27 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 15011

Rossel Intip Bintang Brasil

KETIKA timnas Brasil ditahan imbang tanpa gol Venezuela, kemarin dini hari, tampak sosok presiden Barcelona Sandro Rosell di tribun Estadio Ciudad de La Plata. Kehadirannya memantik rumor pendekatan Barcelona atas dua bintang Brazil Thiago Silva dan Neymar.

Ya, performa brilian Silva bersama AC Milan musim lalu membuat Barca terpikat. Apalagi, benteng pertahanan mereka memang butuh tenaga muda seiring dengan kian menuanya Carles Puyol. Silva dianggap sebagai tandem ideal bagi Gerard Pique di jantung pertahanan.

Hanya, dengan tegas bek berusia 26 tahun itu menyatakan tidak berminat angkat kaki dari San Siro, markas Milan. Dia berambisi untuk menjadi penerus bagi kejayaan lini belakang Milan yang dulunya identik dengan Paolo Maldini dan Franco Baresi.

Kemudian, Neymar juga masuk dalam bidikan Barca. Menyadari sekarang Chelsea dan Real Madrid yang berada di urutan terdepan dalam mendekati striker timnas Brasil, Barca tidak mau kalah, sang presiden pun sampai turun tangan.
Terkait dengan rumor transfer, Rosell tidak bisa dikonfirmasi. Karena itu, bek Barcelona dan juga bek timnas Brasil Dani Alves pun menjadi sasaran pertanyaan para jurnalis. Namun, Alves menyatakan tidak tahu menahu soal aktivitas Rosell.

“Dia (Rosell) tidak berbicara kepada saya. Saya juga sedang fokus pada pertandingan. Makanya, saya tidak tahu apa yang dilakukannya di sini,” kata Alves.

“Selain presiden Barca, mungkin saja dia sosok yang menyukai gaya Brasil. Karena itu, dia berusaha menyaksikannya ketika ada kesempatan,” terka Alves. (ham/jpnn)

Souleymane Coulibaly Tersanjung Diminati Madrid

QUERETARO – Aksi Souleymane Coulibaly di Piala Dunia U-17 membuat pemain muda Pantai Gading itu pun dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa. Namun, diantara sejumlah klub yang meminatinya tersebut, hanya Real Madrid-lah yang bikin Coulibaly merasa tersanjung.

Di usianya yang baru akan genap 17 tahun pada bulan Desember mendatang, kelihaian Coulibaly mengolah si kulit bundar di lapangan sudah tidak diragukan lagi.

Banyak yang memuji sehingga ia digadang-gadang sebagai Didier Drogba baru.
Coulibaly memang berposisi sebagai penyerang. Itu sudah membuktikan ketajamannya di ajang Piala Dunia U-17 yang berlangsung dari 18 Juni–10 Juli 2011.

Kendatipun Pantai Gading sudah tersingkir di tangan Prancis di babak 16 besar, Coulibaly bahkan sudah mengantongi sembilan gol di pundi-pundi golnya. Jumlah itu lebih banyak empat gol dari pemain tersubur lain yang jadi rivalnya.
Akibat bakatnya itu pula nama Coulibaly kini menyeruak di bursa transfer musim panas. Tak main-main, klub seperti Arsenal dan Liverpool ada di barisan pengagum pemain muda Siena tersebut.

Akan tetapi, bukan minat dari kedua klub raksasa Inggris itu yang bikin Coulibaly tersanjung melainkan kabar adanya ketertarikan dari Jose Mourinho sang entrenador Madrid.

“Aku ingin bermain di level atas, tapi aku adalah milik Siena,” tegas Coulibaly di Sky Sports.
“Tatkala aku mendengar bahwa Jose Mourinho meminatiku, rasanya seperti jadi bocah berusia enam tahun dan sedang berada di (taman bermain) Disneyland—sebuah taman impian,” lanjutnya ceria. (net/jpnn)

Fun Bike Meriahkan HUT Medan

MEDAN-Wali Kota Medan Rahudman Harahap melalui Kadispora Medan Hanas Hasibuan membuktikan janjinya dengan menggelar  fun bike untuk yang ke 3 kalinya. Gelaran ini dalam rangka memerihakan HUT ke-421 Kota Medan dan HUT ke-65 Bhayangkara ke 65.

Awalnya seluruh peserta funbike yang berjumlah 2000 orang  mengambil titik start di rumah dinas Wali Kota Medan di Jl.Sudirman menuju Jalan S. Parman hingga akhirnya kembali ke  depan rumah dinas Wali Kota Medan.
Selain masyarakat umum, acara fun bike kemarin juga diikuti Kapoldasu, Wali Kota Medan, Wakil Wali Kota, Sekda, Denpom Medan, Dandim, para SKPD serta para Camat, Lurah, Kepling serta Ketua Tim Penggerak PKK
Terkait gelaran ini Pimpinan BNI 46 Santoso mengaku salut dengan gebrakan yang dilakukan Wali Kota Medan yang mampu menghimbau warga Kota Medan untuk aktif berolahraga.

Apalagi, masih menurutnya, selain mengajak warganya berolahraga, Wali Kota juga memberikan berbagai hadiah menarik kepada warga yang diundi lewat lucky draw.

“Kegiatan ini sungguh luar biasa dan pantas didukung agar kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya,” bilang Santoso.

Selain memberikan hadiah kepada para peserta, gelaran fun bike ini juga dimeriahkan dengan beraneka hiburan yang dikemas dalam bahasa Tapsel dan dipandu oleh para instruktur oleh ibu-ibu  tim penggerak PKK Kota Medan.
Acara funbike kemairn juga diselingi dengan kegiatan aerobik yang menyediakan beragam hadiah menarik persemabahan dari BTN 46 seperti 50 unit sepeda berbagai merek plus kulkas, TV, DVD player, rice cooker dan uang tunai sebesar Rp500 ribu. “Hadiah hanya sebagai perangsang bukan tujuan utama, karena tujuan utama kegiatan ini selain meningkatkan silaturrahmi di antara warga, juga menanamkan pola hidup sehat kepada warga,” bilang Wali Kota Medan. (omi)

Saktiawan Rindu Stadion Teladan

MEDAN-Hingga kini Stadion Teladan Medan merupakan stadion termegah yang dimiliki Provinsi Sumatera Utara, meskipun sesungguhnya stadion yang awalnya dipergunakan sebagai venue pekan olahraga nasional (PON) III itu sudah termakan usia sehingga dinilai tak layak menggelar pertandingan sekelas superliga.

Namun begitu, oleh sebagian pemain beken yang ada di Kota Medan, stadion ini tak dapat dilupakan begitu saja karena mereka  beranggapan bahwa meningkatnya karir mereka berawal dari stadion ini.

“Ya, saya rindu dengan Stadion Teladan serta suara gemuruh yang dilontarkan para suporter,” bilang Saktiawan Sinaga, mantan striker PSMS dan timnas kepada wartawan, kemarin (4/7).

Saktiawan merupakan salah seorang pemain yang dipastikan merumput saat tim Pra PON Sumut menjajal tim Medan All Star yang bermaterikan pemain Superliga dan Divisi Utama di Stadion Teladan Medan, Rabu (6/7) besok.
Menurut pelatih Medan All Star Edi Junaidi, kehadiran pemainnya untuk membuktikan kepada para pecinta si kulit bundar bahwa mereka tak dapat melupakan tempat mereka mengawali karirnya di pentas sepak bola profesional.
“Kota Medan dan Sumut secara keseluruhan memiliki banyak pemain potensial, yang jika dikelola secara baik dapat mengharumkan nama Kota Medan dan Provinsi Sumut di pentas sepak bola nasional,” bilang Edi.

Drs Azzam Nasution, manejer tim Pra PON Sumut didampingi duet pelatih Rudi Saari dan Subono AT mengaku senang dengan kesediaan tim Medan All Star melakukan pertandingan ujicoba. “Ini adalah kesempatan yang langka. Selama ini tim Pra PON kesulitan mencari lawan tanding yang tangguh. Jadi pertandingan ini harus benar-benar dimanfaatkan,” bilang Azzam.

Apa yang diungkapkan Azzam ini diamini dua pemain pilar tim Pra PON Sumut Hardiyantono dan M Irfan. “Kami mengucapkan terima kasih karena abang-abang yang dulunya menjadi pemain idola kami, sekarang justru menjadi lawan tanding. Ini sebuah kehormatan yang tak ternilai harganya,” bilang Hardiyantomno, kapten tim Pra PON Sumut.
Adapun pemain Medan All Star yang dipastikan turun pada pertandingan nanti adalah Markus Horison, Usman Pribadi, Irwin Ramadhan, Fadli Hariri, Agussima, Legimin Raharjo, Wijay, Donny Siregar, Ari Yuganda, Saktiawan Sinaga, M Rizal, Mahyadi Panggabean, Alamsyah, Jecky Pasarella dan Safruddin.
Rencananya pertandingan yang bertujuan memberi tontonan menghibur kepada mania bola Kota Medan ini tidak dikutip bayaran.
Selain pertandingan antara tim Pra PON Sumut versus Medan All Star, pada laga pembuka dilakukan pertandingan persahabatan antara tim Legistalif Plus melawan Mantan PSMS.
Legislatif Plus menurunkan pemain antara lain Plt Gubsu Gatot Pujonugroho, Wakil Ketua DPRD Sumut Kamaluddin Harahap, Ketua KONI Gus Irawan Pasaribu dll. (jun)

LPMI Gelar Turnamen Sepak Takraw

MEDAN- Lembaga Peduli Masyarakat Indonesia (LPMI) menggelar turnamen sepak takraw yang berlangsung 3-17 Juli mendatang. Turnamen yang berlangsung di Kebun Kiwi Jalan Kiwi Raya Perimnas Mandala ini merebutkan piala bergilir DPP LPMI serta uang pembinaan bernilai jutaan rupaih.

Pada pertandingan pertama yang berlangsung Minggu (3/7) terjadi kejutan saat Genpaba yang bermaterikan pemain Pra PON Sumut takluk dari lawannya Pelindo yang bermaterikan pemain usia 30 hingga 40 tahun.
Pemain Genpaba yang baru pulang dari Batam memenangkan set pertama dengan 21-18.

Pelindo yang terlambat panas coba melakukan gebrakan dengan lebih sering melakukan tekanan ke daerah Genpaba hingga akhirnya pada set kedua ini Pelindo memenangkan pertandingan dengan skor 21-16.
Pada set ketiga, pemain Pelindo yang lebih berpengalaman mendominasi permainan hingga akhirnya menutup perlawan Genpaba dengan skor 21-15.

Selain pertandingan seperti yang disebut di atas, juga saling berhadapan Karsupetac versus Benhur yang dimenangkan Karsupetac 21-13 dan 21-12.

Sebelumnya Ketua Panitia yang juga bendahara LPMI Sumut Kurniawan Syahputra mengungkapkan bahwa pihaknya berupaya untuk kembali menumbuhkembangkan olahraga tradisional hingga nantinya berprestasi di tingkat nasional.
“Semoga turnamen yang digelar berkat kerjasama dengan beberapa pihak dapat menemukan pemain potensial yang dapat dibina secara intensif dan berkesinambungan,” bilang Kurniawan Syahputra. (mag-9)

Renovasi Stadion Teladan

MEDAN- Berbagai pihak mendesak agar Pemko Medan melakukan renovasi Stadion Teladan agar layak menggelar pertandingan Liga Super Indonesia (LSI). Apalagi pengerjaan stadion masih punya banyak waktu karena PSMS itu belum mampu lolos ke LSI musim depan.

“Mungkin salah satu hikmah kita belum lolos ke super liga dikarenakan untuk membangun stadion terlebih dahulu. Kita tak mau mengulang sejarah kelam dengan bermain di kandang orang karena Teladan tidak lolos verifikasi PT Liga Indonesia untuk menggelar laga super liga,” beber Nata Simangunsong Ketua Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan kemarin.

Tapi Nata menyayangkan karena hingga kini Stadion Teladan tidak disentuh perbaikan. Malah ada dua gedung baru di Teladan, yakni KONI Medan dan wadah atlet.

“Seharusnya Pemko Medan menganggarkan perbaikan Stadion Teladan. Saya kira DPRD Medan juga akan merestui, karena stadion merupakan wadah hiburan rakyat dengan menonton sepak bola,” sambung Nata.
Sebagai salah satu kota besar, bisa dibilang hanya Kota Medan yang tak punya stadion standar. Padahal animo masyarakat akan kehadiran stadion ciamik sangat besar. Pun penggemar sepak bola di kota ini tidak bisa dibilang kecil.

Mantan penyerang PSMS di era keemasan 2007 silam ketika lolos ke final Divisi Utama, Saktiawan Sinaga pun menyarankan demikian. Pemain yang kini merumput di Semen Padang itu pada dasarnya ingin kembali ke PSMS. Namun dia ingin stadion direnovasi, pengurus juga direvolusi agar PSMS bisa berjalan di jalur semestinya. “Maunya bangun dulu stadion yang bagus. Nanti kalau suatu saat lolos ke super liga PSMS tidak terusir lagi seperti masa lalu,” bebernya.

Kondisi Stadion Teladan saat ini memang mengenaskan. Yang bisa diacungi jempol hanya lampu stadion. Itupun belum mencapai kecukupuan terang standar yang mencapai 1800 lux.

Kondisi lapangan sangat memprihatinkan. Selain bergelombang, di lapangan Teladan juga tumbuh tumbuhan duri putri malu yang bahaya bagi pemain. Saluran air tidak bekerja bagus lagi, sehingga jika turum hujan maka dipastikan lapangan Teladan akan kebanjiran.
Tribun penonton pun tak kalah mirisnya. Mulai dari bangku yang mulai ditumbuhi ilalang dan lumut, debu juga tak terelakkan berada di bangku tribun VIP.
Di ruang dalam yang agak lumayan hanyalah ruang ganti pemain. Di sana sudah ada pendingin udara dan ada loker. Namun kalau ingin buang air kecil, maka silahkan menutup hidung rapat-rapat, karena aroma busuk dan kotoran . (ful)

Jangan Bentrok Saat Pengosongan Tanah

Warga dan aparat sering bentrok terkait pengosongan lahan pemerintah yang sudah ditempati warga. Apa penyebabnya? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Jhonson P Siahaan dengan Fernando Z Tampubolon SH, dosen Universitas HKBP Nommensen.

Apa tanggapan Anda terkait lahan pemerintah yang diduduki oleh warga?
Saya melihat pemerintah dinilai lalai dengan lahan negara yang telah di usahai oleh masyarakat. Pemerinah juga tidak ada melakukan sosialisasi bahwa tanah yang ditempati oleh masyarakat adalah tanah negara. Jika dilakukan sosialisasi maka warga atau masyarakat mengetahui bahwa tanah atau lahan itu tidak bisa ditempati.

Apa yang harus dilakukan oleh pemerintah agar tidak terjadi penyerobotan tanah atau lahan?
Pemerintah harus melakukan antisipasi sejak dini agar tanah negara tak digarap warga. Tidak hanya itu, pemerintah juga harus mempunyai data administrasi yang lengkap, baik dan pailit tentang tanah atau lahan yang diusahai oleh masyarakat.

Apa langkah agar pengosongan lahan atau tanah yang telah ditempati oleh warga tidak terjadi benturan?
Pejabat harus turun langsung agar tercipta suasana kondusif saat pengosongan lahan atau tanah tersebut. Tidak hanya itu, pejabat juga harus melakukan pendekatan kepada masyarakat atau warga.

Apa imbauan Anda?
Kepada pemerintah agar tanah-tanah pemerintah didaftarkan ke intansi terkait mengenai statusnya dan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat umum bahwa tanah atau lahan yang kosong itu adalah tanah negara. Kepada warga, agar jangan menempati atau mengusahai tanah atau lahan yang statusnya belum jelas.

Apa harapan Andai?
Harapan saya agar dalam pengosongan lahan atau tanah tidak ada lagi benturan supaya tidak jatuh korban dan tidak ada yang dirugikan atau yang diuntungkan. (*)

Polisi Panggil 5 Dekan

MEDAN- Terkait konflik pengelolaan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Al Munawwarah Jalan SM Raja Medan, sejauh ini penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut telah memeriksa empat dekan di universitas tersebut.

Selain keempatnya, penyidik juga akan memeriksa lima dekan lainnya dalam status sebagai saksi.
Dari kelima dekan tersebut, hari ini baru akan dipanggil dua dekan lainnya yakni, Dekan Fakultas Pertanian dan Dekan Fisipol. Setelah itu, barulah penyidik akan memanggil terlapor Profesor
Zulkarnaen Lubis dan Ir Helmi Nasution.

“Empat Dekan sudah kita periksa sebagai saksi. Besok (hari ini, Red), kita akan kembali memeriksa dua Dekan lagi,” ungkap Kasubbid Pengelola Informasi dan Dokumen (PID) Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Senin (4/7).
Diutarakannya, keempat saksi yang telah dimintai keterangan tersebut antara lain, Dekan Fakultas Kedokteran Rahmat Nasution, Dekan Fakultas Tehnik Bangun Pasaribu, Dekan Fakultas Agama Islam Zulkarnain Guci dan Dekan Fakultas Sastra bermarga Barus.

“Tapi, status terperiksa untuk saat ini masih sebagai saksi. Belum ada yang kita tetapkan sebagai tersangka,” tegas Nainggolan.

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa tiga saksi pihak pelapor masing-masing, Haris Bahrum Jamil, Syaiful Zihad dan Zulkifli.  Prof Zulkarnain Lubis dan Ir Helmi Nasution diadukan pendiri dan anak pendiri Yayasan UISU ke Direktorat Reskrimsus Polda Sumut, karena mengelola UISU Almunawwaroh tanpa izin pemerintah.

Zulkarnain Lubis dan Helmi Nasution dilaporkan karena mengikuti dan mengulangi perbuatan yang sama dilakukan terdakwa dr Chairul Mursin yang saat ini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan.
“Haris Bahrum Jamil melaporkan Prof Zulkarnaen Lubis dan Helmi Nasution dengan nomor LP/166/lV/2011/SPKT lll, tanggal 2 april 2011. Sebelum memeriksa terlapor, penyidik terlebih dahulu memeriksa saksi-saksi,” terang Nainggolan.(ari)

Tewas di Tangan Teman Sendiri

MEDAN-Effendi Sinaga (28), warga Jalan Dusun II, Desa Cinta Damai, Percut Sei Tuan tewas ditikam temannya sendiri tersangka Tonggoh Purba, Senin (3/7) sekitar pukul 22.30 WIB, di kedai tuak tak jauh dari rumah korban. Keterangan adik korban, Adi Sitanggang mengatakann kejadian tersebut bermula sat keduanya minum di kedai tuak. Entah kenapa, tiba-tiba Tonggoj marah dan memaki korban.

“Sempat terjadi cekcok, lalu Tonggoh menghajar abang saya. Setelah itu dipisah teman mereka yang ada di kedai tuak,” kata Adi Sitanggang.

Menurutnya, saat Effendi hendak pulang ke rumah Tonggoh yang sudah kalap mengejar korban dan menarik pisau dari kantong celananya. Sempat terjadi perkelahian, Tonggoh menikam rusuk sebelah kiri korban. Korban langsung pingsan dan bersimbah darah. Pelaku yang ketakutan langsung lari meninggalkan korban.

Dalam keadaan kritis korban dilarikan ke RS Siringo-ringo Percut Sei Tuan lalu dirujuk ke RS Joko Sei Antis. Kedua rumah sakit tersebut tak dapat menangani korban dan dirujuk ke RS Haji. Namun dalam perjalanan korban tewas.  Selanjutnya jenazah korban dibawa ke RSUD dr Pirngadi Medan untuk diotopsi.

“Saya memang punya firasat buruk sebelum kematian abang saya. Saya kenal sama pelakunya, dia memang sering minum tuak di kedai itu. Saya dendam dengan pelaku tapi semua saya serahkan kepada polisi,” ujar Adi.
Setelah proses otopsi jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan. Hingga kini pelaku masih dalam pengejaran. Beberapa orang saksi masih dimintai keterangannya mengenai kejadian tersebut. Kapolsekta Percut Sei Tuan, Kompol Maringan Simanjuntak mengatakan pelaku masih dalam pengejaran. (mag-7)

Gawat, Blangko SIM Habis

Warga yang Mau Ngurus Kecewa

MEDAN- Blanko pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) beberapa hari belakangan ini habis. Akibatnya, proses pembuatan SIM di Satlantas Polresta Medan terganggu.

Didi Syahputra, seorang warga yang ingin memperpanjang SIM C terpaksa gagal. Alasannya, karena blangko habis. “Petugas memang sebelumnya sudah memberi tahu bahwa blangko sudah habis,” ungkapnya.

Dikatakannya, petugas memberikan pilihan untuk mengurus di lain hari saja, padahal saat itu SIM C nya telah habis masa berlakunya.  “Kalau sudah begini, nanti waktu di jalan ditilang, padahal mau memperpanjang tapi blangko habis,” ujarnya. Didi berharap agar pihak Satlantas Polresta Medan segera mengadakan blangko SIM.
Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengaku hal itu disebabkan karena kurangnya koordinasi masa perjalanan ekspedisi antara Mabes Polri dengan Polda Sumut.

“Baru kali ini kejadiannya. Sebelumnya tidak pernah. Ini karena masalah perjalanan ekspedisi pengantaran dari Mabes Polri ke Sumut. Biasanya memang hanya seminggu perjalanan, tapi kali ini kita belum tahu lagi. Katanya sudah sampai, tapi akan kita cek lagi,” ungkap Dir Lantas Polda Sumut Kombes Pol Bambang Sukamto melalui Kasubag Ren Min Ditlantas Polda Sumut Kompol Murthada di Ditlantas Polda Sumut, di Gedung Ditlantas Poldasu Jalan Putri Hijau Medan, Senin (4/7).

Dijelaskannya, frekuensi stok blanko SIM yang dikirim dari Mabes Polri ke masing-masing daerah, telah mendapat jatahnya masing-masing selama selama setahun.“Biasanya sudah dijatah untuk setahun di setiap daerah. Misalnya, untuk Satlantas Polresta Medan sebanyak 4 ribu eksemplar per bulan,” terangnya.

Saat ditanya jumlah pastinya, Kompol Murthada enggan menjelaskannya secara detil. “Karena harus lihat data lagi, dan sepertinya enggak perlu kali lah harus pakai data. Biasanya memang tidak menentu jumlahnya,” kilahnya.
Kasat Lantas Polresta Medan Kompol I Made Ary melalui Kanit Reg Ident SIM AKP Sri Pinem mengaku sudah dua pekan yang lalu balangko habis. “Iya sudah dua minggu ini habis stok blangkonya, tapi kita berusaha masih tetap melakukan pelayanan, sambil menunggu dari Dirlantas Polda Sumut,” ujarnya. (ari/mag-7)