28 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 14933

Batista: Kami Bukan Barcelona

BOENOS AIRES-Selaku tuan rumah Copa Amerika 2011, pastilah Argentina dituntut untuk memenangi even ini. Ini sungguh ironis, mengingat pada laga perdana saat menghadapi Bolivia, tim Tango ditahan imbang 1-1.

Kewajiban meraih kemenangan pada laga kedua menghadapi pemuncak klasemen grup A Kolombia akan menjadi beban yang berlipat gadna beratnya. “Selalu ada tekanan dalam timnas. Terlebih lagi sekarang kami wajib menang setelah hasil imbang,” tukas sang pelatih.

Jika melihat materi pemain yang dimiliki, pastinya Argentina memiliki lebih banyak pemain berkualitas. Dalam skuad tim Tango sekarang ini terdapat tiga pemain yang berjasa besar mengarkan tim asal Katalan itu sebagai juara La Liga dan Liga Champions

Lionel Messi, Javier Mascherano dan Gabriel Milito tentu tidak akan kerepotan memenuhi tugas tersebut. Begitu pula pilar lain seperti Carlos Tevez, Javier Zanetti dan Esteban Cambiasso. Tradisi memainkan umpan cepat dan possession football bukanlah barang baru.

Problem utamanya kerja-sama tim Argentina seperti terlihat di laga perdana versus Bolivia masih compang-camping. Sejumlah pemain kerap memaksakan diri berlama-lama dengan bola ketimbang bermain sebagai tim.Hasilnya Argentina hanya bermain imbang 1-1.

Pekerjaan rumah ini disadari pelatih Sergio Batista. Suksesor Diego Maradona menilai Messi dkk sudah bermain layaknya gaya Barcelona. Tapi dia mengakui Argentina belum sesempurna Barca.
“Kami bermain seperti sebuah cermin Barcelona, tapi saya tidak bisa mengatakan kami bermain seperti mereka, itu tugas yang berat,” kata Batista.

Bermain seperti Barcelona adalah impian Batista. Persoalannya hal itu tidak mudah mengingat persiapan skuad begitu minim. “Kami bukan Barcelona, kami adalah Seleccion. Saya senang melihat bagaimana Barcelona bermain, saya menyukainya, saya kira begitulah seharusnya sepakbola dimainkan. Tapi untuk bermain seperti itu hanya 20 hari latihan, tentu berat, mereka bermain seperti itu sepanjang hidup mereka,” kilah Batista. (bbs/jpnn)

Sneijder Pas buat United

MANCHESTER- Upaya Manchester United mendatangkan gelandang serang asal Belanda Wesley Sneijder terus digeber. Puja-puji dilontarkan agar tekad pemain Inter Milan itu hengkang ke United semakin bulat.

Kali ini pujian datang dari coach tim utama United, Rene Meulensteen. United yang sedang mencari pengganti Paul Scholes menyusul pensiunnya mantan gelandang timnas Inggris itu, sudah lama dikaitkan dengan Sneijder yang dipatok harga senilai 35 juta pound atau sekitar Rp 478 miliar.

“Wesley Sneijder akan menjadi pemain yang sempurna di sini. Menurut saya dia adalah pemain yang ideal untuk kami,” kata Meulensteen kepada majalah Belanda, Voetbal International.

“Saya tak mengatakan demikian karena dia orang Belanda (Meulensteen juga berasal dari Belanda). Saya telah lama di Manchester United, saya tahu pemain yang masuk dan keluar, karena itu saya tahu dia akan menjadi pemain yang hebat bila gabung United,” terangnya.

“Tak akan ada Paul Scholes baru, seperti halnya tak ada Roy Keane baru, tapi menurut saya tak ada pemain yang lebih sempurna bagi kami selain Sneijder.”

“Wesley bukan tipe pelari, tapi punya kaki kiri dan kanan yang sama bagusnya. Dia bisa menempatkan bola di mana pun ia mau. Bagi saya, dia menjadi penambahan yang tepat bagi pemain-pemain yang sudah ada sekarang, seperti Hernandez, Rooney, Park, Young, Valencia, Nani dan Giggs. Dan tentu saja, Wesley memiliki pengalaman bermain di level atas.”

“Saya tidak tahu bagaimana masa depannya di Inter, tapi andai dia boleh pergi dan kami bisa membayarnya, berdasar pada kemampuan yang dimiliki Wesley, saya mengatakan ‘bawa Sneijder ke Old Trafford’,” tegasnya.

Sneijder sendiri masih terikat kontrak hingga Juni 2015 dan juga diincar oleh rival sekota United, Manchester City.
Selain Sneijder, United juga dikaitkan dengan Luka Modric. Samir Nasri juga kabarnya semakin didekati United. (bbs/jpnn)

Mario Balotelli Gambar Kaos Menuai Protes

MARIO Balotelli tak pernah berhenti membuat sensasi.  Cuma, kali ini persoalannya sepele.  Bomber Manchester City itu dikecam kelompok anti kekerasan di Inggris gara-gara kaos yang dikenakannya.
Ya, kemarin Balotelli muncul di markas latihan City dengan mengenakan kaos dengan gambar yang penuh aroma kekerasan.

Di mana, pada bagian depan kaos yang dikenakan ada gambar pistol, senapan mesin, pisau dan mulut wanita yang berlumuran darah. Ketika turun dari mobil, Balotelli pun dengan bangga memamerkan kaosnya kepada pelatih fisik Ivan Carminati.  Beberapa fotografer juga langsung mengabadikan momen tersebut.  Bisa ditebak, begitu foto Balotelli dengan kaos tersebut terpampang di media, reaksi pun bermunculan.

“Ini adalah perbuatan yang tidak pantas, tapi ini tidak mengejutkan saya,” papar Gary Troswell, Managing Director Damilola Taylor Trust, sebuah lembaga yang selalu memerangi tindak kekerasan pada anak-anak kepada The Sun.

“Beberapa waktu lalu kita juga mendengar Nile Ranger (Newcastle) memegang senjata untuk difoto dan diunggah ke Facebook. Kapan ini akan berubah? Mereka harusnya menjadi panutan anak-anak. Yang kita inginkan, setidaknya mereka bertingkah lebih dewasa,” kecam Troswell.

“Para pemain ini menerima gaji yang sangat tinggi.  Ribuan pounds juga telah kita keluarkan untuk menonton pertandingan mereka, sekaligus membayar gaji mereka,”  timpalnya.  Karena itu,  Troswell berharap pemain bisa menunjukkan sikap yang lebih dewasa di dalam dan di luar lapangan.

“Namun, apa yang dilakukan Balotelli tidak mengejutkan saya. Saya hanya ingin tahu bagaimana sikap Gordon Taylor selaku pemimpinAsosiasi Pemain Profesional,” ujarnya. (bas/jpnn)

Suzuki Spectra Indocafe Optimis Pertahankan Gelar

Medan Rally North Sumatera Championship 2011

MEDAN-Pasangan pereli Suzuki Spectra Indocafe, Eddy WS/Syariful Adil optimis pertahankan gelar di serie I North Sumatera Championship 2011 Langkat beberapa waktu lalu.
“Kita akan pertahankan gelar Juara Grup GR2 waktu di Serie I Langkat kemaren. Meskipun hal itu memang tidak mudah mengingat persaingan di Serie II ini pasti lebih seru. ” ucap Eddy WS didampingi Syariful Adil, Rabu (6/7).

Untuk itu Eddy mengaku sudah menggelar uji coba lintasan di Rambung Sialang yang akan menggelar empat special stage (SS). Lokasi yang akan menjadi ajang pertarungan habis-habisan keduanya yang mengandalkan mobil Suzuki SX-4 berkekuatan 1600 CC/150 Horse Power (HP). Menghadapi mobil-mobil berkekuatan 1800 CC/170 HP yang siap melaju di lintasan sepanjang 24 kilo meter tersebut.

Menurut Eddy, kondisi lintasan di Rambung Sialang yang mulus dan high speed sangat memanjakan pembalap dengan mobil bertenaga besar.

“Di Rambung Sialang benar-benar memanjakan pereli yang menggunakan mobil berkekuatan besar. Dengan kekuatan mobil kita hanya bisa tampil maksimal dan mengantisipasi kesalahan sekecil apa pun. Kalau tidak ada kendala seperti yang terjadi di Langkat, point di Cemara Abadi bisa membawa kita menyodok ke peringkat lima overall,” bebernya.

Untuk mobil, keduanya mengaku tidak ada kendala. Sebagai tim reli professional, prepare sudah dilakukan usai menyelesaikan balapan pada Sprint Rally yang digelar di Jakarta awal Juni lalu. Keduanya bahkan berkesempatan menguji ban yang dibuat khusus oleh Swallow untuk track Rambung Sialang yang berkarakter tanah merah dan berumput. Ujicoba direncanakan Minggu (9/7) ini.

Keduanya pun menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Sumatera Utara (Pengprov IMI Sumut) atas pelaksanaan event tersebut. Khususnya pada pelaksanaan lomba yang disesuaikan dengan standar internasional mengingat track Rambung Sialang merupakan pelaksanaan World Rally Championship (WRC) 1996/1997 silam. (jul)

Medan All Star Bayar Kerinduan

Taklukkan Tim Pra PON Sumut 4-3

MEDAN-Kerinduan masyarakat Kota Medan dan Sumatera Utara pada umumnya untuk menonton aksi terbaik putra daerah dalam mengolah si kulit bundar akhirnya terbayar lunas.

Itu terjadi setelah kemarin (6/7) bertempat di Stadion Teladan Medan,  kesebelasan Medan All Star yang merupakan gabungan pemain terbaik Kota Medan yang berkiprah di ajang Superleague dan Divisi Utama melakoni laga persahabatan menghadapi tim Pra PON Sumut.

Pada pertandingan itu tim Medan All Star yang dibesut Edi Junaidi menurunkan seluruh pemain terbaiknya seperti Irwin Ramadhan, Fadli Hariri, Agussima, Wijay, Doni Siregar hingga Saktiawan Sinaga dan Jacky Pasarella.

Mengahadapi adik-adiknya yang sedang bersiap melakoni putaran kedua babak Pra PON XVIII, tim Medan All Star langsung menggebrak lini pertahanan tim Pra PON yang dikawal Agus Lesmono, Ardiantono, Lesmana Ardi dan Ronni Saputra.

Meski telah tampil all out untuk mempertahankan setiap jengkal lini pertahanannya, namun tetap saja pemain Medan All Star mampu membobol gawang tim Pra PON yang dikawal Fandi Ramadhan Putra hingga empat kali.
Empat gol bagi Medan All Star dilesakkan oleh Jackey Pasarella, Ade Chandra Kirana, Wijay dan Deni Wahyudi.

Walau gawangnya kebobolan hingga empat kali, bukan berarti tim Pra PON Sumut tak mampu mengimbangi permainan para seniornya itu. Buktinya, tak kurang tiga gol mampu dicetak anak asuh Rudi Saari lewat dua tendangan M Irfan serta satu gol dari M Solih.

“Skil individu serta pengalaman pemain  lawan lebih baik. Tapi saya tetap bangga karena anak-anak mampu mengimbangi permainan para seniornya ,” bilang Rudi Saari.

“Di sisi lain, kami berharap kekalahan ini membuat para pemain semakin termotivasi, dan bukan semakin besar kepala setelah lolos ke putaran kedua babak Pra PON,” tambah Rudi lagi.

Sementara itu pelatih Medan All Star mengatakan bahwa para pemainnya lebih tenang saat menguasai bola sehingga mampu memaksimalkan semua peluang. “Mungkin karena mereka lebih berpengalaman ya. Tapi saya lihat anak-anak Pra PON pun punya potensi untuk itu,” bilang Edi Junaidi.

Dengan hasil ini maka tim Pra PON Sumut yang telah 26 kali melakoni pertandingan, baik  yang bersifat friendly match maupun turnamen, terhitung sejak terbentuk pada 25 Juli 2010 lalu, memiliki catatan 19 kali menang, 4 kali imbang dan 3 kali kalah. Dengan torehan gol 65 memasukkan  dan 23 kemasukan.

Sebelumnya, pada laga pembuka yang mempertemukan tim Legislatif Plus kontra Mantan PSMS dimenangkan Mantan PSMS dengan skor 1-0 berkat gol Sugito.

Pertandingan yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat Kota Medan itu juga berhasil mengumpulkan sumbangan untuk tim Pra PON Sumut sejumlah Rp9.120.500,- dengan perincian dari Wakil Ketua DPRD Sumut Kamaluddin Harahap sebesar Rp5 juta, dari Anggota DPRD Labuhan Batu Ali Akbar Hasibuan Rp1 juta. Selanjutnya kelompok suporter SMeCK Holligan lewat ketuanya Nata Simangunsong menyumbang sebesar Rp1 juta, sedang sumbangan yang didapat dari penonton lewat kotak sumbangan sebesar Rp2.120.500,-. (jun)

Tim Futsal Sumut Bertekad Lolos PON

MEDAN- Tim Futsal Pra PON Sumut dilepas secara simbolis oleh Ketua Umum KONI Sumut Gus Irawan Pasaribu untuk mengikuti Pra PON di Palembang 10-17 Juli mendatang. Gus berharap Tim Futsal Sumut tak sekadar bertekad lolos ke putaran PON, tapi juga harus punya tekad meraih medali.

“Untuk apa lolos saja namun di PON tim kita jadi pecundang. Target medali harus dicanangkan,” harap Gus kepada seluruh tim di Lantai 10 Kantor Bank Sumut Jalan Imam Bonjol Medan kemarin (6/7).

Dan untuk mencapai target itu, Gus berharap pula bahwa latihan dan persiapan yang digelar seluruh pemain harus luar biasa.

“Tidak ada hasil luar biasa kalau persiapan biasa-biasa,” sambung Gus yang saat itu didampingi Ketua Harian KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis, Sekjend KONI Sumut Chairul Azmi, Ketua Tim Futsal Bank Sumut Irwan Pulungan serta Manejer Tim Zulham Effendi Siregar.

“Saya rasa peluang lolos merata. Jadi jangan takut dan terus berjuang. Jangan sampai masalah nonteknis mempengaruhi tim,” pesan Gus sembari memberi tambahan uang saku dari kantong pribadinya kepada para atlet sebesar Rp5 juta.

Sebelumnya Manajer Tim Futsal Pra PON Sumut, Zulham Effendi Siregar memaparkan kepada KONI Sumut bahwa tim yang dibinanya mengalami grafik peningkatan prestasi, baik jika dilihat dari sisi skill, stamina dan kekompakan tim.

“Kami tetap berharap doa dan dukungan masyarakat Sumut agar Futsal Sumut berprestasi,” kata Zulham.

Zulham juga melaporkan bahwa pihaknya telah mengutus head coach Alfinus untuk mengikuti coaching clinik futsal di Jakarta, yang mana kala itu seluruh pesertanya dibimbing oleh instruktur asal Australia.

“Di sana pelatih mendapat banyak pengalaman yang semoga bisa diaplikasikan kepada tim futsal Sumut,” tambah Zulham.

Rencananya, gelaran Pra PON futsal kali ini diikuti sembilan provinsi yang ada di Sumatera. Dari sembilan kontestan akan dijaring tiga provinsi untuk menemani Riau yang lolos dengan fasilitas wild cart karena bertindak sebagai tuan rumah.

Berikut susunan Tim Futsal Pra PON Sumut: Manajer: Zulham Effendi Siregar, Sekretaris Tim: Furkanis Chan, Pelatih Kepala: Alfinus, Asisten Pelatih: Darma Sucipto, Suryanto Iskak, Maseur: Pak Mun.

Pemain: M Ayub, Dimas Prana Jaya, Diki Putra, Fery Santoso, M Iqbal, Ahmad Chairuman, Fuad Hasan, Citra Kusuma, Haris Sanjaya, Sony Saputra, Hamdani Putra, Handri Haryanto, Ibrahim, Habibullah, Sahidansyah. (ful)

Renovasi Stadion Teladan

MEDAN- Berbagai pihak mendesak agar Pemko Medan melakukan renovasi Stadion Teladan agar layak menggelar pertandingan Liga Super Indonesia (LSI). Apalagi pengerjaan stadion masih punya banyak waktu karena PSMS itu belum mampu lolos ke LSI musim depan.

“Mungkin salah satu hikmah kita belum lolos ke super liga dikarenakan untuk membangun stadion terlebih dahulu. Kita tak mau mengulang sejarah kelam dengan bermain di kandang orang karena Teladan tidak lolos verifikasi PT Liga Indonesia untuk menggelar laga super liga,” beber Nata Simangunsong Ketua Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan kemarin.

Tapi Nata menyayangkan karena hingga kini Stadion Teladan tidak disentuh perbaikan. Malah ada dua gedung baru di Teladan, yakni KONI Medan dan wadah atlet.

“Seharusnya Pemko Medan menganggarkan perbaikan Stadion Teladan. Saya kira DPRD Medan juga akan merestui, karena stadion merupakan wadah hiburan rakyat dengan menonton sepak bola,” sambung Nata.

Sebagai salah satu kota besar, bisa dibilang hanya Kota Medan yang tak punya stadion standar. Padahal animo masyarakat akan kehadiran stadion ciamik sangat besar. Pun penggemar sepak bola di kota ini tidak bisa dibilang kecil.

Mantan penyerang PSMS di era keemasan 2007 silam ketika lolos ke final Divisi Utama, Saktiawan Sinaga pun menyarankan demikian. Pemain yang kini merumput di Semen Padang itu pada dasarnya ingin kembali ke PSMS. Namun dia ingin stadion direnovasi, pengurus juga direvolusi agar PSMS bisa berjalan di jalur semestinya. “Maunya bangun dulu stadion yang bagus. Nanti kalau suatu saat lolos ke super liga PSMS tidak terusir lagi seperti masa lalu,” bebernya.

Kondisi Stadion Teladan saat ini memang mengenaskan. Yang bisa diacungi jempol hanya lampu stadion. Itupun belum mencapai kecukupuan terang standar yang mencapai 1800 lux.

Kondisi lapangan sangat memprihatinkan. Selain bergelombang, di lapangan Teladan juga tumbuh tumbuhan duri putri malu yang bahaya bagi pemain. Saluran air tidak bekerja bagus lagi, sehingga jika turum hujan maka dipastikan lapangan Teladan akan kebanjiran.

Tribun penonton pun tak kalah mirisnya. Mulai dari bangku yang mulai ditumbuhi ilalang dan lumut, debu juga tak terelakkan berada di bangku tribun VIP.

Di ruang dalam yang agak lumayan hanyalah ruang ganti pemain. Di sana sudah ada pendingin udara dan ada loker. Namun kalau ingin buang air kecil, maka silahkan menutup hidung rapat-rapat, karena aroma busuk dan kotoran . (ful)

Kuota Siswa dan SKHUN Sarat Kecurangan

Penerimaan siswa baru tahun ajaran 2011-2012 disinyalir syarat kecurangan. Karenanya, Dinas Pendidikan Kota Medan diminta transparan dalam mempublikasikan kuota jumlah siswa yang diterima di satu sekolah negeri dan penerbitan SKHUN oleh sekolah.
Hal ini disampaikan Salman Alfarisi, anggota Komisi B DPRD Kota Medan yang membidangi pendidikan, kepada wartawann Sumut Pos Juli Ramadhani Rambe, belum lama ini. Berikut petikan wawancaranya.

Menurut Anda, apa sebenarnya masalah utama dalam penerimaan siswa baru?
Menurut saya ada dua, yaitu transaparansi kuota yang saat ini belum diberikan dinas pndidikan dan penertiban SKHUN di sekolah. Pemikiran kami, inilah kelemahan yang saat ini sedang terjadi.

Maksudnya?
Jika kuota siswa yang diterima di satu sekolah tidak diketahui, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi kecurangan atau terjadi penambahan kuota siswa yang diterima. Demikian juga dengan penerbitan SKHUN, bukan tidak mungkin pihak sekolah akan mendongkrak nilai UN siswanya.

Jadi, apa langkah antisipasi yang dilakukan Komisi B dalam hal ini?
Kita, Komisi B DPRD Medan telah meminta Dinas Pendidikan agar memberikan data secara transparan kuota siswa. Tapi hingga kini belum juga diberikan. Padahal transparansi kuota tersebut sangat dibutuhkan bagi orangtua dan calon siswa baru untuk menentukan sekolah mana yang dipilihnya. Jangan sampai, pendidikan juga dipermainkan. Padahal pendidikan sangat penting. Jadi, DPRD Medan akan terus mendesak dinas pendidikan untuk segera mengeluarkan data kuota tersebut.

Lalu, jika kuota tersebut sudah diberikan, apa dampak positifnya?
Tentunya orangtua dan calon siswa dapat dengan mudah melihat peluang mereka diterima atau tidak di sekolah pilihan mereka. Tapi bila tidak ada transparansi tentang kuota ini, bisa saja pihak sekolah melakukan penambahan siswa melebihi kuota yang ada. Selain dapat menggangu proses belajar dalam kelas, hal ini juga dapat menggurangi kemaksimalan guru dalam mengajar para muridnya. Jadi, dinas pendidikan perlu melakukan monitoring jangan sampai proses belajar mengajar ini terganggu hanya karena kuota yang tidak jelas.

Bagaimana dengan SKHUN?
Untuk SKHUN, kita khawatir ada permainan dari pihak sekolah yang memark-up atau mengkatrol nilai SKHUN (Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional) para siswanya. Dan ada kemungkinan nilai yang didongkrak dari nilai ujian sekolah, karena SKHUN itu gabungan antara nilai UN (60 persen) dan ujian sekolah (40 persen). Apabila kecurangan ini dimulai dari sekolah, betapa sedihnya nasib pendidikan di kota ini, karena kualitas siswa yang tidak sesuai dengan nilainya.

Bagaimana bila ada orangtua atau calon siswa yang merasa dirugikan dalam penerimaan siswa baru ini?
Silakan datang dan melapor ke Komisi B DPRD Medan, pasti akan kita tindak lanjuti. Namun, pengaduan itu harus didasari bukti yang konkrit sehingga kita dapat bertindak. Dari awal, yang kita kwatirkan bila masalah ini akan membuat masyarakat rugi. (*)

Keluarga Korban Minta Rekonstruksi Ulang

MEDAN- Rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Advent Bangun Nadadap, di Jalan Panglima Denai, Senin (4/7) pukul 10.00 WIB lalu diduga direkayasa oleh Polsekta Medan Area. Dugaan itu dilontarkan keluarga korban saat mendatangi Mapoldasu untuk melaporkan hal itu, Rabu (6/7).

Rekonstruksi yang diduga keluarga korban banyak rekayasa tersebut, dipimpin Kanit Reskrim Polsekta Medan Area AKP Jonser Banjarnahor dan disaksikan penasehat hukum tersangka Deni Atmaja Lubis, Tribrata Hutauruk SH MH. Dugaan rekayasa tersebut, yakni pada adegan yang diperagakan tersangka sebelum melakukan penikaman dan menewaskan Bangun. Tersangka terlebih dahulu diserang oleh korban beserta sekitar 10 orang rekannya, karena sebelumnya tersangka membantu adiknya yang dipukuli oleh rekan-rekan korban semuanya tidak benar.

“Itu yang benar-benar fight (berkelahi, red) adalah adik saya dengan pelaku. Jadi tidak benar kalau adek saya mengeroyok pelaku. Yang benar, setelah mereka berkelahi si pelaku kalah dan kembali ke rumah kemudian membawa sebuah senjata tajam yang akhirnya ditikamkan ke adik ku. Pisaunya pun bukan dapat, tapi memang sengaja diambil. Berarti adegan rekonstruksi itu salah,” ungkap Dearmawan Nadapdap saat dikonfirmasi Sumut Pos.

Dijelaskannya lagi, penangkapan terhadap Deni Atmaja Lubis juga bukan dilakukan petugas dari Polsek Medan Area, melainkan seorang polisi dari Poldasu yang bernama Faisal. Dan lagi, setelah ditangkap itu ketika diserahkan oleh Faisal ke Polsekta Medan Area, ternyata pelaku “dibebaskan” oleh enam oknum polisi Polsekta Medan Area.

“Itu yang nangkap bukan Polsek Medan Area, tapi polisi Polda dan pelaku diserahkan ke Polsek Medan Area. Tapi ternyata pelaku dibebaskan oleh polisi Polsek Medan Area,” terangnya.

Pernyataan itu dibenarkan Liston Jonson Nadapdap (38), yang merupakan abang dari Dearmawan dan almarhum Advent Bangun Nadapdap. “Tidak ada Polsek Medan Area yang menangkap, yang menangkap itu polisi dari Brimob Polda dan diserahkan ke Polsek Medan Area. Tapi beberapa saat kemudian, pelaku dibebaskan begitu saja. dan rekonstruksi itu semuanya hanya keterangan tersangka dan saksi dari tersangka saja. Tidak ada saksi dari kami yang dimintai kesaksian. Polisi yang menangkap itu bersedia memberi keterangan,” terangnya.

Tak jauh berbeda diutarakan oleh ibunda korban Nursalam Br Manurung. Sembari menangis dan menunjukkan foto polisi dari Brimob Poldasu yang menangkap anaknya, Nurmala meminta agar rekonstruksi yang dilakukan tersebut harus diulang.

“Ini tidak adil. Kami orang miskin, tapi kami dimain-mainkan. Bukan Polsek Medan Area yang menangkap, yang menangkap itu polisi dari Polda. Polsek Medan Area itu hanya tidur-tidur saja. Kami pun minta pelaku dikenakan pasal 340 yakni, pembunuhan berencana,” katanya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Area AKP Jonser Banjarnahor yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, tindakan atau sikap yang diambil keluarga korban adalah sikap yang wajar dan sah-sah saja. Namun, rekonstruksi itu telah sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pemeriksaan saksi dan tersangka.

“Jadi, rekonstruksi ini dilakukan cuma untuk melengkapi BAP yang nantinya dikirim ke jaksa. Jadi, tidak mesti harus ada menggunakan pisau segala, karena dikhawatirkan akan terjadi hal yang lain lagi,” tegasnya.(ari)

Poldasu Usut Keterlibatan AKP D

Pemalsuan Pupuk Bersubsidi

MEDAN- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut tengah melakukan penyidikan atas adanya dugaan keterlibatan dari Koperasi-kopresai Unit Desa (KUD), dalam kaitan dengan pemalsuan pupuk bersubsidi yang dibekuk personel Ditreskrimum Polda Sumut beberapa waktu lalu.

“Kita terus mengembangkan penyidikan terhadap KUD-KUD, terkait itu dengan pendistribusian dan pengambilan bahan baku pupuk itu,” ungkap Kasubdit III/Umum Kompol Andry Setiawan kepada Sumut Pos, Rabu (6/7).

Dijelaskannya, ternyata praktik pemalsuan pupuk urea bersubsidi menjadi non subsidi yang melibatkan tersangka seorang istri oknum Polda Sumut, Sri Wahyuni (SW) tersebut telah beroperasi selama sepuluh tahun.
“Sudah sepuluh tahun. Saat ini kita sedang mendalami pemeriksaan untuk mengetahui asal pupukn
dan distribusikan ke mana,” tambahnya.

Sejauh ini, sambung Andry, para tersangka masih terkesan menutup diri untuk memberikan keterangan sejujurnya sehingga belum diketahui ke mana distribusi pupuk tersebut. Karena itu, penyidik Polda Sumut akan terus berupaya mengorek keterangan dari empat tersangka yang telah ditahan, didukung dengan barang bukti.

“Selain minta keterangan person pihak KUD, untuk lebih tajamnya kita juga akan minta penjelasan dari PT Pupuk Sriwijaya (Pusri),” kata Andry.

Sementara Kasubbid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID), AKBP MP Nainggolan mengatakan, saat ini penyidik juga tengah mendalami kemungkinan adanya keterlibatan suami Sri Wahyuni, yakni AKP D oknum Samapta Polda Sumut. “Masih kita selidiki ada tidaknya keterlibatan AKP D,” tandas Nainggolan.

Sementara itu, seorang sumber du Ditreskrimum Polda Sumut kepada Sumut Pos menuturkan, dalam waktu dekat AKP D yang bertugas di Samapta Poldasu juga akan dimintai keterangannya. Hanya saja, untuk itu perlu izin dari Dir Reskrimum.
“Kalau sudah ada izin, baru akan dimintai keterangan. Namun waktunya belum tahu kapan,” ungkap sumber tersebut.

Diketahui, penyidik Reskrimum Polda Sumut menetapkan Sri Wahyuni (SW) sebagai tersangka kasus pemalsuan (oplos-red) pupuk bersubsidi. Pemilik gudang pupuk UD Tani Jaya tersebut ditahan di sel Mapolda Sumut bersama tiga tersangka lainnya.

Selain SW, penyidik juga menetapkan Akiat (humas gudang), Kasirin (pengawas gudang), dan Riono (penjaga gudang), sebagai tersangka. Keempat tersangka terancam hukuman kurungan di atas lima tahun, karena dijerat pasal berlapis.

Keempat tersangka disangka memproduksi dan atau memperdagangkan barang dan atau jasa yang tidak memenuhi dan atau sesuai standart yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan izin perindustrian sebagaimana dimaksud dalam pasal 60 ayat 1 huruf f UU No 12 tahun 1992 tentang budi daya tanaman atas pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 huruf a & e UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan atas pasal 24 UU No 5 tahun 1984 tentang perindustrian dan perdagangan gelap sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHPidana dan atau penadahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 480 jo pasal 55, 56 KUHPidana.(ari)