31 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 15053

Satma PP Demo Kejatisu

MEDAN- Puluhan massa mengatasnamakan Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Satma PP) Sumut, mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Jumat (22/7).

Kedatangan mereka, menuntut Kejatisu menindak tegas Kejari Rantau Prapat dan memenjarakan H Ramli Siagian atas tindak pidana pengerusakan, sesuai hasil putusan MA tanggal 4 Agustus 2009.
Kedatangan massa Satma PP Sumut ini, langsung mendapatkan tanggapan dari pejabat Kejatisu, yang saat itu sedang menggelar acara syukuran memperingati HUT Ke 51 Adhyaksa.

“Kami meminta Kejatisu memeriksa Kejari Rantau Prapat, karena sampai saat ini, belum juga melaksanakan putusan Mahkamah Agung melaksanakan eksekusi terhadap H Ramli Siagian,” teriak Kordinator aksi Bahren Rambe.
Bahren menduga, Kajari Rantau Prapat telah mempeti es kan kasus pengerusakan lahan sawit yang dilakukan H Ramli Siagian.

“Kenapa kasus ini tidak juga selesai secara hukum. Padahal, putusan Mahkamah Agung meminta  yang bersangkutan segera di eksekusi. Tapi sampai saat ini, Kejari Rantau Prapat belum juga melakukan penahanan,” ungkap Bahren.(rud)

Penyelundupan 9,3 Kg Ganja Digagalkan

LANGKAT- Polres Langkat berhasil menggagalkan peredaran ganja antar Provinsi, dengan meringkus SA (37) karyawan swasta, warga Bukit Timah, Kabupaten Dumai, Provinsi Riau, bersama barang bukti 9,3 Kg daun ganja kering siap edar di Jalan KH Zainul Arifin, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Jumat (22/7) pukul 08.30 WIB.

Pelaku diamankan petugas, ketika sedang berada di mobil penumpang umum timur taxi (timtax) BK 1540 PU dari Pangkalan Susu menuju Medan.

Kasat Narkoba Polres Langkat AKP SR Tambunan disela-sela pemeriksaan mengatakan, dari keterangan tersangka, barang ha ram tersebut akan di bawanya ke Dumai, Riau.

Dijelaskan dia, pagi itu anggota piket jaga mendapat informasi masyarakat. Dalam laporan  via telepon, ada seorang laki-laki penumpang mobil umum timtax BK 1540 PU dari Pangkalan Susu menuju Medan, membawa tas dan kotak diduga berisi daun ganja.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap penumpang itu, ditemukan 1 kardus berisi 3 bal daun ganja dan 11 bal ganja dari tas ransel hitam milik pelaku.

Ketika ditemui di Sat Narkoba Polres Langkat, SA mengaku, dia hanya kurir untuk mengantarkan barang haram tersebut ke Dumai, Pekan Baru, dengan upah Rp3 juta.(ndi)

Rahudman: Tak Akan Kulepaskan

Peta Wilayah Kota Medan akan Lebih Besar

Heboh soal perluasan Kota Medan belum juga berhenti. Berbagai kalangan dari sisi Kota Medan maupun Pemkab Deli Serdang buka suara. Ada yang pro dan tentu saja ada yang kontra. Termasuk, soal keyakinan Pemerintah Kota (Pemko) Medan soal perluasan tersebut.

Ya, kemampuan Pemko Medan untuk memperluas kota sudah sangat memungkinkan. Setidaknya sudah dimulai dengan melakukan pemekaran terlebih dahulu di tingkat kelurahan. Sehingga, lebih cepat memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

“Memekarkan dulu kelurahan yang sudah dimulai untuk persiapan pada tahun 2012-2013. Kelayakan perluasan Kota Medan tersebut didukung dengan ditetapkannya Perda tentang RTRW Kota Medan dan didukung dengan Perda RTRW Provinsi. Peta wilayah Kota Medan akan lebih besar, “ ujar Walikota Medan Rahudman Harahap di Balai Kota, Jumat (22/7) siang.

Apalagi, nantinya Kualanamu sudah menjadi bandara Internasional. “Dengan begitu, Kota Medan akan diarahkan menjadi kota dasar, kota perdagangan dan kota pemukiman yang nyaman bagi masyarakat,” ucapnya.

Dijelaskannya, untuk mendukung perluasan Kota Medan, jangan berbicara dahulu tentang penduduknya. Dimana, penduduk di Kota Medan dapat dilihat dari tiap kecamatan. “Kita di sini bicara bagaimana memberikan pelayanan terhadap masyarakat sebagai pemerintah yang baik,” cetusnya.

Diakui Rahudman, masih banyaknya wilayah Kabupaten Deli Serdang menjorok ke Kota Medan yang sudah meluas dan melompat-lompat. “Tak usah jauh-jauh, saya contohkan seperti di Jalan Aksara belok kiri jalan Pancing lewat terminal sikit, jalan yang dulu saya timbun. Setelah saya berhenti menjabat (penjabat wali kota, Red), entah siapa yang menyerahkan jalan tersebut kepada Deli Serdang. Kalau saya masih menjabat sampai kiamat tak akan saya kasih itu. Tak ‘kan kulepaskan,” tegasnya.

Rahudman juga menjelaskan contoh berikutnya di Jalan Cemara yang terdapat pasar pagi yang tak diketahui siapa pemiliknya. “Saya sudah minta kepada Sekda untuk berkordinasi dengan Deli Serdang, siapa sebenarnya penanggung jawab itu. Kalau tak ada pemilikya biar kita tangani, karena sangat besar tarifnya,” bebernya lagi.

Lalu, soal perluasan, bagaimana dengan kesiapan dana yang dimiliki Pemko? “Anggaran untuk itu, apakah Pemko Medan mampu atau tidak? Insya Allah, Pemko Medan mampu. Dengan keadaan potensi yang masih ada, kita masih mampu  menanganinya,” jelasnya.

Ditambahkan Rahudman Harahap saat menerima audensi Himpunan Masyarakat Medan Bagian Utara yang diketuai Zulham Nasution, Sekretaris Ir Dedi Syahpoutra Tanjung, Abun Chandra Winata, Rabu (20/7) lalu di ruang khusus Wali Kota Medan. Rahudman dalam arahannya mengatakan sangat apresiasi atas kedatangan Himpunan Masyarakat Medan Bagian Utara (HIMMU) untuk beraudensi.

“Kita harus jujur mengakui selama ini Bagian Utara terabaikan terutama dibidang pendidikan dan kesehatan, tapi ke depan kita harus memprioritaskan Medan Bagian Utara sesuai kemampuan anggaran kita. Tahun ini kita akan membangun sekolah SMK dan tahun depan akan kita bangun SMU,” bebernya.

Zulham Nasution yang memberikan aspresiasi terhadap Rahudman menjelaskan atas keberadaan HIMMU, bahwa wadah ini bertujuan untuk mendorong pemerintah kota Medan untuk mempercepat terwujudnya pembangunan di wilyah Medan Bagian Utara sekaligus sebagai mitra kerja pemerintah Kota Medan.

“Mendorong serta membantu menjadi mediasi perluasan Kota Medan agar wilayah Kecamatan Labuhan Deli dan Kecamatan Percut Sei Tuan serta sebagian Kecamatan Hamparan Perak masuk ke wilayah hukum Kota Medan. Juga, mendorong Pemko Medan untuk medirikan pembangunan gelanggang remaja sebagai tempat generasi muda  dan sarana olah raga di Medan Bagian Utara,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekda Medan, Syaiful Bahri, mengatakan perluasan Kota Medan pernah dilakukan pada tahun 1973. Perluasan itu dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 22/173. Saat itu disebutkan, sebagian wilayah eks perkebunan tembakau menjadi wilayah Kota Medan. Perluasan itu sendiri masih menyisakan sejumlah wilayah Deli Serdang yang menjorok ke wilayah Kota Medan.

“Kita belajar dari masa lalu. Saat ini sudah otonomi daerah, usulan perluasan untuk pemerataan pembangunan. Batas administrasi Medan-Deli Serdang sudah lama ditetapkan, sudah 30 tahun, dari keputusan itu ditegaskan sebagian wilayah Deli Serdang masuk ke Kota Medan. Namun mengapa saat ini masih ada ‘pulau-pulau’ kecil milik Deli Serdang di dalam wilayah Kota Medan,” katanya.

Untuk merealisasikan upaya perluasan Kota Medan, lanjut Syaiful, pihaknya tidak bisa berkaca dengan masa lalu. Perluasan 30 tahun lalu sangat mudah dilakukan, karena saat Orde Baru pemerintahan bersifat sentralistik. “Saat itu pusat yang menentukan segala hal, termasuk daerah. Untuk perluasan wilayah kali ini, berbagai pihak harus pro aktif merealisasikannya. Pemprov dan DPRD Sumut harus aktif,” ungkapnya. (adl)

Safwan Satukan Komunitas Pecinta Motor

Ratusan scuter dan pecinta motor tua  berbagai jenis, mengikuti kontes Anniversary ke V Motor Plus Club (MPC), yang digelar di Stadion Teladan Medan, Minggu (17/7).

Mereka datang dari Kalimantan, Jawa, Padang, Pekanbaru dan Aceh. Acara ini diisi oleh berbagai hiburan band, lucky draw, dan lainnya sehingga menambah riuhnya suasana. Kadispora Sumut, Ristanto dan beberapa pengurus sepeda motor hadir dalam acara ini.

Stand-stand berbagai produk pun mengelilingi seluruh taman di Stadion Teladan. Yang paling menarik dalam acara ini adanya berbagai jenis kendaraan dipajangkan memanjang sepanjang di sekitar Stadion Teladan. Mulai kendaraan produk pembuatan tahun lama hingga tinggi. Menariknya motor-motor tersebut telah dimodifikasi. Motor-motor tersebut akan dinilai dengan beberapa kategori diantaranya, Kinclong, Imitasi, Air Brush, Modifikasi Unik, Extrem, Sespan, Harian, Turing dan Retro.

Pemenang kompetisi memperebutkan tropi piagam dan bingkisan. Anniversary ke 5 Motor Plus Club yang diketuai Idris Pulungan itu, dihadiri  50 Club Ikatan Vespa Indonesia, Motor Shock Brecker Pekan Baru, Club Motor dari Palembang dan SOC Banda Aceh. Sementar club motor dari Sumut sendiri yaitu  MSC, Serif, MAS, S36, VOC, VIP, SIM C dan yang lainya.

Dalam acara kontes ini, motor BMW milik Waka Polres Tebing Tinggi Kompol Drs Safwan Khayat MHum, keluar sebagai pemenang. Motor keluaran tahun 60 itu memang begitu banyak dilirik pengunjung yang hadir dalam acara tersebut.”Saya gak menyangka bisa menang dalam kontes ini,” tutur Safwan yang juga Pembina BMP ini.

Disamping ia terpilih sebagai juara, mantan Kasat Lantas Polresta Medan ini berharap HUT MPC yang kelima tersebut  bisa menyatukan bermacam komunitas kegiatan anak muda berbagai daerah.”Kegiatan ini menyatukan berbagai komunitas, suku yang tidak memandang kelas ekonomi. Kami tidak berkarya tapi  berusaha untuk berkarya nyata,” bilang Kompol Safwan.

Pembina motor tua yang tergabung dalam Willis Auto Club, Herman Efendi yang hadir dalam acara ini menyambut baik kegiatan acara ini. Ia merasa kegiatan yang dinaungi Bikers Mitra Polri (BMP) ini begitu menyentuh berbagai kalangan, baik anak muda dan orang tua. “Saya begitu terkesan apa yang telah dilakukan Bapak Safwan untuk menyatukan masyarakat dalam bikers,” puji Herman.

Tidak cuma itu, seorang cacat Syawal (38) warga Jalan Garu 1 ini sengaja mengikuti kegiatan acara ini karena ingin bertemu langsung dengan Safwan Khayat.”Saya memang sudah lama mengenal Pak Safwan, tapi saya datang kemarin untuk bertemu dengan beliau,” aku ayah tiga anak ini. Syawal sebenarnya sang petualang dengan kendara roda tiga yang sudah dimodifikasinya.

“Kalau untuk Sabang sudah jelajahi tinggal marauke saja yang belum, rencananya dalam waktu dekat ini akan saya lakukan,” katanya. (*/azw)

Tak Sekadar Balap

Dian Ari Permana Harahap

Kesempatan tidak datang dua kali menjadi prinsip Dian Ari Permana Harahap (25), akrab disingkat dengan Dian AP Harahap, menjalani kehidupan di masa mudanya. Segenap potensi yang ada pun dimanfaatkan sebaik mungkin menatap masa depan yang luas. Sigap dan cepat menjadi cirinya yang memang seorang pembalap.

Dengan argumen yang bisa diterima dan meyakinkan, kepercayaan itu pasti didapat. Nah selanjutnya tinggal menjalankan dengan sungguh-sungguh sebagai pertanggungjawaban untuk kepercayaan tadi. Karena kesempatan tidak datang dua kali,” tegas Dian AP Harahap yang ditemui di bengkel Barspeed Jalan Asoka Medan, Kamis (20/7).

Setelah menyelesaikan pendidikan di Public Relation Universitas Sains Malaysia (USM) Pulau Pinang-Malaysia 2008, bontot dari pasangan Ir H Dahlan Harahap dan Siti Astina Pohan ini merintis masa depannya sendiri. Keluar dari kenyamanan yang membuat banyak generasi muda terbuai. Sedikit modal dari orang tua coba dikembangkan dengan menjalankan dua jenis usaha. Kedua usaha itu adalah kuliner dan properti yang diyakini memiliki prospek menjanjikan di masa yang akan datang.

Untuk usaha kuliner, dirinya menginvestasikan modal pada salah satu perusahaan masakan cepat saji yang terkenal. Pemilihan lokasi dengan konsep yang cerah membuat usaha yang terletak di seputaran Titi Kuning Medan itu selalu terlihat ramai. Belum lagi berbagai even yang kerap digelar sebagai ajang promosi yang paling efisien. Satu tanggung jawab bagi orangtua yang mendukung keputusan yang dibuat.

Begitu juga inisiatif menjalankan bisnis properti melalui DHR Jaya yang dimulai 2011 ini. Dengan tim marketing yang andal, sebuah proyek langsung didapat dan saat ini dalam pengerjaan. Yaitu, 14 unit perumahan ‘Anturium Residance’ yang terletak di Jalan Perjuangan Medan. “Semua terinspirasi dan dukungan dari teman-teman. Tapi tetap ada perhitungan akan peluang, prospek jangka panjang dan kejelian melihat peluang,” tuturnya.

Persahabatan juga dijadikan motivasi dalam meraih prestasi di bidang otomotif yang belakangan ini mengangkat namanya. Seperti pada North Sumatera Rally Championship 2011 yang dilaksanakan Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Sumatera Utara (Pengprov IMI Sumut). Bersama Edwin Nasution sebagai navigator dan mengandalkan mobil Mitsubishi Evolution VIII, Dian AP tampil tercepat di dua seri yang sudah digelar, Langkat Rally 9-10 April dan Medan Rally 15-17 Juli.
Trofi Bupati Langkat Ngogesa Sitepu dan Wali Kota Medan Rahudman Harahap berhasil digondol.

Tidak terbuai, pengagum Sebastien Loeb dari Citroen World Rally Team ini langsung menggelar persiapan menatap seri III yang direncanakan akhir Oktober mendatang. Menegaskan keseriusannya mengharumkan dunia otomotif nasional khususnya Kota Medan sebagai tanah kelahiran.

Otomotif sendiri bukan hal baru baginya. Sejak 2004 kelahiran Medan, 21 Februari 1986 ini sudah meramaikan pentas otomotif nasional. Turun di grup N-15 dirinya menyabet podium III Kejuaraan Daerah Sprint Rally. Di grup tersebut enam trofi berhasil dikumpulkan. Sembari menyelesaikan studi di negeri tetangga, Dian AP turut meramaikan Kejurnas Rally Medan di grup GR 2.2 dan meraih juara II. Totalitas diperlihatkan pada Kejurnas Rally 2008 Makassar saat tampil di peringkat V overall dengan mobil Mitsubishi Evolution VI. Bahkan pada Sprint Rally di Dawoean Cikampek, dirinya yang menggunakan Mitsubishi Evolution VIII tampil tercepat.

“Semua tidak lepas dari dukungan Pengprov IMI Sumut, Net Motorsport naungan Doli Sutanto MSc, Sriwijaya Air, PT Indograha Nusa Sarana, RFT dan Barspeed, teman-teman dalam dalam dan di luar tim, juga keluarga yang selalu berdoa untuk kesuksesan saya,” ungkapnya. (jul)

Geber Program 100 Hari Panca Sukses AMPI

Ketua DPD AMPI Kota Medan, H Iswanda Nanda Ramli

Ketua DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Medan yang baru terpilih, Iswanda Nanda Ramli menyatakan akan segera menggeber program kerja 100 hari yang diberi nama program Panca Sukses AMPI.

Malam pelantikan sekaligus perkenalan susunan pengurus DPD AMPI Kota Medan yang baru digelar Senin (18/7) lalu, di Wisma Benteng. Terpilih sebagai Ketua H. Iswanda Nanda Ramli, Sekretaris Mulia Asri Rambe SH dan Bendahara Winnie Nadya Lubis SE. Acara itu dibuka dengan menyanyikan lagu Indonsia Raya, hening cipta dilanjutkan pembacaan kebulatan tekad AMPI dan dilanjutkan mars AMPI.

“Kami pengurus DPD AMPI Kota Medan mempunyai program kerja 100 hari, yang diberi nama Panca Sukses AMPI. Di antaranya melaksanakan kegiatan keagamaan, peningkatan kualitas dan kuantitas dengan melakukan pelatihan kader. Mempererat hubungan dengan OKP dan Ormas di Kota Medan juga bersama Pemko Medan. Pengurus AMPI Kota Medan ini, dari lapisan masyarakat, daerah mulai pengusaha, pengamat, tukang parkir hingga penarik becak,” kata Iswanda yang juga bendahara Partai Golkar Medan itu.

Lebih lanjut dikatakan mantan Ketua Rayon AMPI Kecamatan Medan Polonia ini, ia berjanji  akan membuat AMPI ini menjadi buah bibir yang lebih bagus lagi di Kota Medan. AMPI Kota Medan juga akan mendukung Program kerja Pemko Medan dalam bidang kebersihan. Iswanda Nanda Ramli juga mengharapkan para kader AMPI, agar tetap solid dan lebih santun di kalangan masyarakat..

Sementara itu Ketua DPD AMPI Sumut HM Syaf Lubis mengatakan dalam pidatonya, bahwa dalam sesingkat mungkin dalam musyawarah, kita harus tetap menghargai dan menghormati kakanda Manahan Lubis, selaku mantan Ketua DPD AMPI Sumut yang cukup disegani di seluruh Indonesia yang telah berjasa dalam membesarkan AMPI di Sumatera Utara.

“Harapan saya pada para kader AMPI di Sumut, harus wajib dalam melaksanakan musyawarah, dalam rangka mengembangkan AMPI di seluruh daerah. Untuk itu marilah kader AMPI Kota Medan, mendukung program kerja Pemko Medan, untuk perbaikan lebih maju ke depan. Sebagai ketua DPD AMPI Sumut, saya yakin dan percaya pada bung Iswanda Nanda Ramli, untuk memajukan AMPI Kota Medan kedepan. Pesan saya Kader AMPI Kota Medan, agar tidak melupakan Bapak H.Syamsul Arifin selaku Gubernur Sumatera Utara nonaktif, yang juga mantan Ketua DPD Partai Golkar Sumut,” tegas HM Syaf Lubis.

Dalam kesempatan itu Wali Kota Medan Rahudman Harahap dalam pidatonya di hadapan ratusan kader AMPI Kota Medan, menyatakan Pemko Medan yakin pada para kader AMPI Kota Medan dibawa pimpinan Iswanda Nanda Ramli.

“Di bawah kepimpinan Iswanda Nanda Ramli, AMPI Kota Medan ini mampu mencipta berbagai terobosan yang dapat membuka peluang kesempatan kerja bagi kader AMPI Kota Medan. AMPI Kota Medan, harus mampu mengkaderisasi dan dapat menjadi contoh bagi pemuda yang lainya. Tidak dipungkuri AMPI Kota Medan adalah mitra sejati Pemko Medan. Dengan bekerjasama ini Insya Allah Kota Medan akan dapat lebih maju lagi,” harap Rahudman.

Dalam pelantikan tersebut dihadiri langsung M Syaf Lubis bersama Sekjen Muhammad Faisal Jafar, Ketua DPD KNPI Medan Zulham Siregar, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Medan H. Harmen Ginting S.Sos, Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan Sekda Kota Medan Syaiful Bahri dan segenap pengurus AMPI di kecamatan. (*)

Empat Kepala SMP Bakal Diganti

MEDAN- Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Hasan Basri bakal mencopot empat kepala sekolah ditingkat SMP. Saat ini, Disdik Medan tengah melakukan evaluasi terhadap empat kepala sekolah tersebut. Namun sayang, ketika ditanya, kepala sekolah mana saja yang bakal dicopot tersebut, Hasan belum mau menyebutkannya.

“Yang saya ketahui, ada empat kepala sekolah di tingkat SMP, tapi masih dalam evaluasi, karena belum ada keputusan,” kata Hasan Basri, Jumat (22/7).

Ketika ditanya mengenai jalur khusus penerimaan siswa baru (PSB) di SMA Negeri 2 Medan, Hasan Basri mengaku tak mengetahuinya. “Kalau memang ada, direkam yang ngomong dan cari tahu namanya pasti, akan kita tindak. Tapi setahu saya, tak ada itu jalur khusus di sekolah tersebut,” bebernya.

Terkait empat kepala sekolah yang bakal dicopot tersebut, Wali kota Medan Rahudman Harahap angkat bicara. “Dalam waktu dekat, keempat kepala sekolah tersebut akan kita ganti,” ujar Rahudman.

Saat disingung tentang adanya jalur khusus pada PSB di SMA Negeri 2 Medan, Rahudman malah meminta kepada waratawan koran ini datanya. “Berikan datanya sama saya, biar kita tindak,” tegasnya.

Menyikapi itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Medan Roma P Simaremare meminta agar pencopotan kepala sekolah tersebut harus dengan alasan yang jelas dan bukti konkret.

“Pencopotan itu jangan atas sentimen pribadi atau karena ada kepentingan-kepentingan lain. Bila ada temuan saat melakukan monitoring di sekolah-sekolah terkait PSB, wali kota harus segera mengambil tindakan,” bebernya.(adl)

Disbudpar Medan Diminta Tegas

MEDAN- Bocornya ratusan juta Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dari sektor perizinan rumah makan dan restoran di kawasan ring road, mengundang reaksi dari Ketua Komisi C DPRD Kota Medan, H Jumadi SPd. Dia menyayangkan sikap Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang terkesan kurang peduli terhadap rumah makan dan restoran yang beroperasi secara liar di kawasan tersebut.

“Berdasarkan Perda No 37 tahun 2002, Disbudpar harus tegas dan transparan terhadap masyarakat, khususnya pemilik rumah makan menyangkut perizinan,” ujar Jumadi, Jumat (22/7).

Menurutnya, dalam pemberian porsi pelayan yang baik dalam melakukan pengawasan terhadap pemilik rumah makan, Disbudpar harus memberikan informasi yang ditunjang dengan prasarana dan informasi yang baik. “Harus dilakukan pendekatan terhadap pemilik rumah makan. Orang yang mau membayar retribusi dalam mengurus izin, jangan dipersulit dengan birokrasinya yang berbelit-belit. Berikan perhatian khusus,” bebernya.

Sementara, Kadisbudpar Kota Medan Busral Manan mengatakan, akan mengambil langkah tegas terhadap rumah makan dan restoran di kawasan ring road tersebut dengan memberikan batas waktu dan sudah disampaikan melalui surat pemberitahuan. “Kita sudah melakukan pemberitahuan terhadap rumah makan tersebut, bila mereka tidak mengambil sikap, Disbudpar akan mengambil tindakan tegas,” kata Busral.

Bila didiamkan, lanjut Busral, PAD Kota Medan dari sektor perizinan tak mencapai target, khususnya di sektor retribusi izin usaha. “Kita akan tindak seluruhnya dengan membentuk tim terpadu bersama Disbudpar Kota Medan. Penindakan akan dilakukan sebelum bulan Ramadan tiba nanti yang akan melakukan penertiban,” ungkapnya.(adl)

Eagle Bagikan 1.500 Sepatu

Bantu Anak Kurang Mampu di Indonesia

MEDAN- Masih banyaknya anak-anak Indonesia yang belum bersepatu ke sekolah, menggugah produsen sepatu terkenal, Eagle Indonesia untuk membagi-bagikan sepatu secara gratis kepada 1.500 anak kurang mampu. Target ‘mensepatukan’ 1.500 anak Indonesia ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sepatu yang berdiri sejak 1986 ini.

“Hingga Juni 2011 lalu, kita sudah ‘mensepatukan’ 150 anak di Pulau Jawa termasuk Gunung Kidul. Karena kita sudah melakukan riset, hasilnya, anak-anak di sana masih banyak yang bersekolah tanpa menggunakan alas kaki atau sepatu. Atas dasar itu pula kita memprogramkan kegiatan kita ini,”

terang Marketing and Communication Manager Eagle Indonesia Nia Tresna, Jumat (22/7).
Nia juga mengatakan, perusahaan yang berada di bawah naungan PT Global Fashion (GF) Indonesia ini masih terus melakukan riset di berbagai tempat, dan bukan tak mungkin Eagle Indonesia akan ‘mensepatukan’ sejumlah anak di Medan.

“Jika ada masyarakat yang mengetahui di daerah mana yang masih banyak anak bersekolah tak memakai sepatu, bisa langsung melaporkannya ke kita,” terangnya.
Namun, sambungnya, saat ini program ini belum diimplementasikan di Medan maupun daerah lainnya di Sumut. “Tapi, saya sangat berharap program ini bisa diterapkan di Medan serta Sumut secara umum. Dengan begitu program ini bisa lebih maksimal dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia,” kata Nia.

Dalam kesempatan itu, Eagle Indonesia juga memperkenalkan beberapa produk teranyar mereka.
“Setiap dua bulan sekali kita selalu menghadirkan inovasi baru yang langsung diaplikasikan ke produk kita. Hingga kini kita sudah memiliki 11 kategori produk dengan tujuh varian di setiap kategori tersebut,” jelas Nia.

Sementara itu, owner PT Era Sakti Multiguna yang merupakan agen resmi Eagle Indonesia di Medan, Agus Prawira menjelaskan, banyak produk kompetitor yang terus bersama-sama bersaing merebut pasar di Sumut. “Namun, Eagle tetap menjadi leader dengan penjualan yang terus meningkat dari tahun ke tahun hingga kini berusia 25 tahun,” ujarnya. (saz)

Penertiban Ternak Babi Bakal Molor

MEDAN- Sosialisasi penertiban ternak babi telah disosialisasikan sejak pekan lalu. Namun, hingga kini belum bisa dipastikan kapan penertiban tersebut dilakukan. Bahkan, Kadis Pertanian dan Kelautan Wahid yang bertanggung jawab atas penertiban tersebut enggan berkomentar.

“Sosialisasi sudah dilakukan minggu lalu. Soal kapan ditertibkan, no comment dululah,” ujar Wahid saat ditemui di Balai Kota, kemarin. Bukan itu saja, Wahid juga enggan memaparkan apa hasil sosialisasi yang telah dilakukan tersebut. Dia beralasan, harus melaporkan terlebih dahulu kepada pimpinan.

“Saya lapor dulu sama pimpinan. Jika sudah ada arahan, baru saya bicara kepada media. Kalau lebih dulu ke media kan tidak enak,” ucapnya.
Menyikapi hal itu, Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Medan Ahmad Arif mengaku pesimis kalau penertiban ternak babi bisa rampung sebelum Ramadan.

“Penertiban ternak babi bakal selesai sebelum Ramadan hanya isapan jempol. Hingga kini, ternak babi di kawasan Mandala dan beberapa daerah lainnya belum juga ditertibkan,” ungkapnya.
Menurut mantan calon Wakil Wali Kota Medan yang berpasangan dengan Maulana Pohan ini, bila penertiban tersebut tidak dilakukan, dikhawatirkan akan menjadi persoalan baru.

“Dengan begitu, janji Wali Kota Medan untuk menertibkan ternak babi sebelum Ramadan jangan jalan di tempat. Semua kan sudah direncakan bedasarkan rapat antara dinas terkait bersama unsur muspida plus. Jadi, Pemko Medan harus bisa menegakkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 23 tahun 2009, “ katanya.(adl)