27 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 1479

Belum Sempat Diperiksa, Robot Akhirnya Tewas

Korban saat ditemukan kritis di Jalan Soekarno-Hatta Km 18, Binjai Timur.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Suhendri alias Hendri alias Robot (44) warga Jalan dr Wahidin Nomor 42, Lingkungan VI, Kelurahan Sumbermulyo Rejo, Binjai Timur, akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai, Rabu (24/5/2023) petang. Kanit Reskrim Polsek Binjai Timur, Iptu J Sitanggang membenarkan kabar tersebut.

“Ya, jam 15.30 WIB meninggal dunia,” kata Sitanggang.

Menurut dia, penyidik belum sempat mengambil keterangan terhadap korban. Artinya, korban yang mendapat perawatan medis di rumah sakit milik Pemerintah Kota Binjai ini, belum sadarkan diri usai mendapat penganiayaan berat.

“Korban belum sadar, jadi belum dapat ditanya,” tukasnya.

Alhasil, penyidik hanya bermodal petunjuk dari CCTV untuk mengungkap kasus tersebut. Sebab, korban yang diharap untuk digali keterangannya, dinyatakan meninggal dunia.

Sebelumnya, korban merupakan mantan narapidana yang baru saja menghirup udara segar dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai, Sabtu (20/5/2023). Peristiwa berdarah ini bermula dari korban disebut mengejar terduga pelaku yang berlari masuk ke dalam Warung Bakso Mas Yono.

Namun nahas bagi korban. Pelaku yang melihat sebilah kapak di dalam warung bakso, kemudian mengambilnya.

Kondisi pun menjadi berbalik arah. Korban yang dikejar dengan sebilah kapak, berlari hingga ke Jalan Soekarno-Hatta, Binjai Timur.

Tepat di depan Masjid Taqwa, korban kemudian dibacok di bagian belakang kepala hingga akhirnya roboh. Setelah terduga pelaku membacok korban hingga roboh dengan posisi telungkup bersimbah darah, kapak yang dijadikan alat olehnya dilemparkan ke arah depan Warung Bakso Mas Yono.

Sementara terduga pelaku melarikan diri ke arah perempatan lampu merah Km 19. Oleh warga yang melihat korban bersimbah darah melaporkan peristiwa ini ke Polsek Binjai Timur.

“Dari rekaman CCTV yang didapat, terduga pelaku hanya seorang,” ujar Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP M Rian Permana, Rabu (24/5/2023).

Diduga ada unsur dendam antara korban dengan terduga pelaku. Namun demikian, polisi belum menyimpulkan hal tersebut.

Korban hingga kini masih dirawat di RSUD Djoelham Binjai. Sejauh ini belum sadarkan diri dengan kondisi 5 luka bacok di bagian kepala belakang.

Diketahui, seorang pria ditemukan dengan kondisi kritis bersimbah darah mengenakan kaus warna hitam di Jalan Soekarno-Hatta Km 18,5, Binjai Timur, Rabu (24/5/2023) pukul 01.00 WIB. Peristiwa berdarah ini menghebohkan masyarakat sekitar.

Bahkan, pengendara yang melintas di lokasi kejadian, menghentikan laju kendaraannya karena melihat gumpalan darah segar yang terus mengalir dari kepala korban. (ted/tri)

Junimart Girsang Bantu Warga Korban Kebakaran di Dairi

Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI, DR Junimart Girsang melalui tim relawan menyerahkan bantuan kepada warga korban kebakaran di 2 Desa di Kabupaten Dairi, Rabu (24/5/2023).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI, DR Junimart Girsang, menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Sukandebi, Kecamatan Tigalingga dan Desa Lae Hole Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi, Selasa (24/5/2023).

Bantuan berupa bahan bangunan seperti seng dan bahan pangan disalurkan melalui tim relawan diantaranya Azbie Girsang, Parman Soetardi Siburian, David Malau, Wesly Solin.

Parman mengatakan, Junimart segera merespons untuk berkontribusi begitu menerima info dari tim kerja.

“Sebagai putra daerah, Junimart memiliki kepekaan tinggi terhadap berbagai peristiwa di kampung halaman. Kepedulian telah diwujudkan di tengah masyarakat.Mohon tidak dilihat dari nilainya, tetapi ketulusan jauh lebih tinggi. Otik alai tonggi”, kata Parman.

Khusus warga sekitar lokasi kejadian di Sukandebi, tambah Parman, Junimart mengalokasikan bantuan pangan sebanyaki 22 paket.

Adi Sihombing pemilik rumah ludes di Lae Hole, mengaku terharu atas donasi disalurkan Politisi Senayan dimaksud. Seberapapun bantuan, nilainya sangat besar di saat masyarakat diterpa duka.

“Semoga cita-cita Junimart ke depan, dikabulkan Tuhan”, kata Adi.

Sebagaimana diketahui, kediaman Linkhol Hutasoit/boru Lumban Gaol hangus di Sukandebi, Sabtu (20/5/2023).

Sebelumnya, 2 rumah terbakar di Desa Lae Hole yakni milik, Adi Sihombing dan Mangatur Hutasoit. 3 kediaman di dekatnya terpaksa dibongar paksa. (rud/tri).

Bau Menyengat, Diduga dari Limbah, Komisi D DPRD Sumut Sidak ke PT Latexindo Toba Perkasa

SIDAK: Ketua Komisi D DPRD Sumut Benny Harianto Sihotang, sidak ke PT Latexindo Toba Perkasa di Jalan Medan Binjai, Km11 Dusun II, Desa Muliorejo, Sunggal, Rabu (24/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara Benny Harianto Sihotang, melakukan sidak ke PT Latexindo Toba Perkasa di Jalan Medan Binjai Km.11 Dusun II, Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (24/5) pagi.

Sidak yang digelar Komisi IV DPRD Sumut tersebut berangkat dari adanya laporan terkait dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah yang diproduksi pabrik PT Latexindo Toba Perkasa yang memproduksi sarung tangan berbahan baku karet (latex) tersebut.

“Sidak ini kita lakukan setelah menerima video dan keluhan warga secara langsung. Disini kita menemukan dugaan pelanggaran pencemaran limbah perusahaan ini,” ucap Benny.

Dikatakan politisi Partai Gerindra tersebut, dugaan pelanggaran itu meliputi adanya dugaan pencemaran limbah hasil dari produksi perusahaan tersebut.

“Dari hasil pantauan saya bersama perwakilan masyarakat tadi, bahwa perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan sarung tangan karet ini memang ada dugaan pelanggaran yang terbilang berat. Saya mencium bau limbah yang menyengat dari lokasi penampungannya, dan mencemari sumur dan lingkungan disekitarnya,” ujarnya.

Tapi sangat disayangkan, sambung Benny, tidak ada satu orangpun pimpinan ataupun pihak manajemen yang mau menemui dirinya saat sidak.

Mirisnya, kedatangan Benny hanya diterima seorang Security perusahaan.

“Hanya security bernama Zulfikar Ahmad yang menyambut saya dan perwakilan masyarakat. Security menyampaikan, bahwa tidak ada pihak yang mau menerima saya. Atas tidak kooperatif nya pihak manajemen, kita pastikan akan memanggil mereka untuk hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi D DPRD Sumut. Segera kita panggil,” tegasnya.

Sementara itu, Swarji Sukas dan Sutrisno mewakili warga berharap agar sidak yang dilakukan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh Komisi D DPRD Sumut. Warga pun berjanji siap menghadiri RDP yang akan digelar Komisi D DPRD Sumut dengan membawa bukti lengkap.

“Bayangkan pak, limbah cair mereka telah mencemari sumur warga. Dulu air sumurnya bisa kami konsumsi, tapi sekarang airnya berminyak dan keruh. Dan kami juga meminta agar persoalan jalan Persatuan I yang di klaim PT Latexindo sebagai miliknya juga diperiksa sekalian,” pinta warga. (map/ila)

Terdakwa Narkotika Divonis Tinggi, Jaksa Banding

Palu Hakim-Ilustrasi

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ada yang menarik perhatian dalam kasus narkotika jenis sabu dengan terdakwa Sandi Kurniawan yang diadili di Pengadilan Negeri Binjai, beberapa waktu lalu. Jaksa Penuntut Umum, Meirita Pakpahan menyatakan banding atas vonis yang dijatuhkan hakim yang diketuai Nurmala Sinurat.

Padahal, vonis hakim lebih berat dari tuntutan JPU. Dalam amar putusan majelis hakim, terdakwa Sandi Kurniawan dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak menjadi perantara dalam jual-beli narkotika golongan I sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan pertama.

Karena itu, hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara 6 tahun dan denda Rp1 miliar, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama 3 bulan. Oleh hakim juga menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa, dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan serta menetapkan terdakwa tetap ditahan.

Adapun barang bukti terdakwa yakni, 0,25 gram narkotika jenis sabu dengan dibungkus plastik klip transparan, 1 kotak rokok sebagai tempat penyimpanan sabu dan 1 HP merek OPPO. Seluruhnya barang bukti ini dimusnahkan berdasarkan ketetapan majelis hakim.

Sedangkan 1 sepeda motor Scoopy yang digunakan terdakwa dikembalikan kepada Ita Yuliani. Sementara dalam amar tuntutan JPU Meirita, menuntut terdakwa Sandi Kurniawan dengan dakwaan kedua, pasal 112 ayat (1) UU No 35/2009 Tentang Narkotika.

Yakni, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I, melanggar pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35/2009. Adapun tuntutan JPU terdahap terdakwa Sandi yakni pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan dan denda Rp800 juta subsidair 2 bulan penjara.

Menanggapi hal ini, Meirita menyatakan, memang sudah kewajiban pihaknya untuk melakukan banding. Hal tersebut, kata dia, juga berdasarkan SOP.

“Karena beda pasal pembuktian dan putusan. Jadi menurut SOP, kami wajib banding. Itu saja alasannya,” kata Meirita.

Ketika disoal kenapa harus banding, lantaran vonis yang dijatuhkan hakim lebih tinggi, Meirita hanya menjawab SOP. “Memang SOP (standar operasional prosedur) gitu, saya hanya menjalankan SOP,” katanya.

Disoal lagi apakah ada berkas lain yang ditangani oleh Meirita mendapat perlakuan begini, dia menjawab tidak ada. “Punya jaksa lain (ada). Alasannya ya sama, karena beda pasal,” pungkasnya.

Diketahui, terdakwa diamankan tugas luar Satresnarkoba Polres Binjai atas informasi dari masyarakat di Jalan T Amir Hamzah, Desa Tandam Hulu II, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang pada Kamis (26/1/2023). Kepada polisi, terdakwa mengakui barang bukti sabu miliknya dan diperoleh dari Rudi Handoko alias Gopal (buron). (ted/azw)

INALUM Pasang Target Raih Proper Emas Lagi Tahun Ini

Ketua PFI Medan Rahmad Suryadi didampingi Sekretaris PFI Medan, Arifin Al Alamudi dan Korwil PFI Wilayah Sumatra Hendra Syamhari menyerahkan buku APFI 2022 kepada Sekretaris Perusahaan PT INALUM, Mahyaruddin, Selasa (23/5/2023).

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Januari 2023 lalu jadi awal yang baik bagi PT INALUM untuk memulai tahun 2023. Perusahaan Grup MIND ID ini berhasil meraih penghargaan kategori emas dalam hal pengelolaan lingkungan tahun 2022.

Proper ini diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia untuk menilai kinerja dan kontribusi Perusahaan terhadap Pengelolaan Lingkungan.

Selain Inalum, Grup MIND ID yang berhasil mendapatkan penghargaan yang sama adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Timah Tbk.

Pada tahun 2023, Sekretaris Perusahaan PT INALUM, Mahyaruddin menargetkan perusahaan yang beroperasional di Kabupaten Batubara dan Toba di Sumatera Utara ini meraih Proper emas lagi tahun ini dari dua lokasi operasional yang berbeda yaitu Pabrik Peleburan (Kuala Tanjung), dan PLTA (Paritohan).

“Tahun lalu kita dapat satu. Target tahun ini emas lagi dari kedua lokasi kami baik di Kuala Tanjung maupun di Paritohan,” ujar Mahyaruddin saat menerima kunjungan silaturahmi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Medan, Selasa (23/5/2023).

Silaturahmi ini dihadiri oleh Ketua PFI Medan, Rahmad Suryadi, Sekretaris PFI Medan, Arifin Al Alamudi, Korwil PFI Wilayah Sumatra Hendra Syamhari dan jajaran pengurus lainnya.

Mahyaruddin bercerita banyak CSR dampingan INALUM yang sangat layak untuk diulas dan diabadikan oleh para jurnalis PFI Medan. Termasuk salah satunya Bendungan Tangga di Asahan yang dikelola oleh PT Inalum. Bentuknya melengkung seperti busur dan pernah tertera di uang Rp100 keluaran tahun 1984.

“Dibuat tahun 1980, hingga saat ini bendungan ini masih kokoh dan menjadi ikon kebanggaan Sumatera Utara,” ujarnya yang didampingi Manager PT Inalum Candra Gunawan dan Officer M Gilang dan tim Humas Suryono.

Bendungan ini berguna untuk mengontrol air Danau Toba ke Sungai Asahan yang bermuara di Laut Asahan. Sehingga kecil besarnya debit air sungai dikendalikan lewat bendungan ini. Selain itu ada juga kawasan mangrove binaan PT Inalum dan berbagai spot menarik lainnya.

Mahyaruddin pun berharap dalam kesempatan berbeda para jurnalis PFI Medan bisa melakukan hunting foto ke beberapa kawasan CSR PT Inalum. Serta bisa bekerja sama melakukan hunting foto untuk pembuatan buku jejak sejarah Inalum dalam rangka memeringati HUT Ke-48 Inalum tahun ini.

Ketua PFI Medan, Rahmad Suryadi mengatakan kunjungan ini untuk mempererat silaturahmi PFI Medan dan PT Inalum yang selama ini sudah terjalin dengan baik. Bahkan dalam beberapa tahun ini, Inalum selalu mendukung event yang digelar oleh PFI Medan.

“Termasuk acara berskala Nasional APFI 2022 yang digelar di Medan tahun lalu, Inalum memberikan dukungan yang sangat luar biasa. Mudah-mudahan silaturahmi ini bisa terjalin terus,” ujar Rahmad.

Fotografer di berbagai media internasional ini juga berharap pada HUT Ke-48 Inalum nanti, PFI Medan bisa menjalin kerjasama dalam hal pembuatan buku foto bertajuk 48 Tahun Inalum Mengukir Histori untuk Negeri. Serta bekerja sama dalam kegiatan lainnya yang mendukung peningkatan kapasitas fotografer jurnalis di Kota Medan.

Pada kesempatan ini Rahmad juga menyerahkan buku APFI 2022 kepada Mahyaruddin.(rel/tri).

Soal Lansia Terlantar, Pemko Medan Sebut Panti Jompo Kewenangan Pemprovsu

Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Khoiruddin Rangkuti

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Khoiruddin Rangkuti, angkat bicara terkait persoalan tidak adanya panti lanjut usia (lansia) atau panti jompo di Kota Medan yang dikelola oleh pemerintah sehingga membuat Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta untuk membangun dan mengelola panti jompo di Kota Medan guna menampung dan memelihara warga lansia yang terlantar.

Khoiruddin menjelaskan, Pemko Medan memang tidak bisa membangun dan mengelola panti jompo. Sebab hal itu merupakan kewenangan dari Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. “Kalau untuk panti lansia ini adalah kewenangan Dinas Sosial (Pemerintah) Provinsi (Sumut),” ucap Khoiruddin kepada Sumut Pos, Rabu (24/5).

Dikatakan Khoiruddin, Pemprovsu memiliki sejumlah panti yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Sumut, mulai dari panti lansia, panti anak, panti disabilitas, hingga panti tunawisma. Akan tetapi, panti lansia milik Dinas Sosial Sumut tidak berada di Kota Medan.

“Panti lansia ada di Binjai, di Tebing Tinggi, di Berastagi. Dinas Sosial Sumut juga punya panti-panti tunawisma, karena berdasarkan peraturannya panti itu memang kewenangannya ada di mereka (pemerintah provinsi),” ujarnya.

Sementara, kata Khoiruddin, untuk pemerintah kota, termasuk Kota Medan, hanya berkewenangan untuk mengelola panti sosial yang sifatnya menampung penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) untuk sementara waktu.

“Untuk itu saat ini Pemko Medan sedang membangun panti sosial di Kecamatan Medan Tuntungan, nanti itu sifatnya (penampungan) sementara. Biasanya yang ditampung di panti sosial itu akan kita bina selama 7 hari atau paling lama 12 hari saja,” katanya.

Khoiruddin mengatakan, pihaknya di Dinas Sosial Kota Medan sebisa mungkin melakukan pendataan terhadap jumlah lansia yang terlantar di Kota Medan untuk dapat ditampung dan difasilitasi di panti-panti jompo milik Dinas Sosial Pemprov Sumut yang ada di sekitar Kota Medan.

“Namun memang sering terkendala karena penuhnya panti-panti lansia tersebut, karena bukan hanya dari Kota Medan, tapi dari kabupaten/kota lain juga ada lansia yang mau masuk ke panti lansia (milik Dinas Sosial Sumut) itu,” terangnya.

Kendala yang sama juga dialami Dinsos Medan terkait anak-anak jalanan yang di razia. Para anak jalanan hanya bisa ditampung di panti sosial milik Kota Medan untuk sementara waktu, sedangkan saat ingin dipindahkan ke panti milik Dinas Sosial Sumut, panti-panti anak juga terpantau penuh.

“Jadi sebisa mungkin anak jalanan yang kita razia kita kembalikan ke orangtuanya, kita panggil kepala lingkungannya. Terkait lansia juga begitu, sebisa mungkin kita carikan keluarganya. Bila memang tidak punya keluarga, kita terus berusaha agar dapat ditampung di panti lansia milik pemerintah provinsi. Namun kembali lagi, panti lansia itu kewenangannya ada di pemerintah provinsi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sejumlah warga lansia di Kota Medan hidup terlunta-lunta karena tidak memiliki keluarga atau diterlantarkan oleh keluarganya. Karenanya, lansia tersebut harus berpindah-pindah atau tinggal di tempat-tempat yang tidak layak huni serta menggantungkan hidupnya dari bantuan warga sekitar. (map/ila)

Komitmen Berantas Narkoba, Lapas Binjai Geledah dan Razia Blok Hunian

Petugas Lapas Binjai melakukan penggeledahan dan penyisiran ke kamar blok hunian

BINJAI, SUMUTPOS.C0 – Tim dari Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai melakukan penggeledahan terhadap kamar sekaligus razia ke blok hunian, Selasa (23/5). Penggeledahan ini dilakukan Lapas Kelas IIA Binjai dalam rangka pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan hingga peredaran gelap narkotika (P4GN) dan barang terlarang.

Penyisiran hingga razia ke kamar blok hunian dipimpin langsung Kalapas Kelas IIA Binjai, Theo Adrianus Purba. Dia menyatakan, Lapas Binjai sudah berkomitmen dalam hal P4GN. Bahkan, menurut dia, penyisiran hingga razia ini akan dilakukan secara terus menerus dan berkala.

“Razia dan geledah kamar blok hunian ini dalam rangka mewujudkan komitmen dan konsistensi untuk memberantas peredaran barang terlarang dan narkoba,” kata Theo ketika dikonfirmasi, Rabu (24/5).

Adapun hasil razia, sejumlah barang terlarang berhasil diamankan. Yakni, telepon genggam, charger HP, handsfeee hingga mancis dari kamar hunian warga binaan pemasyarakatan.

“Dan tidak ditemukan narkotika,” katanya.

Dia menambahkan, kegiatan razia ini merupakan implementasi dari 3 kunci pemasyarakatan yang maju.

“Kemudian deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban. Kemudian berantas narkoba dan sinergi dengan aparat penegak hukum. Deteksi dini yang kita laksanakan malam hari ini merupakan wujud nyata kami seluruh jajaran dalam memberantas penyalahgunaan narkoba dan barang terlarang lainnya,” pungkasnya. (ted/ram)

Ditanyai Kloter 2, Kakan Kemenag Deliserdang Emosi: Sudah Lewat Jam Kerja Ini

Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Deliserdang, Abdul Haris Harahap. (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kesan tak ramah ditunjukkan Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama Deliserdang, Abdul Haris Harahap. Pasalnya, ketika ditanyai terkait calon jamaah haji (CJH) kloter 2 asal Kabupaten Deliserdang, yang masuk ke Embarkasi Medan, bersikap acuh dan marah-marah.

Mulanya, awak Sumut Pos menghubungi ke nomor ponselnya menanyakan jamaah termuda dan tertua asal Kabupaten Deliserdang.

“Aduh… Jumpai ajalah kasi haji namanya Suhardi disitu (Asrama Haji). Manalah saya pegang-pegang data jamaah tua dan muda itu,” ketusnya menjawab pertanyaan wartawan, Rabu (24/5) sore.

Nada suaranya pun semakin meninggi, ketika awak media meminta nomor ponsel Kasi haji Deliserdang yang disebutnya, ia malah bersikap tak ramah dengan alasan sudah tidak jam kerja.

“Kau jumpai aja dia (kasi haji) disitu, nginap disitunya dia. Akupun lagi sibuk jalan pulang ini, dari pagi aku disana (asrama haji). Lagian kau tanya-tanya sudah lewat jam kerja ini,” ucapnya.

Semakin jemawa, diapun menantang wartawan untuk menulis setiap ucapannya yang dilontarkannya ke wartawan. “Kau tulis aja gak takut aku,” ketusnya lagi.

Diketahui, Abdul Haris dilantik sebagai Kakan Kemenag Deliserdang oleh mantan Kakanwil Kemenag Sumut, H Syahrul Wirda pada tahun 2021, menggantikan Tolibun Pohan. (man/tri)

Ingin Warga Mandiri, Ustad Sahabat Ganjar Gelar Pelatihan Bilal Mayit di Medan

Relawan yang tergabung dalam Ustad Sahabat (Usbat) Ganjar Sumut gelar pelatihan bilal mayit di daerah Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumut, Rabu (24/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Relawan Ustad Sahabat (Usbat) Ganjar Sumatera Utara (Sumut) menggelar pelatihan praktik bilal mayit atau memandikan jenazah, Rabu (24/2/2023)

Pelatihan yang turut mengundang beberapa ustad di Kota Medan itu digelar di daerah Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumut.

Ratusan jemaah dari Majelis Taklim Al-Hikmah di Medan Marelan ikut serta dalam pelatihan ini.

Koordinator Daerah Usbat Medan, Muhammad Nizar Nur mengatakan, pelatihan ini ditujukkan untuk menciptakan kemandirian pada masyarakat. Sehingga bila ada kerabatnya yang meninggal, mereka bisa memandikannya secara mandiri.

“Jadi, untuk keperluan memandikan jenazah balik ke lingkup keluarga. Andai kata terjadi kekosongan bilal mayit, misal saat banjir, ataupun sebagainya. Maka bila ada bilal mayit di tengah keluarga, maka sudah standbye ada yang memandikan,” ujar Nizar.

Nizar menjelaskan, pelatihan bilal mayit menjadi sangat penting karena memandikan jenazah memiliki dasar hukum fardu kifayah.

“Bilal mayit ini secara hukum itu fardu kifayah. Disaat ada seseorang yang sudah melakukan itu, maka gugurlah kewajiban seluruh orang di daerah tersebut, sudah terlepas kewajibannya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nizar mengatakan pihaknya akan kembali menggelar pelatihan untuk menambah keterampilan umat muslim di wilayah lainnya di Sumut.

“Kami akan terus melaksanakan kegiatan seperti ini, untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat. Dasarnya tentang kepentingan-kepentingan umat,” kata Nizar.

Selain pelatihan tata cara pengurusan jenazah, dalam kunjungannya ke Rengas Pulau, relawan juga menggelar sejumlah kegiatan positif lainnya.

Usbat Ganjar Sumut juga menyerahkan bantuan pengeras suara, karpet, dan mukena. Nantinya, pengeras suara dan karpet tersebut akan digunakan untuk kemaslahatan majelis-majelis taklim di sana.

“Yang pasti kegiatan ini terinspirasi dari figur Ganjar Pranowo, karena beliau ini amat sangat cinta dan mendukung dengan kemaslahatan umat,” pungkasnya.

Perkuat Silaturahmi dengan Jemaah Majelis di Medan

Salah satu tokoh masyarakat di Medan Marelan, Ismail Harun menyambut baik kegiatan dan bantuan yang diberikan oleh relawan Usbat Ganjar Sumut. Kegiatan ini berguna untuk memperkuat jalinan tali silaturahmi antara relawan dengan jemaah majelis taklim.

“Disamping menguatkan silaturahmi, menambah ilmu pengetahuan. Karena yang banyak bergerak di masyarakat itu kan kaum ibu-ibu. Artinya menamkan keilmuan kepada ibu-ibu, khususnya tentang bilal mayit ini,” ujar Ismail.

Terkait pelatihan bilal mayit, Ismail menyebut kegiatan tersebut sangat berguna. Dia mengatakan masih banyak keluarga di Medan Marelan yang kebingungan mencari bilal bila ada kerabatnya yang meninggal dunia.

“Kalau bisa lebih ditingkatkan lagi untuk menambah wawasan. Bukan hanya pelatihan bilal mayit, terutama ibu-ibu kan juga perlu yang namanya tahsin, supaya lebih bagus ketika membaca Al-Qur’an,” harapnya. (rel/tri)

Konsumen Medan Antusias Dapatkan HP Lipat OPPO Find N2 Flip

OPPO Indonesia sukses menghadirkan ribuan pengunjung yang tertarik untuk mendapatkan perangkat HP lipat pertama OPPO, OPPO Find N2 Flip ke OPPO Pop Up Store yang telah berlangsung selama seminggu di Plaza Medan Fair.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – OPPO Indonesia sukses menghadirkan ribuan pengunjung yang tertarik untuk mendapatkan perangkat HP lipat pertama OPPO, OPPO Find N2 Flip ke OPPO Pop Up Store yang telah berlangsung selama seminggu di Plaza Medan Fair.
Ribuan pengunjung antusias untuk mengetahui lebih lanjut tentang perangkat flagship teranyar dari OPPO tersebut.

Chief Marketing Officer OPPO Indonesia, Patrick Owen mengatakan, “Medan merupakan kota kedua setelah Jakarta untuk OPPO Find N2 Flip Pop Up Store. Kami bangga mendapat respon yang didapat begitu baik. Ini menandakan kehadiran perangkat terbaru kami OPPO Find N2 Flip diterima dengan baik dan dicari oleh masyarakat di Kota Medan. Tentunya kami akan terus berupaya menghadirkan inovasi-inovasi terbaru yang senantiasa menjawab kebutuhan para pelanggan setia OPPO melalui terobosan teknologi yang kami kembangkan.”

Para pengunjung yang datang di OPPO Find N2 Flip Pop Up Store Medan banyak berasal dari para pengusaha muda asal Medan yang membutuhkan perangkat gadget handal sebagai daily driver-nya. Kesibukan sehari-hari yang membuat sering berada di luar ruangan, tentunya ketahanan baterai yang mumpuni untuk bisa digunakan dalam jangka waktu yang panjang sehingga tidak perlu repot untuk melakukan pengisian daya berulang kali.

Selain berkeliling dan mencoba beragam inovasi teknologi terbaru dari OPPO, para pengunjung juga antusias untuk mengabadikan momen lewat OPPO Low Angle Photo Zone yang sangat menarik untuk diunggah ke sosial media. OPPO Find N2 Flip resmi diluncurkan di Indonesia pada 10 Mei 2023 yang merupakan hp lipat pertama OPPO di tanah air sekaligus merupakan smartphone flagship pertama yang diproduksi di pabrik OPPO dalam negeri.

Lewat kehadiran OPPO Find N2 Flip, OPPO makin percaya diri melayani pasar premium dengan lebih baik lagi, khususnya di Sumatera Utara. Untuk itu, agar lebih dekat dengan para konsumen di kota Medan OPPO membuka OPPO Find N2 Flip Pop Up Store di Plaza Medan Fair yang berlangsung sejak 26 Mei 2023 hingga 11 Juni 2023.

Bagi para pembeli OPPO Find N2 Flip yang melakukan transaksi di Pop-Up Store Medan, akan mendapatkan The Official Marvel Studios “Guardians of the Galaxy Vol 3” Sticker Pack, stiker eksklusif dari KitKat dan Wonderful Indonesia, serta kesempatan untuk berlangganan gratis Spotify Premium selama 12 bulan. Selain itu, konsumen bisa menikmati sajian kopi dan makanan di O-Cafe secara gratis. Pengunjung juga bisa berkreasi bikin konten seru di Low Angle Photo Zone dan berkesempatan untuk memenangkan hadiah OPPO Band 2 dan OPPO Enco Buds2.

Untuk informasi lebih lengkap, konsumen dapat mengunjungi tautan berikut: https://www.oppo.com/id/store/product/op-find-n2-flip.P.P1000533

Untuk keterangan mengenai exclusive benefit OPPO Find N2 Flip, konsumen dapat mengunjungi tautan: https://support.oppo.com/id/premium/findn-series/ . (rel/sih)