Home Blog Page 14769

Badai Nesat Datang, 100 Ribu Warga Mengungsi

ALBAY- Sebanyak 100 ribu warga provinsi Albay, Filipina, dievakuasi untuk mengantisipasi datangnya topan Nesat. Topan itu merupakan penyebab banjir besar dan mati listrik yang menyebabkan kegiatan sehari-hari di Filipina terganggu.

Menurut stasiun berita BBC, Selasa (27/9), topan Nesat menyebabkan Bursa Efek Filipina dan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) dan pusat kegiatan lain di Ibukota Manila menjadi lumpuh.
Sedikitnya empat orang tewas dan dua lagi dinyatakan hilang akibat topan, dan angka ini diperkirakan akan terus bertambah.

Topan Nesat menyebabkan longsor pada Selasa dini hari di provinsi Isabel dan Aurora, yang terletak di pantai Pasifik. Dengan kecepatan yang kini mencapai 170 kilometer per jam, Nesat diperkirakan akan terus menghembus seluruh Filipina sebelum akhirnya bergerak menuju Laut Cina Selatan pada Kamis mendatang.

Di Manila, kantor pemerintah, sekolah, dan kampus ditutup, lalu para penduduk diimbau untuk tidak ke luar rumah. Banyak jalan tergenang air dan penerbangan banyak yang dibatalkan sebagai efek lain dari Nesat.
Sementara itu, pihak berwenang memperingatkan penduduk yang tinggal di dataran rendah untuk berhati-hati lantaran daerah tersebut rentan terhadap ancaman banjir dan longsor.

Sebelumnya, telah ada laporan mengenai peristiwa longsor di Manila dan pulau Luzon pusat. Ancaman lainnya, berada di wilayah pantai. Para meteorolog memperkirakan ombak setinggi empat meter akan menghantam daerah pantai.
“Kerusakan diperkirakan akan semakin parah. Sekarang saja sudah terjadi mati listrik, sehingga merusak hasil pertanian kami. Banyak juga jembatan yang digenangi banjir,” keluh Richard Gordon dari Palang Merah Filipina.

Filipina termasuk negara yang dilewati angin topan, namun topan Nesat diperkirakan akan menjadi topan terbesar untuk tahun ini. Nesat datang dua tahun setelah topan Ketsana, yang menewaskan lebih dari 400 jiwa. (net/jpnn)

Tabrakan Lagi, Cina Gagal Atur Sinyal

Insiden KA Bawah Tanah 260 Orang Terluka

SHANGHAI – Kecelakaan kereta api (KA) kembali mengguncang Cina, Selasa (27/9), dua kereta bawah tanah (subway atau metro) bertabrakan di satu stasiun dekat Taman Yu Yuan, pusat Kota Shanghai. Bagian depan satu KA menghantam bagian belakang KA lainnya. Meski tak ada korban jiwa dalam insiden itu, sekitar 260 penumpang terluka. Shanghai Metro Company menyalahkan kekacauan sinyal sebagai penyebab kecelakaan.

Kecelakaan yang hanya berselang sekitar dua bulan dari insiden serupa pada Juli lalu itu membuat warga Cina khawatir. Di tengah upaya gencar pemerin tah Cina untuk memopulerkan KA seba gai sarana transportasi publik yang a man, serangkaian kecelakaan kereta justru terjadi. Pada Juli lalu, kecelakaan kereta cepat merenggut nyawa 40 orang.
‘’Kecelakaan seperti itu seharusnya tak perlu terjadi,’’ komentar Wen Pei, seorang penumpang yang terluka di bagian bahu dalam musibah kemarin.

Bersama sekitar 50 penumpang lain, dia kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Rujin. Beruntung, para penumpang hanya mengalami luka ringan. Jubir rumah sakit melaporkan bahwa tak ada korban yang menderita luka serius.
Shanghai Metro Company menyatakan dua kereta yang bertabrakan itu mengangkut sekitar 500 penumpang. Seluruh penumpang dinyatakan sudah berhasil dievakuasi. Saat kecelakaan terjadi, stasiun televisi pemerintah sempat menayangkan gambar para penumpang yang tergencet kursi dan gerbong. Beberapa penumpang terlihat bersimbah darah dan tersungkur di lantai.

Menurut Wen, sebelum terjadi kecelakaan, kereta yang dia tumpangi berjalan dengan kecepatan penuh. ‘’Kereta melaju kencang ketika tiba-tiba masinis menarik rem. Saya pun kehilangan keseimbangan dan langsung terlempar dari kursi. Kepala saya membentur tiang di dalam gerbong sampai berdarah,’’ ungkapnya.

Kepada media, Shanghai Metro Company mengklaim kekacauan sinyal sebagai pemicu kecelakaan. Menurut jubir perusahaan tersebut, pusat kendali bahkan sempat memandu masinis dua KA bawah tanah itu via telepon.

‘’Sampai kini, kami terus melakukan penyelidikan. Kuat dugaan bahwa kecelakaan terjadi akibat kerusakan peranti pendukung sistem kereta api,’’ ujarnya. ‘’Sebanyak 260 korban luka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan,’’ lanjut jubir yang tak disebutkan namanya itu.

Kemarin, puluhan mobil polisi dan ambulans memadati jalanan di sekitar Stasiun Old West Gate atau Laoximen. Karena itu, pemerintah setempat terpaksa menutup akses jalan di sekitar persimpangan jalan paling ramai di kota terbesar Tiongkok tersebut. Evakuasi penumpang yang duduk di gerbong paling belakang kereta pertama sempat terhambat. Sebab, bagian tersebut lah yang ditabrak kepala kereta kedua.

Pemerintah langsung membentuk tim investigasi khusus. Selain beranggotakan penyidik dari kepolisian, tim tersebut juga terdiri atas beberapa ahli perkeretaapian. Meski sudah berusaha merespons kecelakaan tersebut dengan cepat, pemerintah Sina tetap menuai kritik dari masyarakat. (afp/ap/rtr/hep/dwi/jpnn)

300 Ribu Ton Beras Thailand Batal Masuk Indonesia

BANGKOK- Pemerintah Thailand membatalkan penjualan 300 ribu ton beras ke Indonesia. Pembatalan akan menambah kontroversi seputar kebijakan beras di Thailand.

Badan Usaha Logistik Thailand meneken nota kesepahaman terkait beras di pertengahan Agustus. Kesepakatan itu efektif bila Menteri menandatangani kesepakatan. “Tapi saya tak menandatangani,” kata Menteri Perdagangan Thailand Na Ranong Kittirat di Bangkok, Selasa (27/9).

Dia menyebut, harga sudah disepakatai dalam nota kesepahaman itu tak sesuai dengan harga keinginan pemerintah menjamin kesejahteraan petani lokal. “Jadi kesepakatan  tak bakal terjadi. Kami berharap Indonesia mengerti,” ujarnya.
Direktur Utama Perum Bulog, Sutarto Alimoeso mengatakan tak mengetahui kesepakatan telah dibatalkan. Sebab, belum ada informasi resmi dari Thailand. Pemerintah Indonesia telah mengirim surat ke Pemerintah Thailand untuk meminta informasi tentang kemajuan kontrak.

Pedagang yang dekat dengan kesepakatan ekspor mengatakan Agustus lalu beras Thailand dengan tingkat patahan 15 persen kelas dijual dengan 550 US dolar per ton, termasuk biaya operasional dan biaya pengiriman hingga ke tempat. Perdana Menteri Yingluck Shinawatra membuat prioritas meningkatkan standar hidup. Pemerintah Thailand berjanji membeli beras petani 15.000 baht atau 481 US dolar per ton untuk komoditas padi di Oktober mendatang. Ini lebih tinggi di harga pasar 8.000 baht selama Agustus.(net/jpnn)

Indonesia Ajukan PBB Direformasi

NEW YORK- Indonesia berharap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang kini beranggotakan 193 negara segera melakukan reformasi. Hal itu dilakukan untuk lebih memperkuat peran sentralnya dalam mendorong kerjasama negara di dunia.

“Untuk mengatasi tantangan baru dan yang akan muncul serta mengetahui kesempatan baru, reformasi PBB merupakan kunci,” kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa ketika menyampaikan pernyataan Indonesia di Sidang ke 66 Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB, New York, Senin (26/9).

Reformasi PBB diperlukan, terang Marty, merupakan satu jalan membuat PBB tetap relevan dan memastikan kerjasama dunia menghadapi tantangan global.

Sekarang ini, sebutnya dunia terus dihadapkan berbagai tantangan rumit, mulai ancaman senjata nuklir, terorisme dan krisis keuangan hingga kemiskinan dan kelaparan sangat parah. Melalui reformasi PBB,  Marty memapaparkan, harus dipastikan PBB dan proses di badan dunia dalam pengambilan keputusan lebih efektif dan melibatkan semua pihak. (net/jpnn)

2 Pesawat Nyaris Tabrakan

HONGKONG- Dua pesawat komersil tujuan Hong Kong nyaris bertabrakan di udara. Kecelakaan fatal bisa akhirnya bias dihindari setelah pilot kedua pesawat cepat bereaksi setelah mendengar sinyal peringatan tabrakan saat di atas Hong Kong.

Insiden itu melibatkan pesawat Boeing 777 milik maskapai Cathay Pacific yang tiba dari New York, Amerika Serikat (AS) dan pesawat Airbus A330 milik maskapai Dragonair yang bertolak dari Taiwan. Kedua pesawat itu berselisih akibat diberitahu untuk menunda pendaratan karena cuaca buruk pada 18 September lalu. Tapi, keduanya nyasar ke jalur masing-masing pesawat.

Menurut otoritas setempat, jarak kedua pesawat itu sekitar 2 ribu meter di ketinggian yang sama sebelah barat daya bandara Hong Kong ketika sistem peringatan tabrakan berbunyi.

Pilot Dragonair membawa 284 penumpang dan 12 kru melesat cepat ke atas. Sementara pilot pesawat Cathay mengangkut 299 penumpang dan 18 kru, dengan cepat menurunkan ketinggian pesawat. Mantan kepala aviasi sipil Hong Kong, Albert Lam mengatakan, kedua pesawat bisa mengalami tabrakan dalam waktu enam detik berdasarkan jarak dan kecepatan normal pesawat. Kedua pesawat akhirnya mendarat dengan selamat tanpa insiden. “Kemungkinan kecelakaan benar-benar tinggi. Para penumpang benar-benar kembali dari neraka,” kata Lam kepada surat kabar The Standard seperti dilansir AFP, Selasa (27/9). (net/jpnn)

Kapal Pengangkut 218 Ton Perak Ditemukan

LONDON- Tim Eksplorasi Laut Odyssey menemukan kapal kargo SS Gairsoppa yang karam di Samudera Atlantik pada Perang Dunia II. Kapal itu mempunyai sejarah besar bagi Inggris karena mengangkut 218 ton batangan perak.
Tenggelamnya kapal tersebut pada 17 Februari 1941 akibat sebuah torpedo Jerman menenggelamkan kapal ini. Sekitar 85 anak buah kapal beserta seluruh muatan kapal ikut tenggelam. Kapal sepanjang 125 meter itu ditemukan di kedalaman 4700 meter dari permukaan laut. Kapal itu kapal terletak di perairan internasional, sekitar 482 km dari tepi pantai Irlandia.

Kini, bangkai kapal ditemukan dan siap diangkat ke daratan. Pengangkatan ini merupakan proyek besar bagi Odyssey. Pasalnya, kapal itu mengangkut tujuh juta ons (218 ton) perak saat tenggelam. Harganya, ditaksir sekitar 155 juta poundsterling atau Rp2,1 triliun.

Odyssey memenangkan tender dari pemerintah Inggris untuk pencarian dan pengangkatan kapal tersebut dari dasar laut. Berdasarkan kesepakatan, Odyssey mendapatkan 80 persen dari nilai perak yang terdapat di kapal itu. (net/jpnn)

Perampok Bank CIMB Niaga Divonis Sebelas Tahun

MEDAN- Fadli Sadama Bin Mahmudin alias Acin Zaid alias Fernando alias Buyung alias Ade dinyatakan bersalah oleh majelis hakim PN Medan, yang dipimpin Agus Rumekso SH. Dalam yang berlangsung Selasa (27/9) Fadli divonis 11 tahun penjara atas dugaan pelaku perampok Bank CIMB Niaga Medan.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim tersebut, lebih ringan 4 tahun dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurainun SH, yang sebelumnya menuntut 15 tahun penjara.

“Terdakwa Fadli Sadama Bin Mahmudin alias Acin Zaid alias Fernando alias Buyung alias Ade telah terbukti bersalah dan melanggar pasal 15 jo pasal 9 UU RI Nomor 15 tahun 2003 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2002 tentang pemberantasan tindak pidanan terorisme, dengan ancaman penjara seumur hidup,” tegas hakim.
Putusan 11 tahun penjara ini, sambung hakim berdasar fakta, bukti dan keterangan saksi sesuai BAP di persidangan.

Terungkap di persidangan saudara Fadli Sadama terbukti bersalah turut membantu dan menyuplai, memasukkan ke Indonesia senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak dan bahan-bahan lainnya yang berbahaya dengan maksud untuk perampokan Bank CIMB Niaga Medan dan tindakan pidana terorisme.

Lanjut hakim  senjata api yang dijadikan barang bukti tersebut antara lain 1 pucuk senjata api jenis pistol merek smith wetson dan 5 butir peluru jenis bm kaliber 38 special dan 1 butir peluru jenis SME kaliber 38 Special.
Sementara itu Fadli Sadama, yang mendengarkan putusan tersebut hanya tertunduk lesu. “Putusan itu saya pikir-pikir dulu, saya akan konsultasi dengan kuasa hukum saya atas putusan tersebut, saya juga akan mengajukan banding atas putusan tersebut,” beber Fadli.(rud)

Penyidik Buang Badan Ditanya Soal Berkas Kompol Elisabeth

MEDAN- Hingga kemarin (27/9) berkas penganiaya pembantu rumah tangga dengan tersangka  Kompol Elisabeth dan adiknya Ande masih belum lengkap (P19).  Kasubbid Pengelola Informasi dan Data (PID) Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, mengaku tidak tahu apa saja yang harus dilengkapi penyidik yang menangani kasus tersebut.  “P19 berkasnya, berarti masih ada yang harus dilengkapi penyidik,” terang  Nainggolan.  Menurut Nainggolan mengatakan berkas penganiayan tersebut sekitar tiga hari lalu dikembalikan pihak jaksa.

Sementara itu Kanit UPPA Reskrimum Polda Sumut Kompol Siska, yang menangani kasus tersebut, saat mau dikonfirmasi Sumut Pos  terkait dikembalikannya berkas Kompol Elisabet terkesan tertutup dan malah mengatakan, “Kok asyik kasus Kompol Elisabeth aja yang ditanya, apa nggak ada kasus-kasus lain. Tanya aja langsung ke Humas,” ujar Siska  sambil melintas di depan ruang Humas Polda Sumut. Sebelumnya berkas tersangka kasus penganiaya dua pembantu rumah tangga tersebut, telah dikirim penyidik Reskrimum Polda Sumut ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rabu (6/9) lalu.  Sekadar mengingatkan, Ngatinem (56), warga Kampung Manggelaten, Magelang, dan Ropiah (14) warga Kampung Kaleng Pandan Brebes, melaporkan tindakan penganiayaan dilakukan majikannya Kompol Elisabeth.

Kedua korban membuat laporan di Mapolda Sumut, Jumat (16/6) didampingi Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia Keadilan (LBH APIK) Medan.(mag-5)

HUT Anak, Sediakan 100 Gram Emas

Trimedya Pandjaitan

Rezeki tidak stabil. Diktum inilah yang membuat politikus PDI Perjuangan Trimedya Pandjaitan membuat tradisi di internal keluarganya dengan memberi kado setiap ulang tahun anaknya 100 gram emas.
Tradisi khas yang dilakukan Trimedya Pandjaitan ini dilakukan sejak 11 tahun lalu atau tepatnya saat ulang tahun anak pertamanya. Saat ulang tahun pertama anak pertamanya Trimedya membelikan anaknya 100 gram emas.  “Dulu saya beli 100 gram dengan harga Rp8,5 juta. Nah, Mei kemarin dicek harga 100 gram sebesar Rp43 juta,” ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Senin (26/9).

Mantan Ketua Komisi Hukum DPRRI ini kini memiliki tiga orang anak. Anak yang pertama berusia 11 tahun. Anak kedua kini berusia sembilan tahun, dan anak terakhir berusia delapan tahun. “Semua anak, saya kasih kado setiap ulang tahunnya 100 gram emas,” tambahnya. Tradisi unik ini, kata Trimedya, terinsipirasi oleh kliennya saat dirinya masih aktif sebagai pengacara.

Klien Trimedya itu mentradisikan memberikan kado ulang tahun anaknya dengan memberikan emas. “Waktu itu saya tanya, berapa biaya keluar negeri empat anaknya setiap liburan? dia bilang tidak pakai biaya. Ya karena punya emas,” papar Trimedya.

Ia mengaku, tradisi memberikan kado emas setiap ulang tahun sebagai cara untuk mempersiapkan masa pendidikan anak-anaknya kelak di tingkat Universitas. Meski demikian, ia tetap mengikutkan anak-anaknya dalam layanan jasa asuransi pendidikan. “Asuransi pendidikan tetap. Kan harus berlapis pengamanannya,” tegasnya.

Namun ketika ditanya apakah secara pribadi juga mengkoleksi emas? Buru-buru Ketua DPPPDI Perjuangan ini menampiknya. “Saya tidak punya. Kalau sudah punya anak, anak yang dipikirkan, bukan pribadi kita,” sanggahnya.
Jika dihitung tiga anak Trimedya Pandjaitan saat ini yang berusia 11 tahun, 9 tahun dan 8 tahun yang setiap ulang tahunnya mendapat 100 gram emas maka total yang dimiliki ketiga anak Trimedya sebanyak 2800 gram emas. Investasi yang luar biasa jika dilihat dengan harga emas saat ini. “Kata orang, harga emas dan tanah tidak pernah turun,” tandas pria berkalung emas ini.(net/jpnn)

Seret Eselon I Kemenkeu

Dugaan Suap di Kemenakertrans

JAKARTA- Tersangka kasus suap dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah Transmigrasi (PPIDT), I Nyoman Suisnaya, menyeret pejabat eselon I di Kementrian Keuangan. Nyoman yang tercatat sebagai Sesditjen Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (P2KT) Kemenakertrans itu menyebut Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Marwanto Hardjowiyono ikut dalam pembahasan dana PPIDT Rp 500 miliar.

Advokat Bachtiar Sitanggang yang menjadi penasehat hukum bagi Nyoman, menyatakan bahwa Marwanto terlibat aktif dalam pembahasan dana PPIDT itu. “Dirjen Perimbangan Kemenkeu lah yang aktif membahas APBN sebelum itu diteken Menkeu (Menteri Keuangan),” ujar Bachtiar usai mendampingi Nyoman di gedung KPK, Selasa (27/9) sore.
Bachtiar menambahkan, pada pemeriksan tersebut kliennya memang dicecar soal keterlibatan pihak lain dalam pembahasan dana PPIDT. Hanya saja Nyoman yang ditanya wartawan soal itu memilih bungkam.

Berdasaran catatan yang dikantongi kubu Nyoman, Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu pada tanggal 21 Juli 2011pernah menggelar rapat koordinasi dengan Kemenakertrans. Agenda rapat itu  membahas pengalokasian dana PPIDT 2011.

Pertemuan itu sepakat menetapkan pagu Infrastruktur Kawasan Transmigrasi Tahun Anggaran 2011 melalui APBN-P sebesar Rp 500 miliar yang akan dialokasikan ke 13 provini dan 19 kabupaten/kota. Selain itu, Ditjen Perimbangan Kuangan Kemenkeu juga menyebar undangan tertanggal 15 Agustus 2011 perihal sosialisasi dana PPIDT yang digelar di Hotel Redtop Jakarta Pusat pada 13 September 2011.

Kemarin KPK juga memeriksa anak buah Nyoman, Dadong Irbarelawan. Namun Kepala Bagian Program Evaluasi dan Pelaporan P2KT Kemenakertrans itu mengaku tak tahu tentang peran Kementrian Keuangan dalam kasus itu. “Saya tidak tahu, tanyakan ke Sesditjen (Nyoman) saja,” kata Dadong usai menjalani pemeriksaan di KPK.

Lantas bagaimana dengan peran pegawai Kemenkeu bernama Sindu Malik yang diduga ikut terlibat dalam kasus suap itu” Dadong mengakui, penyidik memang menanyakan keterlibatan Sindu. Dadong pun mengaku mengenal Sindu sebagai pensiunan di Departemen Keuangan. Namun Dadong mengaku tak paham jika akhirnya Sindu ikut terbelit persoalan itu. “Yang saya tahu dia pensiunan PNS Depkeu,” tandasnya.

Masih terkait kasus yang sama, mantan staf asistensi Menakertrans Muhaimin Iskandar, Ali Mudhori, menyebut Wakil Ketua Banggar Tamsil Linrung berperan besar dalam memberikan persetujuan jumlah dan alokasi dana PPIDT. “Yang saya tahu ini semua adalah perjuangan Pak Tamsil, yang saya tahu itu saja,” ujar Ali usai menjalani pemeriksaan lanjutan di KPK, kemarin.

Namun Ali tak merinci lebih lanjut tentang peran Tamsil Linrung. Ali hanya menegaskan bahwa mantan bendahara PAN yang menjadi politisi PKS itu berjasa besar meloloskan dana PPIDT. “Beliau (Tamsil) pahlawan lah dalam hal ini. Kalau tanpa beliau, susah untuk bisa gol,” sebut Ali.

Seperti diketahui, dalam kasus itu muncul beberapa nama yang diduga sebagai perantara untuk meloloskan anggaran. Nama-nama yang disebut sebagai anggota Tim Eksternal itu berasal dari pihak luar Badan Anggaran maupun Kemenakertrans antara lain Ali Muhdori, Muhammad Fauzi, Sindu Malik Pribadi dan Iskandar Pasojo alias Acos. Dari pengakuan tersangka suap, Dharnawati, Tim Eksternal tersebut diduga telah meminta fee sekitar 5-10 persen dari nilai proyek PPIDT yang akan disetorkan ke berbagai pihak termasuk Banggar DPR. Sementara KPK hari ini kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap pimpinan Banggar.(ara/jpnn)