28 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14799

Tes MotoGP di Ceko Masih Casey Stoner

BRNO – Casey Stoner memperlihatkan kepantasannya menjuarai MotoGP Ceko kemarin. Saat menjalani tes sesi pagi di tempat yang sama, pembalap Repsol Honda asal Australia itu masih menjadi yang tercepat, di Sirkuit Brno, Senin (15/8).
Melahap 22 lap di uji coba sesi pagi, Stoner jadi yang tercepat dengan membukukan waktu terbaik 1 menit 56,260 detik.
Mengekor Stoner di tempat kedua adalah pembalap Yamaha asal Spanyol, Jorge Lorenzo.

Juara dunia 2010 itu mencatat waktu terbaik 1 menit 56,727 detik setelah memacu motor dalam 34 lap. Menyusul di tempat ketiga adalah rekan setim Lorenzo, Ben Spies. Pria Amerika Serikat itu mencetak waktu 1 menit 57,184 detik dengan memakai motor 800cc dan mencatat 1 menit 57,185 di atas motor 1000cc.

Dalam tes ini, Yamaha dan Honda memang sempat mencoba motor 1000cc yang akan mereka pakai musim depan. Sedangkan Ducati cuma mencoba motor 800cc mereka. (net/jpnn)

Puluhan Guru Tuntut Tunjangan Sertifikasi

MEDAN- Puluhan guru di Kota Medan melakukan aksi di Balai Kota Medan, Senin (15/8) siang. Dalam aksi tersebut, para guru bermaksud bertemu dengan Wali Kota Medan Rahudman Harahap guna mempertanyakan tunjangan sertifikasi untuk guru SMA/SMK yang tak dibayar-bayar oleh Dinas Pendidikan Medan, terkecuali terhadap guru berdasarkan Perwal Nomor 3 tahun 2011.

“Kami tak percaya dengan Kadisdik Medan, karena telah membohongi kami. Mana tunjangan kami dari pusat?” kata Marudut Siringoringo dalam aksi di halaman Balai Kota Medan, Senin (15/8).

Dikatakan Marudut, berdasarkan tunjangan sertifikasi guru untuk SMA/SMK se-Kota Medan 2010, terhitung mulai September hingga Desember 2010 belum ada diterima guru yang bersangkutan. “Tunjangan sertifikasi guru untuk SD, SMP, SMA/SMK mulai Januari hingga Juni 2011 belum diterima guru. Padahal, sesuai SK Menkeu No 71/2011 pembayaran tunjangan sertifikasi guru adalah per triwulan, jadi keduanya bertentangan,” bebernya lagi.
Sementara, lanjutnya, Kadisdik sudah membuat pernyataan tentang tunjangan sertifikasi untuk periode Januari-Juni 2011 sudah dicairkan ke rekening masing-masing guru. Ternyata setelah dicek belum cair. “Dengan ini kami akan bertahan di Balai Kota sampai bertemu dengan Wali Kota Medan,” katanya lagi.Karena tak juga mendapat jawaban dari Wali Kota Medan, puluhan guru yang kebetulan hari itu tak mengajar karena libur Bulan Ramadan, mereka terus bertahan.

Menanggapi hal tersebut, Kadisdik Medan Hasan basri yang ingin mejawab seluruh keluhan para guru merasa kesal. Pasalnya, para guru yang ingin bertemu dengan Wali Kota Medan tak mau menanggapinya.

“Kalau masalah tuntutan, kalian tak ada urusannya dengan wali kota atau sekda, karena mereka kurang mengerti. Yang lebih mengerti adalah saya,” ungkap Hasan Basri. Mendengar pernyataan itu, guru-guru menjerit histeris. “Kami tak perlu berbicara dengan Anda,” jerit guru-guru itu lagi.

Sementara kepada wartawan, Hasan Basri mengatakan, tunjangan sertifikasi tak bisa dibayar tanpa adanya surat sertifikasi yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan. Hal itu untuk menjaga agar pembayaran tepat kepada orang yang benar-banar mendapatkannya.

“Sedangkan berdasarkan Perwal No 3 tahun 2011 tanggal 21 Juni 2011 yang berhak diberikan kepada PNS yang namanya tercantum dalam daftar gaji bulan Desember tahun sebelumnya. Sebagaimana pendekatan beban kerja dikelompokkan kepada jabatan struktural, jabatan fungsional, jabatan staf dan fungsi tertentu kecuali guru,” jelas Hasan.(adl)

Paskibraka Sumut Dikukuhkan

MEDAN- Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho mengungkapkan masa depan Sumut dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ada di tangan para generasi muda. Karena itu, sebutnya, gambaran Sumut ke depan terlihat dari wajah dan tindakan generasi muda saat ini, yang antaralain terlihat pada 66 orang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sumut.

Plt Gubsu mengaku optimis dengan semangat dan ikrar yang diucapkan anggota Paskibraka. “Masa depan Sumut dan negara ini akan lebih baik. Karena itu, jadikanlah momentum ini untuk memupuk semangat mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif,” katanya dalam amanatnya pada pelantikan Paskibraka Sumut 2011, di Gubernuran, Jalan Sudirman Medan, Senin (15/8).

Ia juga menuturkan, jika masa dulu pahlawan berjuang dengan tetesan darah, air mata dan bahkan berkorban nyawa untuk kemerdekaan Indonesia, maka generasi muda saat ini harus berjuang mengisi kemerdekaan. “Dengan demikian, akan muncul pahlawan-pahlawan bangsa di berbagai sektor kehidupan, antaralain di bidang ekonomi, lingkungan hidup, sosial kemasyarakatan serta seni dan budaya,” katanya.

Sekadar diketahui, jumlah 66 orang yang tergabung dalam Paskibraka Sumut tersebut merupakan cerminan usia kemerdekaan Indonesia, ke-66 tahun. Paskibraka Sumut yang terdiri dari siswa SMA yang merupakan perwakilan dari kabupaten/kota di Sumut.(saz)

Ditipu Oknum Mengaku Polisi

MEDAN- Maulana Satria(23) warga Jalan Kota Cina, Kelurahan Paya Pasir, Medan Marelan menjadi korban penipuan oknum mengaku polisi. Kejadian berawal saat Maulana yang mengendarai sepeda motor Mio warna hijau melintas di Jalan Dr Mansur. Dia distop seorang pria bertubuh tinggi yang mengaku oknum polisi.

Pria mengajak Maulana untuk melakukan penangkapan terhadap seorang pengedar narkoba. Awalnya Maulana menolak. Namun, pemuda tersebut memaksa sembari menawarkan uang Rp200 ribu.

Lantas, dia pun memarkirkan sepeda motornya di parkiran Pajak USU yang berada di Jalan Dr Mansur. Mereka pun pergi ke Jalan Setia Budi. Namun ditengah jalan, Maulana diturunkan. Malana disuruh menunggu. Namun setelah menunggu beberapa puluh menit, pemuda tersebut tak kunjung datang.(mag-7)

Spesialis Curanmor Dibekuk

MEDAN- Personel Polsekta Medan Kota membekuk Suheimi alias Emi (26), warga Batangkuis, Deli Serdang, diduga pelaku pencurian spesialis kendaraan bermotor (curanmor) dari sebuah doorsmeer tak jauh dari rumahnya. Dari Emi, polisi menyita satu unit sepeda motor hasil kejahatan berikut kunci ‘T’ yang digunakan untuk merusak stang kendaraan roda dua tersebut.

Penangkapan itu berawal dari laporan Gunadi (25), warga Jalan Pasar 3, Gaperta Ujung pada Jumat (12/8) lalu. Dalam laporannya, korban mengaku telah kehilangan sepeda motor dari tempatnya bekerja di Jalan Indragiri, Medan. Berbekal laporan itu, polisi melakukan penyelidikan.

Dari informasi masyarakat menyebutkan, ada seseorang yang hendak menjual sepeda motor dengan harga murah. Berdasarkan informasi itu, petugas Polsekta Medan Kota langsung melakukan perburuan dengan cara menyamar sebagai pembeli. Awalnya polisi merencanakan untuk bertemu di Medan, namun tersangka menolak dan mengajak bertemu di daerah Batangkuis.

Ketika sampai di lokasi yang dijanjikan, polisi melihat seorang pria sesuai ciri-ciri yang disebutkan sumber sedang duduk di sebuah doorsmeer. Tak ingin berlama-lama, polisi langsung meringkusnya sekaligus mengamankan sepeda motor milik Gunadi yang sedang dicuci. (ari)

Bak Sampah Tutup Jalan Umum

081260453xxx

Mohon keadilan dan tindakkan dari Kecamatan Medan Helvetia, saya dan masyarakat merasa terganggu atas sikap oknum karyawan PDAM Tirtanadi, MR dan istrinya yang arogan membuat bak sampah di jalan umum. Persis di depan pintu masuk rumah Reza di Jalan Persatuan Dalam, Helvetia Timur, kami sudah melapor ke lurah dan camat, tapi tak ditindak lanjutnya.

Syukrinaldi
Warga Kelurahan
Helvetia Timur

Kami Tindak Lanjuti
Terima kasih laporannya, kami akan tindak lanjuti laporan warga ini untuk mengecek langsung ke lapangan. Kami juga berharap, warga tetap menjaga kekondusifan dan ketentraman. Silahkan melakukan pembangunan, tapi tetap melalui prosedur dan aturan yang berlaku.

M Reza Hanafi
Camat Medan Helvetia

Camat Harus Bertindak

Fasilitas jalan umum tak boleh diubah atau dirusak, atau hal lainnya tak boleh ditutup tanpa ada izin dari pemerintah setempat. Bila itu dilakukan penutupan sehingga merugikan masyarakat lainnya, maka itu sama saja bertindak arogan dan masuk dalam pasal pidana.

Tapi, untuk menuntaskan persoalan ini sebaiknya warga melaporkannya kepada aparat kecamatan, apabila tak ditanggapi buat laporan ke DPRD Medan khususnya Komisi D atau ke Fraksi PAN DPRD Medan. Dengan cara itu, kami akan memanggil langsung warga yang menutup fasilitas umum dan kepala pemerintahan setempat yakni camat dan kelurahan.

Kemudian, warga juga diminta jangan memancing keonaran atau hal lainnya, tapi warga diharapkan tetap menjaga kondusifitas lingkungan masyarakatnya.

H Ahmad Arif SE MM
Ketua Fraksi PAN DPRD Medan

Tukang Es Krim Tewas Tertimpa Bangunan

MEDAN- Teguh Wijoyo (30), warga Jalan Durung, Medan Perjuangan, tewas setelah tertimpa material bangunan yang dirobohkannya, Senin (15/8) pagi. Jenazah Teguh selanjutnya dibawa ke ruang jenazah RSUD dr Pirngadi untuk divisum.
Menurut Kartini (38), kakak kandung korban, biasanya Teguh berjualan es krim keliling di sekitar pusat perbelanjaan yang ada di Medan. Namun, Minggu (14/8) kemaren dia menerima tawaran untuk menjaga malam di sebuah rumah yang tidak jauh dari rumahnya.

“Entah kenapa, usai jaga malam, paginya dia langsung mengambil borongan untuk merubuhkan bangunan yang dijaganya itu,” ungkap Kartini. Menurutnya, Teguh mengerjakan pekerjaan itu seorang diri.
“Merobohkan rumah itu dia kerjakan sendiri dan dia diupah Rp300 ribu,” ucap Kartini yang mengaku heran, kenapa Teguh beberapa hari ini memilih menjadi buruh bangunan.(jon)

Tiang Dipasang, Lampu tak Hidup

087868996xxx

Kepada Yth: Bapak Wali Kota Medan, kami masyarakat Gang Perak I, Kelurahan Titi
Kuning, Medan Johor sangat gembira karena dipasangnya lampu penerang jalan, tapi kami sangat kecewa, setelah dipasang lampunya tidak pernah hidup! Tolonglah pak wali, apalagi diujung gang ada Musholla Al Manar, jamaah salat tarawih tentu gembira jika lampu jalan di gang tersebut terang benderang. Terima kasih Pak Wali Kota Medan.

Segera Dihidupkan

Terima kasih informasinya, kami akan tinjau langsung ke lapangan. Apabila benar seperti itu, kami akan segera menurunkan petugas untuk menindak lanjutinya dan berkoordinasi dengan aparat kecamatan sebagai pemilik wilayah, sehingga lampu bisa dihidupkan.

Kami juga akan mengupayakan secepat mungkin agar lampu jalan tersebut bisa hidup dengan catatan kemampuan energi listrik cukup di Kota Medan.

Erwin Lubis
Kadis Pertamanan
Kota Medan

Pengaspalan Hanya Setengah

081376507xxx

Kepada yang terhormat Bapak Bupati Deli Serdang, kenapa pengaspalan di Perumnas Simalingkar hanya setengah jalan, anehnya batas Jalan Deli Serdang tak diaspal.

Dikoordinasikan

Terima kasih informasinya, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum. Kemungkinan, pengaspalan hanya milik Pemko Medan, sedangkan di wilayah Deli Serdang belum berlangsung pembangunannya.
Kami juga meminta warga untuk berkoordinasi dengan camat setempat, sehingga warga bisa mendapatkan jawabannya langsung. Kemudian, bila belum ada pembangunannya sebaiknya warga mengusulkannya melalui aparat kecamatan.

Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deli Serdang

Dijerat Dua Pasal, Briptu Viko Sidang di Ruang Anak

MEDAN- Terdakwa penembak petugas cleaning service Bank BRI Cabang Putri Hijau Medan, Briptu Vico Panjaitan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Dalam sidang itu, personel Polresta Medan itu didakwa dua pasal dengan ancaman 10 tahun penjara.

Sidang yang digelar, Senin (15/8) itu dipimpin mejalis hakim Subhiharta SH, dan jaksa penuntut umum (JPU), Iwan Ginting SH. Sedangkan Briptu Vico Panjaitan didampingi kuasa hukumnya, R Napitulu SH.

Dalam sidang perdana itu, terdakwa disidangkan di ruang Pengadilan Anak dalam agenda pembacaan dakwaan oleh JPU. Di dalam berkas dakwaan yang dibacakan JPU, terdakwa dijerat dua pasal berlapis yakni pasal 338 Junto 359 KUH Pidana karena telah menghilangkan nyawa orang lain, dengan ancaman 10 tahun penjara.

Iwan menyebutkan, Briptu Vico didakwa melakukan tindak pidana penembakan atas Muhammad Dermawan (21), warga Pasar VII, Tembung, Medan di kantor BRI Jalan Putri Hijau depan Capital Building pada tanggal 31 Mei 2011 dengan menggunakan senjata laras panjang jenis SSI V2 milik terdakwa. Atas perbuatan terdakwa itu mengakibatkan korban meninggal dunia, akibat luka tembak yang dialami korban.

Dakwaan itu langsung didengar Briptu Vico Panjaitan yang ketika itu hadir di kursi terdakwa dengan mengenakan pakaian kemeja putih. Hingga usainya dibacakan dakwaan oleh JPU itu, Vico tidak ada menunjukan wajah rasa penyesalan dihadapan persidangan.

Majelis hakim dalam sidang itu memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan eksepsi (upaya keberatan) atas dakwaan JPU tersebut.

“Sidang ditunda dan akan dilanjut pekan depan untuk mendengarkan eksepsi terdakwa,” kata Subhiharta SH sambil mengetuk palu tanda ditundanya persidangan.
Briptu Vico langsung keluar persidangan bersama pengacaranya, dan meninggalkan ruang sidang tanpa adanya penahanan. Karena, sejak berkasnya diserahkan ke kejaksaan Briptu Viko tak ditahan oleh kejaksaan. (rud)