32 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 14832

Korut Ancam Perang Nuklir

SEOUL – Antisipasi perang nuklir, Korea Utara (Korut) mendesak Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) menghentikan latihan perang rutin. Apabila tak segera dihentikan, maka perang nuklir bisa terwujud.
Demikian disampaikan militer Korut seperti dilansir AFP, Senin (8/8). Menurut Korut, latihan Korsel dan AS itu sebenarnya bertujuan untuk persiapan menyerang Korut.

“Apabila latihan terus digelar, sama saja memicu perang nuklir. AS dan Korsel harus menunjukkan kesediaannya melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea dengan menggagalkan latihan perang,” ujar pihak militer Korut.
Rencananya, latihan militer itu akan digelar selama 10 hari. Waktu pelaksanaannya dimulai 16 Agustus. Latihan itu merupakan simulasi komputer tahunan. Meski AS dan Korsel menyebutnya sebagai latihan rutin, Korut melihat hal ini sebagai persiapan invasi ke Korut. (afp/bbs/jpnn)

Jaksa Tak Siap, Tuntutan Cicit Soeharto Ditunda

JAKARTA – Terdakwa kepemilikan sabu-sabu Putri Aryanthi Haryowibowo bisa sedikit bernapas lega. Tuntutan yang seharusnya dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kemarin (8/8) ditunda karena jaksa penuntut umum (JPU) belum siap. Padahal, cicit almarhum mantan Presiden Soeharto itu sudah menyiapkan diri mendengar tuntutan.

Putri kemarin hadir menumpang mobil tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dari tahanan Polda Metro Jaya. Seperti sidang sebelumnya, perempuan 22 tahun itu tampil trendi. Dia mengenakan baju putih berenda dengan bagian atas sedikit terbuka. (aga/nw/jpnn)

Tugaskan Supir Antre Tiket Film

Nurul Arifin

Banyak penikmat film Hollywood yang rela antre tiket tontonan kesukaannya hingga berjam-jam. Bahkan, tak jarang harus berdesak-desakan dengan puluhan pengantre yang lain.

Namun, hal ini tidak dilakukan mantan aktris yang kini terjun ke dunia politik, Nurul Arifin. Aktris yang mencuat namanya melalui Film Nagabonar ini, mengaku tidak ikut-ikutan antre tiket. “Biasanya kalau film bagus, supir yang beli tiketnya duluan. Baru kalau dapat kita pergi,” tutur Nurul.

Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Golkar ini termasuk orang yang kecewa ketika pemerintah memutuskan menyetop tayangan film Hollywood beberapa waktu silam. Padahal, film-film Hollywood menjadi kegemaran masyarakat Indonesia dan juga keluarganya. “Dulu sering. Tapi sejak film asing diboikot sampai sekarang belum pernah lagi (menonton, Red),” ujarnya.(net/jpnn)

Dana Talangan untuk Jamuan Makan Menpora

Suap Wisma Atlet SEA Games

Jakarta – Sesmenpora Wafid Muharam bersikukuh jika cek senilai Rp3,2 miliar yang dia terima digunakan sebagai dana talangan untuk keperluan kegiatan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Untuk apa saja dana talangan itu digunakan?
“Untuk protokoler,” ujar staf Wafid, Poniran, dalam kesaksiannya dalam sidang kasus suap Wisma Atlet SEA Games 2011 dengan terdakwa Manajer Marketing PT DGI, M El Idris di Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan, Senin (8/8). Kuasa hukum Idris, Tomy Sihotong kemudian menanyakan maksud dari protokoler yang baru saja disebut Poniran. “Untuk jamuan makan menteri,” jawab Poniran.

Sementara cek bernilai Rp 4,3 miliar meluncur untuk Mindo Rosalina Manulang dari PT Duta Graha Indah. Perusahaan pemenang tender proyek wisma atlet ini memasukkan pengeluaran untuk Rosa sebagai biaya pembelian material.
“Dicatat untuk pembelian material seolah-olah,” jelas saksi Direktur Keuangan PT Duta Graha Indah, Laurencius Teguh Khasanto. Laurencius  mengatakan, cek itu diserahkan di bulan Februari. (net/bbs/jpnn)

Anas dan Demokrat Tenang

JAKARTA- Kabar tertangkapnya M. Nazaruddin telah sampai ke telinga Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Politisi asal Blitar, Jawa Timur, itu, sangat mengapresiasi kesuksesan aparat penegak hukum. Anas juga berharap dipulangkannya Nazaruddin akan mengakhiri semua fitnah politik terhadap dirinya dan Partai Demokrat.
“Ini harus dilihat sebagai pintu pembuka untuk penegakan hukum secara adil dan transparan,” kata Anas di Jakarta, kemarin (8/8).

Dalam berbagai nyanyiannya, Nazaruddin kerap menyudutkan Anas sebagai orang yang ikut menikmati uang suap pembangunan wisma atlet SEA Games. Uang yang kabarnya mencapai USD 20 juta itu digunakan Anas sebagai modal politik untuk memenangkan kursi ketua umum dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung, Mei 2010, lalu.
Berulang kali Anas membantah informasi dari Nazaruddin ini. Dia optimistis dengan ditangkapnya Nazaruddin, kebenaran akan segera terungkap. “Insya Allah, ini akan segera tuntas,” tegas Anas.

Sampai kemarin sore, Anas masih beraktivitas seperti biasa. Bahkan, dia sempat memimpin rapat dengan pengurus dari sejumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang akan menggelar Musda di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Anas berada di sana sampai menjelang waktu untuk berbuka puasa.

Sebelumnya, dia sempat berencana menghadiri acara berbuka puasa Presidium Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan Pengurus Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) di rumah dinas Ketua MPR Taufik Kiemas, Komplek Widya Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Tapi, Anas membatalkannya.
Dia membantah bila itu terkait dengan tertangkapnya Nazaruddin. “Sebenarnya mau datang. Tapi, dihitung-hitung sudah telat. Nggak enak,” kata anggota Presidium KAHMI, itu.

Secara terpisah, Wasekjen DPP Partai Demokrat yang juga dikenal sebagai sahabat karib Anas, yakni Saan Mustofa, mengatakan Anas terlihat senang dengan tertangkapnya Nazaruddin. “Memang tidak ada kekhawatiran apapun. Selama ini, Partai Demokrat dan Mas Anas tidak pernah melakukan seperti yang dituduhkan Nazaruddin itu,” katanya.
Menurut dia, mereka justru sangat berkepentingan dengan pulangnya Nazaruddin untuk membutikan semua tuduhannya.  “Kami mempersilakan aparat penegak hukum untuk bisa membuktikan tuduhan-tuduhannya. Kami tidak akan pernah mengintervensi atau menghalang halangi. Malah kami akan kooperatif,” janji anggota Komisi III DPR itu.
Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul juga menyampaikan Anas sama sekali tidak panik dengan tertangkapnya Nazaruddin. “Dia tenang saja kok. Biar proses hukum yang berjalan,” kata Ruhut.

“Malah sewaktu aku minta izin mau bicara di televisi, Anas bilang ah ngomong saja,” cetusnya.
Pada bagian lain, Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat Marzuki Alie juga mengaku lega atas kabar tertangkapnya mantan kader mereka Muhammad Nazaruddin. Menghadapi proses hukum yang akan berlangsung nanti, Demokrat mengaku siap menerima fakta hukum apapun yang disampaikan Nazaruddin.
“Biarkan nanti hukum yang berbicara,” kata Marzuki Alie, usai buka puasa bersama Angkatan Muda Demokrat di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, kemarin. Menurut Ketua DPR itu, dirinya juga siap secara pribadi apapun keterangan yang nantinya disampaikan Nazaruddin. Jika keterangan itu berdasarkan hukum, dirinya juga siap diproses.(pri/bay/jpnn)

Sudah Masuk Polda Sumut

Dugaan Korupsi di IAIN Sumut

MEDAN-Dugaan korupsi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara senilai Rp72 miliar resmi dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, Senin (8/8).

Dugaan korupsi yang dilaporkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Angkatan Muda Advokasi Hukum Indonesia (AMDHI) dan Forum Mahasiswa Peduli IAIN Sumatera Utara (Formalin) tersebut, berdasarkan No Surat 008/LSM AMDHI/SU/08/2011 dengan hal laporan dugaan korupsi IAIN Sumut diterima oleh Kasubdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Verdy Kalele.

Ketua LSM AMDHI Azmi Adli menyampaikan, dirinya bersama rekan-rekannya serta segenap ang gota Formalin merasa tertantang atas pernyataan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Res krimsus) Kombes Pol Sadono Budi Nugroho yang meminta, agar AMDHI dan Formalin melaporkan hal itu se cara resmi dengan membawa bukti-bukti yang bisa dijadikan bukti permulaan bagi kepolisian untuk menelusuri dugaan korupsi itu.

“Saya sering berkomunikasi dengan Dirkrimsus, dan saya merasa tertantang untuk menyerahkan ini dan baru hari ini juga kami sempat menyerahkannya. Kami harap, berkas ini bisa ditindaklanjuti guna memberantas pertumbuhan korupsi di Sumatera Utara, khususnya di IAIN Sumatera Utara,” tegasnya saat menyerahkan berkas-berkas dugaan korupsi IAIN Sumatera Utara kepada penyidik Tipikor Polda Sumut tersebut.

Hal senada juga dibenarkan, Ketua Formalin Andi Harumuan di gedung Ditreskrimsus Polda Sumut. “Kita ingin menguak kasus korupsi yang telah membelenggu bangsa ini, khususnya di dunia pendidikan. Kita tidak ingin generasi bangsa ini dibodoh-bodohi, dengan perilaku-perilaku nakal para koruptor. Kita ingin kasus ini segera dituntaskan,” tandasnya.
Kasubdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Verdy Kalele menyatakan, dalam upaya penanganan kasus korupsi tidak segampang yang dibayangkan. Dalam upaya pembuktian kasus korupsi, diperlukan keterangan saksi ahli dan sebagainya. Kendati demikian, Pol da Sumut akan terus mengatasi masalah korupsi tersebut.

“Pembuktian kasus korupsi, harus detil dan kuat. Kita akan berupaya sekuat mungkin untuk terus mengungkap kasus-kasus korupsi termasuk pula kasus dugaan korupsi yang dilaporkan ini (dugaan korupsi IAIN SU, Red),” tegasnya. (ari)

Proyek Drainase tak Diperhatikan

085362525xxx

Bapak Bupati/Camat kami masyarakat Deli Tua, Pamah Gang Bunga merasa keberatan atas kinerja kepling yang tidak memikirkan rakyatnya. Kebanjiran yang diakibatkan proyek drainase tak memperhatikan dan menimbang dampak yang muncul, mohon perhatian dan tindak lanjutnya.

Laporkan Langsung ke Camat

Terima kasih laporannya, kami sarankan kepada warga untuk langsung menemui pihak kecamatan setempat. Atau membuat surat tertulis yang ditandatangani warga untuk disampaikan ke camat dan bupati Deli Serdang. Dengan cara itulah, kami bisa menindak lanjutinya serta bisa memanggil orang yang dimaksud.

Umar Sitorus
Kabid Humas
Dinas Infokom Deli Serdang

Umar Zunaidi Pimpin Apel Perdana

TEBING TINGGI- Setelah resmi dilantik oleh Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho, diruang sidang paripurna DPRD Tebing Tinggi, akhirnya Wali Kota terpilih H Umar Zunaidi Hasibuhan, langsung memimpin apel pagi di halaman kantor wali Kota Tebing Tinggi, Senin (8/8).

“Saya yakin dan percaya, disiplin saudara-saudara di bulan Ramadan ini tidaklah menurun karena berpuasa, tetapi justru sebaliknya malah meningkat. Hakekat disiplin yang berhubungan dengan puasa dapat diimplemetasikan dalam kaitan pelaksanakan tugas sehari-hari,” kata Umar Zunaidi.

Umar Zunaidi Hasibuhan juga mengucapkan terima kasih, atas apresiasi PNS yang non muslim yang bisa menghormati orang yang sedang puasa. Diharapkannya, sikap toleransi dapat terus terpelihara dengan baik.

“Kehadiran saya di Pemerintahan kota Tebing Tinggi, merupakan sebuah proses hasil demokrasi masyarakat kota Tebing Tinggi melalui pemungutan suara pilkada yang memakan waktu cukup lama,” kata Umar Zunaidi.
Terkait akan datangnya hari besar bagi umat islam, tepatnya hari Lebaran, untuk mengantisipasi kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok, dimintakan kepada seluruh kepala SKPD mendeteksi secara dini gejala kenaikan sejumlah harga tersebut.

“Dimintakan kepada SKPD terkait, agar menjaga kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok agar tidak terjadi, melihat dan harus lebih presfektif menindak spekulan-spekulan pemain pasar yang sengaja menaikan kebutuhan pokok jelang lebaran,” pintanya.(mag-3)

PKL Dipungli Oknum Kelurahan

085373098xxx

Pak Wali Kota yang terhormat, apa Bapak tidak tahu ada pungli di pedagang kaki lima simpang Limun dengan dalih uang LPM yang dilakukan oknum Lurah Sitirejo III, mana bukti dari pengusuran itu. Pemko jangan tutup mata.

Kami Cek

Terima kasih informasinya, kami akan kroscek terlebih dahulu informasi ini. Selanjutnya, kami akan menyampaikanya ke inspektorat Pemko Medan. Dengan cara itulah bisa diketahui jalur pembuktiannya.

Khairul Buchari
Plt Kabag Humas Pemko Medan

Wali Kota Tebing Tinggi Harus Dapat Mempertahankan Kondusifitas

Anggota DPD RI utusan Sumatera Utara DR H Rahmat Shah mengucapkan selamat atas dilantiknya Ir H Umar Zunaidi Hasibuan, MM dan H Irham Taufik, SH, MAP, sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tebing Tinggi untuk periode 2011 -2016. Pelantikan itu sendiri berlangsung di gedung DPRD Tebing Tinggi, Jumat, (05/07).

Rahmat menyampaikan pesannya melalui staff Ahli DPD RI, Bechta Perkasa Asky, MA, dirinya mengharapkan agar pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang baru dilantik dapat mempertahankan kondusifitas pemerintahan untuk periode kepemimpinannya  dengan tetap mempertahankan keharmonisan di antara mereka berdua maupun keharmonisan dengan para pemangku kepentingan, termasuk DPDR Tebing Tinggi dan unsur Muspida lainnya.
Selain itu, diharapkan agar kedua pemimpin baru Tebing Tinggi ini dapat bekerja lebih keras lagi untuk percepatan pembangunan Tebing Tinggi sebagaimana yang dijanjikan pada masa kampanye mereka dahulu.
Menurut  Rahmat, salah satu kiat untuk tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan serta memelihara harmonisasi adalah dengan tidak saling pelit dan miskin komunikasi dan informasi.

Lebih jauh Rahmat menerangkan, pengalaman pilkada  dan perjalanan pemerintahan daerah otonomi belakangan ini menunjukkan bahwa 85 persen pasangan kepala daerah di Indonesia tidak harmonis dan terjebak dalam pertarungan kepentingan dan intrik  politik pribadi.  Terkait dengan masalah harmonisasi dan kesinambungan pemerintahan daerah, Rahmat bilang untuk itu, tengah digodok sebuah rancangan peraturan agar di dalam pilkada yang dipilih hanya kepala daerah saja sedang wakilnya akan diangkat dari pejabat karir dari kalangan birokrat. Dengan demikian, dualisme kepemimpinan dapat diminimalisir terutama yang terkait dengan penempatan dan perombakan kabinet pemerintahan di daerah.  (*/ila)