30 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 14848

Selama Puasa Kembali Jadi Ustadz

Mahfud MD

Jangan heran jika selama bulan ramadan ini, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD bakal menjadi pendakwah. Seperti kembali ke habitat, Mahfud bakal mengisi sejumlah ceramah.

Pria asal Madura, Jawa Timur ini mengaku menjadi pendakwah bukanlah hal yang baru bagi dirinya. Karena jauh sebelum menjadi pejabat negara, Mahfud menjalani aktivitas sebagai pendakwah. “Dulu pekerjaan utama saya ya ‘us tadz’,” kelakarnya di Jakarta, Senin (1/8)

Gurubesar Hukum Tata Negara UII Yogyakarta ini menuturkan selama ramadan akan berceramah di sejumlah stasiun televisi serta sejumlah masjid di Jakarta. “Ceramah di beberapa stasiun televisi termasuk di masjid Istiqlal dan masjid Sunda Kelapa,” bebernya.

Aktivitas ceramah selama ramadan Mahfud lakukan hampir setengah bulan lebih lamanya. Rencananya, puncak dari aktivitas ceramah ini saat menjadi penceramah di salat idul fitri mendatang. “Insya Allah saya ceramah salat idul fitri di Lapangan UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta,” ungkapnya.(net/jpnn)

Umar Hasibuan Resmi Pimpin Tebing Tinggi

TEBING TINGGI- Pemenang pemilikuda pemungutan suara ulang di kota Tebing Tinggi dengan perolehan suara 27.767 suara, Ir Umar Zunaidi Hasibuhan MM dan H Irham Taufik SH resmi dilantik dan mejabat sebagai Wali Kota dann Wakil Wali Kota periode 2011-2016. Pelantikan dilakukan Plt Gubsu, H Gatot Pujo Nugroho, di ruang sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tebing Tinggi ,Jumat (5/8) sekira pukul 16.00 WIB.

Turut hadir, mantan Wali Kota Medan Drs Abdilah MAP, Ketua DPD Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumut, H Fadli Nurzal SAg, Mantan Pj Wali Kota Tebing Tinggi Drs Eddy Syofian MAP, Wali Kota Tanjung Balai, H Thamrin Munthe dan perwakilan kepala daerah bupati/wali kota se Semut dan undangan yang lainnya.

Pelantikan yang dilaksanakan di ruang sidang paripurna DPRD Tebing Tinggi dipimpin Wakil Ketua DPRD, Chairil Mukmin Tambunan SE. Dalam sambutannya, Chairil Mukmin Tambunan mengatakan bahwa pelantikan hari ini sekaligus pengabilan sumpah jabatan kepada wali kota dan wawako terpilih yang dilantik Presiden Republik Indonesia melalui Plt Gubsu.

“ Rapat sidang istimewa kali ini dengan tidak mengambil keputusan dan berterimah kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mensuseskannya,” kata Chairil Mukmin.

Sedangkan Gatot Nugroho dalam sabutannya menjelaskan bahwa sumpah ini mengandung tanggung jawab kepada masyarakat, kepada undang-undang dasar dan kepada pancasila serta Tuhan Yang Maha Esa. Selanjutnya wali kota dan wakilnya diminta melaksanakan tugas-tugas dengan baik, ikhlas dan berjalan demi membela kebenaran rakyat. (mag-3)

Jenazah Pilot Edy Disambut Air Mata

KEDIRI- Jenazah Edy Purwono, 56, pilot helikopter Bell 412 yang jatuh di Bitung, Sulawesi Utara tadi malam akhirnya dimakamkan di tanah kelahirannya. Tiba di kediaman orang tuanya di Desa Tulungrejo, Pare sekitar pukul 17.30 bertepatan dengan waktu berbuka puasa jenazah langsung disambut hujan air mata.

Informasi yang dihimpun Radar Kediri, jenazah diberangkatkan dari Bandara Juanda, Surabaya sekitar pukul 15.00, setelah sebelumnya diterbangkan dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Jenazah diangkut dengan mobil ambulans Isuzu Panther L 9614 AH.

Begitu tiba di halaman rumah, Susi Andriyani, 50, istri almarhum yang berdiri paling depan di teras rumah, langsung menghambur menyambutnya. Tangisnya pecah begitu pintu belakang mobil ambulans dibuka dan sebuah peti mati bercat putih dikeluarkan.

Ketegaran yang sempat ditunjukkan kepada Radar Kediri beberapa jam sebelumnya luluh juga. “Doakan saya dan anak-anak kuat, Mas,” pintanya sebelum jenazah sang suami tiba.

Tak hanya Susi, tangis juga pecah dari anak perempuannya, Asti Yunia Sabrina, 25, ketika jenazah ayah tercintanya dibawa masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah, peti jenazah putra sulung dari tujuh bersaudara pasangan Muhammad Muchsin (Alm) dan Siti Aisyah, 75, tersebut diletakkan di ruang tamu. (c3/hid/jpnn)

Peduli Petani Mandiri

Sebagai salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terkemuka, Asian Agri Grup (AAG) telah menjadi anggota The Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sejak tahun 2006, dimana perkebunan Buatan dan Ukui miliknya telah mematuhi Prinsip & Kriteria RSPO.Dalam operasionalnya, Asian Agri melaksanakan prinsip-prinsip kelapa sawit lestari (sustainable palm oil),  menerapkan standar kerja tertinggi, menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar, melaksanakan sistem manajemen lingkungan.

Pada kunjungan ke Kebun Buatan PT Inti Indosawit  Asian Agri, rombongan peserta workshop Petani Sawit yang digelar Riau Pos (28/7) berkesempatan melihat lebih dekat pengelolaan sawit oleh perusahaan ini. Pada kesempatan ini,  rombongan yang terdiri dari para petani  sawit mandiri ini mendapat pembekalan mulai dari pemilihan benih /kecambah sawit yang baik, cara penanaman bibit yang benar, pemupukan dan standar penyemprotan hama.
Diterimanya rombongan petani ini sebagai salah satu bentuk kepedulian Asian Agri terhadap petani mandiri. Meski berkebun sawit bagi sebagian petani swadaya adalah hal yang biasa,  namun tak jarang mereka sering kali alpa dan keliru dalam tata cara mengelolanya, sehingga apa yang dihasilkan tak sebanding dengan jerih payah yang dilakukan. ‘’Kita sangat terbuka, saling sharing bagaimana rekan – rekan petani bisa mengembangkan tanaman sawitnya secara baik dan benar,”ujar  GM Kebun Buatan Asian Agri Ikom Widyasa didampingi  Head  OPRS (Oil Palm Research Station- Topaz) Asian Agri, Ang Boon Beng.

Melalui kesempatan ini,  Asian Agri juga menjabarkan bibit sawit unggul yang diproduksi Asian Agri melalui PT Tunggal Yusus Estate Oil Palm Research Station (OPRS) – Topaz Riau. Ang Boon Beng menjelaskan, Asian Agri menggunakan induk kelapa sawit Dura terpilih dengan Pisifera. Setelah melalui proses  dihasilkan 4 varietas unggul yakni Topaz 1, Topaz 2, Topaz 3 dan Topaz 4.  Keunggulan varietas ini antara lain, kandungan minyak yang tinggi, buah lebih cepat matang, tingkat ekstrasi minyak yang tinggi,  perlambatan pertumbuhan tinggi pohon dan tingkat adaptasi yang tinggi pada tanah gambut.  Varietas Topaz DXP memiliki kandungan minyak yang tinggi dan telah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2000 dan sertifikat pengesahan dari Menteri Pertanian.

Maskum Damanik, petani Desa Petapahan yang hadir pada acara itu mengakui keunggulan benih Topaz.  “Hasilnya cukup baik. Tujuh bulan bahkan sudah ada yang berbuah,”ujarnya.  Acara itu berlangsung penuh keakraban yang diisi dengan pengenalan sistem pengendalian  hama yang ramah lingkungan.  “Kita memakai burung hantu untuk pengendalian hama  tikus dan tanaman Kasia Tora  untuk gulma ulat api,” jelas Ikom Widyasa.

Asian Agri juga memanfatkan janjang s awit untuk pupuk kompos yang dapat menghemat 75 persen pemakaian pupuk kimia.  Sementara  limbah pabrik dialirkan ke kebun sawit untuk pemupukan. (*/sih)

Dirampok, Rp150 Juta Raib

BINJAI- Nasib sial menimpa Arman (27), warga Jalan Dr Masyur, Medan. Pasalnya, setelah rusuk kirinya ditikam, uang Rp150 juta hasil penjualan tandan buah segar (TBS) miliknya juga dibawa kawanan rampok, Jumat (5/8).

Keterangan diperoleh, kejadian itu terjadi di Jalan Baru Ring Road, Kecamatan Binjai Timur. Ketika itu, korban dan temannya Agus (28), hendak pergi ke Tamiang, NAD, dengan mengendarai mobil Avanza hitam BK 1736 JN. Di perjalanan, keduanya mengaku dihadang kawanan rampok bersenjata tajam.

Kendaraan yang mereka tumpangi, dihadang dua orang pemuda mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125. Saat mobil berhenti, kedua pelaku meminta uang Rp150 juta yang dibawa Arman. Namun Arman melawan dan akhirnya dia menerima tikaman di rusuk kiri serta luka setrum di leher.

Akibat luka tikam dan terkena setrum oleh pelaku, Arman akhirnya pingsan dan kawanan rampok itu menodongkan pisau ke leher Agus sembari meminta uang. Lantas, Agus memberikan uang Rp150 juta yang mereka bawa.
“Saya saat itu gugup dan tidak bisa melawan. Bahkan, saya sudah tidak tahu arah untuk mengejar mereka,” kata Agus.
Sementara Arman, kepada wartawan koran ini mengaku, uang yang dibawa lari kawanan rampok itu, uang hasil penjualan Tandan Buah Segar (TBS), yang akan dibawa ke Tamiang. “Saya nggak sempat lihat BK sepeda motornya, kalau uang itu, mau saya bawa ke Tamiang,” kata Amran lemas.

Meski mengaku dirampok, namun petugas Polresta Binjai yang sudah mendapat laporan atas kejadian ini, mencurigai salah satu korban.

Pasalnya, dari dua korban yang dirampok, salah satu diantaranya tidak mengalami luka apapun. Bahkan, ketika dimintai keterangannya, Agus terlihat gemetaran dan berbelit-belit.

“Waktu itu pisau pelaku sudah di leher saya dan saya sangat takut. Sementara Arman sudah pingsan. Akhirnya uang itu saya serahkan kepada pelaku,” kata Agus gugup.

Karena memberikan keterangan berbelit-belit, akhirnya Agus dan Amran diboyong ke Polresta Binjai guna dimintai keterangan lebih lanjut. Kecurigaan petugas bukan tidak beralasan, mengingat lokasi kejadian yang sepi, tidak mungkin pelaku berhasil menghadang laju kendaraan korban.

“Kalau tidak kenal, untuk apa berhenti, apa mungkin di jalan sepi sepeda motor mampu melampaui kecepatan mobil. Berarti ada kesengajaan mobil diberhentikan. kemungkinan salah satu dari korban ada main dengan pelaku,” duga seorang oknum polisi saat olah TKP.

Kanit Pidum Polres Binjai Ipda H Tobing, saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan. “Sudah, nanti saja ya. Biar kita periksa dulu. Kalau cepat kali kita beritakan, pelakunya mudah melarikan diri,” tolak H Tobing saat di lokasi kejadian. (dan)

Rumah dan Gudang Ayam Terbakar

LUBUK PAKAM- Diduga akibat hubungan arus pendek listrik, satu unit rumah milik Muhammad Ridwan (33), nelayan tradisional hangus terbakar, di Dusun II, Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Jumat (5/8) dini hari, sekira pukul 02.00 WIB.

Meski tak ada korban jiwa, namun keluarga nelayan miskin itu, harus kehilangan seluruh harta benda mereka. Tak ada yang sempat diselamatkan dan bahkan bangun rumah milik nelayan tradisional itu rata dengan tanah.

Sementara di Langkat, gudang ayam milik Sunarto alias Asun, di Dusun Namuri,Desa Tanjung Merahe, Kacamatan Selesai, Kabupaten Langkat, rata dengan tanah setelah dilalap sijago merah, Jumat (5/8) sekitar pukul 10.00 WIB.

Keterangan yang berhasil dihimpun wartawan Sumut Pos di lokasi kejadian menyebutkan, api yang meratakan gudang ayam milik Asun itu, diduga berasal dari konslet arus pendek. Sehingga, gudang yang terbuat dari kayu dan beratap seng itu hangus terbakar. Setelah api mulai membesar, sejumlah pekerja di ternak ayam Asun langsung terkejut dan berusaha memadamkan api dengan air seadanya. Namun, usaha pekerja itu tidak membuahkan hasil.

Asun yang mengaku masih syok atas kejadian ini, mengaku, belum dapat menghitung kerugian dan masih enggan memberikan keterangan. “Asal api dari arus pendek. Kalau kerugian, belum bisa saya hitung,” kata Asun. (btr/dan)

Dana Pelantikan BOSUR Rp896 Juta

TAPTENG- Panitia pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tapteng terpilih, Bonaran Situmeang-Syukran Tanjung (Bosur) mengusulkan anggaran sebesar Rp896 juta.

Usulan itu disampaikan panitia dalam rapat koordinasi bersama Pimpinan dan Anggota DPRD Tapteng, Jumat (5/8) di gedung dewan.

Rincian anggaran biaya yang tertuang dalam usulan tersebut di antaranya biaya pengamanan oleh Kesbang/Linmas sebesar Rp26 juta, biaya dokumentasi peliputan media cetak dan elektronik Bagian Humas Rp120 juta, biaya transportasi petugas pengatur surat undangan ke dalam dan luar daerah oleh Bagian Tata Pemerintahan Rp45 juta.
Kemudian biaya penginapan tamu oleh Bagian Umum Rp120 juta, biaya cetak kartu undangan Bagian Umum Rp25 juta, biaya sewa sound system, teratak, televisi, kursi dan dekorasi tempat ditambah biaya antar jemput perlengkapan oleh Bagian Umum sebesar Rp60 juta.

Selanjutnya, bantuan transport, makan, uang saku Anggota DPRD Tapteng oleh Sekretariat DPRD sebesar Rp60 juta, dan terakhir biaya konsumsi oleh Bagian Umum sebesar Rp460 juta.

“Ini masih usulan. Masih dibahas lagi. Jadi angkanya belum final. Selanjutnya untuk disetujui dewan,” tutur Plh Bupati Tapteng Usman Batubara di sela-sela rapat yang dipimpin Ketua DPRD Tapteng Sintong Gultom.
Dijadwalkan, BOSUR akan diambil sumpah jabatan dan dilantik oleh Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho ST. Pelantikan akan dilaksanakan melalui sidang Paripurna Istimewa DPRD Tapteng di Gedung Serbaguna Pandan, Selasa 9 Agustus 2011 pukul 14.30 WIB.(mora/smg)

Karyawan PDAM Tirta Malem Demo

KARO- Seratusan karyawan PDAM Tirta Malem Kabanjahe mogok kerja dan menggelar aksi demo, Jumat (5/8). Pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Karo ini, menuntut pembayaran gaji mereka yang  tidak dibayarkan  selama empat bulan terakhir.

Pendemo mulai meng gelar aksinya di depan kantor PDAM Tirta  Malem, Jalan Jamin Ginting Kabanjahe, sekitar pukul 14.00 WIB. Pasca meng gelar orasi yang berisi sejumlah kecaman,  demonstran berjalan menuju kantor Bupati Karo.
Tiba di kantor bupati, karyawan yang belum menerima kuncuran gaji itu, berteriak menanyakan dimana keberadaan Direktur Utama (Dirut) Tirta Malem Antoni Sembiring SH.

Karena dalam masalah yang terjadi saat ini, Dirut PDAM Tirta Malem lah yang dianggap paling bertanggung jawab.  Dalam orasi pendemo diketahui, Antoni Sembiring telah lama tidak masuk kantor, bahkan beberapa orang karyawan baru, sama sekali tidak pernah bertemu pimpinan tertinggi BUMD tersebut.

Tidak lama berselang, Asisten I Drs TM Tarigan, Asisten II Drs Simon Sembiring dan Asisten III Ramli Sembiring keluar dari ruang kerjanya menemui pendemo. Beberapa saat kemudian Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti didampingi Kapolres Karo Ignatius Agung Prasetyoko datang menemui seratusan pendemo yang sedang duduk menunggu penjelasan.

Kepada pendemo, Bupati Karo menghimbau agar dalam menyampaikan keluhan dan tuntutannya jangan melakukan tindakan anarkis dan jangan berteriak-teriak, berbicara dengan tertib dan sopan, agar  ditemukan solusi.
Namun ketika salah seorang karyawan menyampaikan orasinya dengan mengatakan, karyawan sudah bosan menunggu solusi,  dan meminta permasalahan harus selesai saat ini juga, sontak Bupati Karo menyambutnya, dengan nada tinggi.(wan)

Rebutan Lahan, Satu Luka

MEDAN- Perebutan lahan seluas dua hektar milik PTPN II di Desa Amplas, Dusun IV Kampung Tapanuli, Kecamatan Percut Sei Tuan, akhir pecah pada Kamis (4/8) malam, sekitar pukul 19.30 WIB.

Perebutan lahan, nyaris menimbulkan bentrokan fisik antar kubu. Namun, S Tampubolon (38) warga Jalan Tangguk Bongkar, menjadi sasaran amuk masa karena diduga menjadi pihak yang bersebrangan memperebutkan lahan seluas dua hektar itu.

Informasi yang dihimpun wartawan koran ini di Polsek Percut Sei Tuan menyebutkan, sebelum terjadinya kericuhan, puluhan warga berkumpul dengan membawa alat tumpul di jembatan masuk ke perebutan lahan tersebut.
Kebetulan, korban melintas di jembatan memasuki lahan yang direbutkan warga. Curiga korban merupakan salah seorang pihak yang bersebrangan dengan mereka, maka puluhan warga memukul korban hingga mengakibatkan luka memar di bagian mata dan bibir.(mag-7)

Entah kenapa, saat ditanyai oleh sekelompok masa itu, situasi semakin memanas, dan berujung pada pemukulan korban. Akibat pukulan itu, korban mengalami luka berat, mata sebelah kiri berdarah, bibir pecah, dan pipi lebam. Beruntung, Kepala Desa Amplas yang mengetahui kejadian itu langsung menyelamatkan korban dari amukan masa dan membawanya ke Rumah Sakit Martondi.

Saat itu juga petugas kepolisian yang mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar, langsung mengamankan lokasi kejadian agar bentrokan tidak semakin meluas, dengan menurunkan sebanyak 30 personel untuk melakukan penjagaan.

Pantauan wartawan dilokasi kejadian, Jumat (5/8), situasi sudah mulai kondusif, dan petugas kepolisian masih melakukan penjagaan di lokasi kejadian. Bahkan polisi bersama Kepala Desa telah melakukan pertemuan mengenai permasalahan lahan ini.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Maringan Simanjuntak melalui Kanit Reskrimnya AKP Faidir Chan ketika dikonfirmasi mengaku, telah melakukan pengamanan dan pertemuan dengan unsur Muspika Percut sei Tuan terkait konflik tersebut. “Sudah ada kesepakatan antara warga yang bertikai dengan Muspika agar tidak lagi melakukan aksi kericuhan,” ujarnya.(mag-7)

Sri Menuai Dukungan

PKS Mulai Jagokan Chaerul Tanjung

Pencalonan mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sebagai calon presiden (capres) menuai dukungan dari kalangan nonparlemen. Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bakti menyakini sosok perempuan yang akrab disapa Ani itu jauh bisa dipercaya dibandingkan stok dari politisi atau purnawirawan TNI.

“Buat saya orang itu (Sri Mulyani, red) adalah orang yang masih bisa dipercaya dan bisa dicek apakah dia orang yang korup atau tidak,” kata Ikrar setelah diskusi di gedung DPD, Jakarta, kemarin (5/8).

Menurut Ikrar, dirinya menilai positif pencalonan Sri Mulyani oleh Partai Serikat Rakyat Independen (SRI). Secara integritas, Sri Mulyani adalah sosok yang bisa dipertanggungjawabkan. Sosok Sri Mulyani bisa menjadi capres yang diperhitungkan jika Partai SRI memiliki basis pengurus yang tepat. “Partai SRI harus menunjukkan bahwa pendukung SMI (Sri Mulyani Indrawati, red) itu adalah orang yang juga punya integritas,” ujarnya.

Dalam hal kampanye politik, kata Ikrar, Partai SRI harus melakukan langkah yang tepat. Menurut dia, jangan terlalu membesar-besarkan Sri Mulyani sebagai sosok yang dikorbankan SBY. Partai SRI harus membesarkan Sri Mulyani sebagai sosok yang terbaik sebagai capres 2014. “Menurut saya itu lebih elegan daripada membicarakan dia sudah dipecat atau belum dari kabinet,” ujarnya.

Namun, lanjut Ikrar, masih ada tantangan yang harus dihadapi dalam mencalonkan Sri Mulyani. Menurut dia, Partai SRI harus mampu membebaskan Sri Mulyani dari jerat kasus Bank Century. Selanjutnya, Direktur Operasional Bank Dunia itu juga harus menunjukkan diri sebagai sosok yang tidak pro kepada Amerika Serikat (AS). “SMI harus bisa mengatakan tidak kepada AS jika ada tekanan politik dari sana,” ujar Ikrar. Hal itu menjadi kunci bahwa Indonesia adalah negara yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan punya kebudayaan.  “Apa yang menjadi kepentingan Indonesia harus dipertahankan,” tandasnya.

Sekjen DPP PPP M Romahurmuziy mengatakan partainya tidak khawatir dengan pendirian Partai SRI. Melihat komposisi pendiri dan pengurusnya, Romi “panggilan akrab M Romahurmuziy menyebut segmen pemilih yang dibidik Partai SRI sama sekali tidak bersentuhan dengan basis tradisional konstituen PPP. “Segmen kami berbasis Islam. Saya kira mereka lebih bersegmen nasionalis-sekuler,” katanya.

Dia mengaku tak terlalu kaget dengan kemunculan Partai SRI. Dia mengaku telah memprekdisinya sejak suara-suara yang menggadang pencapresan Sri Mulyani ramai terdengar. “Niat seseorang menjadi capres tentunya harus dengan memiliki kendaraan parpol,” ujar Romi.

Meski begitu, dia tidak terlalu yakin Partai SRI mampu lolos menjadi peserta pemilu 2014, apalagi memenangkannya. Salah satu indikasinya, Partai SRI ikut menggugat persyaratan pendirian parpol ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Saya kira parpol ini tidak lahir by design jauh sebelumnya,” kata Romi.

Ditanya mengenai prospek Sri Mulyani, Romi menjawab diplomatis. “Saya kira ini (Partai SRI dan Sri Mulyani, Red) bukan jualan yang eksotis bagi pemilih dengan pendidikan rendah,” ujarnya. Dia beralasan orang “orang yang berada di sekitar Partai SRI lebih banyak dari kalangan aktivis, intelektual, dan tokoh kampus yang tidak punya basis massa riil.
“Jangan lupa 44 persen pemilih kita hanya lulusan di bawah SMP yang nggak demen berita politik,” ujarnya. Lantas, siapa kandidat capres PPP” “Sampai saat ini kami tidak ingin membicarakan dulu pencapresan. Nanti persoalan bangsa banyak yang terbengkalai,” jawab Romi.

Sekjen DPP PAN Taufik Kurniawan mengatakan Partai SRI akan menjadi kunci penting bagi pencapresan Sri Mulyani dalam pilpres 2014. Karena itu, masih terlalu dini untuk menganalisis peluang melajunya Sri Mulyani dalam pilpres. “Partai SRI saja masih calon parpol yang belum tentu lolos verifikasi,” kata Taufik, lantas tersenyum.

Taufik menegaskan prospek Partai SRI akan tergantung dari penilaian rakyat terhadap rekam jejak para pendirinya. “Ini kan masih pendaftaran, semua pihak tentu punya strategi sendiri, tergantung jam terbang pilotnya,” tandasnya.
Di luar pencalonan Sri Mulyani, anggota Fraksi PKS Zulkieflimansyah menilai ada sejumlah sosok capres yang layak untuk maju pasca pemilu legislatif 2014 nanti. Namun, dirinya cenderung memilih sosok bos Transcorp Chairul Tanjung sebagai sosok capres yang ideal. “Menurut saya yang pas untuk capres 2014 itu Chaerul Tanjung,” ujarnya.
Sosok Chairul, kata anggota Komisi VII DPR itu, bisa menjadi kesinambungan yang baik. Rekam jejaknya sebagai pengusaha dinilainya layak untuk memimpin pemerintahan nanti. “Dari kapasitas, dia pilihan yang baik. Lagipula, dia juga good looking,” tandasnya. (bay/pri/agm/jpnn)

PD Belum Berani Usung Ani Yudhoyono

PARTAI Serikat Rakyat Independen (SRI) telah mencalonkan Sri Mulyani sebagai calon presiden. Partai Demokrat (PD) yang tengah berkuasa masih malu-malu mengusung bakal calonnya.

“SBY sudah sebagai ketua dewan pembina sudah keluarkan statement bahwa tidak mencalonkan artinya belum kita bicarakan. Kita belum tahu mencalonkan Bu Ani, dan kita DPP dan dewan pembina belum memutuskan. Pencalonan itu kan nanti diputus oleh majelis tinggi partai,” ujar Ketua DPP PD, Jafar Hafsah usai menghadiri buka bersama di kediaman Marzuki Alie, Jalan Widya Chandra III, Jakarta, Jumat (5/8).

Meski demikian Jafar melihat ada kemampuan dalam diri Ani Yudhoyono. Jafar yakin Ani mampu menjadi seorang pemimpin. “Kalau Ibu Ani kan berpendidikan, orang tuanya pahlawan. Sosok ibu Ani kan baik, orangnya cerdas. Komunikasinya baik, dan dia benar-benar pendamping yang setia,” kata Ketua Fraksi PD DPR ini.
Hingga saat ini, lanjut Jafar, PD belum menentukan bakal calon presiden yang diusungnya. PD masih melihat perkembangan-perkembangan yang terjadi.

“Kalau sekarang ini partai-partai mengajukan calonnya, dia akan mengambil dasar dari polling untuk mengetahui keinginan masyarakat, dukungan masyarakat, ya (kami) memerlukan poling,” tandasnya.

Dari Partai Kebangkitan Bangsa tidak terlalu memusingkan wacana Sri Mulyani akan jadi calon presiden pada 2014 mendatang yang akan diusung Partai Serikat Rakyat Independen. Partai SRI boleh-boleh saja mengusung mantan Menteri Keuangan itu asal memenuhi persyaratan.

“Pencaprespran itu sesuai dengan undang-undang, harus diusung partai politik maupun gabungan partai politik, yang lolos dari parliamantary treshold. Nanti kalau tidak lolos parliamantary treshold, bagaimana mau mencalonkan,” kata Fraksi PKB Marwan Jafar kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 5/8).

Tak hanya itu, partai yang bisa mengajukan calon presiden harus mengantongi kursi di DPR 30 persen. Kalau tak mencapai, harus bergabung dengan partai lain. Meski begitu, Jafar tak memastikan apakah PKB bersedia apabila diajak Partai SRI untuk bersama-sama mendukung Sri Mulyani. “Iya nanti ada hitung-hitungan politiknya. Kan tidak bisa sekarang toh. Dilihat dari hasil Pemilu dulu. Lagi pula itu kan partai kemarin sore. Kok malah mau ajak (kita) bergabung (dukung jagoannya). Jangan dibalik-balik. (Partai SRI) lolos verifikasi saja belum tentu, apalagi PT,” tampik Marwan.
Marwan juga belum memastikan siapa yang akan diusung PKB pada pemilihan presiden 2014 mendatang. “Nanti. Belum ditentukan, yang jelas akan mendorong putra terbaik NU dan PKB. Kita masih mendengarkan suara-sura dari NU dan PKB,” tandasnya. (net/jpnn)