28 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 15018

Hidupkan Lampu Jalan

082161631xxx
Bagaimana Dinas Pertamanan Pemko Medan, kami masyarakat Jalan Garu II B Gang Inpres tidak dapat menikmati penerangan lampu jalan sejak tiang di pasang pada tahun lalu, tolong Bapak Wali Kota cek ke tempat kami.

Kami Kirim Petugas
Terima kasih, kami akan cek dan segera turunkan petugas ke wilayah tersebut untuk mengetahui lebih jauh kondisinya. Apabila benar seperti apa yang telah dilaporkan, kami akan segera menghidupkan lampu jalannya.

Erwin Lubis, Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan

Perbaiki Jalan Luku I

081375881xxx
Pak Wali Kota tolong perbaiki jalan kami di Jalan Luku I yang sudah 15 tahun belum ada perbaikan, orang-orang kelurahan kami tidak mau peduli. Mungkin kalau Bapak Wali Kota lewat dari Jalan Luku I, kami akan malu sekali. Jadi tolong ya diperhatikan dan perbaiki segera, kami masyarakat Jalan Luku I Kelurahan Kwala Bekala,  Medan Johor mengucapkan terima kasih.

Kami Cek
Terima kasih informasinya, kami cek dan koordinasikan dengan instansi terkait yakni Dinas Bina Marga Kota Medan. Jika pihak kelurahan tak peduli, sebaiknya warga membuat surat tertulis kepada Wali Kota Medan dan Bina Marga Kota Medan. Selanjutnya, pembangunan jalan bisa dianggarkan pada APBD tahun berikutnya.

Tapi, apabila ada anggaran yang tersedia pada APBD 2011 pastinya akan segera dilaksanakan pembangunan, karena sekarang ini sedang dilaksanakannya pembangunan jalan di sejumlah ruas jalan di Kota Medan.

Khairul Buchari
Plt Kabag Humas Pemko Medan

Masih Milik Hamilton

BUDAPEST – Pembalap McLaren Lewis Hamilton kembali mencatatkan waktu tercepat pada sesi kedua latihan bebas GP Hungaria, Jumat (29/7). Dibelakang Hamilton dibuntuti pembalap Ferrari, Fernando Alonso dan McLaren, Jenson Button.

Sebelumnya Hamilton merih hasil tercepat pada sesi pertama latihan bebas GP Hungaria, dan kedua membuatnya semakin tajam. Menuntaskan 29 lap, Hamilton mengemas waktu satu menit 21,018 detik. Catatan tersebut lebih baik dari Alonso yang ada di posisi kedua dengan satu menit 21,259 detik.

Button yang rekan setim Hamilton membenahi posisi dengan menjadi pembalap ketiga dengan waktu terbaik. Pada sesi sebelumnya, ia hanya berada di posisi lima.
Duo Red Bull, Mark Webber dan Sebastian Vettel, hanya bisa menorehkan catatan waktu yang menempatkan mereka di posisi empat dan lima secara berurutan.

Kendati mencatat hasil kurang memuaskan bagi Red Bull, ternyata tidak membuat Lewis Hamilton mengusung kepercayaan diri berlebihan. Menurutnya, sampai saat ini, tim pimpinan Christian Horner tersebut masih kokoh dalam klasemen sementara pembalap.

Hamilton pun melihat, dalam fase kualifikasi nanti Red Bull bisa kembali mengambil waktu tercepat untuk mendapatkan posisi pole. Sedangkan, sampai saat ini, McLaren sendiri belum bisa mendapatkan torehan waktu terbaik di babak ini dalam 18 balapan terkahir. Itulah sebabnya, mengapa Hamilton tidak mau menggengam ekspektasi berlebihan. “Dalam 18 balapan terkahir kami tidak mencapai pole-position, sesuatu seperti ini sudah berlangsung lebih dari setahun sejak kami meraih pole. Jadi saya tidak datang ke sini dan berpikir untuk mendapatkan pole-position,” tutur Hamilton sebagaimana dikutip Autosport. (net/jpnn)

Spesial Ramadhan, simPATI InternetMania Beri Bonus Data 10 MB

Telkomsel menghadirkan program spesial Ramadhan bagi pelanggan simPATI yang berlaku mulai 29 Juli 2011. Seluruh pelanggan simPATI bisa menikmati program InternetMania untuk internetan cepat dengan bonus data sebesar 10 MB serta paket Talkmania Jumbo untuk nelpon sepuasnya ke sesama pelanggan Telkomsel hingga 600 menit selama 6 hari hanya dengan Rp 10.000.

Bonus data 10 MB didapatkan setelah pelanggan internetan dengan akumulasi pemakaian mencapai 1 MB, di mana bonus ini bisa digunakan hingga pukul 23.59 pada hari yang sama. Pelanggan juga bisa menikmati tarif murah Rp 0,1/kb setelah internetan hingga pemakaian mencapai 501 kilobyte pada satu kali sesi berinternet.

VP Product Marketing Telkomsel Lindayanti Harjono mengatakan, “Kami menyadari pada periode bulan Ramadhan hingga Lebaran kebutuhan pelanggan untuk mengakses internet serta berkomunikasi dengan kerabat dan keluarga cukup tinggi. Program InternetMania dan Talkmania Jumbo spesial Ramadhan ini kami harapkan dapat memenuhi kebutuhan berinternet serta berkomunikasi yang nyaman dengan tarif yang lebih murah selama bulan Ramadhan.”

Untuk menikmati tarif murah InternetMania, pelanggan dapat melakukan aktivasi dengan menghubungi *999*10#. Pelanggan simPATI yang berada pada paket InternetMania juga bisa menikmati paket Talkmania Jumbo, yakni bebas nelpon ke seluruh pelanggan kartuHALO, simPATI, dan Kartu As berkali-kali hingga 100 menit setiap harinya selama 6 hari, cukup dengan harga Rp 10.000. Pelanggan yang berada pada paket simPATI selain InternetMania bisa menikmati promo ini dengan tarif Rp 12.500.

Aktivasi paket Talkmania Jumbo dapat dilakukan dengan menghubungi *999#, pilih menu InternetMania, lalu pilih Talkmania Jumbo. Pelanggan juga bisa mengaktivasi paket ini dengan mengirimkan SMS, ketik TM<spasi>Jumbo, lalu kirim ke 8999. Talkmania Jumbo bisa digunakan setiap harinya untuk nelpon mulai pukul 01.00 hingga pukul 17.00 dengan cukup sekali melakukan aktivasi pada pukul 01.00 hingga pukul 12.00. Program ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia, kecuali Papua, Maluku, dan NTT.

Untuk mengecek status aktivasi Talkmania Jumbo, saldo durasi dalam satu hari penggunaannya, maupun bonus lain, pelanggan dapat menghubungi *889# secara gratis. Dengan mengakses *887#, pelanggan juga dapat melakukan pengecekan transaksi komunikasi terakhir.

Jaringan terluas berkualitas Telkomsel siap mendukung kenyamanan berinternet dan berkomunikasi pelanggan simPATI. Lebih dari 39.000 base transceiver station (BTS) termasuk di antaranya 8.600 Node B (BTS 3G) telah digelar di seluruh Nusantara untuk memaksimalkan aktivitas mobile lifestyle selama Ramadhan hingga Lebaran.

Angeline ke Amerika, Medan Terheboh

DBL World Camp 2011

MEDAN-Jika tahun lalu Sumatera Utara (Sumut) terwakili dengan empat pemain, maka pada gelaran DBL World Camp 2011 yang berakhir Kamis (28/7) di Surabaya, Sumut hanya terwakili oleh  siswi SMA Methodist 2 Medan Angeline untuk berlatih dan bertanding di Amerika.

Tahun lalu, selain Angeline, Sumut juga terwakili oleh Stefani Yolanda (SMA Sutomo 1), Fredi (SMA Methodist 2 Medan) dan Youngki Leonardo (SMA Methodist Binjai).

Untungnya, ketika hanya Angeline yang terpilih dalam skuad Indonesia DBL All Star, Kota Medan yang menjadi venue gelaran Honda DBL North Sumatera Series pada Januari 2011 lalu terpilih sebagai Kota Terheboh.

Sementara itu siswa SMA Sutomo 1 Medan William Cuaca berhasil menyingkirkan ratusan pesaingnya hingga terpilih sebagai Favorite Campers kategori cowok.

Untuk kategori pelatih, Provinsi Jawa Tengah mengungguli daerah lainnya karena dua pelatih mereka Aditya Krisnha (SMA Satya Wacana Salatiga) dan Xaverius Wiwit (SMA Kr. Tri Tunggal Semarang) terpilih sebagai pelatijh terbaik sehingga berhak menangani tim putra dan putri Indonesia DBL All Star.
Berkait presatsinya itu, kedua pelatih asal Jateng tadi ikut terbang ke di Seattle, Amerika Serikat (AS) bersama dua pelatih lainnya Koo Sri Padma dan Tedi (SMAN 5 Karawang).

Penentuan nama keempat pelatih itu tidak sembarangan. Keempatnya terlebih dahulu harus menyingkirkan 45 pelatih lainnya. Beberapa tes baik yang berifat teori maupun praktik sudah dijalani pelatih itu sejak hari pertama di Surabaya. Rangkaian itu diakhiri dengan tes pengaplikasian metode pelatihan dari asisten pelatih Satria Muda Britama Jakarta Patrick Gosal. Tes akhir digelar di GOR SMA Santa Agnes Surabaya, mulai pagi hingga kemarin sore (28/7). Seluruh pelatih harus memegang tim yang pemainnya diambil dari salah satu kampus di Surabaya plus beberapa campers putra yang tereliminasi. Hasilnya, beberapa pelatih berhasil mempraktikkan metode latihan dari Gosal dengan baik.

Usai memimpin jalannya tes, Gosal mengatakan bahwa, seluruh pelatih menunjukkan kemajuan berarti. (jun/ren/nur/diq)

Sama-sama Senang Daun Muda

MANEJER tim Manchester United Sir Alex Ferguson melontarkan pujian buat bek muda yang baru didatangkan klub berjuluk The Red Devils, Phil Jones.

Jones yang sebelumnya berposisi sebagai centre back, justru saat membantu The Red Devils mengalahkan MLS All Star  dengan skor 4-0, pada laga uji coba di New York, Kamis (28/7) ditempatkan sebagai bek kanan.

“Di usianya yang masih sangat muda yakni 19 tahun, dia menjadi sangat berguna karena bisa bermain di banyak posisi berbeda. Selain itu, dia juga aktif bergerak serta punya tekad kuat untuk memenangkan pertandingan,” bilang Ferguson lagi.

Sesungguhnya bukan hanya Jones saja pemain muda yang dicoba Fergie untuk mencoba beberapa posisi yang berbeda. Sebelumnya Chris Smalling pun melakukannya juga.
Bukan hanya Fergie yang bangga dengan pemain muda yang dimilikinya. Pep Guardiola, entrenador Barcelona pun memuji pemain muda miliknya.

“Ini pertandingan yang penting buat pemain muda seperti Thiagio Alcantara dan beberapa pemain muda lainnya yang selama ini hanya menjadi pelapis tim utama,” sahut Guardiola usai laga.
“Kami harus terus bekerja dan bertanding sehingga para pemain kembali menemukan performa terbaiknya,” bilang Pep. (bbs/jpnn)

Daftar Sekarang, 8 Tahun Lagi Berangkat

Jumlah Daftar Tunggu Jamaah Calhaj 49.764

MEDAN-Calon jamaah haji (calhaj) yang mendaftar tahun ini baru akan bisa berangkat ke Tanah Suci Mekkah untuk menunaikan ibadah haji 7-8 tahun mendatang. Pasalnya, berdasarkan jumlah calon jamaah untuk kuota jamaah calon haji asal Sumatera Utara yang telah masuk daftar tunggu (waiting list) berjumlah 49.764 orang.

Sedangkan kuota haji untuk Sumatera Utara tahun ini berjumlah 8.234 orang, terdiri dari 8.180 calon jamaah haji, 54 orang diantaranya adalah petugas haji.

“Untuk daftar waiting listnya sudah mencapai 49 ribu orang lebih, sedangkan kuota haji tahun ini sebanyak 8.324 orang. Kalau dibagikan jumlah waiting list dan kuota itu, berarti yang mendaftar haji sekarang baru bisa berangkat 7-8 tahun ke depan,” ungkap Chairul Syam, Kasubbag Hukmas Kantor Kementerian Agama RI Wilayah Sumut yang ditemui Sumut Pos di ruang kerjanya, Jumat (29/7).

Tekait hal itu, Fahmi salah seorang putra dari seorang calon jamaah haji asal Sumut Nazaruddin (66) warga Jalan Sisingamangaraja No 12 B Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota kepada Sumut Pos menceritakan, orangtuanya telah dua tahun lalu mendaftar jadi calon jamaah haji yakni tahun 2009 lalu dan telah mendapat nomor porsi, namun hingga kini belum bisa berangkat.
“Bagaimana kalau seandainya nantinya gagal berangkat karena suatu penyebab misalnya meninggal dunia?” tanyanya.

Menjawab hal itu, Chairul Syam menuturkan, untuk itu tidak bisa digantikan dengan orang lain, tapi akan digantikan oleh orang yang dapat nomor porsi di bawahnya.

“Itu tidak bisa digantikan, dan nanti uangnya akan dikembalikan kepada pihak keluarganya. Karena sistemnya secara online yaitu, Sistem Komunikasi Haji Terpadu (Siskohat),” terangnya.
Menyangkut pelaksanaan ibadah haji tahun ini, hingga saat ini pihak Kantor Kementerian Agama RI Wilayah Sumut belum menerima putusan atau surat pemberitahuan, atau Peraturan Presiden (Perpres) sebagai acuan pelaksanaan ibadah haji.

“Iya, memang sudah ada rapat pihak kementerian agama dengan Komisi 8 DPR RI. Tapi kita belum menerima salinan, atau berbentuk apapun. Karena biasanya ada Perpres yang menjadi landasan pelaksanaan ibadah haji. Jadi, kita belum bisa memastikan berapa resminya Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH), kapan batas terakhirnya serta serba-serbi lainnya,” ungkapnya.
Terkait pelaksanaan ibadah haji, Kantor Kementerian Agama RI Wilayah Sumut telah mendapat Sertifikat ISO 9001:2008 beberapa waktu lalu, yang diserahkan oleh Direktur Utama PT Mutu Agung Lestari.

Sertifikat itu diserahkan kepada Menteri Agama RI Suryadharma Ali dan diteruskan kepada tiga Kanwil Agama yang salah satunya adalah Kanwil Kemenag Sumut.
Sertifikat tersebut didasarkan pada penilaian terhadap diterbitkannya Buletin Haji oleh Embarkasi Polonia Medan setiap harinya pada keberangkatan jamaah dengan berita yang terbaru baik dari Embarkasi Polonia Medan maupun berita dari Tanah Suci yang dipantau melalu Media Center Haji (MCH).

“Pemberian sertifikat itu merupakan tantangan tersendiri dan jangan sampai pernah merasa puas terhadap upaya memberikan pelayanan kepada calon jamaah haji. Yang terpenting adalah mengupayakan kepada calon jamaah haji kembali ke tahan air,” beber Kepala Kantor Kanwil Kemenangsu Syariful Mahya Bandar.

Paspor Belum Komplet
Sementara itu, rekapitulasi pengurusan paspor jamaah haji di tingkat provinsi masih belum komplet. Rekaman dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) kemarin menunjukkan penyelesaian pengurusan paspor di level provinsi belum rampung. Padahal, Kemenag memperkirakan awal Ramadan ini Kedutaan Besar Arab Saudi sudah membuka layanan pengurusan visa.

Contohnya di Provinsi Jawa Timur dari total kuota sejumlah 34.165 jamaah, paspor yang baru rampung hanya milik 14.535 jamaah. Selanjutnya di Provinsi Jawa Tengah paspor yang sudah komplit sejumlah 12.934 dari kuota jamaah 29.657 jamaah. Di Provinsi Bali paspor yang sudah rampung sejumlah 373 dari total kuota sejumlah 639 orang.

Secara keseluruhan, dari total kuota jamaah haji 2011 sebesar 194 ribu jamaah, paspor yang sudah komplet baru 86.445. Kabag Siskohat Setditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Amin Akkas berharap kepada seluruh kanwil untuk segera memproses verifikasi paspor yang telah diterbitkan kantor imigrasi setempat. (ari/wan)

Jumat Malam Gelar Salat Tarawih

Tarekat Naqsyabandiyah Sudah Puasa

PADANG-Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mulai melakukan salat tarawih. Dengan demikian, mulai besok (hari ini, Red) penganut tarekat Naqsyabandiyah sudah menjalankan ibadah puasa.
Salat tarawih dilakukan pukul 20.30 WIB malam ini, Jumat (29/7) di Musala Baitul Makmur, Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Padang.

Pimpinan atau Mursyid Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah Syafri Malin Mudo mengatakan, salat tarawih pertama menyambut Ramadan tahun ini akan dilakukan 18 jamaah yang menjadi peserta suluk dan sekitar 100 warga Nagari Pauh Limo.

“Benar, mulai besok (hari ini, Red) kita sudah mulai puasa. Untuk menetapkan awal puasa, kita berpedoman pada bulan yang senantiasa di pantau setiap bulannya. Kita memantau bulan menggunakan mata telanjang, berbeda dengan pemerintah yang menggunakan teropong” kata Syafri.

Syafri menjelaskan, bila saat diamati bulan masih separuh lingkaran pada delapan hari tiap bulan saat magrib, itu menandakan bulan separuh. Sedangkan kalau pukul 12 malam bulan sudah di ubun-ubun, berarti bulan penuh. Artinya sudah berjalan 15 hari.

“Pengamatan kami, pada tanggal 22 Sya’ban, bulan tinggal separuh. Itu artinya hari ini tepat 30 Sya’ban atau 1 hari menjelang Ramadan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syafri menjelaskan, pedoman penetapan 1 Ramadan itu telah digunakan pengikut tarekat Naqsabandiyah sejak lama. Peserta suluk aliran tarekat tersebut, menurut dia, kebanyakan sudah berusia lanjut.

“Selain di Pauh, pengikut tarekat Naqsabandiyah juga ada di sejumlah tempat lainnya di Sumbar, antara lain di beberapa kelurahan di Kecamatan Lubuk Kilangan,” kata dia. (net/bbs/jpnn)

Pansus Tagih Hasil Rumusan Inalum

MEDAN-Pansus PT Inalum DPRD Sumut menegaskan pekan depan hasil rumusan yang selama ini sedang dirancang tim perumus Pemprovsu (Bapeda Sumut) dan 10 pemkab/pemko akan ditagih.
Sekretaris Pansus PT Inalum DPRD Sumut Guntur Manurung menerangkan, desakan tersebut digulirkan karena akan dilakukan rapat internal Pansus pada Agustus 2011 mendatang.

”Rapat internal ini nantinya akan membahas hasil rumusan yang selama ini sudah dilakukan tim perumus. Jika mereka belum memberikan hasil rumusan itu maka rapat ini akan terkendala. Makanya kita mendesak agar Pemprovsu dan 10 pemkab/pemko segera menyampaikan hasil tersebut secepatnya. Dalam sepekan ke depan kita akan menagihnya,” tegasnya.

Kader Partai Demokrat itu menyampaikan, dengan digelarnya rapat internal, maka hasil-hasil rumusan yang diajukan Pemprovsu dan 10 pemkab/pemko sudah bisa disampaikan kepada pimpinan.

“Rapat internal ini akan menghasilkan keputusan yang menjadi rekomendasi dari Pemprovsu dan 10 pemkab/pemko. Nah, ini selanjutnya akan disampaikan ke Ketua DPRD Sumutn
yang kemudian akan diparipurnakan,” jelas Guntur.

Setelah diparipurnakan, sambungnya, maka Pansus PT Inalum DPRD Sumut akan menyampaikan hasil tersebut ke Plt Gubsu. “Melalui Plt Gubsu rekomendasi tersebut akan disampaikan ke Pemerintah Pusat,” tuturnya.

Guntur juga menjelaskan, dengan selesainya rekomendasi ini sesuai waktu yang diharapkan, merupakan bentuk keseriusan Pemprovsu dan 10 pemkab/pemko. “Kita bersama-sama harus menentukan sikap dan langkah-langkah yang harus diambil,” katanya.

Menurutnya, master of agreement harus dibuat, agar pemerintah pusat tinggal mensahkan rekomendasi dari Pemprovsu dan 10 pemkab/pemko tersebut. Dan tentunya harapan yang paling mendasar adalah pemerintah pusat mau memberikan kewenangan penuh kepada Pemprovsu dan 10 pemkab/pemko dalam pengelolaan PT Inalum jika nantinya Indonesia bisa mengambil alih perusahaan tersebut.

Sebelumnya, pihak Pansus PT Inalum DPRD Sumut juga telah memberikan tenggat waktu kepada tim perumus agar bisa menghasilkan rumusan pada Agustus 2011 ini. (saz)

Anggota DPRD Sumut Pulangkan Uang Reses

Hasil Audit BPK Ditemukan Penyimpangan

MEDAN-Anggota DPRD Sumut ramai-ramai mengembalikan uang reses tahun 2010 ke kas daerah melalui Kejatisu. Pengembalian itu dilakukan setelah BPK RI perwakilan Sumut dalam auditnya menemukan penyimpangan. Informasi yang dihimpun wartawan Sumut Pos dalam beberapa hari terakhir, Kejatisu pada 17 Juli 2010 telah menyurati seluruh anggota DPRD Sumut agar mengembalikan dana reses 2010 sebesar Rp30 juta-Rp40 juta per orang, total seluruhnya sebesar Rp4 miliar. Dana tersebut jadi temuan BPK RI karena tidak digunakan untuk reses, namun uang diambil.

Informasi ini ditutupi oleh kalangan anggota dewan, bahkan Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun mengatakan, tidak ada permintaan pengembalian uang reses oleh Kejatisu. Dia juga mengaku tidak mengetahui ada penyimpangan dana reses.

Sementara itu, beberapa anggota dewan lainnya juga mengaku hal yang sama. Kebenaran tentang informasi ini diketahui setelah anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDIP, Brilian Mocktar buka-bukaan. Dengan gamblang dia mengakui hal itu. “Sebagian anggota dewan sudah memulangkan uang tersebut. Karena tertanggal 30 Juli 2011 besok (hari ini, Red) uang tersebut sudah harus dikembalikan semua. Jadi, sebenarnya sudah selesai,” terangnya, Jumat (29/7). Brilian tidak menjelaskan apakah dia telah memulangkan uang tersebut atau belum.

Lebih lanjut anggota dewan yang terkenal vokal ini menjelaskan, ini merupakan indikasi saja. “Seharusnya BPK bisa lebih memperdalam masalah ini. Ini hanya kesalahan mekanisme,” ujarnya lagi. Sementara itu, Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun menerangkan, dirinya sama sekali tak mengetahui tentang hal itu. “Saya tidak tahu ada surat yang dilayangkan ke para anggota DPRD Sumut. Saya juga tidak ada menerima pemberitahuan dari Kejatisu tentang hal ini. Dan para anggota juga tidak ada yang memberikan laporan,” terang politisi Partai Demokrat itu.

Di tempat terpisah, anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS Amsal menerangkan, mengenai hal ini ia belum mengetahui apa-apa, pasalnya ia belum ke kantor sejak pulang dari melakukan kunjungan kerja ke luar kota. Namun menurutnya, hal ini disebabkan masalah administratif penggunaan dana reses tersebut. “Kegiatan reses ini kan dikelola sekretariat. Sedangkan anggota sendiri hanya tinggal datang, duduk dan menerima keluhan-keluhan hingga menawarkan solusi di dapilnya. Nah, ada kemungkinan pertanggungjawaban yang dibuat sekretariat tak sesuai dengan yang diminta,” ujar Amsal.

Menurut Amsal lagi, sebelum-sebelumnya dana reses ini dikelola langsung oleh anggota DPRD Sumut. Namun, saat ini semuanya dikelola oleh pihak sekretariat. “Dana tersebut bisa saja tak habis karena hanya sebagian yang digunakan.

Nah, ini juga berpotensi menyebabkan kesalahan administratif tadi. Karena dengan anggota DPRD Sumut yang berjumlah 100 orang itu, tentunya tak akan bisa terlayani seluruhnya dengan maksimal. Sementara kegiatan reses ini hanya diberikan waktu lima hari kerja dalam seminggu dan hanya dilakukan tiga kali setahun,” terangnya.

Dengan adanya permasalahan ini, secara pribadi Amsal merasa dijebak. “Karena penggunaan dana reses ini terlalu kaku. Dan hanya sekretariat yang bisa mengelolanya. Namun, jika memang pihak Kejatisu meminta dana tersebut dikembalikan, kita siap. Namun, sejauh dana yang bisa kita pertanggungjawabkan tentunya kita akan mengembalikan selisihnya,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan, hal ini sangat memperlihatkan dan mengindikasikan begitu bobroknya sistem adminstrasi di Indonesia.

Sementara itu, anggota DPRD Sumut Komisi A, Isma Fadly Ardya Pulungan menuturkan, dana reses dengan jumlah yang sangat minim tersebut harus diselesaikan dalam dua tahap. “Dana reses yang saya terima berjumlah Rp30 juta, berarti sekali melakukan kunjungan ke konstituen di dapil hanya Rp15 juta.

Mau berbuat apa dengan uang yang sangat minim tersebut. Nggak mungkin kita hanya sekadar melakukan kunjungan, tentunya kita harus melakukan program sosial kemasyarakatan. Dan dengan jumlah dana reses yang sebegitu kecilnya tentunya tak akan bisa berbuat apa-apa,” tegasnya.

Harusnya, jika Kejatisu memang ingin mengkritisi penggunaan dana reses tersebut, pihak Kejatisu harus melakukan survei di berbagai dapil para anggota DPRD Sumut. “Lihat, di dapil mana saja dan siapa anggota DPRD Sumut-nya yang bisa membuktikan mereka memang melakukan reses dengan membantu masyarakat di sana. Itu baru bagus,” kata Isma lagi.

Bukan sombong, sambung Isma, ia mengaku walau tak ada dana reses tersebut ia tetap melakukan kunjungan sekaligus pantauan ke dapilnya. “Dapil saya di Labuhan Batu Induk, Labusel dan Labura. Boleh tanya di sana, apa saya jarang melakukan kunjungan ke sana.

Karena walau tak ada dana reses memang sudah kewajiban seorang anggota DPRD Sumut mendatangi masyarakat yang mendukungnya pada pemilihan dulu. Tentunya untuk menampung aspirasi dan keluhan-keluhan masyarakat di sana. Dan akan lebih baik lagi jika kita mampu kita bisa melakukan program-program bantuan kepada mereka,” jelasnya.

Isma berharap, pemerintah bisa menambahkan anggaran dana reses tersebut. Dengan begitu, menurutnya kebutuhan masyarakat akan ditampungnya aspirasi dan keluhan mereka bisa lebih maksimal dilakukan.

Sementara itu, anggota DPRD Sumut Komisi B Guntur Manurung mengaku terkejut, mengenai hal ini. “Saya belum mendapatkan surat itu,” jelasnya. Namun, ia juga mengatakan, dana reses ini sifatnya harus dipergunakan, jadi jika pihak Kejatisu meminta mengembalikan dana tersebut, tentunya sisa dari penggunaan saja. “Jika kita memiliki pertanggungjawaban terhadap dana yang kita gunakan, tentunya itu bukan satu masalah. Ya, kita tinggal mengembalikan dana yang belum terpakai saja,” kata Guntur.

Sementara itu, sumber di Kejatisu menyebutkan, permintaan mengembalikan uang rakyat itu adalah hal yang wajar. Itu dilakukan setelah BPK menemukan adanya dugaan penyimpangan. “Meski kesalahan administratif, uang negara harus dikembalikan.

Sudah sebagian besar mengembalikan uang tersebut, kalau tidak dipulangkan bisa masuk ranah pidana,” ujar sumber tersebut. Kasi Penkum Kejatisu, Edi Irsan Tarigan yang dikonfirmasi mengaku tidak tahu, karena sebagian besar pejabat Kejatisu sedang berada di Jakarta. “Nanti saya cek,” katanya. (saz/rud)