Home Blog Page 14968

Mari Hidup Satu Hari tanpa Nasi

MEDAN- Mengkonsumsi beras merupakan kebiasaan, jadi jenis makanan itu bisa digantikan dengan makanan apa saja yang kelasnya sama. Hal ini bukan sebagai bagian menutupi kelemahan, melainkan memanfaatkan seluruh panganan lokal.

Demikian disampaikan anggota Dewan Ketahanan Pangan Kotab Medan yang juga pakar diversifikasi pangan, Prof DR Posman Sibuea kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Menurutnya, keragaman panganan lokal di Indonesia bisa menggantikan nasi, karena panganan lokal lainnya memiliki kadar protein yang sama seperti nasi. Memang banyak dikenal panganan lokal di Indonesia seperti sagu, jagung dan sikong. Semua jenis panganan itu tak kalah dengan nasi.

“Hanya saja secara pengelolaannya belum memakai teknologi canggih akibat krisis sumber daya manusia untuk pengelolaan makanan tersebut,” ucapnya.

Untuk itu, dia mengajak seluruh masyarakat untuk ikut dalam gerakan satu hari tanpa nasi. Sebab bila tak diberlakukan, ancamannya impor beras akan semakin tinggi ke tanah air. Padahal negeri ini merupakan negeri kaya sumber panganan lokal. “Gerakan satu hari tanpa nasi bukan karena kegagalan pemerintah, tapi sebagai wujud menghilangkan citra makan itu tidak harus mengonsumsi nasi,” ujarnya.

Kepala BKP Kota Medan, Ir Eka R Yanti Danil MM menyatakan diversifikasi makanan harus digalakkan untuk mengurangi konsumsi nasi. Kini, Indonesia termasuk negara mengonsumsi beras tertinggi di dunia. Negeri ini berlimpah dari sumbeh bahan makanan selain beras.

“Makan nasi ini hanya kebiasaan, sebenarnya masih ada sumber panganan lokal lainnya yang memiliki kadar protein yang sama,” katanya.

Hal lainnya, Posman menyebutkan, kini alih fungsi tanaman pangan ke kelapa sawit dan perumahan membuat pemerintah kesulitan dalam meningkatkan produksi beras. Banyak lahan pertanian produktif digunakan untuk membangun berbagai mall “Tanpa disadari gerakan konsumtif didukung beramai-ramai, sedangkan gerakan pangan lokal ditinggalkan. Jadi mari bersama sehari tanpa nasi,” ajaknya. (ril)

Usir Saya, Itu Lelucon…

Kadhafi Pertahankan Tanah Nenek Moyang Libya

TRIPOLI- Pemimpin Libya Muammar Kadhafi bersumpah tak akan meninggalkan Libya, meski apa pun yang terjadi. Karena Libya merupakan wilayah nenek moyangnya.

“Mereka meminta saya pergi. Itu sebuah lelucon. Saya tidak akan pernah meninggalkan wilayah nenek moyang saya yang telah mengorbankan dirinya bagi saya,” ujar Kadhafi melalui sebuah pengeras suara di hadapan para pendukungnya di kota Zawiyah yang berada sekitar 50 kilometer di sebelah barat Tripoli.

“Saya siap mengorbankan diri saya untuk rakyat dan saya tak akan pernah menyerah di tanah yang dihiasi darah nenek moyang saya yang berjuang melawan kolonial Inggris dan Italia,” tegasnya, Sabtu (16/7) seperti dilansir AFP, Minggu (17/7).

Pernyataan Kadhafi itu memicu serangan roket dari NATO di wilayah Tripoli, Libya. Sejak pernyataan Kadhafi itu, terhitung ada 13 kali ledakan roket terdengar di sejumlah wilayah Tripoli.

Sedangkan stasiun televisi setempat, Al Jamaahriya menyebutkan NATO telah melakukan serangan terhadap wilayah sipil dan militer yang ada di distrik Ain Zara dan Tajoura yang berada di wilayah pinggiran Tripoli.

Oposisi Libya, Sabtu (16/7), mengalami serangan paling berdarah untuk merebut kendali Kota Brega dari pasukan Muammar Kadhafi, pada saat petugas medis mengatakan korban tewas telah meningkat menjadi sedikitnya 12 orang.
Sembilan orang tewas pada Sabtu dan 79 luka-luka ketika ranjau darat loyalis Kadhafi mulai menyerang dengan roket Grad untuk meningkatkan korban, menurut catatan dari rumah sakit terdekat di Ajdabiya. Sebanyak 178 orang telah terluka sejak serangan dimulai sekitar pukul 16:00 waktu setempat pada Kamis.

Oposisi Libya mengatakan sebelumnya laju mereka ke Brega diperlambat sampai Sabtu karena ranjau-ranjau dan penemuan parit pertahanan di sekitar kota yang telah diisi dengan bahan kimia yang mudah terbakar oleh pasukan Kadhafi yang mundur.

“Kami tahu pasukan Kadhafi  telah memasang banyak ranjau, mereka bahkan menggali lubang-lubang dan parit-parit (diisi) dengan beberapa cairan kimia dan minyak untuk membakar ketika pasukan kami memasuki Brega,” kata Mustafa El-Sagezli, anggota dewan militer revolusioner.  Menurut juru bicara pasukan pemberontak Kolonel Ahmed Omar Bani, sekitar 400 ranjau telah ditemukan di dekat kota. Sementara, jumlah korban yang tewas dari pasukan Kadhafi tak diketahui. (bbs/jpnn)

Daging Sapi Jepang Berbahaya

TOKYO- Daging sapi yang terkontaminasi zat radioaktif menyebar di sebagian wilayah Jepang. Akibatnya warga Jepang ketakutan. Demikian diberitakan media setempat, NHK dan Asahi Shimbun, yang dilansir AFP, Minggu (17/7).
Daging sapi yang terkontaminasi itu berasal dari 132 peternakan tersebut bahkan telah dikirim ke seluruh wilayah Jepang. Dari jumlah 47 perfektur yang ada di Jepang, daging sapi yang terkontaminasi radioaktif tersebut diyakini telah dikirimkan ke 36 perfektur. Sapi  itu terkontaminasi zat caesium radioaktif dengan kadar tinggi setelah memakan telah memakan jerami.

Pemerintah Jepang baru akan mengumumkan sikap resmi atas hal itu, Selasa (19/7) mendatang.  Wakil Menteri Kesehatan Jepang Kohei Otsuka menganjurkan agar pelarangan pengiriman daging sapi diperluas wilayahnya hingga keluar perfektur Fukushima. Hal itu didasarkan pada hasil investigasi terhadap tingkat kontaminasi radioaktif di wilayah Jepang. (bbs/jpnn)

KP3 Belawan Ringkus Tiga Bajing Loncat

BELAWAN- Kepolisian Resort (Polres) Kepolisian Pengamanan Pelabuhan dan Pantai (KP3) Belawan meringkus tiga tersangka speasialis bajing loncat di Medan Deli.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari kepolisian, ketiganya ditangkap saat beraksi di Jalan Alumunium Raya, Sabtu (16/7) malam. Sebelumnya, KP3 Belawan telah mendapatkan laporan mengenai tindakan ketiga tersangka itu.
Dari laporan itu, pihak KP3 Belawan langsung turun ke lokasi. Sesampainya di lokasi personel KP3 Belawan melakukan pengintaian. Akhirnya, diketahui ada tiga bajing loncat sedang beraksi menaiki truk pengangkut cat yang sedang terparkir dipinggir jalan.

Personel KP3 Belawan langsung menangkap ketiganya dan membawanya ke Polres KP3 Belawan. Saat dibawa, ketiganya tak melawan sedikit pun. Namun para supir sempat geram hendak meluapkan emosi kepada ketiga kawanan bajing lompat itu.

Ketiga tersangka yang diamankan yakni Ismawan (29) warga Jalan Swadaya Kelurahan  Mabar Kecamatan Medan Deli, Suheri (22) warga Pasar I Lingkungan VII  Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli dan Ujar (19) warga Lingkungan V Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli.

Para supir merasa geram karena selama ini banjing loncat itu sudah sering melakukan aksinya, akibatnya para supir selalu mendapat sanksi dari perusahaan angkutannya.
Seperti diungkapkan Anto (33) warga Aek Kanopan, Labuhan Batu Utara mengaku pernah dirampok oleh bajing loncat .  Tapi, kasusnya belum terungkap.
“Kami harapkan sekarang ini, polisi memberikan tindakan yang seberat-beratnya kepada bajing loncat yang sudah meresahkan supir,” ujarnya.

Kasat Reskrim KP3 Belawan, AKP Hamam W membenarkan penangkapan ketiga bajing loncat tersebut. Menurutnya, sekarang sedang dilakukan pemeriksaan terhadap ketiga tersangka guna pengembangan lanjutan.
“Saat ini ketiga pelaku sedang mendekam di sel tahanan Polres Pelabuhan Belawan, Kami akan terus melakukan penyisiran terhadap daerah-daerah yang rawan kejahatan,” ujarnya. (mag-11)

Tambah Kuota BBM Subsidi

JAKARTA- Antrean kendaraan bermotor di SPBU akibat kelangkaan BBM sepertinya masih akan sulit diatasi. Kritikan pun ditujukan pada pemerintah yang dinilai tidak tegas dalam menentukan kebijakan BBM bersubsidi.

Anggota Komisi VII DPR Dito Ganinduto mengatakan, kekisruhan akibat kelangkaan BBM di berbagai daerah disebabkan karena sikap pemerintah yang terkesan menggantung. Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR Satya W. Yudha menyebut, kenaikan harga seharusnya menjadi salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan oleh pemerintah, selain melakukan pembatasan konsumsi BBM dengan melarang mobil pribadi membeli BBM bersubsidi.

Menurut Satya, langkah menaikkan atau membatasi konsumsi BBM tersebut bisa memberi banyak manfaat. Selain menekan angka subsidi, langkah tersebut juga bisa membuat subsidi BBM lebih tepat sasaran karena diperuntukkan untuk kendaraan umum maupun sepeda motor.   Jika dicermati, kelangkaan BBM yang terjadi di berbagai daerah memang ibarat lingkaran setan. Pertamina selaku operator, memang tidak bisa begitu saja menambah pasokan BBM ke SPBU jika di suatu daerah terjadi kelangkaan. Sebab, jika ingin menambah kuota, Pertamina harus mendapat persetujuan dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) selaku pihak pemerintah.

DPR melalui Komisi VII juga terus menekan pemerintah dan Pertamina agar mengatasi kelangkaan. Namun, BPH Migas pun juga terikat dengan kuota BBM bersubsidi yang sudah disepakati oleh pemerintah dan DPR dalam APBN. Sehingga, jika kuota BBM bersubsidi, maka BPH Migas dan Kementerian ESDM lah yang akan disalahkan oleh DPR.

Sebelumnya, Kepala BPH Migas Tubagus Haryono mengatakan, konsumsi BBM bersubsidi jenis Premium dan Solar di berbagai wilayah Indonesia sudah melampaui kuota yang ditetapkan. Artinya, Pertamina pun mulai mengerem pasokan. “Dari 33 provinsi, konsumsi BBM bersubsidi di 28 provinsi sudah melampaui kuota,” ujarnya.

VP Komunikasi PT Pertamina Mochamad Harun menambahkan, Pertamina pun selalu dalam posisi sulit dalam kasus kelangkaan BBM. “Sebab, Pertamina pasti selalu dituding sebagai pihak yang bersalah. Padahal, kami memang terikat dengan kuota. Jadi, kami tidak bisa serta merta menambah pasokan BBM di daerah-daerah yang terjadi kelangkaan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, sebanyak apapun BBM dipasok ke daerah-daerah yang terjadi kelangkaan, maka tetap saja masih akan kurang jika memang di daerah tersebut terjadi banyak penyelewengan. “Jadi, kalau BBM terus dipasok, nanti yang untung malah sindikat yang menyelewengkan BBM bersubsidi ke industri,” ucapnya.

Karena itu, kata Harun, yang bisa dilakukan Pertamina saat ini adalah membantu BPH Migas dan aparat Kepolisian untuk menekan tindak penyelewengan BBM bersubsidi.

Saat ini, pemerintah dan Komisi VII DPR memang sudah menyepakati penambahan kuota BBM bersubsidi dalam RAPBN-Perubahan 2011, dari 38,59 juta kiloliter (KL) menjadi 40, 49 juta KL. Namun, tanpa langkah yang tegas dari pemerintah, kuota tersebut berpotensi untuk kembali terlampaui.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H Legowo mengatakan, persoalan BBM bersubsidi ini benar-benar menjadi fokus utama pemerintah. Bahkan, pihaknya bersama BPH Migas dan Pertamina selalu melakukan koordinasi setiap dua hari sekali untuk memantau BBM bersubsidi.(owi/jpnn)

Gagalkan Ekstasi dari Belanda

JAKARTA- Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap 6 tersangka jaringan pengedar ekstasi skala internasional di perumahan elit di Jalan Mutiara Golf No 22, Sentul City, Cluster Bukit Golf Hijau, Kabupaten Bogor. Petugas mengamankan 250 ribu pil ekstasi impor dari Belanda.

Direktur Pemberantasan Narkotika Alami BNN, Brigjen Pol Benny Joshua Mamoto, mengatakan pengungkapan yang dilakukan pihaknya merupakan buah dari pengintaian petugas terhadap maraknya peredaran ekstasi kualitas wahid. Survei dilakukan selama 3 bulan sebelum petugas melakukan penangkapan, Sabtu (16/7).

“Enam orang tersangka diamankan,” kata Benny kepada wartawan di Sentul City, Minggu (17/7). Penangkapan bermula ketika petugas melakukan penangkapan terhadap 3 orang tersangka U, M, dan S. Mereka adalah sopir dan kernet yang berperan mengambil ‘paket’ di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Barang haram itu disembunyikan di dalam dua mesin mixer guna mengelabui pemeriksaan petugas.

“Paket ekstasi masuk dari Batam dan kemudian masuk ke Tanjung Priok dengan menggunakan jasa ekspedisi. Ekstasi dikirim dari Belanda,” jelas polisi yang pernah tergabung di interpol ini.

Petugas lantas membuntuti pengiriman ekstasi itu sampai ke Sentul City. Di rumah 3 lantai itu, petugas sempat melepaskan tembakan peringatan karena salah satu tersangka, B, hendak lari dari sergapan petugas. “Kediaman yang ditempati B hanya menjadi tempat transit saja,” kata Benny.

Dari B petugas terus mengembangkan jejaring distribusi ekstasi. Petugas berhasil menangkap W di Jakarta dan C di kawasan Sentul. “Keduanya berperan sebagai subdistributor,” jelasnya.

Kepada wartawan, B mengaku ekstasi yang diterimanya itu selanjutnya memindahtangankan ke pihak lainnya. “Dijualnya bagaimana saya tidak tahu, nanti ada yang terima lagi,” papar B.

Selain mengungkap 250 ribu ekstasi, petugas juga mendapati bong sabu di balik lemari di lantai 2. “Tersangka diketahui belum lama mengkonsumsi sabu,” tutur Benny.(net/jpnn)

Satu Bulan Diet

Agung Laksono

Menko Kesra Agung Laksono menjalani program diet. Agung tidak mengkonsumsi nasi dan bahkan sudah lupa rasanya daging. Bobot Agung kini lebih ramping.

Agung rela membagi-bagi tips diet saat sejumlah wartawan melihat ada perubahan pada tubuh politisi Partai Golkar yang kelihatan lebih kurusan. “Sudah sebulan ini saya diet,” kata Agung di kantor Kemenko Kesra, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Dia melakukan olahraga treadmill minimal 45 menit setelah menunaikan salat subuh, lalu sarapan dengan menu makan 2 buah tomat yang dipotong-potong. Menu siang hari, Agung menyantap ikan yang beratnya antara 100 hingga 150 sampai 200 gram.  “Ikannya dikukus, kakap atau kerapu dan tahu rebus. Kadang makan juga dada ayam tetapi tanpa kulit,” ujarnya. Selama diet tubuh Agung turun 6 kg dari sebelumnya 93 Kg. (net/jpnn)

Wanita Hamil Tewas Digorok

LABUHAN- Sesosok wanita diduga sedang hamil ditemukan tewas bersimbah darah dengan leher digorok di sebuah perladangan sawit Pasar VIII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Minggu (17/7) sekitar Pukul 18.30 WIB.
Mayat tersebut ditemukan pertama kali oleh remaja pengembala kambing saat mau pulang ke rumahnya melintasi perladangan sawit tersebut.

Dipertengahan jalan, dia melihat sesosok mayat wanita tanpa identitas dengan ciri-ciri berbadan bulat, kulit sawo matang, berambut pendek, tinggi sekitar 155 cm memakai anting berwarna hitam. Wanita tersebut diperkirakan berumur 35 tahun dengan menggunakan pakaian berwarna putih garis-garis dan memakai celana jens berwarna biru.

Penemuan mayat wanita hamil itu, selanjutnya, dilaporkan kepada salah seorang karyawan PTPN II. Kemudian informasi tersebut langsung diberitahukan kepada Polsek Medan Labuhan.

Setelah menerima laporan tersebut, pihak Polsek Medan Labuhan langsung turun ke lokasi untuk melakukan identifikasi terhadap mayat tersebut.

Kemudian, mayat tanpa identitas itu dilarikan ke Rumah Sakit Pirngadi Medan. Sedangkan, lokasi penemuan mayat dipasang garis polisi oleh petugas. Tak ada barang yang ditemukan sebagai bukti pembunuhan terhadap korban.
Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan AKP Oktavianus yang datang kelokasi mengatakan, pihaknya masih melakukan olah TKP dan masih sulit melakukan identifikasi terhadap mayat tersebut, karena tidak ditemukannya idenditas korban. (mag-11/ril/smg)

Warga Ancam Duduki Kantor Gubsu

Konflik Lahan Eks HGPU PTPN 2 Sei Semayang

BINJAI- Konflik lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 Sei Semayang di Kota Binjai, terus berlanjut. Warga yang berada di sekitar lahan eks HGU PTPN 2 Sei Semayang, menggelar pertemuan di Pasar VI, Kuala Mencirim, Langkat, Minggu (17/7).

Pertemuan yang dihadiri anggota Komisi A DPRD Sumut Syamsul Hilal itu, berencana menduduki kantor Gubsu, untuk memperjuangkan hak mereka atas lahan eks HGU tersebut.
Dalam pertemuan itu, Syamsul Hilal menyampaikan, agar masyarakat lebih bersemangat untuk mengambil kembali lahan eks HGU PTPN 2.

“Kita sama-sama tahu, kalau lahan eks HGU PTPN 2 itu dahulunya milik kita yang dirampas PTPN 9. Maka dari itu, saat ini mari kita sama-sama mengambil hak kita kembali,” ujar Syamsul. Syamsul juga mengajak masyarakat, untuk menduduki Polres Binjai jika ada petani atau masyarakat yang ditangkap hanya gara-gara menanam di lahan eks HGU PTPN 2 tersebut.

“Ayo sama-sama kita duduki Polres Binjai jika ada teman kita yang ditangkap. Karena, Polisi bukan lagi anak masyarakat yang seharusnya membela masyarakat,” tegas Syamsul.

Selain itu, Syamsul yang sejak beberapa bulan terakhir ini mengelilingi Sumatera Utara (Sumut), juga berencana akan menduduki Kantor Gubsu, Senin (18/7), guna meminta agar konflik ini segera diakhiri.
“Iya, besok (hari ini, Red), tidak tertutup kemungkinan saya dan ribuan masyarakat, akan menduduki Kantor Gubsu. Hal itu kami lakukan, untuk meminta ketegasan Pemprovsu terkait peroalan lahan eks HGU PTPN 2 ini,” ungkap Syamsul.

Jenal Tarigan (58) warga Pasar III, Desa Purwo Binangun Namutrasi, Langkat, mengatakan, dia siap berjuang demi mengambil haknya kembali. “Saya paham dengan masalah ini. Memang, banyak saya lihat kejanggalan yang dilakukan PTPN 2,” ucapnya.

Sebelumnya, petugas Polresta Binjai, Sabtu (16/7) melakukan penangkapan terhadap sejumlah masyarakat petani di Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, petugas melepas kembali warga tersebut.

Kapolresta Binjai AKBP Rina Sari Ginting, saat dikonfirmasi via selulernya terkait penangkapan warga petani menjelaskan, penangkapan itu dilakukan berdasarkan laporan PTPN 2 ke Polres Binjai. “Kita sudah terima laporan dari PTPN 2 dan sudah memeriksa saksi ahli dari BPN tingkat I,” ujar Rina.Rina menambahkan, menurut saski ahli dari BPN tingkat I, bahwa lahan yang ditanami warga Bhakti Karya, HGU-nya masih diperpanjang. Namun, Rina belum dapat memberikan keterangan terkait surat apa dan nomor berapa yang menerangkan HGU yang diperpanjang tersebut. “Besok saja datanya, supaya tidak ada yang keliru. Yang jelas, kami sudah ambil keterangan dari BPN tentang perpanjang HGU tersebut,” tandasnya.(dan)

Pertamina Sosialisasi Penggunaan LPG

TEBING TINGGI- Untuk memberikan pengertian kepada masyarakat tentang tata cara yang benar dan aman menggunakan kompor gas dan tabung gas 3 kg serta alat lain yang termasuk paket perdana konversi minyak tanah ke LPG, tahun 2011 ini, PT Pertamina kembali mengadakan sosialisasi dan edukasi program Konversi minyak tanah ke LPG di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Tujuan kegiatan ini, untuk meningkatkan keyakinan masyarakat penerima paket konversi menggunakan LPG sebagai bahan bakar pilihan dan tidak lagi menggunakan minyak tanah. Dalam kegiatan ini, PT Pertamina memberikan sosialisasi kepada masyarakat pengguna LPG sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat penggunanya.

Program konversi ini telah dimulai sejak tahun 2007 di 25 kabupaten kota di 8 propinsi. Dilanjutkan tahun 2008 mencakup 81 kabupaten kota di 8 propinsi, tahun 2009 166 kabupaten kota di 15 propinsi, tahun 2010 189 kabupaten kota di 16 propinsi dan target di tahun 2011 ini 25 propinsi.

Untuk wilayah Sumatera Utara, setelah digelar dibeberapa kabupaten/kota, program sosialisasi dan edukasi konversi ini digelar di Tebing Tinggi, tepatnya di Kecamatan Bajenis (11/7). Sasaran program ini adalah ibu rumah tangga, kepala rumah tangga, anggota PKK, Karang Taruna, pemimpin/tokoh agama dan masyarakat, NGO, LSM, yayasan/organisasi sosial dan usaha mikro keliling dan menetap. (*/sih)