29 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 14822

Semakin Malam Bertambah Ramai

MEDAN- Tak dapat dipungkiri, Ramadhan Fair kini telah menjadi pilihan masyarakat untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa. Bahkan, para pengunjung betah berlama-lama di Ramadhan Fair sembari menikmati suasana dan acara yang disajikan panitia, termasuk jajanan yang dijual di sana.

Apalagi, stan-stan yang ada menawarkan berbagai aneka makanan dan berbagai perlengkapan menjelang Lebaran, seperti kopiah, pakaian dan lain sebagainya. Pantauan wartawan koran ini, para pengunjung yang datang kebanyakan bersama keluarga maupun rekan-rekan mereka. Mereka terlihat asyik duduk sambil bercerita sembari menunggu waktu berbuka puasa.

Setelah waktu berbuka tiba, mereka pun menyantap hidangan yang telah dipesan. Usai menyantap makanan berbuka dan melaksanakan salat di Masjid Raya Medan yang tak jauh dari lokasi, beberapa pengunjung menyempatkan melihat stan UKM yang banyak berdiri di sudut lokasi Ramadhan Fair.

Hari pun semakin malam, namun para pengunjung semakin berdatangan memadati lokasi Ramadhan Fair. Mereka datang dari berbagai daerah di Kota Medan, bahkan ada yang dari luar Kota Medan.

“Kami kemari mau buka puasa bersama, terus kami juga mau belanja baju-baju yang ada disini, habis koleksi baju disini sangat menarik dan lebih mencondongkan nuansa religi,” ujar Lili Audina Putri, warga Desa Patumbak, Kecamatan Hamparab Perak, Deli Serdang kepada wartawan koran ini, Rabu (10/8) malam.

Sedangkan Nona Widia Sari, warga Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang menambahkan, kalau pelaksanaan Ramadhan Fair tahun ini benar-benar mampu menyedot perhatian masyarakat. Bahkan menurut dia, meski ada juga digelar even serupa di Medan Johor, Medan Deli dan lainnya, tak menyurutkan antusias masyarakat untuk mengunjungi Ramadhan Fair yang digelar di Taman Sri Deli ini.

“Pengunjungnya pun semakin malam semakin ramai, apalagi makanan dan barang-barang yang ditawarkan sangat terjangkau,” kata Nona sembari menikmati penampilan band religi di Taman Sri Deli.(adl)

Distanla Temukan RPH Liar di 10 Kecamatan

MEDAN- Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Kota Medan menemukan 10 Rumah Potong Hewan (RPH) liar di 10 kecamatan Kota Medan. Karenanya, Pemko Medan segera menertibkan seluruh lokasi RPH tersebut. Pasalnya, keberadaan pemilik RPH ilegal tersebut sudah meresahkan dan disinyalir berperan memback-up pemilik ternak berkaki empat yang selalu menolak jika dilakukan penertiban.

“Kita punya bukti keterlibatan pemilik usaha pemotongan hewan ilegal untuk melindungi peternakn
berkaki empat agar tidak tergusur dari Kota Medan. Hal tersebut, dimungkinkan agar usaha ilegalnya tetap eksis. Seperti hasil temuan, ada 10 usaha pemotongan liar, diantaranya ada tiga usaha khusus pemotongan liar hewan babi,” ujar Kadistanla Ir Wahid saat rapat dengan Komisi D DPRD Medan dalam pembahasan Rancangan Perubahan APBD TA 2011, Rabu (10/9).

Dikatakan Wahid, dalam penertiban usaha pemotongan hewan liar tersebut, pihaknya punya target yakni akan dilakukan setelah Lebaran. “SK tim operasional sudah ada. Sedangkan dana untuk biaya penertiban tersebut sudah dianggarkan di Perubahan APBD Pemko Medan 2011 sekitar Rp307,5 juta dan saat ini menunggu pengesahan,” ucapnya.

Selain itu, Distanla juga melakukan pengawasan ketat terhadap daging yang masuk ke Kota Medan. “Pintu masuk akan kita awasi dan lebih diperketat. Sedangkan daging yang diperjualbelikan dipastikan harus memiliki label halal,” jelasnya.
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangunsong mendukung penuh program Distanla Kota Medan terkait penertiban usaha pemotongan hewan liar di Kota Medan. Sebab, keberadaan usaha RPH liar tersebut sangat merugikan semua pihak. Selain merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemko Medan juga dikuatirkan masalah jaminan kesehatan.

“Untuk itu, Distanla harus bekerja makasimal menjalankan aturan yang berlaku. Begitu juga dengan penggunaan anggaran diharapkan digunakan dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” bebernya.

Ditambahkan anggotanya, Muslim Maksum menyarankan kepada Distanla Kota Medan agar mempergunakan anggaran seefisien mungkin. “Bila penggunaan anggaran yang tidak begitu urgen perlu dikaji ulang,” pinta Muslim.(adl)

Sertijab Kapolsek Sunggal Ditunda

MEDAN- Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolsek Sunggal dari Kompol Sonny M Nugroho kepada AKP Ruruh Wicaksono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakasat Rekrim Polresta Medan ditunda. Pasalnya, Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga berhalangan memimpin sertijab tersebut karena melakukan sidak di Terminal Amplas bersama Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Rabu (10/8).

Rencananya, sertijab tersebut dilakukan di Aula Bayangkara Polresta Medan, sekira pukul 10.00 WIB. Kemudian informasi yang berkembang di Mapolresta Medan, sartijab akan dilakukan Rabu (10/8) siang pukul 14.00 WIB. Namun setelah ditunggu hingga pukul 14.00 WIB, tak ada tanda-tanda sertijab tersebut akan dilakukan.

Saat dikonfirmasi, Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga mengatakan, sertijab tersebut akan dilakukan hari ini, Kamis (11/8). Tagam mengatakan, hal tersebut dilakukan karena pada hari yang sama juga dilakukan sartijab di Mapolda Sumut. “Sertijab Kapolsek Sunggal tidak dilakukan hari ini (kemarin, Red) karena ada juga sartijab di Mapolda Sumut,” ujarnya singkat.

Hal senada dikatakan Kapolsek Sunggal yang baru AKP Ruruh Wicaksono. Menurutnya, sertijab tersebut akan dilakukan hari ini. “Besok sertijabnya,” ujar Ruruh singkat sembari memasuki ruangannya di Sat Reskrim Polresta Medan.

Diketahui, Kapolsek Sunggal Kompol Sonny M Nugroho dicopot secara mendadak dari jabatannya karena dinilai gagal melaksanakan tugas sebagai Kapolsek Sunggal. Sebelumnya, Kapolresta Medan, Kombes Tagam Sinaga saat dikonfirmasi wartawan koran ini dipelataran parkir Mapolsek Sunggal mengatakan, Kompol Sonny M Nugroho Tampubolon dinilai sering mengabaikan laporan masyarakat yang hendak membuat pengaduan ke sana. “Ada beberapa warga yang mengadukan kasusnya langsung ke Kapolda. Katanya, Polsek Sunggal sering mengabaikan laporan masyarakat. Untuk ini akan digantikan oleh Wakasat Reskrim Polresta Medan AKP Ruruh Wicaksono sebagai Kapolsek Sunggal yang baru,” ujarnya.(mag-7)

Cegah PHK Jelang Lebaran

Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan harus benar-benar melakukan pengawasan terhadap perusahaan dalam pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan. Dengan begitu, imbauan yang telah disampaikan Dinsosnaker kepada perusahaan-perusahaan dapat berjalan sesuai dengan harapan.

Hal ini dikatakan Sekretaris Fraksi Partai Golkar Ilhamsyah kepada wartawan koran ini Adlansyah Nasution, Rabu (10/8). Berikut petikan wawancaranya.

Baru-baru ini, Dinsosnaker telah mengeluarkan surat imbauan agar perusahaan membayarkan THR kepada karyawan paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran. Apa pendapat Anda?
Bila imbauan tersebut sudah sampai ke perusahaan, tidak ada alasan pemilik atau pengelola perusahaan alpa arau lalai melakukan pembayaran. Sebab, selama ini banyak ketidaktahuan atau tidak adanya pemberitahuan pembayaran THR yang tidak dilakukan atau tidak sesuai dengan aturan berlaku oleh perusahaan. Dengan begitu, harus ada pengawasan. Pastikan imbauan itu sampai ke seluruh perusahaan dan dilaksanakan sesuai imbauan tersebut. Kapan terakhir pemberian dilakukan, jangan sampai ada yang tidak menyalurkan karena tidak ada pemberitahuan atau alasan lainnya.

Bagaimana bentuk pengawasan yang harus dilakukan?
Dinsosnaker harus mengecek ke perusahaan tersebut, apakah sudah dibayarkan atau belum. Jika belum, harus ada sanksi sesuai aturan. Pemberian sanksi tidak hanya untuk menakuti, tapi harus diterapkan sebaik mungkin. Begitu ada pihak yang tidak menyelesaikan kewajibannya, langsung ditindak. Jangan hanya diam.

Bagaimana dengan Tim Pengaduan THR yang dibentuk Dinsosnaker?
Tim pengaduan THR yang dibentuk harus memberikan manfaat. Bukan hanya sekadar memenuhi standar pelayanan atau kebutuhan, tim ini harus aktif dalam melayani, menyelesaikan persoalan. Bila perlu mendatangi langsung perusahaan-perusahaan untuk melakukan pengecekan lansung. Dengan begitu, setiap persoalan yang timbul nantinya bisa terselesaikan dengan baik. Posko itu jangan sekadar dibentuk saja. Harus memberikan manfaat kepada kaum pekerja. Harus ada manfaat atau menjadi motivasi dalam penyelesaian persoalan.

Apa penekanan Anda terhadap Dinsosnaker?
Kita meminta, Dinsosnaker Kota Medan benar-benar aktif dan bijak dalam mencegah timbulnya PHK jelang Lebaran. Sebab, belakangan ini mulai marak PHK jelang Lebaran yang dilakukan beberapa perusahaan seperti Prim One School, PT MCKI tanpa alasan jelas. Salah satu tujuannya, diduga memang untuk menghilangkan pembayaran THR. Dewan juga menyesalkan sampai saat ini belum ada penyelesaian persoalan tersebut. Tidak ada tindakan nyata yang dilakukan Dinsosnaker. Hal ini menujukkan, SKPD tersebut tidak peka dengan persoalan yang tengah terjadi. Persoalan ini menimbulkan tanda tanya besar, ada apa? Kenapa SKPD ini diam saja. Seharusnya tidak menunggu laporan.

Jadi, tidak hanya penyaluran THR diselesaikan, tapi juga PHK jelang lebaran. Ada tekanan diberikan kepada pengusaha untuk tidak melakukan PHK saat ini. Buat kesepakatan dengan pengusaha. Seriuslah mengatasi masalah ini. Jangan ciptakan keresahan dalam diri kaum pekerja. Selesaikan semua masalah, jemput bola, maka pekerja akan nyaman dan senang.(*)

Rebutan Senter, Paman Hajar Ponakan

Hanya gara-gara rebutan senter, Abdullah hasyim (8) dan abangnya Abdullah Akmal (10) dihajar pakai broti oleh pamannya M Hendrik (25), warga Lorong Pertamina, Kelurahan Bagan Deli, Medan Belawan, Rabu (10/8). Akibatnya, kedua bocah malang itu terpaksa dirawat di Rumah Sakit Martha Friska karena mengalami luka serius pada bagian kepalanya.

Kejadian tersebut bermula saat kedua keponakannya bermain senter di rumahnya. Namun, keduanya malah membuat keributan karena rebutan senter. Kemudian, Hendrik melerai keduanya dan meminta senter yang dimainkan mereka.
Saat diminta senternya, kedua keponakannya itu tidak memberikannya. Hendrik yang khilaf langsung mengambil broti dan memukul kepala kedua keponakannya itu hingga berlumuran darah dan pingsan. Bahkan, ibu korban, Nurhalimah yang merupakan kakak kandung Hendrik, pingsan karena tak tega melihat kedua anaknya berlumuran darah.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung menghajar Hendrik dan kemudian membawanya ke Polsek Belawan untuk mempertanggujawabkan perbuatannya.

Dikantor polisi, Hendrik mengakui perbuatannya. Dia mengatakan, dirinya emosi melihat kedua keponakannya itu. “Anak bandel memang harus dipukul,” ujarnya.(mag-11)

Sertijab Tiga Pamen Poldasu Tertutup

MEDAN- Tiga Perwira Menengah (Pamen) Poldasu resmi dimutasi. Serah Terima Jabatan (Sertijab) ketiga pamen tersebut dilakukan di Aula Kamtibmas Mapolda Sumut, Rabu (10/8).

Sertijab) tersebut dilangsungkan secara tertutup dan tidak memberi ruang bagi wartawan untuk meliput gelaran acara tersebut. Kabid Humas Poldasu AKBP Raden Heru Prakoso yang dikonfirmasi mengatakan, tidak ada upaya untuk menutup-nutupi acara tersebut. “Malah saya heran, kok nggak ada pers yang meliput. Malah saya lihat, ada yang lihat-lihat dari jendela,” jawabnya.

Ketiga Pamen yang dimutasi tersebut antara lain, Direktur Reskrimum Kombes Pol Agus Andrianto diangkat menjadi Kabag Resmob Robinops Bareskrim Polri. Jabatan itu akan diduduki Kepala Densus 88/Antiteror Poldasu, Kombes Pol Bambang Heriyanto.

Kemudian, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Poldasu Kombes Pol Husein Hamidi diangkat sebagai Irwasda Polda Aceh dan penggantinya adalah Kepala Biro SDM Polda Maluku, Kombes Pol Tjahyono Prawoto diangkat menjadi Kepala Biro SDM Poldasu.

Terakhir, Kabid TI Poldasu, Kombes Pol Abdurachman digantikan  AKBP Yehu Wangsajaya yang sebelumnya menjabat Kabag Binops Roops Polda Metro Jaya.

Menariknya, acara serah terima jabatan (Sertijab) tersebut dilangsungkan secara tertutup dan tidak memberi ruang bagi wartawan untuk meliput gelaran acara tersebut.

Tersiar kasak-kusuk di kalangan wartawan di Polda Sumut, acara Sertijab itu merupakan pengalihan terhadap Syarifuddin yang merupakan pemilik paspor mantan bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin yang digunakan untuk bepergian ke luar negeri.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut AKBP Raden Heru Prakoso yang dikonfirmasi mengenai hal ini mengaku, tidak ada upaya Polda Sumut untuk menutup-nutupi acara tersebut. “Tidak, tidak ada yang ditutupi. Makanya saya heran tadi, kok nggak ada pers yang meliput. Malah saya lihat, ada yang lihat-lihat dari jendela,” jawabnya.

Saat ditanya, apakah acara Sertijab itu adalah pengalihan terhadap masalah paspor Nazaruddin atas nama Syarifuddin, Heru Prakoso membantahnya. “Ah, tidak ada hubungannya ke arah situ. Ini acara seremoni, dan boleh diliput. Tadi, kalau pers masuk duluan ke ruangan Sertijabnya akan disiapkan tempatnya,” katanya.(ari)

Mahasiswa Baru Unimed Ikuti Pengenalan Awal

MEDAN- Hari pertama pelaksanaan Ajang Pengenalan Awal Mahasiswa Baru (APAMB) Universitas Negeri Medan diikuti 5.000 mahasiswa baru yang diterima melalaui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan lewat jalur Seleksi Lokal Masuk Perguran Tinggi Negeri (SLMPTN). Sebagai upaya menciptakan SDM yang handal dan mampu bersaing serta memiliki etika dan budaya APAMB yang dilakukan UNIMED pada tahun ini ditekankan kepada pembentukan karakter.

“Pengenalan mahasiswa baru tahun ini, kita buat berbeda dibanding tahun lalu. Yakni dengan memberikan ceramah pendidikn karakter yang berdurasi 90 menit,” ungkap Pembantu Rektor I Unimed, Khairil Anshari di sela acara pengenalan mahasiswa baru di Gedung Serba Guna UNIMED Medan, Rabu (10/8).

Masalah pendidikan karakter, bilang Khairil, yang cukup sulit adalah soal implementasi di lapangan sehingga pengenalanm karakter seharusnya sudah diperkenalkan oleh anak sejak dini. Yang paling sederhana dicontohkannya, yakni dari cara berpakaian dan tingkah laju dalam kesehariannya.

Sementara itu, Pembantu Rektor III, Biner Ambarita menambahkan mengatakan mahasiswa baru ini akan mengikuti Ospek selama tiga hari. Yang mana untuk pelaksanaanya seluruh peserta APAMB akan mengikuti kegiatan di Gedung Serbaguna selama dua hari yakni dari hari Rabu hingga Kamis (10-11/8)  hingga pukul 12.00 Wib. Sedangkan untuk hari ketiga selanjunya akan diserahkan ke Fakultas masing-masing.

“Materi yang diperoleh tetap sama, soal pengembangan karakter. Tidak ada main fisik dan kita sudah kerahkan panitia dan keamanan di setiap sudut Unimed,” jelasnya. Dia menyebutkan, mahasiswa baru yang mengikuti APAMB terdiri dari 46 program studi dan tiga fakultas di Unimed. (uma)

Operasi Ketupat Antisipasi Pencurian Rumah

MEDAN- Mengantisipasi tindak kriminal berupa pembobolan rumah karena ditinggal mudik oleh pemiliknya saat lebaran, Polresta Medan beserta jajarannya menggelar operasi ketupat yang digelar H-7 dan H+7 Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriyah.

Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga melalui Kabag Ops Polresta Medan Kompol Yushfi M Nasution mengatakan, operasi ini merupakan operasi rutin yang setiap tahunnya digelar kepolisian. “Ini untuk memberikan rasa aman kepada pemilik rumah yang mudik lebaran,” ujar mantan Kapolsek Medan Baru ini.

Selanjutnya, Yushfi menjelaskan, untuk pengamanan di komplek perumahan, selain menurunkan 2/3 kekuatan kepolisian, pihaknya juga melakukan kerja sama dengan sekuriti dan pihak kecamatan seperti kepala lingkungan setempat. (mag-7)
Sementara pihak kepolisian menganggap, sekuriti merupakan perpanjangan tangan dari kepolisian dalam melakukan pengamanan pada operasi ketupat dan kepala lingkungan merupakan bagian kordinasi kita untuk pengamanan selama lebaran.

Lebih lanjut ia mengatakan, titik rawan dengan tingkat kejahatan tinggi di wilayah hukum Polresta Medan berada yakni berada di wilayah Polsek Percut Sei Tuan dan Polsek Medan Area. “Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi untuk Polsek Percut dan Polsek Medan Area, menjadi titik rawan kejahatan, untuk kedua Polsek ini kita akan melakukan pengamanan ekstra ketat dan untuk waiyah yang lain kita akan terus berkordinasi dengan polsek setempat “ jelasnya. (mag-7)

Pensiunan PNS Tewas Dianiaya

MEDAN- Setelah empat hari dirawat secara intensif di RSU dr Pirngadi Medan, pensiunan PNS Syahrin Halomoan Harahap (65), warga Jalan Matahari Raya, Medan Helvetia tewas setelah dianiaya orang tak dikenal. Keterangan adik korban, A Harahap, yang datang dari Jakarta mengatakan, sebelumnya korban dianiaya oleh orang tak dikenal di Jalan Veteran Pasar VIII Desa Manunggal, Labuhan, Kamis (5/8) lalu.

“Abang saya meninggal dengan luka robek di kepala sebelah kiri. Abang saya sempat pingsan dan terkapar di jalan. Warga langsung membawa ke RS Materna Medan. Di rumah sakit tersebut, abang saya mendapat perawatan dan diopname selama empat hari dan akhirnya meninggal,” terangnya.

Karena nyawanya tidak tertolong, Syahrin yang memiliki tiga orang anak ini akhirnya menghembuskan nafas, Rabu (10/8) 14.00 WIB dan selanjutnya dibawa ke RSU Pirngadi Medan dan dilakukan otopsi.(jon)

Mobil Wahyuni Ditemukan Dekat Kandang Ayam

Dititipkan Pria Bernama Andi dan Wanita Bernama Leni

LUBUK PAKAM-Mobil Kijang Innova warna hitam BK 1356 JH (diubah menjadi BK 1738 KM) milik Wahyuni Simangunsong, karyawan BRI Syariah, Jalan S Parman yang tewas dibunuh, ditemukan di dekat kandang ayam Dusun Tungkusan, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Deli Sedang, Selasa (9/8) siang.

Informasi yang dihimpun, penemuan mobil itu atas laporan warga bernama Indra (28), yang bertugas menjaga kandang ayam di Dusun Tungkusan, Desa Tadugan Raga. Menurut Indra, sebelumnya Kamis (4/8) seorang laki-laki yang mengaku bernama Andi membawa mobil Kijang Innova tersebut bersama temannya seorang wanita bernama Leni. Leni mengendarai sepeda motor Yamaha Vega warna biru.

Lantas keduanya dengan alasan kaca spion kendaraan pecah dan takut ditilang di tengah jalan maka menitipkan mobil itu kepada Indra yang bertugas menjaga kandang ayam.

“Kami tolonglah mobil ini dititip selama dua hari,” bilang Indra menirukan ucapan pria yang mengaku bernama Andi. Setelah menitipkan kendaran tersebut, keduanya langsung pergi berboncengan dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Vega yang nopolnya belum diketahui. Karena  jadwal yang disepakati telah lewat sehari, Indra bersama pemilik peternakan melaporkan ke Mapolsek Telun Kenas, Minggu (7/8) sekitar pukul 21.00 WIB.

Selanjutnya, polisi mendatangi lokasi dan mencopot ban bagian depan Kijang Innova itu dengan tujuan mengantisipasi pemilik mengambil mobil tersebut, setelah dilakukan penyelidikan terhadap pemilik kendaran itu dengan berkordinasi dengan Poldasu, Polres Deli Serdang dan Polrestas Medan. Tiga orang penyidik Ditreskrim Poldasu kemudian mendatangi lokasi serta mencek rangka mobil. Dipastikan mobil itu milik Wahyuni Simangonsung yang ditemukan tewas mengenaskan di Samosir dengan nomor rangka kendaran HFXS42G682512649.

“Mobil itu ditemukan warga dipinggir jalan dekat kandang ayam daerah Mapolsek Telun Kenas,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut Kombes Pol Raden Heru Prakoso diruang kerjanya, kemarin (9/8).

Karena timbul kecurigaan itu, maka orang tersebut melaporkan ke Polsek setempat yang kemudian meneruskannya ke Polres Deli Serdang, yang kemudian ditindaklanjuti oleh jajaran Reskrimum Polda Sumut dan Polresta Medan untuk menuju lokasi penemuan.

“Mobil itu menyerupai milik korban, sekarang masih dilakukan pencocokan nomor mobil di Ditlantas dan diperiksa di Polresta Medan. Sebab, saat ditemukan, nomor polisinya berbeda dan ditemukan dalam keadaan terkunci,” ungkap Heru.

Ketika ditanya, apakah ditemukan petunjuk untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan warga Perumahan Waikiki Blok E VIII No 13 Medan Sunggal tersebut, Heru belum bisa memastikannya. Sebab, proses identifikasi kenderaan masih berlangsung.

Heru menuturkan, sejauh ini pemeriksaan terhadap saksi-saksi masih berjumlah 8 orang. Dan akan bertambah dua, dimana dua orang yang menemukan mobil Kijang Inova tersebut.

“Meluruskan dari pemberitaan yang ada, sejauh ini setelah saya konfirmasi dengan jajaran Polresta Medan, saksi yang diperiksa berjumlah 8 orang. Dan dua orang yang menemukan mobil itu juga akan dimintai keterangan sebagai saksi juga,” ungkapnya.

Ke 8 saksi tersebut antara lain, Rosiana (adik korban dan pelapor), Ani Sabah (rekan kerja korban), Briptu Al Fatah (ajudan Wakapolresta Medan yang komunikasi dengan korban saat akan ditilang polisi), Eben Nezer Naibaho (bengkel langganan korban memperbaiki sepeda motornya), Anissa (sepupu korban), Khainidar Lubis (ibu kandung korban), Dedy Syahputra dan Agus Purba (saksi yang melihat mobil korban berada di Tanah Karo).

“Saksi-saksi ini terangkai dalam komunikasi, sebelum korban dinyatakan hilang hingga tewas mengenaskan,” paparnya.
Dibeberkannya, orang yang terakhir berkomunikasi dengan korban adalah ajudan Wakapolresta Medan yakni, Briptu Al Fatah. Dan yang bersangkutan telah diperiksa sebagai saksi. Saat ditanya hubungan Briptu Al Fatah dengan korban, Heru menjawab, keduanya sebatas pertemanan.

Kemudian, Heru juga membantah, adanya keterlibatan seorang Polwan dari Satlantas Polresta Medan yang dikatakan sebagai yang menilang mobil yang dikendarai korban.

“Jadi, itu bukan Polwan. Saat korban ditilang, korban langsung menghubungi ajudan Wakapolresta Medan untuk minta bantuan. Akhirnya, korban hanya mendapat teguran. Dari keterangan Briptu Al Fatah yang sempat menghubungi nomor ponsel yang mengaku polisi itu, ternyata katanya dari Ditlantas Polda Sumut. Jadi bukan dari Satlantas Polresta Medan. Saat ini juga tengah ditelusuri, apakah polisi yang menilang itu benar seorang polisi atau polisi gadungan, dan apakah benar bertugas di Ditlantas Polda Sumut. Saat ditilang itu juga, korban tidak menjelaskan lokasinya,” terangnya.
Sementara itu, Kasubdit III/Umum Polda Sumut Kompol Andry Setiawan yang dikonfirmasi Sumut Pos menyatakan, personelnya yang turun langsung ke lapangan guna mengecek keberadaan mobil yang diduga milik Wahyuni Simangunsong berjumlah 6 orang, serta ada juga tim dari Polresta Medan dan Wakapolresta Medan AKBP Pranyoto Sik.
“Tim kita berjumlah 6 orang, dan ada juga tim dari Polresta Medan. Wakapolresta Medan juga langsung turun ke TKP,” bebernya.

Kemudian, Kompol Andry Setiawan yang dikonfirmasi apakah benar pelaku diduga berkeliaran di Medan, tidak secara spesifik membenarkan hal itu. “Mudah-mudahan seperti itu. Dan saat ini kita terus melakukan pengejaran,” jawabnya singkat.(ari/btr/uma)