32 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 15058

Universitas Prima Indonesia Kampus Multi Etnis

MEDAN – Ketua BPH Yayasan Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Tommy Leonard, SH MKn mengatakan, UNPRI adalah kampus multi etnis. Artinya, dalam memajukan pendidikan UNPRI tidak membeda-bedakan suku, budaya dan agama.Tommy mengatakan, sistem pendidikan masih harus dikelola dengan baik, konsisten, kuat secara nasional yang berdasar pada konsep keragaman, kebhinnekaan atau multikultural.

Karenanya, lanjut dia, UNPRI terus meningkatkan mutu dan kualitas lulusannya.. Sebab, kampus yang multi etnis ini didirikan untuk menjawab tantangan era globalisasi. Dalam hal ini, UNPRI juga didukung oleh dosen-dosen tamatan dalam dan luar negeri dengan kualitas S2-S3 serta memiliki 10 profesor.

Bila dilihat dari jumlah calon mahasiswa UNPRI tahun akademik 2011/2012 yang mencapai 1.958 orang untuk 10 fakultas, menurut dia, menunjukkan UNPRI sebagai perguruan tinggi swasta yang diminati mahasiswa di Sumut.
Ia mengatakan, pihaknya mendidik mahasiswa yang siap pakai yang  mengutamakan keseimbangan antara teori dan praktik. “Karena itu, UNPRI dilengkapi dengan ruang kuliah yang nyaman, laboraturium, rumah sakit milik sendiri, perpustakaan aula dengan kapasitas 750 orang, dan lapangan olah raga, sehingga lulusannya siap pakai,” kata Tommy meyakinkan.

Tommy menambahkan, cikal bakal UNPRI bermula dari Akademi Keperawatan dan Akademi Kebidanan Prima Medan yang didirikan  tahun 2001. Kemudian tahun 2002 berkembang menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima Husada Medan.

Pada tahun 2005, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima Husada Medan berkembang menjadi Universitas Prima Indonesia. Dan, pada saat ini, UNPRI memiliki 10 fakultas yakni Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan dan Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Ekonomi, Teknologi dan Ilmu Komputer, Agro Teknologi, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Hukum, dan Psikologi.

Selain itu yayasan telah mendirikan Rumah Sakit (RS) Gigi dan Mulut Universitas Prima Indonesia di Jalan Pabrik Tenun Medan. Kemudian, RS Pendidikan Universitas Prima Indonesia di Jalan Simalungun Tebing Tinggi.
Ada juga Sekolah Internasional TK-SD-SMP-SMA Global Prima di Jalan Brigjen Katamso Medan dan RS Fakultas Kedokteran bertaraf internasional di Jalan Ayahanda Medan. (*/sih)

Busyro Muqoddas Luncurkan Buku Intelijen

Ketua KPK Busyro Muqaddas menerbitkan sebuah buku bertema ‘Hegemoni Rezim Intelijen’. Peluncuran bukunya dilakukan di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta. Buku yang diluncurkan Busyro ini merupakan disertasinya untuk tugas akhir Program Doktor di Universitas Islam Indonesia (UII).  Busyro dalam buku setebal 472 halaman ini mengupas sisi gelap peradilan kasus komando jihad. Khususnya, mengenai kasus peradilan Ja’far Umar Thalib yang menjadi laskar komando jihad kerusuhan Ambon.

Salah satu yang diungkap dalam buku yantg diterbitkan Pusat Studi HAM UII ini ialah campur tangan intelijen pada kasus peradilan. Dimana intelijen justru sebenarnya merusak Kamtibmas.

Hendro Priyono yang juga bertindak sebagai pembahas dalam buku itu mengatakan pengalamannya ikut dalam pemerintahan tiga presiden yakni zaman Soeharto, Habibie dan Megawati, tugas intelijen di Indonesia masih rancu, terutama dalam penanganan di dalam negeri.(net/jpnn)

Kota Bandung Belajar UMSK ke Medan

MEDAN- Pasca Dewan Pengupahan (DP) Kabupatan Malang belajar Upah Minimum Sektor Kota (UMSK) di Kota Medan, kini giliran DP Kota Bandung yang belajar UMSK di Kota Medan.Hal itu diketahui setelah rombongan DP Kota Bandung hadir di ruang rapat Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Medan, Rabu (20/7). Rombongan DP Kota Bandung itu dipimpin Kepala Seksi Pembinaan Pengembangan dan Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung, Dede Sukadis.

Dede menyampaikan, kehadirannya ke Kota Medan untuk mempelajari UMSK, karena selama ini Kota Bandung tak memiliki UMSK. “Kami ingin belajar ke Kota Medan ini, karena kami belum memiliki UMSK,” katanya.
Dia menyebutkan selama ini Kota Bandung membayar upah kepada para pekerja hanya berdasarkan penetapan Upah Minimum Kota (UMK) saja, padahal di dalam UU tentang ketenaga kerjaan ada diatur tentang UMSK.

Dede menerangkan, di Kota Bandung UMK itu ditetapkan berdasarkan hasil survei di pasar. Pada survei itu, dari 23 pasar yang ada di Kota Bandung hanya empat yang diambil sebagai sampel, setelah itu dikaji oleh DP Kota Bandung, selanjutnya dilakukan penetapan oleh Wali Kota dan dibuat unsur legalnya. “Makanya kami sangat tertarik dengan sistem UMSK di Kota Medan yang sudah lebih maju dari kami,” ujarnya kepada wartawan.

Menjawab kehadiran itu, Ketua DP Kota Medan, Robert M P Tambunan menyatakan, UMSK di Kota Medan memang sudah ada sejak lama, dalam penetepan itu ditentukan ada 46 sektor unggulan. Pada penetapannya dipakai sistem musyawarah dan mufakat dengan berbagai perwakilan yang masuk di dalam DP Kota Medan.
“Karena dengan cara musyawarah mufakat inilah yang bisa membawa kesepakatan penghitungan dan dibuat dan dilegalkan,” ucapnya didampingi  DP Kota Medan lainnya. (*/ril)

DPN Serahkan Surat Keputusan MPI Sumbar

MEDAN-Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Masyarakat Pancasila Indonesia (DPN MPI) Meher Ban Shah mengharapkan  MPI Sumbar berguna bagi masyarakat. “Tidak perlu besar massanya, tapi perlu perbuatan yang besar kepada masyarakat khususnya kepada masyarakat pra sejahtera,” bilang Ketua DPN MPI  Meher Ban Shah usai menyerahkan SK kepengurusan DPP MPI Sumatera Barat  serta Komando Komandan Khusus MPI yang berlangsung di Jalan Sei Musi Medan, Rabu (20/7).

Meher Ban Shah yang saat itu didampingi Sekretaris Jenderal dan Wakil Sekretaris Ir. Asman Lubis dan Lilik Sukamto Lubis juga meminta kepada MPI Sumbar agar menghindar konflik dengan sesama organisasi masyarakat yang ada di provinsi tersebut. “Serta merangkul TNI/Polri dan pegawai negeri, karena tanpa mereka republik ini acak-acakan. Perhatikan dan dukung mereka. Selain itu perbanyaklah kegiatan sosial,” katanya.

Dia menegaskan dimanapun MPI berada, tetap anti koruptor. Karena koruptor ini, sebutnya menenggelamkan ideologi bangsa Indonesia yakni Pancasila.

Diungkapkannya, bercerita Pancasila apa yang kita lihat saat ini, tentunya pahlawan pancasila banyak yang tutup usia, rohaniawan pancasila banyak tutup mulutnya, ilmuwan pancasila banyak tutup bukunya, masyarakat idiologi pancasila banyak menutup idiologi dengan ham-nya.

“Maka harapan kami MPI yang menjadi rahim untuk melahirkan pahlawan rohaniawan, ilmuwan dan masyarakat pancasila. Dan diminta seluruh keluarga besar MPI agar tidak berdampingan dengan manusia pencari tahta yang bersyarat dengan dengan dusta,” tuturnya yang juga didampingi Ketua DPP MPI Sumut Bobby Octavianus Zulkarnain, SE Sekretaris DPP MPI Sumut Aulia P Sitepu, SH dan Bendahara DPP MPI Sumut M. Ridwan, SE .

Ketua DPP MPI Sumbar Erwin Amar, SH mengatakan,  akan mengembangkan  MPI di Sumatera Barat (Sumbar) demi kejayaan bangsa dan negara.” Kita akan turut serta berperan membantu persoalan-persoalan bangsa yang rumit pada saat ini. Persoalan mendasar pada saat ini, adalah masalah para koruptor yang merajalela,”Erwin yang diberi gelar Raju Ampang Bumi.

Dia berharap dengan kehadiran MPI di Sumbar para pejabat pemerintahan dan elit politik dapat  memahami keberadaan MPI yang hadir pada saat negara dalam keadaan krisis yang sudah sangat.  “Kepada masyarakat  kita memohon agar mendukung kegiatan MPI di Sumbar. “Mari kita sama-sama memajukan bangsa dan negara demi anak cucu kita,” ajaknya didampingi sekretaris dan bendaharanya Yan Narzon Nasar, SE, MM dan Syamsul Akmal S.Ag, MM.
Dia juga menambahkan, MPI Sumbar akan mengadakan kegiatan kemasyarakatan yakni Seminar Pancasila untuk pemberantasan korupsi Workshop Pancasila, zikir akbar dalam menjelang Ramadhan dan  konsolidasi organisasi.
Turut hadir  dalam acara penyerakan SK itu antara lain Komandan Komando Khusus MPI Sumbar Anasrul Leo, SH dan wakilnya Imam Sadikin, Kepala staf Bustami SPd dan Bidang OKK DPP MPI Sumbar Kresna Ristriandi serta unsur pengurus DPN MPI dan DPP MPI Sumut lainnya. (*/omi)

Surat IMB Pembangunan Tembok Diprotes

Medan-Adanya surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikeluarkan untuk peruntukkan pembangunan tembok pagar permanen di atas tanah seluas 74 hektar eks HGU PTPN II di Pasar IV, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, mendapat protes dari Sekretaris Komisi A DPRD Sumut H Isma Padli Ardya Pulungan SAg SH.
“Kita membuat rekomendasi Bupati Deliserdang harus segera mencabut IMB-nya karena kalau tidak itu akan membuat persoalan tanah yang ada di pemerintahannya makin runyam untuk diselesaikan. Sebab alas hak yang digunakan untuk memproses pembangunan tembok tersebut tidak memenuhi syarat,” tegas anggota Fraksi Golkar ini didampingi anggota Komisi A DPRD Sumut H Raudin Purba.

Selain itu ia menilai cacat hukum ketika dieksekusi PN Lubukpakam karena mengggunakan surat palsu sesuai keputusan pidana dari MA No 165 K/Pid/2010 tanggal 25 Maret 2010 menyebutkan alas hak Titin Kurniawati Cs, tanah tersebut sampai saat ini masih bersengketa.

“BPN Kanwil Sumatera Utara telah menyatakan tanah seluas 106 Ha yang dimana terdapat 74 hektar tersebut masih berpekara sehingga tidak dapat melaksanakan pengukuran. Tapi uniknya tembok sudah dibangun tanpa alas hak maupun tapal batas yang jelas  dengan tanah yang bersebelahan dengannya,” tambahnya.
Isma mengaku prihatin dengan kebijakan Pemkab Deliserdang yang hanya mengejar pendapatan daerah melalui IMB, namun mengkebiri hati rakyat yang seharusnya dilindungi.

Sementara Raudin Purba mengatakan, dalam rekomendasi itu juga disebutkan persoalan tanah itu status quo karena pihak PTPN II, masyarakat dan Al Washliyah masih memprosesnya secara hukum. Disamping itu DPRD Sumut juga meminta BPN Deliserdang tidak mengeluarkan sertifikat sebelum sengketa tanah tersebut diselesaikan.
Sebelumnya, Komisi C DPRD Deliserdang merekomendasikan Bupati Deliserdang untuk membongkar paksa bangunan pagar milik Titin Kurniawati Rahayu Cs. Pimpinan DPRD Deliserdang melalui Wakil Ketua, Ruben Tarigan SE juga mengeluarkan rekomendasi sesuai dengan rapat dengar pendapat 1 Juni 2011.

Sekadar diketahui, masyarakat yang telah menggarap tanah tersebut beberapa kali telah melakukan aksi demo menuntut perubuhan pagar di kantor Camat Labuhan Deli bahkan ke kantor Bupati. (*/ila)

Eksekusi Bangunan Ruko Berlangsung Ricuh

MEDAN- Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang melakukan pembongkaran terhadap bangunan Emplacement Kios 38 pintu  di Lahan PTPN II Jalan Pasar VII, Pasar Gambir, Simpang Jodoh, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Rabu (20/7).

Eksekusi yang dilakukan Pemkab Deli Serdang itu, diwarnai kericuhan. Pasalnya, saat petugas eksekusi melakukan pembongkaran bangunan, puluhan warga yang mengaku sebagai pemilik bangunan berusaha mencegah dan menghalangi alat berat yang melakukan perobohan bangunan.

Perlawanan warga coba diredakan Satpol PP dan petugas kepolisian. Namun hal itu tidak membuat warga menghentikan perlawanan, bahkan kericuhan semakin menjadi-jadi.

Kericuhan mulai terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, saat alat berat merangkak masuk untuk merobohkan bangunan. Puluhan warga mengamuk, menolak dilakukannya eksekusi. Aksi warga ini, mendapat kawalan ketat Satpol PP dibantu petugas polisi agar kericuhan tidak meluas.

Dari pantauan Sumut Pos dilokasi pembongkaran kios, terlihat warga beserta Satpol PP dan petugas Kepolisian saling dorong-dorongan. Bukan itu saja, warga sempat melempari petugas dengan batu serta mencaci maki petugas yang melakukan eksekusi kios tersebut.

Meski mendapat perlawanan warga, akhirnya bangunan ruko 38 pintu yang dianggap bangunan liar ini, berhasil dirobohkan. Penertiban bangunan itu, sesuai Perda Deli Serdang No 14 tahun 2006 tentang IMB. (mag-7)
Zulkifli (33) warga yang mengaku pemilik salah satu ruko usai perobohan mengatakan, eksekusi perobohan ini merupakan bentuk penindasan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Deli Serdang.

“Kami merasa ditindas dengan adanya eksekusi bangunan ini” ujar Zulkifli. Dijelaskannya, pihak kecamatan sebelumnya sudah  memberi tahu untuk segera membuat IMB. Dia juga menuturkan kalau pihaknya telah menyetorkan sejumalah uang bernilai puluhan juta kepada salah seorang oknum pegawai di kecamatan Percut Sei Tuan untuk meluluskan IMB.

Menanggapi hal itu, Camat Percut Sei Tuan Darwin Zein, membantah hal itu dan meminta warga untuk memberitahukan siapa oknum pegawai di kecamatan yang mengurus IMB warga tersebut. “Tidak benar itu, siapa yang bilang begitu, suruh orangnya datang,” ujarnya.

Ditambahkannya, pihak ikut menertibkan bangunan liar sesuai Perda Kabupaten Deli Serdang No 14 tahun 2006 pasal 45 ayat 3 disebutkan bangunan yang tidak memiliki IMB dapat dibongkar seluruhnya.
“Pemerintah Kecamatan belum ada melihat SK No 10 mengenai lahan PTPN II terkait HGU, dan kecamatan juga belum melihat IMB dari warga yang mendirikan bangunan,” tegas Camat.(mag-7)

Empat Daerah di Sumut Raih Penghargaan WTN

JAKARTA- Empat Kabupaten/Kota di wilayah Sumut menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) dari Menteri Perhubungan (Menhub) Fredy Numberi, Rabu (20/7).

Keempat kabupaten/kota yang dinilai berhasil membangun sektor transportasi sebagai pendukung aktivitas perekonomian masyarakat di daerahnya, masing-masing Pemko Sibolga, Pemko Binjai, Pemkab Langkat dan Pemko Tebing Tinggi.

Untuk Sibolga dan Binjai menerima plakat, Tebing Tinggi menerima Piala keterogi lalulintas dan Langkat menerima piala. Masing-masing bupati/walikota menerima penghargaan, yang diserahkan Menhub Fredy Numberi di Gedung Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Suroyo Alimuso, menjelaskan, penilaian dilakukan melalui proses berjenjang, dimulai penilaian administrasi dari provinsi. Tim penilai dari Kemenhub yang melibatkan Kementrian PU, kepolisian, Kemendagri, Kemendiknas, Jasa Raharja, akademisi, dan ormas yang konsen ke masalah transportasi, juga melakukan tinjauan lapangan. Dari 77 kabupaten/kota yang masuk nominasi, akhirnya terpilih 43 kabupaten/kota.(sam)

Kencing di Jalan, 7 Mobil CPO Diamankan

TEBING TINGGI- Tujuh mobil tangki berisi Crude Palm Oil (CPO), berhasil ditangkap Polres Tebing Tinggi, setelah kencing (memasok) di gudang penampungan CPO ilegal di Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai dan Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (20/7) sekira pukul 15.00 WIB.

Ditempat pertama, petugas berhasil mengamankan empat mobil tangki beserta supir. Keempat mobil tangki itu bernomor polisi BK 9172 DS dengan supir D Silaban, BK 8076 LF dikemudikan Khairul, BK 8160 DL dengan supir Dirga dan BK 8925 LF. Mobil tangki langsung diamankan ke Polres Tebing Tinggi.Ditempat berbeda, petugas kepolisian Tebing Tinggi berhasil mengungkap mafia CPO ilegal dan mengamankan tiga mobil tangki diantaranya, bernomor polisis BM 8102 RU dengan supir Rudi Situmorang, BM 8086 RU dikemudikan Warly dan BM 8029 RU dikemudikan Julianto.

Informasi yang berhasil dihimpun dari Polres Tebing Tinggi mengatakan, penggerebekkan gudang CPO ilegal ini berkat informasi masyarakat. Selain mengamankan mobil tangki dan para supirnya, petugas juga menyita 5 drum berisi CPO dan menemukan sumur buatan berisi ratusan liter CPO ditutupi plastik hijau di lokasi pertama.

“CPO itu diangkut dari pabrik kelapa sawit (PKS) PTP Nusantara 3, Kebun Rambutan menuju PT Sun di Belawan, Medan dan PT MNA Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara. Untuk ekspedisi pengangkutannya dilakukan Sumber Agung Medan. Sebelum mereka menuju pelabuhan, mereka terlebih dahulu kencing di beberapa gudang penampungan CPO ilegal,” jelas Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi AKP Lili Astono.

Dikatakan Lili, dilokasi kedua, petugas menyita 25 drum CPO ilegal dan sumur buatan berisi CPO siap jual. “Kesemuanya dari ekspedisi pengangkutan Sekar Semar Saran Sakti (S4)  Medan. CPO itu dibawa dari PKS di Tanjung Pura, Langkat dan akan dibawa ke Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara,” terang Lili.

Staf Bagian Oprasional Edisi Pengangkutan Sumber Agung Medan Udis Sitorus, saat ditemui di Mapolres Tebing Tinggi mengatakan, dia mengetahui hal tersebut dari laporan supir yang berhasil kabur dari penggerebekkan.
Menurut keterangan supir itu, kata Udis, mereka dipaksa berhenti dan membuang CPO sebanyak satu gelang atau 70 Kg. “Kami sudah melarang para supir agar tidak berbuat begitu, tapi para supir masih membandal,” jelas Udin.(mag-3)

Produser Musik Cabuli Siswi SMK

SIANTAR- Karir AM (42) salah seorang produser video klip lagu-lagu Batak terancam kandas. Saat ini produser yang baru saja mengeluarkan album baru itu ditahan di Mapolresta Siantar, atas pengaduan Bunga (17) salah seorang siswi SMK Kecantikan di Siantar yang mengaku telah diperkosa AM di salah satu kamar Hotel di Kota Pematang Siantar.

Bunga yang ditemui di Mapolresta Siantar, Rabu (20/7) mengaku, baru kenal tiga hari dengan produser lagu AMM Trio itu. Saat itu, Bunga ditelepon AM mengajak berbincang-bincang yang akhirnya Bunga diajak casting di Flora Inn.
“Sepulangnya dari salon, abang (AM) itu mangajak saya casting di Flora Inn, dia berjanji akan menjadikan saya model lagu-lagu batak untuk album barunya,”tutur Bunga.

Di Flora Inn, Bunga diajari gaya-gaya model kalau berfoto. Sekitar1 jam berfoto, Bunga dihantarkan pulang ke rumah naik mobil Honda Accord B 123 AMM. Esok harinya, Senin (18/7) pukul 17.00 WIB, AM datang ke salon Havana menjemput Bunga, untuk melanjutkan casting. Casting yang kedua ini disalah satu rumah di Jalan Toba.  Usai casting, dia diingatkan AM supaya jangan tegang-tegang saat berfose, sembari membawanya ke Pujasera makam malam. Di Pujasera, AM menyebut, kalau Bunga sedang ada masalah. Usai makan malam, AM mengajaknya  ke Siantar Hotel No 114 untuk pengobatan.

Sesampainya di kamar, AM mengatakan, obat paling mujarap untuk mengobati orang yang kena guna-guna adalah cairan sperma dioles-oles ketubuhnya.

“Saya pun saat itu langsung ada rasa aneh. Saya bilang nggak ada cara lain untuk mengobati guna-guna itu. Jawab AM tidak ada, yang bagus selain cara itu. Kemudian saya disuruh telanjang bulat dan disuruh mandi di Bethup yang sudah dicampur. Usai mandi, saya di suruh terbaring ditempat tidur, lalu AM memainkan saya, sepertinya saat itu saya tidak sadarkan diri. Saya lihat, spermanya sudah dioles-oleskannya didada dan perutku,” kesal Bunga.

Terpisah, AM mengatakan, dirinya memang benar-benar ingin membuat Bunga menjadi model video klip lagu-lagu batak. Ia membantah atas tuduhan yang mengatakan dirinya melakukan pemerkosaan terhadap Bunga.
“Tidak asa saya perkosa dia. Saya memang benar-benar mau menjadikan dia model lagu-lagu batak yang albumnya mau dirilis,” katanya singkat.

Kapolresta Siantar AKBP Alberd TB Sianipar ketika dikonfirmasi melaui Kasat Reskrim AKP Azaruddin membenarkan telah mengamankan AM dan meminta keterangan dari Bunga. Kalau terbukti AM melakukan perbuatan tersebut, AM dijerat pasal 82 undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. (osi/smg)

Amanda Brownies Cita Rasanya Legit

SERGAI- Dilihat dari rasa dan tampilannhya, produk Amanda Brownies bakal menjadi salah satu icon kuliner di Sumatera Utara (Sumut). Terbukti, di usianya yang ke dua tahun di Sumatera Utara (Sumut) khususnya di Medan  produk jenis kue Brownies kukus ini menjadi salah satu makanan kegemaran yang diminati banyak orang di daerah ini.

Untuk melayani permintaan yang semakin tinggi dari masyarakat penggemarnya, manajemen Amanda Brownies yang memiliki outlet di Jalan Abdullah Lubis No 23 A (Simpang Jalan Darat) Medan ini, terus mengembangkan sayap, dengan membuka beberapa cabang  baru yakni, di kawasan Kruing dan di Jalan Brigjen Katamso.

“Kita berharap  Amanda Brownies Medan semakin maju /meningkat dibanding tahun lalu dan mampu mencapai target penjualan,” ungkap Area Supervisor, Yasmirah Mandasari Saragih SH MH didampingi Operasional Manajer Endi Yunarso SP kepada  wartawan di sela-sela perayaan HUT ke II, di Theme Park, Pantai Cermin, Senin (18/7)

Kelebihan makanan dengan berbagai rasa dan terkenal dengan rasa coklat legit tidak terlalu manis ini, ditambahkan Endi Yunarso, adalah bebas bahan pengawet.

“Biasanya brownies hanya memiliki satu rasa. Namun, Amanda Brownies yang di Indonesia lahir tahun 2000 berpusat di Kota Bandung dan saat ini hadir di banyak Propinsi di Indonesia, memiliki dua rasa (toping) dan harganya cukup terjangkau,” bilangnya.

Perayaan HUT ke II Amanda Brownies tersebut dimeriahkan dengan berbagai permainan seperti games, lucky draw, doorprize serta berbagai permainan menarik lainnya diikuti seratusan orang berasal dari keluarga karyawan Amanda Brownies se Sumut. (*/mag-15)