32 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 14833

Gugah Selera Lewat Kenikmatan Ayam Tulang Lunak

Dari Kampoeng Ramadan

Sepintas, daging ayam bisa di bilang sebagai salah bahan makanan yang banyak di konsumsi masyarakat. Selain mudah didapat, daging ayam juga memiliki berbagai ragam yang bisa dijadikan sebagai menu masakan.

Namun ada menu baru untuk bisa menikmati daging ayam di tambah gurihnya tulang yang lunak. Buk Raden Heffy Ramadhan, selaku pemilik stan di Kampoeng Ramadan memberi nama menu masakan tersebut dengan nama, ayam tulang lunak, sesuai nama dari kampung asalnya, Jawa Barat.

“Ini resep masakan yang saya dapat ketika saya lagi di Bandung, saat itu saudara saya nanya, mau ga makan ayam yang tulangnya bisa di makan, saya jadi penasaran dan langsung nyobain, ternyata memang enak sehingga saya penasaran dan mencontoh cara membuatnya,” kenang Reffy.

Menurut Heffy, di kota Bandung tidak sulit menemukan para pedagang ayam tulang lunak yang bisa di dapati di kaki lima. Namun untuk di kota Medan menurut Reffy, baru dirinya yang menjual ayam tulang lunak tersebut.

Menu yang banyak terdapat di warung di daerah Jawa ini memiliki cita rasa khas, selain daging lebih kenyal karena berbahan ayam kampung, ayam bakar tulang lunak juga dimasak dengan menggunakan berbagai aneka bumbu rempah.
Sehingga terasa lebih gurih,dengan cita rasa asli dari daerah asalnya melalui modifikasi tentunya dengan citarasa yang sesuai dengan lidah masyarakat medan kebanyakan. “Karena di Bandung rasa ayamnya lebih cenderung manis-manis, jadi saya modifikasi dengan menambahkan cabe sehingga terasa lebih pedas sesuai selera orang Medan,” sebutnya.
Untuk penyajianya, bilang  Reffy, selain ditambah dengan sambal khas Medan sambal belacan, tahu tempe goreng dan selada, menambah keragaman menu makanan yang mengundah selera.

Untuk mendapatkan satu porsi ayam bakar tulang lunak ini, dibutuhkan waktu lebih lama dibanding ayam bakar biasa, karena proses memasaknya yang membutuhkan tiga tahapan.

Sebelum dibakar, ayam kampung yang akan dimasak terlebih dahulu dikukus dengan campuran bumbu rempah. Setelah melewati proses kukus, ayam selanjutnya digoreng dengan campuran telur.

Ayam kampung yang telah digoreng, kemudian ditiriskan dan dibakar dengan campuran kecap manis dan lombok sekitar 15 menit dan setelah itu langsung bisa dinikmati dengan harga Rp15 ribu per porsinya jika menambahkan nasi dan hanya Rp10 ribu tanpa nasi.

Soal rasa, jangan ditanya, karena perpaduan rasa gurih daging ayam menyatu dengan rasa tulangnya yang lunak serta tambahan bumbu alami. Bagi penikmat kuliner, untuk dapat merasakan nikmatnya ayam tulang lunak, bisa langsung mendapatkannnya di kampoeng ramadhan ataupun bisa lewat pesanan. (uma)

Diduga Gelapkan Rp500 Juta, Kepala Desa Dipolisikan

LANGKAT- Diduga menggelapkan uang desa sebesar Rp500 juta, Putra Alamin (35), oknum Kepada Desa (kades) Pulau Semikat, Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat, dilaporkan warganya ke Polres Langkat, Senin (8/8).

Laporan warga yang diwakili oleh Husni Thamrin (32), warga Dusun II Paya Salit, Desa Pulau Semikat, diterima Ka SPK A Aiptu Anwar. Saat membuat pengaduan, warga ini turut serta membawa bukti-bukti berupa perjanjian pembangunan Madrasyah yang ditandatangani Kades bersama masyarakat.

Keterangan yang dikumpulkan POSMETRO (grup Sumut Pos) disela-sela pengaduan warga menyebutkan, dugaan pengelapan uang Rp500 juta lebih tersebut, berawal dari dibuatnya kesepatakan diantara warga masyarakat setempat dengan Kepala desa sekitar dua tahun lalu. Waktu itu, di desa ini terdapat beberapa buah pantai yang menghasilkan galian C.

Selanjutnya, melalui musyawarah desa, diambil kesepakatan kalau salah satu pantai dikelola LPMD, dimana setiap truk galian C wajib membayar Rp5.000 untuk dimasukkan ke dalam kas LPMD. Rencananya, uang yang masuk itu akan dibangunkan sekolah Madrasyah di desa tersebut.

Sesuai kesepakatan, pantai galian C ini berjalan seperti yang diharapkan. Setiap harinya ada puluhan truk yang keluar masuk pantai mengangkut galian. Tapi, meski sudah berjalan dua tahun, pembangunan Madrasyah seperti yang direncanakan belum juga terwujud. Oleh sebab itu, warga lantas mencari tau dengan menanyakan hal tersebut. Bukan main kagetnya warga, setelah mengetahui ternyata pengelolaan pantai LPMD itu telah dialihkan kepada seorang pengusaha berinisial SR. Lalu warga menanyakan hasil dari pantai yang telah dialihkan tersebut. “Kalau dialihkan sudah pasti ada hasilnya, mana hasilnya?,” tanya warga kala itu.

Karena tak mendapatkan jawaban yang memuaskan, akhirnya warga mendatangi Ketua LPMD Lembang Hasibuan. Dari mulut Ketua LPMD ini, warga mengetahui kalau segala hasil terkait pengelolaan pantai tadi langsung diambil alih Kades. Setelah dihitung-hitung warga, lebih dari Rp500 juta uang galian C dari pantai yang terkumpul tidak jelas pertangung jawabpanya. Sebab, selain pantai LPMD ini, ada juga pantai masyarakat yang dikelola Kades yang juga tidak jelas uangnya.

Yang membuat warga kian curiga, si kades sekarang ini sedang membangun rumah mewah yang dananya diperkirakan ratusan juta.

“Dulu waktu sebelum dipilih menjadi kades, baiknya bukan main, tapi sekarang berubah betul, yang bikin kami curiga, sekarang ini kades itu lagi membangun rumah, kalau dilihat dari bangunannya, nilainya hampir lima ratus jutaan,“ ujar Amnar (56) dan Tukimin (58) diruangan SPK Polres Langkat.

Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Aldi Subartono ketika dikonfirmasi mengaku, anak buahnya sedang memeriksa saksi (pelapor). ”Oh itu, awalnya yang masuk sama kita Dumas (pengaduan masyarakat,Red) sekitar satu bulan lalu, lalu setelah ditelusuri didapat cukup bukti hingga kasus ini dapat diproses lebih lanjut, makanya kita sarankan warga yang keberatan membuat pengaduan secara resmi di Polres,” Ujar Aldi. (wis/smg)

ATKP Medan Lantik 69 Siswa Avsec

MEDAN – Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Medan menyelesaikan pendidikan dan latihan (Diklat) basic aviation security (Avsec) angkatan delapan dan sembilan di Jalan Penerbangan km8,5 Padang Bulan Medan, Kamis (4/8). Dalam diklat avsec tersebut diikuti 34 orang dari angkatan VIII dan 35 orang dari angkatan IX yang dimulai pada tanggal 27 Juni hingga 4 Agustus 2011.

Hadir dalam penutupan Avsec pejabat lingkungan ATKP Medan, Syukrinaldi, Kasubag Adm Aktar Purboyo SPd, Drs Cyrus Purba, Dadang, pejabat Angkasa Pura II Pusat Manajer Rusfiati Herawati dan Asisten Manajer Dian Aggreani, Kadiv Pelayanan Angkasa Pura II Polonia Medan Johanes Gaffar, Kadin Avec Polonia, Manurung, Hermansya dan M Noor Danru Security Polonia Medan.

Amanat Direktur ATKP Medan Asri Santosa SS.SsiT.MT diwakili Drs Cyrus Purba mengatakan realisasi program diklat yang digelar ATKP Medan ini merupakan kurikulum pendidikan yang pelaksanaanya menggunakan kurikulum dari pusat SDM perhubungan udara yang terdiri 116 teori jam praktik dan 435 ceramah di kelas.
Jumlah keseluruhan peserta yang mengikuti avsec sebanyak 69 orang, 67 orang berasal dari Dinas PT Angkasa Pura II sedang dua orang berasal dari ATKP Medan.

Evaluasi diklat dilaksanakan pada akhir pendidikan dengan mengikuti ujian komprehensif, kesamaptaan dan ujian kecakapan personil Direktorat Keamanan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara serta penilaian disiplin.
Dalam evaluasi, angkatan ke VIII, tiga siswa avsec terbaik diraih oleh M Yanis meraih nilai prestasi 75,41, Jannu Rusman 75,08 dan Zuhriardy meraih nilai 73,74 sedangkan dari angkatan IX diraih oleh Aziz Fahmi Harahap 80,51, M Fajar Dewantara 77,90 dan Dedi Iskadar 77,31.

Selama diklat, siswa avsec tersebut diasuh oleh tenaga pengajar dan instrukrur dari Direktorat Kemanan Penerbangan Perhubungan Udara, PT Angkasa Pura, Polresta Medan dan ATKP Medan. Humas ATKP Medan, Syukrinaldi mengatakan dari Polresta ada delapan orang dilibatkan diantaranya, Iptu S Manulang S.SoS Mpsi, Bripka Dedy Subiantoro SH, Bripka Dermawan.
Kata Syukri Pembiayaan diklat basic avsec angkatan VIII dan IX ini bersumber dari PT Angkasa Pura II tahun 2011.”Makanya para siswa avsec yang mengikuti kegiatan ini akan menjadi tenaga siap pakai di bidang security,” kata Syukri yang juga tenaga pengajar ATKP Medan. (azw)

Pukau Pengunjung dengan Tari-tarian

Malam Kesenian Budaya Sergai Bersama Shanwei City

SERGAI- Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) menggelar penampilan malam kesenian budaya bersama dengan tim kesenian Shanwei City yang dipimpin Mr Li Muk Kien mewakili Deputi Walikota Shanwei City, Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Kunjungan tim kesenian yang diprakarsai yayasan sosial Angsapura Sumut ini, dilaksanakan di aula Vihara Hian Thian Sang Tie Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Minggu malam (8/8).

Bupati Sergai Ir HT Erry Nuradi memberikan apresiasinya atas kunjungan tim kesenian Shanwei City dan melalui pagelaran malam budaya ini akan semakin mempererat hubungan persaudaraan antara kedua kota dan negara dalam hal ini yang diwakili Pemkab Sergai dengan Shanwei City.

Sehingga dapat terciptanya hubungan kerjasama yang baik dibidang seni budaya sesuai dengan komitmen Pemkab Sergai untuk terus mendukung pelestarian seni, adat dan budaya di daerah ini.

Melalui pagelaran malam kesenian budaya bersama ini, dapat membawa nilai-nilai yang positif disegala bidang bagi pemerintah dan masyarakat kedua kota, meskipun dengan latar belakang budaya berbeda dan diharapkan melalui kesenian budaya ini, menjadi daya tarik dalam membangun sektor pariwisata antara Kabupaten Sergai dan Shanwei City.
Bupati Sergai Erry Nuradi juga memaparkan, keunggulan Sergai yang bisa dioptimalkan oleh para pengusaha yang tertarik untuk berinvestasi di daerah ini. Beberapa keunggulan di daerah ini menurut Bupati, yakni potensi alam untuk sektor pariwisata, perkebunan, pertanian, begitu juga dengan adanya wisata kuliner pasar bengkel di sepanjang Jalinsum.
Pada pembukaan malam kesenian budaya bersama tersebut, diawali dengan penampilan tari-tarian tradisional Indonesia yang dibawakan Sanggar Tari Safira dengan tarian khas melayu tari Serampang 12 yang memukau ratusan pengunjung termasuk dari masyarakat yang memadati Vihara Hian Thian Sang Tie.

Selain menampilkan tari Serampang 12 Sanggar Tari Safira, juga mempertunjukkan kebolehannya dalam tari-tarian Sigunda-gundala, Rantak Zapin dan tor-tor Sigale-gale yang merupakan tarian khas dari daerah Batak ditampilkan dengan kompak dan atraktif hingga semakin memeriahkan malam budaya tersebut.

Sementara dari tim kesenian Shanwei City menampilkan seni drama tari (sendratari) yang menggambarkan keadaan kehidupan sehari-hari manusia pada umumnya, beberapa tarian yang ditampilkan antara lain, Gun Ying Hui Cui, Ke Jia Ying Ke Lai dan Jin Shan Zhan Gu dan penampilan yang tak kalah menariknya tarian Tian Nu San Hua.(mag-15)
Mewakili Deputi Walikota Shanwei City Mr Li Muk Kien, mengucapkan terimakasih atas sambutan yang baik dari Pemkab Sergai dan berharap kedua belah pihak dapat terus melakukan kerjasama yang proaktif serta berkelanjutan dimasa datang.(mag-15)

Ratusan Guru Ancam Demo

BINJAI- Kasus dugaan suap atau permainan uang menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) dengan membayar Rp20 juta per kursi, membuat ratusan guru di Kota Binjai gerah. Pasalnya, mutasi jabatan yang dilakukan telah melanggar peraturan perundang-undangan berlaku.

Atas dasar itulah, hari ini (9/8) (Selasa, Red), ratusan guru berencana melakukan demo di kantor Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, karena tidak terima atas mutasi yang dilakukan.

“Untuk menjadi Kepsek, bukanlah hal yang mudah. Tentunya memiliki beberapa kreteria yang sudah ditentukan sesuai dengan peraturan yang ada. Bukan seperti ini, asal tunjuk dan tanpa melihat kreteria guru yang diangkat untuk menjadi Kepsek. Kalau seperti ini, tentu sudah melanggar Permendiknas Nomor 13 tahun 2007 tentang pengangkatan Kepsek,” tegas Lasiono, salah seorang Kepala Sekolah (Kepsek) di Kota Binjai, kepada wartawan Sumut Pos, Senin (8/8).
Selain itu, kata dia, mutasi yang dilakukan Pemko Binjai, sudah melanggar etika dan akibatnya melukai hati para Kepsek yang menjadi guru biasa.

“Biasanya, setiap kali ada mutasi, Kepsek yang ingin digantikan sudah tahu kalau dia ingin diganti. Namun kali ini, semua guru yang dimutasi, tidak tahu kalau mereka sudah diganti dengan guru lain,” lirihnya.

Lasiono juga membeberkan, akibat mutasi tanpa diketahui Kepsek bersangkutan, sejumlah Kepsek yang sudah diganti banyak yang tak tahan atas mutasi tersebut. Alhasil, banyak Kepsek yang jatuh sakit.

“Ada yang menangis dan ada yang emosi. Bahkan, akibat emosi yang tak terkendali, sejumlah guru mengalami gangguan darah tinggi dan masuk rumah sakit,” beber Lasiono.

“Kami meminta agar jabatan Kepsek kembali seperti semalu. Karena, mutasi ini sudah menyalahi Permendiknas,” sambungnya.

Wakil Wali Kota Binjai Timbas Tarigan, saat dikonfirmasi terkait mutasi Kepsek mengatakan, mutasi adalah hal biasa. “Mutasi itu hal biasa. Karena mutasi Kepsek, juga sudah melalaui penilaian dari pengawas sekolah,”katanya.(dan)

Semua Indah Pada Waktunya

Catatan di Hari Pelantikan BOSUR Tapteng

Catatan: Sutomo Samsu

Selalu panas. Mirip sekali dengan pilkada 11 Desember 2005. Saat itu, pasangan Tuani Lumbantobing-Effendi Pohan sebagai pemenang, harus rela menanti keluarnya Surat Keputusan (SK) pengesahan hampir enam bulan. Tepatnya,
30 Mei 2006.

Ya, memang mirip. Saat itu, panasnya persoalan juga dipicu manuver KPU Tapteng, yang ketika itu dipimpin HT Lumban Tobing. KPU Tapteng mencoret pencalonan Roslila Sitompul yang dijagokan Golkar. Mendagri Moh Ma’ruf sempat mengeluarkan surat permintaan agar tahapan pemilukada ditunda dengan alasan keamanan, namun sikap KPU Tapteng melenggang. Pilkada jalan terus dan Tuani-Effendi menang.

Berbeda dengan belakangan yang sudah ada Mahmakah Konstitusi (MK) dengan kewenangannya memutus perkara dan bersifat final, kala itu ‘bola panas’ berada di tangan mendagri.

Dorong-mendorong intervensi politik dari dua orang petinggi Istana, sempat membuat mendagri pusing. Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ketua Dewan Pembina PD dan Jusuf Kalla wapres dari Golkar itu, sama-sama berupaya menelusupkan kepentingan partai ke tangan mendagri. Mes ki DPP Golkar saat itu ngotot agar pemilukada diulang dengan mengikutsertakan Roslila, tapi pada akhirnya jari mendagri bergerak meneken SK untuk Tuani.
Tuani-Effendi lantas dilantik. Dan setelah itu, suasana adem-adem saja. Tak ada gejolak. Ketua DPP Golkar Burhanuddin Napitupulu (almarhum) yang sebelumnya bicara keras, akhirnya hanya mengatakan, “bahwa kasus ini akan menjadi catatan hitam DPP PG dalam hal proses pilkada”.

Inilah hebatnya politik. Ibarat lomba pukul bantal di atas sungai, masing-masing berupaya sekuat lengan menghantam agar lawan kehilangan keseimbangan. Tidak mempan dihantam kaki, hantam badan. Tak goyang dihantam badan, dihajarlah kepala. Tapi begitu sudah ada yang jatuh terjerembab, semua tertawa. Tiada dendam. Selesai!

“Tapi ini curang! Curangnya telanjang!”. Begitu kira-kira suara amarah para pendukung calon yang merasa dipermainkan KPU Tapteng. Bung, pemilukada itu ajang politik. Tabiat politik itu sudah terkenal jelek. Jika sebagai politisi selalu teriak merasa dicurangi, itu bukan seorang politisi. Lebih afdol jika langsung memilih tiket jalur hukum, agar yang tega mengkhianati kepercayaan publik masuk penjara! Yang lebih penting lagi, agar pemilukada 2016 nanti tidak mirip lagi dengan 2005 dan 2011. Untuk menjaga agar suara rakyat tidak terus-terusan dipermainkan mereka-mereka yang menjadi anggota KPUD. Agar ada preseden yang selalu diingat.

Saya tak ingin mengulang cerita dan berita tentang hiruk-pikuk pemilukada Tapteng 2011. Sudah jelas apa dan siapa yang menjadi sumber masalah. Saya hanya ingin berbagi sedikit cerita bagaimana reaksi Bonaran Situmeang tatkala mendengar putusan MK, yang mengesahkan kemenangannya, bersama Sukran Tanjung.

Bonaran yang mengikuti sidang dengan duduk di balkon atas, terlihat begitu tenang. Tak ada perubahan ekspresi di wajahnya, kecuali hanya senyum yang sedikit saja. Begitu pembacaan putusan usai, tetap saja dia duduk, tidak beranjak. Malah mengikuti sidang pembacaan putusan perkara pemilukada di daerah lain. Padahal, kala itu para pendukungnya sudah tumpah ruah di lobi gedung MK. Bersalaman, berpelukan, tak sedikit yang matanya basah.
Begitu keluar ruang MK, Bonaran makan siang di sebuah restoran di Jakarta dengan para pendukungnya. Di sana, saat diwawancarai koran ini, barulah terlihat ekspresi emosi Bonaran. Dengan suara berat, dia berucap terimakasih kepada masyarakat Tapteng. Dia menilai perjuangan rakyat Tapteng menghendaki perubahan, begitu hebat.

“Ini bukan kemenangan biasa, karena melalui proses yang panjang. Tuhan selalu berpihak kepada yang benar,” ujar Bonaran, tanpa didampingi Sukran.(*)

Tipe 50 Cuma Rp160 Juta

Puri Arena Lestari 3

MEDAN- Gaya bangunan minimalis, ternyata masih menjadi idaman masyarakat dalam membeli rumah. Selain gaya minimalis, kenyamanan dan keasrian juga menjadi modal utama bagi developer untuk menarik minat masyarakat. Kedua bagian penting ini, bisa diperoleh di Perumahan Puri Arena Lestari, di Jalan Pembangunan Bandar Setia.

“Kita membaca keinginan masyarakat, selama masyarakat masih menyukai model ini, maka kita juga akan membangun perumahan dengan model yang diingikan,”  ujar Direktur PT Ruang Inspirasi Lestari Rahmat Hidayat.
Perumahan Puri Arena Lestari yang terletak di Jalan Pembangunan Bandar Setia ini, dibangun sebanyak 40 unit dengan 3 tipe. Tipe 45 sebanyak 21 unit rumah, tipe 50, 9 unit rumah dan tipe RTTU (Rumah Tangga Tempat Usaha) sebanyak 8 unit bangunan.

Untuk tipe 50, banguanan rumah hanya terdiri dari 1 lantai, yang menyediakan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Tiap rumah juga disediakan ruang kosong yang disediakan dan difungsikan sebagai tempat parkir mobil. Bagian depan dan belakang rumah juga disediakan tanah kosong yang dapat difungsikan sebagai taman.

Perumahan ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti lampu jalan, PLN, air bersih, SHM, Paving Block dan pagar yang mengelilingi kompleks. “Dengan pagar ini, diharapkan keadaan kompleks akan lebih aman,” ujar Rahmat.
Kelebihan dari perumahan Puri Arena Lestari 3, dari perumahan lain yaitu, sertifikat tanah yang dipecah, dan harga rumah yang diberikan tanah lebih. “Keunggulan dari perumahan ini, sertifikat yang dipecah, kadang ada perumahan yang sudah dibangun tetapi sertifikat belum selesai, jadi ini untuk mempermudah para pelanggan kita,” ujar Rahmat.

Untuk saat ini, bagi yang akan membeli rumah ini, akan mendapatkan potongan harga hingga Rp20 juta, dan harga ini belum diketahui hingga kapan. “Potongan harga ini untuk memberikan harga yang standart bagi masyarakat akan perumahan yang asri dilingkungan yang nyaman,” lanjut Rahmat.

Rumah ini juga, dapat dipesan dikantor pemasaran PT Ruang Inspirasi Lestari di Jalan Ir H Juanda Baru No 52A.
Untuk tipe 50, harga yang ditawarkan mulai dari Rp160 juta hingga Rp210 juta, sesuai dengan luas tanah yang diinginkan oleh masyarakat.  Sementara untuk tipe 45, harga yang ditawarkan mulai dari Rp146 juta hingga Rp151 juta, sedangkan untuk RTTU harga yang ditawarkan mulai dari Rp150 juta hingga Rp165 juta.(mag-9)

Usung Gaya Minimalis

Griya Prima Patumbak

MEDAN- Kebutuhan masyarakat akan perumahan terus meningkat. Karena itu, berbagai developer berlomba membangun perumahan yang sesuai dengan kantong konsumen dan letaknya dekat dengan Kota Medan. Salah satu perumahan yang menawarkan kemudahan tersebut yaitu, Perumahan Griya Prima Patumbak.

“Perumahan kita memang terletak di daerah Patumbak, bukan di kota Medan, tetapi sangat dekat dengan akses kota Medan,” ujar Diana, marketing PT Daya Prima Indonesia.

Perumahan Griya Prima Patumbak ini hanya memiliki 1 type rumah yang dibangun. Dan semuanya diseragamkan untuk semua penghuni.

Type yang ditawarkan pada masyarakat yaitu type 55 atau Sabana. Pada type ini, hanya ada 1 lantai yang dilengkapi dengan 2 kamar tidur, 1 kamar mandi dan juga dilengkapi dengan ruang keluarga atau ruang makan. Dan type ini juga diberikan ruang dan tanah kosong yang dapat digunakan sesuai dengan keinginan pemilik.

Perumahan ini juga memiliki fasilitas PLN, air bersih, sertifikat hak milik, penghijauan yang ada di jalan kompleks, taman dan parit beton, sehingga pengairan pada tiap rumah lebih terjaga.

Perumahan yang mengangkat model minimalis ini, tetap mempertahankan kesan hijau untuk memberikan keberagaman bagi penghuni kompleks. “Model minimalis kita berikan karena masyarakat masih minat terhadap model ini,” ujar Diana.
Sementara itu, untuk harga rumah pada perumahan ini, sekitar Rp190 juta dengan biaya booking sebesar Rp5 juta. Dan harga ini, sudah termasuk biaya SHM, IMB, Biaya Balik Nama Sertifikat, Akte Jual Beli (AJB) dan biaya pemasangan listrik dan air. (mag-9)

Mudah Diakses dan Harga Terjangkau

Vila Permata Indah

MEDAN- Vila Permata Indah di Jalan Pertanahan-Patumbak, Deli Serdang, menawarkan hunian asri dengan harga terjangkau. Selain asri dan terjangkau, perumahan ini mudah di akses karena terletak dekat gerbang tol Amplas.
“Harga terjangkau ini, disediakan dengan kebutuhan masyarakat yang mendambakan perumahan yang asri, tetapi murah,” ujar Maria, Marketing PT Mitra Usaha Interindo. Perumahan yang dibangun dengan model minimalis modern ini, sudah siap huni. Bahkan sekitar 50 persen bangunan rumah sudah terisi atau sekitar 100 kepala keluarga (KK).

Berbagai fasilitas perumahan yang diberikan, seperti air bersih PAM, listrik, keamanan, penerangan jalan, Paving Block, pagar keliling kompleks, taman, lapangan basket dan futsal, bebas banjir dan SHM. “Selain itu, dalam kompleks juga kita sediakan rumah ibadah, yaitu masjid,” ujar Maria.

Walau terletak di Kabupaten Deli Serdang, tetapi perumahan ini sangat dekat dengan kota Medan. Karena kemudahan akses yang dimiliki bisa dari mana saja. Misalnya, menuju gerbang tol Amplas hanya 5 menit, ke fly over juga 5 menit.
Perumahan ini memiliki 4 type, yaitu Maisonette, berlian, Mutiara dan Mutiara Blok D, dengan harga yang ditawarkan mulai dari Rp160 juta hingga Rp350 juta. Dengan Booking fee sekitar Rp10 juta dan DP 20 persen.

Untuk type 92 atau Maisonette, harga yang ditawarkan Rp350 juta, dan type ini memiliki 2 lantai. Pada type ini, terdapat 3 kamar tidur, dan semuanya terletak di lantai 2. Rumah type ini juga dilengkapi dengan 2 kamar mandi yang terletak dilantai 1 dan lantai 2. Untuk menunjang keasrian hunian, pada type ini diberikan tanah kosong untuk taman rumah, walaupun taman kompleks sudah diberikan. Selain itu, pada type ini juga diberikan tempat kosong untuk bagasi mobil. (mag-9)

Idris Lutfi Safari Ramadan ke Pantai Labu

LUBUK PAKAM-Momentum Ramadan dimanfaatkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk lebih dekat dengan kader serta masyarakat.

Demikian halnya yang dilakukan Anggota DPR- RI PKS Drs Muhammad Idris Lutfi, MSc yang merupakan kader PKS serta bertemu langsung dan sekaligus memberikan bantuan kepada  kader yang dinilai memberikan kontribusi terhadap kemajuan partai.

Sebelum melakukan safari Ramadan ke Pantai Labu  Idris Lutfi bersilaturrahim ke rumah  Zainal Abidin Nasution (Ketua Seksi Kaderisasi DPC PKS Lubuk Pakam) berlokasi di Bakaran Batu. Disana rombongan sempat bertemu dengan kader PKS yang berada di Lubuk Pakam. Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk berdiskusi dengan kader partai.
Setelah berdiskusi disana, kemudian tim rombongan yang langsung dipimpin  Idris Lutfi  yang terdiri Sekum DPW PKS Sumut H  Satrya Yudha Wibowo, Sekretaris  Daerah Dakwah I  Misno Adi Syahputra serta Ketua DPD PKS Deli Serdang H Mara Jaksa Harahap langsung menuju lokasi safari Ramadhan.

Kehadiran Tim Safari Ramadhan disambut  Sekretaris Kecamatan, Ketua BKM  Masjid Hasanatul Badariyah dan Masyarakat Desa Kelambir dan Sekitarnya didampingi oleh Ketua DPC Pantai Labu Bahruddin beserta segenap Pengurus Ranting se-Pantai Labu.  “Setelah melaksanakan salat maghrib kami sudah mempersiapkan 25 orang penceramah untuk disebarkan ke masjid-masjid yang berlokasi di Pantai Labu,” ujar Mhd Darwis Batubara selaku koordinator pelaksanaan kegiatan kali ini didampingi H. Dwi Andi Syahputra Lubis, Koordinator Cabang Dakwah.(btr)