggu (21/8) sekira pukul 04.00 dini hari. Tak tanggung-tanggung, kawanan maling berhasil menguras dan membawa kabur harta milik petinggi korps Adhyaksa di Sumut itu senilai puluhan miliar rupiah.

Sumber Sumut Pos di kepolisian menyebutkan, harta puluhan miliar yang berhasil digondol maling itu terdiri dari barang-barang mewah seperti logam mulia senilai 6 miliar, 6 buah jam bermerk Rolex senilai ratusan juta rupiah, berikut dolar Singapur dan dolar Amerika sekitar 4 miliar rupiah.

Selain itu, sejumlah perhiasan milik istri AK Basuni juga disikat kawanan maling. Belum ada taksiran pasti soal jumlah kerugian yang diderita korban, tapi dipastikan miliaran rupiah raib dalam aksi itu.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui petugas jaga malam di rumah tersebut. Minggu (21/8) pagi itu, petugas baru saja bangun dari tidur dan bergegas menuju ke kamar mandi. Alangkah terkejut petugas jaga itu menyaksikan terali besi lubang angin jendela kamar mandi sudah rusak dan terbuka. Melihat kondisi mengejutkan itu, petugas langsung memeriksa keadaan seluruh rumah.

Lagi-lagi petugas panik menyaksikan kamar AK Basumi ternyata sudah berantakan, lemari sudah terbuka. Petugas jaga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pegawai Kejatisu yang diketahui bermarga Sirait (23)n
Akhirnya Sirait mengoordinasikan kejadian tersebut kepada Kajatisu Basumi yang saat itu berada di Jakarta bersama istri.

Sirait kemudian membuat pengaduan ke Mapolsekta Medan Baru. Selanjutnya, petugas Identifikasi Polresta Medan segera turun dan melakukan olah TKP. Sumber di kepolisian menyebutkan, kawanan maling diduga masuk melalui ventilasi kamar mandi rumah tersebut dengan menggunakan tangga. Polisi kini sudah mengamankan tangga tersebut sebagai barang bukti.

Sumber terpercaya lain di kepolisian mengatakan, peristiwa perampokan itu telah menggemparkan institusi hukum, baik Kepolisian dan Kejaksaan. Sebab mengemuka isu, harta milik Kajatisu diperoleh dari tranksasi tak wajar. Bahkan, di kalangan kepolisian tersebar isu bahwa sebagian harta itu merupakan barang bukti titipan kasus dugaan korupsi di BNI yang saat itu sedang bergulir.

“Oleh karena itu, Pusat Pelaporan dan Analisi Transaksi Keungan (PPATK) sebagai sebuah institusi strategis, sebaiknya peduli dengan kasus seperti ini,” ujar sumber sembari tertawa.

Sementara itu, tadi malam saat mendatangi TKP, wartawan koran ini menemui tiga orang berpakaian kejaksaan berdiri di depan rumah. “Mau cari siapa bang?” ujar petugas yang kemudian diketahui bernama Sony.

Wartawan tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, dan langsung menanyakan perihal kejadian itu. Namun, pernyataan wartawan seketika itu dibantah. “Itu tidak benar, kalau ada pasti sudah banyak polisi di sini,” tuturnya.
Berdasarkan pantauan wartawan, rumah Basumi tampak lengang. Saat peristiwa terjadi, diketahui Basumi dan keluarga sedang berada di luar kota. Rumah bercat putih dan memiliki pagar setinggi tiga meter itu tampak tertutup rapat.
Sementara Kanit Reskrim Medan Baru Iptu Andi Eko membenarkan peristiwa tersebut. Namun saat ditanya lebih lanjut, ia enggan berkomentar. “Nanti saja, kami masih di luar. Kerugian pastinya kita belum tahu,” pungkasnya. (saz/ala/smg)

Kadhafi Turun, Minyak Melorot

LONDON-Sebagai negara pengekspor minyak nomor 12 di dunia, sudah pasti gonjang-ganjing di Libya berdampak terhadap harga minyak. Sempat melejit akhir April lalu hingga USD 110 per barel menyusul adanya larangan ekspor “emas hitam” itu harga minyak kini perlahan melorot seiring di ujung tanduknya kekuasaan Muammar Kadhafi n
setelah Tripoli jatuh ke tangan pemberontak kemarin (22/8).

Sebagaimana dilaporkan The Independent, harga minyak mentah brent di pasaran London turun 3 persen menjadi USD 105,5 per barel. Minyak mentah light sweet turun 1 persen di pasaran Amerika Serikat menjadi 81,48 per barel.

Menurut Andrew Lipow, analis di firma Lipow Oil Associates, penurunan itu terjadi karena muncul harapan jatuhnya Kadhafi akan membuat suplai minyak dari Libya pulih. Dengan demikian, otomatis suplai minyak dunia akan bertambah.  Sebelum konflik meledak di Libya mulai Februari lalu negeri di tepi Laut Mediterania itu menghasilkan 1,6 juta barel minyak per hari. Jumlah tersebut merupakan 2 persen di antara suplai minyak dunia. Di antara jumlah minyak yang dihasilkan itu, 85 persen diekspor ke Eropa.

Konflik bersenjata membuat produksi minyak Libya terganggu. Otomatis, suplai minyak dunia berkurang, sesuatu yang gagal di-cover sumur-sumur minyak di Eropa meski juga ada tambahan produksi dari Arab Saudi.

Tapi, Lipow juga mengingatkan, butuh waktu bagi pasar untuk bisa menghapus beban kenaikan harga yang terjadi karena konflik di Libya. “Apalagi jika kemudian nanti konflik Libya masih berlanjut,” kata Lipow seperti dikutip The Independent.

Kemungkinan perang saudara tahap kedua di Libya itu terbuka lebar karena hingga kini tak jelas siapa yang akan mengambil alih kekuasaan saat Kadhafi resmi menyerah nanti. Dewan Transisi Nasional (NTC) yang diakui lebih dari 30 negara sebagai pemerintah baru Libya yang sah tak begitu mengakar di kalangan pejuang. Belum lagi ancaman dari loyalis Kadhafi yang mungkin saat ini bertiarap tapi suatu saat bisa bangkit lagi.

Kalau kondisi Libya ‘yang selama ini taraf hidup rakyatnya termasuk tertinggi di kawasan Afrika Utara’ ternyata makin buruk sepeninggal Kadhafi, bisa jadi loyalis Kadhafi bakal mendapat dukungan dari rakyat luas.

Seperti Iraq

Moammar Kadhafi memang sudah kalah meski belum menyerah. Tetapi, apakah itu berarti Libya bakal memasuki era baru yang lebih baik? Tanda-tanda yang ada justru memperlihatkan sebaliknya: Negeri kaya minyak itu berada di ambang perpecahan dan pertumpahan darah.

Tanda-tanda tersebut terlihat dari “pembangkangan” pasukan pemberontak yang bergerak di lapangan terhadap kepemimpinan Dewan Transisi Nasional (NTC). NTC adalah organisasi yang memayungi kubu anti-Kadhafi dan telah diakui lebih dari 30 negara sebagai pemerintah Libya yang sah.

Kepada The Independent kemarin, pasukan pemberontak yang menjaga Misrata, kota di sebelah timur Tripoli, misalnya, jelas-jelas menyatakan tak akan mematuhi perintah NTC. Contoh lain yang lebih gamblang tersaji pada 28 Juli lalu.

Abdul Fattah Younes, komandan pasukan pemberontak, tewas secara mengenaskan setelah dibujuk untuk meninggalkan garis depan pertempuran. Sampai sekarang belum jelas pembunuhnya, tetapi bisa dipastikan berasal dari kalangan pemberontak sendiri.

Kematian mantan orang dekat Kadhafi yang membelot Februari lalu itu saja bisa memicu friksi berkepanjangan. Sebab, kalangan internal pemberontak sudah pasti saling tuding. Belum lagi ancaman pembalasan dari suku asal Younes, Obeidi, yang hingga kini menuntut penjelasan atas kematian tokoh kebanggaan mereka itu.

Nah, kalau terhadap komandan sendiri para pemberontak tega membunuh, bagaimana nasib para pejabat dan rakyat biasa yang selama ini loyal kepada Kadhafi” Tak ada yang bisa menjamin bahwa tak akan ada pembantaian terhadap mereka.

Karena itu, satu per satu pejabat Kadhafi melarikan diri begitu tanda-tanda kejatuhan sang kolonel terlihat. Terakhir, Menteri Perminyakan Libya Omran Abukraa membelot ke Tunisia.

“Tiap darah yang jatuh akibat pemberontak adalah tanggung jawab dunia Barat,” ujar Moussa Ibrahim, juru bicara rezim Kadhafi, seperti dikutip Associated Press.

Tetapi, pedulikah NATO, yang merupakan representasi Barat, dalam konflik Libya itu? Sepertinya tidak. Mereka hanya berkepentingan melengserkan Kadhafi, itu saja. Apalagi, mereka tak punya mandat untuk menerjunkan pasukan darat sehingga tak mungkin bisa mencegah gerak pasukan pemberontak jika mereka bermaksud melakukan “pembersihan” orang-orang Kadhafi.

Jadi, sangat mungkin Libya bakal bernasib seperti Iraq pasca-invasi pasukan multinasional pimpinan Amerika Serikat: dari mulut harimau ke mulut buaya. Saddam Hussein “yang seperti Kadhafi, juga tidak populer di mata rakyatnya saat itu” memang bisa digulingkan, bahkan dihukum gantung.

Tetapi, toh perang bermotif sektarian tetap berkecamuk di Negeri 1001 Malam itu. Bahkan dalam skala yang lebih buruk jika dibandingkan dengan bentrok antara tentara-tentara Saddam dan pasukan multinasional dulu.
Atau, bisa jadi juga Libya bernasib lebih buruk daripada itu: seperti Afghanistan. Taliban yang digulingkan oleh Aliansi Utara dengan bantuan Barat pada 2001 memang dibenci warga negeri tersebut. Namun, pasca-Taliban, Afghanistan tetap tak henti dirundung perang.

Padahal, pasca-Saddam dan Taliban itu, Iraq dan Afghanistan masih disupervisi langsung pasukan Barat yang bebas bergerak di darat dalam jumlah besar. Itu saja masih kacau. Bagaimana Libya yang hanya dibantu lewat udara?
Seperti juga Iraq dan Afghanistan dulu, tak ada kepemimpinan yang jelas dan kuat di kalangan pemberontak Libya. Jadi, tiap-tiap pihak merasa berjasa.

Apalagi, secara militer, kemenangan mereka sebenarnya bisa dibilang separo lebih karena faktor NATO. Maret lalu, andai pesawat-pesawat NATO tak menghancurkan gerakan pasukan Kadhafi yang menuju markas Benghazi, pemberontak bakal habis. (c5/c11/ttg/jpnn)

Interpelasi Kandas

MEDAN-Hak interpelasi 16 Anggota DPRD Sumut akhirnya kandas di Aula Gedung Utama DPRD Sumut, pada Senin (22/8). Setelah lima jam 30 menit (pukul 10.00 WIB hingga 15.30 WIB) digelarnya rapat Paripurna DPRD Sumut tentang hak interpelasi.

Hak interpelasi ini diajukan karena kebijakan Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho tentang pelantikan 110 pejabat eselon III dan menonjobkan 26 pejabat eselon III di jajaran Pemprovsu. Kebijakan ini di anggap cacat hukum dan menyalahi aturan serta perundang-undangan karena tak berkoordinasi dengan Mendagri.

Parahnya lagi, sejumlah anggota DPRD Sumut yang tak setuju digelarnya interpelasi diduga menerima suap Rp50 juta hingga Rp70 juta. Hal tersebut dibenarkan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Budiman Nadapdap. “Saya memang mendengar ada kabar dan hal seperti itu, namun kepastiannya belum jelas. Dan perlu ditegaskan, PDI Perjuangan dari awal sudah konsisten melanjutkan hak interpelasi. Jadi kami sama sekali tak ada menerima ‘deal-deal’ seperti itu,” terangnya.

Sejak rapat dimulai, dari pantauan wartawan rapat terkesan asal-asalan dan kekanak-kanakan. Sejumlah peserta rapat juga menegaskan hal tersebut. Sangking tak kondusifnya rapat tersebut Politisi Partai Demokrat Layari Sinukaban sempat menginterupsi dan nyeletuk mengatakan, rapat tersebut rapat ‘abal-abal.’

Dalam rapat, sejumlah anggota DPRD berkomentar hal-hal tak penting, berteriak-teriak sesukanya, tertawa terbahak-bahak dengan suara keras. Banyak anggota dewan yang hampir tak bisa menahan emosinya untuk marah-marah.

Fraksi Partai Demokrat Hasbullah Hadi yang juga Ketua Komisi A DPRD Sumut sempat mengusulkan agar rapat yang dipimpin Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun tersebut ditunda. Ia berpendapat, rapat itu tak dapat dilanjutkan karena tak melampirkan risalah yang dirangkum Bamus DPRD Sumut usulan 16 anggota yang mengusulkan hak interpelasi.

“Menurut tatib kita seharusnya sudah mendapatkan risalah Jumat (19 Agustus) lalu. Namun, kita baru menerima hari ini. Kita juga belum mendapatkan SK pengangkatan dan penonjoban sejumlah pejabat eselon III. Kita butuh berkas tersebut untuk kemudian dipelajari. Maka itu kita ingin memperlajari dulu risalah ini, dan rapat ini harus ditunda,” katanya.

Namun penundaan itu bukan bertujuan untuk menolak usulan interpelasi, melainkan agar ada kesempatan mempelajari risalah pengusulannya.

Sementara itu, Saleh yang juga politisi dari Partai Demokrat mempertanyakan dasar pendapat yang disampaikan Hasbullah, apakah pendapat pribadi atau kesepakatan fraksi. “Ini merupakan pendapat Fraksi Partai Demokrat,” katanya.

Tapi pernyataan tersebut dibantah keras Politisi PDI Perjuangan Analisman Zalukhu. Menurutnya, Fraksi PDI Perjuangan sudah mewacanakan rapat tersebut di tingkat fraksi. Pihaknya juga telah menggelar musyawarah. “Jadi tak ada alasan bagi PDI Perjuangan untuk melanjutkan rapat ini,” tegasnya.

Begitulah yang terjadi sepanjang rapat, bila seorang Anggota DPRD Sumut menyatakan argumennya maka akan dibantah anggota dewan lain. Seperti Ketua Fraksi PDI Perjuangan Budiman Nadapdap yang mendesak interpelasi segera dilakukan. Kemudian kembali dibantah anggota Fraksi Demokrat Marahalim Harahap. Selanjutnya Rizal Sirait dari Fraksi PPP juga menyatakan interplasi telah dibahas dalam Bamus sehingga harus digelar.

Sedangkan Ketua Fraksi PKS Hidayatullah mengungkapkan biasanya ada waktu bagi fraksi-fraksi untuk mempelajari dokumen. “Namun PKS  juga belum menerima materi itu, jadi kita minta rapat ini diskor dulu,” katanya.
Karenanya, untuk mencari kesepakatan, Saleh menskor rapat selama 20 menit untuk rapat pimpinan fraksi. Setelah rapat pimpinan fraksi dilanjutkan, akhirnya didapat delapan dari sepuluh fraksi di DPRD Sumut menyetujui untuk mengajukan hak interpelasi.

Adapun kedelapan fraksi yang menyetujui interpelasi tersebut yakni Fraksi Partai Golkar, PDI Perjuangan, Hanura, Gerindra Bintang Reformasi, PPP, PAN, PDS, dan PPRN. Dan fraksi yang menolak dilanjutkannya interpelasi yakni Fraksi PKS karena dinilai tak memiliki klausul dan alasan yang kuat. Sedangkan Partai Demokrat mengusulkan agar interpelasi itu ditunda.

Sebelum penyampaian pandangan fraksi, dibacakan beberapa alasan usulan interpelasi yang digagas 16 Anggota DPRD Sumut dari berbagai fraksi.

Alasan pertama yakni pemutasian 110 pejabat eselon III pada 10 Juni 2011 yang sebagian merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) dan kuasa pengguna anggaran (KPA) sejumlah proyek di lingkungan Pemprovsu. Hal ini dinilai menyebabkan berbagai program yang telah dicanangkan berpotensi mengalami kegagalan dan menurunkan daya serap anggaran.

Kekhawatiran itu terbukti dari serapan anggaran yang hanya mencapai 23 persen hingga Juni 2011.
Kebijakan mutasi itu juga dinilai melanggar PP 13/2002 tentang Syarat Pengangkatan Jabatan Struktural PNS karena banyak yang tidak memenuhi syarat berprestasi selama dua tahun dan memiliki kompetensi jabatan.

Tim pengusul mencontohkan adanya eselon tiga berpendidikan dokter hewan yang justru dimutasi di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Baperasda) Sumut. Demikian juga dengan pengusulan calon Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut yang telah menjalan proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and profer test) di Kementerian Dalam Negeri. Tim pengusul mempertanyakan kebijakan Gatot Pujo Nugroho yang kembali mengusulkan tiga nama baru sebagai Sekdaprov Sumut.

Rapat kembali diskor untuk istirahat dan salat pada pukul 12.00 WIB hingga 14.00 WIB. Karena kesepakatan tak ditemukan apakah interpelasi ini dilanjutkan atau tidak, pimpinan rapat mengalihkan rapat tersebut kepada sistem voting.

Adapun hasil voting tersebut dari Fraksi PAN tujuh orang setuju untuk dilanjutkan interpelasi, PDI Perjuangan 11 orang, Gerindra dua orang, Hanura lima orang, PPP enam orang, PPRN tiga orang dan PDS tiga orang. Sedangkan yang menolak interpelasi dilanjutkan yakni Fraksi Gerindra satu orang, PPRN empat orang, PKS 11 orang dan Demokrat 26 orang.

Sedangkan seluruh anggota Fraksi Golkar abstein karena diketahui ada beberapa dari 16 Anggota DPRD Sumut yang mengajukan hak interpelasi yang ternyata akhirnya menolak interpelasi saat dilakukan voting.

Dari hasil ini, yang menolak interpelasi berjumlah 42 orang dan yang menyetujui dilakukannya interpelasi berjumlah 38 orang. Dengan hasil tersebut, Saleh yang merupakan pimpinan rapat menutup rapat dan menyatakan hasil tersebut sah dan artinya interpelasi yang diharapkan 16 Anggota DPRD Sumut tersebut kandas.

Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga menjelaskan, hasil rapat sah. Sedangkan saat ditanyakan kenapa ada beberapa pengusul interpelasi yang akhirnya menolak kembali diajukan interpelasi, ia mengatakan hal tersebut merupakan hak dari setiap anggota.

Namun, saat dikonfirmasi apakah ada deal-deal politik yang melatar belakangi hal tersebut terjadi, ia menjawab tak ada hal tersebut dan ia tak mengetahuinya.

Budiman Nadapdap saat ditanyakan tanggapan terhadap hasil rapat mengatakan, kenapa hak Anggota DPRD Sumut bertanya kepada kepala daerah harus dihalang-halangi? “Mungkin ini karena ketakutan dan kebodohan. Dan sebagian Anggota DPRD Sumut memang sepertinya tak paham dan terlalu picik berpikir. Atas hal ini kita PDI Perjuangan akan memperjuangkan ini ke sistem yang lebih tinggi yakni akan menggunakan hak angket. Karena kita menganggap kelakukan Plt Gubsu memang sudah meresahkan masyarakat banyak di Sumut dan menelantarkan mereka karena tak dipenuhi peyanan publik,” tegasnya.

Lebih lanjut Budiman mengatakan, hal ini terbukti dari hingga saat ini Plt Gubsu belum juga menandatangani dana Bansos yang diperlukan masayrakat banyak. “Kenapa usulan-usulan PKS saja yang diterima,” ujarnya lagi.
Ditemui usai rapat, Politisi Partai Demokrat Jhon Hugo menerangkan, tentang empat orang anggota fraksinya yang awalnya mengajukan hak interpelasi dan kemudian kembali menolak. “Partai Demokrat itu dinamis, jadi kita tak membatasi hak-hak anggota,” katanya.

Namun, saat ditanyakan apakah hal tersebut terkait deal-deal politik, ia menegaskan kalau hal tersebut tak akan terjadi di tubuh Partai Demokrat.

Di kesempatan berbeda, Politisi PKS Amsal mengatakan, mengenai adanya surat teguran dari Mendagri hal tersebut telah dilakukan tindak lanjut. “Kita mengetahui tentang masalah ini dan kita juga mengtahui Plt Gubsu sudah melakukan koordinasi dengan mendatangi Mendagri ke Jakarta,” jelasnya.

Permasalahanya adalah tidak adanya izin tertulis dari Mendagri dalam pemutasian sejumlah pejabat tersebut. “Nah, kita ketahui Plt Gubsu baru-baru ini sudah mendatangi Mendagri untuk menyelesaikan masalah ini. Tapi untuk menanggapinya di daerah saya kira tak perlu hingga melakukan interpelasi,” kata Amsal.

Menurut Amsal, banyak permasalahan di Sumut, namun penyelesaiannya tak harus menggunakan interpelasi. “Di Sumut baru ini kita mengajukan hak interpelasi. Padahal masih banyak wadah yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah,” tuturnya.

Adapun ke-16 anggota DPRD Sumut yang mengusulkan hak interpelasi yakni Yan Syahrin, Ferry Kaban dan Abu Bokar Tambak (Fraksi Gerindra Bintang Reformasi), Marasal Hutasoit (Fraksi PDS), Sopar Siburian, Ramli, Tahan Panggabean dan Ahmad K Hasibuan (Fraksi Partai Demokrat). Oloan Sitompul, Sony Firdaus dan Roslynda Marpaung (Fraksi PPRN), Janter Sirait dan Mulkan Ritonga (Fraksi Golkar), Aduhot Simamora (Fraksi Hanura), Irwansyah Damanik (Fraksi Damanik) dan Alamsyah Hamdani (Fraksi PDI Perjuangan). (saz)

Selama Puasa, Penyakit pun Lenyap

Sahur Bersama Ketua DPRD Sergai, H Azmi Y Sitorus SH

Menjalankan ibadah puasa ternyata membantu proses penyembuhan berbagai penyakit. Itukah yang dirasakan dan dialami Ketua DPRD Sergai, H Azmi Y Sitorus SH selama berpuasa.

Lima menit menunggu H Azmi Y Sitorus SH di rumahnya di Jalan Akasia, No 11 Desa Jampul, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Ketua DPRD Sergai keluar dan menyapa Tim Sahur Sumut Pos. Dengan mengenakan baju koko warna putih dan kain sarung kotak kotak coklat ia mengajak masuk ke rumah, saling Tanya kabar hingga bertukarpikiran.

Perbincangan dalam suasana akrab dan santai berlanjut di meja makan. Ia menceriterakan masa remajanya yang cukup sederhana dan mulai berumahtangga hingga sekarang menjadi wakil rakyat.

Sebagai Ketua DPRD Sergai dan juga Ketua Partai Demokrat Kabupaten Serdag Bedagai, Azmi mengaku waktunya sangat tersita oleh aktivitas jabatannya tersebut. Kendati demikian ia tetap istiqomah dan semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt agar diberi petunjuk dan kekuatan sebagai hamba. “Saya semakin sering salat tahajud, terlebih di bulan Ramadan ini,” bilangnya.

Selama ia menjalankan ibadah puasa, penyakit asam urat dan kolesterol hilang sehingga praktis tidak pernah mengkonsumsi obat. Kondisi itu jelas menunjang kegiatan dan aktivitas yang cukup banyak di DPRD, begitu juga dengan kegiatan partai. “Jika tidak ada halangan, kita akan menggelar acara buka puasa bersama dengan pengurus partai kecamatan dan ranting sekaligus memberikan bingkisan kepada anak yatim dan kaum du’afa,” jelasnya.
Bercerita soal menu, ternyata Azmi Y Sitorus tidak banyak berpantang. Makanan favoritnya gulai kepiting dan udang dicampur kentang. Pagi itu, turut pula disajikan sambal udang, daun ubi tumbuk, serta telur dadar. Meja makan yang agak kecil terlihat penuh sesak.

Dengan cekatan, Susi Harianti SE isteri beliau menyusun hidangan, dan memanggil putri sulungnya, Sarah Aqilda Azmi (12) duduk di kelas 1 SMP, dan putranya Muhammad Rico Alfawaz Azmi (10) duduk di kelas 5 SD untuk makan sahur.  Kedua remaja itu-pun mengaku belum pernah meninggalkan puasanya, karena merasa sudah terbiasa. Sedangkan si bungsu Sefina Asila Azmi (3) masih tertidur di kamar dengan nyenyak.

Lepas makan sahur, perbincangan masih dilanjutkan hingga waktu imsyak  tiba.
Azmi Y Sitorus pun berpesan untuk selalu meningkatkan ukhuwah Islamiyah, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta menjaga hubungan sehingga mampu menjaga suasana yang kondusif khususnya di tanah bertuah negeri beradat. Kemudian saat azan subuh tiba, tim sahur Sumut Pos pamit kepada tuan rumah yang mengantarkan hingga ke depan pintu. (mag-15)