30 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14986

Buka Hati Bagi Siapa Saja

Olla Ramlan

Menyandang status janda di negeri ini memang ngeri-ngeri sedap. Sedikit saja salah bersikap, maka gosip menyergap. Menariknya, Olla Ramlan menyikapi hal itu dengan santai. Malah, dia mengatakan hatinya terbuka untuk siapa saja. 

“Apa ya, dalam dunia ini ngomong globalnya tidak ada yang tidak mungkin. Saya buka hati ke siapa saja,” ujar Olla Ramlan saat berada di Cafe Monaco, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (10/7).

Tapi tunggu dulu, kalimat artis berdarah Dayak ini muncul bukan karena dia siap melepas status jandanya. Pernyataan itu keluar karena keberadaannya di cafe milik mantan suaminya, Alex Tian. Ya, Olla memanfaatkan kafe milik Alexn untuk melakukan syuting video klip. “Aku menggunakan kafenya adalah bentuk hubungan kita baik, tidak masalah. Aku izin ke dia juga. Ini bukti kita masih baik, bisa berteman walau enggak seperti dulu lagi,”ujar finalis Cover Girl Mode 1997 itu.

Kejadian ini sempat menghembuskan kabar Olla akan rujuk dengan Alex. Namun, bintang sinetron Nada Cinta ini berkali-kali membantah kemungkinan itu. “Bagaimana pun kita punya anak di sini. Tapi untuk rujuk belum ada pembicaraan saat ini,” tegasnya.

Bintang film Suami-suami Takut Istri ini sudah terlanjur menikmati hidup sendiri meski kadang sering merasa kesepian hidup tanpa suami.  (bbs/jpnn)

Jual Togel, Ibu Rumah Tangga Ditangkap

MEDAN- Unit Vice Control Kepolisian Resort Kota (Polresta) Medan membekuk seorang ibu rumah tangga karena menjual togel beromset jutaan di rumahnya, Jalan Sei Silo Melintang I No 28, Kecamatan Medan Baru, Sabtu (9/10) pukul 16.00 WIB.

Dari tangan tersangka Umin alias Lena (46) tersebut, polisi mengamankan baarang bukti satu unit hanphone berisikan angka pasangan togel sebesar Rp94 ribu.
Dari kasus ini, Polresta Medan akan terus mengembangkan kasus ini karena terindikasi, bandar togel yang berada di atas Umin alias Lena masih berkeliaran.

“Tersangka ini sebenaranya adalah sub agen. Namun, omsetnya lumayan besar. Diperhitungkan tersangka mendapatkan keuntungan 20 persen dari hasil penjualan togel itu. Saat ini, masih terus kita kembangkan,” kata Kanit Vice Control Polresta Medan AKP Hartono kepada Sumut Pos, Minggu (10/7).

Diungkapkannya lagi, sub-sub agen di bawah agen yang sebenarnya diperkirakan masih banyak dan terus beroperasi. Makanya, selain agen yang sesungguhnya, para sub-sub agen tersebut juga menjadi target operasi yang akan dilakukan Unit Vice Control Polresta Medan.(ari)

Kapoldasu Prioritaskan Kasus Penipuan DA

MEDAN- Dugaan penipuan yang dilakukan Dewi Astati, terhadap puluhan orang dengan total kerugian di atas Rp40 miliar membuat Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat buka suara. Kapolda meminta kasus ini segera diselesaikan karena telah cukup meresahkan warga Medan dan Sumut.

“Arahan Pak Kapolda, kasus ini harus segera diselesaikan,” ungkap Dir Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Agus Andrianto kepada Sumut Pos, Minggu (10/7). Dijelaskannya, korban yang melaporkan ke Polda Sumut, ternyata hanya satu dari enam orang yang datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut Rabu (6/7), dengan No Pol TBL/429/VII/2011/SPKT II.

Diketahui, enam orang yang mengaku korban tersebut antara lain, Ida, Richa, Nanggal, Ibu Purba dan Juli serta Aminuddin Harahap. “Yang melapor cuma satu orang saja ke Polda. Jadi, kita tidak bisa mengatakan jumlahnya mencapai Rp40 miliar. Kami polisi, tidak bisa melakukan pemeriksaan kalau menggunakan istilah katanya-katanya. Karena dari enam orang yang datang ke Polda, ternyata laporannya hanya satu.

Masalah ini juga, ada yang melapor ke Polresta Medan. Kalau nantinya yang menangkap Polresta Medan, penanganannya dilimpahkan ke Polresta Medan dan sebaliknya, kalau nantinya yang nangkap Poldasu maka penanganannya ke Poldasu. Dan mekanisme yang akan dijalankan adalah cek and balance. Artinya, jika nantinya siapa yang nangkap maka akan ketahuan yang kerja siapa,” tegasnya.(ari)

Pria Asal Palembang Gantung Diri

MEDAN-Diduga depresi, seorang pria ditemukan tewas tergantung di pohon Akasia seputaran Simpang Sei Sikambing Medan, Minggu (10/7) malam. Aksi tersebut kontan membuat warga heboh dan arus lalulintas macat. Data yang didapat dari Polsek Sunggal, pria yang tewas mengenaskan itu bernama Adiridin (31), warga Rawang Empat Bandar Pelalawan Palembang dengan status menikah. Sementara itu menurut tukang becak yang sering mangkal di simpang Sei Sikambing, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.40 WIB.

“Sebelum jam tujuh tadi itu kejadiannya. Waktu yang macat-macat itulah. Tapi herannya tidak ada yang melihat dia naik ke atas pohon itu,” ucap tukang becak yang tak ingin namanya dikorankan kepada Sumut Pos.

Dari video yang direkam seorang warga, Adiridin mengenakan kaos merah dan jeans biru tiba-tiba tergantung di salah satu pohon akasia berhadapan dengan Hotel Lida di Jalan Gatot Subroto Medan. Adiridin menggunakan bahan spanduk untuk mengakhiri hidupnya di ketinggian sekitar 10 meter itu.
Namun informasi lain menyebut, sejak Sabtu (9/7), Adiridin memperlihatkan gelagat depresi.

Seorang pedagang makanan di seputaran tempat kejadian bahkan melihat Adiridin mencoba mengakhiri hidupnya. Namun hal itu baru kesampaian pada Minggu (10/7) petang. Oleh petugas, jenazah Adiridin pun diturunkan untuk dibawa ke  RSUP Adam Malik untuk divisum. (jul)

Warga Ancam Demo Dinas TRTB

MEDAN- Kecewa karena aspirasi mereka belum juga ditanggapi Dinas TRTB Kota Medan, warga di Jalan Tomat, Medan Baru, berencana melakukan aksi di kantor Dinas TRTB. Mereka mendesak Dinas TRTB untuk segera membongkar bangunan Nanyang International School karena telah melanggar izin yang dikeluarkan.

“Besok (hari ini (11/7), Red), kita akan melakukan aksi. Rencananya kita akan melakukan aksi ke Dinas TRTB, karena tidak berani membongkar sekolah Nanyang,” ujar seorang warga yang mengaku bernama Lansia, Minggu (10/7) siang.

Menurutnya, selain melakukan aksi ke Dinas TRTB, mereka juga akan kembali menyegel sekolah Nanyang. Mereka akan memasang spanduk di pintu gerbang sekolah yang berada di Jalan Sriwijaya tersebut.

“Warga yang keberatan akan terus berjuang agar kita diperhatikan. Jangan sekolah Nanyang memandang rendah kami, seperti tidak punya harga diri,” ucapnya lagi.

Ditambahakannya, selama ini mereka sudah sangat resah dengan pembangunan gedung sekolah tersebut. “Seorang warga terpaksa pindah ke tempat keluarganya untuk mencari aman, karena atap rumahnya hampir setiap hari tertimpa bahan bangunan yang berjatuhan,” katanya lagi.

Angota Komisi D, Juliandi Siregar yang dikonfirmasi wartawan koran ini mengaku mendukung aksi yang dilakukan warga yang menuntut ketegasan Dinas TRTB Kota Medan terhadap pembangunan sekolah Nanyang tersebut. Namun, dia juga meminta kepada warga agar memperhatikan juga para siswa yang bersekolah di sana.

“Saya sangat berharap kepada warga, untuk memikirkan juga anak-anak yang sekolah. Karena sekolah mereka akan terganggu,” pintanya.(adl)

Satukan Clubbers Medan

DJ Milinca Radisic

MEDAN- Lahan parkir di Lantai IV Uniland Building, Jalan MT Haryono Medan, disulap menjadi arena pesta bagi ratusan clubbers Medan, Sabtu (9/7) malam. Selain menghadirkan belasan DJ lokal, even disponsori PT NTI Indonesia Medan bekerja sama dengan MG Creative menghadirkan DJ papan atas tanah air diantaranya DJ Milinca Radisic.

DJ wanita keturunan Serbia, Ambon dan Aceh, kelahiran Jakarta, 10 November 1978 itu ingin selalu menciptakan clubbers menjadi satu, dengan menghipnotis para clubers yang sebelumnya mendapat kehangatan penampilan DJ asal Medan.

“Untuk kesekian kalinya saya tampil di Medan dan saya sangat suka, karena para clubbers Medan itu asyik-asyik tidak jaga image,” ujar DJ Milinca mengaku sudah 5 tahun menjadi DJ.

Dengan suasana yang berbeda tanpa atap, hanya lighting yang terus berpancar di seluruh lokasi, diiringi dentuman musik yang ngebeat. Clubers yang didominasi kaum muda itu cukup menikmati, mereka mengikuti aksi DJ Milinca Radisic yang terus beraksi.

Sulianto, Branch Manager PT NTI Indonesia Medan dan Mursal AdiNagara, Directour MG Creative mengatakan, tim mencoba menghibur clubbers dengan nuansa yang berbeda.  (adl)

Jemaat GTDI Saling Lempar Kursi

MEDAN- Dua jemaat Gereja Tuhan di Indonesia (GTDI) Pusat di Jalan Bambu Runcing No 30, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Medan Timur, kembali bentrok dengan cara saling melempar kursi, Minggu (10/7). Kedua kubu itu mengklaim pengurus sah.

“Ada satu korbannya, tadi dibawa ke rumah sakit dekat sini,” ungkap seorang jemaat pendukung Pdt Dra Sorta Lumban Toruan yang mengaku bernama Hendra.
Sementara, pengurus GTDI versi Pdt Drs Peringatan Zebua melalui Sekretaris Jenderalnya Pdt Eben Siagian mengakui telah terjadi kericuhan antara jemaat pendukung Pdt Sorta Lumban Toruan dengan jemaat pendukung Pdt Peringatan Zebua.

“Benar tadi ada kericuhan, mereka mau masuk dan buat acara sendiri. Jadi, kita tidak izinkan kelompok Sorta Lumban Toruan. Mereka yang selama ini mengaku-ngaku sebagai pimpinan nasional atau Bishop GTDI. Padahal dalam hal ini pemerintah melalui Kementerian Agama menyatakan, tidak pernah mengenal Sorta Lumban Toruan itu sebagai pimpinan,” ujar Eben Siagian.

Menurutnya, kericuhan berawal ketika  pengurus yang sah, yang baru saja menggelar mubes mengadakan kebaktian pukul 10.00 WIB, tiba-tiba jemaat versi Sorta Lumban Toruan memaksa untuk mengadakan kebaktian di tempat itu.
“Lalu kita mengajak mereka sama-sama  kebaktian. Semua kita izinkan masuk, tapi mereka tidak mau,” terangnya.

Dijelaskannya, selama ini yang dikenal pemerintah adalah pimpinan GTDI, Bishop Peringatan Zebua dan Sekretaris Jenderalnya Pdt Selamat Siagian.  Hal itu juga sesuai hasil mubes yang diatur AD/ART . Mubes itu dilakukan mulai 6 Juli hingga 9 Juli 2011 lalu. Ternyata, pada 8 Juli tepatnya sore hari, diadakan pemilihan.  “Nah, mereka yang memulai. Kalau korban saya belum tahu sampai sekarang. Kalau pelemparan kursi saya melihat tadi,” ucapnya.

Ditegaskannya, dalam penyelesaian masalah ini pihaknya masih berupaya untuk mengajak berdialog. Namun, bila ajakan tersebut juga tidak diindahkan pihak jemaat versi Sorta Lumban Toruan maka mau tidak mau pihaknya akan menempuh jalur hukum. (ari)

Wanita Harus Rajin Bersihkan Alat Kelamin

KSM Pos Mandiri Hadir di Medan

MEDAN- Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pos Mandiri hadir untuk warga Kota Medan. Kehadiran kelompok yang digawangi wanita-wanita tangguh ini, guna membawa masyarakat Kota Medan lebih mandiri pada masa akan datang.

Demikian disampaikan Ketua Panitia pelaksanaan peluncuran KSM Pos Mandiri Medan, Farida Laila kepada wartawan koran ini di sela-sela peluncuran sekaligus seminar tentang kanker serviks yang bekerjasama dengan Pos Kepedulian Umat (PKPU) di Hotel Madani Medan, Minggu (10/7).

Laila menyebutkan, acara ini digelar untuk melaksanakan sosialisasi tentang kesehatan, terkhusus bagi kaum hawa dan peluncuran KSM Pos Mandiri. “Kami hadirkan peserta khusus wanita dari Kota Medan. Kenapa wanita, karena acara seminar ini untuk kesehatan wanita,” sebutnya.

Dalam acara seminar, KSM Pos Mandiri Medan ini menghadirkan pembicara tunggal, dr Lisdine Sp PA dan moderator Umi Kalsum S Psi. Pada seminar itu, puluhan peserta yang hadir tampak antusias menanyakan tentang kanker serviks.

Saat memaparkan kanker serviks, dr Lisdine memaparkan, untuk menjaga kesehatan setiap wanita yang sudah pernah berhubungan seks, harus rajin-rajin membersihkan kelaminnya. Hal itu untuk menghindari berkembangbiaknya bakteri yang disebabkan benda lain, atau diakibatkan lembabnya pakaian dalam.
“Seminimalnya seminggu dua kali harus disemprotkannya anti bakteri, itu sekaligus menjaga agar tetap steril,” ucapnya.

Selanjutnya, dia memaparkan ancaman sekarang ini adalah kanker serviks, jenis penyakit ini perlu diantisipasi karena menyerang ke sisi rahim. Tapi penyakit tersebut bisa dicegah apabila setiap wanita mengerti dan paham menjaga kesehatannya, terkhusus menjaga kebersihan di alat kelaminnya. Selanjutnya, ada kista dan miom. Keduanya memang cendrung tak mengkhawatirkan karena mudah diangkat, dan sifatnya kanker jinak.

Pada kesempatan itu, dia juga mengingatkan agar wanita lebih mengurangi makan kol. Karena kol itu bisa menghambat yodium. Padahal, tubuh sangat membutuhkan yodium. “Jadi jangan makan kol sama makan ikan laut yang mengandung yodium,” ingatkannya. (*/ril)

Kaji Seminar dan Promosi Buah Lokal Sumut

Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) Sumut Gelar Diskusi

Himpunan alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar diskusi sekaligus silaturahmi dan pengajian di kediaman Wakil Ketua DPRD Sumut yang juga Ketua Himpunan Alumni IPB Sumut Dr Ir Chaidir Ritonga MM, komplek Rajawali Indah Medan, Sabtu (9/7).

Kegiatan diskusi ini diisi dengan pembacaan Al-Quran dan tausyiah yang disampaikan penceramah. Dalam diskusi yang rutin diadakan para alumni IPB di Sumut ini dikaji sejumlah permasalahan dan agenda yang akan dilaksanakan hingga akhir tahun 2011.

Diskusi dalam suasana kekeluargaan ini dihadiri Chaidir Ritonga bersama alumni IPB di Sumut yang sebagian bekerja di sejumlah perkebunan milik pemerintah dan swasta, pengusaha, pengelola rumah makan dan profesi lainnya. Diskusi berlangsung sekira dua jam ini juga dihadiri beberapa undangan.
Diskusi antara lain mengkaji etos kerja masyarakat Sumut terutama pengaruh lingkungan suku, budaya dan adat. Mereka membandingkan etos kerja masyarakat dari berbagai etnis di Sumut dimana semua keunggulan yang dimiliki tiap etnis dapat dikembangkan di masa mendatang.

Berkaitan dengan rencana kerja Himpunan Alumni IPB Sumut dibawah kepemimpinan Chaidir Ritonga juga akan menggelar beberapa acara. Diantaranya pada Ramadan atau Agustus 2011 dilaksanakan seminar tentang pertanian dan perkebunan termasuk soal bagi hasil dan produktivitas perkebunan serta pertanian.

Tak cuma itu, pasca lebaran Himpunan Alumni IPB Sumut juga akan melaksanakan acara promosi buah lokal sembari menggelar sepeda dan jalan santai di area car free days Kota Medan. ‘’Acara akan digelar Hari Minggu untuk silaturahmi sekaligus mempromosikan buah lokal Sumut,’’ terang Sirajuddin, peserta diskusi yang juga staf ahli Wakil Ketua DPRD Sumut yang hadiri dalam diskusi tersebut. (*/sih)

200 Peserta Ikut Lomba Mancing Piala Kapoldasu

LABUHAN- Dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Bhayangkara, Kepolisan Daerah Sumatera Utara (Poldasu) menggelar lomba mancing akbar memperebutkan Piala Kapoldasu di Labuhan Bahari Resort, Kampung Nelayan Indah, Medan Labuhan, Minggu (10/7). Kegiatan tersebut diikuti 200 orang peserta dari berbagai kalangan.

Wakil Ketua Panitia, M Yusri mengatakan, kegiatan ini untuk memasyarakatkan olahraga memancing. Karena, olahraga memancing ini juga ada efek sosialnya dan bisa menghilangkan stres serta melatih kesabaran.

Lebih lanjut dia menambahkan, kegiatan seperti ini akan terus berkesinambungan dilakukan, karena mereka akan bermitra dengan institusi-institusi lain dan menggelar kegiatan seperti ini dalam menyambut HUT institusi tersebut dan juga hari-hari besar lainnya. “Sudah ada tawaran dari anggota DPD RI Rahmat Shah dan juga Lantamal,” tambahnya.

Dalam kegiatan lomba mancing yang dibuka untuk umum ini menargetkan peserta sebanyak 300 orang. Namun yang terdaftar sebagai peserta hanya 200 orang. “Kalangan bawah pun bisa mengikuti kegiatan ini dengan hadiah utama satu unit mobil Xenia, uang tunai dan juga hadiah tambahan lainnya seperti joran, topi mancing,” jelasnya.

Dia berharap, ke depannya masyarakat di Kota Medan bergairah untuk mengikuti lomba-lomba mancing di setiap kegiatan yang diselengarakan dan berharap tempat mancing ini bias dijadikan wisata bahari untuk masyarakat Kota Medan dan juga Deli Serdang,” tandasnya.

Sementara, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW-PP) Sumut Anuar Shah yang juga ikut sebagai peserta dikegiatan lomba mancing ini mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini. Dia menyambut positif kegiatan seperti ini dan berharap kegiatan seperti ini akan terus dilakukan. “Kita di sini harus bisa menjaga sportivitas, jangan menghalalkan segala cara untuk memenangkan lomba ,” ujarnya. (mag-11)