Home Blog Page 1498

Polrestabes Medan Gelar Operasi Mantap Brata, Amankan Pemilu 2024

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polrestabes Medan menggelar Operasi Mantap Brata dalam mengamankan Pemilu 2024 agar berlangsung aman dan lancar.

Hal ini disampaikan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda SH, SIK melalui Kabagren Polrestabes Medan AKBP Rimal Dirham SH, Jumat (19/5).

“Operasi Mantab Brata sudah dimulai agar rekan-rekan lebih mempersiapkan diri karena kegiatan begitu padat,” kata Kabagren saat memimpin apel pagi.

AKBP Rimal melanjutkan untuk kegiatan Pemilu sudah mulai tahap pendaftaran Bacaleg.

“Dalam pelaksanaan tugas mohon rekan-rekan menjaga sikap dan tindakan dan utamakan cara-cara yang humanis,” ujarnya.

Terakhir AKBP Rimal berpesan kepada personel agar tetap semangat dalam bertugas dan jaga keselamatan dan paling utama jaga kesehatan.(rel/azw)

Pewarta Bagikan Sembako kepada Ojol Wanita

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berbagi dengan sesama di Jumat Barokah adalah salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan.

Pewarta Polrestabes Medan setiap Jumat membagikan sedekah berupa Sembako kepada warga yang membutuhkan. Niatnya hanya satu untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

“Jadi dalam kegiatan Jumat Barokah ini, Pewarta Polrestabes Medan membagikan Sembako tersebut tulus dan ikhlas karena Allah Ta’ala. Tidak ada maksud apapun,” kata Ketua Pewarta Polrestabes Medan Chairum Lubis,SH usai membagikan Sembako kepada Ojol wanita di Warkop Selat Malaka 2 di Jalan AR Hakim, Sukaramai, Jumat (19/5).

Dia menyebutkan, Ojol wanita ini pantas menerima Sembako, karena mereka berjuang mencari nafkah untuk menghidupi ekonomi keluarganya.

“Dengan memberikan Sembako ini setidaknya bisa membantu kebutuhan hidup mereka sehari-hari di rumah,” ucap Sekretaris Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumut didampingi anggota Abdul Meliala dan Zakaria Ahmad.

Dalam pembagian Sembako kali ini, lanjutnya Pewarta Polrestabes Medan bekerja sama dengan PT Lautan Dewa Energy dan Tokoh Pemuda Kota Medan Guntur Sahputra.

Selain itu kegiatan ini terlaksana tidak terlepas dari arahan dan bimbingan Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak, MSi, Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri, Irjen  Dadang Hartanto, Wakapolda Sumut Brigjen Jawari.

Di samping itu arahan dari Kadiv Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho,  Kasektupa Lemdiklat Polri Brigjen Mardiaz Kusin Dwihananto, Brigjen Riko Sunarko, Irwasda Polda Sumut Kombes Armia Fahmi, dan Kapolrestabes Medan Kombes Valentino Alfa Tatareda.

Sementara salah seorang Ojol wanita bernama Maya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Pewarta Polrestabes Medan Chairum Lubis,SH dan anggotanya atas bantuan Sembakonya.

“Sembako ini sangat bermanfaat bagi kami untuk kebutuhan hidup di rumah,” katanya sambil tersenyum bahagia.(rel/azw)

SMSI Sumut Gelar Edukasi Pemilu, Gubsu : Jangan Main-main dengan Hoax

Gurbernur Sumut, Edy Rahmayadi saat mengahadiri acara Edukasi Pemilih Pemula Menuju Pemilu 2024, di Le Polonia Hotel, Kota Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mendorong pemilih pemula atau kaum milenial, untuk bijak menentukan pimpinnya untuk 5 tahun kedepan pada Pemilu 2024. Baik Pemilihan Legislatif, Pemilih Presiden dan Pemilihan DPD hingga Pemilihan Kepala Daerah.

Hal itu, disampaikan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat memberikan sambutan pada acara Edukasi Pemilih Pemula Menuju Pemilu 2024. Dengan mengusung tema ‘Pentingnya Edukasi Pemilih Pemula Menuju Pemilu 2024, Guna Menangkal Hoax dan Ujaran Kebencian’ digelar oleh SMSI Sumut, Le Polonia Hotel, di Jalan Sudirman, Kota Medan, Jumat (19/5) pagi.

Gubernur Edy mengungkapkan bahwa pemilih pemula itu, masih murni dan belum tahu tentang money politik, dengan pemberian dalam bentuk sembako dan lain-lainnya dari peserta Pemilu tahun 2024, nantinya.

“Suara anda (jumlahnya) 49 persen suara pemula. Yang masih real atau murni, tidak ngerti sembako. Capek orang ngasih sembako sama kalian, belum tahu itu, kalian belum butuh itu. Kalian masih makan sama orang tua,” kata mantan Pangkostrad itu.

Gurbernur Edy mengatakan pemilih pemula masih idealis. Namun, berhati-hati dengan psikologis terhadap oknum-oknum memanfaatkan pola pikir, untuk mengiring untuk memenangkan salah calon peserta politik.

“Itu masih idealis, tapi secara psikologis. Orang akan memanfaatkan, mengalur-alur pola pikir kalian. Saya akan mengotak-atik itu semua. Dengan program dan segala macam. Sampai kalian ibha sama dan kalian merasa hebat dimata kalian, semua bisa digunakan,” sebut Gubernur Edy.

Gubernur Edy juga mengimbau masyarakat, terutama pemilih pemula untuk, bersama-sama menangkal hoax dan ujaran kebencian pada Pemilu 2024. Karena, hal itu dapat memecahkan persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa.

“Begitu indah, diluar sana kritik-kritik, tapi buat jangan sampai negatif jadinya gibah. Dosa pelacur, korupsi, zina, akan diampuni Tuhan. Tapi, kalau gibah menjelekan orang, Tuhan tidak mempunyai hak mengampuni, apa kalian lakukan hoax itu. Jangan main-main dengan hoax” ucap mantan Ketua Umum PSSI itu.

Acara ini, sebagai pembicara yakni Direktur Intel Polda Sumut, Kombes Pol. Dwi Indra Maulana, Komisioner KPU Sumut, Benget Silitonga dan Ketua SMSI Sumut, Erris J Napitupulu dan dipandu moderator, Benny Pasaribu.

Kegiatan ini, dihadiri Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Utara Arief S Trinugroho, Kadis Kominfo Sumut, Ilyas S Sitorus, dan jajaran Pemprov Sumut dan seluruh jajaran pengurus SMSI Sumut.

Juga dihadiri dari kalangan mahasiswa dari sejumlah universitas di Kota Medan dan siswa-siswi SMA Negeri dari sejumlah Kota Medan.

Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting, mengapresiasi kegiatan dilaksanakan oleh SMSI Sumut, karena langkah dini dalam memberikan edukasi kepada pemilih pemula tetang politik dan menangkal hoax serta ujaran kebencian.

“Untuk bersama sama mengedukasi soal masalah ini. Kita mengharapkan supaya yang akan datang ini. Kita lebih soft, lebih sempurna dan lebih akrab kita. Jangan dipersoalkan perbedaan tapi persamaan lah yang harus disatukan,” kata Baskami kepada wartawan disela-sela acara tersebut.

Politisi senior PDI Perjuangan itu, mengatakan bahwa perbedaan sudah ada sejak lahir. Karena, abang dan adik juga berbeda sejak lahir. Tapi, tetap satu dalam keluarga harmonis.

“Jadi, harapan kami, supaya ini dapat terlaksana dengan baik, dan saya yakin pihak KPU dan Bawaslu, akan mengerjakan pemilu ini dengan baik. Pengalaman yang lewat, sudah ada yang tidak baik harus ditinggalkan,” sebut Baskami.

Komisioner KPU Sumut, Benget Silitonga mengatakan sekitar 60 persen, pemilih pada Pemilu 2024, dengan usia 15 hingga 45 tahun. Hal itu, ia mengatakan bonus demografi yang luar biasa.

“Dalam koteks politik elektoral, ini tentu sangat seksi, bagi peserta mau digarap dan bagi kita KPU untuk melakukan edukasi pendidikan pemilih,” kata Benget.

Benget mengungkapkan untuk soal sterategi apa yang dilakukan, dijaman kemajuan teknologi informasi ini. Maka KPU melakukan pendekatan dan penggunaan sosial media.

“Jadi, mulai sejak Pemilu di luncurkan 1 tahun lalu, kita menggencarkan sosialisasi di media media sosial,” tandas Benget.

Sementara itu, Ketua SMSI Sumut, Erris J Napitupulu mengatakan peran SMSI memberikan kontribusi pada Pemilu 2024, untuk menangkal berita-berita hoax, yang akan hadapi. Sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar sesuai dengan fakta.

“Sebagai media, perusahaan media online, disini kita mengajak semua bagi pemilih pemula, untuk menghindari berita hoax. Artinya, sama dengan kata ketua DPRD. Bahwa sanya pemilu untuk kedepan lebih soft dan tidak ada ujaran kebencian dan lain,” kata Erris.(gus/azw)

Creabrush Deliserdang Masuk 500 UMKM Terbaik BRI Expo, Pernah Lukis Puluhan Tokoh Nasional

serahkan: Penyerahan hasil lukisan ‘Kick Andy’ dari Sabut Kelapa pada acara pelatihan di Jakarta.

SUMUTPOS.CO – Berkat kerja keras dan konsistensi memasarkan produknya melalui e-Commerce dan media sosial, Creabrush milik Febri Yunarta (49) masuk dalam 500 UMKM terbaik skala nasional yang mengikuti BRI Expo BRILianpreneur tahun 2021 yang lalu. Kini UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang memanfaatkan sisa bahan pakai dari limbah padat perkebunan kelapa, sedang proses menyelesaikan orderan dari pengusaha perhotelan asal Bali. “Sudah 2 hari saya lakukan pengerjaan ini, ia memesan Tas dari Lidi Kelapa. Untuk kerja sama lebih lanjut, masih tahap negoisasi bang,” ujarnya kepada awak media (18/5).

Pria paruh baya yang memulai bisnisnya pada tahun 2016 ini menyebut kerajinan sabut kelapa atau dikenal dengan sebutan Creabrush dibagi menjadi dua kategori berdasarkan fungsinya yaitu kategori home decor yang terdiri dari lukisan, kaligrafi, miniatur dan cup lampu hias. Yang kedua kategori fashion craft yang terdiri dari tas, sandal, sepatu, dan buku agenda.

Peluang pasar digital sangat dimanfaatkan oleh pembisnis Creabrush untuk dapat memperluas segmen pembeli. Pembeli dengan mudahnya menemukan usaha Creabrush miliknya di Platform E-Commerce ternama seperti Shopee dan Tokopedia.

Selain itu, Febri juga memanfaatkan media sosial yang dikelolanya bernama

Creabrush_indonesia. Pembeli juga bisa memesannya melalui sarana tersebut.

Ia juga memiliki fasilitas berbelanja QRIS (transaksi pembayaran scan barcode) dan Mesin EDC (Electronic Data Capture) yang merupakan suatu mesin dengan fungsi mendukung proses penerimaan pembayaran dari konsumen pengguna kartu debit maupun kredit. Kedua fasilitas pendukung ini ia terima dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Bagi pembeli yang mau lihat-lihat dahulu, bisa datang langsung ke gerainya di Komplek Semanggi Indah jalan Medan – Binjai KM 11,2 Desa Mulyorejo Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang.

“Saya pakai QRIS BRI sejak 2019. Sebelumnya QRIS yang saya pakai dari salah satu Bank Swasta bang,namun sudah tidak bisa dipakai lagi. Saat itu saya langsung mengurus untuk pembukaan QRIS yang baru ke Bank BRI Cabang Gatot Subroto,” jelasnya.

Dari fasilitas kemudahan transaksi yang diberikan BRI cukup membantunya dalam menjalankan usaha. “Saya juga memiliki aplikasi Brimo, jadi cek transaksi pembeli lebih mudah cukup dengan satu genggaman Smart Phone,” ucap Febri yang mengaku sebagai nasabah BRI Kantor Cabang Gatot Subroto Kota Medan.

Ia juga bercerita, berkat dari peluang memasarkan produknya secara digital, Febri mendapatkan pesanan produk pesanan dari pengusaha Perhotelan asal Bali. “Syarat khusus dari penawarannya, produk yang saya buat harus ditambah dengan kain tenun asal Bali. Menurut saya sih tak masalah dan projek inipun berjalan,” ujar pria yang pernah bekerja di perusahaan retail ini.

Di kesempatan berbeda, Putri (27) warga Asahan yang pernah memesan Buku Agenda Lidi Cambia seharga 110 Ribu mengaku cukup mudah memesan dari Instagram. Ia menerima paket pengiriman setelah 3 hari melakukan pemesanan.

Ketika dikonfirmasi awak media, Putri mengaku cukup mudah memesan buku ini. “Saya memang mencari buku agenda yang khas dan mau tampil beda. Saya searcing di google, kemudian ada intagramnya, lalu saya pesan. Menarik si produknya, apalagi saya lihat ada puluhan lukisan tokoh nasional dari sabut kelapa yang mirip banget sama aslinya. Minat sih, nanti-nanti deh pesan lukisannya, belum ada budget,” ujarnya.

Dampak Pandemi, Manfaatkan Lahan Kelola menjadi Agrikultur

Era Pandemi kemaren menjadi pukulan telak bagi usaha Febri. “Perlahan berkat iktiar dan selalu melakukan inovasi produk, alhamdulillah usaha saya bertahan sampai sekarang. Demi mencukupi kebutuhan sehari-hari pada era pandemi kemaren, saya menjajaki usaha bidang Agrikultur sembari memanfaatkan lahan yang ada,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berkah dari upayanya bangkit dari menurunnya pesanan di era pandemi, tahun 2022 memulai usaha bidang yang baru. Kini ia jadi memiliki bidang usaha yang baru dirintisnya, mengelola tanaman muda berupa bawang, kentang, dan tanaman kol. “Alhamdulillah hasilnya terbilang cukup bagi pemula bang, panen bawang kemaren bisa mencapai 3-5 ton/hektar dengan masa tanam selama 3 bulan,” jelasnya.

Ketika ditanya omzet dari usaha pertaniannya, ia menjawab sekitar 2 juta/bulan belum dikurangi biaya perawatan dan lain-lain. “Masalah besarnya justru datang dari ternak tetangga bang, hewan ternak berkaki empat itu kalau sudah masuk ke lahan saya, jadi rusak la sudah,” pungkasnya. (dat/*)

Wabup Sergai Puji Kontribusi dan Sinergi Forum TJSLP

SAMBUTAN : Wabup Serdang Bedagai, Adlin Tambunan saat memberi sambutan di PT Socfindo Dolok Masihul. FADLY/sumut pos.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Serdangbedagai H. Adlin Tambunan menghadiri rapat koordinasi Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) yang dirangkai dengan halalbihalal Idul Fitri 1444 Hijriah di Socfindo Seeds Production and Laboratories (SSPL), Desa Martebing, Kecamatan Dolok Masihul, Selasa (15/5).

Wabup Adlin membuka sambutannya dengan menyampaikan sinergi program Forum TJSLP dengan Pemkab Sergai sudah mendapat apresiasi yang baik dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut), di mana pada tahun ini Kabupaten Sergai memperoleh posisi kedua dalam lomba Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) dengan inovasi yang diperlombankan yaitu “pemberdayaan Forum TJSLP dalam mempertahankan ketahanan pangan di Kabupaten Sergai dan mengatasi permasalahan banjir melalui kegiatan normalisasi Sei Belutu”.

“Normalisasi ini direncanakan sepanjang 15.250 meter di alur Sei Belutu dari jembatan Sei Rampah menuju Desa Pekan Tanjung Beringin. Pada tahun 2021-2022 pelaksanaan normalisasi Sei Belutu telah dilaksanakan sepanjang ±8.800meter (tahap I yaitu sepanjang 5.200 meter dan tahap II sepanjang 3.600 meter). Masih ada ±6.450 meter yang belum dinormalisasi dan menjadi tugas kita pada tahun 2023,” katanya.

Adlin Tambunan menjelaskan total dana TJSLP yang terkumpul dari tahun 2021 dan 2022 hampir mencapai angka 1 miliar, yang diperoleh dari dana CSR 32 perusahaan pada tahun 2022. Dirinya juga menggungkapkan normalisasi Sei Belutu betul-betul dirasakan manfaatnya oleh petani maupun nelayan. Hal ini, jelasnya, terlihat dari air sungai yang sudah tidak lagi masuk ke areal persawahan baik saat sedang pasang besar maupun pasang surut, sehingga petani dapat bercocok tanam dengan perasaan nyaman.

“Tahun ini sekitar 150 hektare sawah sudah sukses panen. Di mana pada tahun-tahun sebelumnya lahan persawahan tersebut tidak bisa ditanami karena kerap banjir. Selain itu arus sungai menjadi lebih dalam dan lebar setelah normalisasi, nelayan tidak lagi khawatir perahu terdampar pada saat air pasang atau surut. Secara garis besar normalisasi Sei Belutu telah memberikan kontribusi positif bagi perekonomian, khususnya nelayan dan petani di sepanjang bantaran Sungai Belutu,” ucapnya.

Diungkapkan oleh Wabup Sergai, saat ini sedang dilakukan proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2024, yang merupakan salah satu tahapan dalam penyusunan APBD tahun 2024. Ia menyadari bahwa Kabupaten Sergai masih memiliki keterbatasan anggaran dan keterbatasan kewenangan dalam melaksanakan prioritas program untuk tahun 2024. Oleh karena keterbatasan tersebut, sambungnya, ia berharap sinergitas dan dukungan seluruh perusahaan di Kabupaten Sergai melalui Forum TJSLP untuk membantu pencapaian program prioritas tahun 2024 pemerintah daerah melalui pendanaan CSR antara lain: kegiatan lanjutan normalisasi Sei Belutu, orang tua asuh untuk balita stunting, dan kegiatan-kegiatan lain baik di ring 1, ring 2 maupun ring 3.

“Perlu kami informasikan bahwa jumlah balita stunting di Kabupaten Sergai pada tahun 2023 adalah sebanyak 779 balita atau 2,36% dari total jumlah balita di Kabupaten Sergai. Khusus untuk gerakan orang tua asuh sudah dimulai dengan melibatkan pejabat di lingkungan Pemkab Sergai sebanyak 220 orang dan dari BAZNAS sejumlah 50 orang tua asuh,” katanya lagi.

Mengakhiri sambutannya, Adlin Tambunan memberikan apresiasi secara khusus kepada perusahaan yang telah berkontribusi dalam penanganan banjir Sei Rampah, sehingga untuk itu ia meminta seluruh OPD terkait dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan yang ada, khusunya perusahaan yang berkomitmen dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Sergai.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus kita tingkatkan dan semoga kerjasama antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga lainnya dapat terus dijalin dan apa yang kita rencanakan dapat tercapai,” tandas Adlin.

Halalbihalal sekaligus rakor kali ini juga dihadiri oleh Sekdakab Sergai H M. Faisal Hasrimy, para Asisten, kepala OPD, Kepala PT. Bank Sumut Cabang Sei Rampah Nuzuwar, SE, MM, jajaran pengurus Forum TJSLP, seluruh pimpinan perusahaan yang tergabung dalam Forum TJSLP, dan tamu undangan lainnya. ( fad/ram)

DPRD Sumut Dorong Tanjungbalai Sebagai Sentra Perikanan Sumut

BERSAMA: Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting berfoto bersama Wali Kota Tanjung Balai, Waris Tholib, Sekda Tanjung Balai Nurmalini Marpaung, beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Tanjung Balai.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting mendorong Kota Tanjung Balai sebagai sentra perikanan di Provinsi Sumatera Utara. Hal itu dikatakan Baskami saat melakukan kunjungan kerja ke Pemko Tanjung Balai, Selasa (16/5).

Kunjungan kerja tersebut diterima langsung Wali Kota Tanjung Balai, Waris Tholib, Sekda Tanjung Balai Nurmalini Marpaung, beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Tanjung Balai.

Politisi PDI Perjuangan Sumut itu menyebutkan, sebagai sentra perikanan, Tanjungbalai harus memiliki infrastruktur yang memadai.

“Infrastruktur dermaga dan pelabuhan yang memadai dan kondisi jalan yang baik demi kelancaran distribusi jangan dilupakan sebagai peningkatan pengetahuan dan daya saing nelayan,” ucap Baskami.

Untuk itu, kata Baskami, Pemko Tanjung Balai harus bisa menampung seluruh aspirasi dari para kelompok nelayan. “Sebab kita mau para nelayan Tanjung Balai sejahtera, produktivitasnya harus semakin meningkat dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Untuk itu, Baskami bersama Pemko Tanjung Balai mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melakukan upaya-upaya percepatan Tanjung Balai sebagai sentra perikanan yang strategis di Sumatera Utara. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tanjungbalai, Waris Tholib mengapresiasi masukan dari DPRD Sumut. Menurutnya saat ini, Kota Tanjungbalai memang belum memanfaatkan secara maksimal sektor perikanan dalam sumber PAD.

“Lokasi bongkar dan pelelangan hasil laut berada di daerah lain bukan di Tanjungbalai, sehingga added value yang didapatkan tidak didapatkan oleh Pemko Tanjungbalai,” jelasnya.

Waris Tholib berharap, Pemerintah Provinsi Sumut dapat memfasilitasi aspirasi para nelayan Tanjungbalai.

“Dengan adanya tempat pelelangan dan bongkar di Tanjung balai, kami percaya mampu meningkatkan pendapatan daerah,” pungkasnya. (map/ram)

Santri Dukung Ganjar Sumut Beri Bantuan Pengeras Suara ke Majelis Taklim Al-Iman Asahan

Santri Dukung Ganjar (SDG) Sumut memberikan bantuan berupa pengeras suara (sound system) ke Majelis Taklim Al-Iman di Dusun 3, Desa Sei Nangka, Kecamatan Sei Kapayang, Kabupaten Asahan, Sumut, Kamis (18/5/2023).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Relawan Ganjar Pranowo yang tergabung dalam Santri Dukung Ganjar (SDG) Sumatera Utara (Sumut) terus menebar kebaikan kepada masyarakat luas.

Terbaru, SDG Sumut memberikan bantuan ke Majelis Taklim Al-Iman di Dusun 3, Desa Sei Nangka, Kecamatan Sei Kapayang, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Kamis (18/5/2023).

Koordinator Wilayah SDG Sumut Sumut, Randi Hermawan mengatakan penyaluran bantuan ke majelis taklim sudah menjadi agenda rutin.

Menurut dia, kedatangan SDG Sumut itu mendapatkan antusias yang baik oleh pimpinan dan anggota Mejelis Taklim tersebut.

Adapun bantuan yang diberikan berupa pengeras suara atau sound system untuk kebutuhan mereka.

“Bantuan ini semoga bermanfaat untuk melakukan kegiatan positif kepada masyarakat sekitar,” tutur Randi dalam siaran persnya.

Dia menambahkan, kunjungan tersebut selain berbagai juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas berbagai karunia.

Selain itu, SDG Sulteng juga memperkenalkan sosok Ganjar Pranowo sekaligus meminta didoakan untuk kelancaran Gubernur Jawa Tengah itu pada Pemilu 2024.

Sementara itu, Ketua Majelis Taklim Al-iman, Hatifah mengucapkan terima kasih kepada SDG Sumut atas bantuan yang disalurkannya.

Dia mengatakan bantuan pengeras suara ini sangatlah bermanfaat untuk lingkungan di sekitarnya.

“Kami dari pihak majelis taklim mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada SDG Sumut, bantuan yang telah diberikan ini sangatlah bermanfaat dan berguna untuk kami yang ada di sini,” ungkap Hatifah. (rel/tri)

Lampu Pocong Dinyatakan Total Lost, Komisi I Minta Kejari Medan Dampingi Pemko Medan Tagih Uang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus, meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan selaku counterpart Komisi I untuk mendampingi dan membantu Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam menagih dan mempercepat proses pengembalian uang senilai Rp21 Miliar yang telah dibayarkan Pemko Medan kepada pihak kontraktor dalam proses pengerjaan proyek ‘lampu pocong’ pada 8 ruas jalan di Kota Medan.

Sebab dengan didampingi pihak Kejari Medan, Robi Barus meyakini bahwa Pemko Medan melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (SDABMBK) dapat dengan lebih mudah dalam menagih dan memproses pengembalian uang senilai Rp21 Miliar tersebut.

“Komisi I mendorong Kejari Medan untuk melakukan pendampingan hukum terhadap Pemko Medan, agar Pemko dapat lebih mudah dalam menagih uang proyek lampu pocong yang telah dibayarkan ke para kontraktor yang mengerjakannya. Mengingat uang yang ditagih cukup besar, yaitu Rp21 Miliar,” ucap Robi kepada Sumut Pos, Jumat (19/5/2023).

Dikatakan Robi, upaya pendampingan hukum sangat dibutuhkan oleh Pemko Medan. Hal itu sebagai antisipasi terhadap kemungkinan adanya kontraktor ‘nakal’ yang enggan atau sengaja memperlambat proses pengembalian uang pengerjaan ‘lampu pocong’ yang merupakan bagian dari proyek penataan lanskap ruas jalan yang dianggarkan di P-APBD T.A 2022 tersebut.

“Saat mendampingi Pemko Medan, Kejari dapat memberikan pemahaman secara hukum kepada para kontraktor apabila mereka tidak mengembalikan uang tersebut dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Artinya, jaksa sebagai pengacara negara akan mengambil tindakan tegas berupa upaya hukum sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Kemudian, sambung Robi, keberadaan Kejari Medan dalam mendampingi Pemko Medan pada proses penagihan uang proyek tersebut adalah bentuk kolaborasi yang sangat penting, sehingga harus dilakukan.

“Kolaborasi seperti ini sangat kita butuhkan, apalagi dalam konteks menyelamatkan uang ataupun aset negara. Semakin cepat uang itu kembali, semakin cepat pula percepatan pembangunan Kota Medan bisa terealisasi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengumumkan hasil pemeriksaan Inspektorat Kota Medan terhadap proyek pegerjaaan ‘lampu pocong’ yang merupakan bagian dari penataan lanskap 8 ruas jalan di Kota Medan pada tahun 2022 lalu. Hasilnya, proyek lampu pocong disebut proyek total lost ataupun proyek gagal.

Untuk itu, Bobby Nasution memerintahkan Dinas SDABMBK Kota Medan yang kini sebagai OPD yang menangani proyek penataan lanskap ruas jalan untuk menagih kembali semua uang yang telah dibayarkan kepada kontraktor.

“Untuk pengerjaan lampu pocong tersebut, memakan anggaran sekitar Rp25 miliar, yang sudah dibayarkan sebesar Rp21 miliar. Kita minta Dinas SDABMBK untuk melakukan penagihan menyeluruh, Rp21 miliar itu wajib dikembalikan,” tegas Bobby. (map)