27 C
Medan
Thursday, January 15, 2026
Home Blog Page 14990

Seperti Bom, Tubuh Empat Pekerja Melepuh

Gudang Pengisian Tabung Gas Meledak

MEDAN-Gudang pengisian tabung gas Aceteline milik PT Sinar Bakti Mas di Gang Becek Desa Batu, Penjemuran, Kecamatan Namorambe, Deliserdang meledak, Kamis (23/6) sekira pukul 07.30 WIB.

Ledakan besar yang terdengar hingga radius ratusan meter tersebut, menyebabkan empat orang pekerja luka-luka.
Empat pekerja yang mengalami luka-luka masing-masing Firmansyah (42), warga Jalan Karya Jaya Gang Eka Bakti, Legino (29), warga Desa Batu Penjemuran, Dusun II, Namorambe dan Ngatimo (27), warga Delitua. Ketiganya dirawat intensif di RS Mitra Sejati, Titi Kuning. Satu pekerja lagi Fendi (27), warga Delitua sudah  pulang ke rumah karena mengalami cedera ringan.

Keterangan pekerja, ledakan itu terjadi tiba-tiba. “Nggak tahu bang, tiba-tiba saja meledak. Sekitar jam 07.30 WIB tadi.

Korbannya sudah dibawa ke rumah sakit,” ujar Yani, penjaga gudang, saat ditemui Sumut Pos di lokasi kejadian.
Sugio, mandor gudang menjelaskan, saat itu terjadi ledakan pengisian gas untuk pengelasan telah selesai.
“Si Ngatimo (korban luka bakar, Red) saat itu sudah menutup semua saluran pengisian. Mungkin saja ada gas yang bocor dan ada percikan api,” ungkap Sugio.

Diutarakannya, sebelum kejadian itu dirinya berada di salah satu rumah terdekat dari gudang itu. Mendengar ada ledakan, Sugio langsung menuju lokasi kejadian. Saat itu, masih terlihat api yang masih menyambar, dan tak berapa lama genteng atap gudang tersebut ambruk dan membuat debu beterbangan sehingga menutupi pandangan mata.
“Habis ledakan, aku nampak si Ngatimo. Wajah dan badannya melepuh karena ledakan itu. Dia yang paling parah. Yang cukup parah lainnya si Firmansyah, tangannya melepuh. Yang lainnya nggak terlalu parah,” bebernya.

Diterangkannya, pengisian gas untuk pengelasan di gudang tersebut telah beroperasi sejak 30 tahun lalu. Dan kejadian ledakan tersebut, merupakan yang pertama kalinya. Hendra, warga sekitar yang ditemui dilokasi kejadian menuturkan, saat ledakan terjadi, dirinya sempat merasakan adanya getaran sehingga salah satu kaca rumahnya pecah. Padahal, jarak antara rumahnya dengan lokasi kejadian sekitar 500 meter.

“Waktu ledakan itu, saya lagi mau keluar rumah. Tiba-tiba dengar seperti suara bom meledak. Rasanya goyang-goyang, dan satu kaca jendela rumah ku pecah,” aku Hendra.

“Saya dengar suara ledakan lalu saya mencoba menyelamatkan kawan-kawan tapi saya tidak tahu entah dari mana tiba-tiba saya kena ledakan gas. Saya kemudian dibawa ke rumah sakit,” kata Firmansyah, salah seorang pekerja yang jadi korban.

Diterangkannya, dia tidak tahu pasti penyebab ledakan namun diduga dari selang penyambung gas. “Ledakan diduga dari sambungan gas dan langsung mengenai kami. Saya tidak tahu pasti dari tabung gas yang mana,” cetusnya.
Hal senada juga diungkapkan korban lainnya, Legino. Menurutnya, dia tidak tahu penyebab ledakan tabung gas itu. “Tidak tahu persis penyebabnya dan saya sudah dibawa ke sini. Ledakannya di belakang tempat kami kerja dan tidak jauh dari tempat saya mengelas dan meledaknya pas kami kerja,” ucapnya.

Usai kejadian, tak berapa lama lokasi tersebut dipasang police line oleh persone Polsek Namorambe guna penyelidikan. (ari/jon)

Polri Jarang Melakukan Patroli

Meningkatnya aksi kriminalitas di wilayah hukum Polresta Medan karena personel jarang melakukan patroli rutin di wilayah hukumnya masing-masing. Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Adlnsyah Nasution dengan Ketua Komisi A DPRD Medan, Ilhamsyah.

Kenapa aksi kriminalitas meningkat?

Kalau dilihat dari tindakan kejahatan yang ada di wilayah hukumnya,
karena  para pelaku tindak kejahatan mempunyai peluang untuk melakukan aksinya. Dengan demikian Polri harus meningkatkan rutinitas patroli yang sudah jarang terlihat. Selain mempunyai peluang, para pelaku tindak kejahatan juga mempunyai niat dan kesempatan karena dilihatnya rutinitas paroli yang bekurang.

Bagaimana menguranginya?
Polisi harus meningkatkan patroli terhadap keamanan desa. Kalau bisa para petugas siskamling diberi pelatihan untuk membantu mengurangi tindak kejahatan.

Bagaimana dengan polisi desa?
Police in village atau biasa dipanggil polisi desa belum terealisasi di desa-desa. Karena sangat jarang terlihat yang namanya polisi desa di daerah pelosok. Diharapkan kepada pemimpinnya untuk membuat pos siskamling . Dengan adanya pos siskamling, petugas patroli harus rutin melakukan kunjungan untuk memantau sistem keamanan desa.

Apa hambatannya?
Hambatan belum kelihatan, sekarangkan tinggal niat polisi saja.

Apa harapan Anda?

Polisi harus serius menangani tindak kejahatan yang semakinj marak. Karena mereka sudah mempunyai standar operasional prosedur (SOP). Sehingga masyarakat merasa nyaman dan terjaga dengan keseriusan Polri. (*)

Ditangkap Kawini Wanita yang Kabur dari Rumah

Niat Mahadi Ibrahim (39) untuk bersilaturrahmi ke rumah mertuanya bersama istrinya Siti Hawa (29) malah harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, warga Jalan Brigjen Katamso, Kampung Aur, Medan Maimon itu diadukan mertuanya sendiri ke polisi karena dituduh melarikan anaknya yang tak lain istrinya sendiri. Buntutnya, Mahadi harus mendakam dalam tahanan Mapolresta Medan.

Usut punya usut ternyata, selama ini mertuanya tak pernah mengizinkan anaknya Siti Hawa menikah dengan Mahadi, meskipun mereka sudah memiliki satu anak.  Saat ditemui Sumut Pos di Mapolresta Medan, Mahadi mengatakan, awal pertemuanya dengan Siti Hawa bermula pada saat dirinya mencari barang bekas di Pasar Sambu. Ketika itu Siti Hawa lari dari rumah orangtuanya.

Melihat kondisi Siti Hawa yang sakit, Mahadi menjadi iba dan menyelamatkannya. Lama-kelamaan Mahadi menaruh rasa sayang terhadap Siti Hawa. Akhirnya Mahadi menganjaknya ke Kota Pematang Siantar dan menikahinya di Masjid Nurul Hikmah yang berada di Jalan Cipto Kota Pematang Siantar. Setelah empat bulan di Siantar, akhirnya Mahadi Ibrahim langsung mengajak Siti Hawa ke Rantauprapat untuk mencari nafkah mencari barang bekas.

Keberadaan Mahadi Ibrahim dan Siti Hawa akhirnya diketahui oleh mertuanya dan disuruh pulang ke rumah mertuanya. Rabu (22/6), sekira pukul 07.30 WIB, Mahadi Ibrahim mendatangi kediaman mertuanya bersama istri dan anaknya. Sampai di rumah mertuanya, Mahadi Ibrahim langsung diadukan ke Mapolresta Medan.

Saat diperiksa oleh petugas Unit Pelayanan Prempuan dan Anak (UPPA) Polresta Medan, Mahadi Ibrahim mengaku kalau dirinya tidak pernah mensia-siakan istrinya. Kemana dirinya mencari barang bekas Mahadi Ibrahim selalu membawanya dan tidak pernah meninggalkan dan memukulnya.

“Saya sangat sayang kepada istri saya. Kalau memang kami akan dinikahkan kembali dengan restu mertua saya bersedia,” katanya. (mag-7)

9 Stan di Merdeka Walk Dibongkar

MEDAN-Sembilan stan di Merdeka Walk yang memiliki cerobong asap yang mengarah ke timur, tepatnya ke dalam Lapangan Merdeka dibongkar sendiri oleh pemiliknya dipantau oleh puluhan personel Satpol PP Kota Medan, Kamis (23/6). Alasannya, karena asap yang keluar dari cerobong mengganggu pernafasan warga yang sedang berolahraga di dalam kawasan Lapangan Merdeka.

“Kita menjalankan perintah Pak Wali untuk melakukan pengawasan terhadap stan yang mempunyai cerobong asap mengarah ke dalam Lapangan Merdeka, “ ujar Ali Tohar, Kabid Pemanfaatan Tata Ruang Dinas TRTB Medan.
Dikatakannya, cerobong asap tersebut juga tidak memiliki izin. Jadi, apabila pemilik stan masih membandel tidak mengurus izinnya dan dan mengarahkan cerobong asap tersebut ke dalam kawasan Lapangan Merdeka, Tim Terpadu Dinas TRTB Kota Medan akan melakukan pembongkaran paksa.

“ Pemilik akan membongkarnya sendiri, kita akan mengawasai sampai pemilik selesai membongkarnya,” cetusnya.
Sementara itu DPRD Kota Medan akan memberi tindakan tegas kepada PT OIM selaku pengelola Merdeka Walk, bila tak juga melunasi tunggakan pajak yang mencapai hingga Rp1,5 miliar sesuai kesepakatan dengan Pemko Medan.
“Bila tidak ada kesepakatan, baru kita beri tindakan, saya pun sudah tidak sabar untuk mendengar penejelasan dari PT OIM dan Pemko Medan. Kita akan pertanyakan, kenapa uang Rp1,5 miliar masih terkatung-katung,” ujar ketua Komisi C, Jumadi yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/6).

Anggota Komisi C lainnya, Hasyim SE menuturkan, tunggakan retribusi Merdeka Walk sedang diagendakan untuk pembahasan. “ Sebenarnya tunggakan terjadi karena Pemko Medan dan Merdeka Walk sedang mencari kesimpulan,” cetusnya.

Menurut Hasyim, bisa saja PT OIM benar tapi Pemko Medan yang tidak transparan. “Merdeka Walk kan juga meningkatkan pembangunan, salah satu sumber PAD. Jadi dalam bentuk usaha harus kita dukung,” katanya.(adl)

Saksi Tidak Datang Hakim Tegur Jaksa

Sidang Kasus Pungli di Jembatan Timbang Sibolangit

MEDAN-Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pungli di jembatan timbang UPT Sibolangit kembali digelar di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (23/6). Tiga terdakwa anggota regu D Unit Pelaksanaan Penimbangan Kenderaan Bermotor (UPPKB) Sibolangit Kabupaten Deli Serdang, Panal Simamora, Ahmad Sofyan Batubara dan Marlon Sinaga dihadirkan jaksa untuk mendengarkan keterangan saksi dari Unit Pelaksanaan Penimbangan Kenderaan Bermotor (UPPKB) Sibolangit Deli Serdang yakni Muhammad dan Polider Bakara sertan Franky Anggota Intel Kejatisu yang menangkap ketiga terdakwa.

Majelis hakim yang telah membuka persidang selama 10 menit langsung menunda persidangan karena dua saksi tak hadir. Ada yang pulang sebelum sidang, sedangkan saksi Franky sakit. Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ahmad Guntur didampingi dua hakim anggota Tirta Winata dan Deny Iskandar, hakim sempat menegur jaksa karena tak bisa menghadirkan saksi. Bahkan hakim menilai, jaksa kurang melakukan kordinasi dengan saksi sehingga mereka bisa pulang sebelum sidang dimulai.

Menangapi masalah tersebut, tim jaksa penuntut umum dari Kejari Lubuk Pakam Jhon Wesly Sinaga SH mengatakan bahwa dua saksi dari dishub sudah hadir di lokasi PN Medan. Namun begitu mau sidang sudah pulang.
“Keduanya pulang karena ada yang menyuruh pulang. Jadi kami akan cek lagi dan berjanji akan hadir lebih awal lagi,” ucap JPU, Jhon Wesly Sinaga. Kemudian, Ahmad Guntur meminta agar pihak kejaksaan lebih awal datang bersidang sehingga tidak menganggu acara persidangan kasus perampok CIMB dan Penyerangan Mapolsekta Hamparan Perak.

Seperti yang diketahui, ketiga terdakwa tertangkap tangan oleh Tim Intel Kejatisu pada 23 Maret 2011. Dimana ketiganya sengaja mengenakan biaya lebih bagi truk yang kelebihan muatan dengan cara memaksa para supir menyerahkan uang sebesar Rp150.000 hingga Rp300.000.

Terdakwa juga tidak mencatat ke dalam buku register dan catatan ekonomi sebagai PAD Provinsi Sumatra Utara. Sementara itu, Benny Harahap selaku tim kuasa hukum ketiga terdakwa meminta seharusnya jaksa lebih tepat waktu dalam kehadiran sehingga persidangan bisa lebih cepat dan efisien.(rud)

Dugaan Korupsi Politeknik Medan Tersangka Segera Ditahan

MEDAN- Tersangka dugaan korupsi proyek pengadaan alat peraga laboratorium Teknik Elektro Politeknik Negeri Medan (Polmed) senilai Rp4,5 miliar segera ditahan.

“Tersangka kasus ini berinisial SS pasti akan ditahan, jika pemeriksaan saksi dan barang bukti hasil penyidikan pihak Direktorat Reskrimsus sudah kuat,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut AKBP Heru Prakoso, Kamis (23/6).

Saat ini, untuk mengarah ke penahahan tersebut, pihak penyidik Tipikor Direktorat Reskrimsus (Dit Reskrimsusu) Poldasu tengah melengkapi berkas-berkas tersangka antara lain, pemanggilan para saksi dan mencari bukti-bukti pendukung lainnya.

“Dari keterangan saksi yang diperiksa nanti dan bukti yang dikumpulkan semakin menguatkan dugaan kita, tersangka bakal segera ditahan,” tegasnya.

Sebelumnya, Dit Reskrimsus Polda Sumut telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat peraga laboratorium Teknik Elektro Politeknik Negeri Medan (Polmed) senilai Rp4,5 miliar lebih.
Penetapan tersangka tersebut, berdasarkan keterangan para saksi dan barang bukti yang telah disita. Saksi-saksi yang diperiksa antara lain, panitia dan rekanan proyek. Sementara barang bukti yang disita yaitu, satu paket alat peraga, robot tika tiga item, mikrowelle, network analyzer (untuk menangkap sinyal) serta dokumen yang berkaitan.
Dan semakin diperkuat dengan adanya audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumut yang menyebutkan, proyek tersebut mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp2,1 miliar, dari total Rp4,5 miliar yang dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010 tersebut.

Dalam kasus ini, pemenang tender pengadaan alat laboratorium, pendidikan bengkel jurusan elektro Polmed pada tanggal 1 Oktober 2010 adalah Herman Taker PT Astasari Sartika, membuat surat kerjasama dengan Thomas Sembiring PT Get, untuk pembelian dua set sistem kontrol mistor dan sensor robot, dua set robot sistem 4 roda dan urasonic, dua set factory pneumetic robot trainer.(ari)

Tiga Pengedar Narkoba Ditangkap

MEDAN-Abdul Wahab, warga Jalan Letda Sujono ditangkap polisi karena mengedar dan memakai ganja di rumahnya, Rabu (22/6), sekira pukul 16.00 WIB. Dari tersangka polisi menyita 1 ons ganja kering, kertas tiktak. Tersangka Abdul Wahab membantah sebagai pengedar dan pemakai.

Karyawati PT Ayu, Andrayani (40), warga Dusun 17 Klumpang Kebun Kecamatan Hamparan Perak juga ditangkap polisi karena mengedarkan sabu-sabu, Rabu (22/3) sekitar Pukul 20.00 WIB. Tersangka diamankan di kediamannya yang berada di Dusun 17 Klumpang Kebun Kecamatan Hamparan Perak. Barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan tersangka, 4 bungkus sabu-sabu, uang Rp235.000 serta 180 buah plastik kecil.

Pengakuan tersangka, Andrayani (40) dia nekat menjadi pengedar karena kesulitan ekonomi. ‘’Saya jual sabu-sabu karena kebutuhan ekonomi yang mendesak, bang,’’ ujarnya.

Selain itu polisi juga berhasil menangkap tersangka pengedar daun ganja kering, Erwinsyah (31), warga Lingkungan II Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli. Tersangka diamankan saat menunggu pembeli di pinggir rel Lingkungan II Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli. Kamis (23/6) sekitar pukul 14.30 WIB.

Barang bukti yang berhasil disita dari tersangka berupa 11 amplop besar daun ganja kering, 32 amplop kecil daun ganja, 50 gram daun ganja yang belum dibungkus yang masih di dalam mangkok dan juga uang sebesar Rp10 ribu hasil penjualan daun ganja.

Pengakuan tersangka Erwinsyah (31) dikantor polisi, dia membeli ganja tersebut dari Bambang, temannya. Dia menambahkan daun ganja tersebut dijualnya dengan harga Rp5.000 per amplop kecil dan Rp10.000 per amplop besar. (mag-11/ari)

Ditetapkan Tersangka, Edy Zalman Terkejut

Dugaan Korupsi di Bina Marga Medan

MEDAN-Mantan Kepala Dinas Bina Marga Medan, Gindo Maraganti Hasibuan serta Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Medan Edy Zalman Syahputra, yang ditetapkan sebagai tersangka dugaanmelakukan tindak pidana korupsi pengadaan alat-alat berat di Dinas Bina Marga Medan tahun anggaran 2009, dengan nominal sebesar Rp2 miliar oleh Tipikor Poldasu, bisa saja ditahan.

“Sampai saat ini kita terus mengumpulkan barang bukti serta saksi-saksi lainnya. Jika nanti telah lengkap, maka bukan tidak mungkin pelaku korupsi itu akan ditahan,” tegas Kepala Bidang Humas Poldasu, Drs Raden Heru Prakoso di Mapoldasu, Kamis (23/6).

Sementara itu, Edy Zalman yang dikonfirmasi Sumut Pos mengenai status tersebut mengaku terkejut. Dia tidak percaya, kalau dirinya bisa ditetapkan sebagai tersangka.

“Semua proyek itu, tidak ada tandatangan saya. Jadi, bagaimana ada kerugian negara,” jawabnya.
Saat dipertegas, tidak mungkin pihak Tipikor Poldasu menetapkan seseorang menjadi tersangka, jika tidak dilengkapi dengan barang bukti dan keterangan saksi-saksi yang menguatkan tindak pidana korupsi, Edy Zalman tampak tertegun dan manggut-manggut. “Iya sih, memang tidak mungkin polisi asal-asalan menetapkan tersangka,” akunya.
Edy juga merasa heran karena ada satu orang lagi yang tidak ditetapkan tersangka oleh Poldasu. Padahal, ada tiga orang lainnya yang dipanggil untuk memberikan keterangan yang sama mengenai persoalan itu.(ari)

Massa Nyaris Bentrok dengan Karyawan PTPN II

HAMPARAN PERAK- Massa petani yang tergabung dalam Badan Penunggu Rakyat Petani Indonesia (BPRPI) nyaris bentrok dengan karyawan PTPN II, saat karyawan PTPN II Kebun Klumpang Kebun Simpang Beringin, Kecamatan Hamparan Perak melakukan pembersihan lahan, Kamis (23/6).

Salah seorang pengurus BPRPI Kebun Klumpang dan Klambir Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang, Gatot Syahrun mengatakan kegiatan pembersihan lahan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

“BPRPI sebenarnya ingin menagih hak atas tanahnya berdasarkan akte Van Consesi 1877 hak tanah yang dimenangkan BPRPI pada tahun 2002 dari mulai Sei Wampu hingga sungai Ular, sepanjang 1.000 hektar, jadi apabila dilakukan pembersihan kami tidak terima, ini sama saja merebut hak tanah orang lain,”ujarnya.

Menurutnya, massa BPRPI berkumpul di lokasi guna berjuang bersama untuk pengembalian hak atas tanah tersebut. Soal tanah yang diduduki masih bersertifikat HGU 108 Kebun Klumpang, Gatot menyatakan, berdasarkan akte Van Consesi tersebut tidak ada cerita soal HGU.

Manajer PTPN II Kebun Klumpang, Chaidir Siregar melalui Papam Nurlan membantah pihaknya mengerahkan preman bayaran guna melakukan okuvasi, melainkan mengerahkan karyawan lain satu PTPN II. ”Kami tidak ada membayar preman untuk mengusir mereka,”ujarnya. Menurutnya, sebelumnya pihaknya sudah berkoordinasi dengan Muspika Hamparan Perak. (mag-11)

Hari Ini, Pelantikan DPC PPP Kota Medan Target Menang di Pemilu 2014

MEDAN- Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Medan periode 2010-2015 dijadwalkan dilantik di Hotel Madani Medan, Jumat (24/6).

“Acara pelantikan dimulai pukul 19.30 WIB,” ujar Ketua DPC PPP Kota Medan, Aja Syahri didampingi wakil sekretaris M Hanafi Nasution dan wakil bendahara Ghafar Iriansyah kepada wartawan di kantor DPC PPP Kota Medan, Rabu (22/6). Pelantikan kepengurusan DPC PPP Kota Medan tersebut akan dirangkai dengan pelaksanaan Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) yang akan dilangsungkan di Asrama Haji Medan, Minggu (26/6).

Mukercab itu sendiri, menurut Aja Syahri, akan dihadiri seluruh unsur pengurus DPC PPP Kota Medan, para ketua dan sekretaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) PPP dari 21 kecamatan se-Kota Medan, serta organisasi-organisasi sayap partai.

“Dalam mukercab kita akan membahas program kerja DPC ke depan sekaligus up grading atau penambahan wawasan para kader di DPC dan PAC. Dari sana kita akan mengetahui tugas dan tanggung jawab masing-masing kita sebagai kader,” ujar Aja Syahri.

Ketika ditanya program kerja yang menjadi prioritas, ia menyebutkan bahwa PPP Kota Medan menargetkan menjadi pemenang Pemilu 2014. “Untuk itu kita akan bekerja keras membuat program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.(her)