28 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 15001

PMII Dukung Plt Gubsu

MEDAN- Anggota yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumut menyatakan sikap mendukung Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho membentuk pemerintahan yang bersih.

Pernyataan tersebut secara langsung diungkapkan Sekretaris Umum PMII Sumut Hasan saat menggelar aksi di depan Gedung DPRD Sumut sekira pukul 12.30 WIB. “Kami menyatakan, meminta kepada Plt Gubsu untuk menciptakan pemerintahan yang baik alias ‘Good Government’ tanpa mendahulukan kepentingan kelompok,” tegasnya.

Selain itu dalam orasinya PMII Sumut juga menyatakan sikap kepada Plt Gubsu untuk merealisasikan visi misi Gubsu. “Kita juga berharap dan meminta kepada Plt Gubsu untuk tetap menjalankan pemerintahan yang baik. Plt Gubsu juga diharapkan tidak melakukan potong kompas dalam mengambil kebijakan untuk melanjutkan pembangunan Sumut ke depan,” ujar Hasan.

Pernyataan sikap PMII Sumut ini juga ditambah dengan harapan kepada DPRD Sumut dalam mendukung pemerintahan yang bersih yang saat ini sedang dibentuk Plt Gubsu.

Menurut Hasan, aksi ini merupakan aksi damai yang ditujukan dan diperuntukkan untuk mengkritisi kinerja pemerintah agar menerapkan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. “Hal ini penting untuk mendukung percepatan proses pembangunan yang merata dan berkeadilan. Permasalahan yang kompleksitas di masyarakat harus mampu segera dicarikan solusinya dengan arif serta bijaksana,” tuturnya.

Aksi ini diterima langsung oleh anggota DPRD Sumut Komisi A Syamsul Hilal yang menyatakan, peran mahasiswa memang sangat diperlukan dalam memberantas mafia. “Dalam menjalankan program kerja dan menghasilkan kinerja sesuai dengan yang diharapkan, mahasiswa harus bersama-sama dengan DPRD Sumut mengontrol hal itu. Karena Plt Gubsu juga sempat berjanji untuk memberantas KKN,” terangnya.

Atas pernyataan Syamsul tersebut, yang dirasakan peserta aksi hanya berupa jawaban normatif, Hasan kembali berorasi yang menyatakan, pihak eksekutif dan legislative di Pemprovsu tak setuju pembentukan pemerintahan yang bersih yang coba dibentuk Plt Gubsu beberapa waktu belakangan. “Hak interpelasi yang diajukan DPRD Sumut dalam waktu dekat merupakan satu bukti mereka tak mendukung perubahan menuju yang lebih baik tersebut,” tegasnya.

Setelah berorasi di DPRD Sumut, PMII Sumut beralih menuju Kantor Gubsu di Jalan Diponegoro Medan. Namun, di Kantor Gubsu, PMII hanya ditemani pihak kepolisian. (*/ari/saz)

Modem Hanya Rp199 Ribu

Millennium Gadget Expo 2011
Plaza Millennium, 5 Juli – 10 Juli 2011

MEDAN – Hari ke tiga pelaksanaan Millennium Gadget Expo 2011  (MGE2011), pengunjung semakin ramai. Sebab, semakin banyak penawaran menarik yang bisa didapat pelanggan pada kesempatan ini. Mulai dari promo harga murah, hingga banjir hadiah.

Tidak hanya produk handphone, produk gadget lainnya bisa didapat dengan harga istimewa. Seperti, PC tablet, notebook, smartphone, modem dan sebagainya. Untuk modem, bisa didapat dengan harga Rp199.000, Tablet PC hanya Rp 2,5 juta.
Machruzar selaku Marekting Manger Plaza Millenium menjelaskan bahwa Plaza Millenium telah mengagendakan event Pameran Akbar seperti ini setiap setahun sekali.

‘’Untuk kali ini sengaja kita mengambil tema Gadget dalam pameran ini. Hampir seluruh masyarakat sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Gadget. Sekaligus juga event ini mengkampanyekan Plaza Millenium sebagai pusat penjualan berbagai perangkat Gadget baik itu komputer, PC Tablet, Notebook, Handphone, smartphone dan perangkat lainnya,”ujarnya.

Sengaja dipilih tanggal 5-10 Juli, lanjutnya, selain bertepatan dengan jadwal liburan anak sekolah juga sebagai ajang memeriahkan Hari Jadi Kota Medan ke -421 yang bertepatan jatuh pada tanggal 1 Juli kemarin.

“Panitia telah menyiapkan beberapa hadiah menarik untuk pengunjung yang berbelanja di rena pameran selama pameran berlangsung. 3 unit Blackberry dan puluhan HP telah disiapkan sebagai Gran Prize yang akan dilakukan pengundiannya di hari terakhir pameran. Setiap hari pengunjung dapat mengikuti lelang produk untuk kegiatan amal. Lelang akan dimulai dari harga terendah yaitu Rp20.000, total penjualan lelang ini nantinya akan disumbangkan ke panti asuhan.

Setiap hari pengunjung juga akan disuguhkan penampilan Live Music Akustik Band dan program-program menarik lainnya seperti Happy Shopping dan khusus bagi pengunjung yang berbelanja di arena pamaran juga berhak mendapatkan soft drink gratis dari coca-cola, yang lebih menarik lagi di pameran iniharga produk termurah adalah Rp150.000. untuk lebih meramaikan pada hari terakhir akan digelar pertandingan lomba foto yang akan diikuti oelh kurang lebih 50 orang Foto grafer Millenium Gadget Expo 2011 silahkan mengunjungi website yang telah disediakan si www.milleniumge2011.com “ kata Machuzar saat melakukan peninjauan  terakhir satu hari sebelum kegiatan.

Total peserta yang turut serta meramiakan even ini sebanyak 28 merk dan itu mencapai target occupancy yang diharapkan. Adapun produk-produk yang turut serta diajang pamaran ini yaitu: Ipad, BlackBerry, Indigo, Samsung, HT Mobile, Tenova, Tiger, Ilexus, Aego, Cross X, CSL Blueberry, Taxco, Pixcom, Dezzo, Titan, L-Stair Mobile, Nexian, K-Touch, Vitell, IBC modem, XXX Com dan Philips Mobile selain produk Smartphone juga ada peserta dari jajaran operator yaitu Esia, Felxi, Indosat dan Smartfren.

Jadi tunggu apalagi buruan segera ke Plaza Millenium Jalan Kapten Muslim No 111 Medan dan dapatkan produk-produk idaman anda disini dengan harga terjangkau. (sih)

SMA Plus Muhammadiyah Medan Terima Siswa Baru Gratis

MEDAN-SMA Plus Muhammadiyah Medan menerima pendaftaran gratis bagi siswa baru untuk tahun ajaran 2011/2012. Penerimaan siswa baru tersebut dilakukan secara dua tahap, yakni tahap pertama pada 31 Mei-13 Juli, sedangkan tahap kedua pada 14 Juli-19 Juli 2011 mendatang.

Kepala SMA Plus Muhammadiyah Medan Suheri Harahap MSi mengungkapkan, syarat-syarat pendaftaran yang harus dilengkapi calon siswa yakni mengisi formulir pendaftaran, foto copy raport kelas VII hingga IX, pas photo berwarna 3X4 sebanyak empat lembar dan surat keterangan berkelakuan baik.

“Sedangkan tempat pendaftaran langsung di Gedung SMA Plus Muhammadiyah Medan Jalan Flamboyan Raya Lr KH Ahmad Dahlan No 22 Kelurahan Selamat Kecamatan Medan Tuntungan,” paparnya didampingi Pembina Utama dan Manajemen SMA Plus Muhammadiyah Medan Ir H Kamaluddin Harahap MSi dan Drs Hm Jaginduang Dalimunthe, serta Wakil Bendahara Syarmadan SSOs, Kabag Litbang Anang Anas Azhar MA dan Kabag Humas Jamaluddin SPd, Kamis (7/7).

Lebih lanjut, Suheri menjelaskan, pada penerimaan siswa baru ini akan dilakukan seleksi. Materi seleksi yang akan dilakukan, diantaranya seleksi administrasi, akademis, psiko test, baca Al Quran, kesehatan dan kesemaptaan jasmani. “Pengumuman hasil seleksi akan digelar pada 20 Juli 2011 pukul 14.00 WIB. Untuk itu, kami mengajak masyarakat Sumut untuk segera mendaftaran diri sebagai siswa baru SMA Plus Muhammadiyah Medan. Apalagi bagi 30 siswa kurang mampu tapi berprestasi, pihak sekolah tak akan memungut biaya.

Suheri mengutarakan, SMA Plus Muhammadiyah Medan yang diresmikan Panglima ABRI Jenderal Faisal Tanjung pada 26 Desember 1997 ini didirikan untuk meningkatkan motivasi  terhadap laju IPTEK  “Untuk itu, visi SMA Plus Muhammadiyah Medan bertekat menyiapkan siswa agar percaya diri, berwawasan kebangsaan, berilmu amaliyah dan beramal ilmiah dalam rangka memikul amanah kepemimpinan bangsa di masa depan,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Suheri menegaskan komitmennya selaku kepala sekolah untuk membangkitkan kejayaan SMA Plus Muhammadiyah Medan yang memiliki jati diri sebagai sekolah favorit dan terdepan di Sumut. “Misi SMA Plus Muhammadiyah Medan yakni memodifikasi dan melaksanakan kurikulum nasional, menerapkan Metode Drill, dan membekali siswa dengan bahasa Inggris, Arab,

Mandarin dan Jepang. Selain itu, membentuk kesehatan fisik jasmaniah siswa melalui olahraga seprti renang dan bela diri, serta memberikan pengetahuan dasar tentang kepemimpinan, organisasi dan komputer, serta mempelajari Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai bagian dari pendidikan terpadu,” ujarnya seraya menyebutkan motto SMA Plus Muhammadiyah Medan yakni ‘Unggul Dalam Ilmu, Anggun Dalam Moral.’

Sehingga tak heran, siswa SMA Plus Muhammadiyah Medan meraih sejumlah prestasi, diantaranya Juara I Komite Putra Piala Kapoldasu, Juara I Pidato Bahasa Indonesia Satu Abad Soekarno, Juara I Kompetisi Fisika UMA Medan, Juara II Cerdas Cermat Matematika UMA Medan dan juara I Pidato Bahasa Inggris USU Medan.

Kemudian, Juara I Gartasis Award, Juara I dan II Visualisasi Puisi USU Medan, Juara I Pidato Bahasa Jepang se-Sumut, Juara I Rancang Poster tingkat SMU Dinas Pariwisata, serta Juara II Kaligrafi Jepang USU Medan. (*/saz)

Rahmat Shah: Agama, Filter Globalisasi

MEDAN – Anggota DPD RI DR H Rahmat Shah mengungkapkan keyakinannya akan peran penting agama sebagai filter bagi fenomena globalisasi yang kini hadir di setiap sudut geografis dan setiap sektor serta lini kehidupan masyarakat Indonesia.

Namun, Rahmat menandaskan bahwa diperlukan pemahaman agama yang tepat sekaligus pengamalan agama tersebut secara utuh dan konsisten agar peran dan pengaruh agama dapat dirasakan oleh masyarakat  dan umat.

Hal tersebut disampaikan Rahmat melalui Staff Ahli DPD RI Bechta Perkasa Asky, MA, yang hadir dalam acara launching Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (GEMMAR MENGAJI) sekaligus pembukaan Festival Anak Sholeh Indonesia(FASI) ke-VIII, diselenggarakan di komplek Asrama Haji Medan, Senin (06/07) .

Rahmat yang dibesarkan oleh keluarga yang agamis dan orang tua hafiz al Quran, mengapresiasi upaya yang digagas oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Sumatera Utara berupa Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji dan mengakui kepentingan gerakan ini sebagai salah satu upaya untuk membentuk mental spiritual serta karakter dan budaya generasi muda bangsa.

Di sisi lain Rahmat juga menghargai kegiatan Festival Anak Sholeh yang dimotori oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) yang dalam kesempatan pembukaan festival tersebut, dihadiri oleh Pimpinan Pusat BKPRMI, Ustadz H Ali Muchtar Ngabalin.

Lebih jauh Rahmat mengingatkan bahwa tanpa adanya dukungan dan partisipasi dari segenap pihak serta masyarakat maupun umat, maka gerakan ini hanya akan terhenti pada pelaksanaan seremonial belaka.

Untuk itu, sambung Rahmat, pihak Kantor Wilayah Kementerian Agama  Provinsi Sumatera Utara harus bekerja ekstra keras untuk melakukan upaya sosialisasi gerakan tersebut melalui jalur para dai dan penceramah agama serta melalui lembaga-lembaga pendidikan yang ada maupun lembaga lainnya.

Rahmat mengharapkan agar momen bernuansa keagamaan ini dapat menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam Sumatera Utara untuk dapat menguatkan silaturahmi dan membangun kebersamaan ataupun sinergitas untuk upaya-upaya mengisi pembangunan bangsa dan negara serta umat dengan hal-hal yang positif.

Kegiatan launching Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (GEMMAR MENGAJI) serta Festival Anak Sholeh ke-VIII kali ini mengambil tema “Menumbuhkan Semangat Cinta Pemahaman dan Pengamalan Nilai-nilai Alquran dalam Rangka Membentuk Akhlak Mulia dan Memperkokoh Karakter Budaya Bangsa. Acara ini dihadiri oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Prof Dr H Nasaruddin Umar, MA, Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nogroho, Direktur Penerangan Agama Islam serta Pimpinan Pusat BKPRMI, serta unsur Muspida Provinsi Sumatera Utara. (*/ila)

Titikberatkan Program Dakwah dan Kaderisasi

Besok, Pelantikan Pemuda Muhammadiyah Sumut

MEDAN-Pengurus Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumut Periode 2011-2014 akan dilantik oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah DR Saleh P Daulay MAg MHum MA di Hotel Madani Medan, Sabtu (9/7) malam.

Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumut Ihsan Rambe SE MSi menjelaskan, pelantikan tersebut dibarengi dengan Orasi Ilmiah dari Dr Rizal Ramli yang merupakan mantan Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan di era Presiden Almarhum Abdurahman Wahid. “Sedangkan Pengurus Pemuda Muhammadiyah Sumut yang akan dilantik berjumlah 29 orang.

Kami akan mengemban amanah kepemimpinan Pemuda Muhammadiyah di Sumut untuk empat tahun ke depan,” ungkapnya didampingi Sekretaris Adrizal SH, Bendahara Zulasfan Tupti SE MSi, Wakil Ketua Sa’adi SP, Ketua dan Sekretaris Panitia Bakhtiar A Sibarani dan M Abrar Parinduri MA dan Wakil Ketua Infokom Jamaluddin SPd di Kantor PW Pemuda Muhammadiyah Sumut Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumut Jalan Sisingamangaraja No 136 Medan, Kamis (7/7).

Lebih lanjut Ihsan mengutarakan, kepemimpinan Pemuda Muhammadiyah Sumut ke depan akan menitik beratkan program dan kegiatan pada bidang dakwah dan kaderisasi. Karena kedua bidang ini menruut Ihsan merupakan nafas bagi setiap organisasi kepemudaan Islam. “Meski demikian, bidang-bidang lainnya akan menjadi back up gerakan dakwah dan kaderisasi. Program-program untuk pencerahan, peningkatan rasa kepedulian, kesejahtreaan dan kemandirian umat akan di gelar secara rutin,” paparnya.

Pada kesempatan sama, Ihsan yang juga merupakan kandidat Doktor dari UIN Jakarta menyampaikan undangan dapat hadir langsung pada acara pelantikan tersebut kepada seluruh Kader Pemuda Muhammadiyah di Kota Medan dan sekitarnya, Ayahanda Muhammadiyah, Ibunda Aisyiyah dan Pimpinan Ortom Muhammadiyah yakni dari Nasyiyatul Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Hizbul Wathan dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah, jika belum menerima atau belum sampai undangannya. “Kita berharap seluruh elemen organisasi Muhammadiyah turut hadir dalam pelantikan Pemuda Muhammadiyah Sumut,” harapnya. (*/saz)

Undang Para Pejabat agar Renovasi Cepat Selesai

Kisah ‘Keringat’ Zainuddin MZ di Masjid Fajrul Islam

Di depan rumah KH Zainuddin MZ terdapat masjid yang cukup megah. Dulu kondisinya tak semegah sekarang. Renovasi tempat ibadah itu diprakarsai Zainuddin. Alasannya, dia malu rumahnya lebih megah daripada masjid tersebut.

Fajrul Islam, nama masjid itu, berada di tengah gang yang lebarnya hanya sekitar empat meter. Bangunannya paling megah jika dibandingkan dengan rumah-rumah di sekitarnya, di Jalan Gandaria Gang H Aom, Jakarta Selatan.

Warga yang tinggal di sekitar masjid itu pasti tahu betul bahwa bangunan tersebut identik dengan dai kondang KH Zainuddin MZ. Apalagi, masjid tersebut berada di depan rumah Zainuddin. Tak sampai 20 meter jaraknya.

Masjid itu merupakan renovasi dari masjid lama yang dibangun pada 1990. Zainuddin-lah yang memutuskan untuk membongkar total masjid tersebut karena sungkan rumahnya ternyata jauh lebih bagus.  “Rumahku kok lebih bagus daripada masjid ya,” kata Zainuddin kala itu awal 2000 sebagaimana ditirukan Sudalno, pembantunya. Lantaran merasa tidak pantas rumahnya lebih bagus daripada masjid itu, Zainuddin merenovasi Masjid Fajrul Islam pada 2004.

Ketika awal-awal akan merenovasi masjid itu, Zainuddin paham bahwa biaya  yang dikeluarkan pasti akan besar.

Saat itu Zainuddin sempat menghitung dan memperkirakan butuh duit sekitar Rp3,6 miliar Lantas, bagaimana cara Zainuddin mengumpulkan uang sebanyak itu” H Fatullah Zailani, anak angkat Zainuddin, menceritakan bahwa salah satu cara yang dilakukan ayah angkatnya adalah mengundang para pejabat dan figur publik untuk datang ke masjid tersebut.

Itu dilakukan setiap ada peringatan hari besar Islam. Para pejabat dan figur publik itulah yang akhirnya ikut menyumbang untuk renovasi. “Tapi, dana dominan masih dari Pak Kiai (Zainuddin),” imbuhnya.

Salah seorang pejabat yang diundang datang ke masjid itu adalah Jusuf Kalla ketika menjadi wakil presiden. “Gubernur Jakarta Fauzi Bowo juga pernah datang,” ujarnya. Meski cukup banyak pejabat dan figur publik yang datang ke masjid itu, bantuan dana tetap tidak lancar. Sebab, tidak semua yang datang ikut menyumbang.

Masjid itu mulai direnovasi pada 2004 dan kelar empat tahun kemudian (2008). Biayanya pun membengkak. Jika awalnya diperkirakan menelan dana sekitar 3,6 miliar, ternyata renovasi itu menghabiskan Rp 5 miliar. Lamanya proses renovasi, kata Fatullah yang juga sekretaris Masjid Fajrul Islam, tidak disebabkan masalah dana. Tapi, itu terjadi karena ulah kontraktor.

Kini Masjid Fajrul Islam sudah berdiri megah. Pada Maret 2010, masjid itu diresmikan Gubernur Jakarta Fauzi Bowo. Jika dulu hanya mampu memuat sekitar 600 jamaah, kini Masjid Fajrul Islam bisa menampung lebih dari seribu jamaah.

Kombinasi warna kalem hijau dan biru tampak enak dipandang. Lantai dasar masjid tersebut berfungsi sebagi tempat pertemuan. Karena bukan ruangan utama ibadah, tidak banyak ornamen yang dipasang untuk memperindah. Ruangan tersebut dibiarkan lapang tanpa karpet untuk beribadah. Di belakangnya terdapat tempat wudu pria dan wanita.

Untuk memasuki ruang ibadah utama, jamaah harus menaiki tangga. Terdapat empat pilar berdiameter sekitar 80 cm yang menopang kubah utama. Jendela besar dengan kaca berwarna-warni menambah kesan indah. Ukurannya yang besar membuat suasana masjid menjadi adem ketika semua jendela dibuka lebar.

Tidak hanya itu, bagian dalam kubah yang dilukis bermotif awan tersebut menjadi enak dipandang. Berbagai kaligrafi bertulisan Arab berwarna-warni menimbulkan efek elegan. “Sekarang masjidnya jauh lebih indah daripada rumah kami, seperti diharapkan ayah kami,” tutur Fatullah.

Namun, kata Fatullah, mimpi Zainuddin tidak berhenti sampai di situ. Ada mimpi besar lainnya, yakni ingin membangun kawasan sekitar masjid menjadi kompleks pendidikan Islam terpadu seperti pondok pesantren. Saat ini, lanjut dia, konsep realisasi pendidikan itu mulai dilakukan.

Rencananya, masjid tersebut akan dikelilingi lembaga sekolah, mulai SD, SMP, hingga SMA. Saat ini Zainuddin sebenarnya sudah memiliki dua sekolah, yakni Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah Nurul Falah. Namun, tata letak keduanya belum sempurna betul di samping masjid.

Ada cerita tersendiri mengenai sekolah dan masjid tersebut. Fatullah yang ikut Zainuddin sejak kecil itu mengatakan, dua hal tersebut yang bisa membuat ayahnya mendapat julukan dai sejuta umat. Kalau masjid dibangun pada 1990, dua sekolah itu dirintis sejak 1973. “Sebelum di dunia dakwah, pendidikan adalah dunia Kiai,” ungkapnya.

Anak pertama Zainuddin M.Z. Fikri Haikal menambahkan, cita-cita ayahnya itu yang kini harus dilanjutkan. Bagi dia dan adik-adiknya, bisa jadi hal itu bukan merupakan persoalan yang susah. Sebab, grand design kompleks pendidikan tersebut sudah ada. “Ayah ingin sekali memiliki pesantren, giliran kami yang akan meneruskan,” ucapnya.

Si sulung itu juga paham betul bahwa ayahnya juga menginginkan ada rumah atau asrama bagi para santri kelak. Termasuk menjadikan pendidikan terpadu itu sebagai tempat berkumpul para kiai. Dengan begitu, pengaderan bisa dilakukan lebih sistematis. “Termasuk kalau wafat, kiai dimakamkan di sini (Masjid Fajrul Islam),” ujarnya. Dan jenazah Zainuddin kemarin memang dimakamkan di kompleks masjid tersebut.

Kapan semua itu bisa diwujudkan” Fikri tidak tahu persis. Selain masih dalam kondisi berkabung, dia tahu betul bahwa mewujudkan kompleks pendidikan terpadu ala pesantren modern itu tidak mudah. Buktinya, hingga kini ayahnya belum berhasil mewujudkan itu. “Ayah bilang, membuat pesantren itu tidak semudah membalik telapak tangan,” tuturnya. (c4/kum/jpnn)

Widy Viera Diculik dan Diperkosa

Vokalis band Vierra, Widi Soediro Nichlany tiba-tiba tak diketahui keberadaannya Rabu (6/7) dini hari. Kepanikan seluruh personel Vierra dan teman dekat pelantun Jujurlah Padaku makin menjadi manakala semua alat komunikasi Widy, termasuk Blackberry miliknya tak aktif.

Isu tak sedap pun muncul, Widy telah diculik dan diperkosa sekelompok pemuda di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu dinihari. Sibuk dicari orang, Widy malah mendatangi Polres Jakarta Selatan. Setelah itu dia menuju RSCM untuk cek visum.

Kabar hilangnya Widy pertama kali tersebar dari keyboardis Vierra, Kevin Apriliano. Dari statusnya di twitter, Kevin panik dan kebingungan mencari keberadaan Widy  Nah, anehnya saat sibuk dicari orang, di pagi hari Widy malah nongol mendatangi bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Polres Jakarta Selatan.

Selanjutnya Widy terlihat keluar dari Polres Jaksel bersama dua temannya sekitar pukul 09.30 WIB. Penyanyi yang pernah bikin heboh karena foto syur dengan pacarnya beredar di internet itu menyangkal menjadi korban tindak asusila.

“Nggak ada, ngapain juga,” tampik Widi yang mengenakan kemeja putih dan celana cokelat serta terlihat lusuh kurang tidur.

Dara bertubuh tinggi langsing itu berkilah, kedatangan ke Polres hanya untuk menemani kawan yang hendak membuat laporan. “Bukan aku. Ini teman aku. Aku cuma bantu saja,” ujarnya.
Misteri berlanjut manakala Widy diketahui pergi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah mendapatkan surat pengantar visum dari Polres Jaksel.

“Ya konsultasi mengenai tindak pidana pastinya, tapi belum tau apa. Ya dia minta surat pengantar untuk visum,” ucap salah satu petugas di Polres Jaksel yang tidak ingin disebutkan namanya.
Manajer Vierra, Ario langsung membantah kabar Widy telah diculik dan diperkosa. Katanya, Widy tidak pernah hilang dan dalam keadaan sehat walafiat
“Dia baik-baik saja.

Saya juga baru denger (kabar Widy menghilang), makanya saya mau tanya Kevin ada apa?” ungkap Ario saat dihubungi wartawan.
Ario bahkan menyampaikan kalau Widy tidak sadar kalau sedang dicari-cari oleh Kevin dan personel lain. (bcg/rm/jpnn)

Gardu Induk Rusak, Listrik Padam

MEDAN-Pemadaman listrik di wilayah Kota Medan akhir-akhir ini sering terjadi. Bahkan Rabu sore (6/7) kemarin sempat terjadi pemadaman selama beberapa jam.
Pemadaman terjadi sekitar pukul 15.30 WIB hingga pukul 18.30 WIB. Kemudian, kembali mati lampu sekira pukul 19.45 WIB dan lampu baru menyala pukul 20.45 WIB.

Sedangkan kawasan yang mengalami mati lampu kemarin itu terjadi di kawasan Jalan Menteng, Johor, Delitua, Namorambe, Amplas dan sejumlah kawasan lainnya. Masyarakat yang rumahnya terkena pemadaman lampu tentu saja merasa kecewa.

“Kalau saya hitung-hitung, beberapa bulan terakhir ini memang sering mati lampu di wilayah saya. Paling sering mati lampu di siang sore atau malam hari. Seperti Rabu malam kemarin juga mati lampu tiba-tiba. Kami sebagai konsumen PLN tentu saja merasa kecewa,” ujar Afsah, ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Menteng Medan ini.

Asisten Manager Tekhnik PLN Cabang Medan Effendi Limbong yang dikonfirmasi wartawan koran ini mengatakan, mati lampu yang terjadi pada Rabu malam kemarin akibat indikasi kerusakan peralatan Gardu Induk di Denai Medan. “Gardu Induk di Denai mengalami kerusakan sekitar pukul 15.30 Wib makanya kami padamkan lampu beberapa jam. Pemadaman itu kami lakukan agar tidak terjadi gangguan yang lebih besar lagi,” kata Effendi.

Akibat kerusakan itu, lanjut Effendi, maka tim tekhnik Cabang Medan langsung melakukan upaya perbaikan secepat mungkin sehingga lampu kembali normal sekitar pukul 18.30 Wib. “Saat listrik sudah kembali normal kami perbaiki, memang terjadi pemadaman lagi sekitar pukul 19.45 Wib. Ini diakibatkan terjadinya penurunan daya listrik secara tiba-tiba (defisit) di mesin pembangkit GT Belawan. Dan baru normal pukul 20.45 Wib (kemarin,Red),” kata dia.

Sedangkan pemadaman yang sebelumnya sering terjadi di Kota Medan, Effendi mengatakan hal itu disebabkan karena dua faktor. Faktor pertama yakni, PLN melakukan pemeliharaan jaringan pada ranting cabang masing-masing.

“Kalau faktor alam. Yakni, ada juga beberapa jaringan listrik di beberapa kawasan yang terganggu akibat cuaca hujan, mulai dari jaringan putus, trafo meledak dan lainnya,” tambahnya.
Untuk itu, Effendi mengatakan, atas nama PLN Cabang Medan ia meminta maaf kepada masyarakat Kota Medan atas ketidaknyamanan mati lampu akibat perbaikan listrik, pemeliharaan listrik maupuan akibat faktor alam,” kata dia. (ila)

Sebelum Kabur Penipu Ngajak Dugem

Korban Penipuan Rp40 M Ramai-ramai Lapor Polisi

MEDAN- Korban penipuan yang dilakukan wanita bernama Dewi Astati (DA) ramai-ramai mengadu ke polisi. Enam warga masing-masing Ida, Richa, Nanggal, Ibu Purba dan Juli serta Aminuddin Harahap mengadu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolda Sumut dengan nomor pengaduan No Pol TBL/429/VII/2011/SPKT II, Rabu (6/7).

Juli mengaku menyetor sebanyak Rp800 juta, kemudian Ibu Purba sekitar Rp120 juta, dan yang paling banyak adalah Richa yang telah menyetor hampir Rp4 miliar.

Ida (50) menuturkan, awalnya Dwi Astati mengaku, dirinya akan berbisnis alat-alat berat. Setelah nanti bisnis berjalan, maka uang yang dipinjamkannya akan dikembalikan dengan keuntungan yang lebih besar serta pengembalian modal. Sayangnya, hingga lima kali dirinya meminta uang itu kembali, Dwi Astati selalu berkilah “Dia pinjam katanya untuk bisnis alat berat. Dan janjinya, akan dikembalikan bulan Maret.

Setelah bulan Maret, saya tagih. Sudah lima kali saya tagih tapi katanya ditunda sampai bulan April. Waktu bulan April, saat ditagih ternyata dia (Dwi Astati, Red) sudah lari. Ini kuitansi yang Rp50 juta, nanti kalau sudah ketangkap baru kita buka semuanya. Waktu itu juga, saat saya tagih saya diberi cek atas tandatangan dia. Ternyata waktu mau dicairkan, eh rupanya cek kosong,” ungkap perempuan berjilbab itu.

Lebih lanjut Ida menuturkan, dirinya stres jika mengingat-ingat hal itu. “Kalau mengingat-ingat jumlah yang dipinjamnya, stres saya. Jika sudah bertemu baru saya tagih,” aku Ida.
Sementara itu, korban lainnya L Br Purba (45), Purba lebih banyak diam tak banyak bicara. Sama halnya dengan Aminuddin Harahap yang tertipu Rp400 juta. Lain halnya dengan Bu Nanggal yang tertipu Rp220 juta.

Meskipun dirinya juga menjadi korban, tapi terlihat tetap tegar dan selalu tersenyum. “Saya dengar, ada satu korban yang telah menginvestasikan sebesar Rp11 miliar, dan kalau tidak salah juga merupakan saudaranya sekarang sudah stres. Stres memikirkan bagaimana mengembalikan uang itu. karena semua uang itu bukan hanya uangnya sendiri,” terangnya.
Sedangkan Richa yang diperkirakan telah merugi hampir Rp4 miliar, hanya bisa bersembunyi di dalam mobil di parkir Mapoldasu.

Menurut mereka, jumlah korban penipuan yang dilakukan Dwi Astati berkisar 30 orang lebih. Karena, terdengar kabar lagi, saudara-saudara para korban ini yang berada di Pulau Jawa seperti Bandung, Tangerang dan daerah lainnya juga telah mengaku dihubungi oleh Dwi Astati.

“Bukan hanya kami, masih banyak lagi yang lain. Tapi yang lain mungkin malu melaporkannya. Bahkan ada yang tertipu Rp11 miliar,” kata Ida yang dibenarkan korban lain.

Sebelumnya wanita itu bernama Melivina, warga Simalingkar juga sudah mengadu ke Malporesta Medan, Selasa (5/7). Dia mengaku mengalami kerugian mencapai Rp1,3 miliar. Sementara korban lainnya juga berniat akan melapor ke polisi.

Erna, salah seorang korban kepada Sumut Pos juga mengaku telah tertipu sebanyak Rp150 juta tersebut, kepercayaannya timbul dan bersedia menginvestasikan dana miliknya kepada DA dikarenakan, dijanjikan akan mendapat fee bulanan sebesar 3,5 persen dari total nominal yang diinvestasikan.

“Saya kenal dengan DA sejak 8 tahun lalu. Saya diajak ikut itu sejak awal tahun ini, dengan janji fee 3,5 persen setiap bulannya. Memang saya sempat beberapa kali dapat fee itu. Namun saat saya minta uang modal saya kembali di bulan April lalu, tidak dikasih DA dengan alasan akan cair secara keseluruhannya di 27 Juni 2011 lalu. Ternyata sampai sekarang tidak ada,” bebernya.

Erna yang mengaku merasa curiga sejak April bahkan telah mencari DA hingga ke rumah orangtuanya di Jalan Garu VI Gang Merbok. Bukan hanya menagih, Erna juga sempat begadang menunggu DA di rumah orangtuanya itu.

“Di rumahnya di Johor sudah entah berapa kali, ke rumah orangtuanya juga. Begadang sampai pukul 04.00 WIB pagi pun sudah. Tapi memang udah lari orangnya. Orangtua perempuan DA yakni, Siti Fatimah (SF) juga katanya pergi dengan DA,” kata ibu muda yang tinggal di Jalan Bunga Ncole Komplek Lizardi Medan Tuntungan tersebut.

Diutarakannya, Erna memberikan uang sebesar Rp150 juta untuk investasi pada bisnis yang katanya digeluti DA secara bertahap. Tahap pertama sebesar Rp10 juta, kedua Rp20 juta, ketiga Rp10 juta, keempat Rp10 juta dan terakhir sebesar Rp100 juta.

“Kalau saya secara bertahap. Yang lain tidak tahu. Yang lain juga katanya sudah keluar miliaran, dan fee yang dijanjikan oleh DA pun bervariasi tergantung dari nominal uang yang diinvestasikan. Rata-ratanya antara 3,5 persen hingga 10 persen,” cetusnya.

Sementara itu, salah seorang korban lainnya, Ida yang berprofesi sebagai pedagang mengaku, dirinya kerap kali diajak dugem oleh DA. Lokasi yang dipilih DA adalah Inul Vista. Sayangnya, Ida tidak pernah mau untuk ikut dugem.

“Beberapa kali sebelum kabur itu, saya sering diajak dugem di Inul Vista. Tapi saya tidak mau,” ungkap perempuan yang mengaku telah menginvestasikan dana sebesar Rp360 juta kepada DA.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) AKBP Prastiono menyatakan, laporan para korban akan diproses dan dilakukan penyelidikan. “Semoga kasus ini cepat terbongkar,”kata Agus.
Sementara begitu kasusnya mencuat akun facebook milik Dewi Astati langsung diperbaharui.

Foto-foto Dewi Asti yang sempat terpajang langsung dihapus dan tinggal tanda tanya. Dari hasil penelusuran wartawan koran ini di akun Dewi Astati mulai berubah sejak Selasa (5/7).

Dalam akun terakhirnya, info tentang Dewi Asti cuma tertulis jenis kelamin perempuan, Dewi hanya berbagi beberapa informasi profil dengan semua orang. Jika anda mengenal Dewi, tambahkan dia sebagai teman atau kirimi ia pesan. Semua daftar temannya juga sudah tak ada lagi. (ari/mag-7)

Inalum Diperebutkan Pengusaha

MEDAN-Kepemilikan saham sebesar 58,88 persen konsorsium Jepang yang tergabung dalam Nippon Asahan Aluminium (NAA) menjadi ‘rebutan’ banyak pihak jelang berakhirnya Master Agreement 2013. Selain pemerintah pusat, pemprovsu dan 10 pemkab/pemko di sekitar Danau Toba, sejumlah pihak swasta nasional terang-terangan menyatakan minatnya mengakuisisi saham NAA.

Jenderal TNI (Purn) Luhut B Panjaitan melalui PT Toba Sejahtera miliknya bukan satu-satunya pihak swasta yang menyatakan ketertarikannya bekerja sama dengan pemprov dan 10 pemda untuk menguasai saham NAA.

Diam-diam, sejumlah pengusaha yang menjadi anggota Asosiasi Perusahaan Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (APPLMI)n
juga berminat untuk ikut membeli saham Inalum yang selama ini dikuasai perusahaan konsorsium Jepang itu.

Ketum APPLMI Ahmad Safiun mengatakan, beberapa pengusaha yang menjadi anggota asosiasi sudah menyampaikan keinginan kepemilikan saham Inalum itu kepada pemerintah. Hingga saat ini, mereka masih menunggu kebijakan pemerintah terkait model pengelolaan Inalum pasca putus kontrak dengan Nippon Asahan Alumunium (NAA).

“Kita sudah bicara dengan pemerintah. Kita tunggu saja karena pemerintah yang punya opsi-opsi,” ujar Ahmad Safiun saat dihubungi Sumut Pos ini, kemarin (6/7).

Hanya saja, dia menyebutkan, keinginan untuk memiliki saham Inalum, tidaklah sebesar yang diinginkan Luhut Panjaitan melalui PT Toba Sejahtera, yang telah menyiapkan US$ 700 juta atau setara Rp5,95 triliun (kurs Rp8.500 per US$) untuk mengakuisisi 58,88 persen saham PT Inalum.
“Kami tidak mungkin sendirian, karena itu besar.

Jepang saja menggunakan konsorsium,” terang Ahmad. Hanya saja, Ahmad yang kemarin mengaku sedang di Bali, tidak mau menyebutkan berapa persen saham yang ingin dimiliki anggotanya. Dia juga belum mau menyebutkan ‘bendera’ perusahaan yang berminat ikut membeli saham Inalum dimaksud.

Apa motivasi ikut terlibat? Ahmad mengatakan, semua pengusaha sudah barang tentu ingin ikut terlibat. Alasannya, PT Inalum merupakan perusahaan besar dan strategis.  Dari pertimbangan bisnis, Inalum yang memproduksi alumunium itu juga punya prospek yang teramat cerah.

“Kita, di dalam negeri saja, masih sangat membutuhkan alumunium. Alumunium itu logam yang sangat dibutuhkan setelah besi. Sekarang ini, semua alat angkut menggunakan bahan alumunium karena lebih ringan dibanding besi,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, hingga saat ini kelompok kerja (pokja) penyiapan pengakhiran Master Agreement yang tugasnya mempersiapkan pemutusan kontrak dengan perusahaan Jepang Nippon Asahan Alumunium (NAA), belum pernah membahas mengenai siapa saja yang nantinya akan dilibatkan dalam pengelolaan Inalum pasca 2013. Pokja hingga saat ini masih berkutat melakukan kajian terhadap sejumlah opsi model pengelolaan Inalum pasca 2013 mendatang.

Ketua Otorita Asahan, Effendi Sirait, dalam kapasitasnya sebagai sekretaris Tim Pelaksana Pokja, kepada koran ini 1 Juli 2011 menjelaskan,  belum ada keputusan apakah nantinya akan melibatkan swasta atau tidak. Sejumlah opsi masih adalah kajian Pokja terkait siapa yang akan dijadikan mitra strategis atau mitra utama pengelolaan Inalum ke depan. Opsi-opsi itu antara lain dengan pelepasan saham perdana (IPO/Initial Public Offering), dibatasi khusus dalam negeri, pihak luar negeri diberi kesempatan, melibatkan pemda, dan atau melibatkan swasta.

Ajukan Simulasi
Keinginan pihak swasta dan pemerintah Indonesia mengakuisisi 58,88 persen saham NAA disambut baik banyak kalangan. Keinginan itu diharapkan secara nyata akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara, khususnya yang berada di sekitar PT Inalum.

Meski demikian, Ketua Fraksi PKS Hidayatullah, menegaskan agar tujuan mulia pengambilalihan saham NAA itu sesuai harapan, pihak swasta yang menyatakan keinginan bekerja sama dengan pemprov dan 10 pemkab/pemko, membuat simulasi keuntungan. Dalam simulasi harus tergambar jelas keuntungan yang akan diperoleh pemprovsu, 10 pemerintah kabupaten/kota dan dampaknya bagi masyarakat, pasca pengambilalihan pada 2013 mendatang.

“Dengan begitu, pemerintah bisa memperhitungkan keuntungannya dan mempertimbangkan apakah dengan keuntungan yang telah dihitung tadi memang layak untuk diterima,” kata Hidayatullah, kemarin (6/7).

Hingga 2013 mendatang, Jepang tepat berkuasa di PT Inalum selama 30 tahun. “Nah, jika kita harus menutupi utang dengan keuntungan dari saham yang relatif kecil selama 30 tahun mendatang lagi misalnya, kapan lagi pemprovsu dan 10 pemkab/kota merasakan keuntungan untuk mensejahterakan masyarakat sekitar,” ujar Hidayatullah.

Untuk simulasi ini, menurut Hidayatullah, semua bisa dihitung karena data-data yang dibutuhkan untuk memperhitungkan keuntungan dari saham tersebut ada di perusahaan dan di pemerintahan.
Membicarakan masalah lain, Hidayatullah mengkritisi prinsip pemerintah Indonesia yang sangat senang dengan ‘komisi.’ Menurutnya, bahan baku untuk menghasilkan lempengan alumunium ini (alumunia, red) terdapat banyak di Bumi Indonesia.

“Namun, selama ini kita mengimpornya dari Australia. Sementara, hasil pembicaraan dari sebagian orang dari PT Inalum yang sempat kami lakukan, mereka mengaku Alumunia ini memang diimpor dari Australia. Namun, ternyata Alumunia ini banyak dihasilkan di Kalimantan, dan anehnya juga diekspor ke Australia oleh Indonesia,” ungkapnya.

Ini disebabkan, tuturnya lagi, karena pemerintah kita yang doyan ‘komisi.’ “Karenanya, biar harga mahal dibeli dari luar negeri, yang penting ada komisi buat dia. Satu lagi yang menjadi permasalahan, pemerintah saat ini memang merasa untuk membuat satu pabrik penghasil Alumunia atau pabrik-pabrik lain penghasil bahan baku yang SDA-nya banyak di Indonesia ini, dirasa lebih ‘ribet’ prosesnya. Padahal jika sudah ada pabriknya, tentunya harganya akan lebih murah,” kata Hidayatullah.

Sementara itu, anggota Pansus PT Inalum dari DPRD Sumut Amsal menjelaskan, dengan menjaga kelestarian habitat hutan di sekitar PLTA, atau lebih tepatnya Sungai Asahan tersebut, maka PLTA bisa menjadi investasi yang menguntungkan bagi Pemprovsu dan 10 Kabupaten/Kota. “Karena selama debit air terjaga maka PLTA ini akan terus berjalan dan menghasilkan listrik yang cukup besar.

Nah, selama ini, listrik hasil dari PLTA digunakan lebih banyak untuk mengelola PT Inalum, baik proses penghasilan Alumunium, maupun untuk kebutuhan proyek sehari-hari. Tentunya dengan bayaran listrik yang lebih murah,” jelasnya.

Bukan tak mungkin, sambung Amsal, kita menjadikan PLTA tersebut sebagai investasi jangka panjang. Karena menurutnya, dengan menaikkan tarif listrik sesuai standar baik untuk PT Inalum maupun untuk masyarakat Sumut secara umum, merupakan pemasukan yang cukup besar dan merupakan keuntungan yang nantinya bisa dialokasikan untuk mensejahterakan masyarakat sekitar. (sam/saz)