26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 15014

Bea Cukai Sita Sabu Rp7,2 Miliar

MAKASSAR- Petugas kantor pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Mataram menangkap Cheam Chee Teng (46) di Bandara Selaparang, Mataram. Dari warga Malaysia itu petugas menyita narkoba jenis sabu-sabu seberat 3,66 kilogram senilai Rp7,2 miliar.

Menurut Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Mataram, Danang Kuswidodo, penangkapan terhadap Cheam Chee Teng dilakukan saat pemeriksaan barang melalui mesin pendeteksi X-Ray. Awalnya, petugas tidak menemukan barang mencurigakan dalam koper berwarna hitam yang dibawanya. Analisis image yang tampak pada monitor mesin X-ray tidak muncul barang yang mencurigakan.

Selanjutnya, Cheam Chee Teng mengambil kopernya dan berjalan melalui jalur pemeriksaan petugas bea dan cukai. Petugas yang curiga dengan gerak-gerik Cheam langsung menggiringnya ke ruang Pabean untuk diperiksa secara intensif. “Semua barang dalam koper dan tas rangselnya kami periksa. Tapi tidak menemukan barang terlarang. Barang tersebut tampak setelah kami mengosongkan kopernya untuk diperiksa kembali di mesin X-Ray,” kata Danang.

Benda mencurigakan itu tampak disembunyikan di kedua sisi dinding koper berbahan fiber. Petugas akhirnya memecah dinding koper di hadapan pemiliknya. Dari kedua sisi dinding koper, petugas menemukan dua kantong warna hitam diselimuti isolasi plastik berwarna coklat. Kedua kantong itu terselip rapi didinding koper seolah telah dirancang sedemikian rupa sehingga tidak tampak pada monitor X-Ray.

Kepala Badan Narkotika Provinsi NTB, Baharuddin mengatakan, tertangkapnya Cheam membuktikan bahwa NTB menjadi daerah tujuan peredaran narkoba. Dia menilai kejadian ini sebagai bukti nyata bahwa petugas di NTB harus memperketat pengawasannya. “Ini bukti bahwa petugas di NTB harus memperketat pengawasannya,” ujar Baharuddin.
Kini kasus tersebut sudah diserahkan kepada kepolisian daerah NTB untuk diproses lebih lanjut. Selain narkoba jenis sabu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti lainnya seperti dua unit telepon genggam, satu set kunci, 10 ringgit Brunai, 42 ringgit Malaysia, 182 ribu dong Vietnam, 220 dolar Singapura dan uang logam 6,6 ringgit Malaysia. (net/jpnn)

Lega Akun Twitter Palsunya Dihapus

Dipo Alam

Dipo Alam kini merasa lega setelah akun twitter palsunya dihapus. Ia pun berbagi pengalaman agar orang lain yang merasa dirugikan jejaring social melakukan hal yang sama.

“Pengelola twitter sudah mencabut akun yang mengatasnamakan saya. Sebelumnya saya sudah melaporkan dan meminta agar akun twitter @dipoalam46 dihapus,” papar Sekretaris Kabinet Dipo Alam. Dipo melakukan protes ke pengelola twitter di Amerika Serikat. Ia sampaikan bahwa pemalsuan akun twitter itu sudah masuk ranah pidana dan melakukan pembunuhan karakter terhadap dirinya.

Pemalsu menggunakan nama, jabatan, dan gambar Dipo Alam untuk berkisah di dunia maya mengenai apa saja atau mengomentari apa saja. Tidak sedikit orang percaya yang berkisah di @dipoalam46 adalah Dipo Alam yang sebenarnya.

“Pemalsu akun twitter itu memang jagonya, sehingga betul-betul seperti saya. Anggota DPR Ramadhan Pohan, misalnya, sangat yakin itu akun saya. Padahal bukan. Saya ini gaptek,” katanya. Dipo menyarankan agar orang lain yang merasa dirugikan seperti dirinya baik pemalsuan di Facebook maupun Twitter melakukan hal yang sama. Ia juga meminta kepada siapapun pelaku yang suka memalsukan akun orang untuk berhenti melakukan aksinya.(net/jpnn)

Jemput Nazaruddin ke Singapura Tim Pemburu Gayus Diturunkan

JAKARTA- Perintah Presiden SBY kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo untuk segera memulangkan Nazaruddin benar-benar direspon serius. Sebuah tim ditugaskan orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu untuk berangkat ke Singapura. Misi mereka satu yakni memulangkan Nazaruddin.

Informasi yang dihimpun koran ini, tim telah tiba di Singapura Sabtu (2/7) malam. Mereka terdiri dari tujuh orang penyidik. Tiga diantaranya adalah eks pemburu Gayus Tambunan saat kabur ke negeri Singa itu Maret 2010. “Dipimpin bintang satu,” ujar sumber Jawa Pos (grup Sumut Pos) di lingkungan Mabes Polri kemarin (3/7).
Tim ini mengantongi Sprint (surat perintah) yang ditandatangani Kabareskrim lama Komjen Ito Sumardi. Itu karena, Irjen Sutarman baru resmi dilantik 6 Juli nanti. “Kalau lancar sebelum sertijab, target (Nazaruddin- Red) sudah dibawa pulang,” katanya.

Untuk informasi ini, polisi masih menutup mulut rapat-rapat. “Tunggu satu, dua hari, ada perkembangan penting,” janji perwira menengah ini.

SBY memerintahkan secara langsung pada Kapolri Jenderal Timur Pradopo pada 1 Juli 2011. Perintah ini dibenarkan oleh juru bicara presiden Julian Aldrin Pasha.  Julian mengatakan, perintah tersebut dikeluarkan agar Nazaruddin bisa memenuhi proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Julian, sebelumnya Presiden telah meminta kepolisian untuk berkoordinasi dengan KPK, setelah KPK resmi menetapkan status Nazaruddin sebagai tersangka.

Sabtu lalu (2/7) Kapolri Jenderal Timur Pradopo menegaskan tim Polri bergerak sesuai prosedur. “Saya kira kami lakukan itu karena melalui kerja sama polisi internasional. Juga antara kegiatan-kegiatan yang selama ini sudah kami lakukan, seperti Gayus kemarin. Saya kira kami optimal-lah hadirkan,” kata Kapolri di Palembang, disela-sela mendampingi kunjungan kerja SBY.

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi tidak bersedia menjelaskan secara detail langkah-langkah yang dilakukan tim Polri. “Semua kita koordinasikan dengan KPK sebab kasusnya kan di KPK,” katanya.(rdl/kuh/jpnn)

Bandara Sam Ratulangi Ditutup Sementara

JAKARTA- Kepala Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan mengatakan, Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, resmi ditutup pasca meletusnya Gunung Soputan di Minahasa Selatan, kemarin (3/7). Penutupan itu dilakukan karena debu vulkanik dari Gunung Soputan berpotensi mengganggu operasional bandara dan mesin pesawat. “Bandara Sam Ratulangi mulai ditutup pukul 12.00 Waktu Indonesia Tengah,” tuturnya.
Bambang menuturkan, jika debu masih mengganggu penerbangan maka penutupan bandara akan tetap diperpanjang. “Untuk jadwal penerbangan yang sudah berangkat menuju Bandara Sam Ratulangi akan dialihkan atau dipulangkan. Sementara penerbangan dari sana ditunda sampai waktu pesawat itu memungkinkan untuk diterbangkan lagi,” cetusnya.

Sebagai pemegang otoritas perhubungan udara, Kemenhub berharap masyarakat dapat memahami kondisi itu karena demi keselamatan penumpang itu sendiri. “Oleh karena ini kondisi alam faktor yang tidak bisa kontrol jadi kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena ini di luar kemampuan kami untuk menanganinya,” tambahnya.

Dia mengatakan penerbangan menuju ke Manado akan dialihkan ke Palu, Makassar, Balikpapan, Gorontalo, dan Kendari. Sementara penerbangan dari Bandara Sam Ratulangi, Manado, akan ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Humas Angkasa Pura I, Merpin Butarbutar mengakui empat pesawat masih tertahan di Bandara Sam Ratulangi,  Manado, karena bandara ditutup. Keempat pesawat itu adalah Garuda dengan nomor penerbangan 601, Lion Air 775, Sriwijaya 269, dan Lion Air 749 jurusan Surabaya. Sementara itu, Batavia 635 terpaksa dialihkan. “Karena aktivitas Soputan menurun, diharapkan pukul 07.00 besok (hari ini) landasan dapat dibuka kembali,” terangnya.(wir/jpnn)

Objek Wisata Dipadati Pengunjung

SERGAI- Liburan sekolah tahun ini, sejumlah objek wisata bahari di Serdang Bedagai ramai dikunjungi. Diantaranya, Pantai Cermin Theme Park, Pondok Permai, Pantai Gudang Garam, Kuala Putri, Klang serta Sialang Buah.
Pantauan wartawan Sumut Pos, Minggu (3/7), ditempat-tempat hiburan ini, pengunjung mulai memadati lokasi sejak pagi dengan menggunakan kendaraan roda dua, mobil pribadi, bahkan menggunakan bus.

Sebagian besar pengunjung, berasal dari kota Medan dan sekitarnya.  Dengan membawa keluarga, ribuan pengunjung terlihat menikmati liburan akhir pekan mereka. Apalagi, kondisi ruas jalan menuju objek wisata, tidak terjadi kemacetan sehingga suasana nyaman masih bisa dirasakan.

“Pengunjung yang datang kali ini, memang lebih ramai dari hari biasa dan liburan sekolah tahun kemarin,” kata Johan, wakil pengelola Pondok Permai.

Sementara itu, pengunjung yang datang mengaku senang melihat panorama pantai yang eksotik dengan pemandangan air laut yang hijau kebiru-biruan. “Pemandangannya indah, makanan lautnya (sea food) enak disini,” ujar Eli (30) pengunjung Pondok Permai.

Kedepannya, pengunjung berharap, jalan menuju lokasi wisata dikawasan ini, bisa diperbaiki sehingga lebih nyaman dan tidak bosan untuk datang kembali. ”Kalau bisa jalannya diperbaiki, karena sudah banyak kerusakannya,” ucap Darma (45) warga Tanjung Morawa dilokasi wisata.(mag-15)

Selingkuh, Pejabat Pemprovsu Dipolisikan Istri

LABUHAN- Mantan Kepala Bagian Protokol Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Rahalim Azhari (50) ditangkap sedang melakukan perselingkuhan dengan istri simpanannya, Nur Ainun (34) di Jalan Orcit B 11 Lingkungan 29 Komplek Perumahan Griya Marelan III, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.

Terungkapnya perselingkuhan tersebut Minggu (3/7) sekitar pukul 03.15 WIB. Warga sekitar yang diikuti Kepala Lingkungan melakukan penggrebekan di rumah yang menjadi tempat perselingkuhan keduanya. Pada saat penggrebekan, kedunya sedang tidur di kamar. Kegaduhan pun terjadi dalam penggrebekan tersebut. Selanjutnya, warga membawa keduanya keluar rumah dan diserahkan kepada Kepala Lingkungan.

Kepala Lingkungan kemudian memberitahu istri Rahalim yang datang tidak lama kemudian. Kemudian, kedua pasangan selingkuh tersebut dibawa ke Polsek Medan Labuhan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Keduanya pun, menjalani pemeriksaan di ruangan juru periksa Polsek Medan Labuhan lantai 2. Sayang, keduanya menolak diwawancarai.

Sekitar Pukul 13.30 WIB, Istri Rahalim mendatangi Polsek Medan Labuhan untuk dimintai keterangan oleh pihak kepolisian Polsek Medan Labuhan. Menurut informasi yang diterima, perselingkuhan Rahalim Azhari dan Nur Ainun terjadi sejak 2006 silam. Dari hasil perselingkuhan sudah membuahkan satu anak. “Saya baru mengetahui hubungan gelap suami saya dengan wanita tersebut 3 bulan belakangan ini,” ujar wanita berinisial DH yang minta nama lengkapnya tidak dipublikasikan.

DH mengetahui perselingkuhan tersebut berawal dari temannya yang mendatangi seorang paranormal untuk berobat. Tanpa diduga kedatangan temannya ke paranormal membuat perselingkuhan Rahalim dengan istri simpanannya terbongkar. Atas kejadian tersebut, DH membuat laporan ke Polsek Medan Labuhan atas keberataannya. Laporan istri Rahalim tertuang dalam laporan LP/77B/Vi/2011/SU/Pel-Belawan/Sek-Medan Labuhan. Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan AKP Oktavianus mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan proses penyelidikan terhadap keduanya.

Saat teman DH ingin mengisi buku yang disuruh disi oleh paranormal tersebut, tanpa sengaja temannya melihat di buku tersebut ada nama Rahalim dan juga istri simpanannya yang pernah mengunjungi paranormal tersebut. Selanjutnya, teman istri Rahalim langsung memberitahukannya kepada istri Rahalim.

Bermodal informasi yang diberikan temannya, istri sah Rahalim itu melakukan pelacakan. Dengan susah payah akhirnya keberadaan wanita yang ada kaitannya dengan suaminya pun terendus. Namun, DH tidak langsung melakukan penggrebekan namun menanyakan kepada warga sekitar terlebihdahulu terkait kebenaran informasi perselingkuhan suaminya tersebut.

Setelah, mendapatkan kepastian dari warga sekitar, DH langsung melakukan koordinasi dengan kepala lingkungan agar melakukan penggrebekan.

“Saya langsung berkoordinasi dengan Kepala Lingkungan untuk melakukan penangkapan terhadap suami saya apabila sedang berada di rumah tersebut,” ujar istri Rahalim.

Menurutnya, seminggu belakangan suaminya memang jarang pulang ke rumah karena ada urusan kantor. “Sudah empat hari suami saya tidak pulang ke rumah, dia mengatakan bahwa ada tugas di luar kota,” tambah DH.
Dia menjelaskan bahwa pengakuan suaminya dan juga selingkuhannya di kantor polisi, kedunya mengaku kalau mereka sudah menikah. Namun, saat saya tanya buku nikahnya dia tidak berani memberikannya. “Katanya sih mereka sudah menikah sirih namun buku nikahnya saya minta tidak ada, tapi pengakuan dari polisi buku nikahnya ada tapi Rahalim menggati namanya menjadi Taslim,” jelasnya.

DH juga mengatakan bahwa informasi yang diterimanya bahwa suaminya mengaku menjadi seorang polisi pada saat ditanyai warga tersebut agar perbuatan perselingkuhannya tidak tercium oleh warga sekitar. “Suami saya katanya mengaku polisi, kemungkinan kalau dia mengaku polisi tidak ada yang berani melakukan penggrebekan,” tandasnya.
Sedangkan, adik DH yang ikut mendampingi ke kantor polisi mengatakan bahwa perselingkuhan tersebut sudah diketahui pihak keluarga beberapa bulan belakangan ini. Namun, saat ditanyai dengan yang bersangkutan dia tidak pernah mau mengakuinya, “Kami pun sudah sering nasehati namun yangbersangkutan tidak perduli,” singkatnya.
Atas kejadian tersebut, DH membuat laporan ke Polsek Medan Labuhan atas keberataannya. Laporan istri Rahalim tertuang dalam laporan LP/77B/Vi/2011/SU/Pel-Belawan/Sek-Medan Labuhan.

“Saya akan memperpanjang kasus ini ke jalur hukum, biar proses hukum yang menindaklanjuti perbuatannya, kalau untuk penyelesaian secara kekeluargaan sendiri belum ada kepikiran saya,” tandasnya.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, AKP Oktavianus mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan proses penyelidikan terhadap keduanya,”Kami masih memeriksa keduanya untuk proses lebih lanjut. Kedunya, dikenakan pasal 284 tentang perselingkuhan dengan ancaman hukuman Sembilan bulan kurungan penjara. Sedangkan, Kepala Lingkungan 29, Abdul Latif dan juga warga sekitar tidak dapat dikonfirmasi terkait hal tersebut.

Menurut pantauan Sumut Pos di Jalan Orchid B 11 Lingkungan 29 Komplek Perumahan Griya marelan III Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan tampak terlihat rumah tersebut sepi. Namun, pada saat wartawan Koran ini memoto rumah tersebut, salah seorang security komplek melarang untuk memotonya, “Jangan di foto-foto rumah itu, itu rumah polisi,” ujarnya. (mag-11)

Akta Kelahiran Rp150 Ribu

081396588xxx

Saya mengurus akta kelahiran anak saya melalui kepala lingkungan kami di Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung. Saya diminta biaya Rp150.000, yang sedihnya sudah dibayar semahal itu, sudah mau 2 bulan akta kelahiran belum siap mohon perhatian pihak berwenang terima kasih.

Laporkan Tertulis

Terima kasih informasinya, kami sampaikan kepada masyarakat untuk mengurus langsung ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk dan Capil) Kota Medan. Dengan cara mengurus sendiri, maka tidak akan dikenakan biaya apapun apabila usia anak yang akan diurus aktanya tak lebih dari 60 hari.

Selanjutnya, saya minta kepada pengirim laporan ini untuk menyampaikan laporan tertulis terkait oknum kepling yang meminta bayaran atas biaya akte kelahiran.

Hendra Asmilan, Camat Medan Tembung

Urus Sendiri

Kami sampaikan kepada masyarakat Kota Medan, Disduk dan Capil Kota Medan sangat berterima kasih apabila masyarakat mengurus sendiri akte kelahiran anak. Karena dengan mengurus sendiri, terbebas dari oknum-oknum yang memanfaatkan dari pengurusan ini.

Di Disduk dan Capil Kota Medan tak ada dipungut biaya apapun apabila akta kelahiran anak yang diurus tak berusia lebih dari 60 hari. Apabila sudah lebih dari 60 hari, maka dikenakan denda administrasi sebesar Rp10 ribu. Syaratnya cukup membawa foto copy buku nikah, kartu keluarga, bukti lahir atau surat kelahiran dari rumah sakit maupun bidan. Dengan syarat tersebut, kami  bisa memprosesnya tak lebih dari seminggu.

Darussalam Pohan
Kadisduk dan Capil Kota Medan

Polisi Minta BBTNGL Konsen Relokasi Warga

LANGKAT- Guna menghindari kegagalan merelokasi warga pengungsi di kawasan TNGl Langkat, balai besar (BB) taman nasional gunung leuser (TNGL) diminta lebih konsisten. Agar operasi melibatkan berbagai institusi dan biaya besar itu, tidak sia-sia.

“Untuk operasi lanjutannya, kita belum tahu kapan persisnya, namun apabila tetap dilangsungkan, kita meminta BBTNGL konsisten agar tidak sia-sia semuanya. Pasalnya, selain melibatkan banyak institusi juga menggunakan biaya lumayan besar untuk operasionalnya,” kata Kapolres Langkat, AKBP H Mardiyono, akhir pekan kemarin.
Mardiyono menjelaskan, BBTNGL idealnya melakukan pendekatan kepada warga mendiami seputar area TNGL sebelum operasi dilaksanakan. Artinya, sambung Kapolres, warga dapat memahami sekaligus menyadari keberadaan mereka di zona terlarang untuk berbagai aktifitas apalagi mendiaminya.

Sebab, lanjut Kapolres, BBTNGL berperan penting memberikan pemahaman tentang itu. Sementara, kepolisian dibantu berbagai kesatuan seperti TNI maupun Satpol-PP (Langkat) hanya mewenangi pengawalan sebagai antisipasi hal-hal tidak diinginkan.

“Kalau sebelumnya mereka (BB) sudah melakukan pendekatan, tetapi berbagai perlengkapan seperti yang dijanjikan sebelum operasi dilaksanakan, sebagai pendukung juga nihil,” seru Mardiyono.(ndi)

Pengusaha Tahu Diperas Lurah

BINJAI- Pasca aksi puluhan karyawan pabrik tahu di kantor Badan Pengandali Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Binjai, Jumat (1/7) lalu, terkuak aksi pemerasan dilakukan oknum Lurah kepada pengusaha tahu.
Menurut pemilik pabrik tahu Ayen, kepada Sumut Pos, Minggu (3/7) mengaku, sejak usahanya itu didirikan, tak pernah menuai masalah. Bahkan, setiap ada petugas Pemko Binjai yang datang, mereka selau diberi uang.

“Dari dulu usaha saya tidak ada masalah dan sudah berdiri sampai puluhan tahun. Bahkan, saya kerap didatangi oknum dari Pemko Binjai untuk meminta uang,” ujar Ayen.

Ditambahkannya, dia ada memberikan uang kepada Lurah Bandar Senembah Atmaja Sitepu, sebesar Rp2,8 juta. “Saya kasi uang itu di ruangan Sekretaris Bapedalda Binjai. Uang itu saya berikan, atas dasar permintaan pak lurah,” ungkapnya.

Tak sampai disitu, Ayen juga menyebut, uang itu diberikan kepada Lurah, agar tidak menutup aliran limbah pabrik tahu saya. “Uang itu memang untuk membantu saya, agar saluran limbah tahu saya tidak ditutup. Tapi, setelah uang itu saya berikan, saluran limbah saya tetap ditutup,” sebutnya. Terpisah, Lurah Kelurahan Bandar Senembah Atmaja Sitepu, saat dikonfirmasi terkait uang yang diberikan Ayen tidak membantahnya. “Iya,  memang ada saya terima Rp2 juta. Tapi uang itu sudah saya kembalikan, karena saluran limbahnya tetap ditutup,” ujar Atmaja.(dan)

Aki Mobil Digondol Maling

TEBING TINGGI- Liston Sihombing (33) warga Dusun V, Kampung Jawa Seberang, Kabupaten Labura, kehilangan aki mobilnya di depan rumah makan Ramayana, Jalan Tebing Tinggi-Kisaran, tepatnya di Desa Paya Pasir, Dusun II, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (3/7) karena digondol maling.

Menurut Liston, supir truk fuso BK 9414 BQ, mengatakan, pagi itu dirinya berangkat dari kota Medan menuju Padang sekitar pukul 02.00 WIB. Karena mengemudikan seorang diri, tepat di Desa Paya Pasir, Listan merasa kantuk dan diputuskan untuk beristirahat di depan rumah makan. Sekitar pukul 05.30 WIB, Liston dibangunkan oleh seorang supir dan mengatakan aki mobilnya dilarikan maling. Atas peristiwa itu, korban pun membuat pengaduan ke Mapolres Tebing Tinggi. Dari kejadian itu, korban menderita kerugian Rp1,3 juta.(mag-3)