27 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14886

Pos Polisi Kosong Malam Hari

081264541xxx

Pak Kapolda Sumut, tolong setiap pos yang ada di Medan dijaga tiap malam, jangan hanya siang saja. Polisi Lantas juga harus ada malam, karena perlu biar tindak kejahatan berkurang. Sayang Pos yang ada di Kota Medan kosong. Dari Jefri Manik

Kami Gunakan

Terima kasih, kami sudah tugaskan  polisi sesuai tempat dan posnya masing-masing. Kemudian, setiap pos yang ada di Kota Medan akan dimaksimalkan sepenuhnya. Karena pos polisi itu dibuat untuk petugas polisi.
Selanjutnya, kami mengimbau kepada masyarakat untuk melengkapi kendaraannya baik itu surat-surat maupun helm serta kaca spion. Kami juga meminta agar tak merombak aksesoris kendaraannya seperti memutihkan lampu atau mencopotnya dan mengganti knalpot menjadi blong.

Kompol I Made Ary Perdana
Kasat Lantas Polresta Medan

Harus Dimaksimalkan

Pos Polisi di Kota Medan bila dihitung pakai jari sudah tidak bisa lagi, karena jumlahnya sudah lebih dari jumlah jari. Hampir di setiap persimpangan ada pos polisi, hal itu menandakan aparat kepolisian sudah dilengkapi dengan fasilitas pendukung.

Untuk itu, pos polisi yang ada ini tak dibenarkan kosong. Apalagi setiap pendirian pos Polisi itu sudah ada kajian sebelumnya semisal adanya kajian akademis dari sisi lalulintas, kemudian lintasan ramai dan kajian lainnya.
Dengan pola itu juga, sebaiknya pos Polisi yang ada di maksimalkan juga. Sehingga, tindak kejahatan atau ada pengendara yang menjadi korban kejahatan sudah bisa langsung melaporkan kejadiannya ke pos Polisi terdekat.

Ikrimah Hamidy
Wakil Ketua DPRD Medan

Berantas Mercon

087869404xxx

Kepada yang mulia Bapak Kapoldasu dan Kapolresta Medan, kami para tokoh agama dan masyarakat memohon kepada lembaga kepolisian untuk memastikan tidak ada mercon yang dijual dan diledakkan selama bulan suci Ramadan.

Hal ini demi menjaga ketenangan masyarakat khususnya kaum muslimin. Mumpung bulan Ramadan belum tiba,  mohon pemberantasan peredaran dan penjualan mercon dilakukan sejak sekarang. Terima kasih. Sebelumnya kepada Kapoldasu dan Kapoltabes Medan, semoga senantiasa menjadi pelindung masyarakat, terima kasih juga kepada Sumut Pos yang telah menjadi penyampai suara rakyat.

Kami Jaga Keamanan

Terima kasih, pada prinsipnya kami tetap menjaga ketentraman dan keamanan warga. Apabila ada yang terusik akibat permainan mercon ataupun dirugikan atas persoalan itu, sebaiknya segera laporkan kepada aparat kepolisian terdekat. Setelah itu, kami akan proses dan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Kami meminta kepada warga untuk tak menggunakan mercon, marilah sama-sama dijaga ketentraman terkhusus pada bulan suci Ramadan.

Kombes Pol
Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Poldasu

PNS tak Dapat Jatah Baju Dinas

081263421xxx

Selamat siang Sumut Pos, kapan PNS dapat jatah baju dinas. Saya heran melihat pemerintah kita tidak peduli dengan kesejahteraan PNS kita, sekarang ada saya lihat pegawai PNS kerja di kantor pemerintah Deli Serdang sangat tersentuh hati saya, kenapa baju dinas PNS yang dipakai PNS tersebut sudah koyak, tak layak lagi dipakai baju dinas PNS tersebut.
Saya mohon kepada pemerintah tolong dibuat anggaran baju dinas PNS kita lagi, kan nggak pas pegawai PNS pakai celana pendek dan baju kaos ke kerja di pemeritahan kita. Tolong Pak wartawan ditanggapi masalah baju PNS.

PNS Harus Rapi

Terima kasih informasinya, kami akan koordinasikan ke bagian anggaran Pemkab Deli Serdang. Selanjutnya, hal ini akan diproses ulang kembali apabila benar tak ada dimasukkan dalam APBD terkait belanja pakaian dinas. Kemudian, bagi para PNS sebaiknya gunakanlah pakaian dinas serapi mungkin agar tak kelihatan lusuh ataupun kusut, karena dengan kerapian bagian dari unsur terpenting dalam kepegawaian.

Umar Sitorus
Kabid Humas Infokom
Deli Serdang

Menanti Format Kompetisi

MEDAN – Sejumlah klub di Indonesia masih menantikan perubahan format kompetisi musim depan, di bawah kepengurusan PSSI yang baru. Termasuk tim-tim dari Liga Primer Indonesia (LPI).
Salah satunya Bintang Medan. Mulai hari ini Bintang Medan memutuskan mengistirahatkan latihan hingga jangka waktu yang belum ditentukan.

Chief Executive Officer (CEO) Bintang Medan Dityo Pramono yang dikonfirmasi mengenai hal itu kemarin membenarkannya. Menurutnya, keputusan konsorsium LPI itu dilakukan sembari menanti keputusan rapat pembentukan kompetisi.

“Menunggu format kompetisi musim depan, latihan tim diliburkan mulai Senin (1/8) sampai diputuskan. Latihan akan kembali digulirkan saat keputusan sudah ditetapkan,” ujarnya kemarin.

Dia menuturkan, dari informasi yang dia peroleh, PSSI akan melibatkan FIFA dan AFC untuk membahas hal tersebut.” FIFA dan AFC yang diajak untuk mendudukkan semua pihak nantinya. Mudah-mudahan bisa cepat,” harapnya. Bintang Medan mengawali latihan sejak Senin (25/8) lalu setiap pagi dan sore. Latihan tersebut juga diikuti oleh mantan pemain PSMS Medan seperti Faisal Azmi, Irwin Ramadhana serta Agus Cima.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Pelatih Bintang Medan Robert Roelofsen mengaku pasrah apapun keputusan LPI terhadap klub termasuk Bintang Medan. “Ya, kami juga tahu saat ini PSSI sedang bekerja menyusun seperti apa format kompetisi musim depan. Ada beberapa pilihan yang saya dengar akan ditempuh. Ya, kalaupun latihan diberhentikan, itu merupakan wewenang LPI,” ujarnya kemarin.

Tapi penghentian tiba-tiba latihan juga menurutnya merugikan bagi tim. Selain mengganggu jadwal persiapan yang tengah dibuat, performa fisik pemain akan mengalami penurunan. “Tapi memang tidak hanya Bintang Medan yang seperti ini, klub-klub lain juga mengalaminya. Jadi walaupun kondisi ini merugikan tim, pelatih akan berupaya memperbaikinya lagi. Memang kami melalui latihan yang baik dalam satu minggu ini” paparnya. Pelatih Kepala Bintang Medan Michael Feichtenbeiner, juga telah tahu kondisi tersebut dan menunda kembali dari Jerman.  (ful)

Jika Tetap Buka, Izin Dicabut

Disbudpar Bentuk 4 Tim Awasi Hiburan Malam

MEDAN- Demi menjaga kenyamanan umat Muslim melaksanakan ibadah puasa Ramadan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan memberi peringatan keras terhadap pengusaha hiburan malam. Jika ada usaha hiburan malam yang nekat buka selama Bulan Suci Ramadan, izin usahanya akan dicabut.

“Bagi yang mempunyai izin, akan kita cabut izin usahanya dan seluruh barangnya akan disita. Kemudian, jika mereka ingin mengurus lagi, akan kita pertimbangkan, karena mereka tidak patuh terhadap peraturan yang telah dikeluarkansesuai surat edaran Wali Kota Medan No.503/14505 tertanggal 19 Juli 2011,” ujar Kadisbudpar Kota Medan Busral Manan, Minggu (31/7) dini hari.

Dikatakan Busral, penertiban akan dilakukan terhadap tempat hiburan umum seperti diskotik, klab malam, gelanggang permainan ketangkasan, karoke, musik hidup, bar atau pub dan panti pijat artau spa. “Kita akan terus melakukan pengawasan ke lokasi tempat hiburan. Sedangkan lokasi hiburan permainan anak dan taman rekreasi keluarga tidak ditindak,” ucapnya.

Dijelaskannya, Disbudpar akan dibantu Polisi, Koramil dan Satpol PP serta unsur muspika setempat dalam melakukan penertiban dan pengawasan terhadap lokasi hiburan malam ini. Karenanya, tim gabungan ini akan dibagi menjadi empat tim yakni, Tim 1 untuk pengawasan di wilayah Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Amplas, Medan Baru, Medan Polonia dan Medan Maimun. Tim 2 akan mengawasi wilayah Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Deli. Sedangkan Tim 3 di wilayah Medan Timur, Medan Perjuangan, Medan Tembung, Medan Denai, Medan Area dan Medan Kota. Sedangkan Tim 4 melakukan pengawasan di wilayah Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Petisah, Medan Sunggal dan Medan Selayang. “Untuk personelnya terdiri dari 10 satpol PP, dua Brimob, satu Denpom, Dinas Kesehatan dan unsur muspika lainnya,” jelasnya.

Sementara itu pada Sabtu (30/7) malam, tim gabungan yang telah dibentuk tersebut melakukan pengawasan dan pengecekan apakah surat edaran dari Disbudpar telah sampai kepada mereka atau belum. Seperti Tim 1, mereka melakukan pengawasan di Diskotik Inul Viesta, K2, New Zone dan Discotiq Stasion. Diketahui, ternyata lokasi hiburan malam tersebut sudah menerima surat edaran untuk tutup selama bulan puasa.

Asisten I Pemerintahan Pemko Medan, Daudtha P Sinurat mengatakan, pada Ramadan nanti, mereka akan melakukan razia secara mendadak ke sejumlah lokasi hiburan malam. “Jika ternyata ada pemilik tempat hiburan yang membandel, maka akan kita berikan sangsi yang tegas,” ungkapnya.

Sementara itu, Awi, pengelola Stasion Club mengaku, pihaknya sudah menerima surat edaran tersebut. “Kita sudah menerima surat edarannya. Dalam surat edaran tersebut tidak beroperasi dan ditutup mulai dari tanggal 31 Juli 2011,” ujarnya.

Sermentara, pemilik live music bar dan karoke Maryana, Ucok Mayor di Kecamatan Medan Belawan mengaku belum mendapat surat edaran dari Pemerintah Kota Medan. Karenanya, tempat hiburan tersebut masih buka. “Sebenarnya saya kesal juga melihat pemerintah yang pilih kasih dengan penertiban tempat hiburan ini. Saya kecewa dengan kafe-kafe liar yang buka di sekitar lokasi pinggiran rel ini. Seharusnya pemerintah melakukan penertiban, karena mereka tak memiliki izin,” bebernya.(adl/jon/adl/omi/mag-11)

10 Kandang Babi Dikosongkan

Komitmen Pemko Medan melakukan penertiban ternak babi sebelum Ramadan tak sepenuhnya terlaksana. Pasalnya, penertiban baru hanya dilakukan di Kecamatan Medan Denai. Dalam penertiban itupun, Pemko Medan hanya memfokuskan penertiban terhadap ternak yang berdekatan dengan rumah ibadah. Sementara penertiban di empat kecamatan lainnya yakni Medan Belawan, Labuhan, Tuntungan dan Johor belum dilakukan. Kenapa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos Adlansyah Nasution dengan Kadis Pertanian dan Kelautan (Distanla) Kota Medan Ir Wahid, kemarin.

Sudah seperti apa penertiban terhadap ternak babi di Kota Medan?
Kita sudah menertibkan sedikitnya 10 kandang ternak babi yang berdekatan dengan rumah ibadah, khususnya di Kecamatan Medan Denai. Tindakan ini sesuai dengan arahan Wali Kota Medan Rahudman Harahap, dan jumlah ternaknya ada puluhan.

Apakah bisa dipastikan ternak babi yang berdekatan dengan rumah ibadah tersebut sudah benar-benar kosong?
Saya tidak bisa memastikan atau menjamin ternak yang di belakang rumah ibadah itu benar-benar tetap kosong. Namun yang pasti, kita minta kepada camat dan jajarannya untuk melakukan pengawasan. Bukan tidak mungkin, setelah dilakukan pengosongan, warga kembali beternak seperti biasa. Jadi untuk prngawasan, ini sudah tanggung jawab bersama termasuk camat dan jajarannya selaku pemilik wilayah.

Kenapa baru di Kecamatan Medan Denai saja? Bagaimana dengan kecamatan lain?
Semua itu tergantung arahan dari pimpinan. Jadi, kita hanya pelaksana tugas yang menunggu perintah. Begitu juga dengan penertiban di kecamatan lain, saya tidak bisa memastikan kapan ternak kaki empat itu akan dikosongkan.

Apa upaya yang dilakukan dalam melakukan penertiban ini?
Sesuai arahan, tim hanya diminta untuk melakukan pendekatan secara persuasif kepada peternak kaki empat yang menolak pemindahan. Pendekatan persuasif dibarengi dengan ajakan untuk melakukan alih profesi menjadi peternak bebek atau relokasi ke daerah perbatasan. Namun, upaya ini sepertinya tidak membuahkan hasil, karena sebelumnya juga sudah dilakukan dan peternak tetap menolak.(*)

Mau ke Rumah Pacar Dirampok

Saat berangkat dari rumah, hati M Habib berbunga-bunga. Pasalnya, dia bermaksud malam mingguan ke rumah pacarnya di Kawasan sei Mati kecamatan Medan Labuhan.

Namun naas, di tengah jalan tepatnya di Jalan Ilyas, Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan, warga Jalan Asahan Asrama Polisi, Medan Belawan ini dirampok dan ditikam dua pemuda. Akibatnya, korban mengalami luka tikaman di bagian tangan kiri dan sepeda motor Mio BK 4226 AAR miliknya dibawa kabur pelaku.

Menurut Habib, dia sempat melakukan perlawanan terhadap dua pemuda yang menghadang dirinya tersebut. Namun karena dikeroyok dan pelaku menggunakan senjata tajam, akhirnya dia tak berdaya dihajar dan ditikam kedua pemuda yang mengendarai sepeda motor Vega R tersebut.

Setelah kedua pemuda yang belum diketahui identitasnya tersebut membawa kabur sepeda motornya, Habib mencari pertolongan. Untungnya, ada tukang ojek yang melintas di daerah tersebut dan langsung membawanya ke rumah sakit Ameta Sejahtera. Kemudian, kejadian yang dialaminya tersebut dilaporkan ke Polsek Medan labuhan.(mag-11)

Pertama di Medan Utara

Ramadan Fair 2011

MABAR- Ramadan Fair 2011 digelar di dua lokasi yakni di Taman Sri Deli Medan dan di Lapangan Sepakbola Jalann
Manggaan, Kelurahan Mabar, Medan Deli. Hal ini pertama kali dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, karena selama ini Ramadan fair hanya dipusatkan di Taman Sri Deli Medan.

Camat Medan Deli Yusdarlina mengatakan, sedikitnya ada 70 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengikuti Ramadan Fair yang pertama kali digelar di Medan Deli ini. Yusdarlina juga mengatakan, masyarakat Medan Deli sangat menyambut positif pelaksanaan Ramadan Fair yang diadakan di daerah ini.

“Saat ini persiapan untuk Ramadan Fair di Medan Deli sudah hampir rampung, sudah  90 persen pengerjaanya, Untuk Ramadan Fair Kecamatan Medan Deli dibuka pada Kamis (4/8) mendatang,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (31/7).
Dia menjelaskan, karena Ramadan Fair baru pertama kali digelar di Kecamatan Medan Deli, pihak kecamatan juga melakukan pembenahan. Untuk mematangkan kegiatan akbar tersebut, sejumlah tokoh masyarakat, nazir masjid dan pengelola lapangan sepakbola Mabar diajak untuk sama-sama menyukseskannya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, sebanyak 110 stan tersedia di arena Ramadan Fair tersebut dengan perincian 70 stan untuk UMKM dan 40 stan untuk kuliner. Sedangkan, para pedagang dan pelaku UMKM ini berasal dari 4 Kecamatan yang ada di Medan Utara yakni Medan Deli, Medan Belawan, Medan Labuhan dan Medan Marelan.
“Sebelumnya, formulir untuk mengisi stan sudah kita sebar di empat kecamatan. Pihak kecamatan hanya memfasilitasi sedangkan kepanitiaan langsung dikoordinasi Dinas Pariwisata Kota Medan,” tambahnya.

Selain Ramadan Fair, untuk menyemarakkan bulan suci ini, Setia Luhur Production juga menggelar kegiatan bertajuk Festival Ramadan yang digelar di pelataran parkir Home Center Jalan Ring Road Medan. Gawean Setia Luhur Production ini menyediakan 60 stan yang menyediakan kebutuhan masyarakat saat Ramadan, berupa kuliner, perbankan, fashion, provider dan otomotif.

Talent Manager Setia Luhur Production Bayu Sukoco menjelaskan, peresmian kegiatan ini akan dilakukan pada hari kedua pelaksanaan Ramadan tepatnya 2 Agustus mendatang. “Namun, pada hari pertama pelaksanaan puasa Ramadan, di sini sudah tersedia panganan untuk berbuka puasa.  Kita juga tak hanya menghadirkan panganan untuk berbuka puasa, karena 60 stan yang ada di sini bukan hanya berorientasi kuliner, tapi juga perbankan, fashion, provider dan otomotif,” terangnya, Minggu (31/7).

Ia juga menyebutkan, pada pembukaan nanti akan dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT Bank Sumut Gus Irawan. “Karena kita juga bekerjasama dengan berbagai pihak bank yang membuka stan di acara ini. Untuk kuliner, sudah disewa sebanyak 32 stan, dan masih ada sisa tiga stan yang belum disewa, dan ini akan tetap kami tawarkan hingga pertengahan berjalannya kegiatan ini,” ungkap Bayu.

Stand-stand seperti perbankan, fashion, provider dan otomotif memang sengaja disipakan untuk memanjakan pengunjung. “Jadi setelah berbuka puasa mereka bisa cuci mata dengan berbagai program yang ditawarkan di masing-masing stand,” ujar Bayu lagi.

Semenatra itu, di Perkampungan Ramadan Jalan Karya Wisata Medan terlihat masih ada alat berat yang beroperasi meratakan lahan. Namun, dapat dipastikan, pada buka puasa hari pertama Ramadan kegiatan di Perkampungan Ramadan tersebut telah dapat digelar.

Koordinator Perkampungan Ramadan Efri menjelaskan, di Perkampungan Ramadan ini tersedia 42 stan yang terdiri dari dagang panganan, busana dan berbagai provider lokal. “Ini merupakan gelaran yang pertama bagi kita, dan ini juga merupakan swadaya dari masyarakat dalam memeriahkan Ramadan 1432 H ini. Dan dukungan Pemko Medan juga sangat kita rasakan di sini. Malah, pada pukul 09.00 WIB tadi pagi, Wali Kota Medan datang ke sini memantau perkambangan. Sedangkan Wakil Wali Kota datang usai Salat Zuhur. Ini menunjukkan kepedulian mereka terhadap kegiatan ini,” katanya.
Efri juga menjelaskan, untuk mendukung kegiatan tersebut telah dipersiapkan listrik dengan daya 45 KVA dan untuk soundnya 20 KVA. “Diharapkan dengan adanya pasokan listrik yang mencukupi ini bisa menyukseskan kegiatan perdana yang kita lakukan ini,” terangnya.(saz)

Ajang Belajar Masak

Farah Beby Fahmil Lubis

Berpuasa tak berarti harus membatasi segala aktivitas sehari-hari. Meski berpuasa, Farah Beby Fahmil Lubis tak menghentikan kegiatannya di dunia model. Karena baginya, berpuasa dan kegiatan di dunia model merupakan hal yang sama-sama harus dikerjakan.

“Sejak kecil, ummi sudah membiasakan kami berpuasa. Jadi, Bulan Ramadan bukan halangan tapi bulan untuk berburu amal,” ujarnya. Karenanya, walaupun berpuasa, kegiatannya sebagai model dan mahasiswin
akan tetap dijalaninya.

“Farah akan tetap seperti biasa, seperti ngikuti lomba dan kuliah lah,” kata gadis kelahiran 1992 di Medan.
Biasanya, setiap Bulan Ramadan, mahasiswi Fakultas Ekonomi USU ini mengikuti tadarus baik bersama teman-teman sekampus maupun dengan teman-temannya di remaja masjid. “Bagi Farah, bulan puasa seperti ajang reunian juga. Karena, setiap hari di Bulan Ramadan kita bisa ngumpul,” ujarnya.

Selain itu, bulan Ramadan juga dianggapnya sebagai ajang untuk belajar memasak. Pasalnya, dia selalu membantu ibunya di dapur meyiapkan hidangan sahur dan berbuka puasa. “Biasanya Ummi masak untuk kita, jadi bantu-bantu Ummi sekalian belajar,” ujarnya gadis berambut panjang ini.

Gadis yang masuk 10 besar finalis Gadis Natur untuk Medan ini juga mengaku, selama Bulan Ramadan akan menjaga diri baik dalam berkata, berkelakuan dan lainnya. “Cara pakaian dan berkata harus diperhatikan. Untungnya, Farah tidak terlalu seksi dalam berpakaian sehri-hari, jadi tidak terlalu ribetlah,” ujar gadis yang sering memenangkan perlombaan busana muslim ini.

Farah berkecimpung dalam dunia modeling sejak kecil. Saat itu, dia sering mengikuti perlombaan pemilihan model cilik. Walaupun saat itu, Farah tidak mengerti maksud dan tujuan perlombaan yang diikutinya itu. Namun karena dorongan orangtua, diapun mengikutinya. “Waktu Farah masih kecil, Ummi selalu ngajak ikut perlombaan, mungkin karena Farah memang suka lenggak-lenggok ya,” ujarnya sembari tertawa.(mag-9)

Distanla Sidak Daging di 10 Pasar Tradisional

MEDAN- Dua tim petugas keurmaster (juru periksa daging) dari Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Kota Medan melakukan pengujian organoleptik terhadap para pedagang daging musiman di pasar-pasar tradisional Kota Medan, Minggu (31/7) pukul 05.00 WIBn Pasalnya, kebanyakan para pedagang daging musiman ini membawa dagingnya dari luar daerah untuk dijual di pasar-pasar tradisional di Kota Medan. Pengujian tersebut merupakan pemeriksaan ulang terhadap daging untuk diketahui, apakah daging dari luar daerah Kota Medan mengandung penyakit atau daging tersebut tidak sehat.

“Kita akan lakukan pemeriksaan fisik daging, kalau ada yang mencurigakan disayat dan diambil sampelnya untuk dilakukan pengujian di laboratorium. Biasanya, sumber penyakit dari daging ada di hati, kelenjar, usus, limpa dan paru-paru. Yang terpenting organ dalam yang difokuskan pemeriksaannya. Sedangkan untuk bagian luar, kita melihat apakah ada memar dan pembusukan terhadap daging. Bila ada kecurigaan, akan kita sayat,” ujar Kadistanla Kota Medan Ir Wahid melalui Kabid Keswan dan Kesmaved Dewi Naiken.

Kedua tim yang membagi tugas di dua wilayah yakni Medan Selatan dan Medan Utara lebih mengutamakan daging yang masuk dari luar Kota Medan. Karena, dikhawatirkan, daging-daging tersebut tidak sehat. “Jadi kalau ada daging yang dicurigai akan digunakan PH Meter untuk mengukur kadar keasamannya serta uji tes formalin. Sampai saat ini belum ada temuan, karena daging musiman yang dibawa baru dipotong dan masih segar. Itu terlihat dari warna, bau dan kosistensi daging,” ucap Dewi.

Dikatakan Dewi, petugas keurmaster secara rutin sudah melakukan pengawasan di beberapa pasar tradisional dan swalayan. Disebutkannya, Pasar Simpang Limun, Sei Sikambing dan Kampung Lalang merupakan pintu masuk daging dari luar daerah, karenanya tim melakukan pengawasan di pasar-pasar tersebut, khususnya saat pedagang musiman ramai seperti Ramadan dan Idul Fitri. “Para pedagang musiman melakukan pemotongan hewan sendiri di rumah, karenanya perlu petugas mengawasi daging mereka sehat atau tidak. Kalau pedagang daging yang di dalam, kita sudah tahu sumber dagingnya dari mana, kebanyakan dari Tani Asli RPH Deli Serdang, sedangkan lainnya dari RPH milik Pemko Medan,” bebernya seraya menambahkan, kalau tim akan melakukan pengawasan ke 10 pasar di Kota Medan.
Selain itu, dia juga mengungkapkan, stok daging di Kota Medan pada Juli hingga Agustus masih aman. Pasalnya, diperkirakan kebutuhan daging mencapai 354 ton sementara stok yang ada sebanyak 805 ton atau 3.800 ekor sapi.
“Berarti stok daging kita belebih untuk lebaran. Itu semua bersumber dari PD RPH Medan dengan stok 100 ekor, PT Lembu Andalas Langkat 2.400 ekor, PT Juang Jaya Abdi Alam Tanjung Morawa 1.000 ekor dan Medan sekitarnya 300 ekor. Kalau untuk perkiraan harga berkisar mencapai Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilonya.

Sementara di wilayah Utara, pengawasan terhadap pedagang musiman di pasar-pasar tradisional dilakukan untuk mengetahui asal muasal daging. Dari hasil pengawasan yang dilakukan, asal muasal dan kualitas daging yang beredar di pasar aman konsumsi. Namun, mengenai harga yang naik Rp10 ribu per kilogram, dari harga awal Rp75 ribu per kilogram, Dewi mengaku pihaknya tak mampu mengontrol harga  di pasar. “Kalau harga, kita agak susah mengontrolnya. Karena mereka dari awal memang sudah mengambil barang dengan harga tinggi, khususnya pedagang musiman. Harga di pasar tradisional di Medan Utara ini jauh lebih mahal dibanding dengan harga daging di Pasar Sei Sekambing. Jika di Medan Utara daging seharga Rp85 ribu per kilo, di Pasar Sei Sekambing berkisar Rp75 ribu per kilo. Walau begitu, tidak ada daging yang mencurigakan,” ungkapnya.(adl)