29 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 14879

Balotelli Ingin Hengkang

Mario Balotelli panen pujian dari pelatihnya di Manchester City karena penampilan istimewa di laga pra-musim. Manchester City meraih hasil bagus di turnamen pra-musim Piala Super Dublin. Menghadapi Inter Milan di final, Manchester City menang 3-0.

Mario Balotelli menjadi pemain kunci yang membawa timnya menang di pertandingan tersebut.
Karena performa dan kontribusinya itu, pelatih Manchester City Roberto Mancini pun tak canggung memuji pemainnya itu. “Ia bermain sangat bagus,” kata Mancini, yang di laga pra-musim sebelumnya mengecam keras perilaku Balotelli yang bermain setengah hati.

“Mario akan selalu bisa bermain seperti ini. Ia punya kelas, ia punya teknik, ia punya segalanya. Kami punya striker bagus. Mario adalah salah satunya, tapi kemenangan ini bukan hanya mengenai Mario, tapi untuk semua pemain karena musim ini akan berjalan sulit seperti yang sudah kami perkirakan setelah menjalani musim lalu,” tandasnya.
Sebelumnya Mancini mengkritik keras Balotelli karena aksi tidak menghormati lawan saat melawan Los Angeles Galaxy. Keduanya juga sempat bersitegang di pinggir lapangan.

Kendati mendapat sanjungan  dari pelatihnya, namun Balotelli justru mengatakan ingin hengkang dari klubnya karena merasa tidak nyaman dengan kehidupan di Manchester.

“Saya tidak bahagia di Manchester. Saya tak suka dengan kota ini,” ungkap Balotelli kepada Sky Sport Italia.
Meski ingin hengkang, namun Balotelli menyanggah jika dirinya bermasalah dengan anggota tim dan pelatih. ”Saya senang dengan pelatih dan bermain untuk tim, tapi Anda tak bisa mendapatkan segalanya dalam hidup, bukan begitu?” sambungnya.

“Saya rindu Brescia, kampung halaman saya. Saya kangen keluarga saya dan teman-teman saya, tapi saya merasa pengalaman di Inggris ini membantu saya untuk tumbuh sebagai individu,” tambahnya.
Mengenai kemungkinan untuk meninggalkan Manchester, Balotelli tak bisa memastikannya. “Saya tak tahu apakah saya akan bertahan hingga akhir kontrak saya. Saya masih di sini sekarang dan kita lihat saja nanti,” tandasnya. (bbs/jpnn)

Gasperini tak Ambil Pusing Soal Sneijder

MILAN-Kesiapan Wesley Sneijder untuk meninggalkan Inter dan pindah ke klub lain tidak mencuri perhatian Gian Piero Gasperini secara khusus. Pelatih Inter itu menilai spekulasi transfer sejumlah pemainnya bukanlah sesuatu hal yang harus ditanggapi secara panik. “Bursa transfer bakal tertutup pada 31 Agustus dan kami dilatih untuk menghadapi rumor ini sepanjang musim,” ungkap Gasperini di situs resmi klub.

Menurut Gasperini pemain Inter saat ini bermain dengan Inter di dadanya, dalam situasi apapun .Mereka sudah menunjukkannya hari ini.

Gasperini juga tidak ambil pusing dengan kabar yang menyebutkan Manchester United sempat mengajukan penawaran untuk Sneijder. “Saya tak tahu hal itu dan tak ambil pusing, tapi bukan hal yang tidak lumrah bagi pemain hebat sangat diinginkan tim lain,” ujarnya.

“Saya katakan sekali lagi: terlalu sering rumor beredar selama berbulan-bulan dan kemudian, ketika semuanya berakhir, segalanya akan tetap di tempatnya,” tegasnya.

Bagi pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson menyebut kalau saat ini dia tak punya rencana memboyong Wesley Sneijder. Namun sang pemain sendiri justru tidak menutup kemungkinan dirinya pergi dari Inter dan bergabung dengan The Red Devils (julukan Manchester United).

“Selalu ada peluang untuk terjadinya sesuatu, tapi kita lihat saja,” ujar Sneijder kepada wartawan usai laga kontra Manchester City di Dublin Super Cup.

Menjadi nyawa permainan Inter Milan, Sneijder disebut media Inggris jadi incaran Manchester United. The Red Devils memang butuh seorang gelandang serang menyusul keputusan pensiun yang diambil Paul Scholes.

Namun dalam beberapa kesempatan Fergie justru sudah menyangkal soal isu tersebut. Yang terakhir, pelatih asal Skotlandia itu menyebut kalau dirinya sudah punya pemain untuk diproyeksikan sebagai penerus Scholes.

Namun di sisi lain Sneijder sendiri justru menolak menutup peluang dirinya pergi dari Giuseppe Meazza. Mengaku bahagia di Inter Milan, pesepakbola asal Belanda itu percaya kalau segala hal bisa terjadi di sepakbola. “Saya sudah berada di level tertinggi elama sepuluh tahun dan selalu ada spekulasi, tapi lihat, saya masih di sini,” katanya lagi.  “Saya bahagia bisa berlatih setiap hari bersama rekan-rekan saya dan memainkan pertandingan bersama fans dan semua orang, kita lihat saja nanti,” lanjut Sneijder. (net/jpnn)
seperti diberitakan AFP . (net/jpnn)

Juri Akui Terima Suap

JAKARTA-Kubu mantan juara dunia terbang mini (47,6 Kg) Muhammad Rachman semakin optimistis bisa segera menggelar laga ulang melawan Pornsawan Porpramook di Indonesia. Itu setelah supervisor WBA Yangsup Shim memberikan jaminan bakal melobi WBA.

Keyakinan itu diungkapkan oleh manajer Rachman, Erick Purna Irawan, saat ditemui di Jakarta, kemarin (1/8).  Dia  menjelaskan bahwa dalam pertemuan terakhir dengan Yangsup pada Minggu (31/7) lalu, sudah ada garansi dari supervisor asal Korsel itu untuk opsi Indonesia.

Karena itu, dia berani mengungkapkan bahwa partai tanding ulang Rachman-Pornsawaan selanjutnya tidak mungkin digelar di Thailand meskipun juaranya dari negeri gajah putih itu. Pertandingan bakal digelar di Indonesia kembali.
“Kami yakin dengan apa yang dia ungkapkan. Apalagi dia bukan oang sembarangan di WBA. Dia orang yang lama, berpengaruh dan juga cukup diperhitungkan,” terang Erick, Sabtu (30/7) lalu.

Memang, Yangsup bukanlah orang baru di WBA. Selain pernah menjadi juri, dia adalah supervisor pertandingan-pertandingan penting kelas dunia WBA. Sedangkan di PABA (asosiasi tinju Asia Pasifik), dia masih menjabat sebagai presiden sampai sekarang. Jadi, wajar jika Erick optimis.

Selain masalah tanding ulang, Erick juga menyebut bahwa protes Indonesia kepada badan tinju WBA atas penilaian juri pertarungan yang memberikan kekalahan pada Rachman besar kemungkinan diterima. Alasannya, Yangsup sudah membocorkan banyak hal kepada dirinya terkait adanya langkah penyuapan dari kubu Thailand kepada juri asal Jepang.
Tindakan curang itu dilakukan oleh kubu Pornswan dengan memberikan imbalan berupa barang elektronik dan sejumlah uang dengan nilai tertentu kepada juri Takeshi Samakawa asal Jepang. Dialah yang memberikan kekalahan angka 113-115 kepada Rachman.

“Sudah ada pengakuan dari wasit Jepang ke supervisor WBA Yangsup Shim. Dia diberi kamera digital dan uang yang jumlahnya tidak sedikit. Yangsup sudah menjelaskan hal itu kepada kami,” terang lelaki asal Lampung tersebut.
Kendati sudah ada jaminan, pihaknya belum berencana untuk protes langsung ke WBA dalam waktu dekat. Sebab, masih menunggu hasil tes urine Pornsawan dari tim dokter pertandingan. (aam/jpnn)

Wakil Wali Kota Minta Lampu Ditambah

Ramadan Fair

MEDAN- Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin meminta kepada Kadis Pertamanan Erwin Lubis untuk segera menambah lampu agar di sekitar arena lokasi Ramadan Fair semakin terang. Selain itu, pagar perkuburan juga ditutupi agar pengunjung yang datang tidak melihat langsung perkuburan yang berada di sisi lokasi Ramadan Fair tersebut.
“Saya menilai, lampu yang ada saat ini belum mencukupi.

Untuk itu saya minta Kadis Pertamanan untuk menambahnya sehingga arena Ramadan Fair menjadi lebih terang,” ujar Eldin saat meninjau lokasi Ramadan Fair 2011 di Taman Sri Deli Medan, kemarin.

Peninjauan itu dilakukan untuk melihat sejauh mana kesiapan yang telah dilaksanakan panitia. Sejumlah pekerja terlihat masih serius menjalankan aktifitas untuk merampungkan pekerjaan. Meski sudah puas dengan hasil pengerjaan yang telah dilakukan, namun Eldin masih ingin dilakukan sejumlah pemebenahan sehingga hasilnya lebih maksimal lagi.

Setelah itu, Eldin juga menyoroti beberapa tegel yang rusak  menuju tenda VIP. Untuk itu Eldin meminta Kadis Perkim untuk segera memperbaikinya. “Jangan ada tegel-tegel yang rusak seperti ini lagi, perbaiki ini segera. Begitu juga dengan genangan-genangan air yang ditemukan di tempat ini, saya ingin itu dibenahi,” kata Eldin kepada Kadis Perkim.

Sedangkan untuk persiapan stan, termasuk sampai stan yang berada di pintu masuk dari depan Istana Maimon. Eldin memberi arahan, untuk antisipasi kemungkinannya munculnya pedagang kaki lima di sekitar pintu masuk sehingga mengganggu kenyamanan para pengunjung Ramadan Fair.(adl)

Klub LPI tak Ikut Workshop

JAKARTA- PSSI  boleh saja sudah menyatakan telah merangkul Liga Primer Indonesia (LPI). Meski begitu, liga tandingan yang digagas pengusaha kawakan Arifin Panigoro tersebut rupanya belum dianggap sah.
Indikasinya ialah tidak adanya perwakilan klub LPI dalam workshop PSSI yang akan digeber di Hotel Sahid, Jakarta mulai besok (3/8) hingga Kamis (4/8).

“Yang menjadi fokus kami saat ini adalah klub ISL dan Divisi Utama. Itu karena mereka sudah diasses beberapa tahun sebelumnya. Sementara klub LPI belum diasses,” terang Sihar Sitorus, anggota executive committe (Exco) sata ditemui di kantor PSSI kemarin sore (1/8).

Hal itu sempat menimbulkan pertanyaan besar. Yakni mengenai kelangsungan nasib klub-klub LPI di kompetisi mendatang. PSSI rupanya belum juga bisa menemukan formula yang tepat untuk merangkul klub-klub yang diklaim profesional tersebut. Workshop itu sendiri kemungkinan bakal membahas mengenai berbagai aspek untuk kompetisi musim depan.

“Assesment yang sudah dilakukan beberapa tahun terakhir ini akan kami lihat di workshop nanti. Karena klub yang promosi akan kami lihat lagi. Termasuk tim-tim yang belum lengkap persyaratannya,” tambah lelaki berkaca mata tersebut.

Sihar lebih senang untuk membahas aspek keuangan kompetisi musim mendatang dibanding membicarakan tentang polemik penyatuan antara klub LPI dan ISL tersebut. (ru/jpnn)

Simon Berangkat Lebih Awal

JAKARTA – Rombongan pertama tim bulu tangkis Indonesia yang akan turun di kejuaraan dunia bulu tangkis di London pada 8-14 Agustus berangkat  hari ini (1/8). Mereka akan melakukan adaptasi lebih awal dengan berlatih di Belfast, Irlandia.

Mereka yang akan berangkat terlebih dahulu itu adalah pemain-pemain tunggal dari pelatnas PB PBSI Cipayung. Di tunggal putra ada Simon Santoso dan Dyonisius Hayom Rumbaka, sedangkan di putri ada Adrianti Firdasari dan Lindaweni Fanetri.

Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto menjelaskan bahwa keberangkatan para pebulu tangkis tersebut bukan hanya bertujuan untuk adaptasi menjelang kejuaraan dunia. Lebih jauh lagi, pebulu tangkis yang berangkat lebih dulu bersama pelatih kepala Li Mao dan Kabid Binpres PB PBSI Hadi Nasri sekaligus untuk survei mengenai tawaran kerja sama Irlandia.
Karena tujuannya survei terlebih dahulu, tim yang dikirimkan tidak terlalu besar. Itu juga berdasarkan pertimbangan fasilitasnya belum diketahui dan biaya yang dibutuhkan cukup besar.

“Kami kan dapat tawaran dari Irlandia untuk bekerja sama. Mereka siap menyediakan fasilitas bagi tim Indonesia untuk mempersiapkan diri menjelang tampil di Olimpiade London 2012. Jadi, kami lihat dulu sekalian adaptasi tim tunggal,” kata Yacob kemarin (31/7).

Sementara, untuk sisa tim yang lain, satu tunggal putra, tiga ganda putra, tiga ganda putri, dan empat ganda campuran, baru diberangkatkan pada Jumat (5/8) mendatang. Mereka tidak menuju Irlandia melainkan langsung ke London agar bisa langsung merasakan atmosfer lapangan di Inggris dan menghilangkan kelelahan akibat jet lag.

“Saya yakin dengan datang lebih cepat, mereka bisa beristirahat lebih lama dan mempersiapakan diri lebih matang. Jadi, diharapkan nanti tidak ada alasan lagi dari masalah lingkungan,” terangnya.

Di sisi lain, dari persiapan tunggal, asisten pelatih tunggal putra Agus Dwi Santoso menilai jika anak didiknya semakin siap. Dia optimistis hasil akan lebih baik. (aam/diq/jpnn)

Pemko Medan Salahkan Pusat

Perangkat Belum Datang, e-KTP Molor

MEDAN- Pelaksanaan KTP elektronik atau e-KTP yang ditargetkan diluncurkan secara serentak pada 1 Agustus 2011, dipastikan molor dan tidak berjalan sesuai rencana. Pemko Medan beralasan, molornya peluncuran e-KTP ini disebabkan perangkat peralatan e-KTP tidak kunjung datang dari Jakarta.

“Penerapan e-KTP sudah dalam proses. Kami sudah siap, baik SDM maupun peralatannya. Keterlambatan ini di pemerintah pusat. Mereka yang tahu alasannya,” ujar Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis saat disinggung tentang molornya pelaksanaan e-KTP di Kota Medan, Senin (1/8).

Saat ditanya, mengapa perangkat peralatan e-KTP tersebut bisa terlambat dari Jakarta, Syaiful mengaku tidak tahu dan malah menyarankan wartawan koran ini mengkonfirmasikannya ke pemerintah pusat.
“Tanya saja langsung ke pusat apa masalahnya.

Kalau kami sudah tidak ada kendala dan kami menunggu instruksi pusat. Jadi, kemungkinan launchingnya pada 18 Agustus mendatang,” ungkapnya.

Namun, saat hal ini dikonfirmasi ke Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan Darussalam Pohan, dia mengaku belum bisa memastikan kapan program e-KTP tersebut dapat dilaksanakan. Menurut Darussalam, hingga kemarin pemerintah pusat belum memberikan sinyal kapan mulai diberlakukannya e-KTP.

Menurutnya, program e-KTP ini bisa berjalan jika operator, perangkat dan jaringan sudah tersedia. Namun, semuanya itu belum bisa terpenuhi karena belum ada aba-aba dari pemerintah pusat.

“Saat ini kami sedang proses pemasangan jaringan di 21 kecamatan. Sedangkan perangkat dan operator belum ada. Jadi, kita belum bisa melaksanakannya,” jelasnya lagi.

Darussallam menjelaskan, program e-KTP ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya KTP ganda dan manipulasi data penduduk. Sebab, datanya langsung tercantum secara nasional. Selain itu, dalam e-KTP juga dibubuhi sidik jari, tanda tangan dan pas poto serta chip. Warga yang ingin memperpanjang KTP tidak repot, karena bisa diperpanjang di mana saja, tidak harus di daerah asalnya. “Kami akui KTP ganda masih banyak ditemui di Medan. Jika e-KTP sudah berlaku, persoalan selama ini tidak terjadi lagi,” ucapnya.

Aripai Tambunan, anggota komisi A DPRD Kota Medan mengaku dapat memaklumi keterlamabatan peluncuran e-KTP di Medan. Pasalnya, keterlambatan tersebut karena datangnya dari pemerintah pusat. “Medan tak ada masalah, keterlambatan dari pusat,” ujar Aripai.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri menjanjikan, perangkat alat e-KTP akan sampai di semua kabupaten atau kota di seluruh Indonesia pada Rabu (3/8). Hal ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Reydonnizar Moenek, Senin.

“Mudah-mudahan alat bisa tiba lebih cepat, sehingga Rabu nanti sudah efektif pelayanan e-KTP di seluruh Indonesia. Saya menjanjikan pelayanan e-KTP dapat berjalan efektif awal Agustus ini. Kalau terjadi penundaan, paling maksimal hanya dua hari,” kata Rey.

Ia pun mengungkapkan, penundaan pelayanan pembuatan e-KTP ini dikarenakan dua alat yang merupakan satu set perangkat untuk memproses e-KTP belum sampai ke sebagian besar kabupaten atau kota di Indonesia. Dua alat tersebut adalah pemindai sidik jari dan pemindai mata. Kedua alat tersebut dikirim langsung dari Amerika Serikat dan sampai di Indonesia pada hari Sabtu lalu.

Awal bulan ini, alat-alat tersebut baru akan didistribusikan sehingga Selasa (2/8) dapat dilakukan pengaturan atau setting up pembuatan e-KTP dan sehari sesudahnya pegawai kelurahan bisa melayani masyarakat.(adl)

Button Kans Raih World Champion

HUNGARIA-Jenson Button menjadi orang ke-11 dalam sejarah Formula 1 yang menjalani 200 start dalam karirnya. Yang jadi pertanyaan, sampai kapan dia akan balapan dan masih mampukah dia jadi juara dunia?

Meraih 200 start di Formula 1merupakan pencapaian luar biasa. Butuh ketahanan karir yang istimewa, balapan penuh sedikitnya satu dekade. Jenson Button mengawali karirnya pada 2000 di usia 20 tahun, dan meraih angka ajaib itu di Grand Prix Hungaria Minggu lalu (31/7), di usia 31 tahun.

Melihat perkembangan karirnya, Jenson Button itu seperti fine wine. Makin tua makin jadi. Tidak spektakuler, tidak superberbakat seperti Fernando Alonso, Lewis Hamilton, atau Sebastian Vettel. Tapi dia tampaknya akan terus bertahan lama di F1.

Button bilang mungkin masih akan balapan empat sampai lima tahun lagi. Tapi sangat mungkin dia akan seawet Rubens Barrichello, yang antara 1993 sampai tahun ini sudah menjalani 313 start!

Yang jadi pertanyaan, apakah Button hanya sekadar jadi “partisipan” di tahun-tahun ke depan” Apakah dia masih punya kemampuan untuk kembali menjadi juara dunia, seperti pada 2009 lalu saat bersama Brawn-Mercedes?
Kalau melihat peta pembalap sekarang, mungkin tidak banyak yang menjagokan Button bakal kembali jadi world champion. Nama-nama lain yang sudah disebut di atas, Alonso, Hamilton, dan Vettel, sepertinya masih lebih berpeluang untuk kembali meraih gelar tertinggi itu pada tahun-tahun ke depan.

Sulit membayangkan Alonso bakal mengakhiri karir dengan hanya dua gelar dunia, yang diraihnya pada 2005 dan 2006 bersama Renault. Tahun ini, kemungkinan besar Vettel akan meraih gelar keduanya. Hamilton” Di usia 26 tahun, sulit pula membayangkan pembalap Inggris itu tak mampu mengulangi sukses 2008.

Di Hungaria akhir pekan lalu, Button menegaskan kalau dirinya masih haus gelar. Dan sekarang, setelah punya status juara dunia, dia bisa memburu gelar itu dengan sikap nothing to lose.

“Sejak berhasil merebut gelar juara dunia (2009), saya jadi lebih menikmati semua balapan. Tidak ada lagi beban yang diletakkan orang di pundak saya, melainkan beban yang saya taruh sendiri di pundak sendiri. Saya masih ingin merebut lagi gelar juara dunia. Dan itu alasan mengapa saya masih di sini. Untuk merebut gelar lagi,” tandasnya.
Button yakin, masih ada gelar tambahan di masa depannya. “Pasti, 100 persen. Saya kira tidak ada juara dunia yang tiba-tiba tidak lagi berminat, atau tiba-tiba kehilangan kemampuan, untuk mengejar kemenangan atau gelar tambahan. Ingat, sejak saya meraih gelar (2009), hanya ada satu orang lain yang merebut gelar itu (Sebastian Vettel, Red),” ucapnya.

Mampukah Button membuktikannya? Ada ungkapan klise: Waktu yang akan membuktikan. Tapi melihat karir Button belakangan ini, mungkin tidak banyak yang berani bertaruh kalau Button bakal tak mampu kembali meraih gelar.  Ingat, ketika bergabung di McLaren dua musim terakhir, tak banyak  menduga dia bisa bersaing dengan Hamilton. (aza/jpnn)

Ramadan Paling Berat

Afini Riza

Ramadan tahun ini merupakan Ramadan yang paling berat buat Afini Riza. Pasalnya, di Bulan Ramadan kali ini, dia harus menjalani ibadah puasa sendiri tanpa didampingi ayah, ibu dan saudaranya.

Pada Ramadan tahun-tahun sebelumnya, cewek yang akrab disapa Fini ini selalu menjalankan ibadah puasa bersama orangtua dan kakaknya. Namun, sejak dia memutuskan untuk bersekolah di SMK Negeri 4 Tebing Tinggi, dia harus jauh dari orangtua dan hidup mandiri bersama uwak dan sepupunya.

“Tahun ini sepertinya yang paling berat, karena saya sekolah di Tebing Tinggi sementara keluarga di Medan,” ujar Fini.
Biasanya, selama Ramadan, Fini merasakan kebersamaan saat berkumpul dengan keluarga, terutama di saat sahur dan juga berbuka puasa. Tapi, karena keadaan, akhirnya kebersamaan yang biasa dijalani harus terhenti sementara. “Jalani dengan lapang dada saja, nanti juga akan berkumpul lagi,” ujar gadis yang bercita-cita menjadi guru ini.

Ramadhan bagi Fini juga untuk melatih kesabaran, baik dalam berteman maupun berkeluarga. “Ummi selalu sabar menghadapi kami saat banyak permintaan, jadi puasa tahun ini harus bisa sabar menahan rindu dengan keluarga di Medan,” ujarnya.

Kepindahan Fini ke Tebing membuat bakat modeling gadis kelahiran 1994 ini menjadi tertunda. Dulu, saat masih duduk di bangku SMP Negeri 19, dia sering menjuarai perlombaan busana muslim. Karena kepindahannya ke Tebing Tinggi, bakat modelingnya terpaksa dipendam karena di Kota Lemang itu, tidak ada sarana yang mendukung. “Di bulan yang penuh berkah ini, saya berdoa saja untuk kebaikan ke depan,” ucapnya lagi.(mag-9)

Hati-hati Belanja Produk Makanan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) perlu sejak dini melakukan pengawasan ketat peredaran barang kadaluarsa di pasar. Pengawasan ketat ini diperlukan sebagai antisipasi tren musiman beredarnya makanan bermasalah tersebut memasuki ramadhan dan jelang Lebaran.

Sebaliknya, masyarakat diharapkan berhati-hati dalam membeli makanan. Berikut petikan wawancara wartawan Harian Sumut Pos Ari Sisworo dengan Direktur Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Farid Wajdi.

Apa yang perlu diwaspadai dalam berbelanja di Bulan Ramadan?
Menurut Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), ada tiga hal yang perlu diwaspadai konsumen saat akan berbelanja makanan dan minuman memasuki puasa maupun Lebaran. Pertama, produk makanan dan minuman kadaluarsa yang dire-packing (kemas ulang) dengan kemasan yang sama atau kemasan bekas. Dalam kasus semacam ini produk tersebut biasanya dikemas dengan plastik polos tanpa merek.

Kedua, perlu adanya kewaspadaan terhadap produk kadaluarsa yang diperdagangkan langsung atau dikemas dalam parsel lebaran. Ketiga, waspadai produk makanan dan minuman impor ilegal yang ditandai tanpa izin edar BPOM seperti ML (makanan luar) termasuk MD (makanan dalam negeri) untuk produk lokal.

Selain ketiga hal itu, apalagi yang perlu diwaspadai?
Tak kalah penting adalah produk-produk pangan impor ilegal lainnya biasanya tak dilengkapi dengan keterangan Bahasa Indonesia, termasuk juga untuk produk-produk elektronika. Menyangkut produk tanpa izin edar di Indonesia, sampai saat ini masih sangat banyak. Dalam posisi demikian, bagaimana masyarakat bisa terlindungi jika tidak tahu isi makanan dan minuman?
Intinya, perlu adanya pengawasan pangan terhadap pangan kedaluarsa, pangan ilegal, label, pangan rusak, dan lain-lain termasuk pengawasan penggunaan bahan berbahaya dalam pangan.

Apa yang harus dilakukan, khususnya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)?
Porsi terbesar penertiban makanan bermasalah ada di Badan POM. Dengan begitu, inisiasi BPOM untuk koordinasi dengan instansi lain sangat penting dilakukan. Memang terdapat kendala teknis pengawasan terkait tugas pokok dan fungsi masing-masing instansi.

Tetapi dalam situasi frekuensi transaksi kebutuhan pokok begitu melonjak dan tingkat kehati-hatian masyarakat menurun, maka Badan POM dan instansi lain perlu memperkuat koordinasi pengawasan.
Bagaimanapun masih adanya dugaan makanan kadaluarsa di pasaran atau pusat perbelanjaan perlu perhatian serius dari pemerintah. Artinya, jangan sampai masyarakat dirugikan, sementara Badan POM dan pemerintah tidak bertindak atau lambat bergerak.

Apakah diperlukan pemberian sanksi terhadap produsen atau lainnya?
Pemerintah, produsen makanan dan masyarakat harus memiliki itikad baik dan bekerjasama untuk mencegah peredaran makanan bermasalah. Tindak pencegahan sejak dini, termasuk menggelar operasi atau inspeksi mendadak makanan bermasalah sangat penting. Sebab akan memperkecil ruang gerak peredaran makanan bermasalah dan diharapkan memberi efek jera bagi pedagang nakal. Sanksi hukum pidana dan administrasi sekecil apapun tetap penting ditegakkan agar masyarakat lebih aman dan nyaman menjalani puasa dan lebaran. Masyarakat juga harus lebih hati-hati dalam berbelanja produk makanan yang akan dikonsumsi termasuk teliti dan cermat dalam memilih kemasan parsel lebaran.(*)