30 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 14831

Satu Tersangka Ditahan Tipikor Polda

Dugaan Korupsi Polmed Rp4,5 M

MEDAN- Akhirnya, secara resmi Tipikor Polda Sumut menahan seorang tersangka kasus dugaan korupsi Politeknik Medan (Polmed). Penahanan terhadap tersangka korupsi proyek pengadaan alat peraga laboratorium Teknik Elektro Politeknik Negeri Medan (Polmed) senilai Rp4,5 miliar, dibenarkan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho yang dikonfirmasi Sumut Pos melalui seluler, Senin (8/8) malam.

“Benar, ada satu tersangka yang telah kita tahan terkait dugaan korupsi Pomed tersebut,” ungkapnya.
Saat ditanya siapa nama atau inisial tersangka yang telah ditahan itu, Sadono enggan menyebutkannya dan langsung menutup teleponnya. “Nanti ya, saya sedang diskusi,” jawabnya sembari menutup telepon.
Sementara, hasil penelusuran Sumut Pos, tersangka dimaksud berinisial H.

Sebelumnya, Rabu (3/8), di Mapolda Sumut, Kombes Pol Sadono menuturkan, pada pekan Tipikor Polda Sumut akan menetapkan tiga nama sebagai tersangka resmi kasus tersebut.

Diketahui, dalam kasus dugaan korupsi Polmed tersebut, ditemukan adanya kejanggalan pada proses tender pengadaan alat laboratorium, pendidikan bengkel jurusan elektro Polmed tersebut. Dimana, pemenang tender CV Karya Medika tidak melakukan tugasnya melaksanakan proyek. Panitia juga dinilai melanggar Keputusan Presiden RI nomor 80 tahun 1983.
Untuk diketahui pula, dalam kasus ini sejumlah saksi sudah dimintai keterangan salah satunya adalah Direktur Polmed Zulkfili Lubis (ZL), dua panitia serta rekanan proyek. Sedangkan, hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumut menyatakan, proyek ini mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp2,1 miliar dari total Rp4,5 miliar yang dianggarkan.

Dalam kasus ini, penyidik menilai telah terjadi pelanggaran dan menyiapkan pasal 2 ayat 1 sub pasal 3 sub pasal 11 lebih sub pasal 12 huruf a dan b UU RI No 31 tahun 1999 perubahan UU Nomor 20 Tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.(ari)

Ada Asa di Pantai Barat Sumatera

Gerak Aktif Haji Anif di Madina (1)

Perjalanan ini sepertinya begitu lengkap. Bagaimana tidak, perjalanan ini harus dilalui dengan penerbangan selama lima puluh lima menit, menaiki kapal motor selama dua jam serta ditambah total perjalanan darat satu jam lebih. Menariknya, setelah terbang dan mengarungi laut terbentang serta melaju di jalan berdebu, kami tetap saja di Sumatera Utara.

Ya, wartawan Sumut Pos, Ramadhan Batubara, mendapat kesempatan mengikuti rombongan Haji Anif n
ke beberapa kawasan di Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal itu, 29 Juli hingga 7 Agustus. Berangkat dari Bandara Polonia, pukul 10.00 pagi Jumat (29/7) Merpati pun terbang tinggi melewati gugusan Bukit Barisan. Lepas lima puluh lima menit, pesawat mendarat di Bandara Ferdinand Lumbantobing, Pinang Sori, Tapanuli Tengah. Jalur darat pun setelah itu ditempuh agar tiba di Sibolga. Dari kota ini rombongan istirahat sejenak sembari makan siang di Rumah Makan Pak Nas di Jalan Brigjen Katamso Sibolga.

Saat makan, pandangan Haji Anif berulang kali mengarah ke semua rombongan yang terdiri dua belas orang dari Medan plus beberapa orang yang menjemput di Pinang Sori. Dua belas orang dari Medan tak lain adalah tim dari Haji Anif yang akan membagi sedekah dan zakat di Kecamatan Muara Batang Gadis jelang Ramadan. “Ayo makan yang banyak, perjalanan kita masih jauh,” ucapnya sembari mengoyak ikan bakar di hadapannya, mencelupkannya ke sambal merah, dan langsung menyantap. Mantap.

Benar saja, setelah itu rombongan menaiki kapal cepat KM Anugerah menuju Madina. Menurut keterangan sang kapten kapal, perjalanan akan ditempuh kurang lebih dua jam. Jika pakai boat, bisa sampai lima jam.

Dan, Sibolga ditinggalkan. Semakin lama semakin jauh. Lalu, hilang. Pemandangan kini hanya terpaku pada laut luas dan pulau-pulau kecil. Sesekali terlihat perahu nelayan melaju pelan. Mereka melambaikan tangan sambil tertawa lebar. KM Anugerah terus melaju dengan cepat. Sial, telepon genggam mulai rawan sinyal.

Selang dua jam, Desa Tabuyung yang dituju terlihat. Kubah masjid berwarna hijau langsung mengucapkan selamat datang. Barisan kapal nelayan tertata di pinggir dermaga. KM Anugerah mulai mengurangi kecepatan, perlahan memasuki muara, menuju dermaga. Kapal merapat. Haji Anif mendarat. Warga dan pejabat kecamatan sudah menunggu, terlihat juga anggota dari Polsek Muara Batang Gadis, Koramil, tokoh masyarakat setempat, dan sebagainya.

Usai mendapat ramah tamah penyambutan, Haji Anif langsung masuk mobil jemputan yang sudah menunggu. Tiga mobil langsung meluncur membelah barisan kelapa sawit milik PT Anugerah Langkat Makmur (PT ALAM), lintasan bergelombang dan belum diaspal. Debu berkeliaran kemana suka. Rombongan tiba di rumah milik Haji Anif; sebuah rumah panggung di antara pantai dan Jalan Lintas Pantai Barat Sumatera, tepatnya di Desa Salasiak. Sebuah rumah yang oleh warga sekitar disebut sebagai Rumah Gadang.

Selang sehari, satu karung beras seberat 10 kilogram, dua kilo minyak goreng, dua kilo gula, satu kotak mie instan, dan satu botol sirup dibagikan. Tua-muda di lima desa di Muara Batang Gadis memegang kupon, mengantre giliran menerima sedekah sembako dari Haji Anif.

Begitulah suasana yang tergambar pada hari pertama pembagian sembako. Sejak pagi tim pembagi serta Sumut Pos berkonsentrasi di sebuah madrasah yang ada di Desa Tabuyung. Desa ini sebelumnya sempat diluluhlantakan oleh dua tsunami. Kali pertama saat tsunami Aceh 2004 lalu, kejadian ini merenggut satu nyawa warga dan membuat arah sekian ratus rumah berubah arah. Yang terdahsyat adalah pada tsunami Nias 2005 lalu, selain menewaskan satu orang warga juga, rumah-rumah di bibir pantai hancur. Tercatat ratusan rumah tidak bisa dihuni lagi.

“Ya, saat tsunami itu kami lari ke bukit, rumah hancur. Saat (tsunami) Nias, kami sampai dua minggu bertahan di bukit,” terang Budi Chaniago (40) sembari mengatakan bantuan pertama kali datang ke lokasi pengungsi adalah dari Haji Anif. “Bapak (Haji Anif, Red) cukup perhatian pada kami. Lihat saja sekarang,” sambungnya.
Menariknya, lokasi tempat pembagian sembako adalah sekolah milik Haji Anif. Madrasah ini diresmikan oleh wakil presiden saat itu, Hamzah Haz. “Terus terang, kami bangga ketika Pak Anif peduli pada kami,” timpal H Sitompul warga yang lain.

Di Tabuyung, sembako yang disedekahkan berjumlah 699 paket. Selain Tabuyung, di Singkuang diberikan 497 paket, di Rantau Panjang 300 paket, Batu Mundom 82 paket, dan Sikapas 40 paket. “Saya bahagia jika apa yang saya lakukan bisa bermanfaat bagi orang lain. Kita hidup dan berusaha di sini bersama masyarakat, jadi selagi mampu saya akan berbuat maksimal untuk khalayak,” ungkap Haji Anif.

Selain sedekah, kakek 25 cucu ini juga memberikan zakat kepada setiap kepala keluar (KK) di kawasan tersebut. Namun, ketika ditanya soal jumlah angka yang digelontorkannya, ayah dari sembilan anak ini menghindar. “Sudahlah, hal itu bukan untuk digemborkan,” elaknya.

Ternyata, pembagian sembako tidak bisa diselesaikan dalam sehari. Tercatat, sejak Sabtu (30/7) hingga Rabu (3/8), tim pembagi harus bolak-balik ke lokasi pembagian. Meski tidak mengikuti semua kegiatan pembagian, Haji Anif yang kini telah berusia tujuh puluh tahun lebih itu juga diperas keringat dan konsentrasinya. Bagaimana tidak, setiap hari, tamu yang berkunjung ke kediamannya di Salasiak nyaris tak berhenti. Di beberapa hari, Haji Anif malah harus menerima tamu hingga pukul dua belas malam. Tamu yang hadir pun beragam, terlihat pejabat kecamatan, tokoh masyarakat, hingga warga biasa seakan tak henti mengisi ruang tamu di rumah tersebut. “Banyak hal yang bisa dibicarakan dengan Bapak. Karena itu, warga selalu mengambil kesempatan ketika Bapak datang,” ungkap Haji Ishak Buyung, tokoh masyarakat Tabuyung.

Haji Ishak pun bercerita kalau kehadiran Haji Anif patut disyukuri. Pasalnya, sebagai pengusaha yang lahan usahanya ada di kawasan mereka, Haji Anif cenderung sangat peduli dengan warga sekitar. “Tidak seperti pengusaha sebelumnya. Tabuyung sama sekali tak tersentuh. Lihat Bapak, setiap tahun dia melakukan ini (sedekah dan zakat),” tambah Haji Ishak.

Kehadiran Haji Anif, tambah Haji Ishak, cukup membantu perkembangan kualitas warga Tabuyung. Pasalnya, selain mendirikan beberapa sekolah (dari madrasah hingga Sekolah Menengah Kejuruan), pembangunan rumah sakit (sedang proses), masjid raya (sedang proses), Haji Anif pun tidak segan memberikan beasiswa bagi warga  kurang mampu dan berprestasi untuk sekolah ke luar daerah seperti ke Medan.

“Dulu, desa ini memang sangat terpencil. Satu-satunya jalur kemari hanya lewat laut,” ungkap Sugeng (50).
Sugeng yang mantan pekerja Hak Pengusahaan Hutan (HPH) PT Kayu Lapis Indonesia dan kini bergabung dengan PT Alam ini menceritakan kalau perubahan memang cukup nyata. “Jangankan sinyal handphone, listrik saja dulu belum masuk,” ketus lelaki asal Karang Anyar, Jawa Tengah, itu. (bersambung)

Ramadan Takut Gemuk

Sri Siti Annisa

Bulan Ramadan merupakan bulan kebanggaan bagi seluruh umat Islam. “Bangga dan senang lihat masjid ramai didatangi umat Islam,” ujar Sri Siti Annisa, pemenang Lomba Busana Muslim Kota Medan 2010.

Anak ke-4 dari 5 bersaudara ini pun sangat menyukai tarawih berjamaah di masjid.

“Dengan tarawih kita bisa lebih mengenal saudara lain, kalau hari biasakan jarang jumpa atau tidak saling kenal,” ujar cewek yang biasa disapa Icha ini.

Dara yang lahir di Medan 6 Juli 1996 ini pun senang melihat banyaknya jajanan berbuka selama Ramadan. “Di jalanan banyak yang jual berbagai macam makanan berbuka. Senang saja lihatnya walaupun gak beli, takut gemuk,” ujar siswi SMA Dharmawangsa ini.

Terkait dengan makanan saat Ramadan, gadis yang tinggal di Jalan Pimpinan ini selalu meminta masakan tertentu kepada sang mama saat sahur maupun berbuka,”Kebiasaan lapar mata, jadi kalau hanya lapar mata kan tidak mubazir,” ujar nya. (mag-9)

Optimis, 2014 Medan Dipimpin Orang Bersih

Sahur Bersama Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ikrimah Hamidy

Memasuki seminggu Ramadan, tim ‘Sahur Bersama Tokoh Harian Sumut Pos’ pun berkesempatan untuk sahur bersama Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Ikrimah Hamidy Lubis. Kesunyian Senin (8/8) subuh itu pun menjadi saksi perjalanan penuh canda.

INDRA JULI, Medan

Dengan kawalan forejders, tim tiba di sebuah rumah satu lantai berwarna putih dibatasi pagar coklat. Tampak satu unit mobil Toyota Inova dengan nomor polisi BK 1638 K terparkir di garasi yang terbuka.
Beberapa buah mangga bergantungan dari dahan yang terjulur keluar. Satu buah bahkan terjatuh seakan salam selamat datang kepada rombongan.

Tak menunggu lama, terdengar suara pintu terbuka disusul oleh Ikhrimah mengenakan baju koko lengan pendek putih dan celana keeper hitam. Membuka kan gerbang dan menyalami seluruhn rombongan sebelum mempersilahkan masuk dengan senyum dan dalam suasana bersahabat. Tak ada jarak seperti pada wakil-wakil rakyat kebanyakan.

Tampak deretan tanaman bonsai di pekarangan tertata dengan apik. Dipadu dengan beberapa jenis perdu dilengkapi dengan air terjun mini. Dua kursi santai dari kayu di beranda dan kokok ayam kampong yang bertengger di antara cabang pohon mangga juga dari arah belakang rumah membawa nuansa kesederhanaan ala pedesaan.

“Saya memang suka ngebonsai, dari dulu malah. Hanya satu yang saya beli, selebihnya saya buat sendiri. Saya juga senang mendengar suara ayam kampung, apalagi kalau lagi berkokok pagi itu. Bantu membangunkan. Di belakang masih ada tiga ekor ayam kampung,” tutur Ikhrimah.

Pembicaraan singkat tadi berlanjut ke ruang tamu yang terasa begitu Islami. Kaligrafi dapat dilihat di dinding, jam dinding, juga di ruang keluarga dimana terdapat juga lemari berisi buku-buku keislaman. Tak lupa foto bersama keluarga tercinta terpajang di situ.

Dengan lepas, Ikhrimah bertutur mengenai keluarga dan kampung halaman di masa kecil sebelum berangkat ke Kota Medan dan bekerja sebagai guru.

Pukul 04.30 WIB, tampak putra kedua Ahmad Hilmy Lubis (7) keluar dari kamar yang disusul putri ke empat Khaulah Asy Syifa Lubis (3). Dibantu keduanya, Ikhrimah menyiapkan menu berbuka yang juga memperlihatkan kesederhanaan. Teh manis yang diletakkan di atas nampan, diikuti nasi putih di dalam nampan aluminium. Begitu juga dengan lauk seperti telur dadar, udang, ikan asin, dengan buah jeruk dan buah kurma sebagai penutup.
“Tidak ada yang special. Yang penting enak dimakan. Paling telur dadar. Sebenarnya ada dibuat tadi malam, tapi dihabisin sama anak-anak. Ya tinggal ini saja yang ada,” tutur sang istri Dessy Irawaty usai mempersiapkan menu sahur di ruang makan.

Setelah putra sulungnya Abdul Haqi Alfaruqi (8) bergabung, sahur keluarga itu pun dimulai dalam ketenangan. Setiap suap makanan yang dihantar masuk ke dalam mulut selalu dilambari ucapan syukur yang tampak dari cara masing-masing anggota keluarga menikmatinya.

Pria berkulit hitam manis ini lalu bergabung dengan tim yang tengah menikmati segarnya udara di beranda. Penjelasan beberapa koleksi yang ada pun berlanjut menjadi diskusi ringan dengan topic yang berkembang. Dari prinsip yang dijalankan juga keinginannya untuk kembali mengajar siswa di sekolah. Bagaimana Ikhrimah selalu berusaha menjalankan tugas dan perannya sebaik mungkin untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Seperti dalam memastikan produk legislasi yang ada memang menjadi jalan bagi kemakmuran masyarakat Kota Medan. Meskipun semua itu masih menemui hambatan pada Peraturan Daerah (Perda) yang masih belum optimal. Salah satunya pengembangan UMKM yang dapat dilakukan dengan menyediakan ruang di pasar-pasar modern seperti mall dan plaza yang tersebar di Kota Medan.

“Semua itu butuh payung hukum juga pengawasan anggaran yang sebenarnya sudah ada meskipun masih lemah (kalau tidak mau dibilang tidak ada, Red). Tingkat pendidikan dan kekuatan ekonomi masyarakat juga sangat menentukan. Karena dalam satu artikel yang pernah saya baca, kondisi kita saat ini disebut seperti Jepang pada 1965,” paparnya.
Begitu pun, mantan Ketua KAMMI Sumut ini optimis akan terwujudnya Kota Medan yang lebih baik. Sesuai dengan keyakinannya akan siklus hidup yang didukung dengan kesadaran masyarakat Kota Medan dalam memilih pemimpinnya pada Pilkada di masa yang akan datang. Sosok pemimpin yang tidak dikenal dari jumlah uang yang disebar pada Pilkada melainkan dari kontribusi terhadap kebutuhan utama masyarakatnya.
“2014 itu akan menjadi masa transisi menuju Kota Medan yang lebih bersih. Karena untuk dua periode ke depan saya yakin akan lahir tokoh-tokoh muda yang tidak terkontaminasi dengan system yang ada saat ini. Karena bagaimana pun masyarakat juga sudah mulai sadar akan sosok pemimpin yang mereka inginkan,” pungkasnya.
Kumandang azan pun mengakhiri pembicaraan untuk bersama melaksanakan salat di masjid yang terletak tak jauh dari kediaman Ikrimah. (*)

Kerusuhan Menjalar ke Pinggiran London

Lebih dari 160 Orang Ditangkap

LONDON – Ketegangan terus menyelimuti London menyusul kerusuhan pada Sabtu malam (6/8) lalu. Bahkan, kerusuhan berlanjut pada Minggu malam (7/8). Kepolisian Metro London (Scotland Yard) telah mengamankan lebih dari 160 orang, Senin (8/8) karena terlibat berbagai aksi anarkis di itu.  Kerusuhan yang dipicu tewasnya Mark Duggan setelah terlibat baku tembak dengan polisi itu memaksa Menteri Dalam Negeri Theresia May mempersingkat liburannya.

‘’Isu lokal yang semula melandasi peristiwa itu ternyata sudah bergeser menjadi kejahatan terorganisasi,’’ terang Wakil Asisten Komisioner Scotland Yard Steve Kavanagh kemarin.

Kini target utama polisi adalah para penjarah. Aparat keamanan memburu para pemuda yang menyerang petugas serta membakar kendaraan milik polisi. Tapi, untuk mendapatkan para pelaku bukan hal mudah. Ketika beraksi, para pelaku memakai topi dan penutup wajah. Sebagian di antaranya mengenakan masker gas.

‘’Aksi anarkistis warga yang ditujukan kepada petugas itu benar-benar membuat kami syok,’’ kata Christine Jones, komandan kepolisian setempat.

Akibat insiden kerusuhan terburuk di Inggris dalam satu dekade ini, tidak kurang dari 35 polisi terluka. Tiga di antaranya menjadi korban setelah ditabrak mobil saat mengejar pelaku penjarahan di timur laut London.

Dibandingkan dengan Sabtu malam setempat, kerusuhan di London, khususnya Tottenham, Minggu malam lalu tidak terlalu parah. Sebab, tak ada lagi gerombolan massa bersenjata yang menyerang polisi seperti pada malam sebelumnya. Hanya, penjarahan terus berlanjut. Bahkan, menyebar sampai ke Enfield di sebelah utara London dan Walthamstow di kawasan timur laut. Di dua lokasi itu, penjarahan melibatkan sedikitnya 30 pemuda.

Sedangkan di kawasan Oxford Circus, berada di pusat Kota London, tak kurang dari 50 pemuda terlibat aksi penjarahan dan perusakan fasilitas umum. ‘’Jumlah penjahat yang meniru aksi kejahatan sebelumnya bertambah dan menyebar luas ke luar Tottenham hingga ke ibu kota,’’ papar Jones.

Aksi anarkistis itu membuat warga Kota Brixton, yang berjarak sekitar 16 kilometer dari London, khawatir dan waswas.  Apalagi, kawasan itu menjadi saksi bisu kerusuhan hebat yang melanda Inggris 1980-an dan 1990an. ‘’Tottenham hanya menjadi alasan untuk melancarkan aksi anarkistis seperti yang menimpa kami di sini,’’ tutur Williams Falade, manajer sebuah pusat kebugaran di Brixton yang menutup tempat usahanya kemarin.

Menteri Dalam Negeri Theresa May yang sedang menikmati libur musim panasnya langsung kembali ke London. Mewakili Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron, dia mengecam aksi kerusuhan pada Sabtu dan Minggu malam sempat membumi hanguskan sebagian wilayah ibu kota. (ap/afp/rtr/bbc/hep/dwi/jpnn)

Massa Diprovokasi Via Twitter

Aksi kerusuhan yang berujung kepada pembakaran dan penjarahan di Tottenham, London, Inggris, masih berlanjut. Sejumlah massa itu terkumpul berkat ajakan dan provokasi dari akun jejaring sosial Twitter. Demikian disampaikan Kepolisian metropolitan London, seperti dilansir dari laman BBC pada Senin (8/8), banyak petugas yang diserang dan mobil-mobil polisi yang dirusak. Titik-titik perusakan antara lain berada di Brixton, Watham Forest, Einfield, Walthamstow, dan daerah lain di London.

Paraic O’Brien, seorang wartawan mengatakan penjarahan dilakukan, begitu merajalela di Brixton. Toko dibakar dan dijarah, serta banyak mobil-mobil dirusak. Menurut seorang saksi mata lainnya, Tottenham masih mencekam. Bangunan terbakar, ditambah suara deru helikopter polisi di atas, membuat suasana semakin mencekam.  Laman Aljazeera menggambarkan situasi persis seperti zona perang. Semakin melebarnya intensitas kerusuhan turut dipengaruhi pemberitaan yang menyebar di situs jejaring sosial Twitter. (net/jpnn)

Yingluck Resmi PM Thailand, Oposisi Intip Kesalahan

BANGKOK- Pemerintah Thailand punya Perdana Menteri (PM) baru, Yingluck Shinawarta. Tapi, kepemimpinan itu akan banyak menghadapi tantangan dari kelompok oposisi.

Yingluck Shinawarta (44) selain berparas cantik dan masih muda, Raja Thailand Bhumibol Adulyadej juga telah mengesahkan kepemimpinan Yingluck sebagai pemimpin di negara berpenduduk sekitar 64 juta jiwa itu, Senin (8/8).
Dengan demikian, Yingluck resmi menjabat sebagai PM wanita pertama di Thailand. Pengesahan pihak kerajaan terhadap Yingluck sebagai PM Thailand itu berlangsung di Markas Besar Partai Pheu Thai, Senin (8/8) sore waktu setempat.
Dalam upacara pengesahan itu, Yingluck kembali menegaskan komitmennya untuk bekerja keras mewujudkan rekonsiliasi nasional di negara yang selama lima tahun terakhir ini penuh dengan ketegangan politik.

Sementara itu, sejumlah analis politik yakin kaum oposisi tidak akan menyerang Yingluck dalam waktu dekat ini. Mereka akan menunggu sampai Yingluck berbuat kesalahan.

“Yingluck menang telak sehingga kaum oposisi tak akan menurunkannya sekarang,  ini tidak mungkin,” kata Prof Somjai Phagaphasvivat dari Universitas Thammasat di Bangkok

Dia menyarankan Yingluck bisa membuktikan kepemimpinannya, membuat program pembangunan yang meningkatkan perekonomian rakyat Thailand.

Sedangkan pemerintah Indonesia mengucapkan selamat kepada Thailand atas terpilihnya Yingluck Shinawatra men.
Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikabarkan akan mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Thailand yang baru terpilih itu. (bbs/jpnn)

Wanita Asal Jatim Dimutilasi di Malaysia

KUALA LUMPUR- Seorang wanita Indonesia berinisial ST ditemukan tewas. Jasad wanita itu dibungkus dalam plastik hitam dan terpotong-potong menjadi 10 bagian. Tak jauh dari tubuh ST ditemukan jenazah seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dalam kondisi tubuh utuh.

Jasad ST ditemukan seorang petugas kebersihan di Apartemen Astaria, Taman Kosas, Ampang Selangor Malaysia.
“Kami baru mendapat informasi resmi tentang penemuan jasad ST dari pihak berwenang Malaysia hari ini,” ujar Atase Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Kuala Lumpur, Suryana Sastradiredja, Senin (8/8).

Data yang diperoleh KBRI dari kepolisian Malaysia menerangkan ST beralamat di RT. 11 RW. 1 Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. “KBRI sudah menghubungi camat setempat, tapi kesulitan karena nama desanya tidak ada,” ujar Suryana.

Kepastian nama dan alamat ST diketahui pihak berwenang setelah melakukan pemeriksaan sidik jari. Data Pihak imigrasi Malaysia menunjukkan ST pernah ditahan pada 2008 karena kasus imigrasi (ilegal). Tapi, akhir 2008 ST dipulangkan ke Indonesia setelah ditahan sekitar 8 bulan. “Ternyata yang bersangkutan kembali ke Malaysia,” ucapnya.

Pihak berkuasa Malaysia belum memastikan keterkaitan anak berusia 5 tahun yang juga ditemukan meninggal di samping ST. “Masih dilakukan test DNA. Pihak kepolisian Malaysia memperkirakan hasilnya diketahui dalam lima hari lagi” kata Suryana.

Kini, jasad ST disimpan di kamar mayat Rumah Sakit Universiti Kebangsaan Malaysia di daerah Cheras. (net/jpnn)

Kasus Sodomi, Anwar Siap Bersaksi di Pengadilan

KUALA LUMPUR- Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim kembali menjalani sidang atas kasus sodomi. Anwar dituduh menyodomi seorang pemuda yang menjadi asistennya Juni 2008 lalu.

Kini, Anwar bisa terancam hukuman penjara maksimum 20 tahun jika terbukti bersalah. Demikian seperti diberitakan AFP, Senin (8/8). Selama ini Anwar bersikeras membantah tuduhan tersebut.

Anwar bersikeras kasus sodomi yang menimpanya merupakan kasus rekayasa pemerintah Malaysia. “Itu niat Najib. Sudah sejak awal. Mereka ingin masukkan saya ke penjara,” cetusnya.

Ungkapan itu, dibantah Pemerintahan Najib. Pengacara Anwar, Sankara Nair mengatakan, kliennya menjadi yang pertama dari beberapa saksi yang dipanggil ke persidangan. (bbs/jpnn)

Bocah Afghanistan Bunuh Prajurit Inggris

KABUL – Demi mendapatkan uang sebesar dolar US 80 setara Rp682 ribu, seorang bocah Afghanistan, Aga Wali membunuh anggota Angkatan Laut Inggris. Prajurit Inggris itu tewas terkena bom di pinggir jalan yang dipasang bocah itu.

Prajurit yang diketahui bernama Kopral Stephen Curley tewas saat Aga Wali meledakkan bom pinggir jalan. Bocah berusia 14 tahun itu dikabarkan dijanjikan uang oleh kelompok Taliban.

Setelah sukses menjalankan tugas, uang yang dijanjikan tak kunjung diberikan. Pihak Taliban mengingkari janji yang diberikan kepadanya dan menolak membayar bocah itu. Taliban mengatakan kepadanya untuk berjuang demi agama bukan untuk uang.

Seperti dilansir  modoracle.com, Senin (8/8), bocah itu marah dengan kebohongan Taliban,  Wali mengaku perbuatannya kepada ayahnya, tapi sang ayah langsung membawanya ke polisi Afghanistan.(net/jpnn)
Berdasarkan laporan itu, bocah tersebut diamankan. Wali ditahan di pangkalan militer di mana Kopral Curley bertugas. Tapi, dia tidak pernah diinterogasi militer Inggris. Bom tersebut diperkirakan diaktifkan secara manual atau menggunakan detonator jarak jauh. Namun segala kemungkinan masih terbuka, mengingat proses penyelidikan masih berlangsung. (net/jpnn)

Bukit Longsor, Tujuh Tewas

PAHANG- Hujan deras dan labilnya struktur tanah menyebabkan tanah longsor di pemukiman Sungai Ruil, 200 kilometer utara Kuala Lumpur, ibukota Malaysia. Akibatnya tujuh warga tewas dan enam unit rumah rata dengan tanah.
Tengku Mahkota Pahang, Tengku Abdullah Sultan Ahmad Shah menyatakan kesedihan dan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban serta kepada warga yang menjadi korban longsor di kawasan Sungai Ruil Orang Asli di Brinchang, Minggu (7/8) lalu.

Menurutnya, sebuah penelitian harus dilakukan tentang tragedi dan keselamatan warga, mereka harus ditempatkan di tempat yang lebih baik. Selanjutnya, warga juga harus berhati-hati karena cuaca tak terduga akan menghindari daerah berbahaya.

“Saya diberitahu akibat retensi air di bukit, sekarang  rumah yang terletak diperbukitan harus hati-hati,” ucapnya.

Adanya kondisi ini, pemerintah segera memperpanjang bantuan sebesar bantuan sebesar RM5000 setara dengan Rp14 juta untuk setiap keluarga yang kehilangan orang yang dicintai dan RM1, 000 Rp2,7 juta untuk setiap korban yang terluka dan enam rumah yang hancur dalam bencana itu akan dibangun kembali.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Liow Datuk Seri Tiong Lai mengatakan ia telah menginstruksikan Departemen Kesehatan Pahang untuk melihat ke dalam aspek-aspek sanitasi di pemukiman pasca bencana. (bnm/jpnn)