Home Blog Page 1506

Terapkan Budaya Transformasi, PLN Dukung Kelistrikan Sektor Industri dan Bisnis di Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) permohonan pasang baru dan penambahan daya serentak sebanyak 6 pelanggan Tegangan Menengah dengan total daya 15.820 Kilo Volt Ampere (kVA).

Kegiatan penandatanganan SPJBTL ini disaksikan langsung oleh General Manager PLN UID Sumatera Utara antara Manager PLN UP3 Medan Utara, Joy Mart Soaduon Sihaloho dengan PT. Soci Mas, PT. Ruang Pendingin Asia, PT. Ayu Bumi Sejati, PT. Dolpin Primaplas, PT. Nusautama Medicalindo, dan Meriati di Hotel Grand City Hall Medan (16/5/2023).

Manager UP3 Medan Utara, Joy Mart Soaduon Sihaloho, memberikan apresiasi atas kepercayaan para pelaku usaha yang telah mempercayakan kebutuhan listriknya kepada PLN. PLN siap memberikan pelayanan terbaik dan kualitas yang andal agar proses produksi dapat berjalan dengan baik, sehingga dapat memberikan keuntungan bagi pelaku usaha.

“Terima kasih kepada pelanggan setia kami yang telah mempercayakan kebutuhan listriknya kepada PLN. Dengan dilakukan penandatanganan SPJBTL ini, PLN berpotensi memperoleh pendapatan sebesar 4.4 Milyar Rupiah per bulan atau 4.352 Kilo Watt Hour (kWh),” tegas Joy.

Salah satu pelanggan dari PT Soci Mas, Zulfan, menyampaikan PLN telah bertransformasi menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, PLN dengan cepat langsung merespon kebutuhan yang diinginkan pelanggan di sektor Industri dan Bisnis. Tidak hanya itu, dalam menanggapi setiap keluhan dan gangguan dari pelanggan, PLN dengan sigap merespon dan mengatasi keluhan dan gangguan yang di hadapi oleh pelanggan.

“PLN saat ini sudah bertransformasi menjadi jauh lebih baik. Hal ini terbukti, PT Soci Mas sudah tidak menggunakan pembangkit milik kami. Selain itu respon PLN dalam menanggapi setiap keluhan dan gangguan yang kami hadapi direspon sangat cepat. Kami merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh PLN,” ungkap Zulfan.

Dalam arahannya, General Manager PLN UID Sumatera Utara, Awaluddin Hafid mengatakan PLN UID Sumatera Utara konsisten dalam mendukung program transformasi PLN. Transformasi PLN memiliki empat Aspirasi yang menjadi arah perubahan PLN, yaitu Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused.

“Penandatanganan SPJBTL ini merupakan salah satu transformasi PLN yaitu Lean. Dengan aspirasi Lean, PLN memastikan pengadaan listrik yang andal dan efisien di sektor Industri dan Bisnis. Selain itu, pasokan listrik di Sumatera Utara memiliki cadangan energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan khususnya di sektor Industri dan Bisnis,” pungkas Awaluddin.

Ia juga mengajak pelanggan di sektor Industri dan Bisnis untuk mendukung penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui layanan Renewable Energy Certificate (REC) yang sudah diakui secara internasional. (ila)

Ngaku Janda, Ternyata Rosmala Sebayang Pernah Nikah Siri dengan Indra Alamsyah

Rosmala Sebayang (tengah) bersama saksi lainnya hadir memberikan keterangan dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan, Selasa (16/5) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rosmala Sebayang yang mengaku jadi korban penipuan atau penggelapan ternyata memiliki hubungan dengan mantan Anggota DPRD Sumut Indra Alamsyah.

Hal itu diungkapkan Indra Alamsyah membantah pengakuan Rosmala Sebayang yang menuduh dirinya melakukan penipuan terkait penjualan mobil truk Mitsubishi pengangkutan gas elpiji 3 kg BK 8946 CL, di ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (16/5) sore.

“Saya tidak pernah ada niat melakukan penipuan maupun penggelapan terhadap Rosmala, buktinya pada bulan Agustus 2022, saya telah memulangkan uang DP sebesar Rp100 juta untuk pembelian truk tersebut kepada Rosmala melalui transfer,” kata Indra di hadapan majelis hakim yang diketuai Dahlan Tarigan.

Bahkan, kata Indra, saat proses pembayaran uang DP untuk pembelian mobil Truk tersebut, dirinya dengan Rosmala Sebayang memiliki hubungan suami – istri sah secara agama islam.

“Rosmala mengaku sama saya, berstatus janda. Nah, pada Bulan Oktober 2016, saya dengan Rosmala Sebayang menikah siri. Namun pada Tahun 2019, saya dengan Rosmala berpisah,” ungkap Indra Alamsyah.

Mendengar pernyataan itu, sontak saja membuat para pengunjung sidang tercengang. Sebab, awalnya Rosmala ketika memberikan keterangan selalu mengatakan sakit hati dengan perbuatan Indra yang telah menipunya, sambil terisak-isak.

Rosmala juga sempat membuat geram hakim anggota Oloan Silalahi dengan sikapnya yang seolah mencampurkan masalah pribadi dengan persoalan hukum yang saat ini sedang berjalan.

Bahkan, hakim Oloan Silalahi sempat menegaskan bahwa perkara hukum dalam hal ini adalah penyelamatan harta kekayaan dan bukan perasaan.

“Harus saudara ingat terlebih dahulu ya, jadi dalam persoalan ini, intinya menyelamatkan harta kekayaan bukan masalah perasaan,” cetus hakim Oloan.

Hakim anggota lainnya Ahmad Sumardi juga menimpali bahwa pada dasarnya uang yang dikembalikan Indra tersebut sudah menjadi wewenang Rosmala Sebayang sebagai pemilik rekening.

“Uang itu kan sudah masuk, kan sayang uang itu tidak kamu ambil, kan banyak itu. Kenapa gak kamu ambil,” kata hakim Sumardi.

Lucunya, ketika menanggapi pertanyaan hakim tersebut, Rosmala kembali menjawab bahwa dirinya terlanjur sakit hati dan mengikhlaskan uang tersebut.

“Udah lama kali uang saya minta, sudah terlanjur sakit hati saya dan saya pun telah mengikhlaskannya,” jawab Rosmala memperlihatkan rasa sakit hatinya.

Sementara itu, saksi lainya yang merupakan mantan Anggota DPRD Sumut Robby Anangga terkait permasalahan mobil truk BK 8946 CL yang dipersoalkan mengaku miliknya. Namun, anehnya BPKB tersebut bukan atas namanya melainkan milik PT Dirgantara Deli Trans.

Di luar persidangan, Rosmala Sebayang ketika dikonfirmasi wartawan terkait nikah siri tersebut memilih bungkam sembari keluar menuju gedung PN Medan. (man/azw)

Manasik Haji Akbar Kemenag Medan, Jamaah Tertua 89 Tahun

Pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji Akbar Kemenag Kota Medan, di Aula Madinatul Hujjaj, Asrama Haji Medan, Rabu (17/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 2.152 calon jamaah haji (CJH) Kota Medan yang telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih), mengikuti bimbingan Manasik Haji Akbar Kementerian Agama Kota Medan 1444 H/2023, di Aula Madinatul Hujjaj, Asrama Haji Medan, Rabu (17/5).

Kepala Kantor Kemenag Kota Medan, H Impun Siregar dalam laporannya mengatakan, tujuan diadakannya bimbingan manasik haji akbar ini, agar semua calon jamaah mampu memahami semua informasi tentang pelaksanaan ibadah haji.

“Tuntutan perjalanan, petunjuk kesehatan dan mampu mengamalkannya pada saat pelaksaan ibadah haji,” ujarnya.

Kemudian, kata Impun, sasaran kegiatan ini bagi haji reguler Kota Medan, terwujudnya jamaah haji yang mandiri dalam melaksanakan ibadah haji dan mencapai haji yang mabrur.

Dari 2.152 CJH Kota Medan yang mengikuti bimbingan, lanjutnya, merupakan jamaah yang telah melunasi Bipih. Dengan rincian, jamaah laki-laki sebanyak 830 orang dan jamaah perempuan sebanyak 1.322 orang.

“Umur jamaah Kota Medan tertua 89 tahun 1 bulan atas nama Maulida Wati. Dan umur jamaah Kota Medan termuda 18 tahun 10 hari atas nama Syahirah Salma,” ungkap Impun.

Kemudian, sambungnya, jumlah jamaah per kecamatan terbanyak adalah Kecamatan Medan Amplas (225 orang). Sedangkan jumlah jamaah per kecamatan terendah adalah Kecamatan Medan Belawan (35 orang).

Ia berpesan kepada calon jamaah yang mengikuti bimbingan selama dua hari ini, mulai 17-18 Mei 2023, dapat menyimak dan memahami materi yang disampaikan narasumber yang dihadirkan Kemenag Kota Medan.

Sementara, materi dan narasumber yang akan disampaikannya diantaranya, Tugas dan fungsi budgeting, penganggaran dan pengawasan BPIH, oleh H M Husni. Kemudian, Kebijakan pemerintah Indonesia tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, oleh H Ahmad Qosbi Nasution.

Kebijakan pemerintah Arab Saudi tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, oleh Sultan Effendi. Kebijakan pelayanan kesehatan, oleh Pocut Fatimah Fitri. Terakhir, Alur perjalanan ibadah haji, oleh H Impun Siregar.

Diketahui, kuota haji Kota Medan sebanyak 2.440, dimana yang telah melunasi Bipih tahap dua (12 Mei 2023), tercatat 2.152. (man/azw)

Joko Wiyono Warga Dolok Merawan Diringkus Miliki Narkoba

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sat Narkoba Polres Tebingtinggi berhasil meringkus tersangka atas kepemilikan narkoba jenis sabu di Dusun V Bangun Rejo Desa Dolok Merawan Kecamatan Dolok Merawan Kabupaten Sergai.

Kasat Narkoba melalui Kasi Humas Polres Tebingtinggi, AKP Agus Arianto, Rabu (17/5) membenarkan pelaku atas kepemilikan narkoba jenis sabu, Joko Wiyono (37) warga Dusun V Bangun Rejo Desa Dolok Merawan Kecamatan Dolok Merawan berhasil Diamankan Sat Narkoba Polres Tebingtinggi, Selasa lalu (16/5) di sebuah perkebunan sawit dekat rumahnya.

“Ada informasi dari masyarakat yang sering melihat pelaku sering melakukan aksi jual beli narkoba jenis sabu, langsung personel melakukan penyamaran sebagai pembeli, akhirnya setelah diperiksa pelaku mengakui barang haram tersebut memang benar miliknya,” bilang AKP Agus Arianto.

Terang AKP Agus Arianto kembali, dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 3 bungkus platik klip transparan yang di dalamnya berisi serbuk kristal di duga narkotika jenis shabu seberat 0,58 gram, 5 plastik klip trasparan kosong, 1 pipet plastik yang ujungnya runcing, 1 unit handphone merek Nokia warna hitam, uang tunai Rp 150.000 dan 1 unit sepeda motor Supra x 125.

Pasal yang dipersangkakan melanggar Pasal 114, Pasal 114 Ayat (1), Subs Pasal 112 Ayat (1) Undang undang Nomor No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (ian/azw)

Polres Dairi Tangkap Tersangka Pembunuh Kakek 70 Tahun

DITANGKAP: Pelaku SB anak dibawah umur, diduga pelaku pencurian dan kekerasan yang menyebabkan korban, Sudung Simbolon (70) warga Dusun Lae Markeppas, Desa Lae Itam, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, meninggal, Minggu (14/5/2023).SUMUTPOS.COM/Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.COM – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Dairi, berhasil mengungkap penyebab kematian, Sudung Simbolon (70) Warga Dusun Lae Markeppas, Desa Lae Itam, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Minggu (14/5).

Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman melalui Kasi Humas Polres, Iptu Donny Saleh, Rabu (17/5) membenarkan penangkapan diduga pelaku pencurian dengan kekerasan menyebabkan korban, Sudung Simbolon meninggal dunia.

Donny menjelaskan, keterangan disampaikan Kasat Reskrim Polres Dairi AKP Rismanto Jayanegara Purba, kasus meninggalnya, Sudung Simbolon, dilakukan tersangka SB (15) warga Desa Lae Luhung, Kecamatan Siempat Nempu Hilir.

Seperti diketahui, sebelum akhirnya meninggal di RSUD Sidikalang, korban Sudung Simbolon, ditemukan cucunya berusia 4 tahun dirumahnya dengan kondisi kritis karena mengalami luka sayatan di leher.

Keterangan Rismanto, sebut Donny, tersangka SB berhasil diringkus dari tempat pelarianya di salahs atu rumah kos di Jalan Lingkar Gang Tower, Kabupaten Karo, Rabu (17/5) dini hari.

Donny menerangkan, sebelum melakukan aksi pencurian dan kekerasan terhadap korban. SB status anak di bawah umur itu, datang kerumah korban dan menginap, Sabtu (13/5).

Saat ditangkap, pelaku mengakui telah melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara mencekik dan menggorok leher korban menggunakan pisau pada, Minggu (13/5) sore.

Adapun motiv pelaku melakukan pencurian dengan kekerasan itu, untuk menguasai sepeda motor milik korban jenis Supra X 125 tanpa nomor polisi.

Diinformasikan, antara pelaku dengan korban, sebelumnya sudah saling kenal, karena kampung mereka masih bertetangga.

Dan kedatangan pelaku ke rumah korban, disambut baik oleh korban dan mengajak untuk bisa bersama-sama bekerja di ladang milik korban.

Usai melakukan aksinya, pelaku SB kabur ke Kabanjahe menggunakan sepeda motor korban. Sepeda motor korban sudah sempat dijual seharga Rp1.550.000 kepada orang lain yang sekarang masih dalam pencarian.

“Dan hasil penjualan sepeda motor sudah habis dibelanjakan pelaku,” ujar Donny. Donny menambahkan, pengungkapan kasus itu, di backup tim IT Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara.(rud/azw)

Seminar Internasional IKH, Hadirkan Tujuh Narasumber dari Lima Negara

INTERNASIONAL: Rektor IKH Dr H Ismail Efendy MSi (tengah) bersama nara sumber Apt Darwin Syamsul MSi dan panitia seminar internasional The Multi Disciplinary Team (MDT) Approach and Quality of Care di Gedung Selecta Medan, Selasa (16/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – INSTITUT Kesehatan Helvetia (IKH) menggelar seminar internasional bertajuk The Multi Disciplinary Team (MDT) Approach and Quality of Care di Gedung Selecta Medan, Selasa (16/5).

Seminar menghadirkan tujuh narasumber yang berasal dari lima negara yakni Amerika Serikat, Inggris, Malaysia, Indonesia dan Turki. Seminar digelar secara hybrid ini diikuti oleh 750 peserta yang hadir secara langsung dan 500 peserta melalui media internet (dalam jaringan).

Seminar internasional ini disajikan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bagian dari upaya IKH untuk akrab dengan proses internasionalisasi. Seminar merajut berbagai topik kesehatan yang menjadi isu sentral di Indonesia berkaitan dengan kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, farmasi, gizi dan psikologi kesehatan.

Rektor IKH Dr H Ismail Efendy MSi saat membuka seminar meminta topik-topik yang disajikan sebaiknya menjadi bahan kajian awal bagi dosen untuk penelitian dan bagi mahasiswa yang dikembangkan menjadi judul skripsi/tesis pada waktu berikutnya.

Kemudian sivitas akademika juga harus berperan aktif dalam upaya menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat yang saat ini sedang terjadi di Indonesia. ”Sinergi seluruh profesi kesehatan dapat mempermudah menyelesaikan permasalahan yang terjadi,” kata rektor.

Asst Prof Dr Yeliz MSc PhD (Depart of Midwifery-Faculty of Health Science Bartin University) yang menyajikan materi secara daring dengan topik why does pre-perinatal and postpartum massages important. Asst Prof Dr Hasni Bin Arsad (deputy director research and networking advanced medical and dental Institute Universiti Sains Malaysia) menyajikan topik secara daring dengan topik anti-aging using herbal plant approach.

Narasumber ketiga Apt Darwin Syamsul MSi (dekan Fakultas Farmasi dan Kesehatan IKH) menyajikan topik secara luring tentang safety herbal medicine for modern comunity.

Sesi pertama seminar ini dengan tiga pembicara dari Malaysia, Turki dan Indonesia ini dipandu oleh Bd Nuriah Arma.

Sedangkan sesi kedua terdiri atas empat narasumber yang berasal dari Malaysia, Amerika Serikat, Inggris dan Indonesia dipandu dosen Ilmu Gizi Institut Kesehatan Masyarakat Wanda Lestari STP MGizi.

Marta Casbeer MSW, LISW-CP (Amerika Serikat) menyajikan topik domestic violence-Interdisciplinary collaboration secara langsung di lokasi seminar. Narasumber banyak menyajikan pengalaman praktis beliau di lapangan yang relavan dengan topik kesehatan jiwa.

Dr Yuzana Binti Mohd Yusop (Faculty of Medicine Universiti Sultan Zainal Abidin Terengganu, Malaysia) secara daring dengan topik Understanding Mental Wellness.

Narasumber berikutnya Prof Martin Dempster [Centre for Improving Health-Related Quality of Life (CIHRQoL) Queen’s University Belfast] secara daring mengangkat topik measuring health-related quality of life”. Narasumber manyajikan topik. Narasumber terakhir adalah Prof Dr Umar Zein (Universitas Islam Sumatera Utara) demgan topik the new concept of hospital. (dmp)

Produksi UMKM Binaan Kecamatan Medan Kota, Farida Laila Ciptakan RAZHATI Mie Instan Sehat

PROSES: Farida Laila saat memproses pembuatan mie instan sehat bernama RAZHATI. Produksi milliknya adalah UMKM binaan Kecamatan Medan Kota. istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mie instan sehat RAZHATI merupakan salah satu produksi dari pelaku UMKM yang menjadi binaan Kecamatan Medan Kota. Mie yang sudah ada sejak tahun 2012 tersebut merupakan mie instan yang terbuat dari buah-buahan dan sayuran.

Farida Laila owner dari mie sehat RAZHATI menuturkan mie yang dihasilkanya berbahan baku dari buah-buahan dan sayuran, tanpa pengawet, MSG, serta pewarna buatan. Mie instan sehat RAZHATI sudah memilki izin dari Dinas Kesehatan serta memiliki sertifikat halal dari MUI. Dan bahkan mie Instan sehat RAZHATI telah menjadi produk UMKM yang menjadi binaan Kecamatan Medan Kota.

“Mie sehat RAZHATI selalu diikutsertakan dalam setiap event di Kelurahan, Kecamatan maupun Kota. Mie sehat RAZHATI sudah memiliki banyak reseller dan distributor di Sumatera Utara dan Aceh,” ujar Farida.

Farida juga mengungkapkan selama berjualan mie sehat RAZHATI omset penjualannya bisa mencapai 4.000 pcs per bulannya.

“Dalam satu bulan penjualan mie sehat RAZHATI ini bisa mencapai 4.000 per pcs. Itu berkat penjualan yang dilakukan dengan cara memanfaatkan e-commerce untuk penjualan dan promosinya,” ungkapnya.

Mie sehat RAZHATI yang berlokasi di Jalan Sisimangaraja Gg. Pulau Harapan No. 10 A Kelurahan Sitirejo I Kecamatan Medan Kota ini memiliki sejumlah varian rasa diantaranyaAyam bawang, ayam bawang pedas, kari, soto, bakso, dan rendang.

Seperti yang diketahui Wali Kota Medan Bobby Nasution menjadikan pembinaan UMKM sebagai program prioritasnya. Dengan berbagai program yang ada, Bobby Nasution terus mendorong agar pelaku UMKM dapat naik kelas sehingga menambah kesejahteraan bagi pelaku UMKM. (map/ila)

Target PAD Reklame Naik 32,51 Persen, Bapenda Medan Bongkar Reklame Liar

REKLAME_Pejalan kaki melintas di jalur pedestrian yang terdapat papan reklame di Jalan Imam Bonjol Medan, Minggu (14/1) Kaastpol PP Sofyan mengatakan penertiban papan reklame liar tetap akan dilakukan, dan yang menjadi fokus utama adalah papan reklame yang berdiri di jalur pedestrian.SUTAN SIREGAR/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menindaklanjuti perintah Wali Kota Medan, Bobby Nasution untuk melakukan penertiban reklame liar yang kian menjamur, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan membongkar sejumlah reklame liar pada pekan lalu.

Dengan menggandeng Satpol PP Kota Medan, Bapenda Kota Medan melakukan penertiban reklame di 8 kecamatan. Hal ini dilakukan untuk mengejar target pendapatan asli daerah (PAD) reklame Kota Medan tahun 2023 yang mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun lalu.

“Ada delapan dari total 21 kecamatan se-Kota Medan meliputi Medan Amplas, Medan Denai, Medan Barat, Medan Timur, Medan Helvetia, Medan Deli, Medan Marelan dan Medan Belawan,” ucap Kepada Bapenda Kota Medan Benny Sinomba Siregar di Medan, Selasa (16/t).

Dalam kegiatan di pekan lalu tersebut, kata Benny, pembongkaran reklame liar umumnya dilakukan terhadap papan reklame toko.

Operasi penertiban itu dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pajak Reklame, dan Peraturan Wali Kota Medan Nomor 46 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pajak Reklame.

“Selain papan reklame toko, kita juga menertibkan papan billboard maupun baliho yang terpasang secara liar di delapan kecamatan tanpa membayar pajak ke Pemko Medan,” ujarnya.

Dijelaskannya, saat ini pihaknya sedang melakukan pengejaran target PAD dari sektor penerimaan pajak reklame. Sebab pada tahun ini, target PAD Kota Medan mengalami peningkatan sebesar hingga 32,51 persen.

“Pada 2022, target PAD dari reklame sebesar Rp76,85 miliar dengan pencapaian hingga 101 persen. Di 2023, (target) naik sekitar 32,51 persen atau naik Rp25 miliar menjadi Rp101,85 miliar. Mudah-mudahan target itu tercapai hingga akhir tahun ini,” kata Benny.

Pihaknya juga menilai, secara umum wajib pajak di Kota Medan sudah mulai tertib dan patuh membayar kewajibannya, yakni membayar pakak setiap tahunnya untuk kepentingan pembangunan Kota Medan yang hasilnya bisa dinikmati bersama.

Benny berharap, para wajib pajak yang baru atau belum terdata agar segera mendaftarkan objek pajaknya. Terutama badan usaha, diharapkan dapat membayarkan pajaknya ke kas Pemko Medan melalui Bapenda Kota Medan.

“Untuk mendapatkan informasi itu, para wajib pajak bisa menghubungi call center Bapenda Kota Medan di nomor 0821-8078-6164,” pungkasnya. (map/ila)

Pemko Medan & USU akan Bangun Plaza UMKM

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan bersama Universitas Sumatera Utara (USU) berencana akan membangun Plaza UMKM untuk membantu meningkatkan perekonomian para pelaku UMKM.

“Harapan kami, seluruh tenant yang berasal dari Kota Medan maupun sekitar Kota Medan tidak hanya menjadikannya sebagai tempat berjualan, tetapi juga dapat membentuk jiwa entrepreneurnya sehingga mampu membentuk ekosistem dunia usaha yang dapat memberikan manfaat sampai ke seluruh lapisan masyarakat,” ujar Bobby Nasution saat menghadiri Dialog Interaktif dengan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia (Menkop UMKM RI) Teten Masduki di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU) Senin (15/5).

Bobby mengaku, banyak anak-anak Medan yang memiliki kreativitas tinggi dan memilih keluar dari Kota Medan untuk menjadi sukses. “Jadi saya mohon kepada Pak Menkop agar dapat membantu Pemko Medan terkait akses dan fasilitas yang masih terbatas,” kata Bobby Nasution.

Sementara itu, Menkop UMKM RI Teten Masduki menyampaikan, Indonesia perlu menyiapkan entrepreneur andal. Di negara maju, ungkapnya, rasio kewirausahaannya mencapai hingga 12 persen. Oleh karenanya, bilangnya, Indonesia harus mampu melahirkan anak muda berpendidikan tinggi yang masuk dunia bisnis.

“Selain itu mendorong anak muda atau educated people berbisnis, supaya pengusaha kita bisa bersaing di kancah dunia,” ungkap Teten.

Untuk menjadi negara maju, kata Teten, tidak hanya menyiapkan infrastruktur dan sumber daya manusia, tapi juga pengusaha yang inovatif. Oleh karenanya, bilangnya, pemerintah ingin mencetak 1 juta pengusaha muda baru.

“Apalagi Presiden Joko Widodo mau menyiapkan fondasi bagi Indonesia yang akan menjadi empat kekuatan besar setelah Amerika Serikat, Tiongkok, dan India,” paparnya.

Dialog interaktif ini turut dihadiri Ketua Bidang Wirausaha Baru Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Endang Budi Karya beserta jajaran, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah, Wakil Rektor I USU Edy Ikhsan, civitas akademika USU serta para mahasiswa ini. (map/ila)