Home Blog Page 14823

Jangan Takut Menjadi Single Parent

Tak ada rumah tangga yang menginginkan perceraian. Namun, apabila itu harus terjadi dan tak bisa lagi dihindari karena alasan-alasan tertentu, janganlah diratapi dan ditakuti. Menjadi single mom memang bukan tugas yang mudah. Sangat menyedihkan mengetahui bahwa anak Anda tidak tumbuh dalam keluarga yang utuh.

Saat menjadi single parent, seorang perempuan harus bisa menempatkan diri pada posisi ibu sekaligus menjadi ayah untuk anak-anaknya. Selain itu sebagai orang tua tunggal, Anda juga dituntut untuk bisa memenuhi segala kebutuhan anak, rumah tangga, maupun kebutuhan pribadi.

Tak perlu berkecil hati jika menjadi orangtua tunggal, karena ada berbagai kesenangan yang bisa Anda dapatkan meski dengan menyandang status tersebut.

Anda lah bosnya. Tak ada seorang pun yang bisa mengatur Anda. Anda lah bos yang menguasai semua bagian rumah dan aturan-aturan di dalamnya. Perintah Anda adalah mutlak. Mungkin ini terdengar egois, tapi Anda tetap harus menjalankan semuanya dengan rasional. Dan ini sangat menyenangkan, bisa menjadi penguasa di rumah Anda sendiri tanpa ada yang menentangnya.

Lebih dekat dengan anak. Ini adalah hal yang paling menyenangkan, karena tak ada saingan yang bisa membagi perhatian anak Anda. Dengan berbagi tempat tidur, Anda dan anak akan memiliki hubungan batin yang lebih dekat secara emosional satu sama lainnya.

Penguasa tunggal. Hidup tanpa pasangan, membuat Anda tidak harus berbagi hal-hal pribadi. Misalnya, lemari pakaian. Jika Anda memiliki pasangan, otomatis Anda harus berbagi tempat dengan pasangan Anda. Dengan menjadi penguasa tunggal, Anda bebas mengisi lemari pakaian Anda dengan berbagai macam benda yang disukai. “Fitnes” gratis.

Ketika menjadi orangtua tunggal, tak ada jaminan bahwa selalu ada seseorang yang akan membantu Anda mengerjakan semua pekerjaan rumah yang biasa dilakukan oleh pria. Misalnya saja, membetulkan atap rumah yang bocor atau membetulkan kran yang merembes. Mau tak mau Anda harus belajar untuk mengatasi semua hal ini sendiri tanpa tergantung dengan orang lain. Dengan mengerjakan semua  pekerjaan rumah sendiri, secara tak langsung Anda mendapatkan “fitnes” gratis, dan jangan kaget kalau tubuh Anda jadi lebih bugar.

Mandiri. Meski ada posisi yang hilang, namun ini adalah saat yang paling tepat dimana Anda menjadi lebih mandiri, dan lebih kuat daripada sebelumnya. Selain menambah nilai positif pada diri Anda, hal ini juga menambah nilai plus dan memperbesar kesempatan Anda untuk mendapatkan pria lainnya.

Disiplin. Jika bertanya kepada para orang tua lainnya bagaimana cara mengajarkan kedisiplinan pada anak-anaknya, biasanya mereka akan memberitahukan Anda cara-cara yang sedikit “mengerikan” dibandingkan jika Anda hanya melihat dan menegur sendiri. Cara yang paling efektif untuk mengajarkan disiplin adalah dengan memberi contoh langsung. Berita bagusnya untuk para single mom, Anda lah satu-satunya panutan untuk mengajarkan berbagai hal yang baik dan buruk.

Bebas merencanakan liburan. Tak perlu merencanakan jauh-jauh hari untuk berlibur, bahkan Anda tak perlu lagi menyesuaikan jadwal cuti dengan pasangan Anda. Tak akan ada pembatalan mendadak karena pasangan Anda mendadak harus lembur kerja. Liburan dadakan? Ayo saja. Tinggal siapkan semua kebutuhan, lalu langsung berangkat!
Rumah lebih rapi.  Sifat wanita yang lebih suka kerapian dan kebersihan, berbanding terbalik dengan sifat pria yang cenderung berantakan. Tak heran jika ketika masih memiliki pasangan, Anda disibukkan dengan berbagai pekerjaan rumah tangga agar rumah selalu rapi dan bersih. Dengan menjadi single mom, pastinya Anda tak perlu naik darah karena harus membersihkan ruangan berulang kali akibat kekacauan yang dilakukan anak dan pasangan Anda.
Lebih irit. Berkurangnya anggota keluarga dalam satu rumah, pastinya secara tak langsung akan berpengaruh pada kebutuhan pangan dan alokasi pengeluaran dana per bulannya. Hidup bersama dengan anak-anak saja tak akan terlalu banyak menghabiskan bahan pokok makanan.

Bebas tebar pesona. Ini adalah salah satu hal yang pastinya tidak akan bisa Anda lakukan ketika Anda masih memiliki pasangan. (net/jpnn)

Tempat Berkumpul, Mencari Solusi

Sopo Marpingkir, Tempat Berkumpulnya Para Cendikiawan HKBP

Lembaga keagamaan harus menyesuaikan diri dengan perkembangan lingkungannya. Itulah yang dilakukan Muhammadiyah. Lahir di Yogyakarta  tetapi kantor pusatnya di Jakarta. Demikian juga Nahdatul Ulama (NU) lahir di Jawa Timur juga berkantor pusat di Jakarta.

Melihat kondisi ini Panitia Nasional Jubileum 150 tahun HKBP dengan pemikiran jernih merencanakan pembangunan gedung Sopo Marpingkir di Jakarta. Pembangunan Sopo Marpingkir juga selaras dengan visi HKBP menjadi gereja  yang inklusif, dialogis dan terbuka.

Sopo Marpingkir merupakan tempat dilaksanakannya berbagai kegiatan-kegiatan HKBP berupa perkantoran, pembinaan dan pelatihan SDM, tempat aspirasi masyarakat khsuusnya warga HKBP dan lain-lain. Dasar pemikiran pembangunan Sopo ini karena mengingat letak Kantor Pusat HKBP Pearaja Tarutung yang jauh dari Ibukota sebagai Pusat Pemerintahan Republik Indonesia.

Sopo ini direncanakan akan dibangun di Jakarta Timur dengan lokasi seluas 9.000 meter persegi. Sopo setinggi 8 lantai ini direncanakan juga akan diresmikan pada saat perayaan puncak Pesta Jubileum 150 tahun HKBP tepatnya pada tanggal 7 Oktober 2011.

Sesuai Rencana Anggaran Biaya yang disusun oleh panitia tingkat nasional Jubileum 150 Tahun HKBP, bangunan ini membutuhkan biaya Rp35 miliar atau sekitar 59 persen dari Anggaran Biaya keseluruhan kegiatan Jubileum 150 Tahun HKBP.

Tokoh Katolik, Dr Cosmas Batubara, yang dikenal dekat dengan HKBP memberikan sumbangsih pemikiran seputar rencana pembangunan Sopo Marpikir.

Tokoh kelahiran Purbasaribu, Simalungun, Sumatera Utara, 19 September 1938 itu mengharapkan Sopo Marpingkir ini menjadi pusat kegiatan para pemikir HKBP. Sebagai lembaga gereja terbesar di Asia Tenggara, HKBP harus memberikan kontribusi dalam hasil pemikiran Kristen. Sopo Marpingkir juga bisa dijadikan menjadi tempat kajian aspek  ekonomi, budaya, politik dan agama. Tentu juga memikirkan isu-isu nasional.

Ketika ditanya sebaiknya seperti apa Sopo Marpingkir? “Saran saya lembaga kajian saja. Sudah waktunya HKBP memiliki lembaga penelitian. Kita tidak boleh lagi bertitik tolak pada pola berpikir zaman dahulu,’’ tegas mantan aktivis mahasiswa dan Ketua Umum Presidium KAMI ini seperi dikutip hkbp150tahun.
Cosmas mencontohkan, Nahdatul  Ulama (NU) memiliki lembaga kebudayaan Les Bumi. Katolik juga melihat budaya perlu dimasuki. Kini Katolik disebut banyak berubah. Dulu, sebelum Konsili Vatikan kedua Katolik selalu mengunakan bahasa Latin. Sekarang, Katolik bisa mengunakan bahasa dari mana pun misa. Itu lahir dari pemikiran “hasil berpikir” inskulturasi budaya, menyatu gereja dengan budaya.

Di Tanah Batak ada dua uskup Batak, AB Sinaga dan Pius Datubara. Mereka inilah yang mendorong inskulturasi pada budaya Batak. Sekarang Katolik memberikan tempat pada budaya Batak. Di Samosir misalnya, ada gereja yang persis menyerupai ruma adat Batak Toba, di Karo ada gereja mirip rumah Karo. Demikian juga di Simalungun ada gereja menyerupai arsitektur  rumah Simalungun.

Cosmas optimis, HKBP  bisa lebih maju ke depan. “Kita berharap sebagai komunitas terbesar orang Batak. HKBP terus berkarya memberikan yang terbaik bagi bangsa ini,” pintanya. Kelak Sopo Marpingkir sebagai lembaga kajian juga diharapkan  menghasilkan pemikiran-pemikiran yang bisa dibaca banyak orang. Hasil pemikiran itu alangkah baiknya jika diterjemahkan juga ke  bahasa Inggris. HKBP sebagai gereja terbesar  terpanggil ikut  memikirkan kehidupan masyarakat Asia Tenggara.(bbs)

Sate Padang Mandako Jadi Favorit

Sate padang mandako adalah menu kebanggaan nusantara yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Sementara itu, sate padang mandako sendiri berasal dari dua nama suku yakni Mandailing dan Karo.

Aulia Pahlawan Sitepu, pemilik warung Sate Mandako Jalan Ringroad Medan, mengatakan istrinya Sirenita Lubis berasal dari daerah Mandailing Natal. Sementara, Aulia sendiri berasal dari daerah Bukit Tinggi , tetapi daerah asalnya berasal dari suku batak karo.

“Yang jelas kami menggabungkan nama tersebut untuk membuat suatu nama untuk sate yang kami jual saat ini,” bilang Aulia Pahlawan Sitepu kepada wartawan Sumut Pos di  warungnya Jalan Ringroad Medan, Sabtu (16/9).
Selain itu juga, sate padang mandako khas Bukit Tinggi yang berada di Ring Road Medan ini juga berawal dari istrinya yang berasal dari daerah Bukit Tinggi yang pintar memasak dan juga sering membuat even besar di luar negeri yakni Kanada.
“Saat berada di Kanada, istri saya (Sirenita Lubis-red) sambil  kuliah S2 di universitas Britir Columbia,” bilang Aulia.
Dijelaskan Aulia, bahwa sate padang mandoko yang disuguhkan di tempatnya tersebut merupakan menu makanan yang paling digemari pengunjung .

Sehingga dengan hadirnya sate padang mandoko tersebut, diharapkan dapat mengakomodir kegemaran masyarakat yang melintasi jalan Ringroad untuk mencicipi sate padang mandako.
“Para konsumen yang melintas di Jalan Ringroad bebas untuk memilih menu makan yang disukai sesuai selera,” bilang Aulia lagi.

Lanjut Aulia, manfaat memakan sate padang mandako ini berbeda dengan yang lainnya. Pasalnya, sate padang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dimana, bumbu atau kuah sate yang terdiri dari berbagai macam bahan-bahan rempah yang telah dihaluskan. (omi)

Casey Stoner Penuh Rekor

ARAGON – Casey Stoner mempertahankan konsistensinya di kualifikasi MotoGP Aragon, Spanyol, di Sirkuit Aragon, Sabtu (17/9) malam WIB. Dengan catatan waktu tersebut, pembalap Repsol Hondas itu akan berada di posisi terdepan (pole) saat start berlangsung, Minggu (18/9) sore WIB ini.

Pole tersebut merupakan yang kesembilan bagi Stoner musim ini, sekaligus membuat rekor barunya di Aragon, dengan torehan waktu satu menit 48,451 detik yang tidak bisa dilebihi oleh para pembalap lain sepanjang sesi tersebut. Dengan waktu satu menit 48,451 detik, Stoner memecahkan rekor lap tercepat di Aragon atas namanya sendiri yang ia buat tahun 2010 lalu, satu menit 48,942 detik.

Jika saja Stoner tidak memecahkan rekornya sendiri, catatan itu sebenarnya juga akan terlewati oleh rekan setimnya, Dani Pedrosa. Ia membuat waktu satu menit 48,747 detik, lebih baik dari rekor Stoner tahun lalu tetapi masih kalah dari waktu Stoner tahun ini.

Atas performa kedua pembalap tersebut, kubu Repsol Honda setidaknya boleh menepuk dada. Pasalnya hanya Stoner dan Pedrosa yang bisa menembus kisaran waktu satu menit 48 detik di sesi kualifikasi ini.

Sementara, duo Yamaha Ben Spies dan Jorge Lorenzo, terpaksa memulai balapan di MotoGP Aragon di posisi ketiga dan keempat. Kendati begitu Lorenzo tetap pede saat melakoni balapan di Arogan. “Misano merupakan kemenangan fantastis bagi kami dan sangat penting. Kami telah menghasilkan paket yang bagus di sana dan juga di sini. Itu tidak mudah untuk berjuang dengannya tapi kami akan mencoba dan kami akan bertarung,” ujar Lorenzo, seperti disitat Daily Star.
Sedangkan Andrea Dovizioso, harus memulai balapan dari peringkat kelima. Bagaimana dengan Valentino Rossi? Ya, seperti biasa, Rossi harus puas memulai balapan besok dari peringkat 13. Kali ini, pembalap Ducati harus mengakui keunggulan rekan setimnya Nicky Hayden, yang berhasil menempati urutan ketujuh. (net/jpnn)

Tertibkan PKL di Jalan Seroja

087868868xxx
Tolong tertibkan Jalan Seroja Simp Melati diujung jalan sudah menjadi pajak, setiap hari macet dan drainase tumpat. Banyak kedai tuak yang bermunculan sampai di ujung Medan Permai menjadi ajang judi dan mabuk-mabukan. Ini kan bulan puasa, Pemko Medan seolah tak mampu tertibkan atau tidak mau tahu tentang kota ini.

Kami Koordinasikan
Terima kasih informasinya, kami akan berkoordinasi dengan aparat kecamatan setempat untuk mengecek dan memberikan imbauan kepada para pedagang. Karena pedagang hanya diboleh berdagang di tempat-tempat yang telah disediakan Pemko Medan atau telah memegang izin. Apabila tak memiliki syarat keduanya, artinya pedagang tersebut ilegal dan harus ditertibkan.
Selanjutnya, mengenai laporan warga terkait drainase tumpat dan dijadikan menjadi tempat ajang mabuk-mabukan serta arena permainan judi, kami akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat untuk menertibkannya.

Khairul Buchari
Plt Kabag Humas Pemko Medan

Nurdin Lubis Dipanggil Sekjen Kemendagri

Sumringah, Mulai Merapat ke Plt Gubernur

JAKARTA-Hingga kemarin (16/9), Keputusan Presiden (Kepres) yang menetapkan satu nama sebagai sekretaris daerah provinsi (sekdaprov) Sumut, belum juga terbit. Padahal, Tim Penilai Akhir (TPA) yang dipimpin Wakil Presiden (Wapres) Boediono sudah menggelar sidang dan menetapkan satu nama pada Senin (12/9) lalu.
Tetapi ada sesuatu terjadi akhir pekan lalu. Entah berkaitan dengan penetapan Sekdaprov Sumut atau tidak, Nurdin Lubis dipanggil Sekjen Kemendagri, Diah Anggraeni. Sayangnya, usai bertemu Diah, Nurdin enggan berkomentar.

Apakah Nurdin menjadi pilihan TPA sebagai sekdaprov? Mendagri Gamawan Fauzi meminta agar menunggu Kepres penetapan sekdaprov. Gamawan memperkirakan, Kepres dimaksud paling lambat sudah terbit akhir bulan ini. “Masih di presiden. Saya juga tunggu kepres-nya. Saya perkirakan segera terbit, ya paling lambat akhir bulan,” ujar Gamawan kepada koran ini di kantornya usai shalat Jumat, kemarin.

Seperti disampaikan sebelumnya, Gamawan mengaku tidak berani memublikasikan nama yang sudah ditetapkan TPA itu, sebelum keluar Kepres. “Jangan bocor dulu. Jangan mendahului presiden,” kilahnya.

Pernyataan Gamawan bisa dimaklumi. Pasalnya, berdasarkan informasi yang digali Sumut Pos, keputusan presiden bisa menganulir hasil sidang TPA. Di era sebelum presiden SBY, beberapa kali terjadi, seorang pejabat yang sudah mengenakan baju resmi pelantikan sebagai pejabat eselon I, tiba-tiba batal lantaran ada keputusan berbeda yang tertuang dalam Kepres. “Karena bisa saja presiden berkehendak lain,” ujar Gamawan beberapa waktu lalu.

Kapuspen Kemendagri Reydonnyzar Moenek juga tidak berani menyebutkan nama Bahkan, saat ditanya apa benar yang ditetapkan sebagai sekdaprov Sumut adalah Nurdin Lubis, Reydonnyzar mengatakan, “Saya tidak mau terpancing pertanyaan wartawan. Haa..ha….”

Sementara, dari informasi yang digali, dari tiga nama yang diusulkan Gatot, Nurdin Lubis paling diunggulkan. Alasannya, lantaran sekda harus klop dengan gubernur sebagai user. Dari ketiga nama itu, Nurdin yang dianggap paling pas ‘bekerjasama’ dengan Gatot.

Sumringah
Nama Nurdin Lubis tampaknya makin berkibar di jajaran pemprov. Dalam kesehariannya, Nurdin terlihat ‘merapat’ ke Pelaksana tugas (Plt) Gubernur, Gatot Pujo Nugroho.

Saat Sumut Pos mewawancarai Gatot, terlihat Kepala Inspektorat Sumut itu langsung memposisikan dirinya berdiri di samping Gatot. Saat asyik mendampingi Gatot, seseorang pejabat di Pemprovsu menghampiri dan menyalami Nurdin Lubis sembari mengucapkan selamat. “Selamat ya pak,” kata pejabat Pemprovsu tersebut kepada Nurdin Lubis.
Nah mendapat ucapan selamat itu, wajah Nurdin Lubis terlihat  sumringah dengan senyum yang lebar, dan membalas ucapan selamat itu dengan kata-kata terima kasih. “Terima kasih ya Bu,” jawab Nurdin.

Plt Gubsu yang ditanyai mengenai nama sekdaprov defenitif yang direstui pemerintah pusat, berupaya menutup-nutupi. “Saya baru pulang. Jadi saya belum tahu informasinya,” jawab Gatot usai dilantik sebagai Kepala Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Sumut di Aula Martabe, Lantai II Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, kemarin. Ketika berulang kali ditanya oleh para wartawan, pernyataan Gatot tetap sama, belum mengetahui informasi tersebut.

Sebelum acara pelantikan Kwarda Pramuka Sumut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut Suherman yang ditanyai Sumut Pos mengenai hal itu, juga mengaku belum mengetahui informasi kepastian terpilihnya Nurdin Lubis sebagai sekdaprov. “Wah, saya belum tahu. Kita lihat nanti,” jawabnya.(sam/ari)

Jamaah Lansia Diimbau Segera Bayar BPIH

MEDAN- Jamaah haji berusia lanjut (manula) diimbau untuk segera melunasi pembayaran biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) tahap tiga, 14 September hingga 19 September mendatang. Pasalnya, hingga kemarin, dari 145 jamaah lansia baru 36 jamaah yang melunasi BPIH “Waktu itu, ada 110 calon jamaah yang tidak melunasi BPIH. Dan itu diserahkan ke pusat. Kemudian, kita mendapat tambahan jatah menjadi 289 orang. Dari jumlah itu, 145 orangnya diperuntukan bagi jamaah yang berusia lanjut antara 81-111 tahun. Dan sekarang sudah 36 orang yang melunasi biaya hajinya.

Pembayaran biaya hajinya, dari tanggal 14, 15 dan 19 September. Jadi, tiga hari kerja,” terang Kepala Kantor Kementerian Agama Sumut (Ka Kemenagsu) Syariful Mahya Bandar saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jum’at (16/9).

Ditambahkannya, sebanyak 144 orang dari sisa kuota tambahan tersebut, diperuntukan bagi pendamping jamaah uzur, suami-istri, anak-orangtua. “Saat ini masih dilakukan pendataan mengenai para calon hajinya. Dan untuk yang sisa kuota 144 orang ini, pembayarannya mulai Senin pekan depan,” tambahnya.

Pembayaran biaya haji bagi jumlah kuota tambahan tersebut, bisa dilakukan di bank-bank yang juga menjadi tempat pembayaran BPIH tahap 1 dan 2 beberapa waktu lalu antara lain, Bank Mandiri Syariah, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat, Bank Bukopin, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Sumut.

Bagaimana, bila kuota tambahan 289 orang tersebut tetap tidak terpenuhi? Syariful mengatakan, pihaknya akan memohon kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Haji Kementerian Agama pusat, untuk mengalokasikan kepada calon haji yang berusia 81 tahun ke bawah.

“Kalau tidak terpenuhi juga hingga tanggal 19 September, bagi para calon haji di atas 81 tahun maka kita mohon ke Dirjen Haji untuk mengalokasikannya ke calon haji yang di bawah usia 81 tahun,” katanya.(ari)

Berharap Tuah Angka Sial

Gayus Lumbuun

Bagi banyak kalangan, angka 13 bisa berarti sial. Tapi anggapan ini tidak berlaku bagi Gayus Lumbuun. Bahkan Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini berharap berkah dari nomor 13.

Gayus mendapat nomor urut 13 dalam mengikuti uji kelayakan dan kepatutan para calon Hakim Agung. Rencananya Gayus bersama-sama dengan 18 calon laonnya akan mengikuti fit and proper test tu mulai Selasa (20/9) pekan depan.
“Kata orang-orang, ini adalah angka sial, tapi mudah-mudahan berkah,” kata Gayus, usai penyusunan makalah calon Hakim Agung di Komisi III DPR RI, Kamis (15/9).

Gayus rencananya akan diuji selama 180 menit dan berhadapan dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh anggota Komisi III. Gayus juga sudah melewati pembuatan makalah yang didahului dengan pengundian untuk memilih satu dari lima topik yang disiapkan Komisi III, kemudian menuliskan pemikirannya selama satu jam di 5 lembar kertas folio.(net/jpnn)

Pemprovsu Minta Tambah Jatah Saham

Tambang Emas di Batangtoru

MEDAN- Kontrak kerja pemerintah dengan PT Agincourt Resources di penambangan emas Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel) sepertinya masih menyisakan ketidakpuasan bagi pemerintahan provinsi Sumatera Utara.
Di proyek pertambangan emas dengan investasi 575 Juta Dolar AS itu, PT Agincourt Resources atau G-Resources memberkan 5 persen sahamnya untuk pemprov dan pemkab Tapsel. Pembagiannya, 70 persen untuk Pemkab Tapsel n
dan 30 persen untuk Pemprovsu.

Menurut Communications Manager PT Agincourt, Katarina Hardono, dalam kontrak karya generasi ke 6 di pertambangan yang diberinama Proyek Martabe, G-Resources tidak berkeharusan menerima divestasi. Saham untuk pemerintah daerah diberikan atas dasar keinginan perusahaan sendiri. Share saham tersebut nantinya, harus dibayar pemerintah dan akan dilakukan melalui angsuran yang dananya didapat dari deviden, yang jangka waktunya belum bisa ditentukan.

“Jangka waktunya belum bisa ditentukan, karena proyek Martabe belum berproduksi. Tentu akan dibicarakan mekanismenya dengan pemerintah terkait,” papar Katarina Hardono.

Share saham 5 persen ternyata belum memuaskan Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu, Gatot Pujo Nugroho. Gatot menginginkan negosiasi ulang antara pemkab Tapsel dan pemprov agar daerah diberi 10 sampai 20 persen share saham. “Saya minta minimal 10 persen. Dan itu sedang didiskusikan ulang. Saya minta kepada bupati, untuk menegosiasikan ulang,” katanya.

Bila pihak perusahaan tetap bersikukuh hanya memberi share saham sebesar 5 persen, dan tidak memenuhi permintaan share saham 10 persen, apa yang akan dilakukan? Gatot enggan menjawabnya dan malah kembali menanyakan hal itu kepada wartawan yang mengkerubutinya.“Usulan teman-teman minta berapa?,” tanyanya sembari meninggalkan wartawan.

Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga menilai, share saham 5 persen untuk daerah adalah hal yang tidak adil. “Itu tidak fair. Di Madina saja Sorik Mas Mining memberikan saham 25 persen. Jadi, kontrak karya dengan PT Agincourt harus dinegosiasikan ulang,” tegasnya.

Jadi, semestinya berapa persen share saham yang diberikan kepada pemerintah daerah? “Semestinya, Pemerintah pusat dapat 5 persen, pemerintah provinsi 10 persen dan pemerintah kabupaten atau daerah 5 persen,” tuturnya.
Dekan Ekonomi USU, Jhon Tafbu juga menilai saham 5 persen untuk pemerintah daerah masih terlalu kecil. Selain itu, harus ada kejelasan terkait dengan saham tersebut dan kejelasan terkait hak masyarakat dan pemda setempat. “Jangan euforia terkait pertambangan ini, semua harus jelas mulai dari hak dan kewajiban agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya. Selain itu, menurutnya ada dampak dri pertambangan ini terhadap daerah lain. “Pertambangan ini akan menjadi pendorong ekonomi di sekitar Tapsel,” tuturnya.

Terkait serapan tenaga kerja, Communications Manager PT Agincourt, Katarina Hardono menjelaskan kalau saat ini ada sekitar 1.500 pekerja. Sekitar 70 persennya direkrut dari masyarakat dari 10 desa di lingkar tambang Proyek Martabe.

Ke depannya, Katarina lagi, tentu akan bertambah dan targetnya 30 persen dari total jumlah karyawan adalah wanita. Posisi-posisi untuk wanita, dibuka di seluruh jajaran dan seluruh jenis pekerjaan, termasuk operator alat berat. Saat ini saja ada 20 lebih operator alat berat wanita yang bekerja di proyek Martabe.

Untuk bisa mencapai target ini pasti perlu komitmen tinggi untuk meningkatkan kapasitas dari para pekerja/karyawan, apalagi kita tentu sama-sama mengetahui bahwa dunia tambang ini masih terhitung dunia yang ‘baru’ di Sumatera Utara. “Tadinya, pekerja wanita sama sekali tidak bisa mengendarai kendaraan bermotor,” katanya.

Mengenai prospek pertambangan emas tersebut atau disebut Proyek Martabe tersebut, Katarina menjelaskan, yang jelas, saat ini PT Agincourt Resources atau G-Resources sedang berkonsentrasi penuh membangun proyek Martabe agar segera berproduksi sesuai jadwal yang sudah ditetapkan dan ini sudah di depan mata.

“Saat ini, proyek Martabe adalah satu-satunya asset utama G-Resources. Tidak menutup kemungkinan G-Resources akan melihat kemungkinan untuk mencari ladang tambang yang lain (dalam atau luar negeri), tapi pasti itu akan dipikirkan setelah proyek Martabe sukses berproduksi,” jelasnya.


Kembangkan Home Industry
Tingkat kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar Proyek Martabe, diharapkan akan memperbaiki nasib masyarakat di sekitar eksplorasi. G-Sources diyakini meningkatkan geliat ekonomi di kabupaten Tapsel. Tetapi Corporate Social Responsibility (CSR) yang akan diberikan pihak perusahaan dan diminta dialokasikan untuk pengembangan SDM setempat, diminta benar-benar disalurkan secara bertanggung jawab oleh pihak-pihak terkait.

Menurut dosen ekonomi Unimed dan Peneliti Ekonomi SEPPSs (Sumatera Ekonomy and Public Policy Studies), M Ishak, CSR tersebut sebaiknya dibagi, 40 persen untuk pendidikan dan 60 persen untuk sektor rill. Sektor rill tersebut dapat berupa pembanguanan home industry yang didirikan berbagai kecamatan, dan usahakan untuk industry tersebut bisa dalam bidang pertambangan. “Selain pendidikan, faktor lain yang mendukung kesejahteraan masyarakat adalah sektor riil,” ujarnya.

“Karena masa produksi 6-9 tahun, setidaknya home industry tersebut bergerak dalam bidang pertambangan, sehingga masyarakat juga dapat berada pada posisi yang lumayan dalam pertambangan,” ujarnya.

Sementara untuk pendidikan, masyarakat Tapsel sudah berada dalam tingkat pendidikan lumayan. Beberapa akademi pendidikan di sana. Karena itu, CSR yang diberikan tidak perlu didominasi pendidikan. “Tingkat pertumbuhan Tapsel sebetulnya lumayan, tanpa bantuan CSR, orangtua di Tapsel sudah mendesak anaknya untuk sekolah,” lanjutnya.(ari/mag-9)

Rumah Ketua DPRD Langkat Curi Arus Listrik

Didenda Rp17 Juta, Malah Lapor Polisi

MEDAN-Pencurian arus listrik merupakan tindakan melawan hukum. Tetapi tindakan tak terpuji itu malah terjadi di rumah pribadi Ketua DPRD Kabupaten Langkat, Hartono Bangun di Komplek Mutiara Indah No 3 di Jalan Kapten Muslim Dalam, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Agustus lalu.

Pencurian itu terungkap saat tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) Medan melakukan pemeriksaan listrik di rumah kader Partai Demokrat tersebut. Menurut pemaparan Humas PLN Medan, Rosna, didampingi Kepala Pelaksana P2TL Medan, Khairuddin, Kamis (15/8), pukul 11.00 WIB, tim P2TL melakukan penertiban penggunaan tenaga listrik kepada pelanggannya di kawasan tersebut. Saat itu tim P2TL berjumlah empat orang, yakni, E Sinaga, Irwan, Eva Sartika dan Muhammad Sani. Keempatnya dikawal seorang polisi militer Saat melakukan pemeriksaan di rumah dimaksud, si pemilik rumah Hartono Bangun tidak berada di rumah, tim lalu disambut supir pribadi Hartono Bangun bernama Sriyoto.

Tim P2TL kemudian melakukan pemeriksaan meteran listrik di kediaman tersebut. Saat itulah ditemukan kejanggalan jaringan listriknya, ada pelanggaran terhadap pengukuran KWH. “Kami tidak mengklasifikasikan pelanggan kami dengan jabatannya, semuanya kami anggap pelanggan PLN. Jadi kami tidak perlu tahu siapa itu Hartono Bangun. Bila terbukti jaringan listriknya ada pelangaran, ya kami tindak sesuai peraturan,” ujar Khairuddin.

Pelanggaran jaringan listrik lain di kediaman Hartono itu, meteran listriknya tidak bersegel lagi. “Setelah dihitung-hitung sesuai ukuran dan rumus, maka PLN menemukan kerugian senilai Rp17 juta. Kerugian itu harus dibayar pihak pemilik rumah tanpa terkecuali,” kata dia.

Meski menemukan bukti kejanggalan jaringan listrik, tapi Tim P2TL tidak langsung memberikan surat sanksi pelanggaran hukum atas pencurian listrik. Tim malah meninggalkan kediaman Hartono Bangun. Kemudian, pada Rabu (15/9) atau berselang sebulan dari pemeriksaan, Tim P2TL kembali datang ke kediaman Hartono Bangun untuk memberikan surat sanksi pelanggaran pemakaian listrik.

Kali ini kedatangan Tim P2TL langsung disambut pemilik rumah dengan membawa aparat polisi. “Kedatangan kami dihalau polisi, tapi kami tetap memberikan surat sanksi atas pencurian listrik di kedimanan Hartono Bangun dan kamipun lalu pulang. Nah, PLN tidak tebang pilih dalam menegakkan peraturan, semua tanpa terkecuali adalah pelanggan setia PLN. Sebagai pelanggan PLN, kalau bersalah tetap diberikan tindakan, maka PLN Medan akan melakukan pemutusan  KWH listrik kepada konsumen yang melakukan pelanggaran,” tegasnya.

Tapi, kedatangan Tim P2TL membuat Hartono Bangun tidak senang. Hartono Bangun menilai PLN masuk tanpa izin pemilik rumah yang saat itu tidak berada di rumah. Hartono pun melaporkan Tim P2TL ke Mapoltabes Medan. Pengaduan dilakukan Rabu, 17 Agustus dengan laporan No:STBL/2204/VIII/2011/SU/Resta Medan. Rudi keberatan rumah pribadinya dimasuki 4 petugas PLN Cabang Medan yang didampingi seorang petugas polisi militer, tanpa izinnya.

Terkait pengaduan ini, pihak PLN mengaku sudah mengetahuinya. “Silakan saja, kami melakukan kerja sesuai prosudur,” ujar Khairuddin.

Khairuddin sudah mengetahui kalau Tim P2TL telah dilaporkan Hartono Bangun ke Mapoltabes Medan. “Kami juga melaporkan Hartono Bangun ke Mapolda pada Rabu, 14 September, kemarin. Kami juga sudah diperiksa di Mapoltabes Medan atas aduan Hartono,” ujarnya.

Sementara itu, dari Mapoldasu, pihak polisi menampik kalau karyawan PLN membuat aduan ke Mapoldasu. Hal ini diakui Petugas Central Pelayanan Terpadu (SPKT). “Tidak ada laporan yang masuk,” ujar petugas tersebut. Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Heru juga menyatakan hal yang sama. “Saya belum terima berkas aduan itu. Kalaupun ada, akan saya tindaklanjuti,” ujarnya kemarin.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Medan AKP M Yoris Marzuki SIK SH saat dikonfirmasi Sumut Pos, kemarin membenarkan adanya pengaduan atas nama Rudi Hartono Bangun. “Masih kita lakukan penyeledikkan, saksi pun lagi kita minta keterangan. Pastinya akan kita proses sampai tuntas,” ujarnya dengan singkat. (omi/ila/mag-5)