27 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14862

86 Operator Ikuti Bintek

Sosialisasi e-KTP di Setiap Kecamatan

MEDAN-Sebanyak 86  operator melakukan pelatihan bimbingan teknis Enrollment KTP Elektronik (e-KTP), yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan di Hotel Antares, 4-5 Agustus.
“Para operator ini wajib mengikuti Bintek. Dari 86 operator yang ikuti bintek, 86 operator akan ditempatkan di 21 kecamatan dan 2 operator di kantor Disdukcapil. Seiring itu juga pelaksanaan e-KTP sudah bisa berjalan,”kata Kadisdukcapil Kota Medan, Darussalam Pohan, usai membuka acara Bintek, Kamis (4/8).

Dikatakan Darussalam, tujuan Bintek ini tak lain sebagai pembekalan dalam operasional perangkat kepada para operator supaya lebih tahu pengunaannya. “86 operator yang ikut pelatihan itu, semuanya berasal dari kecamatan masing-masing. Mereka akan memperoleh gaji melalui pemerintah pusat,”ujarnya.

Mengenai perangkat keras dan lunak sebagai pendukung e-KTP, Darussalam menegaskan, tidak ada masalah. Bahkan, tanggal 15 Agustus 2011 mendatang, seluruh perangkat tersebut akan didistribusikan ke 21 kecamatan di Kota Medan.
“Jadi, 15 nanti, perangkat keras dan lunak di kirim ke Medan sekaligus didrop ke 21 kecamatan Kota Medan. Selain itu, persiapan perangkat lain seperti pencocokan jaringan dan pengaturan teknis lainnya hingga pelaksanaan secara
online benar-benar bisa dilaksanakan,” tegasnya.

Pada tanggal 18 Agustus nanti, lanjut Darusalam, pihaknya akan mengundang  seluruh warga Kota Medan untuk datang ke kecamatan guna pengentrian data. Seiring itu juga, KTP lama akan ditarik dengan dikeluarkannya e-KTP baru.
“Saat pengentrian nanti, warga secara bergantian datang ke kantor Camat. Sebab, jika warga datang sekaligus kantor Camat tidak akan mampu menampung seluruh warganya. Itu akan kita atur jadwalnya,” pungkasnya. (adl)

3 Pekerja dan Seorang Warga Terbakar

Gudang  Gas Ludes Terbakar

MEDAN-Gudang gas ukuran 3 kilogram di Desa Bandar Klipah meledak dan terbakar, Kamis (4/8) dinihari. Akibatnya, dua orang pekerja dan seorang warga mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Dua pekerja gudang yang mengalami luka bakar yakni Hery, Susan serta warga setempat Sismanto.

Keterangan yang dihimpun, gudang milik Julianto diduga dijadikan tempat pengoplosan. Asal api diduga berasal dari puntung rokok salah satu pekerja kemudian menyambar tabung gas yang bocor dan dengan cepat api menyambar gas dan meledak.

Ledakan  tabung gas terdengar hingga radius dua kilometer. Warga yang bermukim di lokasi gudang terpaksa berhamburan keluar rumah dan mengungsi. Mereka takut, karena tabung gas yang berada di gudang terbakar dan beterbangan ke udara. Beberapa rumah mengalami rusak di bagian atap karena tertimpa tabung gas.
Risma (31), warga setempat mengaku, api tiba-tiba membesar dan terjadi ledakan yang sangat dahsyat. Dia langsung mendobrak pintu rumahnya untuk menyelamatkan keluarganya. Dia sempat melihat dua pekerja sedang diselamtakan warga dari dalam gudang.

“Ledakannya kuat sekali, ku kira gempa. Kami sekeluarga keluar rumah menyelematkan diri,” tukas Risma.
Sementara Sismanto salah seorang korban luka bakar dibagian kaki karena berusaha menyelamatkan sepeda motor miliknya yang berada di dalam rumah. Saat membawa sepeda motor keluar rumah tiba-tiba semburan api langsung menyembar kakinya. Sebanyak delapan mobil pemadam kebakaran turun ke lokasi untuk memadamkan api.
Kanit Reskrim  Polsek Percut Sei Tuan AKP Faidir Chaniago saat dikonfirmasi mengaku, masih melakukan penyelidikan. “Saat ini kami sedang melakukan penyeledikan,” tandas Faidir. (mag-7)

Ipda Megawaty akan Dipanggil Polda Sumut

MEDAN- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Sumut tengah melakukan penyelidikan, terhadap kasus penipuan yang dilakukan oleh Perwira Unit (Panit) Lantas Polsek Percut Sei Tuan Ipda Megawaty terhadap puluhan nasabahnya, dengan  berkedok Multilevel Marketing (MLM) TV 1.

Hal itu dikemukakan Kasubdit II/ Reserse Tanah dan Bangunan (Tahbang) Polda Sumut AKBP Rudi Rifani, yang dikonfirmasi Sumut Pos, Kamis (4/8). “Proses terhadap kasus itu saat ini masih dalam penyelidikan, dan akan terus kita intensifkan,” ungkapnya.

Kapan rencananya, pihaknya akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Ipda Megawaty? Mengenai hal itu, Rudi Rifani menyatakan, pihaknya akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan secepatnya terhadap Ipda Megawaty. “Prosesnya masih penyelidikan, tapi kita usahakan secepatnya agar segera selesai,” tegasnya.
Diketahui, Ipda Megawaty dilaporkan belasan nasabah TV1 Ekspres (sebuah perusahaan mirif MLM, Red), ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Sumut, Selasa (26/7) lalu, dengan bukti lapor No.STPL/494/VII/2011/SPK Poldasu tanggal 26 Juli 2011.

Disinyalir, Ipda Megawaty melakukan penipuan tersebut dengan modus mengajak kerja sama bisnis, dengan keuntungan yang berlipat ganda di perusahaan TV1 Ekspres.

Diketahui, para korbannya diminta menyetorkan uang puluhan juta sejak Februari 2011 lalu, dan dijanjikan tiga bulan selanjutnya sudah akan mendapatkan keuntungan. Modal pertama yang mereka setor Rp2,6 juta. Namun ada juga yang menyetor hingga puluhan juta rupiah.

Sementara, kasus dugaan penipuan yang dilakukan Dewi Astati (DA), terhadap puluhan orang dengan total kerugian di atas Rp40 miliar, yang dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut Rabu (6/7) lalu, dengan No Pol TBL/429/VII/2011/SPKT II, hingga saat ini tidak ada kelanjutannya.

“Pengaduan itu sudah kita terima, dan keesokan harinya langsung kita serahkan ke Reserse Kriminal Umum (Krimum) Polda,” ungkap Kepala SPKT Polda Sumut AKBP Prastiono yang dikonfirmasi Sumut Pos terkait hal itu.
Sementara itu, Kasubdit II/Tahbang Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Sumut AKBP Rudi Rifani yang ditanyai mengenai hal itu berkilah.

“Itu juga ada laporannya di Polresta Medan. Yang di kita nanti akan dicek dulu,” jawabnya singkat.
Terkait hal itu, Juli salah seorang nasabah yang mengaku kecewa dengan kinerja Polda Sumut, dimana hingga saat ini tidak ada perkembangan terhadap penanganan kasus tersebut.

“Kami kecewa, laporannya sudah sebulan yang lalu tapi tidak ada perkembangannya. Ternyata seperti ini kinerja kepolisian, menerima laporan tapi tidak dilakukan,” tegasnya.

Ditambahkannya, kalau hal itu tidak ditindaklanjuti maka dirinya dan rekan-rekan lainnya yang sama-sama menjadi korban penipuan DA berencana akan melakukan penempelen poster-poster bergambar Dewi Astati (DA) di jalan-jalan.
“Kami tempel saja foto-fotonya di jalan-jalan. Polisi pun tidak bekerja,” tukasnya lagi. (ari)

Ebiet G Ade Semarakkan Ramadhan Fair

Ebiet G Ade menghibur pengunjung Ramadan Fair di Taman Sri Deli, tadi malam (3/8). Penampilan tokoh penyair melalui lirik lagu ini menandai dibukanya arena Ramadhan Fair 1432 H.

Sejumlah lagu balada dilantunkan di hadapan Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan, Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, pejabat Pemko Medan dan warga Medan yang hadir.

Ramadhan Fair dilaksanakan di Taman Sri Deli Medan Maimun dan Lapangan Mabar Kecamatan Medan Deli. Ajang ini akan berakhir 29 Agustus 2011.(adl)

Nunggak Rekening Rp189 Juta Listrik di Pemprov Diputus

MEDAN- Memalukan. Jajaran pemerintahan lengah menunaikan kewajiban membayar rekening listrik di lima lokasi vital di Kantor Gubsu, Bapedasu, Binagraha, Wismatamu dan Rumah Dinas Gubsu. Tunggakan pun terjadi hingga 4 bulan dengan nilai Rp189 juta.

Akibat kelalaian ini, PT PLN sebagai penyedia layanan listrik mengambil tindakan tegas. Aliran listrik ke tiga dari lima lokasi dimaksud diputus. Ketiga lokasi itu adalah kantor Bapedasu, Wismatamu dan Binagraha
Humas PLN Cabang Medan Rosnah Lubis membenarkan adanya penunggakan pembayaran rekening listrik tersebut. “Dari lima lokasi yang melakukan tunggakan tersebut tiga di antaranya sudah dilakukan pemutusan jaringan listrik,” katanya.

Kepala Biro Umum Pemprovsu Nurlela menganggap hal ini di luar kuasa pihaknya  dan membantah lengah menjalankan tugas. “Saya tidak terkejut dengan hal ini. Namun, ini memang satu hal yang ironi. Terlalu banyak permasalahan tumpang tindih yang juga harus saya selesaiakan. Dengan masa jabatan yang belum sampai satu bulan ini saya memang harus bekerja keras. Hingga saat ini saja saya belum ada melakukan sertijab,” ujarnya.

Nurlela berjanji menyelesaikan tunggakan itu hari ini. “Sebenarnya tadi siang (Rabu (3/8) sudah mau dibayarkan. Namun, orang keuangan sudah pulang, jadi gak sempat lagi. Besok (hari ini, Red) semua akan dilunasi agar tak terjadi lagi pemadaman listrik di lima lokasi tersebut,” kata Nurlela.

Anggota Komisi C DPRD Sumut Mulkan Ritonga menilai kondisi ini sebuah kelalaian yang tidak patut. “Bagaimana tidak, Rumah Dinas Gubsu itu jika di Jakarta diibaratkan, seperti Rumah Dinas Kepresidenan. Jika sampai mengalami masalah yang bisa dibilang seharusnya tak perlu terjadi, ini sangat memalukan,” tegasnya, Rabu (3/8).

Mulkan menilai, hal ini bisa dijadikan indikator ketidakmampuan unsur-unsur yang ada di Pemprovsu saat ini. “Seharusnya, Plt Gubsu melakukan evaluasi terhadap pejabat-pejabat eselon II yang dilantiknya baru-baru ini, bukan dibiarkan begitu saja,” ujar kader Partai Golkar tersebut.

Atas hal ini, Mulkan meminta adanya kebijakan dari Plt Gubsu dalam menyikapi permasalahan tersebut. “Kita berhadap Plt Gubsu bisa mengeluarkan kebijakan untuk menyelesaikan masalah ini,” harapnya. (saz)

Kangen Ibu

Alice Norin

Tiga tahun sudah Alice Norin ditinggal ibunya, Sofie Almendingan. Namun kerinduan akan kehadiran perempuan yang meninggal pada usia 52 tahun itu, masih kerap menyerangnya. Semasa hidupnya, Alice begitu dekat dengannya. “Aku dekat sekali dengan mama. Aku suka curhat, cerita apa saja sama mama,” ungkapnya ketika ditemui di kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Saat Ramadan seperti sekarang ini, kerinduannya semakin menjadi. Aktris kelahiran Stavanger, Norwegia, 21 Juni 1987 itu seringkali berharap sang ibu masih hidup dan menyajikan opor ayam untuk santap sahur dan berbuka puasa. “Aku kangen mama, kangen opor ayamnya. Opor ayam buatan mama paling enak. Kalau aku, nggak bisa masak,” tuturnya.

Namun dia tidak ingin terus bersedih mengingatnya. Perempuan yang menjadi mualaf pada 2007 itu tidak ingin menyia-nyiakan Ramadan, dengan meningkatkan ibadahnya. Meski kesibukan di dunia entertain, juga tidak mungkin ditinggalkannya. “Alhamdulillah banyak job,” katanya lalu tersenyum.

Saking banyaknya pekerjaan yang harus dilakoni, boleh jadi membuat Alice tidak bisa sering-sering berbuka puasa dengan keluarga di rumah. Kalau sudah begitu, dia mencari cara agar tetap bisa menikmati menu berbuka puasa bersama ayah dan adik, serta teman-temannya.

“Mungkin ajak keluarga dan teman berbuka puasa di lokasi syuting. Atau makan bareng mereka di suatu tempat, terus aku balik lagi ke lokasi syuting,” imbuh pemeran Eliana dalam film Ketika Cinta Bertasbih itu. (ash/jpnn)

Dari Masalah Air Hingga Sepak Bola

Sahur Bersama Dirut PDAM Tirtanadi Sumut, Azzam Rizal Nasution

Mengenakan baju koko, kain sarung bercorak cokelat dan lobe warna putih, Ir Azzam Rizal Nasution MEng menyambut kedatangan Tim Sahur Sumut Pos, Selasa (2/8) pada Pukul 04.00 WIB Seperti apa suasananya?

Tomi Sanjaya Lubis, Medan

Rumah kediaman Dirut PDAM Tirtanadi Sumut bercat putih dan di sekelilingnya teradapat tanaman hias. Satu unit mobil Kijang Inova warna cokelat terparkir di halaman rumah yang terletak di Kompleks Taman Setia Budi Indah Medan Blok HH No 65 itu.

“Inilah keadaan rumah saya yang baru ditempati tiga bulan. Sebelumnya, saya tinggal di kompleks Villa Asoka. Namun, rumah yang berada di Villa Asoka tersebut dikontrakkan,” bilang Azzam Rizal menyambut tim sahur Sumut Pos.
Azzam menceritakan, awalnya di PDAM Tirtanadi hanya sebagai karyawan servis transmisi yang tugasnya memperbaiki pipa. Pada 1993, ia menjadi kasubdis pengembangan dan pada akhir 1993 dipindahkan lagi menjadi Kasubag perencana survei. “Pada 1996, saya dikuliahkan ke Belanda dari kantor,” terang pria kelahiran 9 Desember tahun 1963 itu menceritakan perjalanan karirnya.

Sepulang dari Belanda pada 2001, ia ditempatkan menjadi kepala instalasi Delitua. Di tahun 2002 menjadi kepala cabang PDAM Tirtanadi Medan. Nah, di tahun 2003 ditugaskan di Divisi Public Relation PDAM Sumut. “Saat di Divisi Public Relation PDAM Sumut kesan sama wartawan ada pengaruhnya wakti di PR. Pasalnya, kita langsung di kenalkan pada pelanggan PDAM Tirtanadi lewat pemberitaan yang baik,” bilang ayah Afif Rahman dan Ayeshah Nayefah ini.

Saat dilantik menjadi Dirut PDAM Tirtanadi Sumut, 11 Maret 2011 lalu, tantangan utamanya adalah bagaimana air tetap aman dan berjalan lancar, dan tidak ada pernah rugi. “Kalau ditanya PDAM Tirtanadi Sumut rugi, tidak ada ruginya,” kata Azzam.

Oleh sebab itu, Azzam menargetkan pada tahun 2015 nanti air bersih dari PDAM Tirtanadi sudah bisa diakses semua warga di Sumatera Utara. Target ini sesuai target dari WHO. “ Sampai saat ini, masih 75 persen air bersih disalurkan,” ujar Azzam.

Dikatakan Azzam, untuk menambah penyaluran air, dibutuhkan dana minimal Rp200 miliar. “Dana itu belum termasuk alat yang dibutuhkan seperti pipa,” terang ketua Harian Pengda PABBSI Sumut ini.

Agar semua kebutuhan terpenuhi, total dana yang dibutuhkan mencapai Rp800 miliar dan baru bisa melayani 80 persen penduduk Sumut.

Dijelaskan Azzam, saat ini pusat air PDAM Tirtanadi berasal dari Sibolangit dan pengolahan air Sungai Sunggal. Lalu di Delitua Sungai Deli. “Kita juga beli lagi air curah di Tanjung Morawa di Limau Manis. “Direncanakan (sumber air tambahan) dari Sungai Seruai,” kata Azzam.

Saat asyik bercerita, istri Azzam Rizal, Siti Solehati Dalimunthe, mempersilakan Tim Sahur Sumut Pos menyantap hidangan sahur yang disedikan di atas meja yakni ikan dencis sambal, udang goreng, sayur sawi rebus, dan buah apel serta salak. “Ya makanan yang dihidang di meja makan ini semua, masakan istri saya sendiri. Selagi kita bisa makan, makan aja dengan enak dan lahap,” ujar Azzam.

Lalu Azzam menjelaskan, selama Ramadan ini pendistribusian air dijamin lancar. Pasalnya, pompa air dihidupkan mulai pukul 3 pagi. “ Biasanya pompa air hanya dihidupkan mulai jam 5 pagi,” terang Azzam yang juga menjabat Ketua PD Alwasliyah Kota Medan ini.

Di sela makan sahur, Azzam juga bercerita kiat orang ingin menjadi sukses. Menurutnya, selain kerja keras ada satu yang harus dilakukan. Apa itu? “Jangan lupa sama orangtua. Sayang sama orangtua karena doa orangtua salah satu membuat kita sukses,” kata Azzam.

Usai menyantap hidangan sahur, Azzam juga menceritakan pengalamannya saat mengurusi tim Perkumpulan Sepakbola (PS) Tirtanadi. Nah, disaat membawa tim Pra PON PS Tirtanadi bermain ke Kalimantan Timur, PS Tirtanadi berhasil lolos seleksi. “Setelah lolos PS Tirtanadi pada Pra PON, saya berkenalan dengan Pak Johar Arifin di Kaltim. Setelah itu, keluarlah SK Gubernur dari Pak Rizal Nurdin yang berisikan PDAM Sumut hanya Pegang Persatuan Angkat Berat, Binaraga dan Besi seluruh Indonesia ( PABBSI) untuk di Sumut. Dimana saat itu yang menjadi ketua umum Pengda PABBSI Sumut, Syahril dan saya sebagai ketua Harian,” paparnya.

Walaupun saat itu ia diberikan SK Rizal Nurdin untuk mengurusi cabang olahraga PABBSI, tapi PS Tirtanadi tetap berjalan dan berlaga. Bahkan sampai saat ini, PS Tirtanadi telah mengikuti Kompetisi Pengcab PSSI Medan.
Tak terasa, suara sirine imsak terdengar. Tim sahur bersama Ir Azzam beranjak menuju masjid  untuk melaksanakan Salat Subuh. Setelah melaksanakn salat subuh berjamaah di mesjid, Tim sahur pamit untuk pulang.(*)

Kadis Bina Marga Medan Terseret Kasus Korupsi

MEDAN- Kasus dugaan korupsi di Dinas Bina Marga Medan dengan nilai total proyek Rp44,3 miliar sepertinya akan menyeret nama Kepala Dinas Bina Marga Medan Gunawan Surya Lubis. Gunawan dikaitkan dengan dugaan korupsi proyek drainase senilai Rp38,8 miliar dan pengadaan aspal sebesar Rp3,5 miliar serta kasus korupsi pengadaan alat berat senilai Rp2 miliar TA 2009 saat dirinya menjabat Sekretaris Dinas Bina Marga Medan.

“Belum mengkaitkan kepada pimpinannya. Kalau mengkaitkan, nanti akan kita periksa. Untuk kasus alat berat sudah ada yang ditahan, dan untuk kasus drainase baru mau naik ke tahap penyidikan,” ungkap Dir Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho yang dikonfirmasi Sumut Pos mengenai hal itu, di depan Aula Kamtibmas Mapolda Sumut, Rabu (3/8).

Informasi yang diperoleh Sumut Pos dari jajaran personel Tipikor Polda Sumut menyatakan, dimana Kadis Bina Marga Medan Gunawan Surya Lubis akan segera dipanggil untuk dimintai keterangannya. Informasinya lagi, pemanggilan itu dijadwalkan oleh Tipikor Polda Sumut pada pekan depan.

Hal tersebut dibenarkan Kombes Pol Sadono, namun sayangnya Sadono enggan memastikan waktu tepat pemanggilan terhadap Kadis Bina Marga Medan Gunawan Surya Lubis. “Kalau ada kaitannya dengan kasus si Gindo itu, maka akan kita panggil. Waktunya, coba kita cek lagi nanti,” jawabnya.

Kadis Bina Marga Medan Gunawan Surya Lubis yang dikonfirmasi via seluler oleh Sumut Pos mengaku, siap untuk memberikan keterangan. “Saya belum tahu informasi itu, tapi saya bersedia dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi. Lagian, saya waktu masalah itu bergulir tidak ada keterlibatan apa pun,” akunya.

Dalam kasus drainase ini, pada pengerjaan proyek normalisasi atau pemeliharaan saluran drainase/gorong-gorong sebesar Rp38.810.760.150, mantan Kadis Bina Marga Gindo Maraganti Hasibuan dan stafnya serta Bendahara Umum Daerah Pemko Medan sudah diperiksa. Begitu juga dengan penyitaan barang bukti. Yakni, dokumen terkait 495 proyek, salinan Keputusan Walikota Medan Nomor 821.2/514 K, tanggal 9 Juli 2009, fotocopy surat pengangakatan KPA, PPTK dan Panitia Pengadaan Barang/Jasa serta foto gambar sampel proyek sebelum, sedang dan setelah selesai dikerjakan serta fotocopy surat kontrak perjanjian sampel 9 perusahaan.

Antara lain, CV Rahmat Abadi ; CV Mustika Cemerlang ; CV Rahmat Abadi ; CV Rizki Faldo Abadi ; CV Surya Gemilang ; CV Mitra Anugrah ; CV Wiraspati Kencana ; CV Sumber Rejeki dan UD Perdana.

Proyek ini, oleh Gindo dibagi dua dalam daftar penggunaan anggaran, pertama Rp20 miliar dan telah ditentukan lokasi proyek sesuai daftar sebanyak 221 paket. Kemudian, Rp19 miliar untuk 215 paket sehingga total 436 paket. Masing-masing per paketnya Rp10 miliar untuk 21 kecamatan.

Begitu juga dengan kasus pengaspalan sejumlah jalan di Medan. Yakni, Jamin Ginting, Jalan SM Raja, Jalan Gatot Subroto, Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Yos Sudarso Medan, yang menelan biaya sebesar Rp 3,5 miliar. Proyek ini tidak ditenderkan oleh Dinas Bina Marga sesuai dengan Keputusan Presiden (Kepres) RI. Melainkan dipecah atau dibagi-bagi kepada rekanan.

Dalam proyek aspal ini, Gindo mengangkat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Ahmad Buhori Siregar dan empat Pejabat Pelaksana Teknis Kegiaatan (PPTK) yaitu Utuh Januar Sitompul, Mardian Habibi Gultom, Suwito serta 3 orang panitia. Serta Ketua Panitia Pemilihan Langsung (PL) Eddy Zalman Saputra.

Sementara untuk kasus pengadaan alat berat yakni, pengadaan 3 unit backhoe loader, 1 unit motor grader dan 1 unit asphalt mixing plat yang bersumber dari APBD-PAPBD Pemko Medan TA 2009, dengan kerugian negara sebesar Rp2 miliar dan No LP/403/XI/2010/Dit Reskrim Tanggal 15 November 2010.

Eddy Zalman Syahputra (EZS) pada kasus tersebut merupakan Panitia Pelaksana, Sudirman (S) sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Sangkot Siregar (SS) sebagai Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Jalan Rusak Makan Korban

Sementara itu, kurangnya perhatian dari Dinas Bina Marga atas jalan rusak yang sudah bertahun-tahun dan sering terjadinya kecelakaan membuat puluhan warga Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur menggelar aksi turun ke jalan untuk menuntut perbaikan jalan Perwira II yang rusak parah, Rabu (3/8) pagi.

Aksi demo tersebut digelar lantaran selain mengganggu akses transportasi, kondisi kedua jalur utama antara kecamatan yang dipenuhi lubang menganga sedalam 20 cm itu juga sering memicu kecelakaan hingga menelan korban.
“Mana perhatian dari Pemko Medan, katanya pembangunan di Kota Medan sudah sangat merata. Tetapi apa buktinya, jalan yang rusak dengan lubang yang menganga harus kami pertahankan selama bertahun-tahun. Dimana, rasa perhatian Pemko Medan khusunya Dinas Bina Marga yang memiliki anggaran yang besar untuk rahebilitasi jalan,” ujar Sulaiman di sela-sela demo.

Sebagai bentuk protes, mereka juga menanam belasan pohon pisang di titik jalan yang hancur. Selain menanam pisang, warga juga sempat memblokir jalan Perwira II yang selama ini dinilai banyak menyusahkan warga.”lihatlah panjang kerusakan jalan tersebut yang mencapai 1000 meter, kalau mobil saja lewat tebenam ke lobang. Terkadang kami membantu warga untuk memperbaiki jalan,” ucapnya lagi.

Insiden itu sudah yang kesekian kali dan tidak sedikit pula korban yang jatuh sakit hingga patah tulang akibat kondisi jalan yang rusak dan berlubang. “Sejak jalannya rusak, sudah tidak terhitung lagi berapa pengendara yang kecelakaan di jalur itu. Dan semua karena mencoba menghindari jalan rusak. Ini sudah sangat meresahkan warga,” paparnya lagi.
Kepala Lingkungan, Lurah dan Camat menghilang saat warga melakukan aksi saat warga mendesak agar segera dilakukan perbaikan.

Berdasarkan pengamatan, jalan rusak di Jalan Flamboyan, Kecamatan Medan Timur sepanjang yang kondisinya rusak sudah mencapai 500 meter “Warga yang bereaksi pun sangat kecewa dengan ulah Lurah, Kepling dan Camat yang menghilang saat dikonfirmasi warga yang menuntut perbaikan.Selain itu, sudah pergantian tiga lurah, jalan tersebut tidak ada perhatian sama sekali,”bebernya lagi.

Kadis Bina Marga Gunawan mengatakan kalau Jalan Perwira II dan Jalan Flamboyan sudah masuk kedalam program rehalibitasi Dinas Bina Marga. “Kalau untuk jalan itu, sudah masuk kedalam program kita untuk perbaikan,” katanya singkat.

Saat disinggung dengan pemeriksaan dirinya terkait dengan kasus dugaan korupsi Dinas Bina Marga. Gunawan tidak menampiknya. “Ya, memang saya diperiksa sebagai saksi bulan lalu. Itu terkait pengerjaan di Tahun 2009, sewaktu itu saya menjabat sebagai sekretaris. Yang namanya dipanggil untuk diperiksa ya saya datang saja lah untuk memberikan keterangan,” bebernya mengakhiri. (ari/adl)

Kejati Sumut Didesak Ungkap Aktor Intelektual

Pungli Pelajar Malaysia di USU

MEDAN-Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Medan mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), untuk segera mengusut dugaan pengutipan liar pelajar Malaysia  yang kuliah di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sumatera Utara (USU). LIRA juga menuntut Kejatisu mengusut dan aktor intelektual penipuan terhadap 20 pelajar Malaysia yang dijanjikan kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB)  yang diduga melibatkan oknum di FK USU.

Pernyataan tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) LIRA Kota Medan Ibeng Syafruddin Rani SH, Rabu (4/8) di Jalan Sisingamangaraja Medan.  “Bukti awal yang kami jabarkan di Sumut Pos adalah bukti adanya pungutan liar yang terindikasi dilakukan oknum-oknum di kampus USU,” tegasnya.

Ibeng meminta Kejatisu proaktif menyelidiki kasus ini walaupun kasus ini bukan delik aduan. “Dalam waktu dekat ini akan kami laporkan ke Kejatisu.

Yang terpenting Kejatisu harus melakukan penyelidikan lebih awal untuk mencari tahu siapa otak dibalik pengutipan liar ini,” tegas Ibeng.

Ibeng juga meminta Kajaksaan Tinggi Sumatera Utara AK Basuni Masyarif, agar berperan akti memberantas korupsi di Sumut. “Untuk masalah USU, Kajatisu jangan lagi melemah. Ini menyangkut nama baik perguruan tinggi di Indonesia. Bagaimana mungkin pendidikan kita bias baik kalau institusi pendidikan seperti di kampus USU masih saja diwarnai manipulasi data dan korupsi,” ujar Ibeng.

Indikasi pengutipan liar yang dilakukan pihak USU, terkuak berkat adanya laporan pemilik Klinik Sri Gokul, Dr SA Naidu, warga Jalan Watan 6 No 14 Taman Sri Watan 68000 Ampang Selangor Darul Ehsan Malaysia, pada Lumbung Informasi Rakyat pada 21 Juli 2011 lalu.

Dalam surat yang dilayangkan pemilik Klinik Sri Gokul ini, ia protes atas perlakuan 6 agen perwakilan USU yang menggelembungkan biaya untuk masuk ke Fakultas Kedokteran USU, bagi warga Malaysia. Agen USU mematok harga untuk Bidang Kedokteran Kesehatan RM 80.000 menjadi RM 85.000. Sedangkan Bidang Kedokteran Gigi dari RM 70.000 menjadi RM 75.000.

Pengutipan yang diluar ketentuan itu (pungli) hal ini disebabkan para agen tersebut harus membayar pada pejabat di Universitas Sumatera Utara.hal hasil biaya yang seharusnya hanya RM 67.000 menjadi RM 80.000 untuk Fakultas Kesehatan sedangkan Fakultas Kedokteran Gigi dari RM.57.000 menjadi RM 70.000, untuk tahun akademik 2010/2011.Pengutipan yang diluar dari ketentuan tersebut, disetujui oleh Rektor Universitas Sumatera Utara Prof Dr dr Syahril Pasaribu  DTM MSc (CTM) SpA (K).

Bukan itu saja bagi pelajar warga Negera Malaysia yang diterima di Fakultas Kedokteran (lulus SPMB), tahun 2010/2011, pelajar diwajibkan harus menyumbangkan laptop, computer dan LCD masing-masing 1 unit per mahasiswwa yang diterima untuk disumbangkan ke USU dengan alasan sebagai bentuk sumbangan pembangunan mahasiswa yang diterima sebagai mahasiswa USU.

Sumbangan laptop, computer dan LCD juga bukan sembarangan mereknya.Merek barang tersebut ditentukan oleh pihak USU, kalau untuk notebook PC harus Intel Core i3 330 M processor (2.13 ghz, Chahe 3 MB), bukan itu saja, pelajar yang lulus juga diwajibkan untuk melunasi biaya adminitrasi sebesar RM750 yang disetorkan pada Agen yang ditunjuk USU.

Berdasarkan hasil ujian pelajar Malaysia yang mengikuti masuk Pendidikan Dokter dan Pendidikan Dokter Gigi Gelombang II di USU tahun 2010 maka pelajar Malaysia yang masuk di USU, untuk Pendidikan Dokter 7 orang dan untuk Pendidikan Dokter Gigi 4 orang diantaranya Lim Yu Xiang, Khairunnisa, Hazwani Izyan, Nor Shafarah Ramli.
Salah satunya seorang mahasiswa FK USU warga negera Malaysia bernama Saline dan Nallappen, saat ini saline sendiri sudah menduduki semester IV.Untuk itu kedutaan besar dan menteri Pendidikan Malaysia telah mengeluarkan pernyataan bahwa dokumen yang di miliki Salini dan Nallappen itu adalah palsu.(rud)

4 Perwira Militer Divonis 6.000 Tahun Penjara

Membunuh 201 Warga Sipil

GUATEMALA CITY- Pengadilan Guatemala menjatuhi hukuman penjara kepada empat  orang perwira militer lebih dari 6.000 tahun. Hukuman itu dijatuhi kepada empat eks  perwira itu lantaran membunuh 201 orang pada revolusi negara itu. Hukuman itu  merupakan akumulasi dari jumlah orang yang telah mereka bunuh.

Seperti dilansir dari laman BBC, Rabu (3/8), keempat tentara itu bersalah melakukan  kejahatan terhadap kemanusiaan saat masih menjadi anggota pasukan anti pemberontak  Kaibiles di desa Dos Erres pada 1982.

Mereka dihukum penjara 30 tahun untuk setiap korban yang mereka bantai. Dengan  demikian, total hukuman yang diterima masing-masing tentara adalah lebih dari 6000  tahun.

Tambahan lagi, pengadilan juga memvonis masing-masing terdakwa dengan tambahan  hukuman 30 tahun penjara atas dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan pasukan  keamanan negara. Sehingga total hukuman penjara untuk masing-masing mantan perwira  militer tersebut adalah 6.060 tahun.

Adapun yang menerima hukuman itu, tiga perwiara tersebut yakni Daniel Martinez,  Manuel Pop Sun, dan Reyes Collin Gualip dihukum selama 6060 tahun. Seorang lagi,  Carlos Carias, dihukum lebih lama enam tahun karena melakukan perampokan. Mereka  adalah tentara Guatemala pertama yang diadili karena kasus pelanggaran terhadap  kemanusiaan.
Peristiwa Dos Erres merupakan satu episode paling berdarah yang terjadi selama 36  tahun pada perang sipil Guatemala. Ratusan penduduk desa ditembak atau dipukuli  hingga tewas, dan mayat mereka ditenggelamkan ke sumur.

Pasukan Kaibiles masuk desa karena mencurigai para penduduk mendukung kaum  gerilyawan sayap kiri. Mereka menginterogasi dan membunuhi para penduduk, termasuk  wanita, anak-anak, dan lansia.

Jumlah pasti korban tewas hingga kini masih simpang siur. Hakim yang mengadili  keempat tentara ini yakin bahwa jumlahnya 201, namun kerabat para korban meyakini  jumlahnya lebih dari 250 orang. (bbs/jpnn)