29 C
Medan
Sunday, January 11, 2026
Home Blog Page 14941

Hari Ini, Pra PON vs Medan All Star

MEDAN-Tim sepak bola Sumut yang baru saja lolos ke putaran kedua babak Pra PON, hari ini di Stadion Teladan Medan akan menemui lawan tangguh.
Adalah Medan All Star, tim binaan Edi Junaidi yang bermaterikan pemain asal Kota Medan yang berkiprah di ajang Superleague dan Divisi Utama akan menjadi lawan tim Pra PON yang ke-26.

Ya, sejak terbentuk pada 25 Juli lalu, tim Pra PON yang dibesut Rudi Saari cs telah melakoni 25 pertandingan.
Dari 25 pertandingan itu Hardiyantono dkk memperoleh hasil 19 kali menang, 4 kali imbang dan dua kali kalah, dengan catatan gol 62 berbanding 19.
Pada babak Pra PON lalu, meski hanya tampil sebagai runer up grup dibawah Sumbar, namun jumlah gol yang dikemas tim Pra PON Sumut sebanyak 12 gol ternyata lebih banyak daripada yang dikumpulkan Sumbar yang hanya mengemas 7 gol.

Enam dari 12 gol yang dikemas tim Pra PON Sumut disumbangkan oleh striker asal Kisaran Zulkifli. “Dia (Zulkifli, Red) semakin dewasa dan semakin tajam di kotak penalti lawan. Semoga dia dapat mempertahankan performanya itu,” harap Rudi Saari, head coach tim Pra PON Sumut tentang anak asuhnya itu.
Nah, menghadapi tim Medan All Star nanti tentu menjadi ujian sesungguhnya bagi Zulifli karena lini belakang lawan diisi nama-nama beken seperti Fadli Hariri, Agussima dan Legimin Raharjo.

Kerja tak kalah keras juga bakal dialami gelandang tim Pra PON Sumut yang dikordinir M Irfan. Pasalnya, pelatih Medan All Star Edi Junaidi telah menyiapkan para pemain kenyang pengalaman seperti Wijay, Donny Siregar dan Ari Yuganda.

Lini belakang tim Pra PON yang dikordinir kapten tim Herdiyantono tampaknya bakal bekerja keras sebab mantan striker timnas Saktiawan Sinaga telah menyatakan tekadnya untuk tampil all out pada laga sore ini.

“Kita siap meladeni permainan abang-abang yang selama ini justru menjadi pemain idola kami,” bilang Herdiyantono, kapten tim Medan All Star.
Rencananya, sebelum pertandingan antara tim Pra PON versus Medan Al Star digelar, juga digelar  pertandingan eksebisi antara tim Legislatif Plus versus Mantan PSMS. Pertandingan ini akan dimulai pukul 15.00 WIB dan tidak dikutip bayaran alias gratis.
“Semoga pertandingan ini mampu menghapus kerinduan masyarakat Sumut terhadap para pemain bintang yang kini merumput di klub-klub yang berada di luar Kota Medan,” harap trio manejer tim Pra PON Sumut Dr M Nur Rasyid Lubis, Akhyar dan Azzam Nasution. (jun)

Gelar Reli Malam Hari

Medan Rally North Sumatera Championship 2011

MEDAN-Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Sumatera Utara (Pengprov IMI Sumut) kembali melakukan terobosan dalam melakukan pembinaan. Nuansa baru siap dihadirkan pada Medan Rally North Sumatera Championship 2011 yang akan dilaksanakan 15-17 Juli ini.

“Melihat animo peserta Langkat Rally beberapa waktu lalu, kita (Pengprov IMI Sumut, Red) akan melanjutkan dengan konsep yang berbeda. Artinya, pada gelaran kali ini kita membuatnya menjadi even terbuka. Selain itu kita juga menggelar balapan malam hari,” ucap Ketua Pelaksana 1, Kisharyanto yang dihubungi Sumut Pos, Selasa (5/7).

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari insan reli nasional. Nama-nama beken seperti Ijeck hingga Rifat Sungkar telah menyatakan kesediaannya mengikuti balapan yang menyediakan sembilan  special stage (SS) even ini.

Seperti yang disampaikan Kisharyanto, kegiatan akan dibuka Walikota Medan Drs Rahudman Harahap di Lapangan Merdeka, Jumat (15/7). Dilanjutkan dengan race SS 1 di Sirkuit Cemara Abadi yang digelar malam hari. Di hari kedua, Sabtu (16/7), lomba berlanjut di Rambung Sialang dan kembali di Sirkuit Cemara Abadi, Minggu (17/7) untuk finish di Lapangan Merdeka Medan.

“Persiapan yang digelar sudah mencapai 80 persen dengan perkiraan peserta melebihi kejuaraan di Langkat. Kejuaraan ini akan memperebutkan tropi Walikota Medan,” tambahnya.

Adapun kelas yang diperlombakan yaitu Grup S, Grup Jeep, Grup N, Grup GR (GR1 dan GR2), Grup N, dan Grup A. Pendaftaran dapat dilakukan di Sekretariat Pengprov IMI Sumut Jalan Taruma No.52 Medan.

Ketua Pengprov IMI Sumut Musa Rajeksah yang akrab disapa Ijeck mengatakan kegiatan digelar untuk memeriahkan peringatan hari jadi Kota Medan. Diharapkan dari kegiatan ini dapat melahirkan pembalap-pembalap potensial yang akan membawa nama baik Sumatera Utara dan Kota Medan di pentas nasional juga internasional.

“Pengprov IMI Sumut berharap di hari jadi ke 421ini menjadi momen kebangkitan dunia otomotif Sumatera Utara dan Kota Medan pada khususnya. Sembari menjunjung semangat kebersamaan dan sportifitas untuk meraih prestasi sesuai dengan motto Pengprov IMI Sumut,” harap Ijeck. (jul)
Ijeck sendiri dipastikan turun di dua kategori. Mengandalkan mobil Subaru STi sang Flamboyan siap tampil memukau di Grup N. Sementara di Grup J (Jeep), Ijeck masih menggandalkan mobil Jeep Cheeroce. Begitu juga pembalap Blablabla lainnya Dodi, Harun Nasution, dan pembalap professional dari tim Suzuki Spektra Indocafe Eddy WS dengan mengandalkan mobil Suzuki SX-4. (jul)

Racer Yamaha Mendominasi

MEDAN-Racer tim Yamaha Alfa Scorpii Flamboyan BAF KYT Medan, M Irvanysah Putra Lubis masih merajai kelas MP 5 (Bebek s/d
125 cc Standar Pemula) di pentas Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix 2011 setelah di perhelatan region I Putaran III di Bangkinang sukses menempati podium teratas, Minggu (3/7) kemarin.

Bendera Yamaha Alfa Scorpii Flamboyan BAF KYT Medan semakin berkibar setelah racer masa depannya, yang merupakan satu-satunya racer wanita di kelas bebek matik, Giska Ananda Pratama, mendapat sambutan dan aplaus hangat dari para penonton, setelah aksinya di lintasan begitu memukau. Tim asal Medan ini pun semakin menancapkan kekuatannya melalui Agung Febri Ramadhan yang harus bersaing ketat di kelas MP3 (Bebek s/d 125 cc Tune Up Pemula). Meski tak menempati podium teratas, namun upaya Agung untuk menjaga persaingan patut diacungi jempol.

Dengan hasil di Bangkinang ini, M Irvansyah Putra masih tetap bertengger di posisi teratas klasemen sementara kelas MP5 setelah melewati lima seri. Begitu juga dengan Agung Febri masih bertengger di puncak di klasemen sementara kelas MP3. Walau harus finish di urutan lima di Bangkinang.
Manajer tim Yamaha Alfa Scorpii Flamboyan BAF KYT Medan, Apmansyah Tanjung mengungkapkan, balapan di Bangkinang memang terbilang cukup panas. Begitupun, Apmansyah bersyukur para racer nya mampu tampil maksimal dengan sepedamotor Yamaha.
“Jalannya lomba cukup menegangkan. Tapi dengan kesiapan yang matang  dan kondisi sepedamotor yang baik maka kami meraih hasil maksimal,” kata Apmansyah.

Hanya saja, Apmansyah berharap, persaingan antar pembalap di lintasan dapat berjalan dengan sportif. Ia berharap, balapan memang dapat berjalan dengan mengutamakan kualitas para racer dan sepedamotor dengan mengesampingkan aksi-aksi yang tidak sportif.

“Mudah-mudahan di race berikutnya dapat berjalan lebih sportif. Persaingan harus sehat, dan memang mengandalkan kekuatan sepedamotor dan kualitas pembalapnya,” tegas Apmansyah lagi.

Tim Yamaha Alfa Scorpii Flamboyan BAF KYT Medan sendiri siap bertarung dengan mengandalkan Yamaha Vegar ZR dan Yamaha New Jupiter Z. Performa dan ketangguhan kedua sepedamotor ini jelas sudah terbukti di sepanjang lima seri yang dilalui. Begitu juga di kelas bebek matic, dengan mengandalkan Yamaha Mio benar-benar membuat Giska Ananda Pratama mampu berbicara banyak di lintasan.

“Di seri berikutnya kita tetap akan mengandalkan performa, kualitas, dan kekuatan sepedamotor. Ini kan balapan untuk mengukir prestasi. Jadi yang dibuktikan tentu kualitas. Target di sri berikutnya tetap sama, podium teratas,” tegas Apmansyah lagi.
Seri berikutnya, yang berdasarkan jadwal merupakan seri ketujuh, akan berlangsung dua minggu mendatang di Calang, yakni di kawasan Nanggroe Aceh Darussalam. (jun)

Eko Tercepat di Riau

MEDAN-Pembalap tim Honda Eko “The Red” tampil sebagai yang tercepat di kelas MP 3 pada even yang berlangsung Minggu (3/7) di Ring Road Kantor Bupati Kampar Pekan Baru.

Keberhasilan ini menjadi catatan penting karena even yang diikuti anak asuh Sabra Buana itu menjadi rangkaian seri Kejurnas Motoprix Region 1 Sumatera.
Di sisi lain, keberhasilan yang diraih eko itu kian mempertegas jika tim Intrac Honda pantas diperhitungkan pada even-even berikutnya. “ Tahun ini menjadi tahun pertama bagi Honda mengikuti Kejurnas Motorprix. Jadi prestasi yang diraih Eko terasa sangat membanggakan,” bilang Gunarko Hartoyo, Promotion Manager CV. Indako Trading Co.

Sebelumnya Eko menempati podium teratas pada ajang bergengsi Kejurnas Motorprix kelas MP7 yang berlangsung di Medan pada April lalu.
Eko mengungkapkan bahwa keberhasilan yang diraihnya tidak terlepas dari upaya Honda yang selalu melakukan pembinaan dan dukungan terhadap pembalap pemula seperti dirinya.

“Mengikuti ajang Kejurnas Motorprix ini benar-benar menjadi pengalaman berharga buat saya. Yang jelas, saya bisa menjadi yang tercepat berkat Honda”, ujarnya.

Sementara itu Syabra Buana mengungkapkan bahwa hasil yang diraih anak asuhnya itu tak membuat seluruh punggawa tim Intrac Honda besar kepala, tapi justru memicu motivasi untuk lebih serius menangani tim dan bekerja lebih keras demi mendapatkan target-target yang lebih tinggi lagi,” bilang Syabra. (mag-9)

Teror Bom, Masjid Agung Heboh

Mobil Pick Up Dua Hari Parkir di Depan Masjid

MEDAN- Teror bom membuat heboh warga dan petugas keamanan Masjid Agung Medan, Selasa (5/7) pagi. Satu unit mobil pick up BK 8227 PH warna biru yang terparkir di areal Masjid Agung Jalan Pangeran Diponegoro Medan, diduga berisi bahan peledak membuat panik warga sekitar dan aparat kepolisian.

Menurut informasi yang dihimpun, mobil tersebut sudah terparkir sejak Minggu (3/7) malam, tanpa diketahui siapa pemiliknyan
Lalu, Selasa (5/7) pagi sekira pukul 09.45, petugas masjid memeriksa mobil tersebut dan melihat ada sebuah kotak yang dicurigai berisi bahan peledak. Lantas, temuan itu langsung dilaporkan ke Polsekta Medan Baru.

“Kami curiga, karena mobil itu terparkir di sini sejak Minggu (3/7) lalu. Kemudian, anggota saya mencoba mendekati mobil tersebut, dilihatnya di dalam ada bungkusan. Saya langsung menghubungi Polsekta Medan Baru,” ungkap Syahrial Siregar, kepala sekuriti Masjid Agung sembari menjelaskan kalai lokasi parkir Masjid Agung biasanya tutup pukul 23.00 WIB.

Mendengar laporan tersebut, sekira pukul 10.15 WIB, anggota Polsekta Medan Baru turun ke lokasi guna melihat keberadaan kotak yang dicuragai berisi bahan peledak tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap mobil tersebut, anggota kepolisian menghubungi Tim Jihandak Brimob Polda Sumut.
Sekitar Pukul 11.45 WIB, Tim Jihandak Brimob Polda Sumut menyisir lokasi dan menemukan kotak yang dicurigai bahan peledak di dalam mobil. 30 menit kemudian, tim Jihandak Brimob Polda Sumut mengevakuasi kotak tersebut. Setelah diperiksa, ternyata hasil dari penyisiran Tim Jihandak  Brimob Polda Sumut hanya sebuah kotak kosong, namun kotak tersebut tetap dibawa oleh Tim Jihandak.

“ Tidak ada bom di mobil ini, hanya kardus dan beberapa kaleng,” ucap Kepala Detasemen Gegana Brimob Polda Sumut, Kompol A Dharma Sinaga.
Untuk pemeriksaan lebih lanjut, seluruh barang bukti diboyong ke Polsek Medan Baru untuk pemeriksaan intensif. Sejauh ini polisi masih mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap pemilik mobil misterius itu.(mag-7/adl/ari)

Sertifikat Prestasi Harus Dievaluasi

Pemerintah melalui Dinas Pendidikan memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun bidang lainnya. Penghargaan ini diberikan dalam bentuk penambahan nilai saat mendaftar masuk sekolah bagi siswa yang melampirkan sertifikat prestasi yang dikeluarkan lembaga resmi tingkat kabupaten/kota provinsi, nasional dan international.

Namun, anggota Komisi B DPRD Kota Medan T Bahrumsyah menilai, kebijakan pemerintah ini dapat disalahgunakan oleh oknum siswa untuk mendongkrak nilai mereka saat mendaftar masuk sekolah. Karenanya, dia mendesak pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan tersebut. Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos Adlansyah Nasution dengan Bahrumsyah, kemarin.

Seperti apa Anda menilai kebijakan Dinas Pendidikan terkait penambahan nilai bagi siswa yang memiliki sertifikat prestasi?
Pada prinsipnya, kita setuju dengan kebijakan itu. Karena, prestasi siswa baik di bidang sains maupun di luar sains dihargai. Untuk sertifikat atau prestasi tingkat kabupaten/kota siswa dapat penambahan nilai 1, tingkat provinsi nilainya 2, nasional nilainya 3 dan internaional nilainya 4. Dan seluruh sekolah menerima sertifikat prestasi, namun kita minta agar kebijakan ini dievaluasi kembali.

Mengapa harus dievaluasi?
Karena dikhawatrikan, sertifikat yang dibawa calon siswa saat mendaftar bisa saja dipalsukan atau dibeli. Apalagi, pihak sekolah tidak memahami sertifikat tersebut benar atau tidak. Berdasarakan laporan informasi yang kita terima, banyak sertifikat ini dimanfaatkan untuk mendaftar di sekolah-sekolah favorit.

Karenanya, kita mengimbau kepada pihak sekolah harus benar-benar memeriksa sertifikat tersebut. Kalau bisa, lakukan kroscek ke lembaga yang mengeluarkan sertifikat tersebut.

Menurut Anda, bagaimana cara mengantisipasi terjadinya pemalsuan atau membeli sertifikat tersebut?
Sertifikat memang banyak dikeluarkan oleh lembaga-lembaga tertentu. Jadi, harus dibuat standarisasi lembaga mana saja yang diakui keabsahannya. Seperti di bidang olahraga, yang mengeluarkan sertifikatnya adalah KONI, sedangkan untuk bidang pendidikan atau sains, yang mengeluarkan adalah Disdik.

Hal ini juga banyak dikeluhkan pihak sekolah, karena mereka tidak mempunyai standarisasi untuk mngetahui sertifikat tersebut asli atau tidak asli. Sementara pihak sekolah mau tidak mau harus menerimanya. Dengan begitu, Komisi B akan mempertanyakan kepada pihak KONI dan Disdik mengenai berapa jumlah siswa yang berprestasi pada 2009-2010.

Lantas, apa yang bisa dilakukan Komisi B?
Komisi B yang membidangi pendidikan akan terus memantau dan meminta database serta meminta kepada pihak sekolah untuk menyampaikannya ke Dinas Pendidikan. Bila nantinya ada temuan, calon siswa akan dibatalkan. Tapi itu juga bisa kita kenakan pidana bila dilaporkan, karena sudah memalukan pemerintah kota dan masyarakat lainnya.(*)

Ditabrak Saat Menyeberang

Meirisa (23), warga Jalan Sejati, harus menginap di RS Pirngadi Medan. Pasalnya, dia ditabrak pengendara sepeda motor saat menyeberang di Jalan Pelita I dan mengalami luka lecat dan kakinya sedikit retak.

Pengakuan Mei di RS Pirngadi Senin siang, dia sedang berjalan dan mau menyeberang. Dengan suara sedikit sakit, Mei menuturkan, tiba-tiba seorang pengedara sepeda motor datang dari arah Jalan Pelita I menuju ke Jalan HM Said dan menabraknya.

“Tidak tahu bang, tiba-tiba saja sepeda motor itu menabrak saya dan saya harus dirawat di rumah sakit. Yang luka tangan dan kaki saya. Tidak hanya itu, kaki saya juga mengalami retak bang,” tukasnya.

Diterangkannya, menurut kata dokter harus mendapatkan perawatan agar kakinya bisa disembuhkan seperti semula. “Saya pun heran padahal saya lihat tadi jalanan aman lalu saya menyeberang. Eh, tidak tahunya ada sepeda motor dan menabrak saya. Kalau yang menabrak sudah diurus keluarga. Terpaksa harus dirawat lah agar cepat sembuhnya,” tukasnya.(jon)

PN Medan Didesak Tunda Eksekusi

Warga Jalan Jati Ngadu ke Komisi A DPRD Medan

MEDAN-Komisi A DPRD kota Medan meminta kepada Pengadilan Negeri (PN) Medan untuk menunda eksekusi lahan di Jalan Jati, Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Timur. Kuat dugaan, banyak kejanggalan dalam ekskusi lahan yang telah dikuasai masyarakat sejak 1975 itu. Hal tersebut diketahui berdasarkan pengaduan yang diterima dari warga yang keberatan dan menolak eksekusi yang dilakukan PN Medan pada Senin (27/6) lalun
karena pembacaan eksekusi di luar areal objek sengketa tanah seluas 70.506,45 meter per segi.

“Meskipun secara hukum kami tidak bisa membatalkan putusan PN tersebut. Namun, secara politis kami meminta kepada Kepala PN Medan untuk menunda eksekusi lahan tersebut sampai ada putusan incracht dari Mahkamah Agung (MA). Apalagi, bersadasarkan pengaduan dari warga, ada warga yang telah dimenangkan oleh MA untuk tidak dilakukan eksekusi di lahan miliknya,” ujar Ketua Komisi A DPRD Kota Medan, Ilhamsyah usai menerima pengaduan masyarakat, Selasa (5/7).

Sementara menurut seorang perwakilan warga, Bunsui Togar, pelaksanaan eksekusi PN Medan tersebut dinilai cacat hukum dan terkesan direkayasa karena dipaksakan untuk pembacan penetapan eksekusi yang dilakukan di luar objek lahan sengketa. “Dalam surat putusan eksekusi dengan surat perkara Nomor : 113/Pdt.G/2006/PN-Mdn tanggal 1 Maret 2006 di dalam putusannya tidak ada memutuskan tentang tanah seluas 70.506,45 meter per segi dan juga tidak ada memutuskan tentang letak dan batas-batas tanahnya,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi A Burhanuddin Sitepu menjelaskan, kalau eksekusi tersebut disinyalir ada permainan mafia tanah dan peradilan. Apalagi dilihatnya dari hasil putusan Pengadilan Negeri yang dinilainya rancu, karena lahan tersebut telah dimiliki sejak puluhan tahun, dan bersertifikat jadi kenapa bisa jadi objek sengketa.

“Kita menyarankan agar warga terus pertahankan haknya, dan kalau perlu buat surat pengaduan ke MA, Komisi Yudisial dan Satgas Mafia Hukum karena kami menduga ada permainan dari mafia tanah dan mafia peradilan. Komisi A akan meminta kepada Kepala PN kota Medan untuk menunda eksekusi lahan ini,” bebernya.(adl)

Disiksa Majikan, Pembantu Diberi Makanan Anjing

Lari dari Medan, Terdampar di Belawan

Penyiksaan yang dialami pembantu rumah tangga (PRT) memang jamak terjadi. Bukan hanya di Arab Saudi, Malaysia atau di negara asing lainnya, majikan di Indonesia juga tak kalah kejam.

Nopan Hidayat, Belawan

Seorang PRT bernama Eka (36), warga Desa Kabunan RT I RW III Kecamatan Dukun  Waru Kabupaten Tegal Jawah Tengah, mengalami hal itu. Di rumah majikannya di sekitar Medan, dia sering disiksa. Bahkan, berulang kali janda beranak lima ini diberi makanan anjing, hewan peliharaan majikannya. Setidaknya, itulah pengakuan Eka di Mapolres Pelabuhan Belawan, kemarin (4/7).

“Saya selalu disiksa majikan, kalau makan sering saya dikasih makanan kaleng yang dibagi dua dengan anjing peliharaan majikan,” ujarnya sedih.
Dengan logat Tegal, ia menceritakan, penyiksaan yang dialaminya terjadi saat majikan tidak puas dengan hasil kerjanya. “Padahal saya sudah mengerjakan semua yang diperintahkan majikan seperti menyapu, mencuci. Tapi ada saja yang salah di mata majikan dan akhirnya saya disiksa,” katanya sambil mengeluarkan air mata.

Selama 2 tahun 4 bulan bekerja di rumah majikannya, Eka mengaku tak pernah digaji. Dia pun seperti di penjara karena dia tidak boleh keluar rumah. Itulah alasan Eka mengaku tidak tahu alamat rumah majikannya.

Karena tidak tahan selalu disiksa, hari Minggu (3/7) malam dia melarikan diri dari rumah majikannya. “Kunci rumah tergantung di pintu jadi saya memberanikan diri untuk kabur. Setelah mendapatkan kesempatan saya langsung lari, pada waktu malam itu,” tambahnya.

Tidak tahu harus ke mana, Eka memberhentikan angkutan umum. Tanpa uang disaku, Eka meminta belas kasihan dari supir angkot. “Saya naik angkot sampai 3 kali, saya menaiki angkot berwarna kuning, merah dan hijau, itu pun saya tidak membayar ongkosnya karena tidak ada memegang uang. Untungnya, sopir angkutan tersebut mengerti kalau saya sedang kesulitan,” ujarnya.

Hingga Senin (4/7) pagi, dia sampai ke Mapolres Pelabuhan Belawan, tempat terakhir angkutan umum tersebut berhenti. Di kantor polisi itu, Eka yang kelelahan beristirahat di Mushala.

Seorang petugas polisi yang keheranan lalu bertanya kepadanya. Karena kasihan mendengarkan ceritanya, polisi itu memberinya makanan lalu membawanya ke markas. Di Mapolres, Eka mengaku buta dengan Kota Medan. Dia tidak tahu dimana rumah majikan. Yang dia ketahui, majikannya tinggal di perumahan yang hanya ada sekitar 200 unit.

“Setahu saya rumah majikan saya dekat bandara karena pesawat terbang sangat dekat kelihatan. Selain itu, yang saya tahu pintu masuk perumahan tempat saya bekerja banyak patung kudanya,” katanya menjelaskan.

Bagaimana bisa bekerja sebagai pembantu di Medan? Dia menjelaskan, pada 2009 lalu dia ditawarkan yayasan penyalur tenaga kerja di Jakarta untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Medan. “Saya tidak tahu nama yayasannya. Yang saya ketahui yayasan tersebut di belakang stasiun Senen Jakarta, pihak yayasan juga menjanjikan gaji besar,” jelasnya.

Tawaran itu diterimanya. Keesokan harinya, dia berangkat ke Medan menumpang pesawat Lion Air. Di Bandara Polonia, ia dijemput calon majikannya. Dia pun langsung bekerja di rumah majikannya. Di awal dia bekerja seperti pembantu rumah tangga, majikannya berlaku biasa. Setelah beberapa minggu kemudian, dia merasa diperlakukan seperti binatang hingga akhirnya melarikan diri.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Endro Kiswanto, yang mengetahui informasi tersebut langsung mendatanginya dan memberikan tiket kapal KM Kelud tujuan Jakarta agar Eka bisa pulang ke kampung halamannya. “Besok rencananya saya pulang karena saya diberikan tiket kapal. Semoga saya sampai tujuan dengan selamat dan bisa berkumpul dengan keluarga di Tegal,” tandasnya.(mag-11)

UKM Diimbau Pakai Tepung Mocaf

MEDAN- Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kota Medan mengajak usaha kecil dan menengah (UKM) mengembangkan tepung Mocaf sebagai pengganti alternatif tepung terigu yang selama ini digunakan pedagang makanan ringan. Imbauan itu bukan hanya untuk kepentingan tertentu dari BKP Kota Medan, melainkan untuk memberikan kemudahan dan harga lebih murah bila dibandingkan tepung terigu.  Demikian disampaikan Kepala BKP Kota Medan, Eka R Yanti Danil, Selasa (5/7). Dia menyebutkan, tepung mocaf memiliki prospek pengembangan yang baik, bila dibandingkan harganya, tepung terigu Rp7 ribu per Kg sedangkan tepung mocaf hanya Rp5.500 per Kg.

“Harga tepung mocaf relatif lebih murah dibanding tepung terigu maupun tepung beras, sehingga biaya pembuatan produk dapat lebih rendah, selanjutnya tepung mocaf berasal dari pasar lokal, jadi dengan menggunakan tepung mocaf sangat membantu para pengusaha UKM,” ujarnya.
Selain itu, pemakaian tepung mocaf juga memberikan peluang bisnis yang besar bagi pengembang tepung mocaf, karena hal itu dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi industri pengolahan makanan nasional. Apalagi, jenis dan karakteristik yang hampir sama dengan terigu, namun dengan harga yang jauh lebih murah membuat tepung mocaf menjadi pilihan yang sangat menarik.

Tim Teknis Dewan Ketahanan Pangan Kota Medan, Prof Posman Sibuea di Medan, menyatakan tepung Mocaf dikenal sebagai tepung singkong alternatif pengganti terigu. Dimana kata Mocaf sendiri merupakan singkatan dari Modified Cassava Flour yang berarti tepung singkong yang dimodifikasi.
“Tepung Mocaf memiliki karakter yang berbeda dengan tepung ubi kayu biasa dan tapioka, terutama dalam hal derajat viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi dan kemudahan melarut yang lebih baik,” ujarnya.

Secara umum, lanjutnya, bahan baku singkong yang digunakan bisa dari varietas apa saja namun lebih baik gunakan yang berkadar asam sianida rendah. Atau bahan baku singkong  yang didapat dari daerah dataran tinggi akan menghasilkan randemen yang bagus dibandingkan singkong dari dataran rendah.

“Untuk membuat 1 kg mocaf diperlukan sekitar 3 kg singkong tentunya hal ini untuk mengurangi kebutuhan tepung terigu oleh masyarakat, Medan harus mampu mengembangkan salah satu komoditas pangan yang patut dipertimbangkan seperti singkong atau ubi kayu.
Prof Posman Sibuea menyatakan bahwa prinsip pembuatan tepung mocaf dengan memodifikasi sel ubi kayu atau singkong secara fermentatif, sehingga menyebabkan perubahan karakteristik yang lebih baik dari tepung yang dihasilkan berupa naiknya viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi, dan kemudahan melarut. (ril)