31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 15007

SDA Kembali Pimpin PPP

BANDUNG- Setelah melalui proses pemilihan panjang dan menjenuhkan, akhirnya Suryadharma Ali (SDA) terpilih kembali sebagai Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk periode lima tahun mendatang.

SDA mengungguli dua lawannya yakni Akhmad Muqowam dan Ahmad Yani dalam pemilihan Ketua DPP PPP yang berlangsung di Hotel Panghegar, Bandung, Jawa Barat. Dalam perhitungan suara, SDA unggul telak yang disusul Ahmad Muqowam dan Ahmad Yani.
Saat penghitungan suara, para pendukung SDA terus berteriak saat nama pemimpinnya itu disebut.

Sedangkan pendukung Muqowam dan Ahmad Yani adem ayem. Setelah proses tersebut, para muktamar akan memilih 8 anggota formatur.
Sesuai dengan jadwal, rencananya Rabu (6/5) Ketua DPP PPP terpilih akan menyampaikan pidatonya di hadapan kader PPP yang hadir.
Seperti diketahui jumlah suara yang diperebutkan ketiga kandidat ketua DPP adalah 1.184 yang terdiri dari 33 DPW dan 497 DPC.  Saat pemilihan ada saja tingkah polah peserta muktamar untuk mengatasi kejenuhan.  Soalnya setiap DPW  dan DPC yang memiliki hak suara, sehingga menyita banyak waktu.(net/jpnn)

Nazaruddin Menghilang dari Singapura

JAKARTA- Perburuan M Nazaruddin ke Singapura memasuki babak baru. Kementerian Luar Negeri Singapura menegaskan, M Nazaruddin, tersangka kasus suap Kemenpora yang selama ini dicari-cari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak berada di Singapura.
“Nazaruddin tidak berada di Singapura dan sudah cukup lama tidak berada di sini (Singapura),” kata Juru Bicara Kemlu Singapura dalam situs resmi Kemlu Singapura, Selasa (5/7).

Juru bicara Kemlu mengatakan, informasi ini telah disampaikan kepada pihak berwenang di Indonesia beberapa waktu lalu. Sebelum Nazaruddin ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 30 Juni lalu.
“Informasi ini telah disampaikan ke pihak berwenang di Indonesia beberapa minggu lalu, lama sebelum dia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 30 Juni 2011,” kata Juru Bicara itu.

Dia juga mengatakan, pihak pemerintah Singapura selalu bersikap kooperatif dengan para penegak hukum di Indonesia baik di kasus Nazaruddin maupun kasus-kasus lainnya. Namun sebelum Nazaruddin terlibat kasus dan ditetapkan sebagai tersangka, pihak Singapura tidak memiliki alasan untuk melarangnya masuk ataupun meninggalkan Singapura.

“Nazaruddin tidak tersangkut kasus apapun atau telah menjadi tersangka saat dia berada di Singapura,” katanya.
Juru bicara juga mengaku tidak mengetahui di mana Nazaruddin saat ini. “Saya tidak tahu, kami tidak mengetahui ke mana orang-orang setelah mereka meninggalkan Singapura. Pihak berwenang di Indonesia sudah diinformasikan tentang tujuan dia pada saat meninggalkan Singapura. Itu saja informasi yang kita punya,” katanya. Nazaruddin yang ditanya dimana posisinya terakhir melalui pesan BlackBerry messengernya menjawab sedang berdada di Singapura. “Di sing,” ucapnya lagi. Meski demikian Nazaruddin enggan menjawab saat diminta bersumpah. Ditanya hal yang sama sekali lagi, Nazaruddin diam saja.

Sementara itu, sehari sebelum pencekalan keluar, Nazaruddin telah terbang ke Singapura. Tak lama setelah status tersangka disematkan, Kementerian Luar Negeri Singapura malah menyebut kini Nazaruddin tak lagi ada di Negeri Singa. Diduga ada mafia di belakang Nazaruddin. “Agak mencurigakan kenapa Nazar keluar dari Singapura, karena Singapura kan aman. Meski punya perjanjian ekstradisi tapi belum diratifikasi, dan Mutual Legal Assistance (MLA) terhadap kerjasama pengusutan korupsi di Singapura agak tersendat. Jangan-jangan ada mafia di belakang Nazar,” kata peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM Hifdzil Alim.

Hifdzil menduga, mafia di balik Nazar adalah mafia kekuasaan. Mafia ini menjaga agar Nazar tidak pulang ke Indonesia.(bbs/net/jpnn)
Tujuannya adalah untuk kepentingan yang lebih besar, yakni agar kasus suap di Kemenpora tidak dibongkar.
“Saya percaya Nazar itu nggak sakti-sakti amat. Yang sakti adalah mafia yang menjaga dia untuk tidak pulang ke sini. Saya nggak tahu mafia itu siapa tapi dia punya kaki di mana-mana. Ini harus dibongkar,” tutur dia.

Menurut dia, soal Nazar ini banyak keanehan. Misalnya Nazar kabur ke Singapura sesaat sebelum pencekalan atas dirinya dikeluarkan KPK. Setelah ditetapkan status tersangka, Nazar dikabarkan meninggalkan Singapura.

“Ini menunjukkan ada masalah di dalam KPK. Dan perlu diingat, dari Singapura Nazar menyebut sejumlah orang ikut mendapat uang. Meski sudah dibantah, bisa jadi itu pencitraan di media. Apapun, ini harus tetap diusut,” tutur Hifdzil.

Di tempat terpisah Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum tidak percaya BlackBerry Messenger (BBM) Nazaruddin yang tersebar di media massa adalah asli. Anas mengancam pidana bagi siapapun yang menyebarluaskan berita dari BBM Nazaruddin tersebut.
“Kami mengingatkan kepada siapapun untuk mengentikan dan membuktikan informasi dari BBM Nazaruddin,” ujar kuasa hukum Anas, Patra M Zen di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta.

Dalam pelaporan hari ini, Ketua Komisi III dari FPD Benny K Harman juga hadir mendampingi Patra. Benny mengatakan penyebar informasi BBM Nazarudin bisa dipidana.

“Kalau betul dia yang memproduksi berita itu, dia harus bertanggung jawab. Tapi kalau tidak, berarti kalian menyebarkan berita apa? Itu ada deliknya,” ujar Benny.

Benny menuding ada orang lain yang menggunakan PIN BlackBerry Nazaruddin tersebut.

“Bagaimana bisa menjamin bahwa dengan PIN yang ini dia pegang. Kalau enggak yakin kenapa kalian memberitakan dengan nama dia? Tanya kalian kenapa kalian nulis nama dia kalau enggak yakin,” tegas Benny. Anggota FPD lainnya Didi Irawadi Syamsudin mengatakan laporan tersebut sekaligus membantah semua tuduhan Nazaruddin kepada Anas dalam kasus Sesmenpora.

“Bagaimana bisa dikatakan benar kalau dia tidak hadir ke KPK,” imbuh Didi. Seperti diketahui, Anas Urbaningrum resmi melaporkan Nazaruddin terkait serangannya melalui BBM ke Bareskrim Mabes Polri. Anas cs menilai Nazaruddin melanggar pasal pencemaran nama baik dan fitnah.(bbs/net/jpnn)

Lagi, Densus 88 Tangkap 7 Teroris

JAKARTA- Detasemen Khusus (Densus 88) kembali menangkap tersangka yang diduga pelaku tindak pidana terorisme di Jakarta dan Surabaya. Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar bes Pol Boy Rafli Amar membenarkan informasi penangkapan itu.

“Telah dilakukan penangkapan para tersangka yang diduga terlibat tindak pidana teror di Surabaya dan Jakarta,” Kata Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Selasa (5/6).

Boy menjelaskan, 2 tersangka yang ditangkap di Surabaya  berinisial AI alias ADM dan  IK. Pada penangkapan ini, diamankan barang bukti yang disita berupa  1 pucuk senapan api M 16, 5 Pucuk senpi FN, 1 pucuk metraliur.

Sedangkan  5 orang terduga teroris lainnya yang ditangkap di Jakarta A alias IK ,  AI alias MR, WO alias S ,M. alias IR,  AMA alias A. Barang bukti yang disita berupa dua pucuk senpi M16. “Mereka terlibat perdagangan senjata dari Philipina melalui wilayah Tawau, Nunukan Kaltim, Palu dan Surabaya,” ujarnya.
Saat ini lanjut Boy Rafli, total tersangka berjumlah 7 orang. Polisi tengah mendalami motif yang mereka lakukan. “Saat ini seluruh tersangka sedang diperiksa secara insentif oleh Densus 88,” imbuhnya.

Sebelumnya, penangkapan teroris di Jakarta juga terungkap dari pengakuan Ketua RT 6, Kampung Baru, Kembangan Utara, Jakarta Barat, Saidi.
Menurutnya, warga yang ditangkap Densus bernama Ali Muhammad Akbar, kelahiran Jakarta 1980.(net/jpnn)

Ditinju, Ditampar, Dipaksa Ngaku Mencuri

ABG Diduga Disiksa Kanit Reskrim

KISARAN- Apes betul nasib dialami Ramadhani (19). Betapa tidak, niat baiknya memenuhi panggilan yang dilayangkan polisi, malah berbuah petaka. Dia dianiaya, dan dipaksa mengaku mencuri 9 bal getah karet oleh Aiptu MH, oknum Kanit Reskrim Polsek Bandar Pulau.

Ditemui di kantor LBH Publiek, Jalan Diponegoro Kisaran, Selasa (5/7) petang, Ramadhani mengatakan, semua persoalan ini diawali dengan datangnya surat panggilan dari polsek Bandar Pulau Kepadanya, yang dikirimkan ke kediaman orangtuanya, di Dusun IV, Desa Hutarao, Kecamatan Bandar Pulau, antara tanggal 20-22 Juni silam. Surat panggilan itu, kata dia, memintanya datang untuk dimintai keterangan sebagai saksi, dalam kasus pencurian karet.
“Sebenarnya saya juga bingung, kenapa bisa saya dijadikan saksi. Sementara, soal pencurian karet itu, saya tidak tahu menahu, bahkan karet siapa yang hilang, saya pun tidak tahu,” Kata Ramadhani, memulai perbincangan.

Pun demikian, pada Kamis (23/6) silam, sekitar pukul 16.00 WIB, atas saran kedua orangtuanya, Mino dan Satini, ABG yang cuma lulusan SD ini berencana memenuhi panggilan itu. Namun, belum sempat berangkat, rumah orangtuanya didatangi seorang personel Polsek bermarga Manik, yang lantas membawanya ke Polsek.

Sesampainya di Mapolsek Bandar Pulau, kata Ramadhani, dia dihadapkan dengan Aiptu MH, yang belakangan diketahui menjabat sebagai Kanit Reskrim di Polsek tersebut. Oleh MH, dia kemudian diinterogasi, seputar hilangnya 9 bal (sekitar 200 Kg) getah karet milik seorang pria, disebut-sebut berinisial GG, beralamat di Kota Kisaran.

“Aku ditanyai soal kasus hilangnya getah karet, katanya milik Guntur. Aku nggak tahu Pak. Entah karena emosi karena pemeriksaan sampai tengah malam, bapak itu (MH,red) menampar dan meninju muka ku, kira-kira ada enam kali, sampai hidungku mimisan, dan gigiku goyang,” ujarnya lirih.
Ramadhani menjelaskan, saat dia merasa tertekan, dan kesakitan akibat perlakuan petugas pengayom masyarakat itu. Dia kemudian dipaksa mengaku melakukan pencurian, yang sama sekali tak pernah dilakukannya. Takut kembali disiksa, kata Ramadhani, dia pun lantas mengaku. “Habis gimana lagi bang, aku udah ketakutan, dari pada terus dipres, aku ngaku saja. Sumpah demi Allah, aku nggak mencuri,” tukasnya.

Kapolsek Bandar Pulau AKP Muslim Jaya, saat dikonfirmasi via ponselnya membantah pengakuan Ramadhani. Katanya, pihaknya sama sekali tidak melakukan penganiayaan seperti yang diungkapkan Ramadhani, dan penahahanan Ramadhani pun, dilakukan setelah ABG itu mengaku.(ing/smg)

Tak Ikut Muktamar, Kader PPP Segel Kantor

LUBUK PAKAM- Karena tidak diikutsertakan mengikuti Muktamar Ke VII di Bandung, puluhan kader PPP Deli Serdang, menyegel kantor sekretariat PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Deli Serdang, di Jalan Tirta Deli, Lubuk Pakam, Selasa (5/7).
Kader PPP Deli Serdang menutup pintu masuk kantor partai dan ruangan ketua dengan triplek serta tepas, kemudian mencoret kaca jendela dan gedung partai dengan kata-kata hujatan.

Kader PPP yang melakukan penyegelan diantaranya Muhammad Anuas, Mulyono, Idham, Abdul Manaf Saragih, Syahril, Sudarsono dan Misnan, yang merupakan perwakilan pengurus 17 PAC PPP se-Deli Serdang.

Menurut mereka, peserta Muktamar ke VII sebagai perwakilan partai yang dilaksanakan di Bandung, tidak pernah diklarifikasikan kepada pengurus PAC. Oleh karena itu, utusan yang berangkat mengikuti Muktamar, dinilai tidak sesuai dengan ADRT Partai.
Disebutkan, dari seluruh pengurus DPC PPP Deli Serdang, hanya 21 orang pengurus DPC yang berangkat mengikuti Muktamar ke VII itu, sementara peserta dari pengurus PAC tidak ada yang diikutkan.

Sebelumnya, pengurus DPC PPP Deli Serdang tidak pernah mengundang pengurus PAC tentang keberangkatan mengikuti Muktamar tersebut. Tiba-tiba 21 pengurus DPC PPP Deli Serdang, sudah mengikuti Muktamar  yang berlangsung 3- 7 Juli 2011 di Bandung.
“PPP ini bukan milik pribadi, kenapa yang berangkat menjadi utusan Muktamar berdasarkan keputusan pribadi,” kata M Anuas diamini kader PPP.
Bahkan disebutkannya, hanya 3 orang pengurus PAC dari 17 PAC se-Deli Serdang yang mengikuti Muktamar, itupun karena biaya sendiri. Atas kekisruan perwakilan utusan Muktamar ini akan dilaporkan ke DPW PPP Sumut. (btr)

Ibu RT jadi Saksi RE Siahaan

JAKARTA- Secara maraton, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggali keterangan dari para saksi perkara dugaan korupsi pengelolaan dana bantuan sosial (bansos) sekretariat daerah dan dana rehabilitasi/pemeliharaan dinas pekerjaan umum pada APBD Pematang Siantar tahun anggaran 2007.

Setelah pada Senin (4/7) penyidik memintai keterangan empat PNS di lingkungan Pemko Pematang Siantar, kemarin (5/7), ada empat saksi lagi yang dipanggil ke gedung KPK.

Yang menarik, satu di antara empat saksi itu adalah ibu rumah tangga (RT), Elfrida Dorowati Hutapea. Hanya saja, tidak ada keterangan resmi dari KPK mengenai kaitan Elfrida dengan perkara yang menjadikan mantan Walikota Pematang Siantar RE Siahaan, berstatus tahanan ini.
Bagian Humas KPK menyebutkan, tiga saksi lainnya adalah Kepala BKPM Pemko Pematang Siantar Bonatua Lubis, seorang PNS di lingkungan Pemko Pematang Siantar, Hari Pratama, dan Bagus Ginting (pensiun PNS).

Sehari sebelumnya, empat PNS dimintai keterangan sebagai saksi, yakni Risfani Sidauruk, Ariston Manurung, Tioria Napitu, dan Yani Muhammad Nasution.(sam)

Berkas Hasil Pilkada Ulang Diserahkan ke DPRD

TEBING TINGGI- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tebing Tinggi menyerahkan berkas hasil keputusan KPUD Tebing Tinggi ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setelah melakukan rapat pleno tertutup, Selasa (5/7).

Penyerahan hasil Pilkada ulang itu, disampaikan langsung Ketua KPUD Tebing Tinggi Wal Ashri SP dan empat anggota Hatta Ridho, Salmon Ginting, Abdul Khair dan Miswarni.

Berkas tersebut diterima Wakil Ketua DPRD Kota Tebing Tinggi Chairil Mukmin Tambunan SE dan beberapa anggota DPRD dari fraksi di ruang rapat sidang dewan.

Ketua KPUD Tebing Tinggi Wal Ashri, mengatakan, hari ini pihak KPUD sebatas menyerahkan hasil Pilkada pemungutan suara ulang kepada DPRD. Diberikan waktu tiga hari ini untuk menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) apabila ada pihak yang dirugikan.
“Namun kita harapkan tidak ada lagi gugatan ke MK, kerena para kandidat yang belum berhasil merasa legowo dengan kemenangan nomor urut 1 pasangan Umar-Irham yang meraih 27.676 suara,” katanya.(mag-3)

Jembatan Dirusak, Warga Lapor Polisi

BINJAI- Iskandar (42) warga Perumahan Bumi Berngam Baru, Kecamatan Binjai Kota, melaporkan pemborong proyek drainase di depan rumahnya ke Polres Binjai, dengan tuduhan pengrusakan, Selasa (5/7).

Iskandar melaporkan Bambang Cs selaku pelaksana pembagunan proyek dranase di Perumahan Bumi Berngam Baru, Binjai Kota, sesuai surat tanda enerimaan laporan pengaduan dengan Nomor Polisi: STPL/542/VII/2011/SPKT”C”.

Kasat Reskrim Polresta Binjai AKP Roni Bonic, mengaku, pihaknya sudah menerima laporan tersebut. “Kasus ini sudah ditangani, dan kita sudah meminta keterangan beberapa saksi. Untuk selanjutnya, kita akan segera memanggil pelaksana proyek,” ujar Ronni.

Kepada wartawan, dia mengaku, telah dirugikan dengan sikap Bambang yang tidak bertanggung jawab atas pengerusakan jembatan rumahnya yang dirusak Bambang Cs. “Kalau saja pemborong itu merusak jembatan saya dan memperbaikinya, saya tidak akan membuat laporan,” ujar Iskandar.
Pelaksana proyek Bambang, mengaku, mereka hanya memoles drainase yang sudah ada. “Kami cuma memoles drainase, mengenai jembatan, kami terkendala dana yang disalurkan pemenang tender,” beber Bambang.

Kasat Reskrim Polresta Binjai AKP Roni Bonic, mengaku, pihaknya sudah menerima laporan tersebut. “Kasus ini sudah ditangani, dan kita sudah meminta keterangan beberapa saksi. Untuk selanjutnya, kita akan segera memanggil pelaksana proyek,” ujar Ronni.(dan)

PT AR Dinilai Rugikan Tapsel

MEDAN- PT Agincourt Resources (AR) yang bergerak di bidang pertambangan emas di daerah Tapsel terindikasi merugikan Pemkab Tapanuli Selatan (tapsel). Pasalnya, dari pengerokan SDA bernilai triliunan itu, Pemkab Tapsel hanya diberi keuntungan 2 persen. Hal ini mencuat dari rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar di Komisi B DPRD Sumut dengan PT RA, Selasa (5/7).

Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumut Guntur Manurung menjelaskan, royalty yang diberikan sangat tak masuk akal. “Proyek yang menguras kekayaan alam kita di Tapsel ini, sangat menyedihkan. Ditambah lagi kita hanya mendapatkan royalty dua persen saja, dan ini jelas sangat tak menguntungkan pemerintah,” terangnya.

Sementara itu, Komisi B DPRD Sumut juga mengkritisi PT AR yang tidak melampirkan surat perizinan yang telah diberikan untuk eksploitasi.
“Kita berharap PT AR memberikan informasi yang benar, transparan dan lengkap terutama mengenai surat izin untuk eksploitasi. Dan kami juga akan terjun lagsung ke daerah pertambangan apakah sesuai dengan luas wilayah,” jelas Guntur. (saz)

Kolombia Kejar Kejutan

TUAN rumah Argentina mencatat hasil di luar eksepektasi di laga pertama mereka di Copa America 2011 kala melawan Bolivia. Kini giliran Kolombia yang menyiapkan kejutan kedua bagi Albiceleste.
Argentina ditahan Bolivia 1-1 di pertandingan pertama babak grup Copa America 2011 akhir pekan kemarin. Ketika itu tim asuhan Sergio Batista sempat ketinggalan 0-1 sebelum diselamatkan gol Sergio Aguero.
Di pertandingan kedua, tim Tango dinanti Kolombia. Di laga pertamanya, Los Cafeteros berhasil mengatasi Kosta Rika.

Pemain depan Kolombia Teofilo Gutierrez mengatakan bahwa negaranya siap untuk memberikan kejutan kedua bagi tuan rumah. “Argentina harus bermain sangat bagus jika mereka ingin mengalahkan kami, karena kami sudah lebih dari siap. Saya sudah katakan sebelumnya dan saya katakan lagi jika Kolombia akan menjadi paket kejutan di Copa America kali ini,” tegas Gutierrez dikutip dari situs resmi FIFA.

Striker yang memperkuat klub Liga Argentina Racing Club itu juga mengusung ambisi pribadi. “Jika saya harus memilih tim mana yang paling ingin saya jebol gawangnya, maka itu adalah Argentina. Itu akan menempatkan saya dalam sejarah,” tegas Gutierrez.

Pria 26 tahun itu tak khawatir bahwa jika itu terjadi maka akan berpengaruh kepada penerimaan publik Argentina kepadanya, ketika dia kembali ke klub nantinya.

“Orang-orang di sini menyukai pemain yang bagus dan saya pikir beberapa suporter Racing akan mendukung saya, meski itu ketika saya melawan Argentina,” bilang Guiterrez.

Bila berhasil meraih kemenangan atas Argentina, hal tersebut tak akan sebatas menjadi salah satu sensasi atau kejutan dalam kejuaraan semata, namun juga akan memantapkan langkah Kolombia ke babak perempatfinal.

“Argentina memang memiliki Messi, salah satu yang terbaik di dunia, namun itu adalah waktunya untuk Kolombia. Kami bermaterikan pemain muda, pelatih yang sudah pernah berkiprah di Piala Dunia, dan keinginan kuat untuk bisa memastikan semua berjalan benar,” tutup Gutierrez. (net/jpnn)